e- ISSN : 2961-8878 p- ISSN : 2961-8010 Desember 2025. Vol. 4 No. DOI: 10. 47662/jaliye. Keterampilan Merajut Bagi Santri-Santri Rumah Tahfidz Al-Fazz Susy Deliani1. Siti Fatimah Zahara2. Sri Muliatik3. Mindalisma4. Andi Syahputra Harahap5 Universitas Alwashliyah Medan Email: zfatimah667@gmail. ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan merajut bagi santri-santri Rumah Tahfidz Al-Fazz sebagai upaya pengembangan kreativitas dan kemandirian ekonomi. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah keterbatasan keterampilan produktif yang dapat menunjang life skill santri di luar kegiatan menghafal Al-QurAoan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap perencanaan, pelatihan, pendampingan, dan Pelatihan dilakukan melalui pemberian materi dasar tentang merajut, pengenalan alat dan bahan, teknik dasar rajutan, serta praktik pembuatan produk sederhana seperti dompet dan tas rajut. Kegiatan dilaksanakan secara langsung dengan pendekatan partisipatif agar santri terlibat aktif selama proses pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa santri mampu memahami teknik dasar merajut dan menghasilkan produk rajutan sederhana dengan tingkat kerapian yang cukup baik. Selain itu, kegiatan ini menumbuhkan minat berwirausaha, meningkatkan kepercayaan diri, serta mengembangkan kreativitas santri. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pelatihan keterampilan merajut efektif sebagai sarana pengembangan life skill santri dan berpotensi menjadi kegiatan produktif yang berkelanjutan di Rumah Tahfidz Al-Fazz. Kata Kunci : Keterampilan Merajut,Santri. Rumah Tahfidz. Life Skill. ABSTRACT This community service activity aims to improve knitting skills among students of Rumah Tahfidz Al-Fazz as an effort to develop creativity and economic independence. The main problem faced by the partner institution is the limited productive skills that can support studentsAo life skills beyond QurAoan memorization activities. The implementation method consisted of planning, training, mentoring, and evaluation stages. The training was conducted through the introduction of basic knitting concepts, tools and materials, fundamental knitting techniques, and hands-on practice in producing simple knitted products such as wallets and bags. The activity was carried out directly using a participatory approach to encourage active involvement of the students throughout the training process. The results showed that the students were able to understand basic knitting techniques and produce simple knitted products with a satisfactory level of neatness. In addition, the activity increased studentsAo creativity, self-confidence, and interest in entrepreneurship. conclusion, knitting skills training is effective as a means of developing studentsAo life skills and has the potential to become a sustainable productive activity at Rumah Tahfidz Al-Fazz. Keywords: Knitting Skills. Students. Tahfidz House. Life Skills. Pendahuluan Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu pilar utama dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yan bertujuan untuk menjebatani antara dunia akademik dan kebutuhan nyata masyarakat. Melalui kegiatan pengabdian, perguruan tinggi diharapkan mampu mentransformasikan ilmu pengetahuan teknologi, dan keterampilan yang dimiliki civitas akademik agar dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dalam konteks ini, pengabdian tidak hanya dimaknai sebagai bentuk kepedulian sosial, tetapi juga sebagai proses pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan melalui penguatan kapasitas, keterampilan, dan kemandirian (LPPM Kemendikbud, 2020: Adi, 2. Salah satu bentuk pengabdian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini adalah pengembangan e- ISSN : 2961-8878 p- ISSN : 2961-8010 Desember 2025. Vol. 4 No. DOI: 10. 