Sadar Wisata: Jurnal Pawirisata Volume 7 Nomor 1 . Hal: 1-11 DOI: 10. 32528/sw. p-ISSN: 1858-0114 | e-ISSN: 2657-0645 SADAR WISATA: JURNAL PAWIRISATA Journal Homepage: http://ejurnal. id/index. php/wisata PENGARUH ATRAKSI. FASILITAS. DAN AKSESIBILITAS. TERHADAP MINAT BERKUNJUNG KEMBALI GENERASI Z PANTAIThis work is licensed under a Creative Commons DI NGURBLOAT MALUKU TENGGARA Attribution 4. 0 International License. Rahmat Abdullah1. Roberto Mario Kabi Teniwut2. Ida I Dewa Ayu Raka Susanty3 Copyright . 2024 Sadar Wisata: Jurnal Pawirisata 1,2,3 Politeknik Perikanan Negeri Tual. Indonesia email: rahmat. abd@polikant. Corresponding Author: Rahmat Abdullah. Politeknik Negeri Tual, rahmat. abd@polikant. Received Date: 4 Oktober 2023 Artikel Info Kata kunci: Atraksi Wisata. Fasilitas Wisata. Aksesibilitas. Minat Berkunjung Kembali Generasi Z. Keywords: Tourist Attraction. Tourist Facility. Accessibility. Returning Interest In Visiting Of Generation Z Revised Date: 8 Desember 2023 Accepted Date: 20 Juni 2024 Abstrak Desa wisata Ngilngof memiliki 7 daya tarik wisata, akan tetapi pola perjalanan wisata saat ini hanya terpusat pada satu daya tarik wisata yaitu pantai Ngurbloat, ketidakmerataan kunjungan wisatawan ini akan menyebabkan ketimpangan ekonomi disektor pariwisata dan desa wisata Ngilngof tidak akan berkelanjutsan secara optimal. Untuk itu, perlu diketahui bagaimana wisatawan generasi Z memutuskan untuk berkunjung kembali di daya tarik wisata pantai Ngurbloat guna pengembangan desa wisata Ngilngof berbasis daya tarik wisata secara keseluruhan. Tujuan peneltian ini untuk menganalisis dan mengtahui lebih jauh bagaimana pengaruh antara atraksi wisata, fasilitas wisata dan aksesibilitas terhadap minat berkunjung kembali generasi Metode analisis data menggunakan regresi linear berganda, instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan total sampel sebanyak 100 wisatawan genearasi Z. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa varibel atraksi wisata, fasilitas wisata dan aksesibilitas secara parsial mempengaruhi minat berkunjung kembali generasi Z di Pantai Ngurbloat secara postif dan signifikan. Saran penulis untuk pengelola pantai Ngurbloat agar dapat menjadikan wisatawan generasi Z sebagai fokus target pasar dan menyesuaikan seluruh atraksi wisata dan fasilitas wisata yang disediakan, sesuai dengan karakteristik, kebutuhan dan keinginan dari target pasar secara optimal dan Abstract The Ngilngof tourist village has seven tourist attractions, however the travel pattern is current only focused on one tourist attraction, in Ngurbloat beach. The unequal distribution of tourist visiting will cause the economic inequality in the tourism sector and Ngilngof tourist village will not be optimally sustainable. For this reason, it is important to know how the tourists of Generation Z decide to revisit the Ngurbloat beach for developing the Ngilngof tourist village based on all the tourist attraction in this village. The aim of this research is to analyze and knowing more the influence of tourist attractions, tourist facilities and accessibility on the interest of revisit of the Z generation tourists . The data analysis method uses multiple linear regression, the research instrument uses questionnaire with total sample is 100 of the Z generation The results of this research shows that the variables of tourist attractions, tourist facilities and accessibility partially influence on the interest of revisit of the Z generation tourists to visit Ngurbloat Beach positively and significantly. The author's advice for the operator of Ngurbloat beach is to make the Z generation tourists as the focus of their target market and adapt the tourist attractions and tourist facilities provided, according to their characteristics, needs and desires optimally and PENDAHULUAN Universitas Muhammadiyah Jember Sadar Wisata: Jurnal Pawirisata Volume 7 Nomor 1 . Hal: 1-11 DOI: 10. 