Dhammavicaya : Jurnal Pengkajian Dhamma. Volume 9 Nomor 2 Januari 2026 e-ISSN: 2775-4200. p-ISSN: 2580-8028. Hal 95-107 DOI: https://doi. org/10. 47861/dhammavicaya. Available online at: https://doi. org/10. 47861/dhammavicaya. YouTube sebagai Arena Komunikasi Agama Kontemporer: Studi Wacana Hubungan Buddha - Islam dalam Channel Jeda Nulis *Aditya Kurniawan Nasution1. Mashadi Said2. Anna Agustina3 1,2,3 Fakultas Ilmu Komunikasi. Universitas Pancasila. Indonesia Alamat: Jl. Srengseng Sawah. RT. 5/RW. Srengseng Sawah. Kec. Jagakarsa. Kota Jakarta Selatan. Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12640 Korespondensi penulis: adityakurniawan@univpancasila. Abstract. This study examines YouTube as an arena of contemporary religious communication through a discourse analysis of Buddhist - Islamic dialogue presented on the Jeda Nulis channel. The research focuses on a dialogue between Bhante Dhira and Habib Husein JaAofar to understand how interfaith relations are constructed in digital spaces. Using a qualitative approach, this study employs discourse analysis of video transcripts as primary data and public YouTube comments as supporting data. The findings show that theological differences are communicated as objects of knowledge rather than sources of conflict. The dialogue emphasizes shared ethical values such as compassion and employs non-polemical communication strategies and interfaith analogies. Audience comments indicate that the dialogue is perceived as a calm and reflective space for interfaith learning. This study concludes that YouTube facilitates the dialogical and inclusive negotiation of religious meanings and contributes to the development of digital religious communication studies in Indonesia. Keywords: Digital Religious Communication. Interfaith Dialogue. YouTube. Buddhist - Islamic Relations. Discourse Analysi. Abstrak. Penelitian ini mengkaji YouTube sebagai arena komunikasi agama kontemporer melalui analisis wacana dialog Buddha - Islam yang ditampilkan dalam channel Jeda Nulis. Fokus penelitian diarahkan pada dialog antara Bhante Dhira dan Habib Husein JaAofar untuk memahami bagaimana relasi lintas iman dikonstruksi dalam ruang digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis wacana terhadap transkrip dialog sebagai data utama serta komentar publik YouTube sebagai data pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan teologis dikomunikasikan sebagai objek pengetahuan, bukan sebagai sumber konflik. Dialog menekankan nilai etis bersama seperti welas asih serta menggunakan strategi komunikasi non-polemik dan analogi lintas iman. Komentar audiens menunjukkan bahwa dialog dimaknai sebagai ruang pembelajaran lintas iman yang tenang dan reflektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa YouTube memfasilitasi negosiasi makna agama secara dialogis dan inklusif, serta berkontribusi pada pengembangan kajian komunikasi agama digital di Indonesia. Kata kunci: Komunikasi Agama Digital. Dialog Lintas Iman. YouTube. Buddha - Islam. Analisis Wacana LATAR BELAKANG Perkembangan media digital telah mengubah secara mendasar praktik komunikasi agama di Indonesia. Media digital tidak lagi berfungsi sebatas sarana penyampaian ajaran keagamaan, melainkan berkembang menjadi ruang diskursif tempat makna agama diproduksi dan ditafsirkan secara sosial (Putri, 2. Dalam kajian komunikasi, agama dipahami sebagai praktik simbolik yang dibangun melalui bahasa dan interaksi sosial Received: Januari 23, 2026. Revised: Januari 24, 2026. Accepted: Januari 26, 2026. Online