Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Makardi P-ISSN 2809-4174 | E-ISSN 2808-084X Vol. 5 No. 2 Ae Desember 2025 DOI: 10. 52352/makardhi. Publisher: P3M Politeknik Pariwisata Bali Available online: https://ejournal. id/index. php/makardhi Pelatihan Pengemasan dengan Teknologi Retort dan Pemasaran Digital Kuliner Lokal di Desa Wisata Mulyaharja. Bogor Wawan Irawan SaputraA. Hendro SoejadiA. Mochamad Thariq Yafi SoejadiA. Art Dito PangestuA. Suci Sandi WachyuniAA. Marya YennyA. Galuh Setyani Putri7 AProgram Studi Magister Terapan Pariwisata. Politeknik Sahid Jakarta E-mail: wawanosmanour@gmail. com, chefhendro. ict@gmail. com, thariqyafie2@gmail. artditopangestu@gmail. com, sucisandi@poteksahid. id, maryayenny@polteksahid. galuhsetyani@polteksahid. Received: Juli, 2025 Accepted: Oktober, 2025 Published: Desember, 2025 Abstract Mulyaharja Tourism Village in Bogor has strong potential to be developed as a local culinary tourism destination due to its rich organic food resources and traditional products, such as instant nasi liwet, banana blossom pepes, bottled chili paste, cassava chips, and herbal However, these products face challenges related to shelf life, hygiene standards, branding, and marketing. Local gastronomy is vital for strengthening destination identity, yet it requires packaging innovations and modern promotional strategies. This community service program was designed to enhance the competitiveness of local culinary products through the introduction of retort packaging technology and digital marketing training. Retort technology extends product shelf life without preservatives while maintaining flavor and nutrition. At the same time, digital marketing aligned with Marketing 4. 0 enables direct consumer interaction and strengthens MSME branding. The results show that participants improved their understanding of modern packaging and gained practical skills in using social media for product promotion. This program demonstrates that the integration of food technology and digital marketing can empower rural communities, enhance culinary competitiveness, and support MulyaharjaAos development as a sustainable culinary tourism destination. Keywords: local culinary, retort technology, tourism village, food packaging, digital Abstrak Desa Wisata Mulyaharja merupakan salah satu desa wisata di Kota Bogor yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata kuliner berbasis lokal. Keunggulan desa ini terletak pada kekayaan bahan pangan organik serta produk olahan tradisional yang bercita rasa khas dan bernilai ekonomi. Beberapa produk kuliner yang sudah dikenal antara lain nasi liwet instan, pepes jantung pisang, sambal botolan, keripik singkong, dan wedang rempah. Namun, potensi tersebut belum dioptimalkan secara maksimal. Produk kuliner lokal masih menghadapi kendala dalam hal daya tahan simpan, standar higienitas. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Makardi Vol. No. Pelatihan Pengemasan dengan Teknologi Retort dan Pemasaran Digital Kuliner Lokal di Desa Wisata Mulyaharja. Bogor Wawan Irawan. Hendro Soejadi. Yafi Soejadi. Dito Pangestu. Suci Sandi. Marya Yenny. Galuh branding, dan pemasaran. Gastronomi lokal memiliki peran penting dalam memperkuat identitas destinasi wisata, namun membutuhkan inovasi pengemasan dan strategi promosi yang lebih modern . Pemanfaatan media sosial juga menjadi kunci untuk memperluas jangkauan pemasaran produk kuliner desa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan daya saing kuliner Desa Mulyaharja melalui pengenalan teknologi retort dan pelatihan pemasaran digital. Teknologi retort terbukti mampu memperpanjang masa simpan tanpa bahan pengawet sekaligus menjaga kualitas rasa dan gizi. Sementara itu, pemasaran digital berbasis Marketing 4. 