32528/sw. Desa wisata Ngilngof merupaka salah satu dari 23 Desa Wisata di Kabupaten Maluku Tenggara yang terletak pada Kecamatan Manyeuw. Kab. Maluku Tenggara (Jadesta. Desa wisata tersebut memiliki 7 daya tarik wisata yang dapat dikunjungi yaitu Pulau Ohoieuw. Pantai Yenroa. Danau Ablel. Jejak Legenda NenTeIdar dalam tebing. Teluk Hoat Hawet. Gereja Santa Maria serta pantai Ngurbloat (BUMO Ngilngof, 2. Pantai Ngurbloat merupakan pantai yang paling sering dikunjungi oleh wisatawan, hal ini disebabkan karena karakteristik garis pantai yang panjang, pasir putih yang sangat halus dan bersih serta warna laut hijau yang memukau. Wisatawan yang berkunjung di sini biasanya melakukan aktivitas snorkeling, bermain voli dan bola pantai, wisata perahu . , menikmati keindahan sunset serta melakukan foto selfie diberapa spot-spot foto yang tersedia. Untuk menunjang aktivitas wisatawan, para pengelola desa wisata Ngilngof telah menyediakan fasilitas berupa loket masuk, tempat parkir, cottage, gazebo, toilet umum, warung usaha kuliner hasil laut, tersedia juga, akses internet gratis di sepanjang area pantai, akses listrik, jaringan telekomunikasi dan sarana air bersih serta ditunjang dengan akses jalan yang memadai yang di lengkapi dengan papan penunjuk arah dan lampu jalan dari pusat kota Langgur yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Tersebut. Selain itu. Wisatawan juga dapat mengakses seluruh informasi pantai Ngurbloat melalui website w. desawisatangilngof, (BUMO Ngilngof, 2. Sejak tahun 2015 sampai dengan 2019 posisi pantai Ngurbloat selalu berada di atas dengan jumlah kunjungan tertinggi di Maluku Tenggara. Berikut disajikan dalam bentuk tabel 1 dibawah Tabel 1 Jumlah Kunjungan Wisatawan Nusantara di Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2015-2019 Sumber: Dinpar Malra, 2022. Disisi lain, temuan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Abdullah, . , dalam buku Travel Pattern Desa Wisata Ngilngof Kabupaten Maluku Tenggara, wisatawan lokal, berstatus pelajar dengan intensitas kunjungannya 2-4 kali, yang lahir pada tahun 2000-2008 dan saat ini berusia 18-29 tahun, adalah yang paling terbanyak berkunjung di Pantai Ngurbloat. Hal ini juga terkonfirmasi dengan observasi lapangan dan wawancara dengan ketua pengelola desa wisata Ngilngof, bapak Ronald Tethool bahwa memang pantai Ngurbloat selalu di dominasi oleh wisatawan pelajar, yang termasuk dalam kategori wisatawan generasi Z, sebagaimana yang dikemukakan oleh Strauss. , & Howe. Bencsik et. , al. dan Putra, . , bahwa generasi yang lahir di tahun 1995-2010 ialah generasi Z. Generasi Z merupakan generasi eksploratif, karena memiliki rasa ingin tahu yang besar, akibat dari rasa ingin tahu dan sifat petualang yang dimiliki, generasi ini pun mulai melakukan perjalanan wisata ke tempat-tempat baru yang dianggap menarik yang hampir sebagian besar termotivasi ingin menikmati pantai dan mencari pengalaman baru (Wiweka. Melihat bahwa terdapat 7 daya tarik wisata yang sebagian besar merupakan pantai di desa wisata Ngilngof, sedangkan pola perjalanan wisata yang terpusat di pantai Ngurbloat secara berulang-ulang yang memperlihatkan bahwa adanya ketidaksesuaian antara perilaku berwisata generasi Z dengan fakta empiris. Kondisi ketidaksesuaian ini jika terus terjadi, maka akan terjadi ketimpangan ekonomi disektor pariwisata yang sangat tinggi khususunya bagi pelaku usaha setempat, disisi lain dapat pempengaruhi pengembangan seluruh daya tarik wisata yang ada dan desa wisata Ngilngof tidak akan berkelanjutan secara Untuk itu, penelitian ini penting untuk dilakukan untuk mengetahui bagaiamana wisatawan generasi Z memutuskan untuk berkunjung kembali di daya tarik wisata pantai Ngurbloat sekaligus sebagai acuan bagi para pengelola untuk mempertahankan pangsa pasar dan mengembangkan produk wisata berbasis daya tarik wisata yang ada secara berkelanjutan. Menurut Damanik & Weber, . Untuk menawarkan produk pariwisata, ada 3 komponen yang harus diperhatikan, yakni amenitas/fasilitas wisata. Ketiga komponen Universitas Muhammadiyah Jember Sadar Wisata: Jurnal Pawirisata Volume 7 Nomor 1 . Hal: 1-11 DOI: 10. 32528/sw. tersebut harus tersedia dalam suatu daya tarik wisata, sehingga dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan wisatawan. Bentuk keseuaian antara produk yang di tawarkan dengan kebutuhan dan keinginan wisatawan generasi Z ialah kepuasan sehingga menyebabkan minat berkunjung Untuk itu, berdasarkan uraian peneliti sebelumnya, maka peneliti berinisiatif untuk meneliti pengaruh secara parsial atraksi wisata, fasilitas wisata, aksesibilitas terhadap minat berkunjung kebali generasi Z di pantai Ngubrloat. Penelitian tentang topik ini pernah dilakukan oleh peneliti terdahulu yaitu Okfiarni . Indriastuty et. Lestari . Waruwu, . Zahra et. Hasil penelitian oleh kelima peneliti tersebut memperlihatkan minat wisatawan berkunjung kembali, dipengaruhi oleh variabel daya tarik wisata, fasilitas wisata dan Perbedaan penelitian tersebut dengan penelitian