Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 9 No. 1 Jan 2025 p-ISSN 2548-8716 Halaman 38 Ae 45 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/406 Core Stability Exercise Dapat Menurunkan Nyeri Punggung Bawah Dan Meningkatkan Daya Tahan Otot Lumbal Pada Pekerja Penjahit Core Stability Affected To Decreasing Low Back Pain And Increase Lumbal Muscles Endurance On Tailor Worker *Luh Putu Ayu Vitalistyawati1. Ni Luh Made Reny Wahyu Sari2 Universitas Dhyana Pura Email Korespondensi: ayuvita@undhirabali. Kirim: 13 Mar 2024 Review: 22 Mar 2024 Disetujui: 20 Jun 2024 Publikasi Online: 23 Agu 2024 ABSTRAK Fast fashion atau kondisi permintaan pasar akan produksi pakaian yang sangat tinggi akan menimbulkan efek postitif dan negative bagi industri textile terutama pekerja penjahit. Beban kerja yang tinggi ditambah dengan posisi kerja duduk yang cenderung statis lebih dari 4 jam akan memperberat kerja otot punggung dalam menopang tubuh saat bekerja dan menimbulkan keluhan musculoskeletal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh core stability exercise dapat menurunkan nyeri punggu bawah dan meningkatkan daya tahan otot lumbal pada pekerja penjahit. Desain penelitian dengan one group pre-post test dengan alat ukur nyeri punggung bawah menggunakan Visual Analog Scale (VAS) dan daya tahan otot lumbal dengan The Biering Soresen Test of Static Muscular Endurance BSME. Jumlah sampel 20 orang yang didapat dengan random purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi, eksklusi dan drop out. Core Stability Exercise (CSE) diberikan sebanyak 12kali selama 4minggu. Hasil Uji Shapirowilk Test menunjukkan nilai p=0,001 pada kedua variable. Uji Wilxocon menunjukkan hasil pemberian CSE menurunkan nyeri punggung bawah dengan nilai p=0,001 dan meningkatkan daya tahan otot lumbal dengan nilai p=0,001. Sehingga dapat disimpulkan Core Stability Exercise efektif menurunkan nyeri punggung bawah dan meningkatkan daya tahan otot lumbal pada penjahit. Kata kunci: Textile. Nyeri Punggung Bawah. Otot Lumbal. Core Stability Exercise ABSTRACT Fast fashion or very high market demand for clothing production will have a positive and negative effects for textile industry, especially tailor worker. A high workload coupled with sitting work position that tends to be static for more than 4 hours will make the back muscles work harder to support the body while working and then can caused musculoskeletal complaints. The aim o this study was to determine the effect of core stability exercise to reduce lower back pain and increase Lumbal muscles endurance in tailor worker. The research design with one group pre-post test In this research the low back pain was measured by Visual Analog Scale (VAS) and muscle endurance by Biering-Sorensen muscle endurance (BSME). 20 subjects were collected by random purposive sampling based on inclusi, exclusi and drop out criterias . Core Stability Exercise (CSE) was given 12 times for 4 weeks. The result of Shapiro-wilk test showed a value p=0,001 . <0,. in both variables, the Wilcoxon test showed that CSE effectively decreased low back pain . =0,. and increased lumbal muscle endurance . =0,. Conclusion the significant decreased of low back pain and increased lumbal muscle endurance show that Core Stabiily Exercise significantly impacted low back pain and lumbal muscle endurance on tailor workers. Keyword: Textile. Low Back Pain. Lumbal Muscle. Core Stability Exercise PENDAHULUAN Fenomena Fast Fashion kini sedang marak diperbincangkan oleh masyarakat luas. Fast fashion itu sendiri merupakan suatu istilah yang mendeskripsikan pakaian yang diproduksi secara cepat dan dalam jumlah yang sangat banyak untuk memenuhi permintaan pasar yang sangat tinggi. Tingginya permintaan pasar terhadap produksi pakaian ini menimbulkan sisi positif dan negative. Dilihat dari sisi positif, industri pakaian akan berkembang lebih pesat dan akan membutuhkan lebih banyak tenaga kerja untuk memproduksi pakaian secara massal. Sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan yang lebih banyak. Namun yang perlu kita perhatikan