POEDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. Oktober 2022. Hal. PENDAMPINGAN PENINGKATAN BUDAYA LITERASI DENGAN PENGADAAN PERPUSTAKAAN DESA DI DESA SOOKO KECAMATAN WRINGINANOM KABUPATEN GRESIK Muhamad Arif1. Nurul Qomariyah2. Lina Hanivia3. Safitri Armarifah4. Sintia Elia Agustin5 1,2,3,4,5, Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Azhar Menganti Gresik Email: muhamadarif070593@gmail. (Diajukan: 02Agustus 2022. Direvisi: 30 Agustus 2022. Diterima: 30 Oktober 2. ABSTRAK Pemberdayaan masyarakat terkait literasi melalui perpustakaan desa bertujuan agar menambah atau meningkatkan minat baca khususnya pada anak-anak demi mengembangkan potensi yang dimilikinya sehingga anak-anak yang dijadikan sebagai penyongsong masa depan bangsa menjadi bibit unggul manusia yang cerdas dan berkualitas karena berilmu dan berakhlakul karimah akibat pendidikan yang baik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode ABCD (Asset Based Community Developmen. Metode ini menjadi suatu pendekatan dalam pengembangan masyarakat. Terdapat 5 prosedur yang digunakan dalam metode ABCD, yakni Define. Discovery. Dream. Design, dan Deliver/destiny. Program pemberdayaan masyarakat ini dapat terlaksana dengan baik dan maksimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku yang dijadikan sebagai Pojok Baca maupun perpustakaan desa memiliki dampak positif dalam mengatasi berbagai problematika pendidikan di desa Sooko. Wringinanom Gresik, yang pada awalnya budaya literasi di masyarakat masih tergolong rendah semakin hari semakin meningkat. Kata kunci : Perpustakaan, desa, literasi, pojok, baca. ABSTRACT Community empowerment related to literacy through village libraries aims to increase or increase interest in reading, especially in children in order to develop their potential so that children who are used as future faces of the nation become superior seeds of intelligent and quality human beings because they are knowledgeable and have good morals as a result of education. the good one. The research method used is the ABCD (Asset Based Community Developmen. This method is an approach to community There are 5 procedures used in the ABCD method, namely Define. Discovery. Dream. Design, and Deliver/destiny. This community empowerment program can be implemented properly and maximally. The results showed that books that were used as Reading Corners and village libraries had a positive impact in overcoming various educational problems in Sooko village. Wringinanom Gresik, where at first the literacy culture in the community was still relatively low and was increasing day by day. Keywords: Library, village, literacy, corner, reading. PENDAHULUAN Membicarakan tentang literasi maupun perpustakaan, sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Keberadaan perpustakaan menjuru ke berbagai tempat diantaranya setiap negara, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan bahkan desa. Selain itu, perpustakan juga menjuru untuk berbagai kalangan, yakni mulai anak-anak usia dini (PAUD) hingga usia lanjut (MANULA). Pendampingan Peningkatan Budaya A , (Muhamad Arif, dkk. | 33 POEDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. Oktober 2022. Hal. Istilah literasi didefinisikan secara beragam oleh para ahli dunia. Literasi sendiri merupakan kata serapan dari kata Literacy dan berasal dari bahasa Latin AuLiteratusAy yang berarti orang belajar. Menurut pendapat Elizabeth Sulzby pada tahun 1986 yang ditulis oleh Aprida Niken Palupi. Dian Ervia Widiastuti. Fitri Nurul Hidhayah, dkk dalam bukunya menyatakan bahwa literasi ialah kemampuan berbahasa yang tertanam pada diri seseorang