https://jurnal. PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG PENCEGAHAN PENYAKIT MALARIA Azlan Suwanda1*. Sri Legawati2 Di Keperawatan. Akper Gita Matura Abadi . Kisaran . Indonesia *Email Korespondensi: azlansinaga12345@gmail. Abstract Malaria is a disease caused by protozoa of the genus Plasmodium. Malaria in humans can be caused by P. falciparum, and P. Malaria is transmitted by female Anopheles mosquitoes, resulting in infection of red blood cells by Plasmodium, which is transmitted through the Anopheles mosquito's bloodsucking. The purpose of this study was to determine family knowledge about malaria prevention. This study used a descriptive survey design with a cross-sectional The study population was 103 heads of families in Darussalam Hamlet. Teluk Piai Village, with a sample of 20 respondents. Respondents were family members suffering from malaria. The sample was selected using the Probability sampling technique or Simple Random Sampling, where the sample was drawn randomly without regard to strata within the population. Based on the results, it was found that family knowledge about malaria prevention was categorized as quite good, with a score of 6. 5%). Although families understand the basic transmission methods, there are still shortcomings in the technical aspects of independent primary prevention. Conclusion: Family knowledge is at a moderate . Strengthening health education through a familycentered approach is needed to increase understanding and shift preventive behavior from adequate to good to support the malaria elimination program. Keywords: Family. Malaria. Knowledge. Prevention Abstrak Malaria merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh Protozoa dari genus Plasmodium. Malaria pada manusia dapat disebabkan oleh P. falciparum dan P. Penularan malaria dilakukan oleh nyamuk Anopheles betina, sehingga terjadi infeksi pada sel darah merah oleh Plasmodium yang ditularkan dengan cara menghisap darah manusia oleh nyamuk Anopheles. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan keluarga tentang pencegahan penyakit malaria. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Deskriptif Survey dengan pendekatan metode Cross Sectional. Jumlah populasi penelitian 103 Kepala Keluarga di Dusun Darussalam Desa Teluk Piai dengan sampel sebanyak 20 orang responden responden adalah anggota keluarga yang menderita Malaria yang diambil dengan menggunakan Teknik Probality sampling atau Simple Random Sampling dimana pengambilan sampel dengan cara di acak tanpa memperhatikan strata yang ada di dalam anggota populasi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pengetahuan keluarga tentang pencegahan penyakit malaria termasuk dalam kategori cukup baik dengan hasil yang diperoleh sebesar 6,75 . ,5%). Meskipun keluarga memahami cara penularan dasar, masih terdapat kekurangan dalam aspek teknis pencegahan primer secara mandiri. Kesimpulan Pengetahuan keluarga berada pada level moderat . Diperlukan penguatan edukasi kesehatan dengan pendekatan keluarga . amily-centered approac. untuk meningkatkan pemahaman dan mengubah perilaku pencegahan dari kategori cukup menjadi baik guna mendukung program eliminasi malaria Kata Kunci : Keluarga. Malaria. Pengetahuan. Pencegahan Vol 2. No 1. Januari, 2026 *Corresponding author email : azlansinaga12345@gmail. Page 26 of 31 PENDAHULUAN mengidentifikasi bahwa dirinya terinfeksi malaria, sehingga penanganan medis lama. Selain itu, kesulitan identifikasi juga membuat sumber penyebab infeksi terlambat untuk ditangani dan penularan ke orang banyak terlanjur terjadi. tempat penampungan air yang sudah menjadi sarang nyamuk pembawa parasit dan masih digunakan untuk konsumsi (Kaklya, 2. Orang yang sudah pernah terinfeksi dan sembuh juga dengan mudah terinfeksi malaria kembali akibat