Penerimaan Warganet Terhadap Berita Dari Influencer vs Media Massa (Analisis Penerimaan Pembaca Terhadap Berita yang Dibuat Influencer vs Media Massa di Media Sosia. (Studi Kasus Garut Update vs Harian Garut New. Hakim Abdul Ghani1. Irfan Nabhani2. Hera Laxmi Devi Septiani3 1, 2, 3 Program Studi Magister Manajemen. Universitas Garut hakimg45@gmail. nabhani@uniga. hera@uniga. Abstrak Kehadiran media sosial mengubah banyak hal. Salah satunya adalah 'Ruang Berita'. Saat ini terdapat fenomena warganet yang lebih memilih mengonsumsi berita dari akun influencer di media sosial, dibandingkan media massa dalam platform yang Faktanya, media massa mempunyai kredibilitas untuk melakukan hal tersebut. Di tingkat lokal, hal ini setidaknya terlihat dari perbandingan yang sangat jauh, antara jumlah pengikut akun influencer dengan jumlah pengikut media massa di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena tersebut. Untuk membuktikan benar atau tidaknya, kecenderungan netizen lebih memilih mengonsumsi berita dari influencer dibandingkan media massa di media sosial, dan mencari tahu apa saja faktor pendorong yang menyebabkannya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Peneliti melontarkan beberapa pertanyaan kepada warganet yang diambil berdasarkan klasifikasi tertentu. Hasil survei tersebut kemudian didukung dengan pernyataan beberapa ahli di bidangnya yang relevan dengan topik yang diteliti. Hasilnya, warganet diketahui lebih memilih mengonsumsi berita di akun influencer dibandingkan media massa di media sosial. Ada beberapa faktor yang menjadi pemicunya. Diantaranya karena influencer dinilai lebih up to date dibandingkan media massa, dalam hal penyebaran berita di media Hal ini membuat influencer lebih digandrungi oleh netizen dibandingkan media massa. Namun di sisi lain, fenomena ini juga menyisakan banyak pertanyaan yang perlu dijawab. Sebab, bagaimana influencer bisa menjadi primadona warganet dalam pemberitaan, padahal mereka tidak berkompeten dalam memproduksi dan mendistribusikan berita. Kata Kunci: Influencer. Media Massa. Media Sosial. Pendahuluan Peran dominan media sosial dalam kehidupan masyarakat saat ini, termasuk di Indonesia, memberikan kemudahan akses kepada pengguna internet untuk berbagai keperluan, mulai dari interaksi sosial, hiburan, hingga mendapatkan berita terkini. Namun, pengaruh media sosial juga melampaui aspek-informasi semata. Contohnya, di Filipina. Ferdinan Marcos Junior, anak mantan Presiden Marcos Senior yang terkenal sebagai diktator dengan rekam jejak pelanggaran Hak Asasi Manusia, memenangkan pemilihan umum dan secara mengejutkan mengalahkan Ghani, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. Presiden Rodrigo Duterte. Analisis menunjukkan bahwa kemenangan Marcos Jr. terhubung dengan upayanya dalam memulihkan citra keluarganya melalui media sosial, seperti yang diungkap oleh Yusef Djakababa, seorang dosen Hubungan Internasional dari Universitas Pelita Harapan. Dia mengamati bahwa pesan-pesan yang disebarkan di media sosial selama periode sebelum pemilu turut berkontribusi pada hasil pemilihan. Dengan pengaruh kuatnya media sosial, tidak mengherankan bahwa jumlah pengguna media sosial di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Data survei dari We Are Social, dikutip dari DataIndonesia. mengungkapkan bahwa dari total populasi Indonesia sekitar 277,7 juta penduduk, sebanyak 191,4 juta atau sekitar 68,9 persen merupakan pengguna media sosial. Angka ini mengalami peningkatan yang signifikan sejak tahun 2014 yang hanya memiliki sekitar 62 juta pengguna (Mahdi, 2. Gambar 1: Jumlah Pengguna Aktif Media Sosial di Indonesia (DataIndonesia. Dalam ranah informasi dan berita, media sosial saat ini telah menjadi tempat para warganet mencari berita dan informasi terbaru. Ketersediaan akses yang mudah memungkinkan mereka memilih konten yang ingin mereka konsumsi melalui platform ini. Keberadaan media sosial juga dimanfaatkan oleh media massa, seperti stasiun televisi tvOne, yang beralih dari konvensional ke digital dengan menayangkan ulang konten melalui platform seperti YouTube untuk menjangkau lebih banyak audiens. Media sosial mendukung proses distribusi berita melalui fitur-fitur yang disediakannya, seperti tombol 'share' di Facebook, memungkinkan konten menyebar lebih luas. Namun, kemudahan ini juga memunculkan fenomena baru, yakni akun influencer media sosial yang menciptakan konten berita. Di Kabupaten Garut, misalnya, akun Instagram seperti "Garut Update" menjadi populer di kalangan warganet dengan menyajikan konten berita seputar kabupaten tersebut. Meskipun demikian, hal ini menimbulkan pertanyaan tentang kompetensi dan aturan hukum, sebab akun-akun ini tidak termasuk dalam perusahaan pers yang diatur oleh Undang-Undang RI Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, mengingat mereka merupakan akun pribadi milik individu dan bukan badan hukum yang berwenang untuk menyebarkan berita (Nasrullah, 2. Tabel 1: Perbedaan Karakteristik Harian Garut News Vs Garut Update Karakteristik Bentuk Perusahaan Pencarian Bahan Berita Media Massa (Harian Garut New. Berbentuk Perseroan Terbatas (PT). Dilaksanakan oleh wartawan, reporter atau jurnalis yang ditugaskan melakukan peliputan di lapangan. Influencer (Garut Updat. Milik perorangan, tidak berbentuk badan usaha. Dilaksanakan oleh pemilik akun dengan melakukan penelusuran via Ghani, et. Karakteristik Pembuatan Berita Penyuntingan Berita Penyiaran Berita Pelaksana Kompetensi Kantor Redaksi Kontak Redaksi Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. Media Massa (Harian Garut New. Dilaksanakan oleh wartawan, jurnalis, atau reporter setelah mendapatkan bahan berita yang didapat dari hasil