dalam hal berkomunikasi, baik membaca, berbicara, menyimak, maupun menulis dengan cara yang tentunya berbeda-beda sesuai tujuan yang diharapkan oleh masing-masing individu. Lebih ringkasnya, literasi dapat diartikan sebagai keterampilan baca tulis. (Aprida Niken Palupi. Dian Ervia Widiastuti. Fitri Nurul Hidhayah, dkk . Berdasarkan data Worlds Most Literate Nations oleh Central Connecticut State University pada tahun 2016, peringkat literasi Negara Indonesia menduduki posisi kedua terbawah dari 61 negara yang sudah diteliti. Realita tersebut didukung oleh survey Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai minat baca dan tontonan anak Indonesia pada tahun 2012. Sekitar 17,66 anak Indonesia yang memiliki minat untuk membaca bacaan, dan sekitar 91,67% anak Indonesia memiliki minat menonton suatu tontonan. Literasi selalu dikaitkan dengan perpustakaan, karena keduanya tidak dapat Perpustakaan menjadi terikat dengan budaya membaca yang dapat disebut sebagai budaya literasi Namun, masih tergolong masih banyak di suatu wilayah belum memiliki sarana perpustakaan, termasuk di Desa Sooko Kecamatan Wringinanom Kabupaten Gresik juga belum memiliki perpustakaan desa untuk memaksimalkan minat masyarakat dalam hal berliterasi, baik literasi baca tulis, literasi sains, maupun literasi numerasi, sehingga budaya membaca tersebut juga menjadi kurang maksimal. Kualitas masyarakat di Indonesia perlu ditingkatkan setiap waktu. Hal tersebut bisa dilakukan dengan menciptakan budaya membaca sebagai salah satu bentuk upayanya. Namun sayangnya, budaya tersebut di Indonesia kurang maksimal dikarenakan sebagian masyarakat kurang memiliki kesadaran yang rendah mengenai pentingnya berliterasi, apalagi di wilayah pedesaan dengan berbagai factor yang mempengaruhi. Menurut data Kemendikbud, literasi dasar yang perlu dikuasai tiap individu terdiri dari 6 jenis, diantaranya. Literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, serta literasi budaya dan kewargaan. Tiap jenis literasi tersebut memiliki berbagai perbedaan baik dari segi definisi dan konsepnya. Di era globalisasi saat ini, semua orang diharapkan mampu untuk berliterasi khususnya anak-anak, karena anak-anak Pendampingan Peningkatan Budaya A , (Muhamad Arif, dkk. | 34 POEDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. Oktober 2022. Hal. menjadi harapan masa depan bangsa. Istilah AuLiterasiAy memiliki definisi yang berbedabeda dan tentunya mengalami beberapa perkembangan dalam tiap generasi. Pada generasi awal, literasi diartikan sebagai kemampuan/potensi dalam berbahasa dan menggambar melalui bentuk yang beraneka ragam. Ragam tersebut diantaranya: membaca, menulis, mengamati, mendengarkan, mengemukakan, menyajikan, dan berpikir kritis dan logis mengenai gagasan. Sedangkan pada generasi kelima atau yang bisa disebut dengan multiliterasi, dalam buku Pembelajaran Literasi yang ditulis oleh Yunus Abidin. Tita Muyati dan Hana Yunansah tahun 2017, dinyatakan bahwa literasi sebagai keterampilan dalam upaya mampu menyatakan dan dan memahami tiap informasi yang didapat menggunakan konteks konvensional dan teks inovatif, symbol, maupun multimedia. (Yunus Abidin dkk: Untuk mengatasi rendahnya berliterasi dalam masyarakat khususnya di tingkat pedesaan yang merupakan unit pemerintahan terendah, maka diperlukan pembangunan nasional berupa perpustakaan desa. Adanya perpustakaan dapat diawali dari adanya pemberdayaan masyarakat (Community Empowermen. Menurut jurnal yang dikutip oleh Syamsu Alam tahun 2015, dinyatakan bahwa berdasarkan lokasi, perpustakaan desa mencakup seluruh perpustakaan yang terdapat di wilayah desa/kelurahan dalam sebuah