Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 Hubungan Keteraturan Kunjungan Posyandu terhadap Peningkatan Status Gizi pada Balita di Posyandu Kelurahan Sumur Batu RW 07 Jakarta Pusat dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam The Relationship of Regularity of Posyandu Visits to Improving Nutritional Status in Toddlers at Posyandu Sumur Batu Village RW 07 Central Jakarta and The Review According to Islamic Perspective Yasmine Mutia Rahmawati Purnama1. Rifda Wulansari2 . Roni Hidayat3 . Kholis Ernawati4 1 Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. Jakarta. Indonesia. 2,4 Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. Jakarta. Indonesia. 3 Bagian Agama Sekolah Pascasarjana Program Studi Magister Manajemen Universitas YARSI. Jakarta. Indonesia Corresponding author: yasmine24mutia@gmail. KATA KUNCI Status gizi, keteraturan kunjungan balita ke posyandu, tinjauan Islam. ABSTRAK Pendahuluan: 2 tahun pertama anak merupakan periode emas pertumbuhan otak anak. Nutrisi yang cukup dan berkualitas sangat penting untuk mendukung pertumbuhan optimal. Perilaku orang tua dalam pemanfaatan layanan kesehatan, seperti datang ke posyandu untuk penimbangan berat badan setiap bulan guna memantau status gizi anak. Agama Islam juga menekankan agar orang tua bertanggung jawab terhadap perawatan anak, seperti menafkahi, merawat, dan memberikan makanan yang bergizi untuk pertumbuhan anak. Pertumbuhan yang terganggu pada masa ini dapat berdampak buruk pada kualitas hidup anak di masa depan. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan survey cross sectional. Penelitian dilakukan di posyandu balita Wijaya Kusuma 2 di RW 07 Kelurahan Sumur Batu. Jakarta Pusat dengan menggunakan data primer dan data sekunder berupa kuestioner dan KMS balita periode Desember 2023-Mei 2024. Sampel pada penelitian ini berjumlah 48 sampel. Penetapan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Uji statistik menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Dari 48 sampel terdapat sebanyak 11 balita . 3%) yang melakukan kunjungan posyandu secara teratur mengalami peningkataan status gizi dan 17 balita . 7%) yang tidak teratur melakukan kunjungan posyandu tidak mengalami peningkatan status gizi. Pada uji ChiSquare didapatkan tidak ada hubungan antara keteraturan kunjungan posyandu terhadap peningkatan status gizi . =0. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara keteraturan Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 kunjungan posyandu terhadap peningkatan status gizi pada balita di posyandu Wijaya kusuma 2 kelurahan sumur batu RW 07 Jakarta Pusat. Selain itu Berdasarkan tinjauan Islam orang tua memiliki berkewajiban untuk memberi makanan yang bergizi terhadap anak tak hanya bergizi harus memenuhi standar halal dan thayyib. KEYWORDS Nutritional status, regularity of toddler visits to posyandu. Islamic review. ABSTRACT Background: The first two years are crucial for children's brain development, requiring adequate, quality nutrition for optimal growth. Parents behavior in utilizing health services, such as coming to the posyandu for monthly weighing to monitor children's nutritional status. Islam emphasizes parents' responsibility for child care, including nurturing, providing, and ensuring nutritious food for the child's Growth issues during this period can impact a child's future quality of life. Methodology: This study is an analytical observational study using a cross-sectional survey approach. It was conducted at the Wijaya Kusuma 2 Posyandu in RW 07. Sumur Batu Village. Central Jakarta, using primary and secondary data in the form of questionnaires and child growth monitoring cards for the period of December 2023Ae May 2024. The study involved 48 samples, selected through simple random sampling. Statistical analysis was using the Chi-Square test. Results: Of the 48 samples, 11 children . 