ini yaitu terletak pada responden penelitian, dimana dalam penelitian terdahulu tersebut, responden ditentukan bersifat umum dan belum secara tegas menunjukan pangsa pasar potensial, sedangkan dalam penelitian ini, responden di tentukan berdasarkan temuan penelitian terdahulu yang menunjukan bahwa generasi Z yang berkunjung di pantai Ngurbloat merupakan pangsa pasar potensial yang perlu dicari tahu alasan mereka mau berkunjung kembali sebagai upaya untuk mendapatkan informasi guna pengembangan desa wisata Ngilngof yang berkelanjutan. TINJAUAN PUSTAKA Atraksi wisata Purba dan Ariwangsa . atraksi wisata merupakan segala hal yang mampu menarik minat kunjung wisatawan kewasan wisata Atraksi didasarkan pada sumber daya alam yang membentuk ciri-ciri fisik alam, dan keindahan kawasan tersendiri. Atraksi wisata yang ditawarkan oleh pantai Ngurbloat merupakan atraksi wisata alam berupa pantai. Indikator Atraksi Wisata Karena atraksi wisata yang menimbulkan daya tarik wisata bagi wisatawan maka peneliti menggunakan pendekatan indikator daya tarik wisata yang terdiri dari 4 hal (Damanik dan Weber, 2. , yaitu: . Keunikan diartikan sebagai kombinasi kelangkaan dan ke khasan yang melekat pada suatu daya tarik wisata. Orijinalitas mencerminkan keaslian atau kemurnian yakni seberapa jauh produk tidak terkontaminasi atau tidak mengadopsi nilai yang berbeda dengan nilai aslinya. Otentisitas lebih sering dikaitkan dengan tingkat keantikan atau eksotisme budaya sebagai daya tarik wisata. Otentisitas merupakan katagori nilai yang memadukan sifat alamaih, eksotis dan bersahaja. Fasilitas Wisata Menueurt Yoeti . , fasilitas wisata fasilitas yang fungsinya memenuhi kebutuhan wisatawan yang tinggal untuk sementara waktu di daerah tujuan wisata yang dikunjunginya, dimana mereka dapat santai, menikmati dan berpartisipasi dalam kegiatan yang tersedia. Pantai Ngurbloat juga menyediakan fasilitas-fasilitas yang dapat mengakomodir kebutuhan wisatawan selama dalam kunjungan mereka. Indikator Fasilitas Wisata Menurut Sumayang . indikator untuk mengukur fasilitas wisata yaitu: . kelengkapan, kebersihan, dan kerapian fasilitas yang ada di objek wisata. kondisi dan fungsi fasilitas yang ada di objek wisata. kemudahan fasilitas untuk digunakan oleh pengunjung objek wisata. kelengkapan alat yang dapat digunakan oleh konsumen selama pengunjung berada di dalam area objek wisata. Aksesibilitas Soekadijo. G . mengemukakan bahwa persyaratan aksesibilitas terdiri dari akses informasi dimana fasilitas harus mudah ditemukan dan mudah dicapai, harus memiliki akses kondisi jalan yang dapat dilalui dan sampai ke tempat objek wisata serta harus ada akhir tempat suatu perjalanan. Kemudahan untuk mencapai pantai Ngubrloat didukung dengan tersedianya akses jalan, papan penunjuk arah, lampu jalan serta akses informasi dalam secara online melalui website dan media sosial. Indikator Aksesibilitas Menurut Tjiptono. tingkat aksesibilitas dapat diukur dengan ketersediaan transportasi dan dengan jarak pencapaian yang Selain itu, tingkat kemudahan pencapaian tujuan juga dapat dipengaruhi oleh faktor kondisi jalan, waktu tempuh, biaya perjalanan, dan pendapatan orang yang melakukan perjalanan serta akses informasi. Minat Berkunjung Kembali Universitas Muhammadiyah Jember Sadar Wisata: Jurnal Pawirisata Volume 7 Nomor 1 . Hal: 1-11 DOI: 10. 32528/sw. Menurut Sofia. B . berkunjung ulang adalah dorongan seseorang untuk melakukan kegiatan berkunjung ulang ke tujuan yang pernah didatangi dan keinginan untuk melakukan perjalanan di masa depan dipengaruhi oleh sikap mereka terhadap pengalaman masa lalunya. Indikator Minat Berkunjung Kembali Menurut Aviolitasona . , indikator untuk mengukur minat kunjung ulang yaitu: . Mengunjungi ulang tempat wisata di lain waktu. Memberi rekomendasi kepada orang lain tentang tempat wisata. Mengajak orang lain untuk berkunjung kembali dilain waktu. METODOLOGI PENELITIAN Metode kuantitatif adalah suatu metode yang bertujuan untuk mendeskripsikan tentang suatu keadaan secara objektif yang menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut serta penampilan dan hasilnya (Arikunto, 2. Populasi dari penelitian ini ialah wisatawan lokal yang berkunjung pada bulan Juni tahun Adapun sampel ditentukan secara proposive sampling, dengan kriteria, wisatawan lokal yang telah berkunjung lebih dari dua kali, memiliki usia 18-29 tahun, serta berstatus pelajar SMK dan S1 atau generasi Z. Karena populasi di lokasi penelitian tidak