146 EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Desember 2022 Analisis Komparatif Tingkat Pengetahuan Masyarakat terhadap Produk Perbankan Syariah dan Konvensional di Sidamanik Atika Sari Br Pa1. Khofifah Fauzani2. Chairina3 Sains dan teknologi. Sistem Informasi. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara E-mail: atikanangin880@gmail. Article History: Received: 20 Desember 2022 Revised: 25 Desember 2022 Accepted: 25 Desember 2022 Keywords: Tingkat Pengetahuan. Bank Syariah. Bank Konvensional Abstract: Baik bank konvensional maupun bank syariah sangat bergantung pada kepercayaan terbuka sebagai klien yang selalu dapat menagih atau menarik aset dari bank. karena mayoritas modal berasal dari Akibatnya, kepercayaan masyarakat terhadap bank sangat penting untuk pertumbuhannya. Adapun tujuan penelitian ini adalah . untuk mengetahui tingkat pengetahuanMasyarakat versus produk perbankan syariah, . untuk menentukan levelpengetahuan umum tentang standar produk perbankan . ecara umu. Cari tahu perbedaan pengetahuan masyarakat tentang produkperbankan syariah dengan Jenis penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah berbentuk kuesioner yang di berikan kepada masyarakat Di Sidamanik untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat terhadap perbankan syariah dengan konvensional. Metode yang kami gunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. PENDAHULUAN Sebagai lembaga intermediasi keuangan, bank merupakan salah satu lembaga keuangan yang sangat berperan dalam perekonomian suatu negara. Perbankan pada alinea kedua Pasal I UU No. Tahun 1998 yang merupakan perubahan atas UU No. 7 Tahun 1992 tentang perbankan adalah suatu badan usaha yang menghimpun dana masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk lainnya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat luas. Di Indonesia terdapat dua jenis bank yang masing-masing dibedakan dengan pembayaran bunga atau praktik bagi hasil bisnisnya yakni Lembaga keuangan tradisional dan Bank syariah yang melakukan kegiatan usaha. Dalam banyak hal, bank syariah dan bank konvensional adalah sama, terutama dalam hal teknis penerimaan uang, seperti mekanisme transfer, teknologi komputer yang digunakan, dan istilah-istilah umum seperti KTP. NPWP, proposal, laporan keuangan, dan lain-lain. Aspek hukum, struktur organisasi, bisnis yang dibiayai, dan lingkungan kerja menjadi pembeda utama antara keduanya. Perbedaan mendasar antara bank konvensional dan bank syariah adalah riba sebagai batasan dalam perbankan syariah. Selain itu investasiselamat datang hanya untuk bisnis yang a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Desember 2022 dikategorikan halal danmemenuhi prinsip-prinsip Islam. Perbankan syariah membangun sistem bagi hasilsebagai prinsip operasi dasarnya, yang tidak dapat diakomodasi olehsistem perbankan . Sama halnya dengan bank konvensional lainnya, perbankan syariah memegang peranan penting dalam industri perbankan nasional. Bank syariah, di sisi lain, berbeda dari bank konvensional dalam hal sistem operasionalnya. Bankreguler, khususnya bank yang melaksanakannyalatihan bisnis reguler yang mendalamlatihannya menawarkan jenis bantuan dalam kemacetan jam sibukcicilan. Segala sesuatu yang berhubungan dengan perbankan syariah dan unit usaha syariah dianggap sebagai perbankan syariah. Ini termasuk kegiatan bisnis kelembagaan serta metode dan prosedur untuk melaksanakannya. Persepsi masyarakat terhadap perbankan syariah sendiri akan dipengaruhi oleh pemahaman dan pengetahuan masyarakat terhadap bank syariah. Sederhananya, persepsi masyarakat terhadap perbankan syariah dipengaruhi oleh apa yang mereka ketahui. Jika melihat bank syariah, jelas bahwa pengetahuan mereka tentang syariah juga rendah. Bank syariah dan bank konvensional, kedua bank sangat bergantung pada kepercayaan terbuka sebagai klien bank yang dapat mengumpulkan atau menarik aset di bank kapan saja. dana masyarakat merupakan sumber modal terbesar. Oleh karena itu, meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap bank sangat penting untuk perkembangannya. , . METODE PENELITIAN Untuk mendapatkan data yang akurat dari informasi yang diperoleh melalui angket atau kuisioner yang dibagikan kepada masyarakat Sidamanik, maka peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Berdasarkan metodologi, penelitian kualitatif adalah metode mempelajari dan