Perpustakaan desa menjadi aset di kalangan masyarakat. Maka ketika membutuhkan buku sebagai sumber belajar tidak perlu datang ke kota, karena di desa sudah tersedia. Terkait dengan perpustakaan, maka dari itu, tiap desa memerlukan koleksi buku dengan genre apapun asalkan mendidik, mulai dari majalah, novel, buku pelajaran, buku dongeng, buku panduan, dan lain sebagainya. (Syamsu Alam: 2. Menurut Sutarno NS pada tahun 2006 yang dikutip oleh Muhammad Syafik Bahaudin menyatakan bahwa perpustakaan di Indonesia terdapat berbagai macam, diantaranya: Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Badan Perpustakaan Daerah. Perpustakaan Umum. Perpustakaan Perguruan Tinggi. Perpustakaan Sekolah. Perpustakaan Khusus. Perpustakaan Lembaga Keagamaan. Perpustaakan Internasional. Perpustakaan Kantor Perwakilan Negara-negara Asing. Perpustakaan Pribadi, dan Perpustakaan Digital (Sutarno: 2. Perpustakaan dijadikan sebagai pusat informasi, sumber ilmu pengetahuan, objek penelitian, rekreasi, dan memberikan jasa terhadap masyarakat. Perpustakaan desa perlu diadakan karena mayoritas penduduk di Indonesia berada di pedesaan yang dimana sarana Pendampingan Peningkatan Budaya A , (Muhamad Arif, dkk. | 35 POEDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. Oktober 2022. Hal. dan prasarana kurang memadai jika dibandingkan dengan perkotaan dengan fasilitas yang cukup canggih. Perpustakaan desa yang terdapat dalam Surat Keputusan Menteri dalam Negeri dan Otonomi Daerah pada tahun 2008 ayat 9, dinyatakan definisi perpustakaan desa ialah tempat persediaan bahan bacaan sebagai salah satu sumber belajar untuk masyarakat sebagai upaya memberdayakan masyarakat. Menurut Rita tahun 2018 yang dikutip pada jurnal karya Yunus Winoto dan Sukaesih, dinyatakan bahwa selain pendidikan formal, ternyata pendidikan non formal juga berperan penting mencerdaskan kehidupan bangsa melalui budaya literasi dan pembinaan perpustakaan sebagai program pemberdaya masyarakat. Namun, hal tersebut perlu diasah dan dikaji lebih dalam (Rita: Menurut skripsi yang ditulis oleh Edi Suwarno pada tahun 2017, menyatakan bahwa perpustakaan desa memiliki peran secara signifikan bagi masyarakat, yakni sebagai wadah belajar dalam meningkatkan potensi tiap individu supaya dapat menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak mulia dan cakap dalam menyongsong masa depan melalui ranah pendidikan (Edi Suwarno: 2. Disini penulis membatasi masalah dengan membahas mengenai perpustakaan desa, tepatnya di desa Sooko Kecamatan Wringinanom Gresik. Hal tersebut sesuai dengan program kuliah kerja nyata sebagai bentuk pengabdian kelompok kami di lingkup masyarakat dalam upaya melakukan pemberdayaan masyarakat dalam hal literasi. Upaya pemberdayaan masyarakat ini memiliki target yakni meningkatkan minat baca khususnya pada anak-anak demi mengembangkan potensi yang dimiliki sehingga menjadi manusia yang cerdas karena berilmu dan berakhlakul karimah akibat pendidikan yang baik. METODE Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian ABCD (Asset Based Community Developmen. , atau dalam bahasa Indonesia AuPengembangan Komunitas Berdasarkan Aset PentingAy. Metode ini menjadi suatu pendekatan dalam pengembangan Adapun prosedur yang digunakan dalam metode ABCD dapat dirincikan sebagai berikut: Pendampingan Peningkatan Budaya A , (Muhamad Arif, dkk. | 36 POEDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. Oktober 2022. Hal. Gambar 1. Siklus 5-D pemberdayaan masarakat yang diterapkan di desa Sooko. Wringinanom Gresik Sumber: https://w. uk/blog/appreciative-inquiry Define (Menentuka. Pelaku pemberdayaan masyarakat menentukan pilihan