diketahui jumlahnya, maka besaran sampel tersebut ditentukan berdasarkan formulasi dari Cochran dalam (Sugiyono, 2. sebagai bagi berikut: ycu = ycs2ycyyc yce2 Keterangan: ycu = Jumlah sampel yang diperlukan Z = Tingkst keyakinan yang dibutuhkan dalam sampel yaitu 95% ycy = Peluang benar 50% q = Peluang salah 50% yce = Sampling error 10% Tingkat keyakinan yang dipakai yaitu 95% dimana nilai Z sebesar 96 dan sampling error sebesar 10%. Jumlah sampel yang dipakai dalam penelitian ini yaitu: ycu = . ycu = 96. Berdasarakan formulasi sampel di atas, sehingga ditentukan besaran sampel yang digunakan sebanyak 100 wisatawan genarasi Z. Dalam penelitian ini data dikumpulkan melalui wawancara, observasi lapangan, kuesioner dan studi literatur. Wawancara dilakukan dengan ketua pengelola desa wisata Ngilngof untuk mengetahui atraksi dan fasilitas wisata yang dimiliki pantai Ngurbloat, serta karakteristik wisatawan yang berkunjung. Obeservasi memvalidasi hasil wawancara yang dilakukan dengan ketua pengelola, terkait dengan atraksi dan fasilitas wisata serta melihat kondisi aksesibilitas untuk mencapat pantai Ngubrloat. Kuesioner diberikan kepada responden 100 orang wisatawan generasi Z yang berisi indikator-indikator dalam bentuk pernyataan yang mewakili 4 variabel yaitu atraksi wisata, fasilitas wisata, aksesibilitas dan minat berkunjung kebali. Studi literatur dilakukan guna mengumpulkan referensi ilmiah yang yang relevan, terkait dengann menelitian ini dan dilakukan selama penelitian ini berlangsung. Adapun analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: Uji Validitas Peneliti melakukan uji validitas dan reliabilitas pada 30 responden di luar dari 100 orang responden yang diteliti. Menurut (Sugiyono, 2. , jumlah anggota sampel yang diujicoba sekitar 30 orang, sebab dengan 30 orang itu, data yang diperoleh sudah dapat membentuk kurva normal. Analisis Deskriptif Menurut Sugiyono, . , analisis deskriptif dilakukan guna memberikan informasi data yang telah dikumpulkan secara apa adanya tanpa bertujuan untuk memberi kesimpulan generalisasi. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan statistik deskriptif pada distribusi frekuensi tentang alamat domisili, pekerjaan, jenis pendapatan perbulan, tingkat kunjungan, dan tanggapan responden terhadap veriabelvariabel penelitian. Uji Asusmsi Klasik Menurut Purnomo, . , beberapa asumsi klasik berupa residual yang memiliki data sehingga model regresi linear dapat disebut sebagai model yang baik. Uji Normalitas Nilai residual yang terdistribusi secara normalah yang diharapakn dalam Universitas Muhammadiyah Jember Sadar Wisata: Jurnal Pawirisata Volume 7 Nomor 1 . Hal: 1-11 DOI: 10. 32528/sw. dikatakan baik. Salah satu metode uji normalitas yaitu menggunakan metode Uji normalitas dengan metode tersebut dengan melihat data sebaran pada sumber diagonal dalam grafik Normal P-P Plot of regression standardiez residual. Adapun kriteria pengambilan keputusan, jika terjadi menyebar titik-titik mengikuti garis diagonal maka nilai residual tersebut telah terdistribusi normal (Purnomo. Uji Mulitikolinieritas Mulitikolinieritas bahwa dalam model regresi, terdapat hubungan yang kuat atau hampir sempurna antara variabel independen, ditandai dengan koefisien korelasi yang tinggi, bahkan mendekati 1. Sebuah model regresi yang efektif seharusnya tidak menunjukkan adanya korelasi yang kuat atau mendekati sempurna antara variabel independen. Ada berbagai teknik untuk menguji mulitikolinieritas, dan penelitian sering menggunakan pendekatan dengan memeriksa tolerance dan inflation factor (VIF) dalam model regresi. Jika nilai VIF berada di bawah 10 dan nilai tolerance melebihi 0,1, maka ini menunjukkan bahwa multicollinearity tidak terjadi. Sebaliknaya, jka nilai VIF > 10 dan tolerance < 0,1 artinya bahwa (Purnomo, 2. Uji Autokorelasi Model regresi yang baik ialah ketika tidak terjadi autokorelasi. Metode uji dilakukan dengan uji Durbin Watson (DW tes. , dengan kriteria keputusan yaitu jika nilai DW Ou DU atau DW O 4DU, artinya tidak terjadi autokorelasi pada model. Sebaliknya, jika nilai DW O DL atau DW Ou 4-DL, artinya model tersebut terjadi autokorelasi (Purnomo. Uji Heteroskedastisitas Heteroskedastisitas ketidaksetaraan varian dalam residul pada berbagai pengamatan dalam model regresi. Sebuah model regresi Salah satu metode pengujian heteroskedastisitas adalah Spearman's rho. Dalam pengujian heteroskedastisitas dengan teknik koefisien korelasi Spearman's rho, dilakukan