peliputan. Dilaksanakan oleh editor, atau seseorang yang ditugaskan sebagai quality control atau checker untuk menyunting berita yang dikirim oleh Dilaksanakan oleh redaktur, setelah proses edit yang dilakukan oleh editor selesai dilaksanakan. Terdiri dari pimpinan perusahaan, pimpinan redaksi, wartawan, editor, marketing dan tim IT. Memiliki background kompetensi di bidang jurnalistik atau kewartawanan. Dibuktikan dengan pernah bekerja atau memiliki pengalaman kerja di bidang media massa. Punya Punya Influencer (Garut Updat. Dilaksanakan oleh pemilik akun, setelah melakukan penghimpunan bahan berita via internet. Proses penyuntingan berita hanya dilakukan oleh pemilik akun, setelah pembuatan berita. Penyiaran berita juga dilakukan oleh pemilik akun. Dilaksanakan hanya oleh pemilik Pegiat media sosial Tidak Punya Punya Tidaknya kredibilitas Garut Update dalam produksi dan penyebaran berita menjadi suatu potensi masalah yang perlu diperhatikan. Tanpa pemahaman dan kemampuan yang memadai, akun semacam itu dapat berpotensi menciptakan berita hoaks serta informasi yang dapat merugikan martabat dan privasi individu, berpotensi memicu tindakan hukum. Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia melaporkan bahwa pada tahun 2021, lebih dari 565. 000 konten hoaks di media sosial telah diblokir, termasuk yang berkaitan dengan COVID-19, mencerminkan luasnya penyebaran berita palsu di platform ini. Meskipun demikian, fenomena banyaknya akun influencer pembuat berita di media sosial menarik untuk diselidiki, karena mereka menerima pengakuan sebagai sumber berita yang terpercaya dan terkini oleh sebagian warganet. Contohnya, akun Garut Update memiliki lebih dari 262 ribu pengikut di Instagram, menunjukkan dampaknya dalam menciptakan konten dengan respons yang signifikan. Hal ini perlu dibandingkan dengan media massa lokal seperti Harian Garut News, yang meskipun mengklaim status sebagai media massa, hanya memiliki pengikut sekitar 2,5 ribu di Instagram dengan dampak yang lebih rendah dalam interaksi dengan kontennya (Rizkinaswara, 2. Gambar 2: Perbandingan Jumlah Pengikut Akun Instagram Garut Update Dengan Harian Garut News (Sumber: Instagra. Fenomena ekspansi akun-akun Influencer media sosial seperti Garut Update di Instagram menjadi semakin meriah dan terus menarik minat khalayak. Garut Update khususnya telah meraih popularitas yang signifikan dalam hal jumlah pengikut. Sejak didirikan pada pertengahan tahun Ghani, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. 2015, akun Instagram Garut Update terus mendapatkan perhatian besar, terutama dari kalangan Berdasarkan data dari pengelola akun tersebut, mayoritas dari total 262 ribu pengikutnya adalah kalangan muda berusia 18 hingga 34 tahun, mencapai 75,5 persen dari total pengikutnya (Rizkinaswara, 2. Gambar 3: Data Rentan Usia Pengikut Akun Instagram Garut Update Tahun 2022 (Sumber: Garut Updat. Dalam konteks penelitian ini, fenomena eksistensi akun-akun influencer media sosial seperti Garut Update di Instagram menjadi pusat perhatian karena semakin meluas dan menarik minat khalayak, terutama dari kalangan muda. Hal ini tercermin dalam gambaran yang jelas pada Gambar 3. Warganet, khususnya kalangan muda, cenderung lebih memilih mengkonsumsi berita melalui akun-akun influencer seperti Garut Update daripada melalui media massa seperti Harian Garut News di platform media sosial. Meskipun memiliki dampak signifikan dalam menyebarkan konten berita, akun influencer seperti Garut Update seringkali tidak memiliki kompetensi dalam memproduksi dan menyiarkan berita secara benar sesuai dengan ketentuan hukum. Ini memunculkan kekhawatiran akan penyebaran berita hoaks atau informasi yang merugikan individu, dan mendorong pertanyaan tentang strategi yang dapat diambil oleh pihak terkait untuk mengatasi permasalahan ini. Dalam penelitian Agus Muhammad Nadin dan Gunawan Ikhtiono . , peneliti memeriksa strategi yang diadopsi oleh surat kabar "Jurnal Bogor" untuk menghadapi persaingan media Salah satu strategi yang diungkapkan dalam penelitian ini adalah penyesuaian dengan perkembangan teknologi, dengan menerbitkan koran yang lebih menarik dan modern guna menarik perhatian pembaca. Dalam penelitian lain oleh Siskia Puji Lestari dan Laksmi Rachmaria . peneliti mendalami peran jurnalisme warga atau citizen journalism dalam penyebaran informasi melalui media sosial Instagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jurnalisme warga berperan penting dalam memudahkan penyebarkan informasi melalui akun Instagram @tangsel. Pengaruh jurnalisme warga juga diperdalam dalam penelitian oleh Jundullah Muhammad Ali Ghufron . hasilnya menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan dari jurnalisme warga terhadap partisipasi warga dalam mengakses akun Instagram tersebut. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat diungkapkan latar belakang penerimaan warganet terhadap akun influencer, perbandingan kelemahan dan keunggulan antara influencer dan media massa dalam menyajikan berita melalui media sosial, serta strategi yang bisa diambil oleh berbagai pihak untuk menghadapi fenomena ini. Penelitian ini akan memberikan manfaat teoretis dalam menguatkan konsep-konsep yang relevan, sementara manfaat praktisnya meliputi masukan Ghani, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. bagi warganet, pemilik akun influencer, media massa, dan pemangku kebijakan. Lingkup penelitian ini terfokus pada golongan warganet usia muda . -34 tahu. sebagai objek penelitian, dengan pembanding berita dari Harian Garut News. Tinjauan Pustaka Berita adalah laporan tentang suatu peristiwa yang dianggap layak diberitakan atau memiliki nilai Ini adalah hasil dari kegiatan