topik dalam melakukan pendampingan di lingkungan masyarakat. Topik yang dipilih di Lembaga pendidikan dan balai desa Sooko. Wringinanom Gresik ialah peningkatan literasi melalui Pojok Baca. Discovery (Penemuan Mendala. Pelaku pemberdayaan dan pendamping melakukan beberapa proses secara Hal tersebut dilakukan dengan cara mengidentifikasi dan memetakan asset . yang dimiliki oleh Lembaga Pendidikan dan balai desa Sooko. Wringinanom Gresik. Adapun aset yang dimiliki berupa sumber daya manusia, sarana prasarana maupun tata kelola administrasi. Pengidentifikasian dan pemetaan asset dilakukan melalui kegiatan wawancara dengan pihak lembaga maupun komunitas tersebut untuk mencari data. Selain itu, dilakukan kegiatan observasi di tiap kelas untuk mengetahui aset yang dimiliki oleh Lembaga Pendidikan maupun balai desa Sooko, termasuk berbagai program yang telah tersusun beserta problematika yang terjadi disana. Peneliti mengamati keadaan tiap ruangan apakah sudah memiliki fasilitas baca yang memadai, baik dari segi rak buku, maupun bukunya sendiri. Dream (Impia. , mengembangkan asset . oleh komunitas. Adanya mimpi menjadi hal pokok Pendampingan Peningkatan Budaya A , (Muhamad Arif, dkk. | 37 POEDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. Oktober 2022. Hal. sebelum melakukan tahapan selanjutnya. Pemberdaya memimpikan anak-anak memiliki minat baca yang luar biasa. Setelah terdapat mimpi, barulah pelaku pemberdayaan beserta pendamping merumuskan tujuan dalam pengembangan asset . tersebut, yakni menciptakan bibit unggul bangsa yang berkualitas melalui penegakan budaya literasi dalam diri komunitas sehingga memiliki pola pikir yang Dalam fase ini, pelaku pemberdayaan melakukan diskusi dengan komunitas lembaga Pendidikan maupun balai desa Sooko. Wringinanom Gresik. Pendamping melakukan diskusi dengan pihak lembaga dan komunitas desa Sooko. Design (Mendesain atau merancan. Pada fase ini, pelaku pemberdayaan melakukan beberapa hal, yang diawali dengan merumuskan strategi, proses, dan sistem. Pelaku melakukan inventarisasi buku. Buku-buku yang kami peroleh berasal dari pihak-pihak yang dapat membantu Tim pemberdaya mendata buku-buku hingga diklasifikasikan menjadi beberapa jenis. Setelah buku yang terkumpul sudah mencukupi, barulah memindahkannya ke lembaga pendidikan maupun balai desa Sooko, karena di lembaga pendidikan terdapat rak buku dengan buku seadanya. Sedangkan di balai desa Sooko hanya terdapat ruangan kosong. Deliver atau Destiny (Melaksanakan dan mengontrol atau mengevaluas. Pada fase ini, pelaku pemberdayaan mengimplementasikan mengenai pelaksanaan dan pengevaluasian. Terdapat cara yang dilakukan oleh pelaku pemberdayaan. Cara pelaku dan pendamping pemberdayaan dalam menumbuhkan minat baca masyarakat khususnya anak-anak di desa Sooko dimulai dengan cara sederhana, berkaitan dengan agenda setiap malam yakni mengajar les dengan dihadiri cukup banyak anak secara antusias, disela pembelajaran yang pendamping berikan kepada anak-anak, pendamping selalu menyodorkan minimal 1 buku perhari untuk dibaca secara random, begitupun seterusnya. Selain itu, buku pelajaran akan ditempatkan di lembaga pendidikan desa Sooko bagian pojok. Peneliti sudah mengamati secara langsung, raknya sudah tersedia, namun kondisinya kurang bagus dan bukunya kurang memadai. Jadi, pemberdaya merenovasi rak dan menambahkan buku-buku untuk menarik siswa-siswi di kelas tersebut. Sedangkan untuk buku layak baca lainnya, akan pelaku investasikan ke balai desa Sooko. Wringinanom Gresik. Pendampingan Peningkatan Budaya A , (Muhamad Arif, dkk. | 38 POEDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. Oktober 