Available: Januari 30, 2026. Published: Januari 30, 2026. *Corresponding author, adityakurniawan@univpancasila. (Tracy, 2. Ruang digital memungkinkan praktik komunikasi agama berlangsung secara dialogis dan reflektif di luar institusi formal (Rahmadhani, 2. Perubahan ini menunjukkan adanya pergeseran otoritas keagamaan dari struktur hierarkis menuju pola komunikasi yang lebih cair. Fenomena tersebut menuntut kajian komunikasi agama yang berfokus pada proses wacana, bukan sekadar isi doktrin. YouTube menempati posisi strategis sebagai medium komunikasi agama di era Platform ini menyediakan ruang publik digital yang memungkinkan terjadinya pertukaran gagasan secara terbuka (Habermas, 1. Penelitian menunjukkan bahwa YouTube berfungsi sebagai arena diskursus sosial yang melibatkan produsen konten dan audiens secara interaktif (Sekar De Putri, 2. Dalam konteks keagamaan. YouTube memungkinkan penyampaian nilai religius melalui format audiovisual yang lebih naratif (Kaplan & Haenlein, 2. Media ini mendorong pergeseran komunikasi agama dari pola monolog menuju dialog (Rahmadhani, 2. Oleh karena itu. YouTube perlu dipahami sebagai arena komunikasi agama kontemporer. Indonesia sebagai masyarakat multireligius menghadirkan kompleksitas dalam praktik komunikasi antaragama. Dialog lintas iman selama ini lebih banyak difasilitasi oleh lembaga formal dan forum institusional (Mursyid, 2. Perkembangan media digital membuka ruang baru bagi dialog lintas iman yang lebih inklusif dan partisipatif (Choiri, 2. Penelitian menunjukkan bahwa dialog antaragama di media digital cenderung menekankan kesamaan nilai etis daripada perbedaan teologis (Youth Interfaith Dialogue, 2. Pendekatan ini memperkuat pemahaman toleransi sebagai proses komunikasi sosial. Dengan demikian, komunikasi lintas iman di media digital menjadi objek kajian yang relevan. Relasi antara agama Buddha dan Islam di Indonesia memiliki karakteristik sosial yang khas. Sebagai agama minoritas. Buddha sering kali berada dalam posisi simbolik tertentu dalam ruang publik yang didominasi Islam (Kusumawati, 2. Kajian sebelumnya menunjukkan bahwa hubungan Buddha - Islam lebih sering dibahas dalam kerangka harmoni normatif (Haiva Satriana, 2. Padahal, komunikasi antaragama melibatkan proses diskursif yang kompleks (Tracy, 2. Media digital memungkinkan proses negosiasi makna tersebut berlangsung secara terbuka (Putri, 2. Oleh karena itu, hubungan Buddha - Islam di ruang digital penting untuk dikaji secara komunikatif. Jurnal Dhammavicaya VOLUME 9. NO. JANUARI 2026 e-ISSN: 2775-4200. p-ISSN: 2580-8028. Hal 95-107 Channel YouTube Jeda Nulis merepresentasikan praktik komunikasi agama kontemporer berbasis dialog lintas iman. Kanal ini menghadirkan percakapan reflektif antara tokoh agama dengan pendekatan non-polemik (Jeda Nulis, 2. Penelitian komunikasi agama menunjukkan bahwa format dialog personal efektif dalam membangun pemahaman lintas iman (Sha, 2. Dalam konten Jeda Nulis, agama diposisikan sebagai sumber nilai etis dan refleksi sosial (Rahmadhani, 2. Pola ini sejalan dengan konsep dialog lintas iman sebagai proses saling pengakuan (Choiri, 2. Dengan demikian. Jeda Nulis menjadi objek penelitian yang relevan. Pendekatan analisis wacana digunakan untuk memahami konstruksi makna dalam komunikasi media. Analisis wacana memandang bahasa sebagai praktik sosial yang membentuk realitas (Putri, 2. Dalam konteks media digital, pendekatan ini memungkinkan pembacaan narasi dan strategi komunikasi keagamaan (Afriyani & Fadliana, 2. