Volume 20 Nomor 1 . E Ae Link P-ISSN 1858-2109 E-ISSN 2656-5676 Jurnal Teknik Elektro dan Informatika PERANCANGAN SISTEM PERINGATAN UNTUK PENGENDARA SEPEDA MOTOR BERDASARKAN KECEPATAN DAN DETAK JANTUNG BERBASIS ESP32 Bagus Aji Alfarizy. Misbah . Yoedo Ageng Suryo . 1,2,. Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Muhammadiyah Gresik 1,2,. Jl. Sumatra No. Mt. Malang. Randuagung. Gresik Regency 61121 email: . bagussajiwo123r@gmail. com, . misbah@umg. mryoedo@umg. ABSTRAK Keselamatan pengendara sepeda motor merupakan perhatian utama mengingat tingginya jumlah kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pemantauan kecepatan dan detak jantung berbasis ESP32 yang dapat memberikan peringatan dini kepada pengendara serta mengintegrasikan modul GPS untuk pelacakan lokasi dalam situasi Sistem ini memanfaatkan sensor detak jantung MAX30102, sensor kecepatan berbasis Hall Effect, modul SIM808 untuk pengiriman SMS, dan GPS untuk pelacakan lokasi. Keterbatasan sistem ini meliputi penggunaan pada sepeda motor dengan kecepatan maksimum 120 km/jam, pengiriman lokasi menggunakan format koordinat sederhana, dan pengujian dilakukan dalam kondisi jalan normal. Dengan mengembangkan algoritma analisis data yang efisien, penelitian ini dapat meningkatkan kesadaran pengendara terhadap kondisi fisik dan kecepatan berkendara, membantu proses respons darurat melalui pelacakan lokasi, serta berkontribusi dalam mengurangi jumlah kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Untuk presentase keberhasilan alat yang akan digunakan bisa mencapai 92% - 97% dari hasil yang sudah diuji Kata Kunci : Keamanan Pengendara. Pemantauan Detak Jantung. Kecepatan Kendaraan. Pelacakan Lokasi. ESP32. IoT ABSTRACT Motorcycle rider safety is a major concern considering the high number of traffic accidents in Indonesia. This study aims to design an ESP32-based speed and heart rate monitoring system that can provide early warning to riders and integrate a GPS module for location tracking in emergency situations. This system utilizes a MAX30102 heart rate sensor, a Hall Effect-based speed sensor, a SIM808 module for sending SMS, and GPS for location System limitations include use on motorcycles with a maximum speed of 120 km/h, location sending using a simple coordinate format, and testing under normal road conditions. developing an efficient data analysis algorithm, this study can increase rider awareness of physical conditions and driving speed, assist the emergency response process through location tracking, and contribute to reducing the number of traffic accidents in Indonesia. The success rate of the tool to be used can reach 92% - 97% from the results that have been tested. Keywords: Rider Safety. Heart Rate Monitoring. Vehicle Speed. Location Tracking. Esp32. Iot. Diterima Redaksi: 25 Juni 2. Selesai Revisi: 27 Juni 2. Diterbitkan Online: 1 Juli 2025 Volume 20 Nomor 1 . E Ae Link P-ISSN 1858-2109 E-ISSN 2656-5676 Jurnal Teknik Elektro dan Informatika PENDAHULUAN Sepeda motor merupakan salah satu moda transportasi yang paling banyak digunakan di Indonesia. Kemudahan penggunaan, harga yang relatif terjangkau, serta kemampuannya untuk menembus kemacetan menjadi faktor utama yang mendorong popularitas kendaraan ini. Namun, tingginya jumlah pengguna sepeda motor juga sebanding dengan meningkatnya jumlah kecelakaan lalu lintas. Berdasarkan data dari Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia, sebagian besar kecelakaan disebabkan oleh faktor manusia, seperti pelanggaran batas