AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 5. No. 01 Februari . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 32-36 Kolaborasi Perguruan Tinggi Dan LAZ Dalam Upaya Pencegahan Stunting Indri Yuliafitri1. Nabela Hapsari2. Ahmad Luqman Hakim2* 1Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Prodi Akuntansi. Universitas Padjadjaran. Sumedang. Indonesia 2Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Prodi Ekonomi Islam. Universitas Padjadjaran. Sumedang. Indonesia Email: 1indri. yuliafitri@unpad. (* : coressponding autho. Abstrak Oe Stunting masih menjadi permasalahan gizi kronis yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia di Indonesia, khususnya pada kelompok balita dan ibu hamil. Rendahnya literasi gizi serta keterbatasan akses terhadap makanan bergizi menjadi faktor utama terjadinya stunting di tingkat masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai stunting serta memberikan intervensi langsung melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Kegiatan dilaksanakan melalui kolaborasi antara Program Studi Ekonomi Islam Universitas Padjadjaran dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Al Hilal. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi edukatif mengenai stunting, diskusi interaktif dengan masyarakat, serta distribusi PMT kepada balita dan ibu hamil. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai penyebab, dampak, dan pencegahan stunting, serta antusiasme masyarakat terhadap program kolaboratif berbasis kepedulian sosial. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga zakat dalam mendukung program percepatan penurunan stunting berbasis pemberdayaan masyarakat. Kata Kunci: Stunting. Pengabdian Masyarakat. Pemberian Makanan Tambahan. Kolaborasi. Zakat Abstract Oe Stunting remains a chronic nutritional problem that affects the quality of human resources in Indonesia, particularly among toddlers and pregnant women. Low nutritional literacy and limited access to nutritious food are the main contributing factors. This community service activity aims to increase public awareness of stunting and provide direct intervention through Supplementary Feeding Programs. The activity was carried out through collaboration between the Islamic Economics Study Program of Universitas Padjadjaran and LAZ Al Hilal. The implementation methods included educational socialization on stunting, interactive discussions, and the distribution of supplementary food for toddlers and pregnant women. The results indicate an increase in participants' understanding of stunting prevention and strong community This program is expected to serve as a collaborative model between universities and zakat institutions in supporting community-based stunting reduction efforts. Keywords: Stunting. Community Service. Supplementary Feeding. Collaboration. Zakat PENDAHULUAN Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita yang ditandai dengan tinggi badan menurut umur berada di bawah standar yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO). Kondisi ini disebabkan oleh kekurangan gizi kronis sejak periode 1. 000 hari pertama kehidupan, mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun (WHO, 2. Stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga berpengaruh terhadap perkembangan kognitif, kemampuan belajar, produktivitas ekonomi di masa dewasa, serta peningkatan risiko penyakit degeneratif (UNICEF, 2. Di Indonesia, stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang serius meskipun prevalensinya menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting nasional masih berada pada tingkat yang memerlukan intervensi berkelanjutan, khususnya di kelompok masyarakat rentan (Kementerian Kesehatan RI, 2. Faktor penyebab stunting bersifat multidimensional, meliputi rendahnya asupan gizi, keterbatasan pengetahuan ibu terkait gizi dan kesehatan, kondisi sanitasi yang kurang memadai, serta faktor sosial ekonomi keluarga (Bappenas, 2. Upaya pencegahan stunting tidak dapat hanya mengandalkan intervensi sektor kesehatan, tetapi membutuhkan pendekatan kolaboratif lintas sektor. Edukasi gizi, penguatan kapasitas keluarga, serta pemberian intervensi gizi seperti Pemberian Makanan Tambahan (PMT) merupakan strategi penting dalam menurunkan risiko stunting, terutama pada balita dan ibu hamil (Dewi et al. Indri Yuliafitri | https://journal. id/index. php/amma | Page 32 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 5. No. 01 Februari . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 32-36 Program berbasis komunitas dinilai lebih efektif karena mampu menjangkau kelompok sasaran secara langsung dan berkelanjutan (Putri et al. , 2. Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung upaya pencegahan stunting melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berbasis ilmu pengetahuan dan kebutuhan riil Di sisi lain, lembaga amil zakat memiliki potensi besar dalam mendukung program sosial melalui pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah untuk kepentingan kesejahteraan umat, termasuk bidang kesehatan dan gizi masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga zakat mencerminkan pendekatan collaborative governance yang mampu memperkuat efektivitas program sosial berbasis pemberdayaan masyarakat (Herni et al. , 2. Berdasarkan latar belakang tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui kolaborasi antara Program Studi Ekonomi Islam Universitas Padjadjaran dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Al Hilal. Kegiatan difokuskan pada sosialisasi stunting dan pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada balita dan ibu hamil sebagai upaya preventif dalam menekan risiko stunting. Program ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai stunting sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam mendukung percepatan pencegahan stunting berbasis kolaborasi dan kepedulian sosial. METODE PELAKSANAAN 1 Lokasi dan Sasaran Kegiatan Metode pelaksanaan kegiatan dirancang dengan pendekatan edukatif dan partisipatif agar materi yang disampaikan dapat dipahami dan diterapkan oleh masyarakat. Bentuk kegiatan meliputi sosialisasi stunting, diskusi interaktif, serta pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Metode sosialisasi dilakukan melalui penyampaian materi menggunakan bahasa sederhana dan kontekstual, disertai dengan sesi tanya jawab untuk menggali pemahaman serta permasalahan yang dihadapi peserta. Metode dan Bentuk Kegiatan Metode pelaksanaan kegiatan dirancang dengan pendekatan edukatif dan partisipatif agar materi yang disampaikan dapat dipahami dan diterapkan oleh masyarakat. Bentuk kegiatan meliputi sosialisasi stunting, diskusi interaktif, serta pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Metode sosialisasi dilakukan melalui penyampaian materi menggunakan bahasa sederhana dan kontekstual, disertai dengan sesi tanya jawab untuk menggali pemahaman serta permasalahan yang dihadapi peserta. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui beberapa tahapan yang sistematis, mulai dari tahap persiapan hingga evaluasi. Tahapan tersebut disusun untuk memastikan kegiatan berjalan efektif dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Tabel 1. Alur Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Masyarakat Tahap Kegiatan Uraian Aktivitas Pihak Terlibat Output Persiapan Koordinasi antara Prodi Ekonomi Islam UNPAD dan LAZ Al Hilal, penentuan lokasi Tim UNPAD dan LAZ Al Hilal Rencana kegiatan Pelaksanaan Sosialisasi Penyampaian penyebab, dampak, dan melalui edukasi gizi Tim Pengabdian dan Masyarakat Peningkatan pemahaman peserta Indri Yuliafitri | https://journal. id/index. php/amma | Page 33 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 5. No. 01 Februari . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 32-36 Diskusi Interaktif Sesi tanya jawab dan permasalahan gizi dan anak di lingkungan peserta Tim Pengabdian dan Masyarakat Klarifikasi Pembagian PMT Distribusi Pemberian Makanan Tambahan balita dan ibu hamil LAZ Al Hilal dan Tim Pengabdian Dukungan asupan gizi bagi sasaran Evaluasi Pengumpulan umpan balik dari peserta terkait pelaksanaan kegiatan Tim Pengabdian Tim PengabdianBahan evaluasi kegiatan Teknik Evaluasi Kegiatan Evaluasi kegiatan dilakukan secara deskriptif melalui pengamatan langsung selama kegiatan berlangsung serta umpan balik dari peserta. Evaluasi difokuskan pada tingkat partisipasi masyarakat, pemahaman peserta terhadap materi sosialisasi, serta respons masyarakat terhadap pemberian PMT. Hasil evaluasi digunakan sebagai dasar perbaikan dan pengembangan kegiatan pengabdian masyarakat selanjutnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Bagian ini menyajikan hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan melalui kolaborasi Program Studi Ekonomi Islam Universitas Padjadjaran dan LAZ Al Hilal, serta pembahasan yang dikaitkan dengan temuan empiris dan rujukan ilmiah yang relevan. 1 Peningkatan Pengetahuan Masyarakat tentang Stunting Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep stunting, faktor penyebab, serta dampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Sebelum kegiatan sosialisasi, sebagian peserta masih memandang stunting sebagai faktor keturunan Melalui penyampaian materi dan diskusi interaktif, peserta memperoleh pemahaman bahwa stunting berkaitan erat dengan asupan gizi, kesehatan ibu selama kehamilan, serta pola pengasuhan Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa rendahnya literasi gizi ibu menjadi salah satu determinan utama terjadinya stunting pada balita (Dewi et al. Edukasi gizi yang dilakukan secara langsung dan komunikatif terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan stunting sejak dini (Putri et al. , 2. 