Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Keanekaragaman Hasil Tangkapan Jaring Insang Dasar (Bottom Gill Ne. Sultonu Ibadillah et al. Volume 19. Nomor 2. Desember 2024: 161-172 Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Desember 2024:161-172 https://jurnal. univpgri-palembang. id/index. php/ikan KEANEKARAGAMAN HASIL TANGKAPAN JARING INSANG DASAR (Bottom Gill Ne. YANG DIDARATKAN DI PERAIRAN NIPAH PANJANG II KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR Diversity of Bottom Gill Net Catch Results Which Was Landed in Nipah Panjang II. East Tanjung Jabung District Sultonu Ibadillah1. Lisna1. Wulandari2*. Nelwida3. Septy Heltria1. Darlim Darmawi3 Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan. Fakultas Peternakan. Universitas Jambi Program Studi Tehnik Hasil Perikanan. Fakultas Peternakan. Universitas Jambi Program Studi Peternakan. Fakultas Peternakan. Universitas Jambi *Corresponding author: wulandari@unja. ABSTRAK Jaring insang dasar . ottom gill ne. ialah jaring yang berbentuk lembaran persegi panjang dengan mata jaring yang sama. Jaring insang ini dioperasikan dengan cara hanyut di dasar perairan atau di pertengahan perairan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman hasil tangkapan jaring insang dasar . ottom gill ne. 4,5 inchi yang didaratkan di perairan Nipah Panjang II. Tanjung Jabung Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sensus dengan responden sebanyak 7 nelayan dan dilakukan pengulangan sebanyak 7 kali pada setiap nelayan. Data yang dihimpun dalam penelitian ini adalah jumlah total hasil tangkapan yang didaratkan, berat ikan dan jenis ikan untuk menganalisis komposisi hasil tangkapan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan indeks dominansi serta parameter lingkungan yang diamati meliputi suhu, pH dan salinitas. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa terdapat sebanyak 862 ekor dengan komposisi terdiri dari 5 spesies yaitu ikan senangin (Eleutheronema tetradactylu. , ikan kurau (Trachycep halu. , ikan hiu (Selachimorpha s. , ikan malung (Gnathopis nystrom. dan ikan pari (Myliobatoidei s. Jenis ikan yang paling banyak tertangkap adalah ikan senangin (E. yaitu dengan jumlah 394 ekor dan ikan yang paling sedikit adalah ikan hiu (Selachimorpha s. yaitu dengan jumlah 12 ekor. Indeks keanekaragaman bernilai 1,3 . , indeks keseragaman bernilai 0,82 . dan indeks dominasi sebesar 0,3 . Kata Kunci: Indeks Keseragaman. Indeks Keanekaragaman. Indeks Dominasi. Parameter Lingkungan ABSTRACT The bottom gill net is a net in the form of a rectangular sheet with the same mesh. This gill net is operated by drifting on the bottom of the water or in the middle of the water. The aim of this research was to determine the diversity of catches from 4. 5 inchs bottom gill nets landed in the waters of Nipah Panjang II. East Tanjung Jabung. The method used in this research was the census method with 7 fishermen as respondents and repeated 7 times for each fisherman. The data collected in this research is the total number of catches landed, weight of fish and types of fish to analyze the composition of the catch, diversity index, uniformity index and dominance index as well as environmental parameters observed including temperature, pH and salinity. The results of the research showed that there were 862 fish with a composition consisting of 5 species, namely gladin fish (Eleutheronema e-ISSN 2620-4622 p-ISSN 1693-6442 Keanekaragaman Hasil Tangkapan Jaring Insang Dasar (Bottom Gill Ne. Sultonu Ibadillah et al. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Desember 2024:161-172 tetradactylu. , kurau fish (Trachycep halu. , shark (Selachimorpha s. Malung fish (Gnathopis nystrom. and stingrays (Myliobatoidei s. The type of fish that was caught the most was the sengin fish (E. , with a total of 394 fish, and the fish with the fewest was the shark (Selachimorpha s. , with a total of 12 fish. The diversity index is 1. , the uniformity index is 0. and the dominance index is 0. Keywords: Uniformity Index. Diversity Index. Dominance Index. Environmental Parameters PENDAHULUAN Nipah Panjang merupakan salah satu kecamatan yang terletak di Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang memiliki potensi di bidang perikanan cukup menjanjikan. Kecamatan ini terletak dipinggiran laut sehingga sebagian besar masyarakat disana berprofesi sebagai nelayan. Kelurahan Nipah Panjang II merupakan salah satu wilayah yang terdapat di Kecamatan Nipah Panjang yang masyarakatanya juga sebagian besar berprofesi sebagai Alat tangkap yang biasa digunakan oleh nelayan di Kelurahan Nipah Panjang II antara lain jaring insang permukaan . urface gill ne. , jaring insang dasar . ottom gill ne. , rawai, bubu, sondong, belat dan pancing. Akan tetapi alat tangkap yang paling banyak dan sering digunakan oleh masyarakat setempat adalah jaring insang dasar . ottom gill ne. Jaring insang dasar . ottom gill ne. merupakan alat tangkap jaring yang berbentuk persegi panjang dengan ukuran mata jaring yang relatif sama. Pada umumnya cara pengoperasian jaring insang ini menghanyutkannya di dasar atau kolong perairan secara tegak lurus searah dengan pergerakan arus dengan tujuan menghadang pergerakan ikan Mekanisme jaring insang dalam menangkap ikan yaitu dengan cara menjerat bagian insang ikan sehingga ikan akan terlilit (SNI, 2. Jaring insang tidak akan menangkap ikan yang sangat kecil ataupun sangat besar. Sifatsifat dari alat penangkapan seperti inilah yang dinamakan selektivitas alat (Palo. Jaring insang secara umum terbuat dari benang nilon multi mikrofilament transparan, tipis dan memiliki tekstur yang halus sehingga lebih fleksibel dan tidak merusak biota laut yang berada di perairan, serta mampu menagkap ikan dengan jumlah yang beragam. Kekayaan suatu perairan dapat (Satrioajie. Keanekaragaman komunitas perairan dapat ditentukan berdasarkan jumlah dan banyaknya jenis organisme setiap individu, semakin banyak jumlah jenis dan semakin merata jumlah individu tiap keanekaragamannya (Ridho et al. , 2. Penelitian tentang keanekaragaman hasil tangkapan ikan di Kecamatan Nipah Panjang pernah dilakukan sebelumnya, dengan jumlah spesies hasil tangkapan sebanyak 12 spesies ikan (Julia, 2. Akan tetapi keanekaragaman hasil tangkapan di Kelurahan Nipah Panjang II belum pernah dilaporkan sebelumnya. Oleh karena itu penelitian tentang keanekaragaman hasil tangkapan jaring insang dasar . ottom gill ne. yang didaratkan di perairan Nipah Panjang II Kabupaten Tanjung Jabung Timur penting untuk dilakukan. Penelitian ini keanekaragaman hasil tangkapan jaring insang dasar 4,5 inchi yang didaratkan di perairan Nipah Panjang II Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Keanekaragaman Hasil Tangkapan Jaring Insang Dasar (Bottom Gill Ne. Sultonu Ibadillah et al. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Desember 2024:161-172 METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di Perairan Nipah Panjang II. Kecamatan Nipah Panjang. Tanjung Jabung Timur. Jambi. Pada bulan Maret sampai April 2024 selama 15 hari. Materi yang digunakan pada penelitan ini adalah menggunakan jaring insang dasar . ottom gill ne. dengan ukuran mata jaring 4,5 Peralatan yang digunakan adalah kapal 1 GT dan alat tangkap button gill net dimana setiap alat tangkap yang digunakan memiliki panjang 400 Meter dengan lebar 5 meter dan ukuran mesh size 4,5 inchi, kamera, pH meter, refaktometer, thermometer, timbangan dan alat tulis. Penelitian metode survey dengan mengumpulkan sumber informasi baik melalui interview maupun pengamatan secara langsung di lapangan (Kristanto, 2. Data penelitian yang dihimpun meliputi data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan nelayan di Kelurahan Nipah Panjang II yaitu data komposisi ikan hasil tangkapan, jumlah ikan per spesies, dan jumlah ikan baik dalam satuan ekor maupun berat . sedangkan data sekunder yang dihimpun antara lain suhu, pH dan salinitas. Responden yang dipilih dalam penelitian ini menggunakan metode sensus, yaitu jumlah keseluruhan nelayan di Keluarahan Nipah Panjang II yang menggunakan jaring insang dasar ukuran 4,5 inchi sebanyak 7 nelayan. Sampel jumlah tangkapan ikan diambil selama 7 hari penangkapan, sehingga total data yang dihimpun adalah 49 data. Data yang telah diperoleh selanjutnya dianalisis untuk menentukan struktur komunitas sehingga diperoleh nilai komposisi hasil tangkapan ikan di Keluarah Nipah Panjang II . ilai K), indeks keanekaragaman (AoH), indeks keseragaman (E), dan nilai indeks dominasi (C). Parameter Pengamatan Komposisi Jenis Ikan Untuk komposisi hasil tangkapan diperoleh dengan menggunakan rumus menurut Samitra et al. , . yaitu sebagai yeayeO KJI= ycA yayaya% Keterangan : KJI : Komposisi Jenis Ikan : Jumlah Individu Ikan : Jumlah Total Semua ikan Hasil Tangkapan Utama (Main Catct. AeyaycNycO (%) = AeycNycuycycayco ycNycaycuyciycoycaycyycaycuy100% Hasil Tangkapan Sampingan (Bycatc. AeyaycNycI (%) = AeycNycuycycayco ycNycaycuyciycoycaycyycaycuy100% Hasil Tangkapan Buangan (Discar. (%) AeyaycNyaA = AeycNycuycycayco ycNycaycuyciycoycaycyycaycuy100 Indeks Keanekaragaman Hasil Tangkapan Untuk keanekaragaman hasil tangkapan ikan di Kelurahan Nipah Panjang II, maka dapat dihitung dengan persamaan ShanonWiener seperti berikut (Odum,1. yeayeO u = -OcyeayeO ycA y yauya ycA Keterangan: H Indeks Keanekaragaman Shanon Ae Wienner ni Jumlah Individu Ikan N Jumlah Total Semua Ikan Nilai indeks keanekaragaman (H') terbagi menjadi kategori berikut: H' < 1 = Rendah, yang berarti dominasi spesies dan jumlah individu tidak seragam. Jika HAo kurang dari 3, itu menunjukkan keanekaragaman jenis sedang dengan Keanekaragaman Hasil Tangkapan Jaring Insang Dasar (Bottom Gill Ne. Sultonu Ibadillah et al. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Desember 2024:161-172 jumlah individu yang sama dan tidak ada spesies yang mendominasi. Jika HAo lebih dari 3, itu menunjukkan keanekaragaman jenis tinggi dengan jumlah individu yang tinggi untuk setiap spesies. Indeks Keseragaman (Odum, 1. Nilai indeks keseragaman dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut: ycya i =yauya yc Keterangan : i : Indeks Keseragaman Jenis Ikan uO : Indeks Keanekaragaman Jenis Ikan I : Total Jenis ikan yang Didapat Kategori indeks keseragaman biota perairan menurut Krebs . berkisar antara 0-1 dengan kriteria sebagai E < 0,4 = Keseragaman jenis 0,4 O E O 0,6 = Keseragaman jenis E > 0,6 = Keseragaman jenis Nilai E berkisar antara 0 dan 1. nilai yang lebih rendah menunjukkan bahwa keseragaman populasi lebih rendah, yang berarti bahwa distribusi jumlah orang dari setiap genus tidak sama dan suatu genus cenderung mendominasi Indeks Dominasi Indeks dominansi dihitung dengan AuIndeks DominanceAy dari Simpson (Odum,1. yeayeO = OcyeayeO=ya ycA ya Keterangan : : Dominansi Simpson ni : Jumlah Individu Ikan Ke-i N : Jumlah Total Individu Ikan Ferianita kisaran nilai indeks dominansi (C) sebagai berikut: C < 0,4 Rendah menunjukkan dominasi rendah dengan jumlah individu yang heterogen. C O 0,6 Sedang menunjukkan dominasi sedang dengan jumlah individu yang heterogen. dan C lebih dari 0,6 Tinggi menunjukkan dominasi tinggi dengan jumlah individu yang homogen. Odum . menyatakan bahwa tidak ada jenis mendominasi ketika nilai C mendekati nol dan nilai C mendekati I. HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Umum Lokasi Penelitian Kelurahan Nipah Panjang II, terletak di Kecamatan Nipah Panjang Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang terbentuk berdasarkan SK Mendagri No: 45 Tahun 1947 Tanggal 6 Maret 1974 dan berdasarkan Undang-udang No: 54 tahun 1999 tentang pembentukan Kabupaten Sorolangun. Kabupaten Tebo. Kabupaten Muara Jambi, dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Kecamatan Nipah Panjang terletak antara 103oLS sampai 123oLS dengan 104,05 BT samapai 104,20 BT dengan kedalaman 0 sampai10 meter dari permukaan laut. Suhu berkisaran 27oC sampai 30oC. Kecamatan Nipah Panjang memiliki batas-batas wilayah: Sebelah Utara: Laut Cina Selatan Sebelah Selatan: Kelurahan Rantau Rasau dan Kelurahan Berbak. Sebelah Timur: Kelurahan Sadu Sebelah Barat: Kelurahan Sabak Timur. Berdasarkan Kecamatan Nipah Panjang memiliki 3 kondisi geografis yaitu pesisir. Daerah Aliran Sungai (DAS) dan daratan. Keanekaragaman Hasil Tangkapan Jaring Insang Dasar (Bottom Gill Ne. Sultonu Ibadillah et al. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Desember 2024:161-172 Gambar 1. Peta Lokasi Penelitian Komposisi Hasil Tangkapan Jaring Insang Dasar Hasil tangkapan jaring insang dasar 4,5 inchi yang didaratkan terdapat 5 jenis ikan selama penelitian yaitu ikan senangin (Eleutheronema tetradactylu. , ikan kurau (Trachycep halu. , ikan hiu (Selachimorpha s. , ikan malung (Gnathopis nystrom. dan ikan pari (Myliobatoidei s. Selama penelitian hasil tangkapan jaring insang dasar yang didapatkan dalam jumlah ekor sebanyak 862 ekor dan jumlah hasil tangkapan dalam jumlah berat sebanyak 2115. 79 kg, jenis ikan hasil tangkapan jaring insang dasar yang didaratkan di Perairan Nipah Panjang II dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Komposisi Hasil Tangkapan Jaring Insang Dasar yang didaratkan di Perairan Nipah Panjang II Hasil Tangkapan No. Nama Lokal Nama Ilmiah Hasil Tangkapan Utama (Main Catc. Eleutheronema Ikan Senangin Ikan Kurau Trachycep halus Hasil Tangkapan Sampingan (By-Catc. Ikan Hiu Selachimorpha sp Ikan Malung Gnathopis nystromi Ikan Pari Myliobatoidei sp Total Rata-rata Jumlah Ekor Berat . Komposisi (%) Ekor Berat . Keanekaragaman Hasil Tangkapan Jaring Insang Dasar (Bottom Gill Ne. Sultonu Ibadillah et al. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Desember 2024:161-172 Persentase Total Hasil Tangkapan 60,02 64,85 39,98 35,15 Berat (%) HTU HTS Ekor (%) HTB Komposisi Hasil Tangkapan Gambar 1. Grafik Komposisi Hasil Tangkapan Jaring Insang Dasar Yang Didaratkan Di Perairan Nipah Panjang II Berdasarkan Tabel 1 dapat dilihat bahwa hasil tangkapan jaring insang dasar (Bottom gill ne. yang didaratkan berjumlah 862 ekor dan berat 2115,79 Kg dengan rata-rata hasil tangkapan perhari berjumlah 172,4 ekor. Jenis ikan yang paling banyak tertangkap adalah ikan senangin (Eleutheronema tetradactylu. yaitu dengan jumlah 394 ekor dan ikan yang paling sedikit adalah ikan hiu (Selachimorpha s. yaitu dengan jumlah 12 ekor. Berdasarkan Tabel 1 jumlah hasil tangkapan jaring insang dasar yang didarkan selama 7 hari penelitian seberat 2115,79 kg yang terdiri dari 5 spesies ikan yang tertangkap, yaitu ikan senangin (Eleutheronema tetradactylu. dengan berat 921,08 kg, ikan kurau (Trachycep halu. dengan berat 348,84 kg, ikan hiu (Selachimorpha s. dengan berat 51,81 kg, ikan malung (Gnathopis nystrom. dengan berat 439,82 kg dan ikan pari (Myliobatoidei s. dengan berat 354,24 Komposisi berat hasil tangkapan jaring insang dasar yang didaratkan yaitu (Eleutheronema tetradactylu. 43,53%, ikan kurau (Trachycep halu. 16,49%, ikan hiu (Selachimorpha s. 2,45%, ikan malung (Gnathopis nystrom. 20,79% dan ikan pari (Myliobatoidei s. 16,74%. Jumlah ekor hasil tangkapan yang didaratkan diperolah selama penelitian sebanyak 862 ekor, yaitu ikan senangin (Eleutheronema tetradactylu. 394 ekor, ikan kurau (Trachycep halu. 165 ekor, ikan hiu (Selachimorpha s. 12 ekor, ikan malung (Gnathopis nystrom. 193 ekor dan ikan pari (Myliobatoidei s. 98 ekor. Komposisi ekor hasil tangkapan jaring insang dasar yang didaratkan (Eleutheronema tetradactylu. 45,71%, kurau (Trachycep halu. 19,14%, ikan hiu (Selachimorpha s. 1,39%, ikan malung (Gnathopis nystrom. 22,39% dan ikan pari (Myliobatoidei s. 11,37%. Menurut Djuandi . , keberhasilan usaha pengetahuan tentang perilaku, alat tangkap yang digunakan, kapal perikanan, teknik pengoperasian, alat tangkap, sumber ikan di suatu perairan, dan alat bantu penangkapan ikan . Hasil Tangkapan Utama (Main Catc. Hasil tangkapan utama adalah bagian dari stok ikan yang paling sering dicari selama operasi penangkapan. juga merupakan sasaran target utama alat dioperasikan (Eayrs, 2. Hasil tangkapan yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan menjadi prioritas nelayan disebut sebagai hasil tangkapan utama (Wita, 2. Yuliawati et al. , . spesies target juga dapat didefinisikan sebagai ikan yang telah memenuhi syarat Keanekaragaman Hasil Tangkapan Jaring Insang Dasar (Bottom Gill Ne. Sultonu Ibadillah et al. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Desember 2024:161-172 untuk ditangkap, termasuk ikan yang memiliki nilai ekonomis tinggi, ukuran, dan jenis. Penetapan hasil tangkapan yang didapatkan selama penelitian sebagai hasil tangkapan utama dan hasil wawancara terhadap nelayan pada saat Berdasarkan Tabel 1, jenis ikan yang menjadi target tangkapan utama selama penelitian di Perairan Nipah Panjang II adalah ikan senangin dengan jumlah 394 ekor dengan komposisi 45,71% dan ikan kurau dengan jumlah 165 ekor dengan komposisi hasil tangkapan 19,14%. Hal ini disebabkan karena ikan tersebut memiliki nilai ekonimis yang tinggi di pasaran. Hasil tangkapan