JURNAL RISET KESEHATAN NASIONAL P - ISSN : 2580-6173 | E Ae ISSN : 2548-6144 VOL. 9 NO. 1 April 2025 | DOI :https://doi. org/10. Available Online https://ejournal. itekes-bali. id/jrkn Publishing : LPPM ITEKES Bali FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELENGKAPAN PENGISIAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT TK. II UDAYANA (Factors Related To Completing Outpatient Electronic Medical Records At Udayana Tk. Ii Hospita. Gusti Ayu Mutiara Karismayani1. Ketut Suarjana2. Luh Seri Ani3 Program Pascasarjana Kesehatan Masyarakat. Fakultas Kedokteran. Universitas Udayana. Bali. Indonesia Departemen Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Pencegahan. Fakultas Kedokteran. Universitas Udayana. Bali. Indonesia Corresponding author: mutiarakarismayani18@gmail. Received : September, 2024 Accepted : Oktober, 2024 Published : April, 2025 Abstract EMR implementation is not running optimally because there are still incomplete fillings from JulySeptember 2022, totaling 349 files. The study aim is to assess the completeness of the EMR and identify the factors that contribute to the completeness of outpatient EMR filling among hospital staff. This study was a quantitative analytic observational study with a cross-sectional design. The population used was 113 health workers. The sample used was 100 health workers and taken with stratified random sampling The variables analysed are completeness of EMR filling, interest in using, performance expectations, effort expectations, social influence, facilitating conditions, hedonic motivation, habits, age, and gender of users Data analysis was conducted descriptively followed by path analysis. EMR number is the component with the highest level of completeness. Performance expectations has correlation with interest in using EMR. User habits have correlation with interest in using EMR. There is correlation between performance expectancy, effort expectancy and Hedonic motivation with EMR completeness. Performance expectations and effort expectations have a direct correlation with EMR completion, and hedonic motivation has a relationship with EMR completion. Hospital management is expected to provide additional training. EMR usage modules, and education on EMR's weaknesses and advantages. Keywords: hospital, medical records, electronic medical records Abstrak Implementasi RME tidak berjalan optimal karena masih terjadi ketidaklengkapan pengisiannya dari JuliSeptember 2022 sebanyak 349 berkas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelengkapan RME dan faktor yang berhubungan dengan kelengkapan pengisian RME rawat jalan pada nakes di rumah sakit. Penelitian ini merupakan penelitian obervasional analitik kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini berjumlah 113 nakes. Sampel yang digunakan 100 orang nakes yang diambil dengan Teknik stratified random sampling. Variabel yang dianalisis yaitu kelengkapan pengisian RME, minat menggunakan, ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, pengaruh sosial, kondisi yang memfasilitasi, motivasi hedonis, kebiasaan, umur dan jenis kelamin pengguna. Analisis data dilakukan secara deskriptif dilanjutkan dengan menggunakan path analysis. Komponen dengan kelengkapan tertinggi adalah No. RME. Terdapat hubungan antara ekspektasi kinerja terhadap minat menggunakan RME. Kebiasaan pengguna berhubungan dengan minat menggunakan RME. Ada hubungan ekspektasi kinerja dan Jurnal