0 membuka peluang interaksi langsung dengan konsumen dan memperkuat brand UMKM . Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai teknologi pengemasan modern, sekaligus peningkatan keterampilan dalam penggunaan media sosial sebagai sarana promosi. Program ini diharapkan mendukung pengembangan Desa Mulyaharja sebagai destinasi wisata kuliner berkelanjutan. Kata kunci: kuliner lokal, teknologi retort, desa wisata, pengemasan pangan, pemasaran PENDAHULUAN Kuliner lokal tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan konsumsi, tetapi juga menjadi ikon budaya sekaligus daya tarik strategis dalam pengembangan desa wisata. Menurut Wachyuni . , fenomena homogenisasi kuliner menuntut adanya penguatan identitas gastronomi lokal sebagai bagian dari perjalanan budaya dan atraksi wisata. Desa Wisata Mulyaharja di Kota Bogor memiliki potensi agro-eduwisata organik yang kaya serta berbagai produk kuliner khas, seperti nasi liwet instan, pepes jantung pisang, keripik singkong, sambal botolan, dan wedang rempah, yang memiliki nilai budaya sekaligus ekonomi. Namun, seperti desa wisata lainnya. Mulyaharja juga menghadapi tantangan umum berupa keterbatasan daya simpan produk, rendahnya standar higienitas, serta minimnya strategi pengemasan dan branding (Soeroso & Susilo, 2. Pengemasan tradisional membuat produk mudah rusak dan kurang menarik secara visual, sehingga sulit menembus pasar wisatawan modern yang menuntut kualitas, daya tahan, dan nilai estetik dalam sebuah produk kuliner. Urgensi pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini sangat tinggi karena ditujukan untuk meningkatkan daya saing kuliner lokal melalui inovasi pengemasan berbasis teknologi retort dan pelatihan pemasaran digital. Teknologi retort terbukti efektif dalam memperpanjang masa simpan produk tanpa menggunakan bahan pengawet, sekaligus menjaga cita rasa dan kandungan gizi (Rahman & Reynolds, 2019. Fellows, 2. Dengan penerapan teknologi ini, produk kuliner lokal dapat bersaing secara kualitas dengan produk industri Di sisi lain, pemasaran digital juga semakin penting sebagai sarana promosi yang efektif dengan jangkauan pasar yang lebih luas (Wijaya & Yulianto, 2. Melalui platform media sosial seperti Instagram. TikTok, dan WhatsApp Business, pelaku UMKM dapat menampilkan produk dengan visual yang menarik, berinteraksi langsung dengan konsumen, serta membangun identitas merek yang lebih kuat. Dwivedi et al. menegaskan bahwa pemasaran digital tidak hanya berfungsi sebagai media promosi, tetapi juga mampu menciptakan pengalaman interaktif yang meningkatkan kepercayaan konsumen dan mendorong keputusan Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Makardi Vol. No. Pelatihan Pengemasan dengan Teknologi Retort dan Pemasaran Digital Kuliner Lokal di Desa Wisata Mulyaharja. Bogor Wawan Irawan. Hendro Soejadi. Yafi Soejadi. Dito Pangestu. Suci Sandi. Marya Yenny. Galuh Hal ini sangat relevan bagi desa wisata, di mana storytelling tentang kuliner lokal dapat menjadi kekuatan utama dalam menarik wisatawan. Lebih jauh, strategi digital marketing memberikan peluang bagi UMKM untuk menembus pasar yang lebih luas tanpa batasan geografis, sekaligus bersaing dengan produk modern melalui diferensiasi berbasis nilai budaya dan keaslian (Prabowo & Nugroho, 2020. Kotler et al. , 2. Dengan demikian, kombinasi inovasi pengemasan dan strategi pemasaran digital menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing kuliner lokal sekaligus mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat desa. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat memperkuat identitas kuliner lokal, mendorong kemandirian UMKM, serta mendukung Desa Wisata Mulyaharja sebagai destinasi wisata kuliner berkelanjutan yang mampu bersaing di tingkat lokal maupun global. Dengan demikian, program ini menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan kualitas produk dan pemasaran kuliner lokal melalui penguatan teknologi pengemasan dan transformasi digital, sehingga Mulyaharja dapat meningkatkan daya saing kuliner sekaligus memperkuat posisinya sebagai desa wisata yang berkelanjutan dan kompetitif. Gambar 1. Kegiatan PKM Mahasiswa Magister Perencanaan & Pengembangan Pariwisata Angkatan i Politeknik Sahid di Desa Wisata Mulyaharja [Sumber: Dokumentasi penulis, 2. METODE PELAKSANAAN KEGIATAN Kegiatan dilaksanakan pada 17 Juli 2025 di Desa Mulyaharja. Bogor dengan 40 peserta yang terdiri dari pelaku UMKM kuliner, ibu rumah tangga, dan kelompok pemuda desa. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Makardi Vol. No. Pelatihan Pengemasan dengan Teknologi Retort dan Pemasaran Digital Kuliner Lokal di Desa Wisata Mulyaharja. Bogor Wawan Irawan. Hendro Soejadi. Yafi Soejadi. Dito Pangestu. Suci Sandi. Marya Yenny. Galuh Identifikasi Produk Kuliner Potensial Observasi lapangan dan diskusi dilakukan untuk memilih produk kuliner khas desa yang berpotensi dijadikan oleh-oleh wisata. Hasilnya, lima produk dipilih: nasi liwet instan, pepes jantung pisang, sambal botolan, keripik singkong, dan wedang rempah. Pengenalan Teknologi Retort Peserta diperkenalkan dengan prinsip kerja, keunggulan, dan manfaat teknologi retort melalui presentasi interaktif, video simulasi, dan sesi tanya Praktik Mencoba Produk Retort Peserta melakukan tasting test produk yang dikemas dengan retort pouch, membandingkan rasa dan ketahanan dengan produk tradisional. Pelatihan Pemasaran Digital Peserta dilatih diarahkan pada pemanfaatan media sosial, khususnya Instagram. TikTok, dan WhatsApp Business. Peserta dilatih membuat akun bisnis, mengunggah katalog produk, serta memproduksi konten sederhana berupa foto dan video promosi Evaluasi Program Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test, serta diskusi kelompok untuk mengukur peningkatan pemahaman dan mengidentifikasi kendala. HASIL DAN PEMBAHASAN Identifikasi Produk Kuliner Potensial Desa Tahap awal dilakukan dengan diskusi bersama perangkat desa, pelaku UMKM, dan masyarakat setempat. Hasil identifikasi menunjukkan lima produk kuliner yang dianggap memiliki potensi besar sebagai oleh-oleh khas desa, yaitu nasi liwet instan, pepes jantung pisang, keripik singkong, sambal botolan, dan wedang rempah. Pada sesi ini masyarakat aktif menyampaikan kendala yang mereka hadapi, terutama terkait masa simpan produk dan keterbatasan promosi. Gambar 2. Beras Organik merupakan Produk Unggulan di Desa Wisata Mulyaharja [Sumber: Dokumentasi penulis, 2. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Makardi Vol. No. Pelatihan Pengemasan dengan Teknologi Retort dan Pemasaran Digital Kuliner Lokal di Desa Wisata Mulyaharja. Bogor Wawan Irawan. Hendro Soejadi. Yafi Soejadi. Dito Pangestu. Suci Sandi. Marya Yenny. Galuh Pengenalan Teknologi Retort Tahapan selanjutnya adalah sosialisasi mengenai teknologi retort. Narasumber menjelaskan konsep, prinsip kerja, serta manfaat retort pouch dalam memperpanjang umur simpan produk. Materi disampaikan melalui presentasi interaktif, dilengkapi dengan video simulasi