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa analisis wacana efektif digunakan dalam kajian media sosial (Rahmadhani, 2. Pendekatan ini membantu mengungkap bagaimana agama direpresentasikan secara simbolik. Oleh karena itu, analisis wacana relevan untuk mengkaji komunikasi agama di YouTube. Kajian komunikasi agama di Indonesia masih didominasi oleh pendekatan Banyak penelitian menekankan nilai toleransi tanpa mengkaji proses komunikatifnya (Mursyid, 2. Padahal, toleransi dibangun melalui praktik bahasa dan interaksi sosial (Tracy, 2. Media digital memperlihatkan bagaimana toleransi diproduksi melalui wacana dialogis (Putri, 2. Kesenjangan ini menunjukkan perlunya kajian berbasis wacana. Dengan demikian, penelitian ini memiliki urgensi akademik yang Audiens memainkan peran penting dalam komunikasi agama digital. Media sosial memungkinkan audiens berpartisipasi melalui komentar dan interaksi simbolik (Sekar De Putri, 2. Respons audiens mencerminkan resonansi makna terhadap pesan keagamaan (Youth Interfaith Dialogue, 2. Meskipun penelitian ini tidak mengukur dampak audiens, keberadaan audiens tetap menjadi konteks penting (Rahmadhani, 2. Audiens dipahami sebagai bagian dari ekosistem komunikasi digital. Perspektif ini memperkaya kajian komunikasi agama. YouTube sebagai arena komunikasi agama juga dipengaruhi oleh logika algoritmik. Algoritma mendorong konten yang bersifat dialogis dan emosional untuk memperoleh visibilitas tinggi (Sha, 2. Kondisi ini memengaruhi cara agama dikemas dalam media digital (Putri, 2. Agama tidak lagi disajikan secara dogmatis, melainkan melalui percakapan dan narasi personal (Tracy, 2. Fenomena ini menunjukkan transformasi komunikasi agama kontemporer. Oleh karena itu, media digital perlu dikaji secara kritis. Dialog Buddha - Islam dalam Jeda Nulis memperlihatkan praktik komunikasi lintas iman yang berorientasi pada pemahaman bersama. Percakapan menekankan nilai kemanusiaan dan welas asih (Peace in Islam and Buddhism, 2. Pendekatan ini sejalan dengan konsep dialog sebagai proses komunikasi, bukan penyatuan doktrin (Mursyid. Media digital memperluas jangkauan dialog tersebut ke publik yang lebih luas (Sha, 2. Dengan demikian. YouTube berperan strategis dalam komunikasi lintas Fenomena ini relevan untuk dianalisis secara wacana. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini memposisikan YouTube sebagai arena komunikasi agama kontemporer. Fokus penelitian diarahkan pada analisis wacana hubungan Buddha - Islam dalam channel Jeda Nulis. Pendekatan analisis wacana berbasis transkrip digunakan untuk memahami konstruksi makna dialog lintas iman (Putri, 2. Penelitian ini mengisi kesenjangan kajian komunikasi agama digital di Indonesia (Rahmadhani, 2. Kontribusi penelitian diharapkan memperkaya studi komunikasi dan dialog lintas iman. Urgensi penelitian ini didukung oleh temuan penelitian KAJIAN TEORITIS Komunikasi agama dalam kajian ilmu komunikasi dipahami sebagai praktik simbolik yang melibatkan bahasa, narasi, dan interaksi sosial. Agama tidak hanya berfungsi sebagai sistem keyakinan, tetapi juga sebagai praktik komunikasi yang membentuk makna dan identitas sosial (Tracy, 2. Dalam konteks modern, praktik komunikasi agama mengalami transformasi seiring perkembangan media digital (Putri. Media digital memungkinkan pesan keagamaan disampaikan dalam format yang lebih dialogis dan terbuka (Rahmadhani, 2. Perubahan ini menandai pergeseran dari komunikasi agama yang bersifat monolog menuju dialog sosial. Oleh karena itu, komunikasi agama perlu dipahami dalam kerangka komunikasi