ISSN 2656-7733 Volume 4 No. 2 (Oktober, 2. id/index. php/JKIKT GAMBARAN Candida albicans PADA URIN REMAJA DI PANTI ASUHAN X BANJARMASIN (Overview of Candida albicans in Adolescent Urine at Putri Orphanage Banjarmasi. Yunita Hafizah. Yuliana Salman*. Risnawati. Hajrah Hidriya Program Studi Di Analis Kesehatan Politeknik Unggulan Kalimantan Jl. Pangeran Hidayatullah RT. 14 Komplek Benua Anyar Banjarmasin Email : salmanyuliana86@gmail. ABSTRACT Candida albicans is one of the most pathogenic species and often causes vaginitis in women with the main symptom of vaginal discharge. As many as 75% of women in Indonesia have experienced vaginal discharge at least once in their life and half of them have experienced vaginal discharge twice or more. This study aims to calculate the percentage of Candida albicanss in the urine of adolescents at the Putri Orphanage in Banjarmasin. This type of research is quantitative and descriptive with a cross-sectional The research sample was 21 urine sample teenagers at the Orphanage in Banjarmasin. The sampling technique used was purposive sampling. Laboratory examinations included macroscopic observations of Candida colonies growing on Sabouraud Dextrose Agar (SDA) media, and microscopic observations using the Germ Tube test to distinguish Candida albicans species from Candida non-albicans. And by filling out a questionnaire to determine the level of knowledge about vaginal discharge and personal hygiene. The results showed 33% of respondents were positive for Candida albicans. Based on the results, overview Candida albicans in adolescents at the Putri Asri Orphanage in Banjarmasin, it can be concluded that there are 7 samples . %) positive for Candida albicans. Personal hygiene and environmental sanitation can affect the growth of Candida albicans which can cause vaginal discharge in adolescent Keywords: Adolescent urine. Candida albicanss. Putri Asri Orphanage Banjarmasin ABSTRAK Candida albicans adalah salah satu spesies yang paling patogen dan sering menimbulkan vaginitis pada wanita dengan gejala utama keputihan. Sebanyak 75% wanita di Indonesia pernah mengalami keputihan minimal satu kali dalam hidupnya dan setengah diantaranya mengalami keputihan sebanyak dua kali atau lebih. Higiene dan sanitasi lingkungan area kamar mandi dan toilet dapat menjadi faktor pertumbuhan jamur Candida albicans. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung persentase jamur Candida albicans pada urin remaja di Panti Asuhan X Banjarmasin. Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 21 responden DI Panti Asuhan X Banjarmasin dengan teknik purposive sampling. Pemeriksaan laboratorium meliputi pengamatan makroskopis koloni Candida yang tumbuh pada media Sabouraud Dextrose Agar (SDA), pengamatan mikroskopis dengan menggunakan uji Germ Tube untuk membedakan spesies Candida albicans dengan ISSN 2656-7733 Volume 4 No. 2 (Oktober, 2. id/index. php/JKIKT Candida non albicans. Berdasarkan hasil penelitian mengenai gambaran Candida albicans pada remaja di Panti Asuhan X Banjarmasin dapat disimpulkan bahwa terdapat 7 sampel . %) positif Candida albicans. Personal hygiene dan sanitasi lingkungan dapat mempengaruhi pertumbuhan Candida albicans yang dapat menyebabkan keputihan pada remaja puteri. Kata Kunci : Urin Remaja. Candida albicans. Panti Asuhan Putri Asri Banjarmasin PENDAHULUAN Candida albicans adalah salah satu spesies yang paling patogen dan menjadi penyebab terbanyak penyakit kandidiasis. Kandidiasis adalah infeksi yang disebabkan oleh Candida albicanss dan spesies lain dalam genus Candida. Di negara berkembang prevalensi kandidiasis tinggi, dapat ditemukan di seluruh dunia dan menyerang seluruh populasi umum, prevalensi laki-laki dan perempuan sama, banyak terjadi di daerah tropis dengan kelembaban udara yang tinggi (Soetojo dan Astari, 2. Data yang dikeluarkan oleh Ditjen Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2017, tercatat ada 266 kasus kandidiasis yang berarti menempati urutan kedua tertinggi penyakit yang menyertai responden dengan HIV/AIDS (ODHA) dari total 10 macam penyakit penyerta (Kemenkes RI, 2. Pertumbuhan jamur Candida albicans yang terlalu pesat dapat menyebabkan infeksi pada vagina yang disebut kandidiasis vaginitis. Infeksi pada vagina ini sering terjadi karena penggunaan air seperti toilet yang mengandung Candida sp. Setelah defekasi, tercemar dari kuku atau air yang digunakan untuk membersihkan diri. Candida albicans sering menimbulkan vaginitis pada wanita dengan gejala utama keputihan . luor albu. yang sering disertai rasa gatal (Nelwan, 2. Sebanyak 