3%) who regularly visited the posyandu experienced improved nutritional status, while 17 children . 7%) who did not visit the posyandu regularly showed no improvement in nutritional status. The Chi-Square test revealed no significant relationship between the regularity of posyandu visits and improvements in nutritional status . =0. Conclusion: There is no significant relationship between the regularity of posyandu visits and improvements in the nutritional status of children at the Wijaya Kusuma 2 Posyandu Sumur Batu RW 07 posyandu in Central Jakarta. based on Islamic reviews, parents have an obligation to provide nutritious food to children, not only nutritious, but also meet halal and thayyib standards. PENDAHULUAN Generasi muda merupakan sebuah kunci bagi kemajuan sebuah bangsa, tak terkecuali yang saat ini masih berusia balita . -5 tahu. (Rumahorbo et al. , 2. Pada usia bayi lahir sampai mencapai usia 2 tahun terjadi fase pertumbuhan otak pada anak yang sangat pesat bahkan ukuran otak anak dapat mencapai 80% dari ukuran pada orang dewasa. Oleh dari itu, pemberian nutrisi dengan gizi yang seimbang merupakan cara yang krusial untuk menjaga kesehatan serta Apabila kebutuhan gizi anak baik dan tercukupi, tidak hanya pertumbuhan yang otak anak yang optimal, tetapi Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 juga pada pertumbuhan fisik berupa tinggi badan dan berat badan yang meningkat (Sikumbang et al. , 2. Menurut data World Health Organization (WHO) bahwa pada tahun 2018 angka kejadian gangguan tumbuh kembang anak usia balita sebesar 28,7% dimana Indonesia berada pada urutan ketiga tertinggi pada kawasan Asia Tenggara. Menurut hasil Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2021 presentase tumbuh kembang anak balita sebesar 69. Sementara target Rencana Strategis (Renstr. pada tahun 2021 sebesar 70% yang menandakan masih belum tercapainya target pada tumbuh kembang balita di Indonesia. Posyandu atau Pos Pelayanan Terpadu merupakan suatu bentuk Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM) dilaksanakan oleh, dari, dan bersama pelayanan kesehatan bagi ibu, bayi, dan anak balita (Kesehatan Rl, 2. Salah satu kegiatan yang ada di posyandu yaitu penimbangan berat badan yang diharapkan dilakukan setiap bulan. Pelaksanaan ini berguna sebagai deteksi dini dalam mencegah terjadi kegagalan dalam tumbuh kembang anak usia balita. Diharapkan semakin cepat ditemukannya kasus gizi kurang atau pun gizi buruk maka dapan semakin cepat ditangani (Kemenkes RI. Pemantauan tumbuh kembang balita tentunya berhubungan dengan perilaku keikutsertaan orang tua untuk berkunjung ke posyandu untuk memantau berat badan anaknya. Apabila kurangnya monitoring orang tua dengan pertumbuhan balita maka gangguan pertumbuhan akan lebih tinggi dari normal dan lebih mudah terkena penyakit (Fatimah et al. , 2. Pertumbuhan perkembangan balita harus dilakukan pemeriksaan rutin salah satunya dapat dilakukan pengukuran antropometri. Aspek yang dinilai pada pengukuran antropometri, yaitu berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, dan usia anak. Kegiatan kembang dapat dilakukan melalui kegiatan posyandu. (Fatimah et al. Menurut data Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta bahwa terdapat kenaikan jumlah balita kurang gizi pada tahun 2018 sebesar 0. 