simbolik dan diskursif. Jurnal Dhammavicaya VOLUME 9. NO. JANUARI 2026 e-ISSN: 2775-4200. p-ISSN: 2580-8028. Hal 95-107 Media digital sebagai ruang komunikasi telah melahirkan konsep ruang publik Ruang publik digital memungkinkan warga untuk berpartisipasi dalam diskursus sosial di luar institusi formal (Habermas, 1. YouTube sebagai bagian dari media digital menyediakan ruang interaksi berbasis audiovisual yang luas (Kaplan & Haenlein. Penelitian menunjukkan bahwa YouTube berfungsi sebagai arena diskusi publik yang melibatkan produsen konten dan audiens (Sekar De Putri, 2. Dalam konteks keagamaan. YouTube memungkinkan terjadinya pertukaran gagasan lintas iman secara terbuka (Sha, 2. Dengan demikian. YouTube dapat diposisikan sebagai arena komunikasi agama kontemporer. Analisis wacana merupakan pendekatan yang digunakan untuk memahami bagaimana makna dibangun melalui bahasa. Analisis wacana memandang bahasa sebagai praktik sosial yang tidak terlepas dari konteks budaya dan kekuasaan (Putri, 2. Dalam kajian komunikasi, analisis wacana digunakan untuk membaca narasi dan strategi komunikasi media (Rahmadhani, 2. Pendekatan ini relevan untuk mengkaji teks keagamaan yang disebarkan melalui media digital (Afriyani & Fadliana, 2. Analisis wacana memungkinkan peneliti mengungkap bagaimana agama direpresentasikan dan dinegosiasikan secara simbolik. Oleh karena itu, pendekatan ini tepat digunakan dalam penelitian komunikasi agama digital. Dialog lintas iman dalam kajian komunikasi dipahami sebagai proses pertukaran makna antartradisi agama. Dialog antaragama tidak bertujuan menyatukan doktrin, tetapi membangun pemahaman bersama (Mursyid, 2. Penelitian menunjukkan bahwa dialog lintas iman efektif ketika berfokus pada nilai etis dan kemanusiaan (Choiri, 2. Media digital membuka peluang baru bagi dialog lintas iman yang lebih inklusif (Youth Interfaith Dialogue, 2. Dalam ruang digital, dialog antaragama dapat berlangsung secara reflektif dan non-hierarkis (Putri, 2. Oleh karena itu, dialog lintas iman perlu dipahami sebagai praktik komunikasi sosial. Relasi antara agama Buddha dan Islam dapat dianalisis melalui perspektif komunikasi lintas iman. Kajian sebelumnya menunjukkan bahwa hubungan Buddha Islam sering dibingkai dalam narasi harmoni normatif (Haiva Satriana, 2. Pendekatan ini cenderung mengabaikan proses komunikasi yang membentuk relasi tersebut (Kusumawati, 2. Analisis komunikasi memungkinkan pembacaan relasi Buddha - Islam sebagai proses diskursif (Tracy, 2. Media digital menyediakan ruang untuk menampilkan dialog Buddha - Islam secara terbuka (Putri, 2. Dengan demikian, relasi Buddha - Islam relevan dikaji dalam kerangka komunikasi agama digital. Kajian komunikasi agama digital di Indonesia masih menunjukkan keterbatasan pendekatan analitis. Banyak penelitian berfokus pada nilai normatif toleransi tanpa mengkaji konstruksi wacananya (Mursyid, 2. Analisis wacana menawarkan kerangka kritis untuk memahami bagaimana toleransi diproduksi melalui bahasa (Putri, 2. Media digital memperlihatkan praktik komunikasi agama yang dinamis dan kontekstual (Rahmadhani, 2. Pendekatan ini memungkinkan pemahaman agama sebagai praktik komunikasi yang terus dinegosiasikan. Oleh karena itu, kajian teoritis ini menjadi landasan penting bagi penelitian komunikasi agama di YouTube. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk memahami konstruksi makna dalam komunikasi agama digital. Pendekatan kualitatif dipilih karena memungkinkan peneliti menafsirkan fenomena sosial secara mendalam melalui teks dan konteks (Putri, 2. Dalam studi komunikasi, pendekatan ini lazim digunakan untuk menganalisis praktik komunikasi yang bersifat simbolik dan diskursif (Tracy, 2. Penelitian kualitatif menekankan pemahaman makna daripada pengukuran variabel (Rahmadhani, 2. Dengan pendekatan ini, komunikasi agama dipahami sebagai proses sosial yang dinamis. Oleh karena itu, pendekatan kualitatif relevan untuk mengkaji dialog lintas iman di YouTube. Objek penelitian ini adalah konten dialog lintas iman yang ditampilkan dalam channel YouTube Jeda Nulis. Data utama penelitian berupa transkrip percakapan tokoh agama yang diunggah dalam kanal tersebut (Jeda Nulis, 2. Penggunaan transkrip sebagai sumber data memungkinkan analisis berbasis teks yang dapat diverifikasi (Putri. Dalam penelitian komunikasi media, teks dipandang sebagai representasi praktik sosial (Rahmadhani, 2. Selain data utama, penelitian ini juga mempertimbangkan konteks produksi konten sebagai latar analisis. Dengan demikian, data penelitian difokuskan pada wacana komunikasi agama yang tersaji dalam media digital. Jurnal Dhammavicaya VOLUME 9. NO. JANUARI 2026 e-ISSN: 2775-4200. p-ISSN: 2580-8028. Hal 95-107 Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis wacana tematik. Analisis wacana tematik bertujuan mengidentifikasi pola narasi dan strategi komunikasi dalam teks (Putri, 2. Pendekatan ini memungkinkan peneliti membaca bagaimana makna agama dikonstruksi melalui bahasa (Tracy, 2. Dalam konteks media digital, analisis wacana membantu mengungkap representasi nilai dan relasi antaragama (Afriyani & Fadliana, 2. Proses analisis dilakukan melalui pengelompokan tema dan interpretasi makna kontekstual. Dengan demikian, metode ini sesuai untuk mengkaji hubungan Buddha - Islam dalam komunikasi agama digital. HASIL DAN PEMBAHASAN Bagian ini memuat proses pengumpulan data, rentang waktu dan lokasi penelitian, dan hasil analisis data . ang dapat didukung dengan ilustrasi dalam bentuk tabel atau gambar, bukan data mentah, serta bukan dalam bentuk printscreen hasil analisi. , ulasan tentang keterkaitan antara hasil dan konsep dasar, dan atau hasil pengujian hipotesis . ika ad. , serta kesesuaian atau pertentangan dengan hasil penelitian sebelumnya, beserta interpretasinya masing-masing. Bagian ini juga dapat memuat implikasi hasil penelitian, baik secara teoritis maupun terapan. Setiap gambar dan tabel yang digunakan harus diacu dan diberikan penjelasan di dalam teks, serta diberikan penomoran dan sumber acuan. Berikut ini diberikan contoh tata cara penulisan subjudul, sub-subjudul, sub-sub-subjdul, dan seterusnya. Dialog Buddha - Islam yang dianalisis menunjukkan bahwa YouTube berfungsi sebagai arena komunikasi agama yang dialogis dan reflektif. Perbedaan teologis tidak dikonstruksi sebagai konflik, melainkan sebagai pengetahuan yang dapat dijelaskan secara deskriptif. Pola ini terlihat dari cara Bhante Dhira menjelaskan posisi ajaran Buddhisme tanpa menegasikan keyakinan lain. Praktik komunikasi tersebut menegaskan bahwa dialog tidak diarahkan untuk memenangkan argumen, tetapi untuk memperluas pemahaman lintas iman (Putri, 2. Pendekatan ini sejalan dengan pemahaman komunikasi agama sebagai praktik simbolik yang dibangun melalui bahasa (Tracy, 2. Media digital memungkinkan praktik komunikasi tersebut berlangsung secara terbuka di ruang publik (Rahmadhani, 2. Tabel 1. Wacana Penjelasan Perbedaan Teologis No. Sumber Data Kutipan (Transki. Fokus Makna Wawancara Komunikatif Transkip Dialog AuDalam Buddhisme kami Perbedaan Perbedaan Bhante Dhira tidak bicara