kecepatan dan kurangnya konsentrasi pengemudi . Berdasarkan Pendataan Kecelakaan Lalu Lintas di Indonesia Tahun 2023 oleh DataIndonesia. id, jumlah kecelakaan lalu lintas di Indonesia mencapai ratusan ribu kasus sepanjang tahun tersebut. Sepeda motor merupakan jenis kendaraan yang paling sering terlibat dalam kecelakaan. Penyebab utama kecelakaan meliputi kelalaian manusia, seperti kurangnya konsentrasi saat berkendara, kelelahan, dan pelanggaran batas kecepatan. Selain itu, kondisi cuaca dan kualitas jalan juga turut berkontribusi terhadap tingginya angka Kecelakaan lalu lintas tidak hanya menyebabkan korban jiwa, tetapi juga menimbulkan kerugian materi yang sangat besar . Salah satu aspek penting yang sering diabaikan oleh pengemudi adalah kondisi kesehatan mereka saat berkendara, terutama detak jantung. Detak jantung merupakan indikator vital yang dapat mencerminkan kondisi fisik pengemudi, seperti stres, kelelahan, atau masalah kesehatan lainnya. Dalam situasi tertentu, kombinasi antara kecepatan tinggi dan detak jantung yang tidak normal dapat meningkatkan risiko kecelakaan . Oleh karena itu, diperlukan sistem pemantauan secara real-time yang dapat mendeteksi kecepatan kendaraan dan kondisi detak jantung pengemudi untuk memberikan peringatan dini dan mengurangi potensi terjadinya kecelakaan. Beberapa penelitian sebelumnya telah keselamatan berkendara berbasis teknologi. Penelitian berjudul "Aplikasi IoT dalam Sistem Peringatan Batas Kecepatan dan Detektor Lokasi Kecelakaan" menekankan kecepatan berbasis IoT dan pendeteksi lokasi Sistem ini menggunakan sensor kecepatan dan GPS untuk mengukur serta mengirimkan informasi kondisi kendaraan ke pusat pemantauan atau pihak terkait melalui jaringan IoT. Dengan sistem ini, kecelakaan akibat kecepatan berlebih dapat diminimalkan, dan jika terjadi kecelakaan, informasi lokasi dapat dikirim secara realtime untuk mempercepat proses evakuasi . Penelitian lainnya berjudul "Perancangan dan Pembuatan Perekam Gerak Kendaraan pada Sepeda Motor untuk Data Investigasi Kecelakaan Lalu Lintas Berbasis Modul GSM" mengembangkan sistem perekam gerak kendaraan yang dapat mengirimkan data melalui jaringan GSM untuk keperluan investigasi kecelakaan lalu lintas. Sistem ini dirancang agar data perjalanan sepeda motor dapat direkam dan dianalisis guna mengetahui pola pergerakan sebelum digunakan sebagai bukti dalam penyelidikan lalu lintas . Selain "Perancangan dan Pembuatan Sistem Pemantauan Kecepatan Kendaraan Berbasis GPS dengan SMS sebagai Media Pengiriman Data" mengembangkan sistem menggunakan GPS, dengan pengiriman data SMS keselamatan pengemudi. Sistem ini memungkinkan pemantauan kecepatan kendaraan secara jarak jauh, sehingga perilaku berkendara dapat dimonitor oleh pihak terkait . Diterima Redaksi: 25 Juni 2. Selesai Revisi: 27 Juni 2. Diterbitkan Online: 1 Juli 2025 Volume 20 Nomor 1 . 81-88 E Ae Link P-ISSN 1858-2109 E-ISSN 2656-5676 Jurnal Teknik Elektro dan Informatika Berdasarkan tinjauan terhadap penelitianpenelitian sebelumnya, sebagian besar sistem yang dikembangkan masih berfokus pada pemantauan kecepatan kendaraan atau pendeteksian kondisi eksternal pengemudi, namun belum banyak yan mengintegrasikan pemantauan kesehatan pengemudi sebagai bagian dari sistem keselamatan. Oleh karena keselamatan pengemudi sepeda motor yang tidak hanya berfokus pada kecepatan kendaraan, tetapi juga pada kondisi fisik pengemudi, khususnya detak jantung sebagai indikator kesehatan. memanfaatkan sensor MAX30102 . untuk mendeteksi detak jantung, sensor