adalah sisi negatif dari trend fast fashion ini, yaitu beban kerja tenaga kerja pembuat pakaian, dalam hal ini salah satunya adalah penjahit pakaian. Core Stability Exercise Dapat Menurunkan Nyeri PunggungA| Luh Putu Ayu Vitalistyawati dkk Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 9 No. 1 Jan 2025 p-ISSN 2548-8716 Halaman 38 Ae 45 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/406 Pekerjaan menjahit membutuhkan keahlian dan ketelitian yang tinggi. Penjahit pakaian memiliki target harian yang harus mereka capai untuk meningkatkan performa kerja mereka. Tentu saja performa kerja ini yang menjadi tolok ukur penghasilan yang akan mereka dapatkan setiap Sehingga para penjahit bekerja lebih keras untuk dapat memenuhi target harian tersebut. Menurut hasil survey yang dilakukan di M-Yege Collection Jepara tahun 2016, permintaan pakaian per-tahun mencapai 810. 000 buah atau sekitar 67. 500 buah per bulan yang harus dihasilkan oleh penjahit1. Penjahit bekerja sekitar 8 jam sehari dengan posisi duduk statis, postur bagian punggung dan posisi panggul serta lutut tertekuk hingga membentuk sudut 90A. Posisi kerja itu akan membuat otot ekstensor seperti otot multifidus dan abdominal transversal berkontraksi secara terus-menerus dan pembebanan yang diterima dalam mempertahankan tubuh tetap tegak akan terus meningkat. Secara fisiologis ketika otot berkontraksi, maka pembuluh darah dan getah bening terjepit. Hal ini akan mengakibatkan pasokan oksigen yang dibawa ke jaringan menjadi berkurang2. Secara fisiologis kontraksi otot yang terus menerus akan mengakibatkan adanya penumpukan asam laktat pada otot. Penumpukan asam laktat pada otot ini adalah penyebab timbulnya rasa pegal atau nyeri setelah melakukan pekerjaan3. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan nyeri otot dan daya tahan otot lumbal pekerja penjahit yaitu memberikan Core Stability Exercise. Menurut hasil penelitian sebelumnya menyatakan bahwa pemberian latihan core stability memiliki manfaat untuk menstabilkan punggung bagian bawah pada wanita hamil dan post partum namun pada penelitian ini tidak membahas secara spesifik mengenai faktor pekerjaan pada literature review4. Pemberian latihan core stability itu sendiri bertujuan untuk mempertahankan stabilitas fungsional tulang belakang dan meningkatkan daya tahan otot lumbal ekstensor dengan memperkuat otot perut dan lumbal serta dapat mengurangi nyeri tekan pada otot. Pemberian latihan ini dapat mengoreksi ketidakseimbangan garis pada tulang belakang melalui perbaikan kekuatan dan daya tahan sejumlah otot-otot trunk, dasar panggul dan abdominal yang diyakinin sangat memainkan peran penting dalam pengaturan dan stabilitas tulang belakang5. Pemberian Core Stability Exercise merupakan salah satu upaya menangani keluhan permasalahan nyeri punggung bawah dan ketahanan otot lumbal yang dimanaakan secara langsung mempengaruhi performa kerja para METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah pre-eksperimental dengan one group pre-post test design. Alat ukur nyeri punggung bawah menggunakan Visual Analog Scale (VAS) dan daya tahan otot lumbal menggunakan The Biering Soresen Test of Static Muscular Endurance (BSME). Tehnik pengumpulan data menggunakan total sampling dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 20 sampel . Penentuan sampel berdasarkan kriteria inklusi, eksklusi dan drop out. Adapun kriteria inklusi antara lain penjahit berjenis kelamin perempuan, berumur 30-55 tahun, mengeluhkan adanya nyeri punggung bawah, pengalaman bekerja menjadi penjahit > 2 tahun dan bersedia menjadi responden. Kriteria eksklusi antara lain : mengkonsumsi obat penghilang rasa sakit dalam kurun waktu sebulan sebelumnya, memiliki perbedaan pada panjang tungkai kiri dan kanan dan terdiagnosa memiliki gangguan pada saraf seperti Hernia Nucleus Pulposus (HNP). Sedangkan kriteria dropout antara lain : subjek tidak mengikuti latihan 3 kali berturut-turut selama penelitian, subjek mengalami cidera saat penelitian berlangsung dan subjek tidak mengikuti post-test. Perlakuan Core Stability Exercise Dapat Menurunkan