korelasi antara variabel independen dengan residual. Pengujian menggunakan tingkat signifikan 0,05 dengan uji 2 sisi. Jika korelasi antara variabel independen dengan residual didapat nilai sig. > 0,05 maka tidak terjadi problem heteroskedastisitas. Sebaliknya. Jika antara variabel menghasilkan korelasi dengan nilai < 0,05, artinya terjadi masalah heteroskedastisitas (Purnomo, 2. Analisis Regresi Linear Berganda Untuk mengetahui bagaiaman pengaruh linier antara dua atau lebih variabel independen terhadap satu variabel dependen, maka dilakukan analisis menggunakan model regresi linier berganda (Purnomo. Model mengasumsikan terdapat pengaruh satu garis lurus . antara variabel dependen dengan masing-masing prediktonya (Janie. Berikut bentuk persamaan dalam penelitian ini: Y = a b1x1 b2x2 b3x3 e dimana Y=minat berkunjung kembali. a=konstanta. b1-b3= koefisien regresi masing-masing X1=atraksi X2 fasilitas wisata. X3= e=error term . ariabel penggang. atau residual. Uji T Parsial Menurut Ghozali, . Untuk melihat secara parsial, seberapa jauh pengaruh variabel independen dalam menerangkan dilakukannya uji statistik t. Dengan tingkat signifikansi () 5% dari df=n-K, maka diperoleh nilai t-tabel. Nilai t-tabel inilah yang akan dibandingkan dengan nilai thitung yang hasilkan berdasarkan uji t tersebut, sehingga diketahui bagaiamana HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Validitas dan Reliabilitas Pernyataan Tabel 2 Uji Validitas Uji Validitas (N. Atrkasi Wisata (X. R-hitung R-tabel 0,606 0,804 0,381 0,389 0,627 Keterangan Valid Universitas Muhammadiyah Jember Sadar Wisata: Jurnal Pawirisata Volume 7 Nomor 1 . Hal: 1-11 DOI: 10. 32528/sw. 0,594 0,749 0,806 0,518 0,650 0,644 0,704 Fasilitas Wisata (X. 0,496 0,787 0,741 0,797 0,650 0,620 0,830 0,844 0,381 Valid 0,789 0,777 0,809 0,841 0,787 0,755 0,704 0,637 Aksesibilitas (X. 0,288 0,232 Tidak Valid 0,218 0,434 0,760 Valid 0,408 0,334 Tidak Valid 0,381 0,580 0,747 0,730 0,748 Valid 0,571 0,621 0,385 Minat Berkunjung Kembali (Y) 0,475 0,733 0,749 0,383 0,573 0,697 0,689 0,500 0,381 Valid 0,530 0,573 0,603 0,695 0,750 0,825 0,601 Sumber: Hasil olah data primer, 2023. Tabel 3 Uji Reliabilitas N of CronbachAo Alpha Variabel Item s Alpha X1. 0,862. X2. 0,943. 0,6. X3. 0,759. 0,878. Sumber: Hasil olah data primet, 2023. Keterangan Reliable Reliable Reliable Reliable Hasil uji validitas pada tabel 1 diatas menunjukan bahwa dari seluruh item pernyataan yang mewakili 4 variabel tersebut, terdapat 4 item yang dinyatakan tidak valid, sehingga tidak dapat dipakai untuk mengukur pernyataan Sedangkan sisanya dapat digunakan. Sedangkan Hasil pengujian reliabilitas yang tercantum dalam tabel 2 di atas mengindikasikan bahwa variabel (X. , (X. , (X. , dan (Y) memiliki nilai skor Cronbach's alpha. > alpha standar 0,6 . etelah di keluarkan pernyataan yang tidak Artinya bahwa seluruh item-item pernyataan tersebut dinyatakan reliabel sehingga dapat dipakai untuk mengukur seluruh variabelvariabel tersebut. Deskriptif Karakteristik Responden Berdasarkan responden yang diperoleh menggunakan kuesioner, ditemukan bahwa mayoritas dari 100 responden generasi Z yang berkunjung di pantai Ngurbloat adalah berasal dari Kota Tual yaitu sebesar 51%, dengan jenis kelamin perempuan sebesar 55%, dengan rentang usia 18-21 tahun sebesar 60%, berpendidikan SMA/SMK sebesar 60%, dengan pendapatan perbulan dibawah Rp. 000,- 64%, dengan tingkat kunjungan lebih dari 5 kali sebesar 56%, dan melakukan kunjungan dengan teman sebesar 58%, menggunakan transportasi motor pribadi sebesar 68%, dengan motivasi kunjungan atas dasar kemauan sendiri sebesar 37%, dan paling banyak melakukan kunjungan di hari minggu sebesar Asumsi Klasik Uji Normalitas Gambar 1. Grafik Uji Normalitas. Sumber: Hasil olah data primer, 2023. Berdasarkan menggunakamn metode grafik tersebut di atas, bahwa secara visual terlihat bahwa penyebaran titik-titik mengikuti garis diagonal. Sehingga dapat dikatakan bahwa nilai residual terdistribusi secara normal Uji Multikolinearitas. Tabel 4. Uji Multikolinieritas Collinearity Statistics Tolerance VIF (Constan. Model Universitas Muhammadiyah Jember Sadar Wisata: Jurnal Pawirisata Volume 7 Nomor 1 . Hal: 1-11 DOI: 10. 32528/sw. Atraksi Wisata Fasilitas Wisata Aksesibilitas Sumber: Hasil oleh data primer, 2023. Hasil uji multikolinieritas pada tabel tersebut di atas membuktikan bahwa tidak terjadi masalah multikolinieritas, dengan VIF Atraksi Wisata (X. = 1. Fasilitas Wisata (X. = 2. 