Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol. 9 No. September 2025 . e-ISSN: 2685-5607 THE INFLUENCE OF ROE. NPM AND DER ON SHARE PRICES OF FOOD AND BEVERAGE COMPANIES DURING THE 2019-2022 PERIOD Septi Amelia1* dan Nanu Hasanuh2 Universitas Singaperbangsa Karawang Email : 2210631030142@student. *Corresponding author DOI: https://doi. org/10. 35145/bilancia. Received: 03/01/2025. Revised: 20/02/2025. Accepted: 20/02/2025 ABSTRACT The growth of a country's economy is also influenced by investment activities. The aim of this study is to analyze the effects of Return On Equity (ROE). Net Profit Margin (NPM), and Debt to Equity Ratio (DER) on stock prices in food and beverage companies listed on the IDX during the period 2019-2022. The independent variables in this research they are ROE (X. NPM (X. , and DER (X. , while the dependent variable is Stock Price (Y). The research utilizes secondary data sourced from the financial statements of sample companies and taken from the Indonesia Stock Exchange website. The analysis approach used is quantitative with multiple linear regression. The findings of the research partially show that NPM has a positive and significant effect, while ROE and DER do not affect stock prices. Simultaneously, the results of the study demonstrated that ROE. NPM, and DER have a positive and significant effect on stock prices. Keywords: DER, stock price. NPM. ROE PENGARUH ROE. NPM. DAN DER TERHADAP HARGA SAHAM DI PERUSAHAAN MAKANAN DAN MINUMAN PERIODE 2019-2022 ABSTRAK Pertumbuhan ekonomi suatu negara juga dipengaruhi oleh aktivitas investasi. Maksud dari penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi dampak Return On Equity (ROE). Net Profit Margin (NPM), dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap harga saham pada perusahaan makanan dan minuman yang tercatat di BEI selama periode 2019-2022. Variabel independen dalam penelitian ini ialah ROE (X. NPM (X. , dan DER (X. , sementara variabel dependen adalah Harga Saham (Y). Data digunakan merupakan data sekunder yang diungkap dalam laporan keuangan perusahaan sampel dan diambil dari situs web Bursa Efek Indonesia. Pendekatan pengujian yang diterapkan adalah kuantitatif dengan regresi linear berganda. Hasil penelitian secara parsial mengungkapkan bahwa NPM berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan ROE dan DER tidak berpengaruh terhadap harga Secara simultan, hasil penelitian mengungkapkan bahwa ROE. NPM, dan DER berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Kata kunci: DER, harga saham. NPM. ROE Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 9 No. September 2025 http://w. id/ojs32/index. php/BILANCIA/index e-ISSN: 2685-5607 PENDAHULUAN Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat dialami oleh beberapa negara, salah satunya dialami oleh Indonesia. Melihat dari Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Indonesia saat tahun 2019, memiliki peningkatan sebesar 5,02% yang menunjukkan kestabilan pada saat itu. Tetapi, justru pada tahun 2020 Indonesia mengalami kesulitan ekonomi sebesar 2,07% akibat Pandemi Covid-19 yang mengganggu kehidupan di Indonesia. Dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi, pemerintah terus melakukan upaya Ae upaya perbaikan dengan mendorong investasi, infrastruktur, dan kebijakan lainnya. Tahun 2022. Indonesia memiliki tingkat pertumbuhan sebesar 5,31% paling tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan 2021 dengan pertumbuhan hanya sebesar 3,70%. Fluktuasi ekonomi suatu negara dapat dipengaruhi oleh aktivitas investasi. Salah satu investasi yang popular di Indonesia adalah pasar modal. Pasar modal mengacu pada aktivitas jual beli instrument keuangan, seperti saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pasar modal bertujuan memberikan fasilitas pendanaan perusahaan dan memberikan peluang bagi pemegang saham karena mendapatkan keuntungan berupa laba investasi. Dividen yang diperoleh oleh investor juga tergantung dari seberapa besar perusahaan menghasilkan laba. Banyak faktor yang menggerakkan