utama merupakan hasil tangkapan yang menjadi target utama ekonomis tinggi (Simbolon et al. , 2. Ikan kurau menjadi hasil tangkapan utama pada saat penelitian dikarenakan memiliki nilai jual yang cukup tinggi di pasaran dan habitatanya tergolong ikan demersal. Menurut Wati . dalam penelitiannya ikan kurau termasuk ikan demersal dan perenang yang tangguh, memiliki bentuk tubuh bulat panjang, tubuhnya berwarna abu-abu perak kekuningan dan memiliki ciri khas berupa filament pada bagian sirip Hal ini sesuai pendapat Katarina et al. , . yang menyatakan, ikan kurau merupakan jenis ikan bernilai ekonomis tinggi yang banyak diperjual belikan di bangsal ikan dan merupakan salah satu jenis ikan yang paling digemari oleh masyarakat. Ikan Kurau habitatnya berada didasar perairan, daerah pantai yang dangkal, terkadang masuk sungaisungai besar. makananya adalah ikan-ikan kecil, udang-udangan dan organisme dasar lainnya. Panjang tubuhnya dapat mencapai 200 cm, namun pada umumnya sering ditemukan 45-50 cm (Mardiah. Salah satu ikan yang paling banyak ditangkap, ikan senangin, dengan jumlah 394 ekor dan komposisi 45,71%, adalah hasil tangkapan utama. Ini karena habitat ikan senangin adalah perairan laut yang berlumpur dan berpasir di dekat muara sungai dan di perairan pantai yang lebih dangkal. Ikan senangin juga hidup secara gerombolan, yang memungkinkan tangkapan yang lebih besar. Jenis habitat ini sesuai dengan lokasi penelitian, di mana perairan laut berlumpur dan Ini sejalan dengan pendapat Siagian et al. , . , yang menyatakan bahwa ikan senangin adalah jenis ikan karnivora yang tinggal di perairan laut dan Hasil Tangkapan Sampingan (By Cact. Hasil merupakan hasil tangkapan yang bukan termasuk dalam tangkapan utama yang menjadi target penangkapan. Menurut Rosadi et al. , . , tidak ada alat tangkap dalam upaya penangkapan yang tidak menghasilkan hasil tangkapan Hasil tangkapan sampingan merupakan bagian dari hasil tangkapan total yang tertangkap secara tidak sengaja bersamaan dengan jenis ikan yang Hasil tangkapan sampingan terbagi menjadi dua kategori: yang bernilai ekonomis tinggi . apat dimakan atau dikonsums. dan yang bernilai ekonomis rendah . kan kecil-kecil dan spesies komersia. (Yuliawati et al. Sesuai dengan pendapat Lisna et , . , hasil tangkapan sampingan nelayan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur pada umumnya adalah Ikan Malung (Muarenesox cinereu. Ikan Sembilang (Paraplotosus albilabri. Kepiting Bakau (Scylla sp. Ikan Puput (Ilisha megalopter. Ikan Lomek (Harpodon neheru. Ikan Pari (Dasyatis s. ,dan Ikan gulama (Trichiurus Tabel 1 menunjukkan 193 ikan malung dengan komposisi 22,39%, 98 ikan pari dengan komposisi 11,37%, dan 12 ikan hiu dengan komposisi 11,37%. Keanekaragaman Hasil Tangkapan Jaring Insang Dasar (Bottom Gill Ne. Sultonu Ibadillah et al. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Desember 2024:161-172 Hasil Tangkapan Buangan (Discar. Hasil tangkapan yang tidak memiliki nilai jual di pasar disebut hasil tangkapan buangan. Hasil penelitian Pada dikembalikan ke laut. Hasil tangkapan dibuang karena beberapa alasan. Ini termasuk status spesies yang dilindungi, tidak memiliki nilai ekonomi, tidak dapat dimanfaatkan, dan masih sangat kecil. Menurut Eayrs . , hasil tangkapan yang dibuang merupakan bagian dari hasil tangkapan sampingan yang dibuang atau dikembalikan ke laut dalam kondisi hidup atau mati. Termasuk