tidak Pemukiman masyarakat sendiri juga masih rawan dikelilingi sarang nyamuk sebab banyak genangan air ketika curah hujan yang tinggi, ditambah dengan lingkungan yang kurang bersih. malaria(Kemenkes RI & P4I, 2. (Kemenkes RI, 2. Berdasarkan data pusat statistik Kabupaten Labuhan Batu Utara Provinsi Sumatera Utara tahun 2021 jumlah penderita malaria sebanyak 437 penderita, tahun 2023 jumlah penderita malaria meningkat menjadi 711 penderita, disini penulis dapat mengambil Gambaran peningkatan kasus malaria sejumlah 274 penderita atau 23,86%. Data penderita malaria diwilayah kerja puskesmas kampung masjid tahun 2024 sebanyak 197 penderita Adapun rincian data malaria tersebut diantaranya : kelurahan kampung masjid sebanyak 61 penderita, desa teluk piai sebanyak 107 penderita, desa sei sentang sebanyak 4 penderita, desa tanjung mengedar sebanyak 25 penderita. Untuk keluarga tentang pencegahan malaria maka penulis melakukan survey awal Di Dusun Sialang Gatap Kecamatan Kampung Masjid Kabupaten Labuhan Batu Utara Propinsi Sumatera Utara dengan jumlah Penderita sebanyak 21 orang anggota keluarga yang menderita malaria. Malaria merupakan penyakit infeksi menular yang tetap menjadi ancaman kesehatan masyarakat global, dengan angka kesakitan yang signifikan di wilayah tropis (WHO, 2. Penyakit ini disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan melalui vektor nyamuk Anopheles. Secara klinis, infeksi ini menyebabkan gejala demam sistemik yang jika tidak ditangani secara cepat dapat menyebabkan komplikasi yang fatal bagi penderitanya. Upaya eliminasi malaria sangat bergantung pada partisipasi aktif di tingkat rumah tangga. Keluarga memegang peranan sentral sebagai unit pengambil keputusan dalam tindakan pencegahan, seperti penggunaan kelambu berinsektisida dan mengurangi sarang nyamuk (Pribadi. Keberhasilan upaya pencegahan ini sangat ditentukan oleh sejauh mana anggota keluarga memahami risiko dan metode penularan penyakit tersebut. Berdasarkan teori perilaku kesehatan, pengetahuan merupakan faktor prediktor utama dalam pembentukan tindakan individu (Notoatmodjo, 2. Berdasarkan capaian endemisitas per provinsi tahun 2020 terdapat 3 provinsi yang telah mencapai 100% ehminasi malaria, antara lain DKI Jakarta. Jawa Timur, dan Bali. Sementara provinsi dengan wilayahnya yang belum mencapai eliminasi malaria yakni Maluku. Papua, dan Papua Barat. Tahun 2020 masih ada 23 kabupaten/kota yang endemis malaria nya masih tinggi. 21 kabupate n/kota endemis sedang, dan 152 kabupaten/kota endemis rendah (P2P Kemenkes RI, 2. Gejala malaria yang mirip ge jala sakit ringan juga menyulitkan masyarakat di Copyright: @ 2026 Authors Dusun ini merupakan desa terdekat dengan Lokasi peneliti, tujuan dari survey awal untuk mengumpulkan data dan mendapatkan Gambaran secara umum atau pemahaman awal tentang topik yang akan diteliti yaitu Tingkat pengetahuan penderita malaria tentang pencegahan malaria Peneliti mengambil responden sejumlah 20 orang dengan menggunakan quesioner sekaligus melakukan uji validitas. Hasil pengukuran yang didapat dari survey awal masih banyak penderita malaria yang tidak mengetahui tentang pencegahan malaria oleh karena itu penulis tertarik mengambil judul penelitian Pengetahuan keluarga tentang pencegahan Penyakit Malaria Di Dusun Darussalam Desa Teluk Piai. METODE Desain penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif Survei dengan metode cross sectional bertujuan membuat gambaran atau deskripsi atau keadaan secara obyektif yaitu tentang pengetahuan keluarga tentang pencegahan penyakit malaria di Dusun Darussalam Desa Teluk Piai Kecamatan Kualuh Hilir dan dilakukan pada bulan Mei 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga yang berjumlah 103 kepala keluarga. Pengambilan sampel menggunakan te hnik Simple Random yang artinya pe