Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 1 Nomor 1 Juni 2018 P-ISSN 2622 Ae 0105 Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Pengaruh Dukungan Sosial terhadap Penyesuaian Diri Taruna Tingkat Pertama Jalur Mandiri di ATKP Makassar The Effect of Social Support on the Self-Adjustment of the First Level Cadets of the Self-funding Class at ATKP Makassar Agnes Wahyu Erna agnesatkpmks@gmail. Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan Makassar ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial terhadap penyesuaian diri taruna taruni tingkat pertama Atkp Makassar. Populasi penelitian ini adalah taruna taruni tingkat pertama jalur madiri ATKP Makassar. Sampel berjumlah 48 taruna/i. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proporsional random sampling. Metode pengambilan data dengan menggunakan skala dukungan sosial dan skala penyesuaian diri dengan modifikasi skala likert. Analisis menggunakan analisi regresi sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel (X) dukungan sosial berpengaruh signifikan terhadap variabel (Y) penyesuaian diri pada taruna jalur mandiri ATKP Makassar. Hal ini ditunjukkan dari hasil analisis korelasi sebesar 0,677. Koefisien determinasi dalam penelitian ini sebesar 0,458 artinya dukungan sosial berpengaruh terhadap penyesuaian diri sebesar 45,8% sedangkan sisanya 54,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak ada dalam penelitian ini. Dari hasil uji t dapat dilihat bahwa nilai thitung dari variable bebas dukungan sosial sebesar 5,892 yang lebih besar dari ttabel pada taraf signifikansi 0,05 adalah 1,682. Dikarenakan thitung> ttabel . ,892 > 1,. maka H1 diterima. Artinya variable bebas dukungan sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap variable penyesuaian diri. Kata kunci: taruna. dukungan sosial. penyesuaian diri. jalur mandiri ABSTRACT The purpose of the study is to determine of social support on Self Adjustment at first grade cadet of jalur mandiri of CASEA Makassar. The population of this staudy is the first-grade cadets of self-funding class. Sample amounted to 48 cadets. The sampling technique used proportional random sampling technique. Method of data retrieval using scale of social support and scale of self adjustment with likert scale modification. analysis using simple regression analysis. The results of this study have shown that the variables (X) social support significantly influence the variables (Y) self adjustment in cadet on jalur mandiri CASEA Makassar. This is shown from the results of correlation analysis of 0, 677. The coefficient of determination in this study amounted to 0. 458 means social support affect the adjustment of 45. 8% while the remaining 54. 2% influenced by other factors that do not exist in this study. From result of t test have shown that t hitung of social support is 5,892 which is bigger than the value ttabel 1,682. Thitung > ttabel . ,892>1,. then H1 accepted. This means that free variables of social support have a positive and significant effect on self adjustment variable. Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 1 Nomor 1 Juni 2018 P-ISSN 2622 Ae 0105 Keyword: cadet. social support. self adjustment. independent path PENDAHULUAN Dalam manusia selalu mengalami transisi dan Mulai dari bayi, prasekolah, sekolah, kuliah, pencarian kerja, dan menghadapi berbagai perubahan dan tuntutan dalam hidupnya. Salah satu transisi adalah transisi sekolah. Transisi sekolah adalah perpindahan siswa dari sekolah yang lama ke sekolah yang baru yang lebih tinggi Transisi tinggi/akademi asrama penting untuk diteliti karena sekolah tinggi asrama merupakan model sekolah yang memiliki tuntutan yang lebih tinggi jika dibanding sekolah tinggi Transisi dewasa awal ke sekolah asrama menghadapkan seorang dewasa awal pada perubahan-perubahan dan tuntutan-tuntutan Perubahan tersebut adalah lingkungan sekolah dan asrama yang