47662/jaliye. keterampilan hidup . ife skill. yang dapat mendukung produktivitas dan kemandirian ekonomi, khususnya bagi kelompok usia muda. Rumah Tahfidz Al-Fazz merupakan salah satu lembaga pendidikan nonformal yang berfokus pada pembinaan dan penguatan hfalan Al-Quran bagi para santri. Lembaga ini tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai wadah pembentukan karakter, disiplin, dan nilai-nilai moral santri. Santri-santru Rumah Taffidz Al-Fazz berasal dari latar belakang sosial ekonomi yang beragam, dengan rentang usia yang relatif muda. Dalam kesehariannya, aktivitas santri didominasi oleh kegiatan keagamaann seperti menghafal Al-QurAoan, murojaAoah serta pembelajaran dasar keislaman. Kondisi ini menunjukkan bahwa rumah Tahfidz memiliki potensi besar sebagai lingkungan pembinaan generasi muda yang tidak hanya unggul secara spiritual, tetapi juga perlu didukung dengan keterampilan praktis yang relevan dengan kehidupan sosial dan ekonomi (Hasan, 2019: Muhaimin, 2. Namun demikian, hasil observasi awal menunjukkan bahwa santri Rumah Taffidz Al-Fazz masih memiliki keterbatasan dalam hal keterampilan produktif yang dapat menunjang kemandirian mereka di masa Fokus pembelajaran yang lebih menitikberatkan pada aspek religius menyebabkan keterampilan nonakademik, khususnya keterampilan wirausaha dan keterampilan tangan, belum mendapatkan perhatian yang Padahal di tengah tantangan sosial dan ekonomi yang semakin kompleks, santri sebagai generasi muda perlu dibekali dengan kemampuan adaptif dan keterampilan praktis agara mampu menghadapi realitas kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan di Rumah Tahfidz (Tilaar, 2026. Anwar, 2. Permsalahan keterbatasan keterampilan produktif ini menjadi isu penting yang perlu mendapatkan perhatian bersama. Ketergantungan pada pendidikan formal semata tanpa diimbangi dengan penguasaan life skill dapat berdampak pada rendahnya kesiapan santri dalam menghadapi dunia kerja maupun dalam menciptakan peluang usaha secara mandiri. Selain itu, kurangnya keterampilan kreatif juga berpotensi Pengembangan potensi diri santri, khususnya dalam menyalurkan bakat dan minat yang Oleh karena itu, diperlukan suatu program pengabdian yang mampu menjawab permasalahan tersebut melalui pendekatan yang edukatif, aplikatif, dan sesuai dengana karakteristik santri Rumah Taffidz (Depdiknas, 2014:OCDB 2. Salah satu keterampilan yang dinilai relevan dan mudah diterapkan bagi santri adalah keterampilan Merajut merupakan keterampilan tangan yang relatif sederhana, tidak membutuhkan perlatan yang rumit, serta dapat dipelajari oleh berbagai kalangan usia. Selain itu, kegiatan merajut memiiki nilai ekonomis karena produk yang dihasilkan, seperti tas, dompet, atau aksesoris rajut, memiliki peluang pasar yang cukup Dari sisi psikologis, aktivitas merajut jug adapat melatih kesabaran, ketelitian, konsentrasi, dan kreativitas, sehingga sejalan dengan nilai-nilai pembinaan karakter yang ditanamkan di Rumah Tahfidz (Suharto, 2017:Putri & Rahma, 2. Dalam konteks pemberdayaan masyarakat, pelatihan keterampilan merajut dapat dipandang sebagai strategi penguatan file skills yang berorientasi pada kemandirian. Melalui pelatihan ini, santri tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga pengalaman belajar yang mendorong rasa percaya diri dan motivasi untuk berkarya. Keterampilan merajut juga membuka peluang bagi santri untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan sejak dini, dengan demikian, pelatihan merajut memiliki relevansi yang kuat dengan kebutuhan santri Rumah Tahfidz Al-Fazz. Isu perkembangan life skills bagi peserta didik di lembaga pendidikan keagamaan telah menjadi perhatian dalam berbagai kajian akademik. Pendidikan yang berorientasi pada penguasaan pengetahuan dan nilai-nilai moral yang perlu diimbangi dengan pengembangan keterampilan praktis agar peserta didik mampu berperan aktif dalam kehidupan sosial dan ekonomi. Life skills