068 dan Aksesibilitas (X. = 1. 795 yang berada kurang dari 10 serta nilai tolerance dari masing-masing variabel lebih tinggi 0,10. Artinya dapat dikatakan multikolinieritas tidak terjadi. Uji Autokorelasi Tabel 5. Uji Autokorelasi Adjusted Std. Error of Model Square R Square the Estimate Sumber: Hasil olah data primer, 2023. DurbinWatson Hasil uji autokorelasi Durbin Watson (DW) atas residual persamaan regresi pada tabel tersebut di atas, menunjukan nilai DW = 2,137. Nilai DL dan DU didapatkan dari tabel statistik DW dengan variabel bebas . = 3 , sampel . = 100, sehingga diperoleh DL = 1,613 dan DU = 1,736. Sehingga peroleh nilai 4-DL = 2,387 serta 4-DU = 2,264. Karena nilai DW . terletak diantara nilai DU . dan nilai 4-DU . , sehingga dapat dikatakan model regresi tersebut, tidak terjadi autokorelasi. Uji Heteroskedastisitas Tabel 6. Uji Heteroskedastisitas Unsta Fasilit Akse Atraksi Wisata (X. Wisat Residu a X. (X. Spea Atraks Koefisien 621** . Korelasi Wisat Sig, 2-tailed rho a (X. Fasilit Koefisien 621* 1. 517* -. Korelasi Wisat Sig, 2-tailed a (X. N . Aksesibi Koefisien 480* . 517 1000 -. Korelasi (X. Sig, 2-tailed Unsta Koefisien 097 -. 032 -. ndardi Korelasi Sig, 2-tailed Residu N. Sumber: Hasil olah data primer, 2023. Berdasarkan uji heteroskedastisitas dengan metode spearmanAos rho pada tabel di atas, memperlihatkan korelasi antara variabel X1. X2 dan X3 dengan unstandardized residual, menghasilkan nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 dimana sig. X1=0. 339>0. 005, sig. X2=0. 749>0. 005, dan sig. X3=0. 297>0. Artinya bahwa heteroskedastisitas tidak terjadi. Uji T Parsial Tabel 7. Uji T Parsial Standar Unstandardize Coeffici d Coefficients Std. Error Beta Sig. Model 1 (Constan. Atraksi Wisata (X. Fasilitas Wisata (X. Aksesibilitas (X. Sumber: Hasil olah data primer, 2023. Hasil uji t parsial pada tabel tersebut di atas, menghasilkan nilai t-hitung atas variabel X1 762 dengan sig. Variabel X2 menghasilkan nilai t-hitung sebesar 7. dengan sig. 000, serta variabel X3 dengan nilai t-hitung sebesar 4. 726 dengan sig. Berdasarkan hasil uji tersebut, masing-masing variabel memiliki nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel 1,985, dengan formula df=n-4 . f=1004=. , dengan nilai sig. masing-masing varibel lebih kecil dari 0. Untuk itu disimpulkan bahwa variabel X1 (Atraksi Wisat. X2 (Fasilitas Wisat. serta X3 (Aksesibilita. secara indivdu menghasilkan pengaruh yang positif dan signifikan pada minat berkunjung kembali generasi Z di Pantai Ngurbloat. Pembahasan Pengaruh Atraksi Wisata Terhadap Minat Berkujung Kembali Generasi Z di Pantai Ngurbloat Berdasrakan uji t-parsial pada tabel 4 menunjukan bahwa. Atraksi Wisata memiliki pengaruh yang positif serta signifikan pada Minat Berkunjung Kembali Generasi Z di Pantai Ngurbloat. Artinya bahwa semakin baik atraksi wisata yang disajikan oleh para pengelolah, maka Minat Berkunjung Kembali Generasi Z di pantai tersebut juga akan meningkat. Temuan yang diperoleh dari pernyataan responden menunjukan bahwa, hampir sebagian besar generasi Z tertarik untuk berkunjung kembali, disebabkan karena keunikan daya tarik wisata berupa garis pantai yang panjang, pasir putih yang bersih serta halus, konon katanya menurut masyarakat lokal bahwa pasir tersebut merupakan pasir terhalus di dunia. Disisi Universitas Muhammadiyah Jember Sadar Wisata: Jurnal Pawirisata Volume 7 Nomor 1 . Hal: 1-11 DOI: 10. 32528/sw. lain, air laut yang tenang dan jernih serta dengan kondisi bawah laut yang masih alami, pesona keunikan sunset, dan terdapat spot-spot foto yang instagramable yang disedikan oleh pengelola, serta di dukung dengan pepohonan yang rindang sehingga menambah kesejukan dalam berwisata. Atraksi surutnya air laut juga menambah keunikan tersendiri, sebab dikala air laut surut, maka wisatawan dapat berjalan ke arah laut sambil menangkap ikan. Selain itu, beragamnya kuliner khas yang ditawarkan juga menambah daya tarik tersendiri, seinggia tidak heran jika beragam atraksi wisata tersebut yang umumnya berbasis pada wisata alam, yang ditawarkan oleh pantai Ngurbloat membuat wisatawan khususnya generasi Z ingin tertarik untuk datang kembali. Alvin, . penelitian yang sejalan dengan penelitian ini, dimana wisatawan Gen Z menyukasi jenis atraksi wisata alam dan Mayoritas Gen-Z juga memilih untuk datang untuk berpariwisata berbasis alam, di mana lebih condong ke pulau, laut, ataupun pantai, sebab mendekatkan diri dengan alam bisa