memahami fenomena sosial atau masalah manusia. Metode ini melibatkan menggambar yang rumit, melihat kata-kata, menulis laporan rinci dari perspektif responden, dan mempelajari situasi alam. , . HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Komparatif Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Produk Perbankan Syariah Dan Konvensional di Sidamanik Masyarakat di Sidamanik memiliki kesetaran pengetahuan mengenai bank syariah dan Hal ini dapat kami simpulkan dari hasil angket yang kami sebar dan kumpulkan. Tabel 1. Tanggapan Masyarakat Yang Mengetahui Tentang Bank Syariah Jawaban Frekuensi Persentase 62,2% Tidak 37,8% Total Dari Tabel 1 di atas maka diperoleh jawaban masyarakat yang mengetahi tentang bank syariah sebanyak 62,2% . dan terdapat 37,8% . yang tidak mengetahu tentang bank syariah dari 45 sample yang di kumpulkan. Jadi dapat di simpulkan bahwa lebih banyak masyarakat di Sidamanik yang mengetahui tentang bank syariah dari pada yang tidak Tabel 2. Tanggapan Masyarakat Yang Mengetahui Tentang Bank Konvensial a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Desember 2022 Jawaban Tidak Total Frekuensi Persentase 62,2% 37,8% Dari Tabel 2 di atas maka diproleh jawaban masyarakat yang mengetahi tentang bank konvensional sebanyak 62,2% . dan terdapat 37,8% . yang tidak mengetahu tentang bank konvensional dari 45 sample yang di kumpulkan. Jadi dapat di simpulkan bahwa lebih banyak masyarakat di Sidamanik yang mengetahui tentang bank konvensional dari pada yang tidak Tabel 3. Tanggapan Masyarakat Yang Mengetahui Produk-produk Bank Syariah Jawaban Frekuensi Persentase 57,8% Tidak 42,2% Total Dari tabel 3 di atas dapat diproleh jawaban masyarakat di Sidamanik yang mengetahui tentang produk-produk bank Syariah sebanyak 57,8% . dan terdapat 42,2% . yang tidak mengetahui tentang produk-produk bank Syariah dari 45 sample yang di kumpulkan. Tabel 4. Tanggapan Pengetahuan Masyarakat Tentang Produk Penyaluran Dana . di Bank Syariah Jawaban Frekuensi Persentase 53,3% Tidak 46,7% Total Dari tabel 4 di atas maka dapat disimpulkan bahwa masyarakat yang mengetahui tentang produk penyaluran dana . di bank Syariah sebanyak 53,3% . sedangkan ada 46,7% . yang tidak mengetahui tentang produk penyaluran dana . di bank Syariah. Jadi dapat disimpulkan bahwa pengetahuan masyarakat di Sidamanik mengenai produk penyaluran dana . di bank Syariah lebih banyak yang sudah mengetahuinya. Tabel 5. Tanggapan Masyarakat Yang Produk Penghimpun Dana . di Bank Syariah Jawaban Frekuensi Persentase 51,1% Tidak 48,9% Total Dari tabel 5 di atas maka dapat disimpulkan bahwa masyarakat yang mengetahui tentang produk penghimpunan dana . di bank Syariah sebanyak 51,1% . sedangkan ada 48,9% . yang tidak mengetahui tentang produk penghimpunan dana . di bank Syariah. Jadi dapat disimpulkan bahwa masyarakat di Sidamanik mengetahu dan tidak mengetahui tentang produk penghimpunan dana . di bank Syariah hampir sama hamya berbeda 2,2% Tabel 6. Tanggapan Masyarakat Mengenai Produk Penghimpun Dana Apa Yang di a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Desember 2022 Ketahui di Bank Syariah Jawaban Frekuensi Tabungan Syariah Giro Syariah Deposito Syariah Lainnya Total Persentase 73,3% 6,7% 4,4% 15,6% Tabel 7. Tanggapan Masyarakat Mengenai Produk Tabungan Bank Syariah Yang di Ketahui Jawaban Frekuensi Persentase Tabungan Wadiah Tabungan Mudharabah 24,4% Lainnya 35,6% Total Dari tabel di atas, ditemukan bahwa frekuensi masyarakat yang menggunakan tabungan wadiah berada di persentase 40% dengan frekuensi 18 responden. Frekuensi masyarakat yang menggunakan tabungan mudharabah berada di persentase 24,4% dengan frekuensi 11 reponden. Sedangkan sisanya, berada pada persentase 35,6% memilih jenis tabungan lainnya dengan frekuensi 16 responden. Tabel 8. Tanggapan Masyarakat Yang Menggunakan Bank Syariah Jawaban Frekuensi Persentase 42,2% Tidak 57,8% Total Dari tabel di atas maka dapat di simpulkan bahwa hanya terdapat 14 responden dengan angka persentasi sebanyak 42,2% yang menggunakan bank syariah di sidamaik. Sedangkan 31 responden dengan angka persentasi sebanyak 57,8% masyarakat yang tidak menggunakan bank Tabel 9. Tanggapan Masyarakat Yang Mengetahui Produk Bank Konvensional Jawaban Frekuensi Persentase 57,8% Tidak 42,2% Total Dari tabel di atas, ditemukan bahwa frekuensi masyarakat yang mengetahui produk yang dtawarkan oleh bank syariah berada