Tuhan dijelaskan tanpa sebagai pencipta, tapi pembebasan dari Ay Transkip Dialog Bhante Dhira AuTujuan utama praktik Orientasi Agama sebagai Buddhisme itu keluar jalan pembebasan dari dukkha. Ay Transkip Dialog Bukan soal percaya atau Praktik Penekanan etika Bhante Dhira tidak percaya, tapi soal dibanding dogma praktik hidup. Ay Sumber: Hasil Pemetaan dari Penulis Tabel 1. menunjukkan bahwa perbedaan teologis dijelaskan melalui bahasa reflektif yang menurunkan potensi konflik simbolik. Agama dikonstruksi sebagai praktik etis, bukan sebagai sistem dogma yang saling berhadapan. Strategi ini penting dalam komunikasi lintas iman karena memungkinkan audiens memahami perbedaan tanpa merasa terancam (Tracy, 2. Media digital memperkuat strategi ini dengan menyediakan ruang dialog yang tidak hierarkis (Rahmadhani, 2. Dengan demikian. YouTube berfungsi sebagai ruang diskursif agama yang edukatif. Selain penjelasan perbedaan, dialog juga memanfaatkan strategi analogi lintas iman untuk menjembatani konsep keagamaan yang berpotensi disalahpahami. Analogi digunakan untuk mendekatkan konsep Buddhisme dengan pengalaman keagamaan Islam tanpa menyamakan doktrin. Dalam kajian komunikasi, analogi berfungsi sebagai perangkat retoris yang mempermudah pemahaman audiens heterogen (Choiri, 2. Strategi ini menunjukkan sensitivitas komunikatif para narasumber. Analogi tidak mengaburkan perbedaan, tetapi justru menegaskannya secara komunikatif (Putri, 2. Oleh karena itu, analogi menjadi elemen penting dalam dialog lintas iman. Tabel 2. Strategi Analogi dan Klarifikasi Konsep Jurnal Dhammavicaya VOLUME 9. NO. JANUARI 2026 e-ISSN: 2775-4200. p-ISSN: 2580-8028. Hal 95-107 Sumber Data Kutipan Verbatim Fokus Makna (Transkri. Wacana Komunikatif AuKalau di Islam bisa Transkrip dialog dianalogikan seperti Nabi yang membawa jalan. Ay AuDalai Lama itu Transkrip dialog pemimpin spiritual, bukan Tuhan. Ay AuJadi jangan Transkrip dialog dibayangkan Dalai Lama itu disembah. Ay Analogi Jembatan lintas iman Klarifikasi Edukasi publik Pencegahan Reduksi salah tafsir Sumber: Hasil Pemetaan dari Penulis Tabel 2. memperlihatkan bahwa analogi digunakan secara hati-hati untuk menjaga keseimbangan antara klarifikasi dan penghormatan perbedaan. Strategi ini penting dalam ruang publik digital yang audiensnya beragam (Rahmadhani, 2. Analogi berfungsi sebagai jembatan kognitif tanpa meniadakan batas teologis (Putri, 2. Dengan demikian, dialog tetap inklusif sekaligus akurat secara ajaran. Dialog juga menekankan nilai etis sebagai titik temu lintas agama. Penekanan pada welas asih dan kebajikan menunjukkan bahwa dialog diarahkan pada dimensi kemanusiaan universal. Dalam komunikasi agama, nilai etis berfungsi sebagai bahasa bersama yang melampaui batas doktrinal (Mursyid, 2. Media digital memperluas jangkauan narasi nilai ini kepada audiens luas. Pendekatan ini memungkinkan dialog bergerak dari perbedaan menuju pemahaman bersama (Putri, 2. Oleh karena itu, nilai etis menjadi fondasi komunikasi lintas iman. Tabel 3. Nilai Etis dan Pengakuan Pluralitas Sumber Data Kutipan Verbatim Fokus Makna (Transkri. Wacana Komunikatif AuBodhisattva itu Transkrip dialog Nilai welas Etika lintas AuDalam Buddhisme juga Pluralitas Agama non- ada banyak aliran. Ay Pengakuan Dialog berbasis menunda pencerahan demi makhluk lain. Ay Transkrip dialog AuSetiap tradisi punya Transkrip dialog caranya sendiri untuk menuju kebajikan. Ay Sumber: Hasil Pemetaan dari Penulis Tabel 3. menunjukkan bahwa dialog tidak hanya membahas relasi antaragama, tetapi juga pluralitas