Jurnal Pendidikan Multidisipliner Volume 7 Nomor 7, Juli 2024 ISSN: 27342488 PERAN PENTING PENDIDIKAN TAUHID DI TINGKAT SEKOLAH SD/MI Mega Rezky1, Putri Amelia Arif 2, Ummi Nur Kholifah3, A. Gitalis4, Awal Fajar5 Email: mrezky892@gamil.com1, putryameli074@gmail.com2, uminur2076@gmail.com3, andigitalis21@gmail.com4, awalf835@gmail.com5 STAI Al-Gazali Bulukumba ABSTRAK Semua pendidik agama Islam, baik di dewan taklim, pesantren, madrasah, maupun di ruang kelas, mulai menghadapi masalah dalam belajar ilmu Tauhid mengapa demikian? Karena, secara abstrak sumber masalah tauhid itu sendiri adalah gaib. Oleh karena itu, para pendidik harus menggunakan berbagai metodologi dalam pengajaran dan pengembangan Ilmu Tauhid/Kalam, yaitu (1) teologis (naqli); (2) filosofis (aqli); (3) teoritis; dan (4) kontekstual dan aplikatif. Untuk memenuhi standar kompetensi ini, siswa dapat menggunakan strategi pembelajaran berikut: (1) model pembelajaran inovatif; (2) memaksimalkan penggunaan media pembelajaran; (3) menilai proporsi dari awal pembelajaran hingga selesai; dan (4) mengevaluasi proporsi dari awal pembelajaran hingga selesai. Menurut peringatan dalam ayat sebuah ayat, pendidikan tauhid merupakan pendidikan yang pertama dan yang utama bagi setiap muslim. Tauhid adalah landasan yang seharusnya mendasari pikirannya, perasaannya, dan tindakannya. Kata Kunci: Modal Ventura, Pemilik Modal, Profesional. ABSTRACT All Islamic religious educators, both in taklim councils, Islamic boarding schools, madrasas, and in classrooms, are starting to face problems in learning the science of Tawhid. Why is that? Because, in the abstract, the source of the problem of monotheism itself is supernatural. Therefore, educators must use various methodologies in teaching and developing the Science of Tauhid/Kalam, namely (1) theological (naqli); (2) philosophical (aqli); (3) theoretical; and (4) contextual and applicable. To meet these competency standards, students can use the following learning strategies: (1) innovative learning models; (2) maximizing the use of learning media; (3) assess the proportion from the start of learning to completion; and (4) evaluating the proportion from start of learning to completion. According to the warning in verse a verse, monotheistic education is the first and foremost education for every Muslim. Tauhid is the foundation that should underlie his thoughts, feelings and actions. Keywords: venture capital, capital owner, profesional. 133 PENDAHULUAN Tauhid merupakan pegangan dan pondasi utama yang sangat penting bagi kehidupan manusia, dan setiap amal yang didasarkan pada tauhid dan sesuai dengan ajaran Islam akan membawa manusia ke kehidupan yang baik dan kebahagiaan yang hakiki di akhirat. Oleh karena itu, ketauhidan harus diajarkan kepada anak sejak kecil agar ajarannya dapat meresap ke dalam hati mereka dan menjadi dasar dalam kehidupan mereka. Jika setiap manusia percaya pada Tuhan, mereka akan selalu didekati dan dilindungi oleh Tuhan. Mereka percaya bahwa hanya Tuhan yang dapat mempengaruhi usaha dan kekuatan lain. Tauhid adalah kepercayaan yang tulus dan teguh kepada Tuhan Yang Maha Esa. Namun, tauhid masih terasa dangkal di banyak masyarakat yang lebih terpencil. Semakin rendah tauhid seseorang maka semakin rendah akhlaknya, kepribadiannya, dan kesiapannya untuk menerima islam sebagai gaya hidup. (Rasyid, Pada tahun 1998). Mereka hanya memahami tauhid melalui pengakuan dan pernyataan yang dilakukan dalam ritual dan penyembahan. Namun, kepercayaan manusia kepada Yang Maha Esa itu berkembang seiring dengan perkembangan pikiran dan peradaban manusia. Kepercayaan tentang adanya Tuhan tidak universal. Siswa harus menanamkan tauhid atau keyakinan terhadap keesaan Allah sejak kecil, khususnya