baru, pengajar dan teman baru, aturan dan irama kehidupan asrama, serta perubahan lain sebagai akibat jauh dari orang tua. Sementara tuntutan yang harus dihadapi siswa adalah tuntutan dalam bidang akademik, kemandirian, kedisiplinan dan tanggung jawab. Perubahan perubahan tersebut dapat menimbulkan stres pada masa awal sekolah. Penyesuaian diri juga diperlukan Taruna Taruni Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar ketika Pada tahun pertama, siswa siswi yang selanjutnya disebut Taruna Taruni Salah kehidupan di asrama dan pola belajar yang berbeda dari kehidupan sebelumnya. Sistem pendidikan yang diterapkan di ATKP Makassar berbeda dengan pendidikan pada umumnya. Selama pendidikan siswa siswi tinggal di asrama. Pendidikan semi militer diterapkan dalam asrama ATKP Makassar. Segala kegiatan belajar dan aktivitas lainnya diatur sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh institusi, seperti dilarang menggunakan telepon selular selama di dalam asrama dan sebagainya. Rutinitas kegiatan berlangsung mulai dari jam 4 pagi dan berakhir pada jam 22. 00 WITA. Pada masa 3 . bulan pertama atau masa konsinyir ini sering terjadi banyak masalah yang muncul seperti keinginan untuk keluar dari asrama karena kesulitan melakukan penyesuaian diri terhadap kehidupan baru di asrama, sedangkan pada semester pertama muncul masalah drop out karena nilai praktek yang tidak memenuhi passing grade. Menurut Schneiders (Wijaya, 2. , kondisi psikologis merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri siswi. Kondisi psikologis meliputi keadaan mental yang sehat yang membuat individu mampu melakukan pengaturan terhadap dirinya sendiri secara efektif maupun lingkungannya. Lingkungan di dalam asrama adalah temanAe teman satu angkatan, taruna tingkat 2 dan 3 serta pengasuh taruna di asrama. Gottlieb yang menyatakan bahwa dukungan sosial terdiri dari informasi atau nasehat verbal dan non verbal, bantuan yang nyata atau tindakan yang diberikan oleh orang lain atau didapat karena hubungan mereka dengan lingkungan dan mempunyai manfaat emosional atau efek perilaku bagi dirinya. Dalam hal ini orang yang merasa memperoleh dukungan sosial secara emosional merasa lega karena diperhatikan, mendapat saran atau kesan yang menyenangkan pada dirinya, agar mereka dapat mencari jalan keluar untuk memecahkan masalah dirinya. Berdasarkan uraian di atas penulis akan melakukan penelitian yang berjudul AuPengaruh Dukungan Sosial Terhadap Penyesuaian Diri Taruna Taruni Tingkat Pertama Jalur Mandiri Di ATKP MakassarAy. METODE PENELITIAN Populasi pada penelitian ini adalah seluruh taruna taruni tingkat pertama jalur mandiri Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan Makassar. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 72 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik proporsional random sampling dan didapatkan sampel berjumlah 48 Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 1 Nomor 1 Juni 2018 P-ISSN 2622 Ae 0105 Pengumpulan data untuk Penyesuaian Diri dan dukungan social teman sebaya pada penelitian ini menggunakan metode skala. Skala psikologis yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah dua skala, yaitu skala penyesuaian diri dan skala dukungan social. Penyesuaian Diri Schneiders penyesuaian diri merupakan suatu proses yang mencakup respon mental dan tingkah laku individu, yaitu individu berusaha keras agar mampu mengatasi konflik dan frustrasi karena terhambatnya kebutuhan dalam dirinya, keharmonisan antara diri sendiri dengan lingkungannya (Schneiders, 1. Sawrey Telford mendefinisikan penyesuaian diri sebagai interaksi terus-menerus antara individu dengan lingkungannya yang melibatkan sistem behavioral, kognisi, dan emosional. Dalam interaksi tersebut baik individu maupun lingkungan menjadi agen perubahan Menurut Schneiders . faktorfaktor yang mempengaruhi penyesuaian diri . Keadaan fisik Kondisi fisik individu merupakan faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri, sebab keadaan sistem-sistem tubuh yang baik merupakan syarat bagi terciptanya penyesuaian diri yang baik. Perkembangan dan kematangan Bentuk-bentuk penyesuaian diri individu berbeda pada setiap tahap Kematangan individu dalam segi intelektual, sosial, moral, dan emosi mempengaruhi bagaimana individu melakukan penyesuaian diri. Keadaan psikologis Keadaan mental yang sehat merupakan syarat bagi tercapainya penyesuaian diri yang baik, sehingga dapat dikatakan bahwa adanya frustrasi, kecemasan dan cacat mental akan dapat melatarbelakangi adanya hambatandalam penyesuaian diri. Keadaan mental yang baik akan mendorong individu untuk memberikan respon yang selaras dengan dorongan internal maupun tuntutan . Keadaan lingkungan Lingkungan memberikan dukungan terhadap seorang individu untuk melakukan Keadaan lingkungan yang baik, damai, tentram, aman, penuh penerimaan dan pengertian, serta mampu memberikan perlindungan kepada anggota-anggotanya merupakan lingkungan yang akan memperlancar proses penyesuaian diri. Sebaliknya apabila individu tinggal di lingkungan yang tidak tentram, tidak damai, dan tidak aman, maka gangguan dalam melakukan proses penyesuaian diri. Keadaan lingkungan yang dimaksud meliputi sekolah, rumah, dan keluarga serta orangAeorang di sekitar (Schneiders, 1964, h. Hal ini dapat dikatakan bahwa lingkungan memberikan dukungan sosial terhadap penyesuaian diri. Tingkat religiusitas dan kebudayaan Religiusitas memberi nilai dan keyakinan sehingga individu memiliki arti, tujuan, dan stabilitas hidup yang diperlukan untuk menghadapi tuntutan dan perubahan yang terjadi dalam hidupnya (Schneiders. Kebudayaan pada suatu masyarakat merupakan suatu faktor yang membentuk watak dan tingkah laku individu untuk menyesuaikan diri dengan baik atau justru menyesuaikan diri. Pada penyesuaian diri di lingkungan Perguruan Tinggi memiliki empat aspek (Baker & Siryk, 1. , yaitu: Penyesuaian Akademik (Academic Adjustmen. Penyesuaian menyesuaikan diri dengan kehidupan kepuasan pada prestasi akademisnya. Aspek ini meliputi motivasi . ikap terhadap tujuan akademis, motivasi untuk mencapai tujuan akademis dan untuk berkulia. , aplikasi . eberapa jauh motivasi diubah menjadi suatu usaha untuk mencapai tujuan akademi. , performa . eberhasilan dan keefektifan dalam mencapai tujuan Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 1 Nomor 1 Juni 2018 P-ISSN 2622 Ae 0105 akademi. , dan lingkungan akademis . epuasan terhadap prestasi akademi. Penyesuaian Sosial (Social Adjustmen. Penyesuaian menyesuaikan diri dengan lingkungan Aspek ini meliputi keterlibatan individu dalam kegiatan di lingkungan kampus secara umum, keterlibatan dan hubungan individu dengan orang lain di lingkungan kampus, dan kepuasan terhadap lingkungan kampus. Penyesuaian Emosional (Emotional Adjustmen. Penyesuaian menyesuaikan diri terhadap masalah emosional dan masalah fisik yang dihadapi sebagai mahasiswa baru. Aspek ini . sychological well-bein. kesejahteraan fisik . hysical well-bein. Kelekatan terhadap Institusi/Komitmen (Institutional Attachmen. Komitmen . nstitutional attachmen. adalah kemampuan mahasiswa untuk menyesuaikan diri dengan membangun kelekatan antar dirinya dengan kampus dan kegiatan perkuliahan yang dijalani yang berpengaruh terhadap keputusan individu untuk melanjutkan perkuliahan. Aspek ini meliputi perasaan dan kepuasan terhadap lingkungan atau kegiatan perkuliahan secara umum dankepuasan terhadap kegiatan perkuliahan secara khusus khusus . urusan atau mata kulia. Dukungan Sosial Dukungan sosial adalah komunikasi verbal atau non verbal antara penerima dan pemberi yang mengurangi ketidaktentuan tentang situasi, diri, atau hubungan dan berfungsi meningkatkan nilai persepsi dan sebagai kontrol dalam pengalaman hidup seseorang. Sarason mengatakan bahwa kesediaan, kepedulian dari orang - orang yang dapat diandalkan, menghargai dan