Nyeri PunggungA| Luh Putu Ayu Vitalistyawati dkk Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 9 No. 1 Jan 2025 p-ISSN 2548-8716 Halaman 38 Ae 45 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/406 yang diberikan yaitu Core Stability Exercise gerakan bridging, bird dog dan superman sebanyak 12 kali selama 4 minggu. Prosedur penelitian dimulai dari tahap perijinan di CV Adhi Textile & Garment. Pemogan. Denpasar. Bali. Kemudian dilanjutkan dengan tahap pengambilan data yaitu mengumpulkan sampel, pengisian inform consent dan pengambilan data pre-test, lalu tahap pemberian Core Stability Exercise 3kali dalam seminggu . x pertemua. dan dilanjutkan melakukan post-test pada pertemuan ke 13. Tahapan selanjutnya adalah analisa data. Tehnik analisis data menggunakan aplikasi SPSS dengan uji deskriptif, uji normalitas dengan Shapiro-wilk test dan uji hipotesis menggunakan Wilcoxon. Gambar 1. Pemeriksaan Daya Tahan Otot Lumbal dengan BSME HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini melibatkan sebanyak 20 subjek sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Pemberian latihan yaitu Core Stability Exercise dengan jenis gerakan Bridging. Bird Dog Exercise dan Superman Exercise. Adapun hasil analisa deskriptif berdasarkan umur, masa kerja, nilai pre dan post test nyeri punggung bawah dan nilai pre-post test daya tahan otot lumbal disajikan pada tabel dibawah ini. Tabel 1. Hasil Analisa Deskriptif Sampel Minimum Maximum Mean Umur Masa Kerja Nyeri . re-tes. Nyeri . ost-tes. Daya tahan . re-tes. Daya tahan . os-tes. Presentase 39,65% 55,12% Berdasarkan pada tabel 1 diatas, rata-rata umur sampel penelitian ini berada pada umur 46 tahun, dengan umur termuda adalah 36 tahun dan umur tertua adalah 55 tahun. Masa kerja sampel penelitian rata-rata selama 6tahun dengan masa kerja paling kecil yaitu 4tahun dan masa kerja Core Stability Exercise Dapat Menurunkan Nyeri PunggungA| Luh Putu Ayu Vitalistyawati dkk Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 9 No. 1 Jan 2025 p-ISSN 2548-8716 Halaman 38 Ae 45 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/406 paling lama 9tahun. Hasil pengukuran nyeri punggung bawah dengan VAS memiliki rata-rata nilai 2,9 . re-tes. dan 1,7 . ost-tes. Sedangkan rata-rata hasil pengukuran daya tahan otot lumbal dengan BSME pada nilai 48,8 . re-tes. dan 76,2 . ost-tes. Selanjutnya dilakukan uji normalitas menggunakan Shapiro-wilk Test. Adapun hasil dari uji normalitas dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 2. Uji Normalitas Nyeri Punggung Bawah dan Daya Tahan Otot Lumbal Shapiro Wilk Test Statistics Sig Nyeri Punggung Bawah Pre-test 0,812 0,001 Post-test 0,795 0,001 Daya Tahan Otot Pre-Test 0,933 0,177 Post-Test 0,813 0,001 Berdasarkan tabel 2 uji normalitas diatas, sebaran data pre-test maupun post-test pada nyeri punggung bawah masing-masing memiliki nilai p=0,001 dimana p<0,05 sehingga data yang diperoleh memiliki sebaran tidak normal. Hasil pre-test dan post-test pada daya tahan otot lumbal masing-masing memiliki nilai p=0,177 pada pre-test . >0,. yang berarti data berdistribusi normal sedangkan hasil post-test daya tahan otot lumbal memiki nilai p=0,001 . <0,. yang berarti data berdistribusi tidak normal. Uji hipotesis yang digunakan pada penelitian ini adalah Uji Wilcoxon dengan taraf signifikasi yang digunakan adalah p=0,05. Hasil uji hipotesis ini didapatkan hasil p=0,000 . <0,. untuk variabel nyeri punggung bawah dan nilai p=0,000 . <0,. daya tahan otot lumbal. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perubahan yang signifikan pada nyeri punggung bawah dan nilai daya tahan otot lumbal sebelum dan sesudah pemberian Core Stability Exercise. Berdasarkan dari kedua uji hipotesis yang dilakukan pada masing-masing variable menunjukkan nilai p<0,05, maka pemberian Core Stability Exercise dapat menurunkan nyeri punggung bawah dengan presentase peningkatan sebesar 39,65% dan meningkatkan daya tahan otot lumbal pada pekerja penjahit dengan presentase peningkatan sebesar 55,12%. Pada tabel 1 didapatkan rata-rata umur sampel yaitu 46 tahun. Umur 46tahun termasuk pada kategori middle age . -54tahu. yang cenderung masih aktif melakukan aktivitas fisik dan Secara fisiologis akan terjadi perubahan pada sistem muskuloskeletal yang mulai muncul pada umur 30 tahun. Perubahan sistem muskuloskeletal bisa terjadi pada kekuatan otot, massa otot, daya tahan otot dan juga kelenturan dari panjang otot. Pada umur 30 hingga 55 tahun mulai akan muncul perubahan pada massa ototnya. Adanya perubahan pada massa otot ini akan mempengaruhi kinerja, kuatnya kontraksi otot hingga daya tahan otot tersebut 6. Sehingga semakin bertambahnya umur, akan meningkatkan potensi penurunan kemampuan otot akibat proses Core Stability Exercise Dapat Menurunkan Nyeri PunggungA| Luh Putu Ayu Vitalistyawati dkk Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 9 No. 1 Jan 2025 p-ISSN 2548-8716 Halaman 38 Ae 45 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/406 Rata-rata masa kerja sampel penelitian ini selama 6 tahun dengan rentang paling kecil selama 4 tahun dan paling lama yaitu 9 tahun . Semakin lama masa kerja maka akan berpotensi pada semakin meningkatnya beban kerja yang didapat. Pekerja penjahit mengharuskan bekerja selama lebih dari 8-9jam setiap harinya dengan posisi duduk. Berdasarkan observasi yang dilakukan ketika penjahit bekerja, kecenderungan posisi tubuh pekerja penjahit sering membungkuk terutama pada area punggung. Posisi punggung yang selalu membungkuk dalam waktu yang lama, akan menyebabkan ketidakseimbangan kerja otot lumbal, sehingga otot lumbal bekerja lebih besar dan berpotensi mengalami spasme otot. Menurut penelitian yang dilakukan pada pengrajin gerabah, didapatkah hasil adanya hubungan yang positif antara masa kerja dengan resiko munculnya keluhan musculoskeletal. Dimana masa kerja antara 6-10 tahun memiliki keluhan musculoskeletal tingkat sedang, sedangkan masa kerja lebih dari 10 tahun memiliki keluhan musculoskeletal tingkat tinggi7. Munculnya keluhan musculoskeletal terutama pada area otot leher, bahu, lengan, punggung, pinggang dan hingga sampai ke otot kaki. Berdasarkan dengan hasil tersebut, maka munculnya keluhan nyeri pada punggung bawah pada penjahit merupakan salah satu efek dari akumulasi beban kerja dan masa kerja yang cukup lama. Hal ini sejalan dengan hasil pada table 1 yang menyajikan bahwa intensitas nyeri punggung bawah yang dirasakan ratarata pada nilai VAS 2,9 pada pre-test dengan nilai VAS tertinggi di nilai 4 yang tergolong cukup tinggi sehingga rasa nyeri punggung bawah ini akan berdampak pada aktivitas dan produktifitas pekerja penjahit. Nyeri punggung bawah yang disebabkan adanya kontraksi dan spasme pada otot lumbal yang terus menerus akan berdampak pada kemampuan otot lumbal, terutama kemampuan dari daya tahan otot itu sendiri. Daya tahan otot yang baik sangat diperlukan pada pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi dan posisi kerja yang cukup statis, contohnya menjahit. Dimana penjahit bertahan dengan posisi duduk disangga meja mesin jahit selama lebih dari 4jam selama satu hari. Hasil penelitian mengenai faktor resiko munculnya nyeri punggung bawah pada pekerja wanita di rumah sakit menunjukkan hasil bahwa prevalensi terjadinya nyeri punggung bawah sebesar 46,8% dengan faktor resiko terbesar adalah lemahnya daya tahan otot abdominal, kurangnya pengetahuan mengena posisi biomekanik dan tingginya tingkat psychological stress8. Sehingga diperlukan latihan khusus untuk mengatasi permasalahan adanya kelemahan pada daya tahan otot tersebut. Rata-rata nilai VAS nyeri punggung bawah pre-test yaitu di nilai 2,9 kemudian mengalami penurunan nilai VAS pada post-test dengan rata-rata menjadi 1,7 setelah pemberian Core Stability Exercise. Tujuan Core Stability Exercise adalah untuk menyeimbangkan kontraksi otot penyangga punggung dengan mengaktifkan deep muscle dengan kontraksi minimal pada otot superfisial, meningkatkan koordinasi otot serta mengurangi spasme dan ketegangan pada otot 9. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Hoppes dimana pemberian core stability selama delapan minggu dan menggunakan kelompok kontrol didapatkan nilai p = 0,014 dapat disimpulkan bahwa pemberian program core stability dengan jenis gerakan superman dan bird dog, secara signifikan meningkatkan aktivasi otot abdominal transversal yang berperan dalam stabilitas tulang belakang dan adanya peningkatan daya tahan otot serta terjadi penurunan intensitas nyeri pada penderita low back pain10. Peningkatan rata-rata daya tahan otot lumbal tersaji pada tabel 1 dimana rata-rata nilai pretest 48,8 detik dan hasil post-test mengalami kenaikan menjadi 76,2 detik. Hal ini membuktikan bahwa adanya peningkatan daya tahan otot lumbal ini setelah diberikan Core Stability Exercise yang signifikan pada tabel 4 dengan nilai p=0,000. Menurut Guthire11, gerakan bridging pada core Core Stability Exercise Dapat Menurunkan Nyeri PunggungA| Luh Putu Ayu Vitalistyawati dkk Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 9 No. 1 Jan 2025 p-ISSN 2548-8716 Halaman 38 Ae 45 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/406 stability exercise dilakukan dengan mengangkat pinggul ke udara sambil mempertahankan posisi lutut, pinggul dan bahu yang lurus. Adanya penahanan pada posisi ini akan mengaktivasi dari otot tranversal abdominis, rectus abdominis dan erector spine12. Pada gerakan superman menurut Hwang YI13, dilakukan dengan mengangkat kedua lengan dan kaki secara bersamaan dalam posisi tidur tengkurap, menurut Reiser14 gerakan superman ini mengaktivasi lebih banyak pada kontraksi otot paraspinal, superfisial fiber . ongissimus dan iliocostali. dan otot dalam . Pada gerakan bird dog dilakukan dengan cara merentangkan lengan kanan dan kaki kiri secara bersamaan dalam posisi merangkak. Pada gerakan bird dog, saat mengangkat kaki bagian kiri, maka multifidus kiri yang akan teraktivasi15. Begitu juga ketika mengangkat kaki bagian kanan maka otot multifidus kanan yang menunjukkan aktivasi yang sangat tinggi melebihi core muscle Hal ini menunjukkan bahwa gerakan bird dog mampu mengkontraksikan otot punggung hingga ke deep back muscle khususnya erector spine dan multifidus. Pada latihan bird dog, otot yang teraktivasi sebanyak 46% untuk multifidus dan sebesar 36% untuk erector spine secara Latihan dengan posisi supine . lebih mengaktivasi otot bagian perut, sedangkan latihan dengan posisi prone . lebih mengaktivasi otot pada bagian punggung. Latihan secara supine dan prone mengaktivasi grup otot lumbal yang berbeda, maka dari itu latihan stabilitas lumbal idealnya harus diberikan secara supine dan prone. Pemberian Core Stability Exercise pada pekerja penjahit yang mengalami nyeri punggung bawah dan lemahnya daya tahan otot lumbal sangat efektif untuk memperbaiki permasalahan yang Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Frizziero16 yang menyebutkan bahwa Core Stability termasuk dalam latihan terapeutik pada penderita low back pain non-spesifik. Dimana latihan ini dapat menurunkan nyeri, keterbatasan fungsional, meningkatkan quality of life (QOL) dan mengativasi core muscle. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu metode latihan yang bisa diberikan kepada pekerja dengan keluhan nyeri punggung bawah dan kemampuan daya tahan otot lombal. Dengan gerakan yang cukup sederhana dan tanpa perlengkapan khusus untuk melakukan Core Stability Exercise dapat dilakukan secara mandiri dan teratur untuk memberikan efek yang optimal. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan dari hasil analisis statistik dan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa pemberian Core Stability Exercise selama 12 kali selama 4 minggu dapat menurunkan nyeri punggung bawah dengan presentase 39,65% dan dapat menungkatkan daya tahan otot lumbal dengan peningkatan sebesar 55,12% pada pekerja penjahit. Namun perlu diperhatikan bahwa penelitian ini memerlukan peninjauan lebih dalam lagi dengan membandingkan dengan kelompok control untuk membandingkan keefektivitasan Core Stability Exercise. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi acuan fisioterapi dalam pemilihan latihan yang cocok untuk menangani keluhan musculoskeletal nyeri punggung bawah dan daya tahan otot lumbal. DAFTAR PUSTAKA