di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Pelajaran Tauhid membantu anak-anak belajar tentang keesaan Allah. Tauhid adalah kesaksian, keyakinan, dan keimanan manusia terhadap keesaan Allah dengan segala sifat dan kesempurnaannya. Menurut harfiahnya, kata "tauhid" berasal dari kata "wahid", yang berarti "satu". Menanamkan prinsip-prinsip pendidikan pada anak dengan fokus pada perilaku sehari-hari merupakan tujuan pendidikan tauhid. Namun terkadang, baik masyarakat dalam negeri maupun individu tidak sepakat dengan prinsip pendidikan agama Islam. Hal ini diperparah dengan masuknya budaya asing dan kemajuan teknologi. ME TODE PE NE LITIA N Tinjauan pustaka adalah kumpulan hipotesis yang diperoleh dari berbagai sumber yang menjadi acuan dalam melakukan penelitian atau menyusun artikel ilmiah. Dalam hal ini, berbagai media, antara lain jurnal, tesis, artikel, berita, surat kabar, dan masih banyak lagi, dapat digunakan untuk memberikan landasan teori. Dianjurkan untuk memilih teori yang berkaitan dengan pokok bahasan makalah ilmiah atau tantangan penelitian ketika memilih teori untuk diterapkan. Proses menganalisis rincian teoritis yang berbeda serta data kualitatif dan kuantitatif dari beberapa publikasi ilmiah yang diterbitkan sebelumnya menghasilkan studi tinjauan pustaka. Tinjauan pustaka berfungsi sebagai peta jalan untuk meneliti suatu permasalahan (Mulyadi, 2012). Kami memilih majalah nasional yang telah diperiksa dan dirangkum untuk penyelidikan tinjauan literatur kami. Kajian tinjauan literatur ini dilakukan pada bulan Juni dan Juli 2024. i i i i i HASIL DAN PEMBAHASAN Pengertian tauhid yang ditinjau dari sudut bahasa berasal dari bahasa Arab, yaitu wahhada-yuwahhidu-tauhiidan yang memiliki arti menjadikannya Esa.(Musthofa, 2005, 7).Menurut Syaikh Muhammad Abduh, tauhid adalah ilmu yang membahas tentang wujud Allah, sifat-sifat yang harus dimiliki, sifat-sifat yang layak, dan sifat-sifat yang sama sekali tidak boleh ada.Abduh (2005) Membahas tentang tauhid ini, doktrin tauhid merupakan fokus utama iman dan aqidah, maka istilah ini juga sinonim dengan tauhid. Di antara nama-nama yang dikaitkan dengan tauhid adalah Syahadat. Istilah akidah berbeda dengan monoteistik, meskipun memiliki kesamaan. Secara harfiah, kata “syahadat” berasal dari bahasa Arab, dimana “dari” adalah akar kata “a-qa-da” yang berarti “ikatan”. Materi tauhid dalam pendidikan agama Islam harus dipelajari untuk anak SD. Hal ini ditunjukkan untuk 134 membantu siswa memahami dengan baik konsep keesaan Allah Swt, Merupakan kewajiban pribadi atau fardhu ain untuk mempelajari ilmu tauhid. Komitmen ini berupaya membentengi keimanan agar tidak mudah hancur. Mempercayai bahwa Allah adalah Dzat Yang Maha Esa merupakan dasar utama bagi seorang muslim. Sebagaimana ditegaskan dalam surat Al Ikhlas yang artinya: “Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula di peranakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.” Adapun dalil-dalih tentang iku tauhid itu sendiri yaitu Dalil naqli adalah dalil-dalil yang bersumber dari ayat-ayat Al Quran dan hadis-hadis Nabi saw. Sedangkan dalil aqli, yaitu dalil-dalil yang didasarkan pada akal pikiran (rasio). Orang-orang yang memiliki hakikat tauhid adalah hamba Allah yang terbaik, dan hakikatnya tauhid adalah lautan yang tak bertepi, perkara yang agung, dan tidak dapat dicapai kecualidengan naugrah dari Allah Ta’ala. Tidak ada sebab yang terkait dengannya kecuali: • Membersihkan hati dari segala sesuatu sealain Allah • Bersimpuh dihadapan-Nya • Mematuhi syariat-syariat-Nya dengan melaksanakan kewajiban dan meninggalkan yang haram. • Menyibukkan batin dan menghiasinya dengan kehadiran yang terus-menerus bersama Allah • Bergaul dengan orang-orang yang memiliki hakikat tauhid • Membaca