jurnalistik dan dikategorikan ke dalam berbagai jenis, termasuk berita langsung, berita lunak, berita keras, dan berita fitur. Struktur piramida terbalik umumnya digunakan dalam penulisan berita, menempatkan informasi paling penting di awal dan secara bertahap memberikan detail tambahan. Teknik 5W 1H . hat, who, where, when, why, ho. digunakan untuk memastikan cakupan berita yang komprehensif. Selain itu, nilai-nilai berita seperti konflik, konsekuensi, menonjol, ketepatan waktu, kepentingan manusia, keanehan, dan lainnya menentukan kelayakan sebuah cerita (Sumadiria, 2. Media massa merupakan hasil kerja jurnalistik. Ini berfungsi sebagai sarana untuk menyampaikan produk jurnalistik, khususnya berita. Outlet media adalah platform tempat produk jurnalistik diterbitkan, dirujuk, dan didistribusikan. Media massa mencakup berbagai bentuk, antara lain media cetak . oran, majala. , media elektronik . adio, televis. , dan media online . latform berbasis interne. (Syarifudin, 2. Komunikasi massa melibatkan penggunaan teknologi untuk mendistribusikan pesan yang beragam dan terstruktur secara luas. Ini mencakup produksi dan distribusi pesan yang berkelanjutan melalui berbagai media. Ini adalah penciptaan dan penyebaran informasi kepada khalayak luas melalui berbagai bentuk media. Outlet media menggunakan teknologi untuk memodifikasi presentasi dan komponen visual pesan (Rohim, 2. Digital influencer adalah individu yang memiliki pengaruh kuat di media sosial dan mampu memengaruhi perilaku atau pendapat pengikutnya. Influencer ini biasanya memiliki jumlah pengikut yang besar dan dapat mempromosikan produk, layanan, atau konten tertentu kepada Influencer dapat bekerja dengan berbagai merek dan perusahaan untuk membantu memasarkan produk atau layanan mereka melalui platform media sosial. Secara keseluruhan, literatur ini menyoroti pentingnya adaptasi media tradisional terhadap perkembangan teknologi, peran jurnalisme warga dalam penyebaran informasi, serta dampak pertumbuhan media online terhadap media cetak dan strategi untuk menghadapinya. Juga, penggunaan media sosial dan platform online sebagai sarana untuk menyampaikan pesan dakwah semakin mendapatkan perhatian dalam konteks digital saat ini. Metodologi Penelitian ini mengadopsi pendekatan penelitian deskriptif kualitatif untuk mendalaminya fenomena preferensi masyarakat dalam mengkonsumsi berita antara akun media sosial "Garut Update" dan media massa "Harian Garut News". Data diperoleh melalui kuisioner kepada sekitar 100 pengikut "Garut Update" serta wawancara mendalam dengan narasumber dan informan. Ghani, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. Pemilihan metode kualitatif dilatarbelakangi oleh tujuan mendalaminya pandangan dan preferensi masyarakat dalam konteks konsumsi berita yang kompleks. Analisis data dilakukan dengan pendekatan SWOT dan AHP untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi strategi yang tepat bagi kedua entitas media serta merumuskan rekomendasi strategi dengan mempertimbangkan peran media, warganet, dan pemerintah. Hasil dan Pembahasan Hasil penelitian akan dideskripsikan melalui hasil penelitian kepustakaan, observasi dan wawancara dengan subjek penelitian atau informan yang dibutuhkan dalam penelitian. Serta pembahasan yang terfokuskan terhadap masalah yang diteliti pada bulan Agustus 2022 hingga Juni 2023 yang dilakukan pada dua objek penelitian Garut Update dan Harian Garut News, terkait dengan Analisis Penerimaan Pembaca Terhadap Berita yang Dibuat influencer vs Media Massa di Media Sosial Studi Kasus Garut Update vs Harian Garut News. Gambaran Umum Objek dan Subjek Penelitian Dalam penelitian ini, objek yang diteliti meliputi dua platform media sosial, yaitu "Garut Update" dan "Harian Garut News". Fokus penelitian ini adalah fenomena penerimaan warganet terhadap berita yang disajikan oleh influencer dan media massa pada platform tersebut. Informan dalam penelitian ini terdiri dari pihak-pihak yang dianggap memiliki pemahaman dan pengetahuan yang relevan terkait fenomena ini. Para informan ini terbagi menjadi dua kelompok, yakni tiga informan yang mewakili media massa dan tiga informan yang mewakili influencer. Kriteria pemilihan informan ini didasarkan pada pertimbangan hubungan mereka dengan topik penelitian. Tabel 2: Deskripsi Informan Nama Informan Tedy Rahmat Purnama Igie S Rukmana. Kom. Yeni Yunita. Si. Usia Pendidikan Terakhir SMA Feri Purnama. Sos. Sos. Jabatan Pemilik Garut Update Pemilik Harian Garut News Kabid Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Garut Akademisi Jurnalistik Hasil Penelitian Media Massa Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa media massa, khususnya Harian Garut News, memiliki beberapa kekuatan yang meliputi kompetensi dalam memproduksi dan menyebarkan berita serta keberadaan tim profesional untuk pemberitaan. Namun, terdapat beberapa kelemahan yang perlu diperbaiki, seperti kurangnya tim khusus untuk menyebarkan berita di media sosial Instagram, konten yang kurang menarik, kurangnya variasi konten, dan keterlambatan dalam menyebarkan berita terbaru di platform tersebut. Peluang yang teridentifikasi mencakup akses informasi dari sumber terpercaya dan citra kredibilitas media massa dalam menyebarkan berita di media sosial. Di sisi lain, terdapat ancaman bahwa influencer di media sosial, seperti Garut Update, memiliki pengaruh yang signifikan dengan jumlah pengikut yang jauh lebih besar, mengancam eksistensi media massa dalam meraih perhatian publik serta pergeseran fungsi pers oleh influencer. Oleh karena itu, media massa dihadapkan pada tantangan untuk mengatasi keterbatasan dan meningkatkan daya saingnya dalam era media