Riset Kesehatan Nasional | 20 ekspektasi usaha dengan kelengkapan RME. Motivasi hedonis memiliki hubungan dengan kelengkapan RME. Ekepektasi kinerja dan kebiasaan pengguna memiliki hubungan dengan minat menggunakan RME. Ekspektasi kinerja, dan ekspektasi usaha memiliki hubungan langsung dengan kelengkapan pengisian RME dan motivasi hedonis memiliki hubungan dengan kelengkapan pengisian RME. Manajemen Rumah Sakit diharapkan memberikan pelatihan lebih lanjut, menyediakan modul penggunaan RME dan memberikan edukasi mengenai kelemahan dan kelebihan RME. Kata Kunci: Rumah Sakit. Rekam Medis. Rekam Medis Elektronik LATAR BELAKANG Permenkes No. 24 Tahun 2022 tentang rekam medis mengatur semua fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia harus menerapkan sistem pencatatan Riwayat medis pasien yang dibuat elektronik dan UU Nomor 269 tahun 2008 mengenai rekam medis sudah tidak diberlakukan lagi, sehingga rumah sakit dan fasyankes harus mulai menerapkan penggunaan rekam medis elektronik. Rekam medis elektronik adalah sistem informasi kesehatan yang dimiliki oleh fasilitas pelayanan kesehatan secara digital dan terintegrasi yang berisi data medis dan data demografis pasien yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, mempercepat akses data pasien, meningkatkan pendokumentasian yang baik sehingga dapat mengurangi mengurangi adanya clinical error (Muliarini, 2. Kunci keberhasilan implementasi RME di rumah sakit adalah penggunanya. Persepsi pengguna RME diperlukan untuk melihat sejauh mana manfaat RME dapat berjalan dan kesesuaian RME terhadap mutu pelayananan yang ingin dicapai (Andriani et al. , 2. Untuk melihat gambaran mengenai perilaku penggunaan teknologi dapat dilakukan dengan pendekatan model teori Unified Theory of Acceptance and Use of Technology 2 (UTAUT . dianggap secara efektif dapat menjelaskan dan menganalisis penerimaan dan perilaku penggunaan pada produk teknologi dengan menggunakan 7 konstruk, yaitu motivasi hedonis, ekspektasi usaha, ekspektasi kinerja, pengaruh sosial, kondisi yang memfasilitasi, kebiasaan pengguna dan nilai harga (Juningsih et al. , 2. Perilaku penggunaan rekam medis dapat dilihat dari kelengkapan pengisian rekam medis yang diisi oleh tenaga Kesehatan di Kesehatan. Kelengkapan pengisian rekam medis dapat kelengkapan pencatatan medis, yaitu review identifikasi untuk melihat kelengkapan identitas dan data administratif pasien, review autentifikasi untuk melihat bukti yang dapat dilakukan autentifikasi pelayanan, review pencatatan yang baik untuk melihat berapa banyak kekosongan dalam rekam medis dan yang terakhir yaitu review laporan penting untuk melihat lengkapnya penulisan laporanlaporan medis pasien beserta dengan laporan penunjang lainnya (Munazhifah et al. , 2. Berdasarkan studi pendahuluan yang peneliti lakukan dengan mewawancarai ketua IT. Staff IT dan 10 pengguna RME yang terdiri dari 5 orang perawat, 3 orang staff rekam medis dan 2 orang staff casemix di Rumah Sakit Tingkat II Udayana. Dari 10 pengguna RME yang diwawancarai, terdapat 6 orang pengguna yang masih kurang mahir dalam menggunakan RME sesuai dengan panduan yang ada. Pengguna RME yang belum mahir umumnya merupakan perawat dan petugas rekam medis yang masih terkendala dalam proses input data sehingga output informasi yang dihasilkan terkadang tidak sesuai dengan kebutuhan Kondisi yang memfasilitasi penunjang berjalannya RME di Rumah Sakit Tingkat II Udayana kerap mengalami masalah, seperti