harga saham perusahaan, antara lain ialah pengembalian yang dihasilkan oleh perusahaan. Keuntungan perusahaan, atau laba bersih, adalah salah satu ukuran utama yang dipakai oleh pemegang saham untuk menilai kinerja dan peluang masa depan perusahaan. Ketika perusahaan menghasilkan keuntungan yang baik, investor cenderung melihatnya Sebagai indikator positif yang meningkatkan minat terhadap saham perusahaan tersebut. , akibatnya, harga sahamnya cenderung meningkat. Sebaliknya, apabila perusahaan mengalami penurunan. keuntungan atau kerugian, investor mungkin kehilangan kepercayaan, yang bisa menyebabkan penurunan permintaan saham dan harga saham menjadi turun. Keuntungan perusahaan adalah salah satu hal yang memengaruhi harga saham. Maka, dapat disimpulkan bahwa dalam kurun waktu tertentu suatu harga saham perusahaan akan mengalami naik dan turun. Investor melakukan pemeriksaan sebelum membeli saham dengan menganalisis rasio keuangan. Penggunaan rasio salah satunya adalah rasio solvabilitas yang menggambarkan megilustrasikan perusahaan dalam melunasi utang lancar dan tidak lancarnya. Maka dari itu, dalam penelitian ini. DER digunakan sebagai rasio yang Tingginya angka DER menyatakan bahwa kinerja perusahaan tidak cukup baik untuk melunasi utangnya, sehingga akan merubah kepercayaan pemegang saham dalam membeli saham perusahaan. Kemampuan perusahaan untuk mengembalikan modal pemegang saham dengan perolehan laba dilakukan oleh investor dengan melakukan evaluasi. Maka, digunakan rasio profitabilitas untuk mengetahui seberapa baik perusahaan menghasilkan keuntungan. ROE merupakan rasio yang biasa digunakan dalam keputusan yang diambil oleh investor. Harga saham akan tinggi jika ROE yang dimiliki perusahaan juga tinggi. Rasio Profitabilitas lainnya yang digunakan oleh investor sebelum membeli saham adalah NPM. Rasio ini menggambarkan besarnya keuntungan dalam setiap penjualan produk yang diperoleh perusahaan melalui analisis rasio antara laba bersih perusahaan terhadap pendapatan bersihnya. Peningkatan harga pasar saham salah satunya disebabkan oleh lonjakan nilai NPM. Pertumbuhan rata-rata harga saham perusahaan makanan dan minuman mengalami fluktuasi seiring dengan perubahan pertumbuhan ekonomi nasional yang ditampilkan pada Tabel 1 berikut. Tabel 1. Pertumbuhan Rata-Rata Harga Saham Perusahaan Makanan dan Minuman Tahun Rata-Rata Harga Saham Pertumbuhan Rp 5. 357,75 Rp 4. 917,375 -8,22% Rp 4. -12,8% Rp 4. 8,45% Sumber: IDX . Tabel 1 memperlihatkan data rata-rata harga untuk saham perusahaan yang beroperasi di industri makanan dan minuman menghadapi tren pelemahan dari tahun 2020 hingga tahun 2021. Tahun 2019 memiliki harga saham tertinggi yaitu Rp. 357,75 yang menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek perusahaan yang berada di industri tersebut pada saat itu. Sedangkan, rata-rata harga pada saham paling rendah adalah pada tahun 2021 yaitu sebesar Rp 4. 287,5. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi perusahaan sedang mengalami kesulitan akibat masalah cukup serius karena Covid-19. Tetapi, pada tahun 2022, harga saham mulai menunjukkan perbaikan yang menunjukkan bahwa keadaan perusahaan di industri ini mulai mengalami kondisi yang stabil. Perusahaan di sub-sektor makanan dan minuman sering dianggap sebagai bagian yang relatif tahan terhadap fluktuasi kondisi ekonomi, karena produk yang mereka hasilkan adalah kebutuhan pokok yang selalu dibutuhkan oleh masyarakat, seperti makanan dan minuman. Artinya, meskipun terjadi resesi atau krisis ekonomi, permintaan terhadap produk-produk ini cenderung tetap ada karena sifatnya yang esensial bagi kehidupan seharihari. Namun, meskipun sektor ini lebih stabil, nilai saham perusahaan-perusahaan di ini tetap terpengaruh oleh kondisi eksternal yang tidak terduga, seperti pandemi Covid-19. Pandemi memberikan efek yang kurang baik Pengaruh ROE. NPM, dan DER terhadap Harga Saham di Perusahaan Makanan dan Minuman Periode 2019-2022 (Septi Amelia dan Nanu Hasanu. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN: 2685-5607 terhadap banyak sektor ekonomi, termasuk sektor makanan dan minuman, meskipun produk yang dihasilkan tetap Penelitian terdahulu memiliki hasil yang berbeda. Menurut Sudrajat et al. dan Amalya . menemukan bahwa ROE. NPM, dan DER memberikan pengaruh dampak positif terhadap nilai saham. Sedangkan penelitian oleh Yuliana & Hastuti . mengemukakan bahwa ROE dan NPM memberikan pengaruh negatif terhadap nilai saham, dan juga penelitian oleh Apriyani et al. mengemukakan bahwa DER mempengaruhi secara negatif terhadap nilai saham. Penelitian yang lain dilaksanakan oleh Nasution et al. dan Rafi et al. menunjukkan bahwa ROE. NPM, dan DER tidak ditemukan pengaruh terhadap nilai saham. Sedangkan jika diteliti secara bersamasama. Lathif & Priantinah . menemukan bahwa ROE dan NPM, dan DER ditemukan pengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Dalam menanamkan sahamnya, investor perlu melakukan evaluasi sebelum memberikan modal untuk memastikan bahwa keputusan investasi yang diambil Dapat menghasilkan hasil yang maksimal dan sejalan dengan tujuan keuangan. Evaluasi memungkinkan investor untuk menilai kinerja perusahaan, stabilitas finansial, potensi pertumbuhan, serta risiko yang terlibat. Dengan analisis yang matang, investor dapat menghindari kerugian besar, meminimalkan risiko, dan memaksimalkan peluang keuntungan di masa depan. Perusahaan sub sektor makanan dan minuman cenderung memberikan peluang yang menjanjikan di masa depan karena penjualannya tumbuh positif setiap tahunnya. TINJAUAN PUSTAKA Teori Sinyal Teori sinyal memberikan informasi kepada pelanggan bahwa penjual lebih banyak memiliki informasi daripada pelanggan (Bun et al. , 2. Teori ini menunjukkan adanya asimetri informasi antara manajemen dan stakeholderAos (Wongso, 2. Penjual dalam konteks keuangan ini merupakan pemilik perusahaan yang mana manajemen akan memberikan informasi terkiait kinerja perusahaan terhadap para stakeholderAos atas pencapaian performa perusahaan dalam satu periode. Dalam konteks bisnis, perusahaan sering memberikan sinyal melalui tindakan atau keputusan tertentu, seperti pembagian dividen atau laporan keuangan yang baik, untuk menunjukkan kualitas atau kinerja mereka kepada investor atau pasar. Oleh karena itu, informasi ini berguna bagi para investor dalam pengambilan keputusan ketika ingin menyerahkan modalnya ke perusahaan. Teori Pecking Order Teori pecking order menunjukkan tentang bagaimana perusahaan memperoleh pembiayaan. Pada awalnya, perusahaan akan menggunakan pembiayaan internal berupa laba ditahan sebagai modal. Jika perusahaan sudah tidak lagi memiliki sumber pembiayaan internal, maka akan menggunakan sumber biaya eksternal berupa ekuitas dan hutang untuk melakukan kegiatan operasionalnya (Sartika & Mutoharoh, 2. Hal ini disebabkan oleh biaya pengaruh . ost of signalin. yang lebih rendah saat menggunakan utang, serta untuk menghindari dilusi kepemilikan yang terjadi jika saham diterbitkan. Teori ini berfokus pada urutan prioritas dalam pemilihan sumber dana untuk meminimalkan biaya dan ketidakpastian. Pembiayaan merupakan hal yang sensitif bagi perusahaan dan juga pemegang saham. Laporan keuangan akan menunjukkan berapa banyak utang yang dimiliki oleh perusahaan sebagai pembiayaan. Teori ini memberikan informasi bagi investor terkait ketergantungan liabilitas yang dimiliki oleh perusahaan sehingga membantu dalam penentuan keputusan. Return On Equity (ROE) ROE melihat kapasitas perusahaan terkait mendapatkan laba bersih guna memberikan pengembalian dari setiap unit ekuitas yang diinevstasikan oleh inevstor. Peningkatan ROE, menggambarkan efektivitas perusahaan dalam melakukan pengelolaan modal untuk menghasilkan keuntungan. Rasio ini bertujuan untuk memperkirakan seberapa jauh perusahaan dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya perusahaan untuk memberikan profit bagi pemegang saham. Secara teori, ketika nilai ROE tinggi akan mengakibatkan kenaikan terhadap harga saham (Amalya, 2. Hal itu menunjukkan kepercayaan investor terhadap perusahaan dalam mengembalikan modal dengan menghasilkan