sosial. Ghani, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. Analisis SWOT Media Masa Setelah melakukan analisis internal dan eksternal, dapat diketahui hasil dari strength, weakness, opportunity dan threat yang tersaji pada Tabel 3. Tabel 3: Analisis SWOT pada Media Massa Strength (Kekuata. Media massa adalah perusahaan pers memproduksi dan menyebarkan Media profesional untuk memproduksi dan menyiarkan berita. Weakness (Kelemaha. Media massa belum memiliki tim profesional untuk memproduksi dan menyiarkan berita di media sosial instagram. Media massa dianggap kurang menarik dalam menyajikan berita di media sosial instagram. Berita yang disebarkan media massa di media sosial instagram tidak Media massa tidak up to date dalam menyebarkan berita di media sosial instagram. Berita yang dibuat oleh media massa tidak mudah dipahami. Opportunity (Peluan. Threat (Ancama. Media massa mendapatkan akses 1. Media massa terancam tersisihkan oleh Influencer dalam menyiarkan berita di media sosial instagram. Meskipun 'ilegal', fungsi pers media massa di media sosial instagram Media massa dianggap kredibel dalam terancam tergantikan oleh Influencer. membuat dan menyiarkan berita. Untuk hasil matriks IFAS media massa tersaji pada Tabel 4. Tabel 4: Matriks IFAS Media Massa Faktor Internal Strength (Kekuata. Media massa adalah perusahaan pers yang berkompeten dalam memproduksi dan menyebarkan berita. Media massa memiliki tim profesional untuk memproduksi dan menyiarkan Subtotal Weakness (Kelemaha. Media massa belum memiliki tim profesional untuk memproduksi dan menyiarkan berita di media sosial instagram. Media massa dianggap kurang menarik dalam menyajikan berita di media sosial Berita yang disebarkan media massa di media sosial instagram tidak bervariasi. Media massa tidak up to date dalam menyebarkan berita di media sosial Berita yang dibuat oleh media massa tidak mudah dipahami. Subtotal Total Bobot Rating Skor 0,10 0,40 0,10 0,40 0,20 0,80 0,20 0,20 0,20 0,20 0,10 0,10 0,10 0,20 0,20 0,80 0,40 1,10 1,90 Berdasarkan hasil analisis IFAS Tabel 4 diperoleh total skor faktor strength dan weakness sebesar 1,90. Karena total skor kurang dari 2,5, artinya media massa memiliki posisi internal yang lemah. Hasil matriks EFAS media massa tersaji pada Tabel 5. Ghani, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. Tabel 5: Matriks EFAS Media Massa No Faktor External Opportunities (Peluan. Media massa mendapatkan akses informasi dari sumber berita terpercaya. Media massa dianggap kredibel dalam membuat dan menyiarkan berita. Subtotal Threat (Ancama. Media massa terancam tersisihkan oleh Influencer dalam menyiarkan berita di media sosial instagram. Meskipun 'ilegal', fungsi pers media massa di media sosial instagram terancam tergantikan oleh Influencer. Subtotal Total Bobot Rating Skor 0,40 0,40 0,80 1,60 1,60 3,20 0,10 0,10 0,10 0,30 0,20 0,40 3,60 Berdasarkan hasil analisis EFAS pada Tabel 4 diperoleh total skor faktor peluang dan ancaman sebesar 3,60. Karena total skor yang lebih tinggi dari 2. 5, hal ini menunjukkan bahwa media massa telah merespon peluang dengan cara yang luar biasa dan menghindari ancaman terhadap media massa. Berdasarkan hasil skor total untuk setiap faktor, kekuatan 0,80, kelemahan 1,90, peluang 3,20, dan ancaman 0,40. Maka, selisih skor total faktor kekuatan dan kelemahan yang diketahui adalah (-1,. dan selisih skor total faktor peluang dan faktor ancaman adalah ( ) 2,80. Diagram Cartesius Analisis SWOT Media Massa tersaji pada Gambar 4. Opportunity ( 3,. Kuadran i Kuadran I Strength ( 0,. Weakness (-1,. Kuadran IV Kuadran II Threat (-0,. Gambar 4: Diagram Cartesius Analisis SWOT Media Massa Berdasarkan Gambar 4 terlihat bahwa media massa berada pada kuadran turn around. Kuadran Turnaround menunjukkan bahwa media massa memiliki kelemahan internal yang signifikan. Namun ada peluang eksternal yang dapat dimanfaatkan. Dalam hal ini, media massa memiliki peluang dan kekuatan yang dapat menjadi landasan untuk memperbaiki posisinya. Berdasarkan hasil analisis SWOT disajikan matriks SWOT media massa pada Tabel 6. Tabel 6: Matriks SWOT Media Massa IFAS Strength (S) Weakness (W) Media massa adalah 1. Media massa belum memiliki tim profesional perusahaan pers yang untuk memproduksi dan menyiarkan berita di media sosial instagram. Media massa dianggap kurang menarik dalam menyebarkan berita. menyajikan berita di media sosial instagram. Media massa memiliki 3. Berita yang disebarkan media massa di media tim profesional untuk sosial instagram tidak bervariasi. EFAS Ghani, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. menyiarkan berita. Opportunity (O) Media massa mendapatkan akses informasi dari sumber berita terpercaya. Media kredibel dalam membuat dan menyiarkan berita. Threats (T) Media tersisihkan oleh influencer dalam menyiarkan berita di media sosial instagram. Meskipun 'ilegal', fungsi pers media massa di media sosial tergantikan oleh influencer. Media massa tidak up to date dalam menyebarkan berita di media sosial instagram. Berita yang dibuat oleh media massa tidak mudah dipahami. STRATEGI SO STRATEGI WO Mempertegas kehadiran 1. Meningkatkan kualitas visual dan presentasi di platform media sosial Mempertahankan Membangun kolaborasi dengan Influencer atau akun sejenis yang sudah mumpuni di platform media sosial Menyediakan memproduksi dan menyiarkan berita di media sosial Instagram. STRATEGI ST STRATEGI WT Memperkuat Meningkatkan kualitas dan daya tarik konten awareness dan identitas Diversifikasi dan aktualisasi konten berita Membuat Mengoptimalkan penggunaan media sosial Membuat berita yang mudah dipahami Berinovasi dan adaptif terhadap teknologi Membangun komunikasi dan keterlibatan aktif dengan audiens