ucapan-ucapan mereka. Desain pendidikan Islam dipengaruhi oleh dua ideologi. Yang pertama adalah pemahaman tradisional, yang hanya didasarkan pada wahyu, dan biasanya digunakan oleh para sufi untuk merencanakan pendidikannya. Aspek kedua adalah memahami secara rasional pendidikan agama Islam berupa bimbingan dan pendidikan kepada peserta didik, sehingga mereka dapat memahami, mengenal dan mengamalkan ajaran Islam setelah menyelesaikan pendidikannya. Hiduplah untuk sejahtera di dunia dan akhirat. Menurut Islam, sangat penting untuk menanamkan tauhid pada anak usia karena itu adalah hal yang paling penting dalam kehidupan, yaitu menanamkan penanaman tauhid. Orang yang benar dalam tauhidnya akan diselamatkan baik di dunia maupun akhirat. Tauhid adalah pondasi utama sebuah bangunan, jadi harus dibangun dengan kokoh. Adapun dalam beberapa isi pokok simpulan jurnal tentang pembelajaran tauhid di tingkat sekolah dasar sebagai berikut: No Penulis dan nama jurnal Isi pokok 1. Depdik, Buku Induk Pendidikan Integral Hidayatullah, hal. 90. Dasar-dasar tiga rukun iman Islam, syariah, dan tauhid diperkenalkan kepada siswa melalui pendidikan tauhid saat mereka mulai belajar dan memahami berbagai topik. Dalam hal ini, Tauhid mengacu pada cara berpikir yang, secara teori, harus menjadi tolok ukur bagaimana seseorang berperilaku, khususnya dalam konteks pendidikan. Namun pada kenyataannya, tauhid hanya diterapkan pada informasi yang terisolasi dari aktivitas sehari-hari. Landasan pendidikan tauhid adalah pemahaman bahwa manusia adalah hamba atau khalifah Allah SWT. 135 2. Muhlisin, Makalah Akidah-Ilmu Kalam Tauhid adalah dasar yang di atasnya berdiri semua struktur kehidupan manusia, menanamkan tauhid yang baik dan benar kepada anak sangat penting untuk perkembangan kepribadian takwa. Semakin kuat dan kokoh tauhid seseorang, semakin baik dan sempurna kepribadian takwanya. Tauhid juga merupakan komponen batin yang mendorong dan mengarahkan perkembangan kepribadian manusia. Jadi, benar bahwa keimanan seorang muslim membentuk dasar agamanya. 3. Fatimah Umi Mutsana, A510100064, Implementasi pendidikan tauhid sekolah dasar Ungkapan “janganlah mempersekutukan Allah” disusul dengan ungkapan “anakku” dalam Al-Qur’an surat Luqman ayat 13. Hal ini menekankan perlunya mengajarkan tauhid pada usia muda. Kesimpulan dari kalimat ini adalah bahwa ibadah tidak akan ditoleransi selama penyembahan berhala masih ada. (Sismiati Lukluk, 2012:1). Anak-anak menyediakan bahan bangunan penting yang membentuk fondasi masyarakat. Bagi murabbi, atau guru, tahap yang paling produktif, berkepanjangan, dan penting adalah menanamkan nilai-nilai moral ke dalam pikiran dan hati siswa (aqidah) dan perilaku (akhlak). 4. 118 Seminar Nasional PAUD Holistik Intergratif Pendidikan anak (tarbiyatul aulad) sebenarnya dimulai pada saat kita mencari jodoh (suami/istri), bukan saat kita hamil. Penanaman nilai-nilai tauhid pada anak-anak merupakan aspek fundamental dari pengajaran tauhid. Dan cara khusus di mana seorang anak diperkenalkan kepada Pencipta mereka, Allah SWT, Salah satu rahasia kesuksesan mereka adalah pendidikan. Selain itu, pemodelan orang tua adalah faktor utama dalam membantu anak-anak tumbuh menjadi orang yang taat. Sulit untuk mengajarkan gagasan tauhid, terutama di zaman sekarang ini yang lebih sulit. Hiburan sering lebih diutamakan daripada saran. 