E-ISSN:2808-3849 P-ISSN:2808-4411 https://doi. org/10. 37817/psikologikreatifinovatif. Hubungan Antara Kepercayaan Diri dan Dukungan Sosial Menghadapi Dunia Kerja Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma Depok Khalisa Ayurisma Farhani1. Dewi Syukriah2 Universitas Persada Indonesia Y. Email: khalisa961@gmail. com1, dewi. syukriah@upi-yai. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan diri dan dukungan sosial dengan kecemasan menghadapi dunia kerja pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma Depok. Pengumpulan data menggunakan skala Likert dan pengambilan sampel menggunakan simple probability sampling dengan jumlah sampel sebanyak 278 orang mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif dan signifikan antara kepercayaan diri dengan kecemasan menghadapi dunia kerja sebesar r = -0,653 dengan p = 0,000 < 0,05, dan terdapat dukungan sosial dengan kecemasan menghadapi dunia kerja r = -0,720 dengan p = 0,000 < 0,05. Selain itu, hasil uji menggunakan multivariate correlation menggunakan SPSS 25. 0 for windows diperoleh koefisien korelasi r = 0,753 dan R Square (R. = 0,566 dengan p = 0,000 < 0,05. Hal ini menyatakan bahwa terdapat hubungan antara kepercayaan diri dan dukungan sosial dengan kecemasan menghadapi dunia kerja pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma Depok. Kata kunci : Kecemasan Menghadapi Dunia Kerja. Kepercayaan Diri. Dukungan Sosial ABSTRACT This research aims to determine the relationship between self-confidence and social support with anxiety facing the world of work in final year students of the Faculty of Communication Sciences. Gunadarma University Depok. Data collection using Likert scale and sampling using simple probability sampling with a total sample of 278 students. The results showed that there is a negative and significant relationship between self-confidence and anxiety facing the world of work of r = -0. 653 with p = 0. 000 < 0. 05, and there is social support with anxiety facing the world of work of r = -0. 720 with p = 0. 000 < 0. In addition, the test results using multivariate correlation using SPSS 25. 0 for windows obtained a correlation coefficient of r = 0. 753 and R Square (R. = 0. with p = 0. 000 < 0. This states that there is a relationship between self-confidence and social support with anxiety facing the world of work in final year students of the Faculty of Communication Sciences. Gunadarma University Depok. Keyword: Self-Confidence. Social Support. Anxiety Facing the World of Work PENDAHULUAN Setiap individu, dalam dirinya pasti memiliki kecemasan. Pada dasarnya, kecemasan merupakan hal alamiah yang dapat dirasakan setiap orang. Menurut Steven Schwartz . alam Rahmanto & Kuncoro, 2. kecemasan atau anxius . ata lati. Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 4 No 1 Maret 2024 https://doi. org/10. 37817/psikologikreatifinovatif. bermakna penyempitan atau pencekikan, terkadang disamakan dengan rasa takut padahal dua hal tersebut dapat dikatakan Ketakutan diproyeksikan sebagai respons terhadap ancaman yang memiliki fokus lebih spesifik dan nyata, sedangkan kecemasan ditandai dengan kekhawatiran tentang suatu hal di masa depan termasuk ancaman yang tidak terduga, serta memiliki fokus yang kurang spesifik. Kecemasan adalah munculnya firasat dan somatik ketegangan sebagai tanda emosi negatif pada individu, seperti halnya jantung berdetak kencang, berkeringat, kesulitan bernapas. Ada dua faktor yang mempengaruhi kecemasan yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal sendiri merupakan faktor yang bersumber dari dalam diri sendiri, sedangkan faktor eksternal bersumber dari lingkungan sosial individu itu sendiri. Hal ini diperkuat Sarason . alam Putri, 2. faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan salah satunya yaitu kepercayaan diri dan dukungan sosial. Sama hal nya dengan kecemasan, rasa percaya diri juga melekat pada setiap Kepercayaan diri merupakan aspek yang sangat penting dalam kehidupan kita. Kepercayaan diri merupakan kemampuan dan harga diri disertai dengan kesadaran diri yang kuat. Ketika seseorang percaya diri, individu mampu menunjukkan dirinya menunjukkan keadaannya, berani untuk menyatakan perbedaan pendapatnya