Berdasarkan hasil analisis SWOT diatas, diketahui bahwa matriks IFAS menunjukkan skor total sebesar 1,90 untuk faktor kekuatan dan kelemahan. Hal ini menunjukkan bahwa media massa berada pada posisi internal yang lemah. Selain itu, matriks EFAS menunjukkan skor total 3,60 untuk faktor peluang dan ancaman. Hal ini menunjukkan bahwa media massa mampu merespon peluang dengan cara yang luar biasa dan terhindar dari ancaman. Diagram Cartesius menunjukkan bahwa media massa berada pada kuadran turnaround, menunjukkan bahwa media massa memiliki kelemahan internal yang signifikan, namun ada peluang eksternal yang dapat dimanfaatkan. Setelah menggabungkan kelemahan dengan peluang atau strategi W-O, dengan memfokuskan pada memanfaatkan peluang yang ada dengan meminimalisir kelemahan. Analisis AHP Media Massa Strategi Penerimaan Warganet Terhadap Berita dari Media Massa di Media Sosial Instagram Opportunities (O) Weaknesses (W) Media massa belum memiliki tim profesional untuk memproduksi dan menyiarkan berita di media sosial Media massa dianggap kurang menarik dalam menyajikan berita di media sosial instagram. Berita yang disebarkan media massa di media sosial instagram tidak bervariasi. Media massa tidak up to date dalam menyebarkan berita di media sosial instagram. Berita yang dibuat oleh media massa tidak mudah Meningkatkan Kualitas Visual dan Presentasi Konten Media massa mendapatkan akses informasi dari sumber berita terpercaya. Media massa dianggap kredibel dalam membuat dan menyiarkan berita. Membangun Kolaborasi dengan Platform Media Sosial Menyediakan tim profesional untuk memproduksi dan menyiarkan berita di media sosial Instagram Gambar 5: Hirarki AHP Dalam Penerimaan Warganet Terhadap Berita Dari Media Massa di Media Sosial Instagram Ghani, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. Berdasarkan Gambar 5 Hirarki AHP dapat dilihat bahwa goal yang akan dicapai adalah strategi penerimaan warganet terhadap berita dari media massa di media sosial Instagram dengan dua kriteria yakni Weaknesses dan Opportunities. Dari kedua kriteria tersebut masing-masing memiliki alternatif-alternatif yang akan digunakan untuk mencapai goal yang diinginkan dengan teknik analisis AHP. Dalam penelitian ini untuk menghitung analisis AHP menggunakan alat analisis berupa aplikasi expert choice versi 11. Gambar 6: Prioritas Kriteria Terhadap Strategi Penerimaan Warganet Terhadap Berita Dari Media Massa di Media Sosial Instagram Berdasarkan pengolahan AHP pada Gambar 6 dapat diketahui bahwa kriteria yang memiliki nilai paling tinggi adalah kriteria weaknesses dengan nilai 0,833. Sedangkan kriteria opportunities memiliki nilai 0,160. Selain itu nilai inconsistency yang didapat dari hasil tersebut menunjukkan nilai 0,00 yang berarti bahwa jawaban yang diberikan oleh responden dikatakan konsisten karena tidak melebihi angka maksimal inconsistency yaitu 0,10 atau 10%. Dari perhitungan tersebut dapat dilihat bahwa untuk strategi penerimaan warganet terhadap berita dari media massa di media sosial instagram direkomendasikan untuk lebih memprioritaskan kriteria weaknesses dibandingkan kriteria lainnya. hal ini dikarenakan kriteria weaknesses berkaitan erat dengan kelemahan yang dimiliki oleh media massa Harian Garut News dibandingkan dengan media massa lainnya. Gambar 7: Prioritas Alternatif Untuk Kriteria Weaknesses Berdasarkan pengolahan AHP pada gambar 4 dapat diketahui bahwa prioritas alternatif untuk kriteria weaknesses dengan nilai tertinggi adalah membangun kolaborasi dengan platform media sosial sebesar 0,761. Sedangkan prioritas alternatif dengan nilai terendah adalah meningkatkan kualitas visual dan presentasi konten sebesar 0,073. Selain itu nilai inconsistency yang didapat dari hasil tersebut menunjukkan nilai 0,07 yang berarti bahwa jawaban yang diberikan oleh responden dikatakan konsisten karena tidak melebihi angka maksimal inconsistency yaitu 0,10 atau 10%. Dengan demikian kebijakan yang diprioritaskan untuk strategi penerimaan warganet terhadap berita dari media massa di media sosial Instagram berdasarkan kriteria weaknesses direkomendasikan untuk lebih memprioritaskan alternatif membangun kolaborasi dengan platform media sosial dibandingkan alternatif lainnya. Hal ini dikarenakan kolaborasi dengan platform media sosial, seperti Instagram, memiliki potensi untuk mengatasi beberapa kelemahan Ghani, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. yang mungkin ada pada penerimaan warganet terhadap berita dari media massa di media sosial Instagram. Gambar 8: Prioritas Alternatif Untuk Kriteria Opportunities Berdasarkan pengolahan AHP pada Gambar 8 dapat diketahui bahwa prioritas alternatif untuk kriteria Weaknesses dengan nilai tertinggi adalah Membangun Kolaborasi dengan Platform Media Sosial sebesar 0,758. Sedangkan prioritas alternatif dengan nilai terendah adalah Meningkatkan Kualitas Visual dan Presentasi Konten sebesar 0,091. Selain itu nilai inconsistency yang didapat dari hasil tersebut menunjukkan nilai 0,03 yang berarti bahwa jawaban yang diberikan oleh responden dikatakan konsisten karena tidak melebihi angka maksimal inconsistency yaitu 0,10 atau 10%. Dengan demikian kebijakan yang diprioritaskan untuk strategi penerimaan warganet terhadap berita dari media massa di media sosial instagram berdasarkan kriteria weaknesses direkomendasikan untuk lebih memprioritaskan alternatif membangun kolaborasi dengan platform media sosial dibandingkan alternatif lainnya. Hal ini dikarenakan dengan memanfaatkan peluang untuk kolaborasi dengan platform media sosial, seperti instagram, memiliki potensi untuk menghadapi ancaman yang ada pada penerimaan warganet terhadap berita dari media massa di media sosial instagram. Secara keseluruhan dapat disimpulkan, bahwa untuk strategi penerimaan warganet terhadap berita dari media massa di media sosial Instagram dapat diprioritaskan alternatif seperti yang tersaji pada Gambar 9. Gambar 9: Prioritas Seluruh Alternatif Media Massa Berdasarkan gambar 9 dapat diketahui bahwa alternatif nilai tertinggi adalah membangun kolaborasi dengan platform media sosial sebesar 0,785. Sedangkan prioritas alternatif dengan nilai terendah adalah meningkatkan kualitas visual dan presentasi konten sebesar 0,085. Selain itu nilai inconsistency yang didapat dari hasil tersebut menunjukkan nilai 0,07 yang berarti bahwa jawaban yang diberikan oleh responden dikatakan konsisten karena tidak melebihi angka maksimal inconsistency yaitu 0,10 atau 10%. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa berdasarkan analisis AHP dengan bantuan pengolahan data aplikasi expert choice maka dari dua kriteria dan tiga alternatif dalam rangka menetapkan prioritas strategi penerimaan warganet terhadap berita dari media massa di media sosial Instagram adalah dengan Membangun Kolaborasi dengan Platform Media Sosial. Dengan Membangun Kolaborasi dengan Platform Media Sosial diharapkan dapat menjadi strategi Ghani, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. penerimaan warganet terhadap berita dari media massa di media sosial Instagram dalam memenangkan ancaman dari kelemahan yang dimiliki media massa. Hasil Penelitian Influencer Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa influencer, seperti akun "Garut Update" yang diwawancarai, memiliki sejumlah kekuatan dalam menyebarkan berita di media sosial Instagram. Kelebihan influencer termasuk kemampuan mengemas konten yang menarik dan kreatif, variasi konten yang lebih bervariasi, kemudahan akses bagi pengikut, dan kemampuan mereka untuk menyampaikan berita terbaru dengan cepat. Namun, terdapat beberapa kelemahan seperti kurangnya struktur perusahaan formal, kurangnya tim profesional dalam produksi berita, dan risiko kredibilitas yang dapat terancam karena kurangnya pengawasan editorial. Peluang bagi influencer mencakup potensi kredibilitas dan kemampuan mereka untuk memenuhi kebutuhan informasi beragam audiens. Ancaman yang dihadapi oleh influencer termasuk potensi masalah hukum karena kurangnya perlindungan dari regulasi pers dan risiko kredibilitas yang dapat Oleh karena itu, keberadaan influencer dalam ekosistem media sosial memberikan dinamika baru dalam penyiaran berita, namun juga memunculkan tantangan dalam hal profesionalisme, akurasi, dan tanggung jawab editorial. Analisis SWOT Influencer Tabel 7: Analisis SWOT pada Influencer Strength (Kekuata. Weakness (Kelemaha. Konten berita influencer di media sosial instagram 1. Influencer bukan perusahaan pers karena dijalankan lebih menarik. Konten berita yang diunggah influencer di media 2. Influencer tidak memiliki tim profesional dalam sosial instagram lebih bervariasi. memproduksi dan menyebarkan berita. Akun media sosial instagram influencer lebih mudah diakses ketimbang media massa. Influencer lebih up to date menyiarkan berita terbaru di media sosial Instagram. Opportunity (Peluan. Threat (Ancama. Influencer dianggap kredibel dalam membuat dan A Influencer terancam terjerat hukum karena konten menyiarkan berita di media sosial Instagram. berita yang dibuatnya. Berita yang diunggah influencer di media sosial instagram memenuhi kebutuhan informasi. Untuk hasil matriks IFAS Influencer tersaji pada Tabel 8. Tabel 8: Matriks IFAS Influencer Faktor Internal Strength (Kekuata. Konten berita Influencer di media sosial Instagram lebih menarik. Konten berita yang diunggah Influencer di media sosial Instagram lebih Akun media sosial Instagram Influencer lebih mudah diakses ketimbang media massa. Influencer lebih up to date menyiarkan berita terbaru di media sosial Instagram. Subtotal Weakness (Kelemaha. Influencer bukan perusahaan pers karena dijalankan perseorangan. Bobot Rating Skor 0,20 0,80 0,20 0,80 0,20 0,80 0,10 0,40 0,70 0,10 2,80 0,20 Ghani, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. Faktor Internal Influencer tidak memiliki tim profesional dalam memproduksi dan menyebarkan berita. Subtotal Total Bobot Rating Skor 0,10 0,20 0,30 0,60 3,40 Berdasarkan hasil analisis IFAS Tabel 8 diperoleh total skor faktor strength dan weakness sebesar 3,40. Karena total skor lebih tinggi dari 2,5, artinya Influencer memiliki posisi internal yang kuat. Hasil matriks EFAS Influencer tersaji pada Tabel 9. Tabel 9: Matriks EFAS Influencer Faktor External Opportunities (Peluan. Influencer dianggap kredibel dalam membuat dan menyiarkan berita di media sosial. Berita yang diunggah influencer di media sosial memenuhi kebutuhan informasi. Subtotal Threat (Ancama. Influencer rentan terjerat hukum karena konten yang dibuatnya. Subtotal Total Bobot Rating Skor 0,10 0,20 0,10 0,20 0,20 0,80 0,80 0,40 0,80 0,80 1,20 Berdasarkan hasil analisis EFAS pada Tabel 9 diperoleh total skor faktor peluang dan ancaman sebesar 1,20. Karena total skor kurang dari 2. 