2022. Hal. HASIL. PEMBAHASAN. DAN DAMPAK Pelaksanaan pendampingan di lembaga pendidikan bersama komunitas se-desa Sooko. Wringinanom Gresik telah dilakukan melalui 5 fase/siklus, diantaranya: Define. Discovery. Dream. Design, dan Deliver. Define Pelaku beserta pendamping pemberdayaan masyarakat menentukan pilihan topik bersama dosen STAI Al Azhar Menganti Gresik. Menetukan topik Topik yang ditentukan pada tanggal 01 Agustus 2022 Ae 07 Agustus 2022 ialah peningkatan literasi. Topik tersebut dipilih berdasarkan hasil diskusi dengan dosen STAI Al Azhar, yakni Muhamad Arif dan Muhammad Kambali, yang memandang bahwa tingkat literasi masyarakat desa Sooko. Wringinanom Gresik masih tergolong rendah. Gambar 2. Diskusi antar mahasiswa dengan dosen STAI Al Azhar terkait pelaksanaan program literasi desa Sooko. Wringinanom Gresik Hari pertama terjun di lapangan. Pelaku dan pendamping pemberdayaan menetukan topik dan komunitas karena berdasarkan kenyataan empiris Menentukan komunitas dampingan Dari hasil diskusi bersama dosen dan mahasiswa, aset yang perlu dikembangkan ialah lembaga pendidikan dan balai desa Sooko bersama Melakukan kesepakatan bekerjasama dengan mitra komunitas dampingan Pendampingan Peningkatan Budaya A , (Muhamad Arif, dkk. | 39 POEDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. Oktober 2022. Hal. Pelaku pemberdayaan dan pendamping melakukan kerja sama dengan pihak lembaga pendidikan dan koordinator desa Sooko pada tanggal 13 Agustus Discovery Pada fase ini, pelaku dan pendamping melakukan proses pencarian secara mendalam mengenai sumber daya manusia, sarana prasarana maupun tata kelola administrasi di lembaga dan balai desa Sooko. Untuk memaksimalkan dan mengoptimalkan fase kedua ini diperlukan 2 kegiatan, yakni wawancara . egiatan tanya jawa. dan observasi . engamatan secara langsun. ke lokasi yang menjadi sasaran Wawancara Pelaku dan pendamping mengunjungi lembaga pendidikan desa Sooko untuk melakukan tanya jawab dengan berbagai komunitas yang ada di desa Sooko. Wringinanom Gresik. Pertanyaan pewawancara lebih menekankan pada sarana prasarana agar pelaku dan pendamping dapat mengatur strategi dalam menciptakan pojok baca yang kreatif. Begitu juga pendamping melakukan wawancara dengan pihak desa terkait ruang perpustakaan di balai desa. Dari hasil wawancara di lembaga pendidikan bersama komunitas desa Sooko menunjukkan bahwa kurang adanya minat baca disana yang menjadi problematika. Hal tersebut tentunya dipengaruhi oleh berbagai faktor. Sedangkan dari pihak desa belum memiliki perpustakaan desa. Kegiatan wawancara tersebut dilaksanakan pada tanggal 05-06 Agustus 2022. Pendampingan Peningkatan Budaya A , (Muhamad Arif, dkk. | 40 POEDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. Oktober 2022. Hal. Gambar 3. Wawancara antara tim pemberdaya dengan kepala sekolah lembaga MI Mifahul Ulum desa Sooko. Wringinanom Gresik Dari gambar diatas dapat diketahui bahwa anggota tim pemberdayaan melakukan wawancara dengan kepala sekolah MI Miftahul Ulum yakni bapak Ahmad Mansur Wahid. AG Sooko. Wringinanom Gresik terkait tingkat literasi di lembaga tersebut. Observasi Selain wawancara, observer perlu mengamati secara langsung agar dapat mengetahui keadaan di lembaga pendidikan desa Sooko. Wringinanom Gresik. Dari pengamatan pelaku dan pendamping pada tanggal 05-06 Agustus 2022, dapat dinyatakan bahwa terdapat lembaga pendidikan yang sudah memiliki aset pojok baca, namun dari segi rak kurang menarik, dari segi buku juga kurang memadai dan sudah kusam. Sedangkan di balai desa, ruangan sudah tersedia, namun untuk raknya belum ada, listrik juga belum tersedia. Maka dari