2 Efektivitas Pendekatan Edukatif dan Partisipatif Pendekatan edukatif dan partisipatif yang digunakan dalam kegiatan ini mendorong keterlibatan aktif peserta selama proses sosialisasi. Diskusi dua arah memungkinkan peserta menyampaikan pengalaman serta permasalahan yang dihadapi dalam pemenuhan gizi keluarga. Keterlibatan aktif masyarakat merupakan faktor penting dalam keberhasilan program pencegahan stunting berbasis komunitas. Hasil ini memperkuat temuan UNICEF . yang menegaskan bahwa intervensi berbasis masyarakat dengan pendekatan partisipatif memiliki peluang keberhasilan yang lebih tinggi dibandingkan pendekatan satu arah. Selain itu, pendekatan ini dapat meningkatkan rasa kepemilikan masyarakat terhadap program, sehingga mendorong keberlanjutan praktik pencegahan stunting dalam kehidupan sehari-hari. Indri Yuliafitri | https://journal. id/index. php/amma | Page 34 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 5. No. 01 Februari . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 32-36 3 Kontribusi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dalam Pencegahan Stunting Pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada balita dan ibu hamil menjadi bentuk intervensi gizi langsung dalam kegiatan ini. PMT yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan gizi sasaran dan bertujuan untuk membantu memenuhi asupan zat gizi makro dan mikro. Respons masyarakat terhadap kegiatan ini sangat positif, terutama dari keluarga yang memiliki keterbatasan akses terhadap pangan bergizi. Secara konseptual. PMT merupakan salah satu strategi intervensi gizi sensitif yang direkomendasikan dalam upaya pencegahan stunting, khususnya pada kelompok rentan (Kementerian Kesehatan RI, 2. Meskipun bersifat jangka pendek, pemberian PMT dapat menjadi pemicu perubahan perilaku konsumsi gizi apabila disertai dengan edukasi yang memadai (WHO, 2. Pada kegiatan pengabdian ini masyarakat diberikan PMT secara gratis dari LAZ Al Hilal, sebagai upaya membantu pemenuhan gizi balita dan ibu hamil. Gambar 1. Pembagian PMT Gratis 4 Peran Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Lembaga Zakat Kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga amil zakat dalam kegiatan ini menunjukkan potensi sinergi yang kuat dalam mendukung program sosial berbasis pemberdayaan masyarakat. Perguruan tinggi berperan dalam penyediaan pengetahuan dan pendekatan ilmiah, sementara lembaga zakat berkontribusi melalui pendayagunaan sumber daya dan kedekatan dengan Model kolaborasi ini sejalan dengan konsep collaborative governance yang menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam penyelesaian permasalahan publik yang kompleks, termasuk stunting (Herni et al. , 2. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, tetapi juga menjadi model praktik baik yang dapat direplikasi di wilayah lain. Gambar 2. Foto Bersama Tim Prodi EKIS dan LAZ Al Hilal Indri Yuliafitri | https://journal. id/index. php/amma | Page 35 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 5. No. 01 Februari . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 32-36 KESIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan melalui kolaborasi antara Program Studi Ekonomi Islam Universitas Padjadjaran dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Al Hilal memberikan kontribusi positif dalam upaya pencegahan stunting berbasis pemberdayaan Melalui kegiatan sosialisasi stunting, masyarakat sasaran memperoleh peningkatan pemahaman mengenai konsep stunting, faktor penyebab, serta dampak jangka panjangnya terhadap kualitas sumber daya manusia. Pendekatan edukatif dan partisipatif yang diterapkan dalam kegiatan ini mendorong keterlibatan aktif masyarakat, sehingga proses penyampaian informasi berlangsung secara efektif dan kontekstual. Selain itu, pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada balita dan ibu hamil memberikan manfaat langsung dalam membantu pemenuhan asupan gizi, khususnya bagi keluarga yang memiliki keterbatasan akses terhadap pangan bergizi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa intervensi gizi yang disertai dengan edukasi mampu menjadi strategi pendukung dalam pencegahan stunting. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga zakat dalam kegiatan ini mencerminkan praktik sinergi lintas sektor yang efektif dalam menangani permasalahan kesehatan masyarakat yang Ke depan, kegiatan pengabdian masyarakat serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, diperluas cakupan wilayahnya, serta dilengkapi dengan pemantauan jangka panjang untuk menilai dampak intervensi terhadap status gizi anak. Penguatan kerja sama dengan pemerintah daerah dan kader kesehatan setempat juga direkomendasikan guna meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan program pencegahan stunting. REFERENCES