5% dengan tahun 2021 yang meningkat drastis Islam telah mengatur hak dan kewajiban atas seseorang mulai dari lahir hingga wafat. Menurut Islam hakhak anak meliputi. hak untuk hidup, hak mendapat kejelasan nasab, hak mendapatkan pemberian nama yang baik, hak memperoleh ASI, hak anak perawatan dan pemeliharaan, hak anak dalam kepemilikan harta benda, serta pendidikan dan pengajaran (Baihaki. Semua hak anak merupakan kewajiban bagi kedua orang tuanya. Hal ini didukung oleh firman Allah pada surah Al-Kahfi ayat 46 yang berisikan anak merupakan Amanah dari Allah SWT yang harus dilindungi dan dipelihara. Apalagi pada saat anak ketergantungan yang besar kepada kedua orang tuanya. Selain kewajiban orang tua dalam memberi nafkah kepada anaknya, orang tua juga berkewajiban Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 untuk memberi makanan bergizi terhadap anak. Pemberian makanan bergizi terhadap anak itu meliputi Al-QurAoan makanan bergizi dengan istilah halalan thayyiban (Andriyani, 2. Halal adalah syarat pertama makanan bergizi menurut Al-QurAoan yang mengandung arti ganda, yakni tidak diharamkan fiqih dan diperoleh dari nafkah halal Sedangkan syarat kedua makanan tersebut hendaknya thayyib atau baik, proporsional, dan aman. Seperti yang tercantum pada firman Allah SWT surah Al-Baqarah ayat 168 bahwa pada ayat tersebut menyatakan bahwa umat manusia harus mengonsumsi makanan yang baik dan halal dari apa yang ada di bumi. Hal ini mencerminkan kebutuhan akan konsumsi makanan bergizi yang tidak hanya memenuhi standar halal namun juga kualitas dan Gizi yang layak dan memadai merupakan pondasi bagi pertumbungan yang terhindar dari stunting. Selain dari uraian di atas yang melakukan pemantauan berat badan balita guna masa depan anak peneliti juga menemukan data yang menarik pada saat dilaksanakan pre-survey pada salah satu posyandu di Jakarta Pusat, yaitu kelurahan Sumur Batu, dimana dari data yang telah peneliti ambil dari rentang bulan Agustus Ae Oktober 2023 terlihat peningkatan presentase balita yang tidak mengalami kenaikan berat badan dari bulan sebelumnya, yaitu pada bulan Agustus sebesar 18,75% meningkat sampai 42,5% pada bulan September, dan mengalami penurunan menjadi 38,75% pada bulan Oktober yang dimana presentase balita yang tidak hadir dari bulan sebelumnya, yaitu 10%, 20%, dan 11,25%. Dari data pre-survey tersebut, peneliti ingin Hubungan Keteraturan Kunjungan Posyandu Terhadap Peningkatan Status Gizi Pada Balita Di Posyandu Kelurahan Sumur Batu RW 07. METODOLOGI Penelitian penelitian kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan survey cross Penelitian ini dilakukan pada posyandu Wijaya Kusuma 2 RW 07 Kelurahan Sumur Batu. Jakarta Pusat. Jenis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah data primer serta data sekunder yang diperoleh secara langsung dari responden atau dengan kuestioner dan data KMS posyandu. Keseluruhan populasi pada penelitian ini berjumlah 80 yang terdiri dari balita . nak usia 1-5 tahu. dan orang tua atau wali balita yang terdaftar pada posyandu balita Wijaya Kusuma 2 di RW 07 Kelurahan Sumur Batu. Jakarta Pusat. Penentuan jumlah sampel dilakukan menggunakan rumus slovin dan didapatkan 48 sampel yang memenuhi kriteria. Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah balita berusia 1-5 tahun yang memiliki KMS pada posyandu Wijaya Kusuma 2 dan orang tua atau wali balita. Sedangkan kriteria eksklusi adalah Balita yang tidak hadir ke posyandu. Penetapan sampel dilakukan menggunakan teknik simple random sampling. Data yang menggunakan uji Chi-Square. HASIL Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 Analisis Univariat Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keteraturan peningkatan status gizi pada balita di posyandu kelurahan Sumur Batu RW pandangan Islam. Jumlah responden penelitian ini adalah 48 orang. Karakteristik Orang Tua atau Wali Balita Berdasarkan tabel 1 yang orang tua atau wali balita pada kelompok usia orang tua didominasi oleh kelompok usia 20-35 tahun sebanyak 32 responden dengan 7% dan kelompok usia >35 tahun sebanyak 16 responden dengan persentase 33. Selain itu, pada kelompok tingkat pendidikan terakhir orang tua didominasi dengan tingkat pendidikan tinggi yaitu sebanyak 30 responden dengan 5% serta untuk jenis kelamin orang tua keseluruhan yaitu perempuan dengan total 48 reponden dengan presentase 100. Tabel 1 Distribusi frekuensi karakteristik orang tua atau wali balita Karakteristik Usia Orang Tua 20 Ae 35 Tahun >35 Tahun Rendah Tinggi Laki-laki Perempuan Total Tingkat Pendidikan Orang Tua Total Jenis Kelamin Orang Tua Total Gambaran Peningkatan Status Gizi Balita Dari hasil pengumpulan data yang telah dilakukan, diperoleh gambaran peningkatan status gizi balita seperti pada tabel 2 yang dimana peningkatan status gizi balita dibagi menjadi dua kelompok yaitu tidak meningkat dan meningkat. Dari hasil penelitian didapatkan kelompok yang mendominasi adalah status gizi yang tidak meningkat yaitu sebanyak 33 responden dengan persentase 68. Tabel 2 Distribusi Peningkatan Status Gizi Balita Peningkatan Status Gizi Balita Tidak Meningkat Meningkat Total Gambaran Keteraturan Kunjungan Balita Ke Posyandu Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 Hubungan Keteraturan Kunjungan Posyandu Terhadap Peningkatan Status Gizi pada Balita di Posyandu Metode digunakan untuk mengolah hasil yang telah didapatkan adalah uji chi-square dengan SPSS. Dari uji chi-square yang didapatkan hasil analisis seperti pada Berdasarkan tabel 4 Hasil kunjungan balita yang teratur ke posyandu terjadi peningkatan status gizi balita sebesar 39,3% dan dari hasil Uji statistik diperoleh nilai p-value sebesar 0,269 sehingga p-value > . , yang berarti secara statistik tidak terdapat hubungan antara keteraturan peningkatan status gizi pada balita di posyandu Kelurahan Sumur Batu RW 07. Jakarta Pusat. Dari hasil pengumpulan data yang telah dilakukan, diperoleh gambaran keteraturan kunjungan balita ke posyandu seperti pada tabel 3 yang dimana kelompok keteraturan digolongkan menjadi dua yaitu teratur dan tidak teratur. Berdasarkan tabel 3 masih terdapat 20 reponden atau dengan presentase 41. 7% balita yang tidak teratur mengunjungi posyandu dalam 6 bulan terakhir (Desember 2023 Ae Mei 2. Tabel 3 Distribusi Keteraturan Kunjungan Balita Ke Posyandu Keteraturan Kunjungan Balita Teratur Tidak Teratur Total Analisis Bivariat Tabel 4 Hubungan Keteraturan Kunjungan Posyandu Terhadap Peningkatan Status Gizi Pada Balita Di Posyandu Kelurahan Sumur Batu RW 07 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam (N=. Variabel Terjadi Peningkatan Status Gizi Balita Tidak Terjadi Peningkatan Status Gizi Balita Keteraturan Kunjungan Balita Teratur Tidak Teratur Total Value PEMBAHASAN Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 Karakteristik Orang Tua atau Wali Balita Dari hasil pengumpulan data menunjukan bahwa usia responden didominasi dengan rentang usia 25-35 tahun sejumlah 32 responden atau dengan presentase 66. Soetjiningsih . menjelaskan bahwa Ibu berusia 21-40 tahun disebut berada dalam tahap dewasa awal, dengan tugas perkembangan sebagai orang tua dan pengasuh anak. Untuk informasi mengenai tingkat pendidikan terakhir responden dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu tingkat pendidikan rendah dan tingkat Mayoritas pendidikan terakhir responden, yaitu tingkat pendidikan tinggi sebanyak 30 responden atau 62. 