semua benda hidup dan hewan yang tersangkut dengan alat tangkap, kecuali geladak kapal. Ikan yang masih muda, spesies ikan komersial yang kecil-kecil, spesies yang bernilai ekonomis rendah, dan sampah dari dasar laut yang ikut terjaring adalah hasil tangkapan yang dibuang. Keanekaragaman Hasil Tangkapan Berdasarkan tabel 2 dapat diihat bahwa nilai indeks keanekaragam (HC) yang diperoleh selama penelitian adalah 1,3 dikategorikan sedang. Hal ini sesuai dengan persamaan Shanom-Wiener, apabila HC (Indeks Keanekaragama. 1AHCC3 dikategorikan sedang, yang artinya keanekaragaman sedeng dengan jumlah individu seragam dan tidak ada spesies yang mendominasi. Tabel 2. Nilai Indeks Keanekaragaman. Keseragaman dan Dominasi Indeks Nilai Kategori HC Sedang Tinggi Rendah Keterangan: HC : Indeks Keanekaragaman. E: Indeks Keseragaman. C: Indeks Dominasi Hasil ini menunjukkan bahwa penyebaran jumlah individu tiap jenis sedang dan kestabilan komunitas sedang srtinya tidak ada spesies yang mendominasi maupun spesies minoritas yang ditemukan pada penelitian. Indeks keanekaragam adalah keaneragaman yang menunjukkan banyak tidaknya jenis dan individu yang ditemukan pada suatu Keanekaragaman ekosistem relative tinggi maka nilai indeks dominasi rendah, artinya kondisi suatu ekosistem tersebut cenderung stabil. Sehingga keanekaragaman sedang dalam penelitian ini disebabkan karena kualitas air di perairan Nipah Panjang II Tanjung Jabung Timur masih cukup baik untuk kehidupan ikan. Jika banyak spesies dan masing-masing sebanding, komunitas tersebut dianggap memiliki keanekaragaman spesies yang Sebaliknya, jika jumlah spesies dan jumlah individu masing-masing tidak sebanding, komunitas tersebut dianggap memiliki keanekaragaman spesies yang rendah (Brower et al. , 1. Menurut Sriwidodo et al. , . nilai indeks keanekaragaman bergantung pada variasi jumlah individu dari setiap spesies ikan yang ditemukan selama Oleh karena itu, semakin banyak spesies ikan dan variasi jumlah individu dari setiap spesies yang ditemukan, semakin tinggi tingkat keanekaragaman ikan dalam suatu ekosistem perairan. Sebaliknya, semakin kecil jumlah spesies dan variasi jumlah individu masing-masing spesies, yang menunjukkan bahwa suatu ekosistem yang baik memiliki keanekaragaman jenis yang tinggi dan penyebaran individu yang hampir merata di setiap perairan. Keanekaragaman Hasil Tangkapan Jaring Insang Dasar (Bottom Gill Ne. Sultonu Ibadillah et al. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Desember 2024:161-172 Keseragaman Hasil Tangkapan Indeks keseragaman pada tabel 2 menggambarkan populasi dan habitat makhluk hidup di suatu komunitas atau habitat tertentu. Kelimpahan spesies memengaruhi nilai indeks keseragaman. Hasil pengamatan yang dilakukan selama penelitian menunjukkan bahwa nilai indeks keseragaman adalah 0,82, yang merupakan kategori tinggi dan dianggap Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan setiap jenis ikan yang didapatkan di perairan Nipah Panjang II Tanjung Jabung Timur dalam kondisi sebaran merata. Jika nilai keragaman suatu daerah perairan lebih tinggi, keragaman perairan akan lebih stabil (Junaidi et al. , 2. Nybakken . menyatakan bahwa dominasi salah satu spesies tertentu meningkat dengan indeks keseragaman komunitas yang lebih kecil, dan sebaliknya, dengan indeks komunitas yang lebih besar, tidak ada spesies yang Kemerataan proporsi semua jenis ikan dalam ekosistem dihitung dengan indeks keseragaman (E). Jika nilai kemerataan adalah nol, itu menunjukkan bahwa ada kecenderungan dominasi spesies tertentu di ekosistem lingkungan yang tidak stabil. Di sisi lain, jika nilai indeks keseragaman adalah satu, itu menunjukkan bahwa ekosistem berada dalam kondisi yang baik, dengan populasi individu yang merata di setiap spesies (Hoek et al. , 2. Dominasi Hasil Tangkapan Berdasarkan Tabel 2, nilai indeks dominasi hasil tangkapan jaring insang dasar adalah 0,3, yang menunjukkan bahwa itu dikategorikan sebagai rendah. Menurut Odum . , ekosistem perairan laut dapat dianggap stabil jika indeks dominasi kurang dari satu, yang berarti dominasi rendah atau tidak ada spesies yang mendominasi spesies Basmi . menyatakan bahwa kondisi suatu lingkungan perairan keanekaragaman dan keseragaman yang tinggi dan dominasi yang rendah. Kondisi ini menunjukkan bahwa perairan di Nipah Panjang II Tanjung Jabung Timur ideal untuk ikan, sehingga indeks dominasi Simpson digunakan, yang berkisar antara 1 dan 0. Nilai indeks 1 menunjukkan dominasi yang lebih rendah, yang berarti bahwa tidak ada spesies yang mendominasi perairan tersebut, dan nilai indeks 2 menunjukkan bahwa ada spesies tertentu yang mendominasi perairan Lantang et al. , . menyatakan bahwa dominasi spesies dalam komunitas bias terpusat pada satu spesies, beberapa spesies atau banyak spesies, dan nilai imdeks dominasi tinggi menunjukkan dominasi satu spesies. Parameter Lingkungan Suhu merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi kehidupan biota laut di dalam suatu perairan. Keadaan sinar matahari serta lingkungan suatu perairan dapat menentukan tinggi rendahnya suatu suhu di dalam perairan. Berdasarkan tabel 3, dapat diketahui suatu perairan yang diukur selama kegiatan penelitian berkisar 27,5-30CC, dengan rataan suhu 28,7C. Hal ini tidak berbeda jauh dengan pendapat Patty . , menyatakan bahwa organisme perairan ikan maupun udang hidup pada kisaran suhu 20-30CC. Tabel 3. Hasil Pengukuran Parameter Lingkungan Parameter Lingkungan Kisaran Suhu (AC) 27,5-30 Salinitas (A/C. Rata-Rata 28,14 Keanekaragaman Hasil Tangkapan Jaring Insang Dasar (Bottom Gill Ne. Sultonu Ibadillah et al. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Desember 2024:161-172 Tingkat asam basa suatu larutan disebut pH, yang diukur dengan skala 0Ae14. Kandungan mineral lainnya di dalam air memengaruhi tingkat pH yang lebih PH air standar adalah 7 sampai 8 dimana PH air di bawah 7 disebut asam, sedangkan PH air di atas 8,5 disebut basa. Hasil pengukuran PH pengukuran PH yang didapat padsa saat penelitian berkisar 7-8 dengan rataan 7,5. Menurut Delianda . PH yang terbaik bagi tumbuh dan berkembangnya udang berkisaran 7-8. Kondisi PH dibawah 7 atau diatas 8 akan menyebabkan penurunan pertumbuhan hingga kematian pada ikan. Salinitas merupakan komponen yang sangat penting yang memberi organisme kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungannya (Yani et al. , 2. Salinitas adalah kosentrasi semua ion-ion terlarut dalam air . lhorida, carbonat dan bicarbbonat, sulfur, natrium, calcium dan hasil pengukuran salinitas pada saat penelitian berkisar 6-9CACu dengan rataan 6,7CACu. Perairan Nipah Panjang II tergolong perairan payau atau salinitas rendah dikarenkan kondisi perairan di daerah tersebut merupakan daerah zona pertemuan pasang surut dari berbagai daerah sekitarnya. DAFTAR PUSTAKA