dengan orang lain, serta mampu membuat keputusan meskipun dalam kondisi yang sulit (Kartini, 2. Selain itu. Azwar . alam Brenneche & Amich, 1978:. mengatakan bahwa kepercayaan diri diartikan sebagai suatu perasaan atau sikap tidak perlu membandingkan diri dengan orang lain, karena telah merasa cukup aman dan mengetahui apa yang dibutuhkan dalam hidup ini. Ketika kepercayaan diri dalam individu rendah dapat mempengaruhi Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 4 No 1 Maret 2024 E-ISSN:2808-3849 P-ISSN:2808-4411 Oleh karena itu, memberikan dukungan sosial dapat sangat berarti bagi individu lain untuk membangkitkan rasa percaya diri dan menghindar dari rasa pesimis serta rasa tidak berarti. Menurut Saronson . alam Widiantoro, dkk, 2. mengatakan bahwa dukungan sosial adalah sebuah perhatian atau kepercayaan dalam bentuk dorongan atau semangat yang diberikan kepada orang lain yang dimaksudkan untuk memberi bantuan. Hal ini juga dikatakan oleh Kloos . alam Dluha, dkk, 2. dapat dikatakan suatu kumpulan proses sosial, emosional, kognitif, dan perilaku yang terjadi dalam hubungan pribadi, dimana individu merasa mendapat bantuan dalam melakukan penyesuaian atas masalah yang dihadapi. Salah satu cara yang dapat membantu individu mengatasi permasalahan yang ada pada diri individu adalah dukungan Namun, dukungan sosial yang terlalu berlebihan dapat membuat individu menjadi besar kepala dan membuat dukungan sosial tersebut sebagai pembenaran terhadap suatu perbuatan yang salah (Suhita, dalam Widiantoro et al. , 2. Dengan kata lain, seseorang akan menjadi kuat dalam melakukan sesuatu dengan diperkuat oleh dukungan sosial yang diperolehnya dari lingkungan keluarga dan sekitarnya. Fenomena di lapangan dibuktikan berdasarkan hasil kuesioner yang dilakukan oleh penulis terhadap beberapa mahasiswa tingkat akhir yaitu mahasiswa semester delapam Fakultas Komunikasi di Universitas Gunadarma Depok terkait variabel kepercayaan diri dan dukungan sosial dengan Informasi yang didapati penulis melalui kuesioner yang dilakukan pada tanggal 09 April 2023. Hasil kuesioner tersebut, penulis memperoleh hasil bahwa mereka memiliki kecemasan dalam menghadapi dunia kerja. LANDASAN TEORI E-ISSN:2808-3849 P-ISSN:2808-4411 https://doi. org/10. 37817/psikologikreatifinovatif. Nevis dkk . berpendapat bahwa kecemasan adalah kondisi di mana individu merasakan perasaan emosional yang dicirikan dengan respons-respons fisiologis yang diakibatkan oleh penilaian dan prasangka buruk pada suatu kejadian atau masalah. Kecemasan berasal dari lingkungan, karir, teman sebaya dan beberapa aspek lainnya yang normal dirasakan oleh individu. Sementara Chaplin perasaan kekhawatiran dan ketakutan terhadap masa depan yang membuat seseorang tidak dapat mengatasi sesuatu masalah yang menyebabkan perubahan fisiologis dan psikologis. Kecemasan dapat diartikan sebagai suatu kondisi dimana seseorang merasa efek negatif, seperti kekhawatiran dan ketakutan akan hal yang belum jelas pada masa yang akan Menurut McCance . , aspek kecemasan terdiri dari aspek kognitif, perilaku motorik, perubahan somatik, serta afektif. Memiliki menjadi hal yang penting untuk dimiliki agar dapat mengontrol kecemasan yang Hakim . mengartikan kepercayaan diri sebagai keyakinan individu terhadap seluruh kelebihan yang mendorong nya untuk percaya bahwa ia mampu mencapai berbagai tujuan di dalam hidupnya. Hambly . alam Kartini, 2. mengatakan bahwa kepercayaan diri adalah keyakinan dalam diri seseorang untuk mengatasi segala sesuatu dengan rasa tenang. Aspek kepercayaan diri menurut Ghufron . terdiri dari keyakinan akan kemampuan diri, optimis, obyektif, bertanggung jawab, serta rasional. Kepercayaan diri dapat tumbuh dan berkembang sejak dini jika individu memiliki lingkungan sosial yang baik. Namun, jika lingkungan sosial nya tidak cukup memadai, individu akan kehilangan rasa akan percaya terhadap diri sendiri. Pada dasarnya manusia membutuhkan dukungan dari lingkungannya dalam menghadapi dan menyelesaikan setiap Menurut Sarafino dan Smith . dukungan sosial merupakan suatu bentuk kebahagiaan, perhatian, dukungan, serta pertolongan yang diberikan individu terhadap individu lain yang sedang merasa kurang percaya diri. Aspek dukungan sosial terdiri dari instrumental, dukungan informasi, dan dukungan penghargaan. METODE PENELITIAN Penelitian penelitian kuantitatif, untuk melihat adanya hubungan antara kepercayaan diri dan dukungan sosial dengan kecemasan menghadapi dunia kerja pada mahasiswa tingkat akhir. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma Depok. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 980 orang dan sampel penelitian berjumlah 278 orang dengan menggunakan metode simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, dengan menyajikan tiga kepercayaan diri, dukungan sosial, dan kecemasan menghadapi dunia kerja. HASIL DAN PEMBAHASAN Adapun pengujian hipotesis pada penelitian ini memperoleh hasil sebagai . Hasil analisis data penelitian pada metode bivariate correlation antara variabel kepercayaan diri dengan kecemasan menghadapi dunia kerja diperoleh korelasi r = -0,653 dan p = 0,000 < 0,05. Maka hipotesis nihil (Ho. yang berbunyi. AuTidak ada hubungan kepercayaan diri dengan kecemasan menghadapi dunia kerja pada mahasiswa tingkat akhir Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 4 No 1 Maret 2024 https://doi. org/10. 37817/psikologikreatifinovatif. Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma DepokAy. Sedangkan alternatif (Ha. yang berbunyi. AuAda hubungan kepercayaan diri dengan kecemasan menghadapi dunia kerja pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma DepokAy, . Hasil analisis data penelitian pada metode bivariate correlation antara variabel dukungan sosial dengan kecemasan menghadapi dunia kerja diperoleh korelasi r = -0,720 dan p = 0,000 < 0,05. Maka hipotesis nihil (Ho. yang berbunyi. AuTidak ada hubungan dukungan sosial dengan kecemasan menghadapi dunia kerja pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma DepokAy. Sedangkan alternatif (Ha. yang berbunyi. AuAda hubungan dukungan sosial dengan kecemasan menghadapi dunia kerja pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma DepokAy, . Hasil analisis data penelitian pada metode multivariate berdasarkan output model summary antara kepercayaan diri dan dukungan sosial dengan kecemasan menghadapi dunia kerja diperoleh koefisien korelasi (R) 0,753 dan R Square (R. sebesar 0,566 dengan p = 0,000 < 0,05. Maka hipotesis nihil (Ho. yang berbunyi. AuTidak ada hubungan kepercayaan diri dan dukungan sosial dengan kecemasan menghadapi dunia kerja pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma DepokAy. Sedangkan alternatif (Ha. yang berbunyi. AuAda hubungan kepercayaan diri dan Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 4 No 1 Maret 2024 E-ISSN:2808-3849 P-ISSN:2808-4411 dukungan sosial dengan kecemasan menghadapi dunia kerja pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma DepokAy, diterima. Merujuk pada hasil analisis data regression dengan metode enter diketahui R Square (R. sebesar 0,566 yang berarti sumbangan kontribusi kepercayaan diri dan dukungan sosial dengan kecemasan menghadapi dunia kerja adalah sebesar 56,6% Sedangkan, 43,4% lainnya dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya yang tidak diteliti oleh penulis dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil analisis antara variabel kepercayaan diri dengan kecemasan menghadapi dunia kerja terhadap 278 responden melalui metode bivariate correlation, diperoleh korelasi r = 0,653 dan p = 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan antara kepercayaan diri dengan kecemasan menghadapi dunia kerja. Sehingga dapat kepercayaan diri yang dimiliki setiap kecemasan menghadapi dunia kerja yang dirasakan mahasiswa tingkat akhir Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma Depok. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Helen dan Rahayu . dimana terdapat hubungan negatif dan signifikan pada hubungan antara kepercayaan diri dengan kecemasan menghadapi dunia kerja. Oleh karena itu, jika seorang individu memiliki kemampuan dan menyesuaikan diri dalam setiap situasi, mampu berpikir positif dalam setiap masalah, serta memiliki keyakinan akan kemampuan diri sendiri, maka mampu memiliki rasa akan kepercayaan diri yang Berdasarkan penjabaran di atas, dapat disimpulkan bahwa kepercayaan E-ISSN:2808-3849 P-ISSN:2808-4411 https://doi. org/10. 37817/psikologikreatifinovatif. kecemasan menghadapi dunia kerja pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma Depok. Selanjutnya hasil analisis antara variabel dukungan sosial dengan kecemasan menghadapi dunia kerja terhadap 278 responden melalui metode bivariate correlation, diperoleh korelasi r = 0,720 dan p = 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan antara dukungan sosial dengan kecemasan menghadapi dunia kerja. Sehingga dapat diartikan bahwa semakin tinggi dukungan sosial yang diterima maka semakin rendah kecemasan menghadapi dunia kerja yang dirasakan mahasiswa tingkat akhir Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma Depok. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Dinan dan Endang . dimana terdapat hubungan negatif dan signifikan pada hubungan antara dukungan sosial dengan kecemasan menghadapi dunia kerja. Oleh karena itu, mahasiswa tingkat akhir yang menerima dukungan sosial baik dari keluarga maupun teman, seperti dukungan memperoleh informasi, menerima penghargaan, dan menerima perasaan diperhatikan, akan memiliki semangat yang positif dalam menghadapi kecemasan menghadapi dunia kerja. Berdasarkan penjabaran di atas, dapat disimpulkan bahwa dukungan sosial memiliki hubungan dengan kecemasan menghadapi dunia kerja pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma Depok. Selanjutnya hasil analisis data regression dengan metode enter antara variabel kepercayaan diri dan dukungan sosial dengan kecemasan menghadapi dunia kerja r = 0,753 dengan p = 0,000 < 0,05. Hal ini membuktikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kepercayaan diri dan dukungan sosial dengan kecemasan menghadapi dunia kerja pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma Depok. Lalu dengan metode stepwise, diketahui sumbangan kontribusi variabel kepercayaan diri dan dukungan sosial terhadap variabel kecemasan menghadapi dunia kerja sebesar 56,6% (R Square = 0,. , sedangkan sisanya 100% - 56,6% = 43,4% menyangkut sumbangan dari faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini, seperti modelling, faktor lingkungam faktor biologis, faktor behavioral, serta faktor kognitif dan Kontribusi kepercayaan diri pada kecemasan menghadapi dunia kerja sebesar 4,8% dengan hasil R Square (R. sebesar 0,048. Kontribusi dukungan sosial pada kecemasan menghadapi dunia kerja sebesar 51,8% dengan hasil R Square Change (R2 Chang. sebesar 0,518. Hal ini menunjukkan bahwa kontribusi variabel dukungan sosial pada kecemasan menghadapi dunia kerja lebih dominan dibandingkan dengan kontribusi variabel kepercayaan diri. Kemudian hasil kategorisasi menunjukkan kecemasan yang dimiliki mahasiswa tingkat akhir Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma Depok berada pada kategori rendah. Hal ini mengindikasikan bahwa beberapa mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma Depok memiliki kecemasan menghadapi dunia kerja yang bertaraf rendah. Hal ini karena hasil kategorisasi kepercayaan diri dan dukungan sosial yang dimiliki bertaraf KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dijelaskan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai . Terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kepercayaan diri Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 4 No 1 Maret 2024 https://doi. org/10. 37817/psikologikreatifinovatif. E-ISSN:2808-3849 P-ISSN:2808-4411 dengan kecemasan menghadapi dunia kerja pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma Depok. Dapat dikatakan bahwa tingkat kecemasan pada mahasiswa tingkat akhir akan rendah apabila kepercayaan diri yang dimiliki lebih ditingkatkan. Terdapat hubungan negatif yang signifikan antara dukungan sosial dengan kecemasan menghadapi dunia kerja pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma Depok. Dapat dikatakan bahwa tingkat kecemasan pada mahasiswa tingkat akhir akan rendah apabila menerima dukungan sosial dari keluarga dan teman. Terdapat hubungan yang signifikan antara kepercayaan diri dan dukungan sosial dengan kecemasan menghadapi dunia kerja pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma Depok. Hakim. Mengatasi Rasa Tidak Percaya Diri. Jakarta: Puspa Swara DAFTAR PUSTAKA