memberikan relaksasi bagi tubuh dan pikiran mereka. Sedangkan menurut Mayasari, . Gen Z lebih tertarik dengan suatu atraksi wisata yang memiliki pemandangan atau mengandung keindahan atau estetika dan tepat untuk dapat dijadikan konten di media sosial baik berupa foto maupun Implikasi temuan ini yaitu pihak pengelola desa wisata Ngilngof perlu menjaga kebersihan pantai Ngurbloat, serta lebih menghidupkan atraksi tambahan berupa banana boat, bermain voli dan bola pantai, perahu kano dan bottom glas serta tour wisatawan dengan speed boat di kawasan desa wiasta Ngilngof sehingga aktivitas wisatawan generasi Z yang eksploratif dapat diakomodir dalam Akibatnya bahwa mereka akan betah berlama-lama di pantai dan biasa lebih banyak mengeluarkan uangnya. Pengaruh Fasilitas Wisata Terhadap Minat Berkujung Kembali Generasi Z di Pantai Ngurbloat Berdasrakan uji t-parsial pada tabel 4 menunjukan bahwa. Fasilitas Wisata memiliki pengaruh yang positif serta signifikan pada Minat Berkunjung Kembali Generasi Z di pantai Ngurbloat. Hal ini membuktikan bahwa, semakin baik dan lengkap fasilitas wisata yang disedikan oleh para pengelola, maka akan meningkatkan Minat Berkunjung Kembali Generasi Z di pantai Ngurbloat. Temuan yang diperoleh dari pernyataan responden menunjukan bahwa, hampir sebagian besar generasi Z tertarik untuk berkunjung kembali setuju dengan tersedianya fasilitas wisata dalam bentuk kelengakapan wahana bermain seperti ban pelampung dan sewa perahu, menu warung usaha kuliner dengan menu yang beragam, serta penataan yang baik dan terawatengan dengan kebersihan yang terjaga. Tersedia juga akses wifi gratis di sepanjang pantai serta gazebo, toilet, tempat parkir dan tempat sampah yang lengkap, yang menyebabkan lingkungan di kawasan pantai Ngurbloat bersih, aman dan nyaman. Disisi lain. Beberapa wisatawan tidak setuju dengan selalu tersedia fasilitas seperti perahu kano dan banana boat, yang menyebabkan beberapa wisatawan merasa memiliki keterbatasan karena tidak didukung dengan fasilitas yang mereka Selain itu, akses wifi yang cenderung lambat . sehingga menyebabkan wisatawan generasi Z tidak dapat popsting aktivitas wisata mereka. Menurut Yoeti, . Fasilitas wisata merujuk kepada semua sarana yang berperan dalam memenuhi keperluan para wisatawan selama mereka berkunjung sementara waktu ke tujuan wisata tertentu. Di sana mereka dapat bersantai, menikmati, serta berpartisipasi dalam berbagai aktivitas yang tersedia di destinasi wisata tersebut. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan hasil penelitian Marpaung, . , bahwa berkunjung kembali, dipengaruhi secara langsung dan signifikan terhadap fasilitas wisata, dimana dari 100 responden yang diteliti, 57% berstatus pelajar dan Implikasi temuan ini yaitu pihak pengelola desa wisata Ngilngof harus terus menjaga dan merawat serta meningkatkan kualitas pelayanan dalam bentuk fasilitas wisata yang disediakan untuk wisatawan. Perlu diperhatikan juga fasilitas wisata yang Universitas Muhammadiyah Jember Sadar Wisata: Jurnal Pawirisata Volume 7 Nomor 1 . Hal: 1-11 DOI: 10. 32528/sw. menarik berupa banan boat dan perahu kano untuk disediakan setiap saat, serta memanfaatkan area pantai untuk dijadikan sebagai sarana permainan voli dan bola pantai sebab fasilitas pendukung atraksi wisata ini akan banyak menguras tenaga dan waktu wisatawan ketika berkunjung di pantai tersebut sehingga dapat berdampak secara langsung pada ekonomi melalui penyewaan wahana permainan, minat beli kuliner dan sewa gazebo. Selain itu, pengelola juga harus meperhatikan kecepatan akses internet yang saat ini terkesan lambat, sebab penting bagi generasi Z yang notabene merupakan generasi digital, untuk selalu memposting aktivitas wisatanya. Pengaruh Aksesibilitas Terhadap Minat Berkujung Kembali Generasi Z di Pantai Ngurbloat Berdasrakan uji t-parsial pada tabel 4 menunjukan bahwa. Aksesibilitas memiliki pengaruh yang positif serta signifikan pada Minat Berkunjung Kembali Generasi Z di pantai Ngurbloat. Hal ini menunjukan bahwa, semakin baik kondisi aksesibilitas yang mendukung mobilitas wisatawan menuju ke pantai Ngurbloat, maka akan meningkatkan Minat Berkunjung Kembali Generasi Z. Temuan yang diperoleh dari pernyataan responden menunjukan bahwa, hampir sebagian besar generasi Z tertarik untuk berkunjung kembali setuju dengan kondisi aksesibilitas yang mudah, dalam hal ini umum atau transportasi pribadi, serta biaya transportasi yang terjangkau, jarak lokasi pantai yang