5, hal ini menunjukkan bahwa influencer memiliki ancaman yang harus segera diatasi atau diminimalisir. Berdasarkan hasil skor total untuk setiap faktor, kekuatan 2,80, kelemahan 0,60, peluang 0,40, dan ancaman 0,80. Maka, selisih skor total faktor kekuatan dan kelemahan yang diketahui adalah ( ) 0,80, dan selisih skor total faktor peluang dan faktor ancaman adalah (-) 0,40. Diagram Cartesius Analisis SWOT influencer tersaji pada Gambar 10. Opportunity ( 0,. Kuadran i Kuadran I Strength ( 2,. Weakness (-0,. Kuadran IV Kuadran II Threat (-0,. Gambar 10: Diagram Cartesius Analisis SWOT Influencer Berdasarkan gambar 10 terlihat bahwa influencer berada pada kuadran mendukung strategi diversifikasi, influencer memiliki kekuatan dan ancaman. Dalam situasi ini, mereka dapat memanfaatkan kekuatan yang dimiliki untuk mengatasi atau merespons ancaman yang ada. Oleh karena itu, strategi yang dapat dilakukan adalah mendukung strategi yang berorientasi pada Dengan menerapkan strategi ini, influencer dapat berupaya memaksimalkan Ghani, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. kekuatannya dengan mengatasi ancaman, sehingga influencer dapat menjaga keunggulan yang Tabel 10: Matriks SWOT Influencer IFAS EFAS Opportunity (O) Influencer dianggap kredibel dalam membuat dan menyiarkan berita di media sosial instagram. Berita yang diunggah Influencer di media sosial instagram memenuhi kebutuhan informasi. Threats (T) Influencer terancam terjerat hukum karena konten berita yang Strength (S) Weakness (W) A Konten berita Influencer di media 3. Influencer bukan perusahaan sosial instagram lebih menarik. A Konten berita yang diunggah Influencer di media sosial instagram 4. Influencer tidak memiliki tim lebih bervariasi. memproduksi dan menyebarkan A Akun media sosial Instagram Influencer lebih mudah diakses ketimbang media massa. A Influencer lebih up to date menyiarkan berita terbaru di media sosial Instagram. STRATEGI SO STRATEGI WO Meningkatkan kualitas konten berita 1. Menjalin kolaborasi dengan Menambah keberagaman konten media massa Mengutamakan kecepatan dan 2. Membentuk tim profesional aktualitas berita untuk memproduksi berita STRATEGI ST STRATEGI WT Memperbanyak konten yang tidak 1. Mengikuti pedoman dan etika berpotensi melanggar hukum Berkolaborasi dengan media massa 2. Berkolaborasi dengan sumber berita kredibel Mendaftarkan diri menjadi perusahaan pers Berdasarkan hasil analisis Tabel 10, menunjukkan bahwa strategi penerimaan pembaca terhadap berita yang dibuat media massa ditentukan oleh faktor internal dan eksternal. Grafik hasil analisis SWOT menunjukkan kombinasi kedua faktor tersebut. Analisis AHP Influencer Strategi Penerimaan Warganet Terhadap Berita dari Media Massa di Media Sosial Instagram Strengths (S) Threats (T) Konten berita influencer di media sosial instagram lebih menarik. Konten berita yang diunggah influencer di media sosial instagram lebih Akun media sosial instagram influencer lebih mudah diakses ketimbang media massa. Influencer lebih up to date menyiarkan berita terbaru di media sosial Influencer terancam terjerat hukum karena konten berita yang dibuatnya. Menjalin Kolaborasi dengan Media Massa Membentuk tim professional dalam produksi berita Mendaftarkan diri menjadi perusahan Gambar 11: Hirarki AHP Dalam Penerimaan Warganet Terhadap Berita Dari Influencer di Media Sosial Instagram Ghani, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. Berdasarkan Gambar 11 Hirarki AHP dapat dilihat bahwa goal yang akan dicapai adalah strategi penerimaan warganet terhadap berita dari influencer di media sosial instagram dengan dua kriteria yakni strengths dan threats. Dari kedua kriteria tersebut masing-masing memiliki alternatifalternatif yang akan digunakan untuk mencapai goal yang diinginkan dengan teknik analisis AHP. Dalam penelitian ini untuk menghitung analisis AHP menggunakan alat analisis berupa aplikasi expert choice versi 11. Gambar 12: Prioritas Kriteria Terhadap Strategi Penerimaan Warganet Terhadap Berita Dari Influencer di Media Sosial Instagram Berdasarkan pengolahan AHP pada Gambar 9 dapat diketahui bahwa kriteria yang memiliki nilai paling tinggi adalah kriteria Threats dengan nilai 0,875. Sedangkan kriteria Strengths memiliki nilai 0,125. Selain itu nilai inconsistency yang didapat dari hasil tersebut menunjukkan nilai 0,00 yang berarti bahwa jawaban yang diberikan oleh responden dikatakan konsisten karena tidak melebihi angka maksimal inconsistency yaitu 0,10 atau 10%. Dari perhitungan tersebut dapat dilihat bahwa untuk strategi penerimaan warganet terhadap berita dari influencer di media sosial instagram direkomendasikan untuk lebih memprioritaskan kriteria threats dibandingkan kriteria Hal ini dikarenakan kriteria threats berkaitan erat dengan ancaman yang dihadapi oleh influencer Garut Update dibandingkan dengan influencer lainnya. Gambar 13: Prioritas Alternatif Untuk Kriteria Strengths Berdasarkan pengolahan AHP pada Gambar 13 dapat diketahui bahwa prioritas alternatif untuk kriteria Strengths dengan nilai tertinggi adalah Membangun Kolaborasi dengan Media Massa sebesar 0,747. Sedangkan prioritas alternatif dengan nilai terendah adalah Mendaftarkan diri menjadi perusahaan pers sebesar 0,119. Selain itu nilai inconsistency yang didapat dari hasil tersebut menunjukkan nilai 0,01 yang berarti bahwa jawaban yang diberikan oleh responden dikatakan konsisten karena tidak melebihi angka maksimal inconsistency yaitu 0,10 atau 10%. Dengan demikian kebijakan yang diprioritaskan untuk strategi penerimaan warganet terhadap berita dari Influencer di media sosial Instagram berdasarkan kriteria Strengths direkomendasikan untuk lebih memprioritaskan alternatif Membangun Kolaborasi dengan Media Massa dibandingkan alternatif lainnya. Hal ini dikarenakan kolaborasi dengan platform media massa, seperti Instagram, memiliki potensi untuk mengatasi ancaman yang dihadapi pada penerimaan warganet terhadap berita dari Influencer di media sosial Instagram. Ghani, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. Gambar 14: Prioritas Alternatif Untuk Kriteria Threats Berdasarkan pengolahan AHP pada Gambar 14 dapat diketahui bahwa prioritas alternatif untuk kriteria Threats dengan nilai tertinggi adalah Membangun Kolaborasi dengan Media Massa sebesar 0,764. Sedangkan prioritas alternatif dengan nilai terendah adalah Mendaftarkan diri