ANALISIS PARKIR PADA TERMINAL SUNGAI KUNJANG DI KOTA SAMARINDA UNIVERSITAS TUJUH BELAS AGUSTUS 1945 SAMARINDA FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL ABSTRAKSI Mengikuti Perkembangan jaman yang semakin maju, kebutuhan manusia pun semakin banyak dan beragam. Dikala desa/kampung tampatnya tinggal tak mampu lagi memberikan apa yang diinginkan maka tak ada pilihan lain selain beranjak ke kota. Sistem transportasi menjadi bagian yang penting untuk menunjang mobilisasi. Untuk menunjang kelancaran mobilitas orang maupun arus barang untuk terlaksananya keterpaduan intra antar moda alat trasnportasi secara lancar dan tertib. Terminal menjadi salah satu bagian penting bagi kelancaran penggunaan kendaraan umum jalur darat. Selain merupakan tempat pemberhentian dan pemberangkatan kendaraan umum, terminal ternyata memegaang peranan untuk mengatur arah sirkulasi dan hirarki jalan. Sistem transportasi menjadi bagian yang penting untuk menunjang mobilisasi, untuk menunjang kelancaran mobilitas orang maupun barang dan untuk terlaksanya keterpaduan intra dan antar moda alat transportasi secara lancar dan tertib, di tempat-tempat tertentu dapat dibangun dan di selenggarakan terminal. Dalam pencapaian pembangunan nasional maupun peranan transportasi memiliki posisi yang penting dan strategis dalam pembangunan, maka dalam perencanaan dan pengembangannya perlu di tata dalam satu kesatuan sistem yang terpadu. Berdasarkan hasil pembahasan maka dapat di simpulkan untuk evakuasi parkir di Terminal Sungai Kunjang Samarinda adalah volume parkir untuk beberapa fungsi dan kendaraan Bis AKDP rata-rata volume perhari kendaraan keluar 75,4375 unit, kendaraan masuk 4647, volume 800,71801 unit. Angkot rata=rata volume perhari kendaraan keluar 140,86 141 unit. Kendaraan masuk 125126 unit, volulme 580,57581 unit. Roda empat . engantar dan penjempu. rata-rata volume perhari kendaraan keluar 107 unit, kendaraan masuk 105 unit, volume 235 unit. Akumulasi Parkir di terminal sungai kunjang untuk beberapa jenis fungsi dari kendaraan seperti Bis AKDP untuk rata-rata did apat akumulasi sebesar 725 unit Angkot untuk rata-rata di dapat akumulasi sebesar 739740 unit. Roda empat rata-rata akumulasi sebesar 127 unit. Kata Kunci : Analisis. Parkir. Terminal Pendahuluan Terminal menjadi salah satu bagian penting bagi kelancaran penggunaan kendaraan umum jalur darat. Selain merupakan tempat pemberhentian dan pemberangkatan kendaraan umum, terminal ternyata memegang peranan untuk mengatur arah sirkulasi dan hirarki jalan. Terminal juga memerlukan beberapa fasilitas yang diperuntukkan bagi para calon penumpang pengguna kendaraan umum dan juga semua orang yang berada di terminal. Salah satu terminal di kota Samarinda yaitu Terminal Sungai Kunjang. Terminal ini berlokasi di Jl. Untung Suropati. Karang Asam Ulu. Terminal ini diresmikan penggunaannya oleh wali kota Samarinda Waris Husain pada tanggal 24 Juni 1989. Terminal ini menampung bus-bus besar yang melayani rute Samarinda-Balikpapan maupun bus-bus sedang yang melayani rute Samarinda ke beberapa kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara bagian hulu, seperti Kota Bangun. Muara Kaman. Senoni, maupun ke Kabupaten Kutai Barat seperti Melak atau Tanjung Isuy. Menurut data Bappeda dan rencana induk Kota Samarinda Terminal Sungai Kunjang mempunyai luas sekitar 906 m2 dan A193. 876/tahun banyaknya penumpang yang berangkat dari terminal ini. Landasan Teori Fungsi terminal angkutan jalan dapat ditinjau dari 3 unsur, yaitu : Fungsi menunggu,kenyamanan perpindahan dari suatu moda atau kendaraan ke moda ataukendaraan lain, tempat fasilitas-fasilitas informasi dan fasilitas parkirkendaraan pribadi. Fungsi terminal bagi pemerintah adalah dari segi perencanaan dan manajemenlalu lintas untuk menata lalu lintas dan angkutan serta menghindari darikemacetan, sumber pemungutan retribusi dan sebagai pengendalian Fungsi terminal bagi operetor/pengusaha adalah untuk pengaturan operasi bispenyediaan fasilitas