itu, tim pemberdaya berinisiatif untuk membuat rak buku sendiri dari papan. Pendampingan Peningkatan Budaya A , (Muhamad Arif, dkk. | 41 POEDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. Oktober 2022. Hal. Gambar 4. Observasi ke lembaga pendidikan desa Sooko Gambar diatas menunjukkan keadaan awal rak buku beserta isi bukunya di lembaga pendidikan Sooko. Dari segi rak, terlihat sudah kusam dan catnya banyak yang terkelupas. Sedangkan dari segi buku, hanya berisi beberapa buku saja di satu sisi, dan sisi satunya belum terdapat buku. Gambar 5. Observasi ke balai desa desa Sooko Saat observer melakukan observasi ke balai desa Sooko, ternyata disana masih terdapat ruangan kosong, listrik belum ada, fasilitas juga belum ada. Jadi, tim pemberdaya akan menggunakan ruangan tersebut untuk dijadikan perpustakaan Pelaku membuat rak buku dari papan, dan buku layak baca yang sudah disiapkan akan dipindahkan kesana. Dream Fase ini menjadi mimpi yang diharapkan dalam mengembangkan asset . komunitas sebagai tujuan bersama. Rumusan tujuan yang diharapkan ialah minat baca yang besar menjadi harapan pelaku dan pendamping pemberdayaan masyarakat di desa Sooko. Anak-anak diharapkan memiliki motivasi yang besar dalam hal literasi. Di zaman millenial saat ini, anak-anak Pendampingan Peningkatan Budaya A , (Muhamad Arif, dkk. | 42 POEDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. Oktober 2022. Hal. pendidikan Indonesia, karena menambah ilmu pengetahuan diawali dari Tanpa membaca, tidak bisa menulis dengan baik, begitu juga Gambar 6. Ibu-ibu posyandu membaca buku sembari menunggu giliran tiba Kegiatan pojok baca oleh ibu-ibu posyandu dilaksanakan pada tanggal 12 Agustus 2022 pukul 09. 00-selesai yang ditempatkan di balai dusun Sooko. Wringinanom Gresik. Dari kegiatan tersebut, kalangan ibu-ibu akhirnya mengetahui adanya program dari tim pemberdaya dan mendukung adanya hak Gambar 7. Siswa MTs Maulana Malik Ibrahim desa Sooko membaca buku diluar kelas Selain ibu-ibu posyandu, siswa MTs Maulana Malik Ibrahim di desa Sooko juga turut memanfaatkan pojok baca dengan membaca buku random yang Pendampingan Peningkatan Budaya A , (Muhamad Arif, dkk. | 43 POEDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. Oktober 2022. Hal. disediakan oleh tim pemberdaya masyarakat sembari menunggu giliran pemeriksaan kesehatan keliling yang berkontribusi dengan Yayasan Yatim Mandiri pada tanggal 23 Agustus 2022 pukul 09. 00-selesai dan bertempat di TK Dharma Wanita. Gambar 8. Kegiatan membaca buku oleh MI Miftahul Ulum Sooko. Wringinanom Gresik. Siswa-siswi MI Miftahul Ulum Sooko. Wringinanom Gresik membaca sebagian buku Pojok Baca secara bersama-sama saat jam istirahat pada tanggal 29 Agustus 2022 pukul 09. 30-selesai secara tertib. Design Dalam fase ini, pelaku dan pendamping pemberdayaan masyarakat mengawali dengan merumuskan strategi, proses dan sistem demi selesainya problematika dalam suatu komunitas. Adapun hasil desain yang akan dilakukan agar sesuai tujuan yang diharapkan ialah sebagai berikut: Merumuskan strategi program dampingan Strategi program dampingan berbentuk peluang yang ada. Pelaku pemberdaya memanfaatkan kesempatan berupa Pojok Baca. Hal itu diawali dengan melakukan inventarisasi buku. Buku-buku yang diperoleh berasal dari pihak-pihak yang dapat membantu pendonasian. Tim pemberdaya buku-buku penulis/pengarang, tahun terbit, kode buku, hingga buku tersebut diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, antara lain: Fiksi . ovel, komi. , maupun non fiksi . ajalah, buku pelajaran, kamus, ds. Setelah buku yang Pendampingan Peningkatan Budaya A , (Muhamad Arif, dkk. | 44 POEDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. Oktober 2022. Hal. terkumpul sudah mencukupi, barulah memindahkannya ke lembaga pendidikan dan balai desa Sooko, karena disana terdapat rak buku dengan buku seadanya, jadi pelaku pemberdaya merenovasi dan menambahkan buku-buku layak baca agar Pojok Baca terlaksana dengan baik. Gambar 9. Inventarisasi buku layak baca Berdasarkan foto diatas, kegiatan inventarisasi buku layak baca dilakukan oleh tim pemberdaya sebelum distempel dan diserahkan pada lembaga pendidikan dan balai desa Sooko. Kegiatan tersebut dilakukan pada tanggal 08 Agustus 2022 pukul 18. 30-selesai. Kegiatan inventarisasi ditujukan agar buku sebagai bahan perpustakaan memiliki data. Gambar 10. Tim pemberdaya menstempel buku layak baca Setelah selesai mendata buku, salah satu anggota tim pemberdaya menstempel buku-buku layak baca sebelum diserahkan ke lembaga pendidikan dan balai desa Sooko. Wringinanom Gresik. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 09 Agustus 2022 pukul 08. 00-selesai. Pendampingan Peningkatan Budaya A , (Muhamad Arif, dkk. | 45 POEDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. Oktober 2022. Hal. Gambar 11. Tim pemberdaya memindahkan buku layak baca ke balai desa Sooko. Wringinanom Gresik Pada hari Selasa, 30 Agustus 2022 pukul 09. 00, pemberdaya memindahkan buku layak baca ke balai desa Sooko. Wringinanom Gresik setelah menyiapkan meja dari papan kayu dan beberapa kursi untuk duduk. Menyusun proses program dampingan Pelaksanaan program tersebut berkaitan dengan beberapa hal, diantaranya: Waktu pelaksanaan Pelaksanaan program tersebut dilaksanakan pada tanggal 19 Agustus Program yang dilakukan ialah membuat pojok baca sekreatif mungkin yang diawali dari pembuatan banner Pojok Baca . Pelaksanaan program bersama komunitas . Pembuatan pojok baca dilakukan oleh tim pemberdaya masyarakat STAI Al Azhar. Menganti Gresik dan sosialiasi penguatan literasi melalui Dongeng Berkisah dari pihak Yayasan Yatim Mandiri Surabaya. Membuat keputusan dan mengembangkan kolaborasi dengan berbagai asosiasi, institusi dan koneksi Untuk meraih keberhasilan dalam program ini, maka tim pemberdaya masyarakat STAI Al Azhar. Menganti Gresik melakukan kerjasama dengan asosiasi pihak lembaga pendidikan desa Sooko, koordinator desa, dosen STAI Al Azhar. Yayasan Yatim Mandiri Surabaya, serta masyarakat desa Pendampingan Peningkatan Budaya A , (Muhamad Arif, dkk. | 46 POEDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. Oktober 2022. Hal. yang peduli dengan lembaga dengan cara membantu pendonasian bukubuku untuk pojok baca. Deliver/Destiny Fase ini menjadi pengimplementasian program terhadap komunitas yang telah dirumuskan sebelumnya hingga pengevaluasian program. Adapun tahapan yang dilakukan ialah sebagai berikut: Tahap pelaksanaan Kegiatan penguatan literasi yang dipandu oleh Yayasan Yatim Mandiri Surabaya dilaksanakan pada Senin, 29 Agustus 2022 pukul 09. 00-selesai. Pelaksanaan berjalan dengan lancar dan semestinya, dimulai dari pembukaan, acara inti, hingga penutup. Dalam program ini, dipimpin oleh anggota Yayasan Yatim Mandiri. Adapun susunan acaranya sebagai . Pembukaan Acara dibuka dengan salam dan dilanjutkan dengan membaca surat AlFatihah yang dipimpin oleh salah satu anggota Yayasan Yatim Mandiri . Acara inti Acara inti dipimpin dan dipandu secara langsung oleh tim Yayasan Yatim Mandiri. Adapun isi acaranya yakni pemberian semangat . untuk selalu membaca terhadap siswa-siswi di lembaga MI Miftahul Ulum Sooko. Wringinanom Gresik, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Dongeng Berkisah. Tim Yayasan Yatim Mandiri bercerita/mendongeng