laba. Teori ini didiukung oleh hasil riset yang diungkapkan sebelumnya oleh Sudrajat et al. dan Amalya . yang menunjukkan bahwa ROE memberikan dampak positif terhadap nilai saham. Laba bersih ROE = Total Ekuitas y 100% . H1: ROE memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Harga Saham Net Profit Margin (NPM) NPM menilai total keuntungan bersih perusahaan dari setiap unit pendapatan yang dihasilkan (Ramadhani & Pustikaningsih, 2. NPM yang tinggi menggambarkan semakin optimal perusahaan dalam memproses biaya dan menghasilkan keuntungan dari penjualannya. Peningkatan nilai NPM, menyebabkan kenaikan harga saham Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 9 No. September 2025 e-ISSN: 2685-5607 perusahaan, yang mendeskripsikan bahwa perusahaan melakukan produktivitas yang baik dalam memperoleh laba bersih yang lebih besar dari tiap-tiap penjualan. Pernyataan ini divalidasi oleh penelitian terdahulu yang dikemukakan oleh Watung & Ilat . di mana NPM memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai Laba bersih NPM = Penjualan y 100% . H2: NPM memberikan pengaruh positif dan pengaruh signifikan terhadap Harga Saham Debt to Equity Ratio (DER) DER yaitu melihat ukuran antara jumlah kewajiban perusahaan dibandingkan dengan modal yang dimiliki oleh pemegang saham (Sulistiawati & Rosmanidar, 2. Rasio ini memberikan informasi seberapa jauh perusahaan membiayai asetnya menggunakan utang dengan modal yang dimiliki oleh pemegang saham. Jika rasio ini melonjak tinggi, maka menunjukkan ketergantungan yang lebih besar pada utang untuk pembiayaan, yang bisa meningkatkan risiko keuangan perusahaan. Rasio ini menggambarkan seberapa banyak ketergantungan perusahaan dalam membiayai operasionalnya menggunakan utang. Semakin tinggi nilai DER menyatakan bahwa perusahaan kurang baik dalam mengelola utang. Hal itu akan memengaruhi tingkat kepercayaan stakeholders terhadap perusahaan yang mungkin menggerakan turunnya harga pasar saham. Teori ini divalidasi dengan hasil penelitian yang dilaksanakan oleh Munira et al. bahwa DER memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai Total Utang DER = Total Ekuitas y 100% . H3: DER memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Harga Saham Kerangka Pemikiran Mengacu pada keterkaitan antar variabel dari penelitian ini, dapat dibuat sebuah kerangka pemikiran pada Gambar ROE (X. NPM (X. Harga Saham (Y) DER (X. Gambar 1. Kerangka Pemikiran METODOLOGI PENELITIAN Jenis Penelitian Penelitian kuantitatif diterapkan untuk melakukan penelitian ini yaitu memanfaatkan data rasio dari laporan keuangan yang kemudian diolah menggunakan SPSS dan hasilnya diinterpretasikan. Sampel Penelitian Penelitian ini memanfaatkan data populasi dari sub sektor perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2022. Total populasi adalah sebanyak 26 perusahaan. Sampel penelitian ini memanfaatkan sebanyak 8 perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2022 yang telah memenuhi syarat yang dijabarkan dalam Tabel 2 berikut. Tabel 2. Perusahaan Sampel Penelitian Kode INDF ICBP MLBI Emiten PT Indofood Sukses Makmur PT Indofood CBP Sukses Makmur PT Multi Bintang Indonesia Pengaruh ROE. NPM, dan DER terhadap Harga Saham di Perusahaan Makanan dan Minuman Periode 2019-2022 (Septi Amelia dan Nanu Hasanu. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN: 2685-5607 Kode GOOD ULTJ STTP ROTI CLEO Emiten PT Garuda food Putra Putri Jaya PT Ultra Jaya Milk Industry PT Siantar Top PT Nippon Indosari Corpindo PT Sariguna Primatirta Sumber: Bursa Efek Indonesia (BEI) . Teknik Sampling Metode untuk memilih sekelompok individu atau objek dari populasi yang lebih besar untuk dianalisis adalah teknik sampling. Teknik sampling yang digunakan merupakan metode penarikan sampel Non-probabilitas yang mengambil sampel secara tidak acak atau dikenal dengan mengambil sampel yang telah memenuhi kriteria atau persyaratan tertentu. Adapun syarat yang harus dipenuhi adalah antara lain. Perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2019-2022. Perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang memiliki laporan keuangan tahunan secara lengkap mencakup laba kotor dan laba bersih selama periode 2019-2022. Perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang mengelola informasi harga saham secara lengkap dalam kurun waktu setiap bulan selama periode 2019-2022. Perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang mendapatkan laba atau tidak rugi selama periode 2019-2022. Teknik Analisis Data Uji Asumsi Klasik Analisis untuk memahami apakah model regresi telah memenuhi kriteria untuk dapat dilakukan dalam sebuah penelitian digunakan uji asumsi klasik. Dalam uji ini berisi 4 uji yaitu uji untuk normalitas data, uji adanya multikolinearitas, uji terkait heteroskedastisitas, dan uji kemungkinan autokorelasi. Uji Regresi Linear Berganda Uji ini penggunaannya untuk memberikan informasi seberapa besar nilai variabel dependen ketika nilai variabel independen naik dan turun. Hal ini dapat menunjukkan arah interaksi . ositif atau negati. antar variabel bebas berkenaan dengan variabel terikat. Uji signifikansi statistik ini juga untuk memvalidasi bahwa output yang dihasilkan terdapat alasan dan bukan sebuah kebetulan. Koefisien Determinasi Uji yang dipergunakan untuk memperkirakan sampai sejauh mana variabel independen mampu menginterpretasikan variabel dependen adalah dengan koefisien determinasi. Model regresi dikatakan baik dengan melihat nilai Adjusted R Square. Uji Parsial (Uji T) Analisis pengaruh tiap-tiap variabel independen terhadap variabel dependen dilakukan melalui uji parsial (T). Uji ini menyandingkan nilai T tabel dengan T hitung yang didapatkan dari hasil SPSS. Uji Simultan (Uji F) Uji ini dipergunakan untuk menguji apakah variabel independen secara kolektif memiliki pengaruh terhadap variabel dependen. Pengujian ini dilaksanakan dengan melihat perbandingan nilai F tabel dengan F hitung. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Asumsi Klasik Data korelasi yang baik ialah data regresi yang tersebar normal. Hasil uji asumsi klasik dari data penelitian ditampilkan pada Tabel 3 berikut. Tabel 3. Uji Asumsi Klasik Uji ROE NPM DER Normalitas Kolmogorv Smirnov Asymp. Sig. -taile. : 0,069 > 0,05 Multikolinearitas Tolerance: 0,148 Tolerance: Tolerance: 0,535 VIF: 6,743 0,200 VIF: 1,870 VIF: 5,006 Heteroskedastisitas Scatterplot: titik tersebar dan tidak membentuk pola Autokorelasi Durbin Watson: 1,807 Sumber: Data Olahan . Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 9 No. September 2025 Hasil Terdistribusi Normal Terbebas Multikolinearitas Terbebas Heteroskedastisitas Terbebas Autokorelasi e-ISSN: 2685-5607 Uji Normalitas Dari Tabel 3 ditemukan bahwa uji normalitas menadapatkan hasil Kolmogorov Smirnov pada Asymp. Sig. sebesar 0,069 lebih besar dari 0,05 yang menunjukkan bahwa model regresi tersebar normal. Uji Multikolinearitas Hasil uji multikolinearitas menunjukkan nilai Tolerance masing-masing variabel adalah 0,148, 0,200, dan 0,535, yang lebih besar dari 0,1. Sementara itu, nilai VIF untuk setiap variabel adalah 6,743, 5,006, dan 1,870, yang lebih kecil dari 10. Sehingga, dapat ditetapkan bahwa model regresi tidak ditemukan adanya gejala multikolinearitas. Uji Heteroskedastisitas Dari Tabel 3, diketahui bahwa tidak ada pola yang dibentuk dari model regresi. Uji Autokorelasi Dilihat dari nilai Durbin Watson adalah 1,807 dengan rumus dU < dW < 4-dU yaitu sebesar 1,6505 < 1,807 < 2,3495, maka dinyatakan bahwa model regresi tidak terdapat gejala autokorelasi. Uji Regresi Linear Berganda Hasil analisis regresi linear yang menghubungkan ROE. NPM, dan DER dengan variabel dependen dapat diamati dari Tabel 4. Tabel 4. Regresi Linear Berganda Standardized Coefficients Beta Unstandardized Coefficients Model 098,993 -119,158 490,663 36,736 (Constan. ROE NPM DER Std. Error 205,948 98,819 223,236 18,58 -0,487 0,765 0,421 Sumber: Data Olahan . Mengacu dari hasil pada Tabel 4 regresi linear berganda, maka dibuat persamaan regresi seperti yang tertera di bawah ini. ycU = 1 X 1 2X 2 3X 3 e Y = -2. 