istirahat dan informasi bagi awak bis dan segi Selain fungsi utama ini, terminal transportasi secara umum dapat berfungsisebagai sarana untuk : Menaikkan penumpang atau memuat barang ke atas kendaraan. Menurunkan penumpang atau membongkar barang dari kendaraan. Melakukan pergantian moda transportasi, melakukan perpindahan dari satukendaraan lain untuk moda transportasi yang ada. Tempat menunggu penumpang yang tiba sebelum jadwal keberangkatan, jugatempat penyimpanan barang sampai siap untuk dikirim. Melakukan proses terhadap barang yang datang atau hendak dikirim sertamisalnya menimbang untuk menentukan biaya pengiriman, mempersiapkanrekening, memilih rute, mempersiapkan dokumen-dokumen agar barangselamat sampai ke alamat yang dituju, terkadang dilakukan pembagianbarang-barang di terminal misalnya import dalam jumlah yang besar darisuatu bahan mentah, bagi-bagi untuk disalurkan keberbagai lokasi, sehinggapenyaluran selanjutnya dapat dilakukan oleh kendaraan yang lebih Tempat penjualan tiket penumpang, pemeriksaan pesanan tempat dan Tempat penyimpanan, pemeliharaan dan penentuan tugas selanjutnya darisuatu kendaraan, ada kalanya juga dilakukan di terminal. Pada terminaltransport darat, jika terminal berada pada lokasi yang ramai dengan hargatanah yang cukup tinggi, sarana-sarana ini dapat terletak di luar kota tetapitidak terlalu jauh dari terminal utama, sehingga tidak banyak mengoperasikankendaraan dalam keadaan kosong. Gambar 2. Bagan Alir Proses yang Terinci untuk Suatu Terminal Penumpang Umum Sumber : Edward. K Morlok, 1988 Persyaratan Lokasi Terminal Tipe A, meliputi : Terletak di Ibu Kota Propinsi. Kotamadya atau Kabupaten dalam jaringantrayek antar kota antar propinsi dan atau angkutan lintas batas negara. Terletak di jalan arteri dengan kelas jalan sekurang-kurangnya kelas iA. Jarak antara dua terminal penumpang tipe A sekurang-kurangnya 20 Km diPulau Jawa, 30 Km di Pulau Sumatra, dan 50 Km di Pulau lainnya. Luas lahan yang tersedia sekurang-kurangnya 5 Ha untuk terminal di PulauJawa dan Sumatra, dan 3 Ha di pulau lainnya. Mempunyai jarak akses masuk atau jalan keluar ke dan dari terminal,sekurang-kurangnya berjarak 100 meter di Pulau Jawa, dan 50 meter di pulaulainnya. Persyaratan Lokasi Terminal Tipe B, meliputi : Terletak di kotamadya atau kabupaten dan dalam jaringan trayek angkutankota dalam propinsi. Terletak di jalan arteri atau kolektor dengan kelas jalan sekurangkurangnyakelas iB. Jarak antara dua terminal penumpang tipe B atau terminal tipe A,sekurang-kurang 15 Km di Pulau Jawa dan 30 Km di pulau lainnya. Tersedia luas lahan sekurang-kurangnya 3 Ha untuk terminal di PulauJawa dan Sumatra, dan 2 Ha di pulau lainnya. Mempunyai jalan akses masuk dan jalan keluar ke dan dari terminal,sekurang-kurangnya berjarak 50 meter di Pulau Jawa, dan 30 meter dipulau lainnya. Persyaratan Lokasi Terminal Tipe C, meliputi : Terletak di dalam wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II dan dalamjaringan trayek angkutan pedesaan. Terletak di jalan kolektor atau lokal dengan kelas jalan paling tinggi iA. Tersedia lahan yang sesuai dengan permintaan angkutan. Mempunyai jalan akses masuk dan jalan keluar ke dan dari terminal,sesuai kebutuhan untuk kelancaran lalu lintas di sekitar terminal. Untuk masing-masing tipe terminal memiliki luas dan akses yang berbeda, tergantung wilayah dan tipenya, jenis parkir ada 2 macam yaitu: Parkir di badan jalan ( on street parkin. Parkir di luar badan jalan . ff street parkin. Fasilitas parkir untuk umum adalah berupa gedung parkir ataulahan/kawasan parkir untuk umum yang diusahakan sebagai kegiatantersendiri. Fasilitas parkir sebagai fasilitas penunjang adalah tempat yang berupagedung parkir atau lahan/kawasan parkir yang disesuaikan untukmenunjang kegiatan pada bangunan utama. Kriteria dalam desain parkir di luar badan jalan untuk lahan/kawasan parkir C Rencana umum Tata Ruang Kota (RUTRK) C Keselamatan dan kelancaran lalu lintas C Kelestarian lingkungan C Kemudahan bagi