Hall Effect . untuk mengukur kecepatan kendaraan, dan modul GPS untuk pelacakan lokasi. Komunikasi kontak darurat dilakukan melalui modul SIM808 . untuk mengirimkan SMS yang berisi informasi lokasi . Konsep awal dari pembuatan prototipe ini dapat dilihat pada Gambar 1. Gambar 1. Konsep Blok Sistem Dengan memanfaatkan teknologi IoT dan mikrokontroler ESP32 . , sistem ini akan mengintegrasikan sensor detak jantung, sensor kecepatan, dan modul GPS untuk memantau kondisi pengemudi secara realtime. Jika sistem mendeteksi adanya anomali pada detak jantung atau kecepatan kendaraan yang berlebihan, maka peringatan dini akan diberikan kepada pengemudi, dan informasi lokasi akan dikirimkan ke kontak darurat melalui jaringan komunikasi. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan berkendara dengan mengurangi risiko kecelakaan yang disebabkan oleh faktor kesehatan maupun perilaku berkendara. METODE PENELITIAN Metode penelitian ini dibagi menjadi tiga tahap untuk mengimplementasikan sistem. Tahap pertama adalah perancangan bagianbagian secara detail, tahap selanjutnya keseluruhan sebagai prototipe. Tahap ketiga sekaligus terakhir adalah implementasi Konsep Blok Sistem Pada tahap ini, dilakukan perancangan sistem pemantauan kecepatan, detak jantung, dan pelacakan lokasi pengendara sepeda motor dengan menggunakan ESP32 sebagai mikrokontroler utama . Sistem ini Sensor MAX30102 digunakan untuk memantau detak jantung secara real-time, memungkinkan sistem mendeteksi tandatanda kelelahan atau kondisi fisik pengendara yang tidak normal. Sensor Hall Effect berfungsi sebagai pengukur kecepatan kendaraan, memberikan informasi mengenai kemungkinan pelanggaran batas kecepatan yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Selain itu, modul GPS digunakan untuk menentukan lokasi pengendara secara akurat, yang sangat berguna terutama dalam situasi darurat. Data dari sensor ditampilkan menggunakan LCD I2C . Semua data ini dikumpulkan dan diproses oleh ESP32 sebagai mikrokontroler utama. Desain Hardware Gambar 2. Desain Hardware Diterima Redaksi: 25 Juni 2. Selesai Revisi: 27 Juni 2. Diterbitkan Online: 1 Juli 2025 Volume 20 Nomor 1 . 81-88 E Ae Link P-ISSN 1858-2109 E-ISSN 2656-5676 Jurnal Teknik Elektro dan Informatika Gambar 3. Desain Lokasi Hardware Desain perangkat keras ini dibuat untuk menggunakan komponen-komponen yang akan dipakai dalam tata letak perangkat Penempatan dirancang sedemikian rupa agar memiliki tata letak yang optimal. Gambar tersebut dapat dilihat pada Gambar 2 dan 3. Berikut adalah Tabel 1 yang menunjukkan tata letak input dan output sistem. Gambar 4. Alur Kerja Sistem memberikan peringatan kesalahan . rror warnin. Setelah itu, sistem akan membaca data dari setiap sensor secara berulang . Data yang diambil Kecepatan kendaraan . m/ja. dari Tabel 1. Konfigurasi Pin IO sensor Hall Effect Komponen Pin ESP32 Detak jantung . dari sensor sensor MX30102 Pin SDA dan SCL MAX30102 Sensor Efek Hall D13 Lokasi GPS dari modul GPS Modul GPS RX1,TX1 Dalam proses dan analisis data, penentuan parameter nilai sensor yang Bel D12 diproses adalah sebagai berikut: Modul SIM808 RX2,TX2 Jika kecepatan tinggi (> 80 km/ja. LCD I2C Pin SDA dan SCL dan detak jantung tinggi (> 100 bp. Catu Daya dalam, gnd Ie Indikasi bahwa pengemudi mungkin dalam kondisi tidak stabil 3 Proses Kerja Sistem Kecepatan normal . Ae80 km/ja. Pada tahap ini akan dijelaskan alur tetapi detak jantung tidak normal (< sistem mengenai cara kerja alat, yang telah 60 bpm atau > 100 bp. Ie digambarkan pada Gambar 