menyayangi kita. Gottlieb . menyatakan bahwa dukungan sosial terdiri dari informasi atau nasehat verbal dan non verbal, bantuan yang nyata atau tindakan yang diberikan oleh orang lain atau didapat karena hubungan mereka dengan lingkungan dan mempunyai manfaat emosional atau efek perilaku bagi Dalam hal ini orang yang merasa emosional merasa lega karena diperhatikan, menyenangkan pada dirinya, agar mereka jalan keluar untuk memecahkan dirinya. Empat bentuk dukungan sosial menurut House & Kahn, yaitu: Dukungan emosional . mosional suppor. Berupa perlindungan, perhatian dan kepercayaan terhadap individu, serta keterbukaan dalam memecahkan masalah seseorang. Dukungan ini akan membuat seseorang merasa nyaman, tentram, dan dicintai. Dukungan . nstrumental Dukungan dalam bentuk penyediaan sarana yang dapat mempermudah tujuan yang ingin dicapai dalam bentuk materi, dapat juga berupa jasa, atau pemberian peluang waktu dan kesempatan . Dukungan . nformational Bentuk dukungan yang meliputi pertimbangan tentang tercapainya pemecahan masalah. Dukungan penilaian Berupa pemberian penghargaan atas usaha yang telah dilakukan, memberikanumpan balik, mengenai hasil atau prestasi yang diambil individu. HASIL DAN PEMBAHASAN Hipotesis Dukungan sosial berpengaruh positif dan signifikanterhadap penyesuaian diri taruna taruni tingkat pertama di KampusAkademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar Validitas dan Reliabilitas Alat Ukur Pengujian validitas alat ukur ini menggunakan uji korelasi itemAetotal yaitu uji konsistensi antara aitem antara tes secara Pengujian ini akan menghasilkan koefisien korelasi aitem Ae total . Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 1 Nomor 1 Juni 2018 P-ISSN 2622 Ae 0105 . Uji Heteroskedastisitas Tabel 1. Tabel Validitas Instrumen Penelitian Variabel r hitung Dukungan Penyesuaian Diri 320 Ae 0,335 Ae 0,753 0,301 Ket Valid 0,301 Valid (Sumber: Hasil Penelitia. Reliabilitas penelitian inidiukur dengan menggunakan koefisien Cronbach Alpha. Tabel 2. Tabel Reliabilitas Instrumen Penelitian Variabel Dukuangan Sosial Penyesuaia n Diri CornbachAo s Alpha Pengujia > 0. > 0. Ket Reliabe Reliabe (Sumber: Hasil Penelitia. Suatu variabel dikatakan reliabel jika Cronbach Alpha sebesar>0,60 (Ghozali, 2. Metode Analisis data Penelitian ini menggunakan metode analisis Regresi Linier Sederhana Uji asumsi . Uji normalitas Berdasarkan uji normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov didapatkan hasil bawa data kedua variabel penelitian ini Uji Asumsi terpenuhi. Tabel 3. Tabel Normalitas Data Variabel Dukungan Sosial Penyesuaian Diri Signifikansi 0,513 Kesimpulan Normal 0,954 Normal (Sumber: Hasil Penelitia. Gambar 1. Heterokesdasitas Data (Sumber: Hasil Penelitia. Dari gambar di atas terlihat bahwa sebaran titik Ae titik tidak membentuk pola tertentu sehingga dapat disimpulkan tidak terjadi heteroskedasitas data. Uji asumsi Analisis Regresi linier Korelasi Dari hasil uji korelasi yang dilakukan, didapat nilai korelasi (R) sebesar 0,677 dengan signifikansi alpha 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan kuat dan signifikan antara variable dukungan sosial dengan penyesuaian diri Uji T nilai thitung dari variable bebas dukungan sosial sebesar 5,892 yang lebih besar dari ttabel pada taraf signifikansi 0,05 adalah 1,682. Dikarenakan thitung> ttabel . ,892 > 1,. maka H1 diterima. Artinya variable bebas dukungan sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap variable penyesuaian diri. Koefisien Determinasi Nilai koefisien determinasi dapat diukur oleh nilai Adjusted R-Square Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 1 Nomor 1 Juni 2018 P-ISSN 2622 Ae 0105 Tabel 4. Tabel R Square Model Square Adjusted Square Sd. Error of Estimate Predictors (Constan. : ds Dependent Variable: pd berpengaruh positif dan signifikan terhadap variable penyesuaian diri. Tabel 6. Tabel t Variabel Dukungan Sosial 5,892 1,682 