098,993 Ae 119,158X1 490,663X2 36,736X3 e Melalui persamaan tersebut, didapat dijelaskan sebagai berikut: Nilai konstanta () diperoleh hasil 098,993 yang menunjukkan bahwa apabila variabel ROE (X. NPM (X. , dan DER (X. dianggap konstan . maka besarnya Harga Saham (Y) adalah -2. 098,993. Koefisien regresi ROE (X. sebesar -119,158 yang menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan ROE (X. akan mengakibatkan penurunan terhadap Harga Saham (Y) sebesar -119,158. Koefisien regresi NPM (X. sebesar 490,663 yang menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan NPM (X. akan mengakibatkan kenaikan terhadap Harga Saham (Y) sebesar 490,663. Koefisien regresi DER (X. sebesar 36,736 yang menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan DER (X. akan memicu lonjakan terhadap Harga Saham (Y) sebesar 36,736. Uji Koefisien Determinasi Hasil analisis koefisien determinasi dimuat pada Tabel 5 berikut. Tabel 5. Koefisien Determinasi Model R Square 0,568 0,322 Adjusted R Square 0,250 Std. Error of the Estimate 710,218 Sumber: Data Olahan . Berdasarkan Tabel 5 menunjukkan nilai Adjusted R Square adalah sebesar 0,250 yang menjelaskan bahwa ROE. NPM, dan DER secara bersama-sama mampu menjelaskan sebesar 25% harga saham. Sementara sisa sebesar 75% . -0,. harga saham dikendalikan oleh berbagai komponen lain yang tidak disebutkan dalam penelitian ini. Pengaruh ROE. NPM, dan DER terhadap Harga Saham di Perusahaan Makanan dan Minuman Periode 2019-2022 (Septi Amelia dan Nanu Hasanu. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN: 2685-5607 Uji T Hasil Uji T dimuat pada Tabel 6 berikut. Tabel 6. Uji T Model (Constan. ROE NPM DER Sumber: Data diolah SPSS Sig. -0,952 -1,206 2,198 1,977 0,349 0,238 0,036 0,058 Untuk analisis Uji T, tingkat signifikansi yang dipergunakan adalah 0,05 dengan T Tabel sebesar 2,048. Hasil analisis menunjukkan nilai T hitung untuk tiap-tiap variabel independen berurutan yaitu ROE (X. sebesar 1,206. NPM (X. sebesar 2,198, dan DER (X. sebesar 1,977. Pengaruh ROE ROE memiliki T hitung sebesar -1,206, yang lebih kecil dari T tabel (-1,206 < 2,. Dengan nilai signifikansi 0,238 yang lebih besar dari 0,05, maka H1 ditolak, yang berarti ROE tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk periode 2019-2022. Pengaruh NPM NPM memiliki nilai T hitung sebesar 2,198, yang lebih besar dari T tabel . ,198 > 2,. Dengan nilai signifikansi 0,036 yang lebih kecil dari 0,05, maka H2 diterima, yang berarti NPM berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk periode 20192022. Pengaruh DER DER memiliki nilai T hitung sebesar 1,977, yang lebih kecil dari T tabel . ,977 < 2,. Dengan nilai signifikansi 0,058 yang lebih besar dari 0,05, maka H3 ditolak, yang berarti DER tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk periode 2019-2022. Uji F Hasil analisis untuk Uji F diperlihatkan pada Tabel 7 berikut. Tabel 7. Uji F Model Regression Residual Total 4,435 Sig. 0,011 Sumber: Data Olahan . Untuk uji F, diketahui nilai F tabel adalah 2,95. Berdasarkan Tabel 7, nilai F hitung sebesar 4,435, yang lebih besar dari 2,95. Dengan nilai signifikansi 0,011 yang lebih kecil dari 0,05, maka dapat dinyatakan bahwa ROE. NPM, dan DER secara serentak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai saham pada perusahaan makanan dan minuman yang tercatat di Bursa Efek Indonesia untuk periode 2019-2022. Pembahasan Pengaruh ROE terhadap Harga Saham Dari hasil uji secara terpisah (T) menggunakan regresi linear berganda, dinyatakan bahwa ROE perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2022 tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Hasil penelitian ini kontradiktif dengan teori yang mengemukakan bahwa semakin tinggi nilai ROE, maka harga pasar saham perusahaan akan semakin mengalami peningkatan. Hal ini dapat dimaksud bahwa kenaikan harga pada saham tidak dipengaruhi oleh ROE yang tinggi karena investor lebih mempertimbangkan keuntungan dari setiap operasi yang dilakukan oleh perusahaan. Meskipun ROE merupakan indikator profitabilitas, mungkin belum mencerminkan aspek lain yang relevan dengan keputusan investor Dengan membandingkan penelitian sebelumnya, hasil penelitian ini menguatkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Nasution et al. dan Rafi et al. yang menunjukkan bahwa ROE tidak ditemukan pengaruh terhadap harga saham. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 9 No. September 2025 e-ISSN: 2685-5607 Pengaruh NPM terhadap Harga Saham Dari hasil uji secara terpisah (T) menggunakan regresi linear berganda, dinyatakan bahwa NPM pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk periode 2019-2022 memberikan dampak positif dan pengaruh yang signifikan terhadap harga saham. Hasil penelitian ini sepakat dengan hasil penelitian yang dilaksanakan oleh Watung & Ilat . yang menemukan bahwa NPM memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Namun, tidak sejalan dengan Yuliana & Hastuti . yang mengemukakan bahwa NPM memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap harga pada saham. Pernyataan dari penelitian ini juga memvalidasi teori yang telah ada bahwa nilai tinggi pada NPM akan menyebabkan peningkatan pula pada nilai saham suatu perusahaan. Peningkatan NPM yang mencerminkan efisiensi perusahaan dalam mengelola penjualan untuk mendapatkan keuntungan berdampak langsung pada kepercayaan pemegang saham, di mana akhirnya memicu peningkatan nilai saham. Hal ini disebabkan karena pelaku investasi sangat tertarik dengan perusahaan yang memiliki laba maksimal dari setiap kegiatan penjualan yang dilakukan. Pengaruh DER terhadap Harga Saham Dari hasil uji secara terpisah (T) menggunakan regresi linear berganda, dinyatakan bahwa DER perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2022 tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Namun, hasil penelitian ini berseberangan dengan teori yang mengemukakan tentang semakin tinggi nilai DER maka akan semakin turun nilai saham. Hal ini berarti perubahan pada rasio DER, tidak cukup kuat untuk memengaruhi keputusan investor atau pergerakan harga saham. Ini mungkin dipicu karena investor lebih percaya terhadap perusahaan dalam menghasilkan laba sehingga dapat menutupi utangnya sehingga utang tidak menjadi permasalahan besar bagi investor dalam menanamkan modalnya. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian yang dilaksanakan oleh Munira et al. , . yang menunjukkan bahwa DER tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap harga pada saham. PENUTUP Berdasarkan uji secara masing-masing atau parsial didapatkan hasil bahwa ROE tidak berpengaruh secara signifikan berkenaan dengan harga saham. Artinya ROE yang tinggi tidak menentukan kenaikan harga saham dikarenakan beberapa investor mungkin lebih memperhatikan hasil operasional perusahaan. Kemudian hasil dari variabel NPM menyatakan bahwa NPM memberikan dampak positif dan pengaruh signifikan berkenaan dengan harga saham. Artinya jika NPM tinggi maka harga pasar saham juga akan tinggi karena investor semakin tertarik dan percaya dengan kinerja perusahaan dalam menghasilkan keuntungan. Sama halnya dengan varibel ROE, diraih hasil bahwa DER tidak memberikan pengaruh yang signifikan berkenaan dengan harga saham. Hal ini dipicu oleh perilaku investor yang percaya terhadap perusahaan dalam mengumpulkan laba sehingga dapat menutupi utangnya sehingga utang tidak menjadi permasalahan bagi investor dalam menanamkan modalnya. Namun, berdasarkan uji secara keseluruhan atau simultan, hasilnya mengemukakan bahwa ROE. NPM, dan DER secara bersama-sama memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap harga saham. Hal ini mengindikasikan bahwa investor cenderung lebih percaya pada perusahaan yang memiliki performa yang menjanjikan dalam ketiga indikator tersebut, sehingga faktor-faktor ini menjadi krusial dalam proses penetapan keputusan investasi. Untuk penelitian selanjutnya, dalam pengambilan sampel data penelitian sebaiknya dapat mencari kriteria yang lebih jelas dan objek penelitian yang lebih luas. Untuk memperkuat hasil statistik dapat menambahkan data yang digunakan atau menambah faktor pendukung lain yang mungkin dapat mempengaruhiaharga saham. Penting bagi para pelaku investasi untuk melakukan aanalisis rasio keuangan perusahaan sebelum menanamkan modalnya agar mengetahui sejauh mana perusahaan untuk menghasilkan DAFTAR RUJUKAN Amalya. Pengaruh Return on Asset. Return on Equity. Net Profit Margin Dan Debt To Equity Ratio Terhadap Harga Saham. Jurnal SEKURITAS (Saham. Ekonomi. Keuangan Dan Investas. , 1. , 157Ae181. https://doi. org/10. 