75% wanita di Indonesia pernah mengalami keputihan minimal satu kali dalam hidupnya dan setengah diantaranya mengalami keputihan sebanyak dua kali ataupun lebih. Hal ini berkaitan erat dengan cuaca yang lembab yang mempermudah wanita Indonesia mengalami keputihan, dimana cuaca yang lembab dapat mempermudah berkembangnya infeksi jamur (Pratiwi, dkk. , 2. Keputihan (Flour albu. merupakan keluarnya cairan berlebihan dari jalan lahir atau vagina. Keputihan dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu keputihan normal . dan keputihan abnormal . Keputihan fisiologis terdiri atas cairan yang kadang-kadang berupa mukus yang mengandung banyak epitel dengan leukosit yang jarang sedangkan keputihan patologis terdapat banyak leukosit. Penyebab paling sering dari keputihan patologis ialah infeksi. Disini cairan mengandung banyak leukosit dan warnanya agak kekuning-kuningan sampai hijau, seringkali lebih kental dan berbau (Rembang, dkk. , 2. Menjaga kebersihan adalah awal terhindarnya dari suatu penyakit. Alat reproduksi dapat terkena sejenis jamur atau kutu yang dapat menyebabkan rasa dan gatal atau tidak nyaman apabila tidak dirawat kebersihannya. Salah satu penyebabnya yaitu mencuci vagina dengan air kotor, penggunaan pembilas vagina yang berlebihan, pemeriksaan yang tidak hygienis dan adanya benda asing dalam vagina (Kusmiran. Berdasarkan dari survei yang telah dilakukan oleh peneliti pada tanggal 7 Desember 2021 di Panti Asuhan Putri Asri yang terletak di Tatah Pemangkih Laut. Kabupaten Banjar hygiene dan sanitasi lingkungan seperti area kamar mandi dan toilet dapat menjadi faktor pertumbuhan jamur Candida albicans. Selain itu, saat survei sebagian remaja putri mengaku mengalami gejala keputihan. Hal ini berdasarkan wawancara yang dilakukan oleh peneliti kepada sebagian responden di Panti Asuhan X. Berdasarkan latar belakang diatas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian ISSN 2656-7733 Volume 4 No. 2 (Oktober, 2. id/index. php/JKIKT tentang AuGambaran Candida albicans Pada Urin Remaja DI Panti Asuhan X BanjarmasinAy. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Variabel penelitian yaitu gambaran jamur Candida albicans pada urin remaja. Sampel urin pada penelitian ini berjumlah 21 sampel menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data yaitu dikumpulkan melalui pemeriksaan laboratorium secara mikrobiologi pada urin untuk mengetahui adanya Candida albicans. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan pemeriksaan pada 21 sampel urin remaja DI Panti Asuhan X Banjarmasin, didapatkan hasil sebagai berikut : Persentase jamur Candida sp pada urin remaja di Panti Asuhan X Banjarmasin Hasil pemeriksaan makroskopik pada sampel urin remaja yang dibiakkan pada media biakan SDA (Sabouraud Dextrose Aga. dengan metode strike 4 kuadran dan diinkubasi pada suhu 37AC selama 24-48 jam, diperoleh 13 sampel . %) yang berbentuk bulat, berwarna putih kekuningan, konsistensi lembut dan berbau ragi. Hal tersebut menunjukkan bahwa sampel positif Candida sp. gambaran koloni tersaji pada gambar 1. Gambar 1. Koloni Candida sp pada media SDA Adapun persentase hasil pemeriksaan makroskopik jamur Candida sp. pada urin remaja didapatkan 13 sampel . %) yang menunjukkan karakteristik koloni positif Candida sp. tersaji pada gambar 2. 8 sampel 13 sampel Positif Negatif Gambar 2. Persentase sampel urin positif Candida sp. ISSN 2656-7733 Volume 4 No. 2 (Oktober, 2. id/index. php/JKIKT Persentase jamur Candida albicans pada urin remaja DI Panti Asuhan X Banjarmasin Sampel urin yang positif pada pemeriksaan makroskopik sebanyak 13 sampel, dilanjutkan dengan pemeriksaan mikroskopik menggunakan uji germ tube untuk mengidentifikasi jamur Candida albicans. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut diperoleh 7 sampel yang menunjukkan pembentukan germ tube . anda pana. yang tersaji pada gambar 3. Gambar 3 Pembentukan Germ tube pada sampel urin Pembentukan germ tube pada sampel menunjukkan positif Candida albicans. Adapun persentase Candida albicans sampel urin remaja DI Panti Asuhan X Banjarmasin berdasarkan hasil isolasi dan identifikasi Candida albicans tersaji pada Gambar 4. 