Wifi masih sering mengalami putus sambungan secara tiba-tiba yang menyebabkan pengguna tidak dapat menginput data berobat pasien serta kondisi keyboard dan komputer di unit rekam medis masih sering mengalami kerusakan atau macet saat digunakan. Tidak meratanya pelatihan yang diterima oleh nakes dan tidak dibagikannya modul penggunaan RME mengakibatkan adanya keterbatasan pengetahuan dalam menggunakan RME. Dalam implementasi RME, nakes mengeluhkan menu yang ada dalam RME tidak dibuat sederhana seperti penampilan menu dalam SIMRS yang digunakan sebelumnya. Usaha rumah sakit untuk mengatasi berbagai kendala dan masalah RME yaitu dengan melakukan monitoring pada setiap unit yang menggunakan RME. Jika saat monitoring ditemukan permasalah teknis, maka pihak IT dengan segera menangani permasalahan agar tidak mengganggu proses pelayanan. Sedangkan jika terjadi kendala pada fasilitas penunjang RME memperbaiki dan mengganti perangkat. Namun walaupun demikian, masih terjadi permasalahan Jurnal Riset Kesehatan Nasional | 21 terkait pengisian kelengkapan RME rawat jalan. Padahal pengisian kelengkapan RME rawat jalan merupakan acuan untuk melihat perilaku penggunaan RME dan keefektifan penggunaan RME Rawat jalan. Permasalahan kelengkapan RME rawat jalan di RS Tk. Udayana masih terjadi walaupun. Berdasarkan data pada laporan Ketidaklengkapan Penulisan Catatan Medis (KLPCM) yang dimiliki oleh unit rekam medis di RS Tk. II Udayana pada bulan juli 2022 terjadi ketidaklengkapan pada 125 berkas, pada bulan Agustus 2022 terjadi ketidaklengkapan pada 123 berkas dan pada bulan September 2022 terjadi ketidaklengkapan pada 111 berkas. Berdasarkan masalah yang terjadi maka perlu diteliti apa saja faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku penggunaan rekam medis elektronik pada tenaga kesehatan di RS Tingkat II Udayana. METODE Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik kuantitatif menggunakan desain studi cross sectional. Data primer menjadi jenis data yang dikumpulkan dalam peneltian ini yang didapatkan melalui pengisian kuesioner yang berisi pertanyaanAepertanyaan tentang perilaku penggunaan rekam medis elektronik rawat jalan pada nakes. Populasi dalam penelitian ini seluruh pengguna RME rawat jalan di Rumah Sakit Tingkat II Udayana berjumlah 113 Orang pengguna. Sampel minimal yang diperlukan dalam penelitian dihitung menggunakan formula rule of thumb sehingga sampel minimal yang diperlukan sebesar 100 orang. Sampel minimal yang diperlukan dalam penelitian kemudian dihitung menggunakan perhitungan stratified random sampling karena populasi tidak homogen sehingga sampel penelitian terdiri dari 42 dokter, 34 perawat, 3 bidan, 3 fisioterapis dan 18 petugas lab dan radiologi. Variabel endogen dalam penelitian ini yaitu kelengkapan pengisian RME yang menggunakan RME yang mnejadi variabel variabel eksogen dalam penelitian ini yaitu kondisi yang memfasilitasi, ekspektasi usaha, kebiasaan pengguna, pengaruh sosial, motivasi hedonis,ekspektasi kinerja yang menjadi variabel bebas, sedangkan umur dan jenis kelamin menjadi variabel perancu. Analisis dilakukan secara deskriptif, kemudian dilanjutkan dengan path analysis . nalisis jalu. Proses inferensi berdasarkan path coefisien dan nilai p <0,05. Penilaian nilai keselarasan/goodness of fit dalam analisis jalur menggunakan Standardized Root Mean Square Residual (SRMR) dan Normal Fit Index (NFI). Penelitian ini sudah mendapatkan ijin kelaikan etik dari Komisi Etik Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/RSUP Sanglah Denpasar 2124/UN14. VII. 14/LT/2023 dikeluarkan oleh bagian etik pada tanggal 7 September 2023 dan telah mendapatkan ijin melakukan penelitian di RS Tk. II Udayana dengan no surat B/4035/XI/2023. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Hasil Berdasarkan karakteristik menurut umur dari 100 responden diperoleh rata-rata umur responden yaitu 39,19 tahun. Rata-rata masa kerja responden sebagai tenaga kesehatan adalah 13,09 tahun. Sebagian besar responden memiliki jenis kelamin perempuan . %) dan laki-laki sebanyak 37 responden . %). Berdasarkan tingkat pendidikan responden, sebanyak 25% berpendidikan diploma i, 60% berpendidikan S1 dan 15% berpendidikan S2. Gambaran karakteristik responden penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 1 : Karakteristik Responden Penelitian Karakteristik Responden Umur, rerata A SD . in-mak. 39,19 A 11,799 . Masa kerja, rerata A SD . in-mak. 13,09 A 11,838 . Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Pendidikan Diploma i Profesi Bidan Dokter Fisioterapi Perawat Petugas Bidan Penilaian kelengkapan rekam medis elektronik yang diisi oleh nakes dilakukan dengan mengisi Checklist kelengkapan yang terdiri dari review identifikasi, review autentifikasi. Review laporan penting dan Review pencatatan. RME yang di Checklist kelengkapannya dipilih dari 5 RME pasien Jurnal Riset Kesehatan Nasional | 22 rawat jalan yang diisi oleh satu orang nakes pada satu periode pelayanan rawat jalan. Tabel 2 : Checklist Kelengkapan Komponen RME Review Identifikasi Autentifikasi Laporan Penting Pencatatan yang baik Jumlah No. Nama 99,6% TTL 97,4% Alamat 98,2% Jenis Kelamin 99,4% Jenis Pasien 99,4% 98,5% 96,6% Tgl Periksa Diagnosa 98,6% Tindakan Kode Diagnosa Kode Tindakan Tanggal Perbaikan Tidak ada 99,6% 92,6% 97,4% 97,8% Komponen Nama DPJDP / Perawat TTD DPJP / Perawat Total% STL (%) TL n (%) 98,6% 97,95% 95,4% CL n (%) (%) SL n (%) 3 . 4,75 2 . 4,63 4,71 4,71 4,76 Pada hasil review identifikasi terisi lengkap paling tinggi dari review yang lainnya berjumlah 99% dengan komponen yang terisi lengkap seluruhnya yaitu No. RM berjumlah 500 RME dan komponen alamat pasien menjadi komponen terendah dengan kelengkapan berjumlah 491 RME. Pada hasil review autentifikasi terisi lengkap 98,6% dengan komponen yang terisi lengkap paling banyak yaitu tanggal periksa berjumlah 495 RME dan komponen TTD DPJP/Perawat menjadi komponen terendah dengan kelengkapan berjumlah 483 RME. Pada hasil review laporan penting terisi lengkap 97,95% dengan komponen yang terisi lengkap paling banyak yaitu tindakan berjumlah 498 RME dan komponen kode diagnosa menjadi komponen terendah dengan kelengkapan berjumlah 481 RME. Pada hasil pencatatan yang baik terisi lengkap 95,4% dengan komponen yang terisi lengkap paling banyak yaitu tanggal perbaikan berjumlah 489 RME. Tabel 3 : Distribusi Checklist Observasi Kelengkapan RME Komponen Review Kelengkapan Review Identifikasi Review Autentifikasi Review Laporan Penting Review Pencatatan yang Baik Total Kelengkapan Skor Ratarata Pada hasil Checklist kelengkapan pengisian Rekam medis elektronik di RS Tk. Udayana diambil dari 100 nakes yang mengisi masing-masing 5 rekam medis elektronik. Pada review identifikasi rekam medis elektronik didapatkan hasil sejumlah 85 orang nakes mengisi sangat lengkap RME . engisi 5 RME dengan lengka. Pada review autentifikasi sejumlah 82 orang