pengguna jasa C Tersedianya tata guna lahan C Letak antara jalan akses utama dan daerah yang dilayani Penentuan satuan ruang parkir (SRP) mengacu pada hal-hal berikut : Dimensi kendaraan standar untuk mobil penumpang Ruang bebas kendaraan parkir Ruang bebas kendaraan parkir diberikan pada arah lateral dan Ruang bebas arah lateral ditetapkan pada posisi pintu kendaraandibuka, yang diukur dari ujung terluar pintu ke badan kendaraan parkir Ruang bebas arah memanjang diberikan di depan kendaraanuntuk menghindari benturan dengan dinding atau kendaraan yang lewat. Jarakbebas arah lateral diambil sebesar 5 cm dan longitudinal 30 cm. Lebar bukaan pintu kendaraan Berdasarkan ketentuan tersebut maka didapatkan ketentuan SRP untuk mobilpenumpang seperti pada Tabel 2. Tabel 2. Penentuan Satuan Ruang Parkir (SRP) Jenis Kendaraan Mobil penumpang untuk golongan I Mobil Penumpang Untuk Golongan II Mobil Penumpang Untuk Golongan i Bus/Truk Sepeda Motor Sumber : Pedoman Teknis. Ditjen Perhub. Darat, 1993 Satuan Ruang Parkir . 2,30 x 5,00 2,50 x 5,00 3,00 x 5,00 3,40 x 12,5 0,75 x 2,00 Hobbs . mendefinisikan karakeristik parkir dalam beberapa hal Akumulasi parkir Akumulasi parkir merupakan jumlah kendaraan yang diparkir di suatu Integrasi dari kurva akumulasi parkir selama periode tertentumenunjukkan beban parkir . umlah kendaraan parki. dalam satuan jam kendaraan . ehicle hour. per periode tertentu. Sehingga dapat dikatakanbahwa akumulasi parkir adalah jumlah kendaraan yang diparkir disuatu areapada waktu Persamaan untuk menghitung akumulasi parkir yangterjadi dapat dirumuskan sebagai berikut : Ac = EI Ae Ex x a. Dengan : Ac = Akumulasi parkir EI = Jumlah kendaraan yang masuk ke lokasi parkir . Ex = Jumlah kendaraan yang keluar ke lokasi parkir . x = Jumlah kendaraan yang sudah ada . Data-data yang diperhitungkan dalam perhitungan akumulasi parkir adalahdata banyaknya kendaraan yang diparkir pada periode waktu tertentu dankendaraan yang meninggalkan ruang parkir dalam periode yang sama. Kendaraan yang menginap tersebut dianggap sebagai beban parkir dan harus dihitung . dan jika tidak ada kendaraan yang parkir sebelum survey dilakukan maka x diangap 0. Perbandingan akumulasi rata-rata menunjukkanefisiensi fasilitas yang terpakai. Berdasarkan hasil yang diperoleh dibuat grafik yang menunjukkan persentase kendaraan dalam waktu tertentu dengan demikian didapat kurva akumulasi Volume parkir Volume parkir merupakan jumlah kendaraan yang termasuk dalam bebanparkir . aitu jumlah kendaraan per periode waktu tertentu biasanya per har. Waktu yang digunakan untuk parkir dihitung dalam menit atau jammenyatakan lama parkir. Perhitungan volume parkir dapat digunakan sebagai petunjuk apakah ruangparkir yang tersedia dapat memenuhi kebutuhan parkir kendaraan atau tidak dan berdasarkan volume tersebut dapat direncanakan besarnya ruang parker yang diperlukan apabila diperlukan pembangunan ruang baru. Volume parkir dalam penelitian ini adalah jumlah kendaraan yang masuk arealparkir selama jam-jam pengamatan . ianggap satu hari dan mengunakanfasilitas parki. Volume parkir dihitung dengan menjumlahkan kendaraanyang menggunakan areal parkir pada jam pengamatan. Persamaan yang digunakan untuk menghitung besarnya volume yang terjadiadalah sebagai berikut : Vp = Ei x Dengan : Vp = Volume parkir . = Entry . endaraan yang masuk lokasi parkir . ) Berdasarkan perhitungan volume parkir maka dapat diketahui jumlah bus yangmenggunakan fasilitas parkir. Pergantian parkir . arking turnove. Pergantian parkir menunjukkan tingkat penggunaan ruang parkir dandiperoleh dengan membagi volume parkir dengan jumlah ruang parkir untukperiode waktu Pergantian parkir dirumuskan sebagai berikut : Pp = (Vp : R. Dengan : Pp = Pergantian parkir . us/hari/SRP) Vp = Volume parkir . us/har. = Ruang parkir (SRP) Indeks Parkir Indeks parkir adalah prosentase jumlah parkir yang terjadi dengan jumlahruang yang tersedia. Indeks parkir dirumuskan sebagai berikut : Ip = (Ac : R. x 100 % a. Dengan : Ip = Indeks parkir (%) Ac = Akumulasi parkir . Rp = Ruang parkir (SRP) Durasi parkir Durasi adalah rata-rata lama waktu yang dihabiskan oleh pemarkir pada Berdasarkan hasil perhitungan durasi dapat diketahui rata-rata lamapenggunaan ruang parkir oleh pemarkir. Durasi ini mengindikasikan apakahdiperlukan suatu pembatasan waktu parkir . ilihat dari rata-rata Perhitungan durasi parkir di dalam terminal dibedakan berdasar areal parkirdan kegiatan yang bersangkutan. Persamaan untuk menghitung besarnya durasi parkir adalah : DP = Ex Ae En a. Dengan : Dp = Durasi parkir . Ex = Waktu saat kendaraan keluar dari ruang parkir . En = Waktu saat kendaraan masuk ke ruang parkir . Berdasarkan karakteristik parkir yang terjadi maka dapat diketahui tingkatkepadatan parkir yang terjadi di kawasan parkir tersebut sehingga apabilaterjadi ketidakteraturan dalam parkir, dapat diketahui penyebabnya dandiadakan pemecahan yang menyangkut beberapa karakteristik parkir Headway Headway adalah selisih waktu antara kendaraan satu dengan kendaraan yangberikutnya, headway ada dua yaitu : headway masuk yaitu menghitung selisih waktu kedatangan di pintu masukantara kendaraan satu dengan yang berikutnya. Sedangkan headway keluarmerupakan selisih waktu keberangkatan kendaraan antara bus yang satudengan bus belakangnya di pintu keluar. = Xi Ae X i 1 a. Dengan : Hi = Headway kendaraan i . Xi = Kendaraan i . X i 1= Kendaraan setelah i ( meni. Metodologi Prosedur dan langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini dimulai dengan survey awal lokasi terminal di lakukan untuk mengetahui gambaran umum mengenai kondisi sebenarnya dari terminal yang akan di tinjau, dilanjutkan pada analisa data dan kesimpulan dari hasil penelitian. Setelah survey awal dilakukan maka ditetapkan lokasi-lokasi yang tepat untuk dijadikan lokasi pengamatan, juga menyiapkan alat dan bahan yang akan dipakai untuk melakukan survey lapangan. Pengumpulan data sekunder dilakukan dan digunakan untuk melengkapi keperluan persiapan data primer. Adapun data sekunder meliputi jumlah kendaraan angkutan darat roda empat yang beroperasi dan jumlah kendaraan masuk/keluar di terminal penumpang. Pengumpulan data primer diperoleh dari pengamatan surveyor dilapangan selama 7 hari mulai dari pukul 07. 00 s/d 20. 00 Wita dengan menghitung dan mencatat nomor kendaraan yang masuk dan keluar dengan tujuan mendapatkan data kedatangan kendaraan, pengamatan dan pengukuran luas terminal termasuk didalamnya luas area parkir, sistem parkir, kapasitas dan volume kendaraan parkir dalam terminal. Setelah data primer dan sekunder didapat, kemudian menganalisa dataAedata tersebut dengan tujuan merevisi pola parkir serta efisiensi waktu pelayanan di terminal Sungai Kunjang. Analisa data untuk kondisi eksisting dibagi dalam dua bagian yaitu : CMenghitung luas dan kapasitas parkir CMenghitung kapasitas pelayanan didalam terminal dengan rata-rata kendaraan yang masuk didalam terminal selama tiga belas jam Analisa data untuk kondisi perencanaan CPenataan luas daerah parkir (DP) Hasil dan Pembahasan Untuk melayani trayek diperlukan sejumlah perusahaan bis yang dapat melayani penumpang, adapun jumlah bis yang melayani berbagai jurusan di dalam propinsi Kalimantan Timur adalah : Jumlah Kendaraan yang Parkir di Terminal Sungai Kunjang Jenis Kendaraan Jumlah Kendaraan . Samarinda - Balikpapan Samarinda - Melak Samarinda Ae Kota Bangun Samarinda Ae Tanjung Isui Samarinda Ae Muara Arok Samarinda Ae Muara Muntai Samarinda - Bulungan Samarinda Ae Muara Pahu Samarinda - Senoni Samarinda - Senipa Samarinda - Handil Berdasarkan hasil survei untuk luasan daya tampung kendaraan yang parkir di terminal Sungai Kunjang Samarinda, maka diperoleh sebagai berikut : Daya Tampung Parkir Kendaraan di Terminal Sungai Kunjang Jenis Kendaraan Parkir Bis Luas Daerah Parkir 800 m2 Angkot 300 m2 Mobil Pribadi 625 m2 SRP = 3,8 X 12 = 3,2 X 5 = 3,2 X 5 Banyaknya Petak parkir 90o 17,544 A 17 Petak 39,060 Petak A39 Petak Daftar Pustaka