8 sampel . %) 7 sampel . %) Candida albicans Candida sp. Negatif Candida sp. 6 sampel . %) Gambar 4. Persentase Candida albicans sampel urin remaja DI Panti Asuhan x Banjarmasin ISSN 2656-7733 Volume 4 No. 2 (Oktober, 2. id/index. php/JKIKT Secara makroskopis morfologi Candida albicans memiliki ciri-ciri berbentuk bulat, lonjong atau bulat lonjong. Pada media padat koloninya sedikit menimbul dari permukaan media, permukaannya halus, licin atau berlipat-lipat, berwarna putih kekuningan dan berbau ragi. Besar koloni Candida albicans bergantung pada umur. Pada tepi koloni dapat dilihat hifa semu sebagai benang-benang halus yang masuk ke dalam media (Indrayati dan Sari, 2. Berdasarkan gambar 3 dan 4, hasil penelitian tentang Gambaran Candida albicans pada urin remaja DI Panti Asuhan x Banjarmasin menggunakan uji germ tube didapatkan hasil sebesar 33% positif jamur Candida abicans. Candida albicans dapat dikenali dengan kemampuan untuk membentuk tabung benih/germ tube dalam serum atau terbentuknya spora besar berdinding tebal yang dinamakan Formasi chlamydospore baru terlihat tumbuh pada suhu 30-37AC, yang memberi reaksi positif pada pemeriksaan germ tube (Mutiawati, 2. Menurut Mutiawati . uji germ tube merupakan uji yang dilakukan untuk membedakan antara spesies jamur Candida albicanss dan Candida non albicans. Germinating blastospores atau germ tube terlihat berbentuk bulat lonjong seperti tabung memanjang dari yeast cells pada serum manusia. Germ tube akan terbentuk setelah 2-3 jam proses inkubasi. Bagian ujung yang menempel pada yeast cells terlihat adanya pengerutan/pengecilan. Jamur Candida albicans merupakan salah satu jamur penyebab keputihan patologis dan jamur yang paling patogen dari jenis jamur Candida lainnya. Candida albicans merupakan salah satu jamur flora normal yang dapat ditemukan di daerah Pada kondisi lingkungan tertentu dengan personal hygiene dan juga santasi lingkungan yang rendah jamur ini dapat memperbanyak diri hingga menjadi penyebab suatu infeksi. Jamur Candida albicans tumbuh dengan cepat pada kondisi yang lembat dan hangat dengan suhu 25-37AC dan mempunyai pH asam yaitu 5,6 sedangkan pH normal gentialia wanita adalah pH 3,5-4,5. Kondisi lingkungan yang berubah dapat mempengaruhi kelembaban dan pH daerah genitalia yang menyebabkan jamur cenderung berkembang biak secara cepat dan dalam jumlah yang banyak (Putri, 2. Dalam penelitian ini, keberadaan Candida albicans pada sampel urin remaja DI Panti Asuhan X Banjarmasin dapat disebabkan karena kurangnya perilaku hygiene personal dan sanitasi. Berdasarkan hasil observasi di tempat penelitian, terlihat bahwa air bak mandi dalam keadaan kotor dan tidak dikuras secara rutin, hal tersebut mengindikasikan bahwa sanitasi lingkungan di area kamar mandi dan toilet belum diterapkan secara optimal sehingga memungkinkan bagi pertumbuhan Candida albicans. Toilet merupakan sarana sanitasi yang vital bagi kehidupan manusia modern, dan kebersihan toilet dapat dijadikan ukuran terhadap kualitas manajemen sanitasi disuatu tempat. Salah satu parameter kebersihan toilet yang paling utama dapat dilihat dari frekuensi menguras atau pembersihan bak air. Air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari dapat dicemari oleh mikroorganisme yang infektif dari jenis bakteri, virus, jamur, protozoa, dan cacing. Salah satu jamur yang dapat mencemari toiletadalah Candida sp (Prahatamaputra, 2. Insiden dermatofita dan Candida albicans telah meningkat di berbagai daerah. Faktor yang mungkin terkait, diantaranya dari toilet, makanan yang kurang sehat, pergaulan bebas, kurangnya perhatian dalam mengukur higienis di tempat umum seperti toilet umum, toilet tempat bekerja dan toilet lainnya (Indrayati. S & Sari. Steint . telah melaporkan mengenai keberadaan jamur Candida sp di air, misalnya dalam air toilet di sekolah , toilet umum, kolam renang dan tempat Selain itu. Zakir . juga mengatakan bahwa salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan jamur Candida albicans yaitu iklim negara Indonesia yang tropis sehingga memungkinkan jamur, bakteri dan virus untuk ISSN 2656-7733 Volume 4 No. 2 (Oktober, 2. id/index. php/JKIKT tumbuh dan berkembang biak yang menyebabkan banyak remaja putri mengalami Menjaga personal hygiene sejak dini sangatlah penting terutama bagi remaja putri karena bertujuan untuk membuat seseorang menjadi nyaman, aman dan Pengetahuan adalah faktor utama yang bisa mempengaruhi personal Apabila perilaku yang didasari oleh pengetahuan yang baik, maka perilaku tersebut bersifat lama, dan apabila perilaku itu tidak didasari dengan pengetahuan yang baik, maka tidak berlangsung lama (Zakir, 2. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian mengenai gambaran Candida albicans pada remaja DI Panti Asuhan X Banjarmasin dapat disimpulkan bahwa terdapat 7 sampel . %) positif Candida albicans. Personal hygiene dan sanitasi lingkungan dapat mempengaruhi pertumbuhan Candida albicans yang dapat menyebabkan keputihan pada remaja puteri. DAFTAR PUSTAKA