4. Kemungkinan pengemudi stres atau Pada gambar diagram alir di atas, ketika sistem dinyalakan dan mulai Kecepatan tinggi (> 80 km/ja. menjalankan proses pemantauan, maka tetapi detak jantung rendah (< 60 Ie Risiko dimulai dengan inisialisasi sistem, yaitu mengaktifkan mikrokontroler dan seluruh Parameter di atas merupakan indikator modul sensor yang digunakan, serta berbahaya dalam sistem, sementara memeriksa apakah semua sensor berfungsi yang dianggap aman adalah dengan baik. Jika terdapat sensor yang tidak batas yang telah ditentukan di berfungsi, maka sistem akan mencoba Tampilan sistem menggunakan LCD melakukan inisialisasi ulang atau Diterima Redaksi: 25 Juni 2. Selesai Revisi: 27 Juni 2. Diterbitkan Online: 1 Juli 2025 Volume 20 Nomor 1 . E Ae Link P-ISSN 1858-2109 E-ISSN 2656-5676 Jurnal Teknik Elektro dan Informatika I2C dan indikator bahaya menggunakan Dalam status bahaya, notifikasi SMS akan dikirim melalui Modul SIM808 HASIL DAN PEMBAHASAN Setelah alat selesai dibuat, langkah selanjutnya adalah melakukan pengujian terhadap alat. Selama pengujian alat ini, dilakukan beberapa analisis, antara lain pengujian kecepatan, pengujian detak jantung, serta pengujian korelasi antara kecepatan dan detak jantung. sensor berada pada rentang 20 Km/jam hingga 70 Km/jam dengan putaran roda pada velg motor ukuran 17 inci sebesar 171 Rpm hingga 589 Rpm. Pada kecepatan berbahaya, yaitu lebih dari 80 Km/jam, kecepatan motor meningkat secara signifikan. 2 Pengujian Detak Jantung 1 Pengujian Kecepatan Gambar 3. MAX30102 Sensor Tabel 3. MAX30102 Sensor Pengujian dan Analisa No. Situation Gambar 2. Hall Effect Sensor Konstan Tabel 2. Pengujian dan Analisis Sensor Hall Effect Melaju Berhenti No. Kecep (K. 20 Km 30 Km 50 Km 70 Km Kecepat an Roda . Rpm Rpm Rpm Rpm Rpm Rpm Kondisi Keterang Normal Sesuai Normal Sesuai Normal Sesuai Normal Sesuai Danger Sesuai Danger Sesuai Jika melihat data pada Tabel 2, hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor berfungsi sesuai dengan fungsinya. Untuk tata letak alat ini seperti hall effect sebagai komponen utama ditempatkan diskok depan dan juga magnet ditempatkan divelg depan. Pengujian ini menggunakan pin D13 pada ESP32. Berdasarkan hasil pada Tabel 2, kecepatan normal yang terdeteksi oleh Heart Rate Bpm Bpm Bpm Spe Information Sesuai Sesuai Sesuai Pada pengujian ini digunakan sensor MAX30102 sebagai pendeteksi detak jantung pada pengendara. Berdasarkan hasil pada Tabel 3, sensor bekerja sesuai dengan fungsinya. Untuk tata letak alat ini sendiri diletakkan di dalam sarung tangan menempel diujung jari telunjuk. Pada kondisi berkendara santai, detak jantung tercatat sebesar 78 Km/jam. Sedangkan menjadi 98 bpm pada kecepatan 80 Km/jam. Dalam tinggi dengan batas minimum yang telah ditentukan dalam sistem, kondisi 3 Pengujian Modul GPS Diterima Redaksi: 25 Juni 2. Selesai Revisi: 27 Juni 2. Diterbitkan Online: 1 Juli 2025 Volume 20 Nomor 1 . 81-88 E Ae Link P-ISSN 1858-2109 E-ISSN 2656-5676 Jurnal Teknik Elektro dan Informatika Gambar 4. GPS Module Testing Gambar 8. Sim808 Tabel 5. Sim808 Testing and Analysis Gambar 5. Pengujian Program GPS No. Waktu Tabel 4. Pengujian dan Analisa GPS Wak Location Latitude Proclam Road Lamong Road Deket Veteran Road Yani Road Logit Kondisi Normal Aktivi Mengi Pesan Mener Pesan Mema Status Catatan Done Pesan Masuk Ke Handponee Pesan Masuk Ke Module sinyal kuat Done Done Normal Normal Normal Normal Pada pengujian ini dilakukan pengujian terhadap modul GPS. Modul ini menggunakan komunikasi UART, yaitu