32493/skt. Apriyani. Handa Sari. , & Ismawanto. Pengaruh Debt To Equity Ratio (De. Return on Equity (Ro. Dan Net Profit Margin (Np. Terhadap Harga Saham (Pada Bank Umum Milik Negara Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode Effect of Debt To Equity Ratio (De. Return on Equity (Ro. , 2. , 219Ae226. Bun. Rafa. , & Muhsin. The Influence Of Liquidity. Leverage And Sales Growth On Financial Distress In Automotive Companies. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi, 8. , 220Ae230. Indonesia Stock Exchange. https://w. id/id Lathif. , & Priantinah. the Effects of Npf. Roa. Roe. Der, and Npm To the Stock Prices of Financing Companies in Idx on 2017-2021. Jurnal Profita: Kajian Ilmu A, 4. Pengaruh ROE. NPM, dan DER terhadap Harga Saham di Perusahaan Makanan dan Minuman Periode 2019-2022 (Septi Amelia dan Nanu Hasanu. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN: 2685-5607 https://journal. id/index. php/profita/article/view/20024https://journal. php/profita/article/download/20024/17981 Munira. Merawati. , & Astuti. Pengaruh ROE dan DER terhadap Harga Saham Perusahaan Kertas di Bursa Efek Indonesia. JABE (Journal of Applied Business and Economi. , 4. , 191Ae205. https://doi. org/10. 30998/jabe. Nasution. Pasaribu. Nainggolan. Br Karo. , & Buulolo. Pengaruh Debt to Equity Ratio. Return on Equity. Net Profit Margin dan Earning Per Share Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Subsektor Konstruksi Bangunan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2020. Ekonomis: Journal of Economics and Business, 6. , 282. https://doi. org/10. 33087/ekonomis. Rafi. Rahayu. , & Ridwan. Effect of Return on Assets (ROA). Return on Equity (ROE). Debt to Equity Ratio (DER). Current Ratio (CR). Net Profit Margin (NPM) and Earning Per Share (EPS) on Stock Prices. Indonesian Journal of Economic & Management Sciences, 1. , 481Ae500. https://doi. org/10. 55927/ijems. Ramadhani. , & Pustikaningsih. Pengaruh Debt To Equity Ratio (DER). Return On Equity (ROE). Dan Net Profit Margin (NPM) Terhadap Harga Saham Perusahaan Sektor Pertambangan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2011-2015. Jurnal Profita, 5. , 1Ae13. Sartika. , & Mutoharoh. Studi Literatur Profitabilitas Perusahaan Pada Manajemen Modal Kerja Dan Struktur Modal. EBISMAN: Ebinis Manajemen, 2. , 17Ae23. https://doi. org/10. 34010/jika. Sudrajat. Nuridah. , & Sagitarius. Pengaruh ROA. ROE. NPM dan DER Terhadap Harga Saham Pada PT. Ace Hardware Indonesia Tbk. Periode 2017-2019. Innovative: Journal of Social Science Research, 3. , 7769Ae7778. Sulistiawati. , & Rosmanidar. Pengaruh DER. ROE. CR. NPM terhadap Harga Saham (Studi Pada Perusahaan Sub Sektor Industri Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2018-2. Journal of Student Research (JSR), 1. , 184Ae206. https://doi. org/10. 55606/jsr. Watung. , & Ilat. Pengaruh Return on Asset (Ro. Net Profit Margin (Np. Dan Earning Per Share (Ep. Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Perbankan Di Bursa Efek Indonesia Periode 2011-2015. Jurnal Riset Ekonomi. Manajemen. Bisnis Dan Akuntansi, 4. , 518Ae640. Wongso. Pengaruh kebijakan deviden, struktur kepemilikan, dan kebijakan hutang terhadap nilai perusahaan dalam perspektif teori agensi dan teori signaling. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Manajemen, 1. , 1Ae6. Yuliana, & Hastuti. Pengaruh Debt to Equity Ratio. Return on Equity. Return on Asset. Net Profit Margin, dan Earning per Share Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur. Jurnal Multiparadigma Akuntansi Tarumanagara, 2. , 1568Ae1577. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 9 No. September 2025