menjadi perusahaan pers sebesar 0,115. Selain itu nilai inconsistency yang didapat dari hasil tersebut menunjukkan nilai 0,002 yang berarti bahwa jawaban yang diberikan oleh responden dikatakan konsisten karena tidak melebihi angka maksimal inconsistency yaitu 0,10 atau 10%. Dengan demikian kebijakan yang diprioritaskan untuk strategi penerimaan warganet terhadap berita dari Influencer di media sosial Instagram berdasarkan kriteria Threats direkomendasikan untuk lebih memprioritaskan alternatif Kolaborasi dengan Media Massa dibandingkan alternatif Hal ini dikarenakan dengan memanfaatkan kekuatan untuk kolaborasi dengan media massa, memiliki potensi untuk menghadapi ancaman yang ada pada penerimaan warganet terhadap berita dari Influencer di media sosial Instagram. Gambar 15: Prioritas Seluruh Alternatif Influencer Berdasarkan Gambar 15 dapat diketahui bahwa alternatif nilai tertinggi adalah membangun kolaborasi dengan media massa sebesar 0,764. Sedangkan prioritas alternatif dengan nilai terendah adalah mendaftarkan diri menjadi perusahaan pers sebesar 0,115. Selain itu nilai inconsistency yang didapat dari hasil tersebut menunjukkan nilai 0,002 yang berarti bahwa jawaban yang diberikan oleh responden dikatakan konsisten karena tidak melebihi angka maksimal inconsistency yaitu 0,10 atau 10%. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa berdasarkan analisis AHP dengan bantuan pengolahan data aplikasi expert choice maka dari dua kriteria dan tiga alternatif dalam rangka menetapkan prioritas strategi penerimaan warganet terhadap berita dari influencer di media sosial Instagram adalah dengan membangun kolaborasi dengan media massa. Dengan membangun kolaborasi dengan media massa diharapkan dapat menjadi strategi penerimaan warganet terhadap berita dari influencer di media sosial instagram dalam mengatasi ancaman dengan kekuatan yang dimiliki influencer. Ghani, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. Analisis Perbandingan Media Massa vs Influencer Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terkait penerimaan warganet terhadap berita dari media massa vs influencer di media sosial Instagram, dapat dijelaskan melalui kerangka kerja Theory of Planned Behaviour (TPB) mengapa terdapat perbedaan hasil dalam penerimaan warganet terhadap keduanya. Dalam kasus media massa, hasil analisis SWOT menempatkan media massa pada posisi kuadran i, menunjukkan bahwa media massa menghadapi kendala dalam hal penerimaan. Dalam konteks TPB, faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan ini melibatkan aspek sikap . , norma subjektif . ubjective nor. , dan kendali perilaku yang dirasakan . erceived behavioral contro. Kemungkinan warganet memiliki sikap yang kurang positif terhadap berita media massa, mungkin karena persepsi mereka terhadap kepercayaan, kualitas berita, atau preferensi pribadi. Norma subjektifAiyakni pandangan warganet tentang bagaimana lingkungan sosial mereka menilai berita media massaAijuga dapat mempengaruhi penerimaan. Selain itu, mungkin ada faktor kendali perilaku yang dirasakan, di mana warganet merasa mereka memiliki sedikit kontrol atas berita tersebut. Di sisi lain, hasil penelitian terhadap influencer menunjukkan posisi kuadran II dalam analisis SWOT, menggambarkan ancaman bagi influencer. Dalam TPB, sikap terhadap Influencer dan berita mereka, norma subjektif yang mencerminkan bagaimana pandangan warganet terhadap berita yang berasal dari influencer, dan kendali perilaku yang dirasakan atas perilaku menerima berita influencer, semuanya dapat memengaruhi penerimaan. Ancaman ini mungkin muncul karena warganet memiliki sikap yang kurang mendukung terhadap influencer atau mungkin norma sosial mereka mengarahkan mereka untuk lebih memilih sumber berita lain. Kesimpulan dari analisis perbandingan ini menyoroti peran kuat TPB dalam memahami mengapa hasil penerimaan berbeda antara media massa dan influencer. Strategi yang disarankan untuk membangun kolaborasi dengan platform media sosial bagi keduanya dapat dihubungkan dengan elemen-elemen TPB. Pentingnya merancang strategi berdasarkan kriteria yang disesuaikan dengan karakteristik unik media massa dan influencer menggarisbawahi pentingnya memahami dan memanfaatkan faktor-faktor psikologis yang memengaruhi perilaku penerimaan warganet. Kesimpulan Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa metode SWOT dan AHP dapat digunakan sebagai alat pendukung keputusan dalam merumuskan strategi penerimaan warganet terhadap berita dari media massa dan influencer di media sosial instagram. Hasil analisis menunjukkan bahwa media massa berada pada situasi yang memerlukan perubahan dan dapat memanfaatkan peluang dengan membangun kolaborasi dengan influencer, sementara influencer perlu mempertimbangkan kolaborasi dengan media massa untuk mengatasi ancaman dan mempertahankan keunggulan Implikasi teoritis penelitian ini adalah kontribusi terhadap pemahaman tentang penggunaan pendekatan SWOT dan AHP dalam konteks media sosial, sedangkan implikasi praktisnya mencakup langkah-langkah konkret yang harus diambil oleh media massa dan influencer, seperti membangun kolaborasi dan mempertimbangkan strategi kolaborasi. Saran untuk pengembangan lebih lanjut melibatkan studi mendalam tentang implementasi kolaborasi, pengembangan alat pendukung keputusan, dan pemerintah dapat mengeluarkan regulasi yang jelas untuk influencer serta menginisiasi program pelatihan dan literasi media bagi warganet. Ghani, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. Warganet juga diingatkan untuk tetap membuka media massa sebagai sumber informasi yang terverifikasi dan menghindari berita bohong yang berpotensi menyebar di media sosial. Daftar Pustaka