Pvalue 0,000 Ket (Sumber: Hasil Penelitia. (Sumber: Hasil Penelitia. Nilai Adjusted R-Square sebesar 0,458 menunjukkan bahwa proporsi pengaruh variable dukungan sosial terhadap penyesuaian diri sebesar 45,8%. Hal ini berarti bahwa dukungan sosial berpengaruh terhadap penyesuaian diri sebesar 45,8% sedangkan sisanya 54,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak ada dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil perhitungan analisis regresi linier sederhana di atas diperolah hasil bahwa variabel (X) dukungan sosial berpengaruh signifikan terhadap variabel (Y) penyesuaian diri pada taruna jalur mandiri ATKP Makassar. Hal ini ditunjukkan dari hasil analisis korelasi sebesar 0,677. Koefisien determinasi dalam penelitian ini sebesar 0,458 berpengaruh terhadap penyesuaian diri sebesar 45,8% sedangkan sisanya 54,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak ada dalam penelitian ini. Dari hasil uji t dapat dilihat bahwa nilai thitung dari variable bebas dukungan sosial sebesar 5,892 yang lebih besar dari ttabel pada taraf signifikansi 0,05 adalah 1,682. Untuk mencapai penyesuaian diri yang maksimal, seseorang yang tinggal di asrama juga memerlukan dukungan sosial dari orangAe orang terdekat di lingkungannya yaitu dari pengasuh dan teman Ae teman satu asramanya. Hurlock mengatakan bahwa remaja dapat memperoleh dukungan sosial dari teman sebayanya . alam hal ini teman satu angkatanny. berupa perasaan senasib yang menjadikan adanya hubungan saling mengerti, simpati yang tidak didapat dari orang tuanya Selain dukungan sosial dari teman sebayanya, tarunaAetaruni ATKP Makassar juga mendapat dukungan dari kakak asuhnya. Perhatian dari kakak asuhnya berupa penyesuaian terhadap aturan sangat membantu adikAeadiknya dalam penyesuaian diri. Pengalaman dari kakak asuh dapat membantu TarunaAetaruni dalam menghadapi kesulitanAe kesulitan yang dihadapi selama dalam asrama maupun dalam akademik. Dukungan sosial mempunyai pengaruh terhadap penyesuaian diri. RataAerata tarunataruni menerima dukungan sosial yang sedang sehingga penyesuaian diri mereka juga berada dalam kategori sedang. Akan tetapi terdapat taruna taruni yang menerima dukungan sosial yang tinggi yaitu sebanyak 18 orang . ,9%) Tabel 5. Tabel Analisis Regresi dan terdapat 25 orang . ,1%) yang berada Model Unstandardized Standarized Sigdalam kategori sedang dan tidak ada tarunaAe Coefficients Coefficient taruni yang menerima dukungan sosial yang Std. Beta Error Sumber dalam dukungan sosial yang rataAerata (Constan. rataAerata 5,45 dan rataAerata tertinggi terdapat pada dukungan teman satu angkatan. Seorang (Sumber: Hasil Penelitia. taruna/taruni tingkat satu yang memiliki Dikarenakan thitung> ttabel . ,892 > dukungan sosial dari kakak tingkat yang 1,. maka H1 diterima. Artinya rendah cenderung membuat taruna/taruni Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 1 Nomor 1 Juni 2018 P-ISSN 2622 Ae 0105 tersebut merasa tidak nyaman, cemas, tidak meninggalkan asrama. Teman seangkatan menguatkan taruna/taruni untuk tetap bertahan dan menyesuaikan diri terhadap kampus ATKP Makassar. Pada saat penelitian dilakukan, subjek penelitian ini telah berada di dalam asrama Kampus ATKP makassar sekitar 10 bulan, hal ini berarti taruna Ae taruni telah melakukan propses penyesuaian selama 10 bulan di Kampus ATKP Makassar. Selama 10 bulan ini mereka menyesuaikan diri hasilnya seperti di Masih terdapat 2 . orang taruna/i yang mempunyai penyesuaian diri yang KESIMPULAN Bentuk dibutuhkan oleh taruna Ae taruni tingkat satu adalah kesediaan orang Ae orang di sekitar taruna Ae taruni untuk membuat taruna Ae Taruni menjadi bagian dari Taruna Ae Taruni ATKP Makassar . elonging suppor. Dengan mendapat dukungan ini, taruna Ae taruni dapat merasa nyaman di kampus sehingga semakin merasa terikat dan berkomitmen terhadap institusi, dapat belajar dengan senang dan menatap masa depan dengan cerah. DAFTAR PUSTAKA