proses retort. Peserta diberikan kesempatan bertanya mengenai keamanan pangan, biaya produksi, dan peluang penerapan teknologi tersebut pada produk kuliner lokal. Gambar 3. Pengenalan dan Pelatihan Pengemasan Produk dengan Teknologi Retort kepada Peserta [Sumber: Dokumentasi penulis,2. Mencoba Langsung Produk yang Dikemas Menggunakan Retort Pouch Peserta kemudian diajak untuk mencoba langsung produk yang telah dikemas dengan teknologi retort pouch. Produk pepes jantung pisang yang biasanya hanya bertahan 1Ae2 hari, setelah diproses dengan retort dapat bertahan hingga beberapa bulan tanpa kehilangan rasa khasnya. Peserta melakukan tasting test pada produk tersebut dan membandingkannya dengan produk yang dikemas secara tradisional. Impresi masyarakat sangat positif, mereka menyatakan bahwa produk retort terasa sama enaknya dengan produk segar. Gambar 4. Pengolahan & Hasil produk yang menggunakan proses Retort yang dapat langsung di test oleh Para Peserta. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Makardi Vol. No. Pelatihan Pengemasan dengan Teknologi Retort dan Pemasaran Digital Kuliner Lokal di Desa Wisata Mulyaharja. Bogor Wawan Irawan. Hendro Soejadi. Yafi Soejadi. Dito Pangestu. Suci Sandi. Marya Yenny. Galuh [Sumber: Dokumentasi penulis, 2. Pelatihan Strategi Pemasaran Digital Selain pengemasan, peserta dilatih menggunakan media sosial sebagai sarana Materi mencakup cara membuat akun bisnis di Instagram dan WhatsApp Business, pengambilan foto produk dengan pencahayaan sederhana, serta pembuatan konten video singkat untuk TikTok. Beberapa peserta berhasil membuat posting pertama mereka di Instagram dan menambahkan katalog produk di WhatsApp Business. Hal ini menunjukkan peningkatan keterampilan digital sekaligus memperluas akses pasar. Gambar 5. Pemaparan tentang Strategi pemasaran Digital yang Efektif kepada Peserta & Contoh pemasaran via sosial media (Instagra. [Sumber: Dokumentasi penulis, 2025 & Instagram santycia. Evaluasi Kegiatan Evaluasi pelatihan dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif untuk memastikan efektivitas program dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta terkait teknologi retort dan pemasaran digital. Secara kuantitatif, instrumen evaluasi terdiri dari pre-test dan post-test dengan 10 butir pertanyaan yang dirancang untuk mengukur tingkat pemahaman peserta mengenai konsep dasar retort, manfaat pengemasan modern, standar higienitas, serta strategi pemasaran digital berbasis media sosial. Setiap pertanyaan menggunakan skala Likert 1Ae4, di mana 1 menunjukkan Autidak pahamAy dan 4 menunjukkan Ausangat Ay Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman peserta. Rata-rata nilai pre-test peserta berada pada skor 2,0, yang mencerminkan tingkat pemahaman dasar sebelum pelatihan. Setelah mengikuti sesi pemaparan, praktik langsung, dan pelatihan digital marketing, skor rata-rata post54 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Makardi Vol. No. Pelatihan Pengemasan dengan Teknologi Retort dan Pemasaran Digital Kuliner Lokal di Desa Wisata Mulyaharja. Bogor Wawan Irawan. Hendro Soejadi. Yafi Soejadi. Dito Pangestu. Suci Sandi. Marya Yenny. Galuh test meningkat menjadi 2,7. Peningkatan ini dihitung berdasarkan selisih nilai pretest dan post-test dibandingkan dengan skor awal, sehingga menghasilkan kenaikan sebesar 35%. Hasil ini menunjukkan bahwa metode pelatihan partisipatif terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan peserta. Selain pengukuran kuantitatif, evaluasi kualitatif dilakukan melalui diskusi kelompok terarah (FGD) pada akhir kegiatan. Diskusi