5. Gunung Djati Conference Series, Anak-anak dapat belajar tentang ketauhidan melalui Volume 22 (2023) pemahaman agama islam, praktik sholat, hafalan doa setiap hari, hafalan surah pendek, menulis surat pendek dan artinya, mengaji kepada guru, dan berpartisipasi dalam kegiatan agama. Strategi Pembelajaran Tauhid untuk Anak Usia Dini, Menurut Laila Wardati, disesuaikan dengan usia perkembangan anak. 6 Irian Jurnal pendidikan rasyhid Vol No. ar- Tauhid adalah ilmu yang melihat dan membahas apa yang Allah dan semua rasul-Nya harus lakukan, tidak bisa lakukan, dan diizinkan untuk lakukan. Ini juga melihat bukti yang mungkin konsisten dengan alasan untuk mendukung keberadaan AllahTauhid harus diinternalisasi dengan baik dan lengkap selain diketahui dan dimiliki oleh seseorang. Tauhid memainkan peran penting dalam eksistensi manusia dengan memberikan bimbingan dan inspirasi untuk keunggulan dan perbuatan etis, serta dengan menunjukkan jalan kepada orang-orang. Memahami dan menginternalisasi monoteisme pasti akan 136 mengarah pada rasa alami tanggung jawab seseorang kepada Allah. 7. PENDALAS; jurnal penelitian tindakan kelas dan pengabdian masyarakat vol 2 no 2 (2022) H 103-019 arti tauhid ditinjau dari segi kebahasaan berasar dari kata arab “wahhada yuwahhidu tauhiidan’’ yang berarti menyatukan sedangkan dari segi ketenangannya, tauhid adalah keesaan tuhan. tuhan itu esa, tidak mempunyai sekutu, tidak melahirkan anak dan tidak mengandug. dan tuhanlah yang yang menciptakan alam semesta dan segala isinya. telah dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan tauhid adalah penanaman manusia yang bertakwa kepada allah. pendidikan tauhid dapat diartikan sebagai usaha yang sungguh-sungguh dan serius untuk mengembangkan, membimbing dan mengarahkan pikiran, jiwa, hati, dan semangat menuju kesadaran kepada allah swt 8 Education jurnalpenelitian ibnu Menurut Muhammad Abduh, tauhid berarti pengesaan rusyd kota bum 1 (1) allah swt. Itu adalah ilmu yang membahas wujud allah swt, termasuk sifat-sifat yang harus ada padanya, sifatsifat yang harus disematkan padanya, dan sifat-sifat yang harus dihilangkan darinya. Sangat penting bagi hidup manusia untuk memahami arti dan tujuan hidup mereka. Mari kita lihat kehidupan modern kita, di mana banyak orang tidak memiliki tujuan yang jelas dalam hidup mereka. Mereka bekerja tanpa henti untuk mendapatkan uang. 9 Mulyono kajian pengembangan Kajian Ilmu Tauhid atau Kalam adalah inti dari studi ilmu ilmu tauhid/ralam keislaman dan pendidikan agama, karena diharapkan bahwa pengajarannya akan memberikan kepada siswa aqidah dan kedalaman spiritual yang kuat. Siswa harus mengikuti pendidikan agarna di setiap jenjang pendidikan. Untuk menerapkannya dan membantu siswa menghadapi kemajuan zaman, ini telah menjadi komitmen nasional. Pengkajian Ilmu Tauhid, khususnya pendidikan agama Islam, pada umumnya bertujuan untuk menanamkan nilainilai religius yang menjadi dasar dan pegangan bagi siswa clan umat manusia di dunia modern. Setelah melihat beberapa kelompok yang berhasil menerapkan pembelajaran tauhid, kita para pendidik (kyai, ustadz, guru, dan dosen) harus mempertimbangkan kembali bagaimana pembelajaran kita selama ini terlalu monoton dengan hanya menggunakan satu pendekatan, yaitu ceramah atau diskusi. Akibatnya, siswa merasa pelajaran tauhid membosankan. Menurut etimologi, tauhid berarti menyendirikan, menyatukan, dan mengesakan Allah SWT. Namun, menurut syari'at, tauhid berarti mengkhususkan Allah SWT dalam Rububiyah, Uluhiyah, serta nama dan sifat-Nya. Oleh karena itu, tauhid adalah keyakinan bahwa Allah SWT adalah satu-satunya Tuhan yang boleh disembah dan bahwa Dialah yang menciptakan alam semesta ini. Anak usia dini sendiri merupakan periode emas bagi perkembangan intelektual seorang manusia. Anak usia dini sendiri merupakan masa emas bagi perkembangan intelektual seseorang. 137 Padahal, anak usia dini merupakan masa kritis bagi perkembangan kemandirian, dedikasi, kreativitas, dan keterampilan interpersonal, dan keluarga merupakan tempat pertama anak memperoleh keyakinan agama, nilai-nilai, etika, dan madrasah serta penting bagi tumbuh kembang anak. dan keterampilan yang menjadi tolak ukur interaksi dengan lingkungan. Orang tua yang baik akan membesarkan anak-anaknya dengan baik, dan anakanak akan lebih mungkin mewarisi sifat-sifat baik dari orang tuanya. Di sisi lain, anak-anak yang dibesarkan di lingkungan yang kekurangan moral cenderung mewarisi sifat-sifat ini dari orang tua mereka. Diambil dari kisah lukman tentang bagaimana mendidik anak sejak dini yaitu dengan memberikan pengajaran suatu nasehat kepada anaknya untuk beriman kepada Allah mendirikan shalat, dan saling manasehati untuk berbuat kebaikan sebgaimana dalam firman Allah SWT Al-Quran surah Luqman ayat 13. َّArtinya: dan (ingatlah) ketika luqman berkata kepada anaknya, diwaktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah mempersekutukan Allah SWT, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) benar benar kedzaliman yang sangat besar”. (QS Luqman: 13)3 Dia mengatakan kepada putranya dalam Surah Luqman untuk tidak bergaul dengan mitra Allah SWT karena hal itu adalah bentuk ketidaktaatan dan dapat merusak iman seseorang. Iman merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang membekali makhluk hidup dengan pengetahuan tentang keyakinan yang wajib diterima oleh seluruh manusia di dunia ini. Al-Quran mengajarkan keyakinan monoteistik makhluk hidup untuk memperkuat keimanan mereka kepada Allah SWT yang Maha Esa, yang tidak pernah tidur dan tidak pernah berhenti melahirkan. KESIMPULAN Dalam Islam, sangat penting untuk memberi anak-anak pemahaman tentang tauhid sejak dini, karena tauhid merupakan landasan bagi umat Islam. Orang yang benar-benar menganut tauhid akan selamat baik di dunia maupun di akhirat, tetapi orang yang tidak melakukannya akan jatuh ke dalam kesyirikan dan mengalami kecelakaan di dunia dan akhirat. Surat Luqman dalam Al-Qur'an menceritakan kisah Luqman Al-Hakim, seorang bapak yang bijak yang menekankan betapa pentingnya bagi anaknya untuk belajar tauhid. Bagi umat Islam, menjadi seorang monoteis adalah langkah pertama dalam hidup karena menandakan keyakinan yang tulus akan keberadaan Allah SWT dan ketundukan total kepada-Nya. Singkatnya, ayat ketiga belas Surah Luqman berbicara tentang sebuah studi yang didasarkan pada ayat-ayat dari Al-Qur'an dan Sunnah untuk membantu anak-anak menjadi orang yang selalu mengutamakan Allah SWT. Pada dasarnya, orang tua bertanggung jawab untuk membesarkan monoteis; Tanggung jawab ini harus dimulai sejak dini, terus dilakukan, dan diikuti. DAFTAR PUSTAKA (“Falah, S. (2014). Parents Power. Republika Penerbit.” n.d., (“Haque, Z. M. E. (2022). Strategi Penanaman Nilai Nilai Ketauhidan Pada Anak Usia Dini Di Lingkungan Keluarga.” n.d., (“Haque, Z. M. E. (2022). Strategi Penanaman Nilai Nilai Ketauhidan Pada Anak Usia Dini Di Lingkungan Keluarga.” n.d., (“Permatasari, A. (2016). Konsep Pendidikan Tauhid Bagi Anak Dalam Buku Segenggam Iman Anak Kita Karya Mohammad Fauzil Adhim (Doctoral Dissertation, Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan).” n.d., Feba, N. D., Susila, N. S., & Azzahra, N. (2023, June). Pentingnya Penanaman Pendidikan Tauhid pada Anak Usia Dini. In Gunung Djati Conference Series (Vol. 22, pp. 222-233). (n.d.). 138 Liriwati, F. Y., & Armizi, A. (2021). Konsep Pendidikan Tauhid Anak Usia Dini Menurut Tafsir Surah Luqman Ayat 13. Prosiding Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif Era Covid 19, 117-124. (n.d.). Mujib, A. (1999). Fitrah dan kepribadian Islam: sebuah pendekatan psikologis. Jakarta: Darul Falah, 1999. (n.d.). Mutsana, Fatimah Umi. Implementasi Pendidikan Tauhid Usia Sekolah Dasar Kelas I SDIT ArRisalah Kartasura Tahun Pelajaran 2013/2014. Diss. Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2013. Abdurrahim, A. A. (2021). Teori Pendidikan Tauhid pada anak usia dini da. (n.d.). 139