nakes mengisi sangat lengkap 5 RME. Pada review laporan penting sejumlah 87 orang nakes mengisi sangat lengkap 5 RME. Pada review pencatatan yang baik sejumlah 80 orang nakes mengisi sangat lengkap 5 RME. Rotal RME yang diisi sangat lengkap sebesar 83,5% RME. Tabel 4 : Hasil Analisis Jalur Hubungan Antara Ekspektasi Kinerja. Ekspektasi Usaha. Kondisi yang memfasilitasi, pengaruh sosial, motivasi hedonis, kebiasaan pengguna, minat perilaku terhadap kelengkapan pengisian RME Tabel 4 di atas menunjukkan jika terdapat hubungan yang positif antara ekspektasi kinerja terhadap minat menggunakan RME dengan koefisien jalur sebesar 0,212 dan p value 0,039<0,05. Hal ini berarti semakin baik ekspektasi kinerja yang dimiliki oleh nakes Jurnal Riset Kesehatan Nasional | 23 menggunakan RME maka dapat menaikkan 1 tingkat minat menggunakan RME sebesar 21%. Selain itu juga ditemukan jika kebiasaan pengguna memiliki hubungan yang positif terhadap minat menggunakan RME dengan koefisien jalur sebesar 0,574 dan p value 0,000<0,05 yang berarti semakin baik kebiasaan nakes menggunakan RME maka dapat menaikkan 1 tingkat minat menggunakan RME sebesar 57% Berdasarkan tabel 4 didapatkan hubungan negatif antara ekspektasi kinerja dengan kelengkapan RME dengan koefisien jalur sebesar -0,416 dan p value 0,008<0,05. Hal ini berarti semakin baik ekspektasi kinerja yang dimiliki oleh tenaga Kesehatan dalam menggunakan RME maka dapat menurunkan 1 tingkat kelengkapan RME sebesar 41%. Selain itu ekspektasi usaha juga memiliki hubungan yang negative dengan kelengkapan RME dengan koefisien jalur sebesar -0,25 dan p value 0,038<0,05. Hal in berarti semakin baik ekspektasi usaha yang dimiliki oleh tenaga kesehatan, maka akan menurunkan 1 tingkat kelengkapan RME sebesar 25%. Berbeda halnya dengan ekspekasi usaha dan ekspektasi kinerja, motivasi hedoanis memiliki hubungan positif dengan kelengkapan RME dengan koefisien jalur sebesar 0,48 dan p value 0,001<0,05. Hal ini berarti semakin baik motivasi hedoanis yang dimiliki oleh tenaga Kesehatan dalam menggunakan RME maka akan meningkatkan 1 tingkat kelengkapan RME sebesar 48%. Selain motivasi hedonis, minat perilaku juga memiliki hubungan yang porsitif dengan kelengkapan RME dengan koefisien jalur sebesar 0,22 dan p value 0,037<0,05. Hal ini berarti semakin baik minat perilaku yang dimiliki oleh tenaga Kesehatan dalam menggunakan RME maka akan meningkatkan 1 tingkat kelengkapan RME sebesar 22%. Pada analisis jalur juga dilakukan penilaian hubungan anatara karakteristik tenaga Kesehatan berdasarkan usia dan jenis kelamin RME. Bedasarkan analisis yang dilakukan tidak ditemukan hubungan antara usia dan jenis kelamin terhadap kelengkapan pengisian RME karena p value dari kedua karakteristik ini melebihi 0,05, dengan p value usia 0,146>00,5 dan p value jenis kelamin 0,310>0,05. Dalam hasil analisis jalur ini dapat dilihat jika tidak ada hubungan antara ekspektasi usaha, kondisi yang memfasilitasi, pengaruh sosial, motivasi hedonis terhadap minat menggunakan RME, namun ekspektasi kinrja dan kebiasaan nakes memiliki pengaruh terhadap minat menggunakan RME. Analisis jalur juga melihat bubungan tidak langsung antara ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, kondisi yang memfasilitasi, pengaruh sosial, motivasi hedonis dan kebiasaan pengguna terhadap kelengkapan RME melalui minat perilaku pengguna RME. Hasil analisis menunjukkan jika tidak ada hubungan langsung antara ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, kondisi yang memfasilitasi, pengaruh sosial, motivasi hedonis dan kebiasaan pengguna terhadap kelengkapan RME melalui minat perilaku pengguna RME. Secara keseluruhan ekspektasi kinerja, motivasi hedonis dan minat kelengkapan pengisian RME. Pengaruh total berasal dari pengaruh langsung, pengaruh tidak langsung dan penjumlahan pengaruh langsung dan tidak langsung sesuai dengan jalur hubungan dengan kelengkapan pengisian RME. Gambar 1. Diagram Jalur Antar Variabel Gambar 1 adalah model jalur bertipe recursif yang dapat dilihat dari semua anak panah yang menuju ke satu arah. Gambar diatas menunjukkan adanya hubungan atar variable. Variable ekstpektasi kinerja, ekspektasi usaha, motivasi hedonis dan minat menggunakan RME kelengkapan pengisian RME. Kemudian variable pengaruh sosial, kondisi yang memfasilitasi, kebiasaan pengguna, umur dan jenis kelamin tidak menunjukkan adanya hubungan dengan kelengkapan pengisian RME. 2 Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan jika ekspektasi kinerja memiliki pengaruh langsung secara positif bermakna dengan minat RME. Penelitian RME dipengaruhi oleh masa kerja nakes yang lebih Jurnal Riset Kesehatan Nasional | 24 lama cenderung memiliki produktifitas yang baik karena adanya rasa loyalitas yang memicu RME (Simanjuntak et al. , 2. Penelitian lain menunjukkan pengguna merasa bahwa dengan adanya sistem informasi dapat membantu terjadinya peningkatan kualitas hasil pekerjaan yang dilakukan oleh pengguna (Aryo & Mulyati, 2. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini ekspektasi kinerja berpengaruh langsung secara negatif namun signifikan dengan kelengkapan pengisian RME, artinya jika ekspektasi kinerja yang terlalu tinggi tidak tercapai akan menimbulkan ketidaksesuaian harapan nakes dalam menggunakan RME yang dapat menurunkan kelengakapan pengisian RME di Rumah Sakit Tk. II Udayana. Pada penetilian sebelumnya mengemukakan jika ekspektasi kinerja yang tinggi dan tidak memenuhi harapan menyebabkan penurunan penggunaan teknologi, dan meningkatkan resistensi terhadap teknologi yang digunakan (Abugabah et al. , 2. Penelitian sejalan dnegan peneilitian ini menunjukkan ekspektasi menggunakan teknologi menyebabkan frustasi kelengkapan pengisian RME (Hossain et al. Dalam penelitian ini mendapatkan hasil jika ekspektasi usaha tidak memiliki pengaruh langsung secara signifikan terhadap minat menggunakan RME yang berarti persepsi pengguna mengenai besarnya usaha yang perlu dilakukan untuk mengoperasikan RME tidak mempengaruhi minat untuk menggunakan RME. Usaha yang diperlukan oleh nakes di RS Tk. II Udaya dalam menggunakan RME tidak jauh berbeda dengan penggunaan SIMRS yang Penelitian lainnya mendapatkan hasil ekspektasi usaha tidak mempengaruhi minat pengguna dalam menggunakan teknologi yang diakibatkan oleh pengguna sudah mahir dalam menggunakan teknologi sehingga tidak memerlukan usaha yang lebih dalam mengoperasikannya (Maharani, 2. Hasil penelitian menunjukkan jika langsung secara negatif namun signifikan dengan kelengkapan pengisian RME tetapi tidak berhubungan secara tidak langsung melalui mediasi minat menggunakan RME. Artinya semakin tinggi ekspektasi usaha yang tinggi dalam penggunaan RME, dapat mengurangi niat nakes dalam menggunakan RME yang dapat menurunkan tingkat kelengkapan pengisian RME. Ekspektasi nakes yang tinggi tidak sesuai dengan kondisi RME yang diimplementasikan. Menu dalam RME memerlukan