melalui pin RX1 dan TX1. Dalam pengujian ini, data yang ditampilkan adalah lokasi, yaitu berupa latitude dan longitude. Hasil pengujian menunjukkan bahwa modul berjalan sesuai dengan fungsinya. Beberapa hal yang memengaruhi kekuatan sinyal GPS antara lain adalah kekuatan sinyal yang cukup dan tidak adanya gangguan pada komunikasi serial. Dalam sistem ini. GPS digunakan untuk mengirimkan lokasi Tabel 5 merupakan tabel pengujian modul SIM808. Modul ini menggunakan komunikasi UART2, yaitu melalui pin Rx2 dan Tx2. Pengujian ini menggunakan kartu Telkomsel. Hasil menunjukkan bahwa modul berjalan sesuai dengan fungsinya. Dalam sistem ini, modul SIM808 digunakan untuk memberikan notifikasi dalam bentuk pesan SMS apabila terdapat peringatan, seperti ketika detak jantung pengendara tinggi. Selain itu, dalam pesan yang dikirimkan juga terdapat tautan Google Maps yang menunjukkan lokasi pengendara secara langsung. 4 Pengujian SIM808 Diterima Redaksi: 25 Juni 2. Selesai Revisi: 27 Juni 2. Diterbitkan Online: 1 Juli 2025 Volume 20 Nomor 1 . 81-88 E Ae Link P-ISSN 1858-2109 E-ISSN 2656-5676 Jurnal Teknik Elektro dan Informatika Tabel 6 merupakan tabel pengujian secara keseluruhan. Pengujian ini mencakup data dari modul GPS, sensor kecepatan, sensor detak jantung, dan modul SIM808. Pada data pengujian nomor 1, 3, dan 4, kecepatan kendaraan berada dalam kondisi Pada data ini, detak jantung yang dihasilkan juga relatif stabil, sehingga tidak muncul pesan notifikasi di ponsel. Sementara pada data pengujian nomor 2 dan 5, kecepatan kendaraan tinggi, dan detak jantung yang dihasilkan juga tinggi. Dalam kondisi ini, muncul notifikasi pesan berisi peringatan bahaya di ponsel beserta tautan Google Maps. Selain itu, data juga ditampilkan pada LCD. Gambar 9. Hasil Tes SIM808 5 Pengujian Korelasi Kecepatan dan Detak Jantung Gambar 10. Pengujian Korelasi Kecepatan dan Detak Jantung Tabel 6. Pengujian Korelasi Kecepatan dan Detak Jantung Wak Lok Jalan Tanju Jalan Kece Detak Jantung Pesan Notes 78 Bpm Tidak SMS Masuk di Ponsel Tidak Tidak SMS Masuk di Ponsel 98 Bpm Jalan Ploso 80 Bpm Jalan Deket 68 Bpm Jalan Babat Bpm KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa sistem deteksi detak jantung dan kecepatan ini dapat membantu pengendara untuk memantau kondisi fisik dan kecepatan kendaraan secara real-time. Dengan adanya sistem ini, pengendara tidak perlu terlalu khawatir terhadap kemungkinan serangan jantung yang dapat terjadi akibat detak jantung tidak normal saat Alat ini menggunakan sensor detak jantung MAX30102 yang diintegrasikan ESP32 dilengkapi dengan LCD Display. Sistem akan secara otomatis memantau detak jantung dan kecepatan sepeda motor. Jika detak jantung melebihi ambang batas 98 BPM atau kecepatan sepeda motor melebihi 80 KM/J, maka peringatan awal yaitu dengan berbunyinya buzzer dan informasi peringatan akan ditampilkan pada Serial Monitor dan LCD Display. Selain itu, sistem juga akan secara otomatis mengirimkan notifikasi melalui SMS sebagai bentuk peringatan dini. Jika buzzer masih kurang untuk memberi peringatan pada pengendara berkecepatan tinggi, metode lain yang bisa Diterima Redaksi: 25 Juni 2. Selesai Revisi: 27 Juni 2. Diterbitkan Online: 1 Juli 2025 Volume 20 Nomor 1 . E Ae Link P-ISSN 1858-2109 E-ISSN 2656-5676 Jurnal Teknik Elektro dan Informatika digunakan yaitu melalui getaran . ibration aler. atau bisa juga menggunakan lampu indikator LED dengan warna tertentu diarea yang mudah terlihat sehingga pengendara lebih peka terhadap bahaya kelelahan saat DAFTAR PUSTAKA