ngambilan sampe l de ngan cara di acak tanpa me mpe rhatikan strata yang ada di dalam anggota popu lasi. Sampel dalam penelitian ini adalah kepala keluarga atau anggota keluarga yang pernah mengalami penyakit Adapun jumlah sampel 20 orang keluarga selanjutnya disebut responden. Alat kuisioner/angket, observasi, wawancara. Teknik pengumpulan data telah melalui proses editing, coding, tabulating, entri data, dan analisa data. Uji validitas dan realiabilitas HASIL telah dilaksanakan setelah lulus kaji etik pada 28 November 2024 dan responden menyatakan bersedia dalam kegiatan penelitian ini. Tabel 1 Distribusi responden berdasarkan usia . No. Umur 30-35 tahun 35-45 tahun 45-65 tahun Total Berdasarkan hasil dari tabel I menjelaskan mayoritas umur keluarga yang mederita malaria adalah 45-65 tahun sebanyak 8 orang . %) dan minoritas di umur 30-35 dan 35-45 tahun sebanyak 6 orang . %). Tabel 2. Pengetahuan tentang pencegahan penyakit malaria . Variabel Pencegahan penyakit menebar ikan cupang ke genangan air meyngalir mencegah terjadinya penyakit malaria (AUTAN) pada saat beraktifitas diluar rumah pada malam hari dapat mencegah terjadinya penyakit malari vaksin malaria pada bayi dan anak yang tinggal didaerah endemis malaria dapat mencegah terjadinya penyakit malaria Tahu Tidak Tahu Tahu Tidak Tahu Tahu Tidak Tahu Tahu Copyright: @ 2026 Authors Variabel Panjang dan celana Panjang pada malam hari dapat mencegah nyamuyk menghilangkan tempat seperti kaleng dan ban bekas yang berisi air menceygah Pencegahan penyakit angin pada saat tidur penyemprotan rumah dengan insektida dapat penyakit malaria Penggunan kelambu mencegah terjadi nya penyakit malaria memasang kawat kasa di jendela dan ventilasi rumah dapat mencegah peynyakit malaria Tidak Tahu Tahu Tidak Tahu Tahu Tidak Tahu Tahu Tidak Tahu Tahu Tidak Tahu Tahu Tidak Tahu Tahu Tidak Tahu Tabel 2 menjelaskan bahwa Mayoritas responden mengatakan AuTidak tahuAy tentang menebar ikan cupang ke genangan air dan persawahan sebanyak 12 orang . %) Mayoritas responden mengatakan AuTahuAy tentang menggunakan obat nyamuk sebanyak 15 orang . %) Mayoritas responden mengatakan AuTahuAy tentang vaksin malaria pada bayi sebanyak 11 orang 55%) Mayoritas responden mengatakan AuTahuAy tentang menggunakan baju panjang dan celana panjang di malam hari sebanyak 13 orang . %) Mayoritas AuTahuAy tentang menghilangkan tempat pembiakan nyamuk seperti kaleng sebanyak 15 orang . %) Mayoritas AuTidak tahuAy menggunakan kipas angin pada saat tidur dapat mengusir nyamuk sebanyak 13 orang . %) Mayoritas AuTahuAy tentang menjaga kebersihan lingkungan rumah sebanyak 17 orang . %) Mayoritas AuTidak tahuAy tentang penyemprotan rumah dengan insektida sebanyak 11 orang . %) Mayoritas AuTahuAy tentang memakai kelambu pada saat tidur sebanyak 20 orang . %) Mayoritas AuTahuAy tentang memasang kawat di kasa jendela dan ventilasi sebanyak 20 orang . %). Tabel 3 Aspek Pengukuran Pengetahuan keluarga tentang pencegahan penyakit malaria No Total Responden Hasil Keterangan Score 0,65 Hasil = Total Score 0,55 Responden 0,25 Kategori = Total Hasil 0,15 0,55 0,35 0,25 Total 0,75 0,45 0,65 6,75 Bobot Max = 6,75 X 100 = 67,5% (Cuku. Copyright: @ 2026 Authors Berdasarkan tabel 3 hasil pengukuran tentang pengetahuan keluarga tentang pencegahan penyakit malaria masuk dalam kategori AuCukupAy dimana hasil skor 6,75 dengan presentase 67,5%. PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan keluarga mengenai pencegahan penyakit malaria berada dalam kategori "Cukup" dengan perolehan skor 6,75 . ,5%) . Capaian ini mengindikasikan bahwa Keluarga , telah memiliki pemahaman dasar namun belum mencapai tahap internalisasi informasi yang sempurna. Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan Menurut (Notoatmodjo, 2. , tingkat pengetahuan AuCukupAy menunjukkan bahwa keluarga sudah . , namun belum tentu mampu . tersebut dalam tindakan preventif harian yang Hasil 67,5% ini mencerminkan bahwa kapasitas keluarga kesehatan di rumah memiliki peran penting dalam memutus rantai penularan melalui intervensi lingkungan. Pengetahuan yang berada pada kategori cukup sejalan dengan penelitian (Pribadi et al. , 2. yang menyatakan bahwa keterlibatan keluarga penggunaan kelambu dan pembersihan sarang nyamuk, sangat bergantung pada sejauh mana kepala keluarga memahami risiko penularan di Namun, skor yang belum mencapai kategori "Baik" menjelaskan mengapa kasus malaria masih ditemukan di wilayah Ada beberapa poin pengetahuan biasanya terletak pada aspek teknis, seperti durasi efektivitas kelambu berinsektisida atau waktu puncak aktivitas nyamuk Anopheles . Hal ini didukung oleh Organisasi Kesehatan Dunia . yang menekankan bahwa keberhasilan eliminasi malaria di tingkat komunitas sangat ditentukan oleh Tingkat pengetahuan AuCukupAy pada responden dalam penelitian ini dapat dipengaruhi oleh frekuensi paparan informasi atau edukasi dari petugas kesehatan setempat. Keluarga yang jarang terpapar penyuluhan cenderung hanya kebiasaan . , bukan berdasarkan pengetahuan medis yang benar. Oleh karena itu, hasil penelitian ini memberikan bukti bahwa intervensi promosi kesehatan di masa depan harus lebih terfokus pada penguatan kapasitas keluarga sebagai unit pelaksana pencegahan primer untuk meningkatkan skor pengetahuan. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan keluarga tentang pencegahan penyakit malaria berada dalam kategori AuCukupAy dengan skor rata-rata 6,75 . ,5%). Hal ini menunjukkan bahwa keluarga sebagai unit terkecil masyarakat telah memiliki pemahaman dasar mengenai cara penularan dan pencegahan malaria, pengetahuan yang optimal untuk menjamin praktik pencegahan yang konsisten. Penelitian ini menegaskan adanya korelasi kuat antara peran Keluarga dengan keberhasilan pencegahan di rumah tinggal. Meskipun keluarga memahami pentingnya 67,5% mengindikasikan masih adanya celah informasi terkait teknis pencegahan primer yang efektif. Merujuk pada teori perilaku (Notoatmodjo, 2. , pengetahuan pada Copyright: @ 2026 Authors tingkat "Cukup" memerlukan penguatan lebih lanjut agar dapat bertransformasi menjadi perilaku kesehatan yang menetap guna mendukung program eliminasi malaria secara komprehensif(World Health Organization (WHO), 2. Diharapkan keluarga tidak hanya berhenti pada tahap tahu tetapi mulai pencegahan malaria secara mandiri, seperti memastikan seluruh anggota keluarga tidur menggunakan kelambu berinsektisida setiap malam dan rutin membersihkan genangan air di sekitar rumah yang berpotensi menjadi sarang nyamuk Anopheles. Saran untuk petugas Puskesmas Perlu kesehatan yang menggunakan pendekatan Family-Centered Approach. Edukasi sebaiknya tidak hanya dilakukan secara umum, tetapi melalui kunjungan rumah ke rumah . oor-to-doo. untuk memberikan bimbingan teknis yang lebih mendalam, sehingga skor pengetahuan keluarga dapat meningkat dari kategori "Cukup" menjadi "Baik". Indonesia. Kemenkes RI & P4I. Laporan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Notoatmodjo. Ilmu perilaku In Rineka Cipta. P2P Kemenkes RI. Data capaian endemisitas malaria per provinsi tahun Direktorat Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Menular. Pribadi. , et al. Peran keluarga dalam pencegahan malaria dan penggunaan kelambu berinsektisida. Jurnal Kesehatan Masyarakat. World Health Organization (WHO). World malaria report 2023. Geneva: World Health Organization. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis ucapkan terimakasih pada Kepala Dusun Darussalam Desa Teluk Piai Kecamatann Kualuh Hilir yang telah memberi izin untuk melaksanakan penelitian hingga berjalan lancar tanpa kendala. DAFTAR PUSTAKA