di persentase 57,8% dengan frekuensi 31 responden. Sedangkan sisanya adalah masyarakat yang tidak mengetahui produk bank syariah dan berada di persentase 42,2% dengan frekuensi 14 responden. Tabel 10. Tanggapan Masyarakat Mengenai Bank Konvensional Yang di Ketahui Jawaban Frekuensi Persentase BRI 62,2% BNI 22,2% MANDIRI 11,1% LAINNYA 4,5% ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Desember 2022 DANAMON Total Dari tabel di atas, ditemukan bahwa masyarakat dengan persentase 62,2% mengenal bang BRI sebagai bank konvensional yang ada di sekitar mereka dan diisi dengan jumlah frekuensi 28 Pada respon berikutnya, tercatat sebanyak 10 responden dengan persentase 22,2% mengetahui bank BRI sebagai bank konvensional. Kemudian di angka persentase 11,1% dengan frekuensi responden sebanyak 2 orang mengatakan bank lainnya yang mereka ketahui sebagai bank Sisanya, sebanyak 0% dengan 0 responden mengatakan bank Danamon sebagai bank konvensional yang mereka ketahui. Tabel 11. Tanggapan Masyarakat Mengenai Produk-produk Bank Konvensional Jawaban Frekuensi Persentase Tidak 68,9% 31,1% Total Pada tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa frekuensi responden yang berjumlah 34 orang dan berada di persentase 68,9% mengatakan tidak mengetahui produk-produk yang ditawarkan oleh bank konvensional. Sisanya, responden dengan frekuensi 11 orang dan berada di persentase 31,1% mengatakan mengetahui produk-produk yang ditawarkan oleh bank konvensional. Tabel 12. Tanggapan Masyarakat Mengenai Pengetahuan Produk Deposito di Bank Konvensional Jawaban Frekuensi Persentase 62,2% Tidak 37,8% Total Pada tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa sebanyak 28 responden dengan persentase 62,2% mengetahui tentang produk deposito yang di tawarkan bank konvensional. Sedangkan sisanya dengan frekuensi 17 responden dan berada di persentase 37,8% mengatakan tidak mengetahui produk deposito yang ditawarkan oleh bank konvensional. Tabel 13. Tanggapan Masyarakat Mengenai Produk Tabungan Bank Konvensional Jawaban Frekuensi Persentase Deposito 64,4% Giro 33,3% Tidak Ada 2,3% Total Pada tabel ini ditunjukkan bahwa 29 responden dengan angka persentase 64,4% mengetahui produk tabungan deposito. 15 responden dengan persentase 33,3% mengatakan mengetahui jenis produk tabungan giro, dan 1 responden dengan persentase 2,3% mengatakan tidak mengetahui produk tabungan apapun di bank konvensional. Tabel 14. Tanggapan Masyarakat Yang Menggunakan Bank Konvensional Jawaban Frekuensi Persentase 57,8% Tidak 42,2% Total a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Desember 2022 Pada tabel terakhir ini, dapat di simpulkan bahwa 31 responden dengan angka persentase 57,8% masyarakat menggunakan bank konvensional. Sedangkan 14 responden dengan persentasi 42,2% masyarakat yang tidak menggunakan bank konvensional. Faktor Yang Menjadi Penentu Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Produk Perbankan Syariah Dan Konvensional di Sidamanik Dari hasil data yang kami dapatkan dari masyarakat yang ada di Sidamanik dapat kami simpulkan bahwa pengetahuan masyarakat mengenai bank syariah dan konvensional memiliki kesamaan dan pengetahuan masyarakat mengenai produk-produk bank syariah dan konvensional juga memiliki kesamaan. Namun lebih banyak masyarakat yang menggunakan bank konvensional di bandingkan bank syariah hal itu bisa kita lihat dari Tabel 8 dan juga Tabel 14 di atas. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kurangnnya pengguna bank syariah di Sidamanik yaitu: Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai bank syariah Kurangnya informasi mengenai bank syariah Lebih banyak terdapat bank konvensional di bandingkan bank syariah Kurangnya sosialisasi tentang bank syriah Kurangnya fasilatas dari pemerintah mengenai bank syariah KESIMPULAN Kesimpulan Pengetahuan masyarakat Sidamanik mengenai bank syariah dan konvensional memiliki kesetaran namun tidak semua masyarakat menggunakan bank syriah karena lebih banyak masyarakat yang menggunkan bank konvensional. Dan faktor yang menyebabkan kurangnya penggunakan bank syariah di sidamanik yaitu Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai bank syariah. Kurangnya informasi mengenai bank syariah. Lebih banyak terdapat bank konvensional di bandingkan bank syariah. Kurangnya sosialisasi tentang bank syriah, dan Kurangnya fasilatas dari pemerintah mengenai bank syariah. Saran