dipandang sebagai kemampuan yang memungkinkan individu untuk menghadapi berbagai tantangan hidup secara efektif, termasuk kemampuan berpikir negatif, bekerja sama, berkomunikasi, dan berwirausaha. Dalam hal ini, pelatihan keterampilan merajut dapat menjadi salah satu bentuk implementasi pendidikan life skills yang kontekstual dan aplikatif. Selain itu, pengembangan keterampilan kreatif seperti merajut juga sejalan dengan konsep ekonomi kreatif yang menekankan pada pemanfaatan kreativitas dan keterampilan individu sebagai sumber nilai tabah Produk-produk rajutan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi komoditas kreatif yang bernilai jual, terutama jika didukung dengan inovasi desain dan kualitas produksi yang baik. Oleh karena itu, pelatihan merajut ini bagi santri tidak hanya berorientasi pada penguasaan teknik, tetapi juga pada pengenalan potensi ekonomi dan keterampilan tersebut. e- ISSN : 2961-8878 p- ISSN : 2961-8010 Desember 2025. Vol. 4 No. DOI: 10. 47662/jaliye. Berdasarkan uraian permasalahan dan isu-isu yang telah dipaparkan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang dengan tujua utama untuk meningkatkan keterampilan merajut santri-santri rumah Tahfidz Al-Fazz. Secara khusus, tujuan pengabdian ini adalah memberikan pengetahuan dasar tentang merajut, melatih santri dalam menguasai teknik-teknik dasar rajutan, serta mendorong tumbuhnya kreativitas dan minat berwirausaha. Melalui kegiatan ini, diharapkan santri mampu menghasilkan produk rajutan sederhana yang memiliki nilai guna dan nilai jual. Selain tujuan tersebut, kegiatan pengabdian ini juga bertujuan untuk mendukung pengembangan karakter santri melalui aktvitas yag melatih kesabaran, ketekunan, dan kerja sama. Proses belajar merajut yang dilakukan secara berkelompok memungkinkan terjadinya interaksi sosial yang positif antar santri, sehingga dapat memperkuat rasa kebersaman dan solidaritas. Dengan demikian, pelatihan keterampilan merajut tidak hanya memberikan manfaat pada aspek keterampilan teknis, tetapi juga pada aspek sosial dan psikologis santri. Manfaat dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini dapaat dirasakan oleh berbagai pihak. Bagi santri tahfidz AL-Fazz, kegiatan ini memberikan tambahan keterampilan yang bermanfaat sebagai bekal hidup dan potensi sumber penghasilan di masa depan. Bagi lembaga Rumah Tahfidz, program ini dapat menjadi alternatif kegiatan pengembanagan diri santri yang mendukung visi lembaga dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia, mandiri, dan produktif. Sementara itu, bagi tim pelaksana pengabdian, kegiatan ini menjadi sarana penerapan ilmu pengetahuan dan keterampilan secara langsung di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat kepedulian sosial dan pengalaman praktis dalam pemberdayaan Secara lebih luas, program ini diharapkan dapat memberikat kontribusi positif bagi masyarakat sekitar melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia yang kreatif dan berdaya saing. Metode Pelaksanaan Pengabdian Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Rumah Tahfidz Al-Fazz. Yang beralamat di Komplek Griya Wisaya Indah Blok G Nomor 293. Lokasi ini dipilih karena sesuai dengan sasaran program, yaitu santri tahfidz yang membutuhkan pengembanagan katerampilan produktif sebagai bekal kemandirian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat direncanakan dilaksanakan selam adua bulan yaitu pada bulan ke-5 dan ke-6. Adaapun rencana jadwal pelaksanaan kagiatan disajikan pada tabel Tabel 1. Tahapan Pelaksanaan Kegiatan Nama Kegiatan Tutorial I Tutorial II Workshop Deskripsi Memberikan penjelasan mengenai konseo UMKM skala rumahan sebagai bentuk produk kerajinan tangan yang dapat dikembangkan di lingkungan Rumah Tahfidz Al-Fazz. Pada tahap ini juga diberikan pengenalanserta pola dasar dalam pembuatan rajutan. Mengajarkan pola lanjutan dalam teknik