internal dalam satu tradisi. Representasi ini menghindari penyederhanaan agama minoritas (Kusumawati, 2. Dalam analisis wacana, pengakuan pluralitas memperkaya makna agama di ruang publik (Tracy, 2. Media digital memungkinkan kompleksitas ini tampil secara terbuka (Putri, 2. Resonansi audiens terhadap dialog lintas iman terlihat jelas melalui komentar publik YouTube. Audiens memaknai dialog sebagai ruang pembelajaran yang aman dan tidak menghakimi. Dalam kajian wacana, komentar audiens dipahami sebagai indikator pemaknaan, bukan bukti perubahan sikap (Rahmadhani, 2. Partisipasi audiens memperkuat wacana dialogis yang dibangun narasumber. Media digital memungkinkan keterlibatan ini berlangsung secara terbuka (Putri, 2. Oleh karena itu, audiens menjadi bagian dari ekosistem komunikasi agama digital. Tabel 4. Nilai Etis dan Pengakuan Pluralitas Sumber Kutipan Verbatim Fokus Makna Data (Transkri. Wacana Komunikatif AuSaya Muslim, tapi jadi Komentar paham Buddhisme dari Ay Pembelajaran Dialog sebagai lintas iman Jurnal Dhammavicaya VOLUME 9. NO. JANUARI 2026 e-ISSN: 2775-4200. p-ISSN: 2580-8028. Hal 95-107 AuDiskusinya adem dan Komentar nggak saling Ay Komentar AuAwalnya bingung soal reinkarnasi, tapi jadi Ay Komentar Komentar Gaya Non-polemik Klarifikasi AuSaya Buddha dan merasa Representasi dijelaskan dengan hormat. Ay AuNilai welas asih ternyata Penemuan Ay Literasi agama Minoritas diakui Titik temu etis Sumber: Hasil Pemetaan dari Penulis Tabel 4 memperlihatkan bahwa audiens tidak bersifat pasif, tetapi aktif memaknai dialog lintas iman. Komentar mencerminkan refleksi personal tanpa kecenderungan konversi (Youth Interfaith Dialogue, 2. Hal ini menunjukkan bahwa dialog berhasil menciptakan ruang komunikasi yang setara. Media digital memperkuat peran audiens sebagai pemakna wacana (Putri, 2. Secara keseluruhan, integrasi antara dialog transkrip dan komentar audiens menunjukkan bahwa komunikasi Buddha - Islam di YouTube berlangsung secara dialogis dan reflektif. Perbedaan teologis, nilai etis, dan pluralitas agama dikomunikasikan melalui bahasa yang inklusif (Tracy, 2. Media digital memungkinkan negosiasi makna agama berlangsung secara terbuka (Rahmadhani, 2. Resonansi audiens memperkuat wacana dialogis tanpa menciptakan polarisasi (Putri, 2. Dengan demikian. YouTube berfungsi sebagai arena komunikasi agama kontemporer yang berkontribusi pada dialog lintas iman di Indonesia. KESIMPULAN DAN SARAN Penelitian ini menunjukkan bahwa YouTube berfungsi sebagai arena komunikasi agama kontemporer yang memungkinkan dialog lintas iman berlangsung secara dialogis dan reflektif (Putri, 2. Analisis wacana terhadap dialog Buddha - Islam dalam channel Jeda Nulis memperlihatkan bahwa perbedaan teologis dikonstruksi sebagai objek pengetahuan yang dapat dijelaskan tanpa konfrontasi (Tracy, 2. Strategi komunikasi non-polemik, termasuk penggunaan analogi lintas iman dan klarifikasi konsep, berperan penting dalam membangun pemahaman audiens lintas agama (Choiri, 2. Dialog menekankan nilai etis bersama seperti welas asih sebagai titik temu komunikasi lintas iman (Peace in Islam and Buddhism, 2. Media digital memungkinkan praktik komunikasi agama berlangsung secara terbuka dan tidak hierarkis (Rahmadhani, 2. Dengan demikian. YouTube dapat dipahami sebagai ruang diskursif yang memfasilitasi negosiasi makna agama secara inklusif. Resonansi audiens yang tercermin dalam komentar publik YouTube menunjukkan bahwa dialog lintas iman dimaknai sebagai ruang pembelajaran yang aman dan reflektif (Youth Interfaith Dialogue, 