untuk menarik minat siswa-siswi disana. Selain itu, buku layak baca yang sudah disiapkan oleh tim pemberdayaan dan pendamping segera diserahkan kepada pihak lembaga tersebut. Acara penutup Setelah acara selesai, salah satu anggota Yayasan Mandiri menutup dengan membacakan doa. Hambatan/rintangan yang dihadapi ketika melaksanakan program ini, yakni kurangnya budaya literasi anak yang dipicu oleh perkembangan zaman seiring dengan adanya teknologi yang semakin canggih berupa Anak-anak zaman sekarang menyepelekan buku fisik dan lebih memilih membaca bacaan melalui internet. Pendampingan Peningkatan Budaya A , (Muhamad Arif, dkk. | 47 POEDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. Oktober 2022. Hal. Gambar 12. Tim pemberdaya masyarakat bersama tim Yayasan Yatim Mandiri siswa-siswi Miftahul Ulum Sooko. Wringinanom Gresik Dari foto diatas, dapat diketahui bahwa tim pemberdaya masyarakat foto bersama setelah pelaksanaan sosialisasi terkait penguatan literasi di lembaga MI Miftahul Ulum yang dimulai pada pukul 09. 00-selesai bersama Yayasan Yatim Mandiri Perubahan pada aspek hasil pemberdayaan di komunitas desa Sooko. Wringinanom Gresik Proses pemberdayaan yang telah dilaksanakan mulai dari tahap Define. Discovery. Dream. Design, dan Deliver/destiny. Maka, dari 5 tahap tersebut terdapat perubahan yang telah dilaksanakan yaitu sebagai berikut: Budaya literasi di masyarakat yang awalnya masih tergolong rendah semakin hari semakin meningkat. Sebelum pemberdaya terjun di desa Sooko, minat baca masyarakat kurang diperhatikan . Kesadaran pentingnya literasi semakin berkembang . Kualitas komunitas semakin berkembang dengan adanya Pojok Baca. Komunitas . Menjadi cara belajar yang menarik perhatian komunitas yang berpusat pada kemampuan daya ingat dan daya pikir yang kritis. Dengan cara belajar yang kreatif, hal itu menjadi magnet yang kuat bagi masyarakat dalam membaca sebagai motivasi. Pendampingan Peningkatan Budaya A , (Muhamad Arif, dkk. | 48 POEDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. Oktober 2022. Hal. SIMPULAN Berdasarkan hasil dari pemberdayaan masyarakat di desa Sooko. Wringinanom Gresik yang menggunakan metode ABCD (Asset Based Community Developmen. , dapat diambil kesimpulan bahwa pelaksanaan program pemberdayaan ini dapat berjalan secara Perpustakaan desa maupun kegiatan pojok baca di desa Sooko. Wringinanom Gresik memiliki pengaruh secara signifikan dalam lenbaga pendidikan di sekolah maupun masyarakat sekitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku yang dijadikan perpustakaan desa memiliki dampak yang positif dalam mengatasi berbagai problematika yang dihadapi oleh lembaga pendidikan dan pihak desa, yang pada awalnya budaya literasi di masyarakat masih tergolong rendah semakin hari semakin meningkat. UCAPAN TERIMAKASIH Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala karunia yang telah diberikan sehingga pemberdaya masyarakat dapat menyelesaikan pengabdian sampai penyusunan laporan ini. Penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu proses pengerjaan dari awal hingga akhir. Penulis menyampaikan rasa terimakasih kepada: Sutrisno selaku kepala desa Sooko. Wringinanom Gresik Civitas STAI Al Azhar sebagai perantara karena telah bersedia memberikan ruang dan luang kepada pepmberdaya untuk terjun langsung ke desa Sooko. Wringinanom Gresik Komunitas lembaga desa Sooko yang telah berpartisipasi secara aktif dalam upaya peningkatan literasi. Yayasan Yatim Mandiri Surabaya atas kontribusi terkait pemberian sosialiasi penguatan literasi melalui Dongeng Berkisah di lembaga pendidikan desa Sooko. Wringinanom Gresik. DAFTAR PUSTAKA