5% dari total jumlah Selain responden pada penelitian ini berjenis kelamin perempuan, yaitu sebanyak 48 responden atau 100. Meskipun dari data penelitian tingkat pendidikan tinggi, tetapi jika tidak disertai dengan pengetahuan tentang gizi, khususnya pada ibu, ternyata tidak memengaruhi pemilihan makanan untuk keluarga. Sebaliknya, memungkinkan seseorang menyusun menu yang sehat untuk dikonsumsi (Yunus, 2. Distribusi Frekuensi Status Gizi Balita Peningkatan Bedasarkan hasil penelitian pada balita di posyandu Kelurahan Sumur Batu RW 07. Jakarta Pusat yang dilihat dari buku KMS balita didapatkan hasil bahwa sebanyak 33 balita atau sebesar 68. 8% tidak mengalami peningkatan status gizi dalam kurun waktu 6 bulan (Desember 2023 Ae Mei 2. Menurut Kementrian Kesehatan RI . terdapat faktor tidak langsung dalam peningkatan status gizi balita, salah satunya yaitu tingkat usia orang tua atau wali balita. Dari data karakteristik responden bahwa orang tua atau wali balita didominasi dengan rentang usia orang tua atau wali balita 20-35 tahun dimana bila usia orang tua atau wali tergolong masi muda maka tak jarang orang tua masih kurang pengalaman dan pengetahuan terkit pangan, gizi, dan tentang pengasuhan anak (Nurul et al. Distribusi Frekuensi Keteraturan Kunjungan Balita Ke Posyandu Berdasarkan hasil penelitian menggunakan kuesioner dan data dari KMS setiap balita didapatkan bahwa sebanyak 28 responden atau 58. 3% dari total balita pada posyandu Kelurahan Sumur Batu RW 07 teratur melakukan penimbangan selama 6 bulan terakhir (Desember 2023 Ae Mei 2. Sayangnya, sebanyak 22 responden 0% masih tidak teratur dalam kunjungan balita ke posyandu selama 6 bulan terakhir. Menurut Assyfa et al. sebanyak 62% ibu tidak rutin atau aktif menghadiri posyandu. Hal ini disebabkan oleh minimnya fasilitas kesehatan yang tersedia di posyandu serta karena rendahnya kualitas pelayanan kesehatan sehingga ibu membawa anaknya ke posyandu. Distribusi Frekuensi Hubungan Keteraturan Kunjungan Posyandu Terhadap Peningkatan Status Gizi Pada Balita Di Posyandu (N=. Hasil Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 terhadap peningkatan status gizi pada balita di posyandu Kelurahan Sumur Batu RW 07. Jakarta Pusat dari 48 menggunakan program SPSS dan dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square didapatkan hasil p-value 269 sehingga p-value > . , yang berarti secara statistik tidak terdapat hubungan antara keteraturan peningkatan status gizi pada balita di posyandu Kelurahan Sumur Batu RW 07. Jakarta Pusat. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Wulandari et al. di Puskesmas Padang Serai kota Bengkulu dengan p-value 0,083 artinya bermakna antara faktor keteraturan kunjungan ke posyandu dengan status gizi balita. Hal ini kemungkinan disebabkan adanya variabel lain yang tidak diteliti pada penelitian ini yaitu pengetahuan dan perilaku ibu. Pengetahuan ibu yang diperoleh dari informasi tentang gizi balita sehingga dapat mengubah perilaku ibu dalam pemberian nutrisi untuk perbaikan status gizi balita. Penelitian ini berbanding terbalik dengan penelitian yang dilakukan oleh Theresia . di wilayah kerja Puskesmas Amplas Kota Medan dengan nilai p-value 0,00 yang dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara jumlah kunjungan Posyandu dengan status gizi balita. Hubungan Keteraturan Kunjungan Posyandu Terhadap Peningkatan Status Gizi Pada Balita Di Posyandu Kelurahan Sumur Batu RW 07 Serta Ditinjau Menurut Pandangan Islam Dalam Islam, anak adalah amanah dari Allah SWT yang