2. Audiens tidak diposisikan sebagai penerima pasif, melainkan sebagai partisipan dalam proses pemaknaan wacana agama (Putri, 2. Analisis komentar tidak menunjukkan kecenderungan konversi atau polarisasi wacana (Rahmadhani, 2. Representasi agama minoritas yang disampaikan secara hormat memperkuat legitimasi dialog lintas iman di ruang publik digital (Kusumawati, 2. Dalam perspektif komunikasi, temuan ini menunjukkan bahwa toleransi dibangun melalui praktik komunikasi dan cara bertutur (Tracy, 2. Oleh karena itu, dialog Buddha - Islam di YouTube berkontribusi pada pengembangan komunikasi agama digital di Indonesia. DAFTAR REFERENSI Afriyani. , & Fadliana. Analisis wacana komunikasi keagamaan di media Jurnal Komunikasi dan Media, 4. , 172Ae194. Campbell. Digital religion: Understanding religious practice in new media Routledge. Campbell. Digital religion: Understanding religious practice in new media New York: Routledge. Choiri. Dialog lintas iman dalam ruang publik digital: Perspektif komunikasi. Jurnal Studi Agama dan Masyarakat, 17. , 171Ae186. Couldry. Media, society, world: Social theory and digital media practice. Cambridge: Polity Press. Dutton. The fifth estate: Democratic social accountability through the emerging network of networks. Oxford: Oxford University Press. Jurnal Dhammavicaya VOLUME 9. NO. JANUARI 2026 e-ISSN: 2775-4200. p-ISSN: 2580-8028. Hal 95-107 Habermas. The public sphere: An encyclopedia article. New German Critique, 3, 49Ae55. Haiva Satriana. Representasi agama Buddha dalam wacana media Indonesia. Jurnal Studi Buddhis, 5. , 45Ae60. Kaplan. , & Haenlein. Users of the world, unite! The challenges and opportunities of social media. Business Horizons, 53. , 59Ae68. Kusumawati. Agama minoritas dan representasi simbolik di ruang publik. Jurnal Sosiologi Agama, 15. , 165Ae180. Lee. , & Chan. Digital media activities and mode of participation in a protest campaign. Information. Communication & Society, 19. , 4Ae22. Mursyid. Dialog lintas agama dan etika komunikasi di Indonesia. Jurnal Harmoni Sosial, 10. , 89Ae104. Papacharissi. Affective publics: Sentiment, technology, and politics. Oxford: Oxford University Press. Peace in Islam and Buddhism. Perspectives from the QurAoan and the Tripitaka. Bangkok: BuddhistAeIslamic Dialogue Center. Putri. Komunikasi agama digital dan negosiasi makna di media sosial. Jurnal Komunikasi Kontemporer, 7. , 117Ae134. Rahmadhani. Audiens, pemaknaan, dan wacana keagamaan di media digital. Jurnal Ilmu Komunikasi, 19. , 55Ae70. Sha. The digital age of religious communication. Journal of Media and Religion, 22. , 123Ae138. Tracy. Discourse analysis in communication. Washington. DC: Georgetown University Press. Wodak. , & Meyer. Methods of critical discourse analysis. London: Sage. Youth Interfaith Dialogue. Youth interfaith dialogue in everyday citizenship in Indonesia. Journal of Interreligious Studies, 14. , 159Ae168. Narasi Kebangsaan di Era Media Sosial: Relevansi Pancasila dalam Ekosistem Digital. PACIVIC: Jurnal Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, 5. , https://doi. org/10. 36456/p. Hidayat. , & Halim. BUDAYA DIGITAL REMAJA INDONESIA: DOMINASI INSTAGRAM DAN TREN KONSUMSI KONTEN DIGITAL. NIVEDANA : Jurnal Komunikasi Dan Bahasa, 6. , 844-859. https://doi. org/10. 53565/nivedana. Wiwit Rizqiani, & Nurul Hidayat. Analisis Frekuensi dalam Penggunaan Media Sosial Berdasarkan Gender : Studi Kasus Masyarakat Buddhis di Indonesia. Dhammavicaya : Jurnal Pengkajian Dhamma, 8. , 62Ae71. https://doi. org/10. 47861/dhammavicaya.