bebrapa tahapan proses pengisian sehingga nakes menjadi memerlukan usaha yang lebih. Penelitian lain menunjukkna jika memiliki menggunakan teknologi dapat menghambat kebingungan akibat belum familiar dengan teknologi tersebut (Alalwan et al. , 2. Ekspektasi menggunakan teknologi dapat mengurangi penggunaan teknologi yang mengakibatnya terjadinya banyak kesalahan teknis sehingga hal tersebut menjadi pengalaman buruk yang dirasakan oleh pengguna (Abbasi et al. , 2. Hasil penelitian ini menunjukkan jika pengaruh sosial tidak berhubungan langsung dengan minat nakes menggunakan RME di RS Tk. II Udayana. Selain itu menurut penelitian sebelumnya menunjukkan menggunakan RME karena RME menjadi suatu keharusan yang wajib sehungga pengaruh sosial hanya akan berpengaruh pada tahap pengalaman awal nakes menggunakan teknologi dan minat yang dimiliki akan berkurang (Muchlis et al. , 2. Dalam penelitian ini mendapatkan hasil jika pengaruh sosial tidak memiliki pengaruh langsung maupun tidak langusng dengan kelengkapan pengisian RME. Keputusan pengguna untuk menggunakan Electronic Health Record (EHR) lebih dipengaruhi oleh penilaian pengguna terhadap manfaat dan kemudahan EHR, dibandingkan dengan adanya pengaruh dari rekan kerja ataupun institusi (Yousef et al. , 2. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan langsung antara kondisi yang memfasilitasi dengan minat nakes menggunakan RME di RS Tk. II Udayana. Kondisi yang memfasilitasi tidak mempengaruhi minat menggunakan suatu sistem informasi karena pengguna ketersediaan sumber daya yang menunjang penggunaan sistem infromasi dan pengguna memiliki pengetahuan yang cukup dalam menggunakan sistem informasi tersebut (Apriyani & Pibriana, 2. Penggunaan media penunjang penggunaan teknologi sudah sangat umum digunakan sehingga tidak lagi memicu munculnya minat penggunaan suatu teknologi (Widianto et al. , 2. Dalam hasil penelitian ini didapatkan hasil jika kondisi yang memfasilitasi tidak memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung yang signifikan RME. Meskipun demikian, ketersediaan modul Jurnal Riset Kesehatan Nasional | 25 penggunaan RME memiliki skor rata-rata Modul penggunaan RME berfungsi untuk menyediakan panduan Langkah-langkah yang jelas dan terstruktu tentang cara mengoperasikan RME untuk mengindari keliruan bahkan kekosongan pengisian RME. Hal ini perlu dilakukan karena tidak semua nakes mendapatkan pelatihan yang sama dalam menggunakan RME. Penelitian yang lain menunjjukkan kondisi yang memfasilitasi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku pengguna teknologi (Andini & Hariyanti, 2. Dalam penelitian lain disebutkan jika pengguna merasa jika faktorfaktor seperti dukungan teknis dan infrastuktur tidak begitu menentukan keputusan pengguna dalam menggunakan teknologi (Karyaningtiyas et al. , 2. Minat menggunakan RME ditemukan berhubungan secara langsung dengan kebiasaan Adanya perubahan kebiasan dan rutinitas yang terbentuk dari penggunaan SIMRS mempengaruhi minat nakes dalam menggunakan RME karena dalam penerapannya hamper sama sehingga menciptakan kebiasaan RME mempengaruhi besarnya minat menggunakan RME dalam mendukung pelayanan Kesehatan Penelitian menunjukkan pengguna yang sudah terbiasa dalam menggunakan teknologi sehingga merasa lebih nyaman untuk terus menggunakan teknologi secara otomatis (Juningsih et al. Pengguna merasa sudah menerapkan teknologi dengan baik sehingga penggunaan teknologi sudah menjadi kebiasaan