harus dijaga secara fisik dan spiritual. AlQurAoan menjaga anak dengan baik, seperti pada surat Al-Kahfi ayat 46 yang AA a Aa eE aIEa aO eEaI eOIaa a eOI aa eE a OOaa Eac eIOaa aO eE aC OA AEA a U A aOea a eI aa a aEaa a aOUa acO aOea a aIA a AA aEA c AEA Artinya: Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, sedangkan amal kebajikan yang abadi . adalah lebih baik balasannya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi (Q. Al-Kahfi . : . Allah SWT juga berfirman pada surat Al-Munafiqun ayat 9: e a AOeaOac aN Eac aOeIaa aII eO aEa eENEIa aIOEEIa OA AEa a eO aEE eaIA a e a e ee a aAcEEaa o aO aI eIa OacAa eEa aEEaa AaOE aiOEaa NIA c aA eIa a eE aA aeEa eOIA Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah harta bendamu dan anak-anakmu membuatmu lalai dari mengingat Allah. (Q. Al-Munafiqun Dari kedua ayat tersebut menyatakan bahwa anak-anak adalah kebajikan lebih utama sebagai bekal akhirat terutama agar anak-anak tidak membuat orang tua lalai dari mengingat Allah. Orang tua bertanggung jawab mendidik anak untuk taat kepada Allah serta menjaga pertumbuhan mereka dalam keridhaan-Nya. Hakhak anak, khususnya pada masa balita, menjadi kewajiban utama bagi kedua orang tua karena balita sangat Mengabaikan tumbuh kembang anak dapat memengaruhi kualitas hidupnya di masa depan. Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 Al-QurAoan juga memberikan panduan mengenai makanan bergizi dengan istilah halalan thayyiban, yang tidak hanya halal secara hukum tetapi juga diperoleh dengan cara yang halal. Pada surat Al-Baqarah ayat 168 yang a aA a E UEA AEA a a A aOUa acOA a a AaOac aN EIaca EE eO aI acI AaO eEa eA ca A EA AeIA a AOa acI aOA aa Aa ac a eO OA a aAO e aIa aIacNa EaE eIA Artinya: Wahai manusia, makanlah sebagian . di bumi yang halal lagi baik dan janganlah mengikuti langkahlangkah setan. Sesungguhnya ia bagimu merupakan musuh yang nyata. (Q. AlBaqarah . : . Dari ayat tersebut memiliki makna untuk menganjurkan manusia untuk mengonsumsi makanan halal dan baik serta menjauhi langkah-langkah setan. Salah satu fungsi posyandu menyediakan informasi dan pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak. Dalam hadist ataupun Al-QurAoan tidak terdapat ayat yang mengatakan secara kesehatan dan mencari informasi, tetapi ada beberapa hadist yang atau relevan terkait hal tersebut, salah satunya berbunyi a aEaEA ca aA acN aEA aAcEEa EaNa a aNA a A aOCU Oa eE aaIa AaO aNa a eE UIA a aO aI eIA A aOCU uaEaO E aIac a Artinya: Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga (HR Muslim. No. Hadis tersebut menekankan pentingnya menuntut ilmu, termasuk Dengan kesehatan, individu dapat menjaga kesehatan pribadi, keluarga, dan merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai umat beriman. SIMPULAN Berdasarkan hasil uji statistik chi-square didapatkan terdapat tidak adanya hubungan yang signifikan antara hubungan keteraturan kunjungan posyandu terhadap peningkatan status gizi pada balita di posyandu Kelurahan Sumur Batu RW 07. Jakarta Pusat dari 48 responden yang telah diolah menggunakan program SPSS dan dianalisis menggunakan uji statistik ChiSquare didapatkan hasil p-value 269 sehingga p-value > . Berdasarkan tinjauan Islam bahwa anak merupakan sebuah amanat dan harta bagi kedua orang tua sehingga merupakan kewajiban orang tua untuk memberi nafkah kepada anak, juga berkewajiban untuk memberi makanan bergizi Pemberian makanan bergizi terhadap anak itu meliputi penyusuan, penyapihan dan pemberian makanan. Selain itu, pemberian makanan bergizi harus memenuhi standar halal dan kebaikan dari makanan atau minuman yang akan diberikan. DAFTAR PUSTAKA