merajut hingga santri mampu menghasilkan produk kerajinan tangan rajut berdasarkan kreativitas masing-masing santri Pondok Tahfidz. Melakukan analisis kualitas produk hasil kerajinan tangan rajut serta memberikan pembekalan mengenai strategi pemasaran, baik secara digital maupun non-digital. Materi meliputi penentuan tagline produk, kekhasan produk, serta bentuk pemasaran yang murah dan mudah melalui kerja sama dengan berbagai institusi UMKM. Indikator keberhasilan digunakan untuk megukur ketercapaian tujuan pada setiap tahapan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Indikator ini disusun berdsarkan capaian pengetahuan, keterampilan, dan hasil produk yang diperoleh oleh santri Rumah Tahfidz Al-Fazz. Tahap Tabel 2. Langkah-Langkah Kegiatan Indikator Keberhasilan e- ISSN : 2961-8878 p- ISSN : 2961-8010 Desember 2025. Vol. 4 No. DOI: 10. 47662/jaliye. Kegiatan Tutorial 1 Tutorial II Whorkshop . Santri memahami konsep dasar UMKM skala rumahan sebagai peluang usaha berbasis kerajinan tangan . Santri mampu mengenali alat dan bahan dasar merajut . Santri mampu membuat pola dasar rajutan secara mandiri Mengajarkan pola lanjutan dalaam teknik merajut hingga santri mamu menghasilkan produk kerajinan tangan rajut berdasarkan kreativitas masing-masing santri Pondok Tahfidz. Melakukan analisis kualitas produk hasil kerajinan tangan rajut serta memberikan pembekalan mengenai strategi pemasaran, baik secara digital maupun non-digital. Materi meliputi penentuan tagline produk, kekhasan produk, serta bentuk pemasaran yang murah dan mudah melalui kerja sama dengan berbagai UMKM. Hasil dan Pembahasan Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Rumah Tahfidz Al-Fazz menghasilkan sejumlah capaian yang berkaitan dengan peningkatan keterampilan santri dalam bidang kerajinan tangan rajut serta pemahaman dasar kewirausahaan berbasis UMKM. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan tutorial 1, tutorial II, dan Whorkshop sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Pada tahap tutorial 1, santri diberikan pemahaman mengenai konsep UMKM skala rumaham sebagai peluang usaha yang dapat dikembangkan di lingkungan pondok tahfidz. Selain itu, diperkenalkan dengan alat dan bahan merajut serta teknik dasar rajutan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar santri mampu memahami materi yang disampaikan dan dapat mempraktikkan pola dasar rajutan secara mandiri. Hal ini terlihat dari kemampuan santri dalam membuat simpul awal dan pola dasar rajutan secara mandiri. Hal ini terlihat dari kemampuan santri dalam membuat simpul awal dan pola dasar rajut dengan tingkat kerapian yang cukup baik. Tahap tutorial II di fokuskan pada penguasaan pola lanjutan dalam teknik merajut. Pada tahap ini, santri mulau mengembangkan kreativitas dalam menghasilkan produk rajutan sederhana, seperti tempat pensil, dompet kecil, dan aksesoris lainnya. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan santri, baik dari segi kerapian rajutan, konsistensi pola maupun variasi bentuk produk. Setiap santri mampu menghasilkan minimal satu produk rajutan yang layak pakai. Selanjutnya, pada tahap Whorkshop, dilakukan analisis kualitas terhadap produk rajutan yang dihasilkan oleh santri. Selain itu, santri juga diberikan pembekalan mengenai strategi pemasaran produk, baik secara digital maupun non-digital. Materi yang disampaikan meliputi penentuan tagline produk, kekhasan produk rajutan, serta pemanfaatan media sosial dan jejaring UMKM sebagai sarana pemasaran yang murah dan mudah. Hasil whorkshop menunjukkan bahwa santri mulai memahami pentingnya nilai jual produk dan mampu menyusun konsep pemasaran sederhana untuk produk rajutan yang dihasilkan. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa pelatihan keterampilan merajut dapat menjadi sarana efektif dalam meningkatkan kemandirian dan kreativitas santri tahfidz. Keterampilan merajut tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas produktif, tetapi juga sebagai media pemberdayaan ekonomi berbasis UMKM yang sesuai dengan karakter lingkungan pondok pesantren. Peningkatan kemampuan santri dalam menghasilkan produk rajutan menunjukkan bahwa metode tutorial dan praktik langsung yang diterapkan dalam kegiatan ini berjalan efektif. Pendekatan bertahap, mulai dari pengenalan konsep, praktik pola dasar, hingga pengembangan pola lanjutan membantu santri memahami materi secara sistematis. Hal ini sejalan dengan prinsip pembelajaran keterampilan yang menekankan proses learning by doing. Selain itu, pembekalan pemasaran pada tahap whorkshop memberikan wawasan baru bagi santri mengenai pentingnya pengemasan produk dan strategi pemasaran. Pemahaman tentang tagline, kekhasan produk serta pemasaran digital menjadi bekal awal bagi santri untuk mengembangkan produk rajutan sebagai usaha mandiri di masa depan. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga pada pembentukan sikap produktif dan kewirausahaan santri. e- ISSN : 2961-8878 p- ISSN : 2961-8010 Desember 2025. Vol. 4 No. DOI: 10. 47662/jaliye. Selain itu, pembekalan pemasaran pada tahap workshop memberikan wawasan baru bagi santri mengenai pentingnya pengemasan produk dan strategi pemasaran. Pemahaman tentang tagline, kekhasan produk, serta pemasaran digital sederhana menjadi bekal awal bagi santri untuk mengembangkan produk rajutan sebagai usaa mandiri di masa depan. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga pada pembentukan sikap produktif dan kewirausahaan santri. Gambar 1. Pengabdian Masyarakat pada Kawasan Relokasi Siosar e- ISSN : 2961-8878 p- ISSN : 2961-8010 Desember 2025. Vol. 4 No. DOI: 10. 47662/jaliye. Kesimpulan dan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan dalam bentuk pelatihan keterampilan merajut bagi santri Tahfidz Al Fazz telah terlaksana dengan baik dan sesuai dengan tujuan yang Kegiatan ini diawali dengan tahap persiapan berupa identifikasi kebutuhan santri, penyusunan materi pelatihan, serta penyediaan alat dan bahan merajut. Selanjutnya, pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pemberian materi dasar, demonstrasi teknik merajut, serta praktik langsung yang didampingi oleh tim pengabdian. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa santri mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang merajut, mulai dari pengenalan alat dan bahan, penguasaan teknik dasar, hingga kemampuan menghasilkan produk rajutan sederhana. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan dampak positif terhadap pengembangan kreativitas, ketekunan, dan kemandirian santri. Pelatihan merajut menjadi solusi alternatif dalam membekali santri dengan keterampilan produktif yang berpotensi dikembangkan sebagai kegiatan wirausaha di masa mendatang. Dengan demikian, tujuan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan keterampilan hidup . ife skill. santri Tahfidz Al Fazz melalui kegiatan merajut dapat dikatakan tercapai. Kegiatan ini diharapkan dapat berkelanjutan dan menjadi program pendampingan yang mampu mendukung kemandirian ekonomi santri serta memberikan nilai tambah bagi lembaga pendidikan tahfidz. Ucapan Terima Kasih Tim pengabdian kepada masyarakat mengucapkan terima kasih kepada pengelola dan seluruh pengurus Pondok Tahfidz Al Fazz yang telah memberikan kesempatan, dukungan, serta kerja sama selama pelaksanaan kegiatan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para santri yang telah berpartisipasi secara aktif dan antusias dalam setiap tahapan kegiatan pelatihan. Selain itu, apresiasi dan terima kasih disampaikan kepada pihak-pihak yang telah memberikan dukungan, baik secara moral maupun material, sehingga kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat terlaksana dengan lancar dan memberikan manfaat bagi seluruh pihak yang terlibat. Daftar Pustaka