ini menggali kesan, manfaat yang dirasakan, serta tantangan yang dihadapi selama pelatihan. Peserta mengungkapkan bahwa pengenalan teknologi retort memberikan wawasan baru, terutama terkait peluang peningkatan daya simpan produk kuliner lokal tanpa bahan pengawet. Banyak peserta menyampaikan bahwa mereka baru memahami bahwa teknologi retort dapat menjaga kualitas rasa, aroma, dan tekstur produkAi hal yang sebelumnya dianggap hanya mungkin dilakukan oleh industri pangan berskala besar. Dalam aspek pemasaran digital, peserta menyatakan bahwa pelatihan mengenai pembuatan konten sederhana, penggunaan Instagram Business. TikTok, dan WhatsApp Business memberikan keterampilan praktis yang langsung dapat diterapkan pada usaha mereka. Mereka merasa lebih percaya diri untuk mempromosikan produk secara online dan menilai bahwa pemasaran digital membuka peluang baru yang lebih luas dibanding sekadar mengandalkan penjualan Namun demikian, beberapa tantangan juga muncul dalam diskusi. antaranya adalah keterbatasan modal untuk membeli mesin retort skala industri, keterampilan digital yang masih bervariasi antar peserta, serta kebutuhan pendampingan lanjutan untuk mengoptimalkan penggunaan platform digital secara Peserta juga berharap adanya pelatihan lanjutan mengenai packaging design, food branding, serta strategi storytelling yang lebih kuat sehingga produk kuliner desa memiliki daya tarik lebih kompetitif. Secara keseluruhan, hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelatihan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan teknis peserta mengenai teknologi retort dan pemasaran digital, tetapi juga membangun motivasi serta mindset inovatif dalam pengembangan kuliner lokal Desa Mulyaharja. Temuan ini menjadi dasar penting untuk perencanaan program pendampingan berkelanjutan yang lebih sistematis. KESIMPULAN Kesimpulan Program pengabdian masyarakat di Desa Mulyaharja berhasil mencapai tujuan utama, yaitu meningkatkan daya saing kuliner lokal melalui inovasi pengemasan dan strategi pemasaran digital. Peserta memperoleh pemahaman tentang pentingnya pengemasan modern untuk memperpanjang umur simpan produk serta mulai memanfaatkan media sosial untuk promosi. Impresi masyarakat sangat positif, terlihat dari antusiasme saat praktik tasting test, pembuatan konten digital. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Makardi Vol. No. Pelatihan Pengemasan dengan Teknologi Retort dan Pemasaran Digital Kuliner Lokal di Desa Wisata Mulyaharja. Bogor Wawan Irawan. Hendro Soejadi. Yafi Soejadi. Dito Pangestu. Suci Sandi. Marya Yenny. Galuh hingga diskusi kelompok. Masyarakat merasa lebih percaya diri dalam mengembangkan produk kuliner desa. Rekomendasi Perlu keberlanjutan program pendampingan agar masyarakat dapat menerapkan teknologi retort secara mandiri. Fasilitasi mesin retort bersama . hared facilit. agar UMKM desa memiliki akses pengolahan standar. Pelatihan digital marketing lanjutan untuk meningkatkan branding dan content marketing. Model Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dapat direplikasi di desa wisata lain dengan potensi kuliner serupa. PERNYATAAN PENGHARGAAN Ucapan terima kasih disampaikan kepada Politeknik Sahid Jakarta atas dukungan penuh dalam kegiatan ini. Apresiasi juga diberikan kepada perangkat Desa Mulyaharja dan masyarakat desa yang berpartisipasi aktif. Penghargaan khusus ditujukan kepada para dosen pembimbing dan dosen pengampu Program Magister Terapan Pariwisata Angkatan i yang telah memberikan arahan, serta mahasiswa yang mendukung pelaksanaan program secara kolaboratif. DAFTAR PUSTAKA