tidak jauh, kondisi jalan yang luas, permukaan aspal yang mulus, serta didukung dengan papan penunjuk arah, sehingga tidak memakan waktu terlalu lama bagi wisatawan generasi Z untuk sampai di pantai Ngurbloat. Sebagian besar wisatawan tidak setuju dengan terdapat lampu penerang jalan, hal ini disebabkan belum tersedianya fasilitas penerang jalan sehingga wisatawan mengalami kesulitas jika harus pulang di malam hari. Disisi lain, akses informasi melalui website dan media sosial yang memberikan informasi atraksi wisata dan fasilitas wisata pantai Ngurbloat, menambah kemudahan bagi wisatawan generasi Z untuk berkunjung meskipun dengan intensitas berulang-ulang. Camelia & Begawati, . telah melakukan penelitian yang sejalan dengan penelitian ini, dimana hasil penelitiannya menunjukan bahwa keputusan berkunjung kembali wisatawan pada Objek Wisata Pantai Gandoriah di Kota Pariaman, dipengaruhi secara positif oleh variabel Aksesibilitas. Syafitri & Azizwita, . , dalam penelitiannya menemukan bahwa 63% dari 100 responden yang diteliti, merupakan pelajar yang masuk dalam kategori generasi Z, dimana keputusan berkunjung mereka dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh variabel Aksesibilitas. Kondisi ini menggambarkan bahwa semakin baiknya Aksesibilitas, maka akan semakin banyak pula wisatawan yang memutuskan untuk berkunjung kembali di obyek wisata tersebut. Implikasi temuan ini yaitu pihak pengelola desa wisata Ngilngof harus mengupdate informasi-informasi yang dibutuhkan wisatawan selama berkunjung di pantai Ngurbloat kedalam website, yang terkait dengan atraksi wisata yang disediakan, seluruh fasilitas yang tersedia wisatawan generasi Z dapat melakukan perencanaan perjalanan wisata sebelumnya. Selain itu, perlu dukungan secara optimal dari pemerintah daerah Maluku Tenggara Ngurbloat menyediakan lampu jalan yang belum mengcover seluruh akses menuju ke pantai Ngubrloat. Dengan begitu waktu kunjung akan lebih panjang, dimana wisatawan generasi Z tidak perlu khawatir jika pulang ke rumah pada waktu malam hari. KESIMPULAN Kesimpulan dari hasil penelitian ini bahwa, wisatawan generasi Z yang berkunjung di pantai Ngurbloat sebagian besar wisatawan lokal yang berdomisili di Kota Tual, berjenis kelamin perempuan yang berusia 18-21 tahun, dengan status pendidikan SMA/SMK serta memiliki pendapatan di bawah Rp. 000,-. Sebagian besar waktu berlibur wisatawan generasi Z dilakukan pada hari hari minggu, dengan intensitas kunjungan lebih dari 5 kali. Universitas Muhammadiyah Jember Sadar Wisata: Jurnal Pawirisata Volume 7 Nomor 1 . Hal: 1-11 DOI: 10. 32528/sw. bersama dengan teman-temannya, serta atas dasar kemauan mereka masing-masing. Berdasarkan hasil uji t-parsial pada variabel independen X1 . traksi wisat. X2 . asilitas wisat. , dan variabel X3 aksesibilitas, terhadap variabel dependen Y . inat berkunjung kembali generasi Z di pantai Ngurbloa. , diketahui nilai t-hitung yang dihasilkan dari masing-masing variabel independen, lebih tinggi dari angka t-tabel yang telah ditentukan yaitu 1. 985, dengan nilai signifikasi 0. 000, yang mana lebih kecil Hasil memperlihatkan bahwa semakin baik atau bergam atraksi wisata dan fasilitas wisata yang disediakan oleh pengelola, serta didukung dengan kondisi aksesibilitas yang baik, maka akan meningkatkan minat berkunjung kembali generasi Z di daya tarik wisata pantai Ngurbloat. Untuk itu, saran penulis kepada pengelola desa wisata agar dapat menjadikan wisatawan generasi Z sebagai target pasar, menyesuaikan seluruh atraksi wisata dan fasilitas wisata yang ditawarkan sesuai dengan karakteristik, kebutuhan dan keinginan dari target pasar tersebut, dalam hal ini wisatawan lokal generasi Z. Disarankan pula bagi peneliti berikutnya, untuk melakukan penelitian tentang pengembangan program-program atraksi wisata yang di wujudkan dalam bentuk paket-paket wisata yang menarik, sehingga wisatawan generasi Z tidak hanya berkunjung dan menikmati keindahan alam ditawarkan saja, melainkan ada aktivitas yang dilakukan oleh wisatawan generasi Z itu memanfaatkan seluruh potensi atraksi wisata yang ada di desa wisata Ngilngof. Bagi generasi Z yang berkunjung di pantai Ngurbloat agar dapat menjaga kebersihan lingkungan, taat pada aturan yang berlaku dalam lingkungan obyek wisata, membantu pengelola dalam mempromosikan pantai Ngurbloat melalui media sosail masingmasing, serta hindari untuk membawa makanan dari luar khususnya khususnya dengan kemasan yang tidak ramah DAFTAR PUSTAKA