yang meningkatkan minat menggunakna teknologi tersebut (Maharani, 2. Hasil penelitian ini juga menunjukkan tidak adanya pengaruh langsung maupun tidak langsung anatara kebiasaan nakes dengan kelengkapan pengisian RME di RS Tk. Udayana. Penggunaan RME pada saat ini menjadi rutinitas nakes sebagai bagian dari proses pelayanan Kesehatan. Ada banyak factor lainnya seperti kompleksitas, peraturan, fasilitas, adanya inovasi dan variasi penggunaan dapat mempengaruhi kebiasaan terhadap perilaku penggunaan karena pengguna harus memahami konteks spesifik dan tantangan cenderung lebih besar yang dihadapi dalam penerapan teknologi (Andini & Hariyanti. Hasil penelitian ini menunjukkan jika tidak adanya hubungan langsung antara motivasi hedonis dengan minat menggunakan RME oleh nakes di RS Tk. II Udayana. Pengguna menganggap penggunaan teknologi tidak cukup memberikan kesenangan dan pekerjaan sehari-hari yang tidak relevan dengan minat penggunaan teknologi yang dirasakan (Maharani, 2. Pengguna kurnag merasakan kesenangan dalam menggunakan teknologi, sehingga tidak memicu munculnya minat pengguna dalam menggunaknan teknologi tersebut (Andini & Hariyanti, 2. Motivasi hedonis memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku penggunaan teknologi. Nakes sangat merasakan manfaat dan kemudahan kesenangan dalam menggunakanya (Owusu Kwateng et al. , 2. Penelitian lainnya juga penggunaan teknologi menyebabkan pengguna dapat melakukan pekerjaan dengan cepat dan mudah dengan fitur dalam teknologi yang menarik sehingga dapat meningkatkan perilaku pengguna dalam menggunakan teknologi (Prasetya & Purnamwati, 2. Hasil penelitian ini menunjukkan jika umur nakes tidak berhubungan secara signifikan terhdap kelengkapan pengisian RME. Dalam teori UTAUT 2 menunjukkan jika pengguna sistem informasi dengan usia pengguna yang lebih tua cenderung mengalami kesulitan dalam mencerna informasi baru dan kompleks dan hal ini dikaitkan dengan adanya penurunan kognitif dan memori akibat pertambahan usia. Dalam penelitian ini didapatkan hasil jika jenis kelamin nakes tidak berhubungan secara signifikan dengan kelengkapan pengisian RME. Namun dalam teori UTAUT 2 menunjukkan jika laki lebih bersedia untuk belajar mengatasi berbagai hambatan dan kesulitan dan mengandalkan kondisi yang menfasilitasi saat menggunakan teknologi baru, sedangkan perempuan cenderung lebih fokus pada upaya yang harus dilakukan dan faktor pendukung eksternal dalam menggunakan teknologi baru. KESIMPULAN Penelitian ini menemukan hasil ekspektasi kinerja dan kebiasaan pengguna memiliki hubungan dengan minat menggunakan RME. Ekspektasi kinerja, dan ekspektasi usaha memiliki hubungan langsung secara negative bermakna terhadap kelengkapan pengisian RME dan motivasi hedonis memiliki hubungan dengan kelengkapan pengisian RME secara positif bermakna. Variabel lainnya tidak memiliki hubungan secara langsung maupun tidak langsung terhadap minat menggunakan dan kelengkapan pengisian RME. Manajemen Rumah Sakit diharapkan memberikan pelatihan Jurnal Riset Kesehatan Nasional | 26 lebih lanjut, menyediakan modul penggunaan RME dan memberikan edukasi mengenai kelemahan dan kelebihan RME. PERNYATAAN PENGHARGAAN Penulis mengucapkan terima kasih kepada Rumah Sakit Tk. II Udayana beserta seluruh nakes yang telah menjadi responden penelitian karena telah memberikan ijin melakukan dan berkenan untuk menjadi responden pada penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA