Civil Engineering Collaboration Vol. 6 No. April 2021. HAL 1-11 eISSN: 2615-5915 Desain Ulang Struktur Bawah Bangunan Studi Kasus : Gedung Kantor DPRD Dharmasraya Provinsi Sumatera Barat Jihan Melasari 1. Meri Sufina 2 . Afdhal Yusra 3 Fakultas Teknik. Universitas Putra Indonesia YPTK Padang E-mail: merisufina@upiyptk. Abstrak Solid construction certainly has a strong foundation that sustain Minimizing the potential for a settlement and the destruction of the foundation is so important to be known. So we should be able to know exactly how large a bearing capacity of the foundation. The purpose of this thesis is to redesign the foundation with a bore pile So in terms of knowing the size of the bearing capacity of the foundation, ,we discusses how the value of the bearing capacity of the foundation analytically which in this case using mayerhoff method, the from data SPT will using reese & wright method and mayerhoff method. The value of bearing capacity that we seek to determine the strength of the foundation that suffer a load the which is located thereon. legislative office building Dharmasraya using a pile foundation and design with bore pile foundation. At the point BH-1 the carrying capacity of the single pile foundation is greater than the load, the foundation is said to be safe. Q permits> the rated load is 2000,32 tons > 47,973 tons. At point BH-2 the bearing capacity of the pile foundation of the group is greater than the load, the foundation is said to be safe. Q permits > 2073,532 tons > 1218,989 At point BH-1 the carrying capacity of single bore pile foundation is greater than load carrying, the foundation is said to be safe. Q permit> the mean load is 1230,249 tons > 47,973 tons. At BH-2 point the carrying capacity of the bore pile foundation is larger than the load, the foundation is said to be safe. Q permits> the rated load is 1222,337 tons > 1218,989 tons. Keyword: Bore pile, foundation. Pile Pendahuluan Pemerintah daerah Provinsi Sumatera Barat terdiri atas kepala daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dibantu oleh perangkat daerah. DPRD merupakan perwakilan rakyat yang berkedudukan sebagai unsur penyelenggara pemerintah daerah. Dalam kegiatannya dibutuhkan suatu fasilitas gedung, yang mana gedung DPRD termasuk dalam kategori Bangunan Gedung Negara Provinsi, yaitu bangunan gedung untuk keperluan dinas pelaksanaan tugas otonomi provinsi. Oleh karena itu, desain dan pembangunan gedung harus sesuai dengan fungsinya, memenuhi persyaratan keselamatan, kesehatan, kemudahan, kenyamanan, efisien dalam penggunaan sumber daya dan serasi dengan lingkungan. Sebelum melaksanakan pembangunan gedung kantor DPRD Dharmasraya ini, konstruksi yang pertama dilaksanakan dan dikerjakan dilapangan yang sangat penting pekerjaan pondasi . truktur Pondasi merupakan suatu pekerjaan yang sangat penting dalam suatu pekerjaan pembangunan infrastuktur, karena pondasi inilah yang memikul dan menahan suatu beban yang bekerja diatasnya yaitu beban konstruksi atas. Bangunan gedung kantor DPRD Dharmasraya menggunakan tiang pancang dan disain ulang dengan pondasi bore pile. Pondasi bore pile adalah suatu pondasi yang dibangun dengan cara mengebor tanah terlebih dahulu, baru kemudian diisi dengan tulangan dan dicor. Bore pile dipakai apabila tanah dasar yang kokoh dan mempunyai daya dukung besar terletak sangat dalam, yaitu kurang lebih 15m serta keadaan sekitar tanah bangunan sudah banyak berdiri bangunan-bangunan besar dan bertingkat sehingga dikhawatirkan dapat menimbulkan retak pada bangunan yang sudah ada akibat getaran yang ditimbulkan oleh kegiatan pemancangan apabila dipakai pondasi tiang pancang. Perencanaan pondasi bore pile mencakup rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dengan berbagai tahapan yang meliputi studi kelayakan dan perencanaan teknis. Semua itu dilakukan supaya menjamin Civil Engineering Collaboration Vol. 6 No. April 2021. HAL 1-11 eISSN: 2615-5915 hasil akhir suatu konstruksi yang kuat, aman serta ekonomis. Pondasi tiang adalah suatu konstruksi pondasi yang mampu menahan gaya orthogonal ke sumbu tiang dengan cara menyerap lenturan. Pondasi tiang dibuat dengan kesatuan yang monolit dengan menyatukan pangkal tiang yang terdapat di bawah konstruksi, dengan tumpuan pondasi . Menurut Brown, 1990. Pondasi bore pile termasuk jenis pondasi dalam dimana proses pembuatannya dilakukan dengan mengebor tanah sehingga dihasilkan lubang pada tanah dengan diameter dan kedalaman yang sesuai dengan disain. Setelah lubang bor mencapai kedalaman yang diinginkan, pemasangan besi tulangan dan pengecoran dilakukan sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan. Daya dukung adalah istilah yang digunakan untuk menyatakan kemampuan tanah menahan beban pada kedalaman dibawah permukaan seperti halnya dengan pondasi tiang. Biasanya beban seperti itu adalah pondasi bangunan atau jembatan. Tetapi dapat juga berupa tangki penyimpanan bahan cairan atau tanggul yang terbuat dari tanah. Rancangan pondasi pada umumnya terdiri dari dua komponen. Pertama adalah untuk menjamin kemantapan pondasi, yang bergantung pada kekuatan geser tanah daya dukungnya. Kedua adalah untuk menjamin bahwa penurunan pondasi berada dibawah batas yang diperbolehkan . Beban-beban pada struktur gedung dapat terdiri dari beban mati, beban hidup, beban angin, beban gempa, beban air dan beban khusus lainnya seperti beban getaran mesin, beban kejut listrik dan lain-lain. Beban-beban yang direncanakan akan bekerja dalam struktur gedung tergantung dari fungsi ruangan, lokasi, bentuk, kekakuan, massa dan ketinggian gedung itu sendiri. Jenis beban yang akan dipakai dalam perencanaan ini adalah beban hidup (LL), beban mati (DL) dan beban gempa (E). Metodologi Berikut tahapan dalam penelitian ini: Tinjauan Pustaka Pada tahap ini peneliti mengimpun informasi yang relevan sesuai dengan topik atau masalah yang diteliti. Pegumpulan data Pengumpulan data yang terdiri dari: Gambar struktur pondasi Data SPT atau data sondir Data tanah Perhitungan struktur bawah Perhitungan struktur pondasi dengan membuat permodelan struktur dengan menggunakan aplikasi ETABS 9. Analisa data Analisa pembebanan dengan menghitung beban yang bekerja meliputi beban mati, beban hidup, dan beban gempa. Analisis pondasi mengunakan metode mayerhof. Kesimpulan dan saran Setelah dilakukan analisis struktur tadi maka dapat ditarik kesimpulan dan saran Hasil dan Pembahasan 1 Data Perhitungan Pada perhitungan pondasi tiang bor menggunakan data yang sama seperti pada perhitungan pada tiang pancang. Baik profil dan karakteristik teknis tanahnya, maupun beban axial dan beban lateralmaksimum yang bekerja pada masing Ae masing kolom gedung kantor DPRD Dharmasraya. 2 Profil dan Karakteristik Teknis Tanah Untuk mengetahui profil dan karakteristik tanah pada proyek gedung kantor DPRD Dharmasraya ini, dilakukan penyelidikan tanah dengan cara proses pengeboran. Dari data Civil Engineering Collaboration Vol. 6 No. April 2021. HAL 1-11 eISSN: 2615-5915 pemboran teknik di atas diketahui lapisan tanah yang ada di lokasi proyek adalah lempung dan Oleh karena itu dapat di asumsikan sebagai berikut: -Lempung Ie Cu = ada. E= 00 Sama seperti pada penentuan kedalaman pondasi tiang pancang, kedalaman pondasi tiang bor . ored pil. juga diambil pada kedalaman 18,4 meter dimana nilai N = 210. Nilai N = 210 merupakan nilai yang menunjukkan bahwa lapisan dengan nilai tersebut, cukup kuat sebagai dasar kedalaman pondasi. 3 Analisis Pembebanan Mengenai pembebanan akibat beban struktur dihitung menggunakan bantuan program ETABS. Berdasarkan data beban yang ada, didapat hasil output dari program ETABS tersebut yaitu beban axial dan beban lateral maksimum bekerja pada masing-masing kolom adalah sebagai berikut : Gambar 3. 1: Model Bangunan Tabel 4. 1 Hasil Output Reaksi Perletakan Beban axial tunggal 47,973 ton Beban axial kelompok 1218,989 ton Beban lateral tunggal 0,408 ton Beban lateral kelompok 1,216 ton 4 Daya Dukung Pondasi SPT banyak sekali digunakan untuk mendapatkan daya dukung tanah. Standard Penetration Test (SPT) adalah sejenis percobaan dinamis dengan memasukkan suatu alat yang dinamakan split spoon kedalam tanah. Dengan percobaan ini akan diperoleh kepadatan relatif . elative densit. , sudut geser tanah () berdasarkan nilai jumlah pukulan (N). Untuk data SPT (Soil Penetration Tes. , daya dukung tiang pancang dihitung menggunakan rumus dari metode Meyerhof 1956. Civil Engineering Collaboration Vol. 6 No. April 2021. HAL 1-11 eISSN: 2615-5915 5 Daya Dukung Pondasi Tiang Pancang Kelompok Pada keadaan sebenarnya jarang sekali didapatkan pondasi tiang yang berdiri sendiri (Single Pil. , akan tetapi kita sering mendapatkan pondasi tiang dalam bentuk kelompok (Pile Grou. Bila beberapa tiang dikelompokkan, maka wajarlah bila diperkirakan bahwa tekanan-tekanan tanah . aik gesekan samping maupun dukungan titi. yang dikembangkan dalam tanah sebagai hambatan akan saling overlap. Dengan terjadinya overlap tersebut, akan mengakibatkan tanah akan gagal dalam geseran atau tiang pancang kelompok akan mengambil tempat terlalu banyak (Bowles, 1. Untuk mempersatukan tiang-tiang tersebut dalam satu kelompok tiang biasanya diatas tiang tersebut diberi poer . Dalam perhitungan poer dianggap/dibuat kaku sempurna, 6 Daya Dukung Ijin Tiang Pancang Kelompok Bangunan direncanakan berdasarkan penentuan beban layan (Service loa. dan untuk mendapatkan nilai banding yang sesuai dari kekuatan bahan dengan beban ini yang disebut faktor keamanan (SF). Kedua besaran dalam nilai banding ini tidak diketahui dengan tepat, sehingga peraturan atau pengalaman diandalkan untuk mengembangkan nilai banding yang merupakan niai batas bawah, nilai sebenrarnya adalah nilai in atau suatu nilai yang lebih besar (Bowles, 1. Daya dukung ijin ( Qal. dalam perencanaan didasarkan pada pertimbangan penurunan dan daya dukung ultimit. Daya dukung ultimit dibagi oleh factor keamanan (SF). Faktor keamanan didasarkan atas jenis tanah (Kohesif atau nonkohesi. 7 Perhitungan Pondasi Tiang Pancang Daya Dukung Ujung Tiang Pancang Tunggal Berdasarkan N-SPT BH-1 = 40 x NSPT x Ap Dimana : = Daya dukung ujung pondasi tiang = Nilai N-SPT rata Ae rata elevasi dasar tiang = ( )/2 = Nilai SPT pada kedalaman 4D pada ujung tiang ke bawah = NIlai SPT pada kedalaman 10D pada ujung tiang ke atas = Luas penampang Kedalaman pondasi = 18,4 m Diameter tiang = 60 cm / 0,6 m = ( )/2 = 10D = 10 x 0,6 = 6 18,4 m Ae 6 = 12,4 = 4D = 4 x 0,6 = 2,4 18,4 m 2,4 = 20,8 = 140 = 210 Civil Engineering Collaboration Vol. 6 No. April 2021. HAL 1-11 = 175 = 40 x x Ap eISSN: 2615-5915 = 0,282 ton = 40 x 175 x 0,282 = 1974 ton Daya Dukung Selimut Tiang Pancang Tunggal Berdasarkan N-SPT Daya Dukung Ultimate Tiang Pancang Berdasarkan N-SPT BH-1 Diperpleh : = 0,5 xN-SPT x P x N (Untuk tanah lempun. = Keliling tiang . = Panjang tiang . = xD = x 0,6 = 1,88 m = 0,5 x 175 x 1,88 x 18,4 = 3026,8 ton = Qp Qs = 1974 3026,8 = 5000,8 ton Daya Dukung ijin Tiang Pancang Tunggal Berdasarkan N-SPT BH-1 = Daya dukung ultimate = Faktor keamanan dipakai 2,5 (Tomlinson, 1. ) = 2000,32 ton Daya Dukung Ujung Tiang Pancang Kelompok Berdasarkan N-SPT BH-2 = 40 x NSPT x Ap = 10D = 10 x 0,6 18,4 M - 6 = 12,4 M ) = 155 = 4D = 4 x 0,6 = 2,4 m 18,4 2,4 = 20,8 ) = 210 NSPT =( = 182,5 Civil Engineering Collaboration Vol. 6 No. April 2021. HAL 1-11 = x eISSN: 2615-5915 = x x( = 0,282 = 40 x NSPT x Ap = 40 x 182,5 x 0,282 = 2058,6 ton Daya Dukung Selimut Tiang Pancang Kelompok Berdasarkan N-SPT BH-2 ( = 0,5 x NSPT x P x L = xd = x 0,6 = 1,88m = 18,4 m = 0,5 x NSPT x P x L = 0,5 x 182,5 x 1,88 x 18,4 = 3156,52 ton Daya Dukung Ultimate Tiang Pancang Kelompok Berdasarkan N-SPT BH-2 ( = 2058,6 3156,52 = 5215,12 ton Daya Dukung Tiang Pancang Kelompok Berdasarkan N-SPT BH-2 Dimana : = Efesiensi group tiang = Daya dukung ultimate tiang . =1Ae( = Jumlah baris dalam tiang = Jumlah tiang dalam baris = Arctan ( Dimana : = Diameter tiang pancang . = Jarak antar tiang . = 0,6 m = 1,2 m = = = 0,5 =1Ae( = 1- ( Civil Engineering Collaboration Vol. 6 No. April 2021. HAL 1-11 eISSN: 2615-5915 = 1- 55,5 x = 0,994 = 5215,12 x 0,994 = 5183,83 ton Daya Dukung Ijin Tiang Pancang Kelompok Berdasarkan N-SPT BH-2 = Daya dukung ultimate = Faktor keamanan dipakai 2,5 (Tomlinson, 1. = 2073,532 ton 8 Perhitungan Pondasi Bore Pile Perencanaan Pondasi Bore Pile Berdasarkan N-SPT BH-1 Diameter tiang (D) Keliling tiang bore pile . Luas tiang bore pile (A. = 80 cm = 0,8 m = 25 = xd = x 0,8 = 2,513 = x x = x = 0,503 Daya Dukung Tiang Ujung Bore Pile Tunggal Berdasarkan N-SPT BH-1 Dimana : = Tanah kohesif =9x (Kuat geser tana. Grafik = 375 KN/ = 38,2394 ton/ = 9 x 38,2394 ton/ = 344,1546 ton/ x 0,503 = 173,109 ton Daya Dukung Selimut Bore Pile Tunggal Berdasarkan N-SPT BH-1 xLxp Civil Engineering Collaboration Vol. 6 No. April 2021. HAL 1-11 eISSN: 2615-5915 Dimana : = Gesekan selimut tiang = Keliling tiang = Panjang tiang = a x cu = Faktor adhesi . ntuk tanah kohesif 0,. = Kohesi tanah . on / Tabel = 84 ton/ = 0,55 x 84 = 46,2 ton / = 46,2 ton/ x 25 m x 2,513 m = 2902,515 ton Daya Dukung Ultimate Bore Pile Tunggal Berdasarkan N-SPT BH-1 = 173,109 2902,515 = 3075,624 ton Daya Dukung Ijin Bore Pile Tunggal Berdasarkan N-SPT BH-1 = 1230,249 Ton Perencanaan Pondasi Bore Pile Kelompok Berdasarkan N-SPT BH-2 = 80 0,8 m = xD = x 0,8 m = 2,513 m Luas tiang bore pile (A. = x = x = 0,503 Daya Dukung Ujung Tiang Bore Pile Kelompok Berdasarkan N-SPT BH-2 x Ap = Tanah kohesif = 9 x Su . uat geser tana. = Grafik = 375 KN/ = 38,2394 ton/ = 9 x 38,2394 Ton/ Civil Engineering Collaboration Vol. 6 No. April 2021. HAL 1-11 = 344,1546 Ton/ = 344,1546 Ton/ = 173,109 ton x 0,503 Daya Dukung Selimut Bore Pile Kelompok Berdasarkan N-SPT BH-2 eISSN: 2615-5915 = xLxP = Gesekan selimut tiang = a x Cu = Faktor adhesi . anah kohesif 0,. = Tabel 84 ton/ = 0,55 x 84 = 46,2 ton/ = xLxP = 46,2 ton x 25 m x 2,513 m = 2902,515 ton Daya Dukung Ultimate Bore Pile Kelompok Berdasarkan N-SPT BH-2 = 173,109 ton 2905,515 ton = 3078,624 ton Daya Dukung Bore Pile Kelompok Berdasarkan N-SPT BH-2 Dimana : = Efesiensi group tiang = Daya dukung ultimate tiang =1Ae( = Jumlah baris dalam tiang = Jumlah tiang dalam baris = arctan ( Dimana : = Diameter tiang pancang . = Jarak antara tiang . = 0,8 m = 1,2 m = 0,666 m =1Ae( = 0,9926 Civil Engineering Collaboration Vol. 6 No. April 2021. HAL 1-11 eISSN: 2615-5915 = 3078,624 x 0,9926 = 3055,842 ton Daya Dukung Ijin Bore Pile Kelompok Berdasarkan N-SPT BH-2 = 1222,337 ton 9 Hasil Penelitian Table 1: Hasil Penelitian Jenis Pondasi Pondasi Pondasi Tiang Pancang Pondasi Bore Pile Tunggal Daya Dukung Izin (Q Izi. Ton 2000,32 Beban Axial Max Ton 47,973 Beban Lateral Max Ton 0,408 Q Izin > (Axia. Q Izin > (Latera. Kelompok 2073,532 1218,989 1,216 Tunggal Kelompok 1230,249 1222,337 47,973 1218,989 0,408 1,216 Tiang pancang dikatakan stabil mampu memikul beban jika daya dukung pondasi lebih besar dari beban pikul, maka pondasi dikatakan aman. Q izin > beban terfaktor. Di lihat dari hasil penelitian nilai Q izin pondasi tiang pancang lebih besar dari pondasi bore pile, maka yang harus dilakukan pada disain ulang pondasi dengan memperbesar diameter pondasi bore pile agar nilai Q izin lebih efektif dan efisien untuk digunakan. Kesimpulan Berdasarkan hasil perhitungan pada bangunan gedung kantor DPRD Dharmasraya maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut Daya dukung ultimate pondasi tiang pancang tunggal berdasarkan hasil N-SPT pada titik BH-1 yaitu 5000,8 ton. Daya dukung ultimate pondasi tiang pancang kelompok berdasarkan hasil N-SPT pada titikBH-2 yaitu 5215,12 ton. Daya dukung izin pondasi tiang pancang tunggal berdasarkan hasil N-SPT pada titik BH-1 yaitu 2000,32 ton. Daya dukung izin pondasi tiang pancang kelompok berdasarkan hasil N-SPT pada titik BH-2 yaitu 2053,532 ton. Daya dukung ultimate pondasi bore pile tunggal berdasarkan hasil N-SPT pada titik BH-1 yaitu 3075,624 ton. Daya dukung ultimate pondasi bore pile kelompok berdasarkan hasil N-SPT pada titik BH-2 yaitu 3078,624 ton Pada titik BH-1 daya dukung pondasi tiang pancang tunggal lebih besar dari beban pikul, maka pondasi dikatakan aman. Q izin > beban terfaktor yaitu 2000,32 ton > 47,973 ton. Pada titik BH-2 daya dukung pondasi tiang pancang kelompok lebih besar dari beban pikul, maka pondasi dikatakan aman. Q izin > beban terfaktor yaitu 2073,532 ton > 1218,989 ton. Pada titik BH-1 daya dukung pondasi bore pile tunggal lebih besar dari beban pikul, maka pondasi dikatakan aman. Q izin > beban terfaktor yaitu 1230,249 ton > 47,973 ton. Pada titik BH-2 daya dukung pondasi bore pile kelompok lebih besar dari beban pikul, maka pondasi dikatakan aman. Q izin > beban terfaktor yaitu 1222,337 ton > 1218,989 ton . Civil Engineering Collaboration Vol. 6 No. April 2021. HAL 1-11 eISSN: 2615-5915 Daftar Pustaka