Pengembangan Booklet Self-Management Untuk Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Peserta Didik Sekolah Menengah Pertama PENGEMBANGAN BOOKLET SELF-MANAGEMENT UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN BELAJAR PESERTA DIDIK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Alya Alam Cahyani Putri Program Studi Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Surabaya Email: alya. 20004@mhs. Elisabeth Christiana Program Studi Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Surabaya Email: elisabethchristiana@unesa. Abstrak Hasil observasi menunjukkan masih terdapat peserta didik yang terlambat datang ke sekolah, keluar kelas ketika jam pelajaran, dan terlambat mengumpulkan tugas. Hasil angket menunjukkan bahwa rata-rata perilaku kedisiplinan belajar peserta didik termasuk dalam kategori sedang sebesar 88% dengan jumlah 111 peserta didik. Hasil wawancara dengan peserta didik, diketahui jika mereka kurang bisa membagi waktu antara belajar, bermain, beristirahat, dan berkegiatan lainnya. Kedisiplinan belajar adalah serangkaian perilaku yang menunjukkan ketaatan dan kepatuhan untuk belajar. Akan tetapi, tidak semua peserta didik telah menunjukkan perilaku kedisiplinan belajar. Untuk mengantisipasi masalah kedisiplinan belajar, perlu diberikan strategi self-management. Self-management sebagai strategi pengubahan perilaku yang menitikberatkan pada kemauan dan kemampuan untuk mengubah dan mengelola perilaku. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media berupa booklet self-management untuk meningkatkan kedisiplinan belajar peserta didik SMP, yang memenuhi kriteria akseptabilitas berdasarkan aspek kegunaan, kelayakan, ketepatan, dan kepatutan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D) Borg & Gall, hanya sampai tahap kelima. Instrumen pengumpulan data terdiri dari data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui hasil angket yang diberikan pada saat uji validasi. Sedangkan untuk mendeskripsikan hasil data dan analisis yang berupa catatan, komentar, masukan, dan kritik dari validator dilakukan secara kualitatif. Hasil validasi ahli materi memperoleh skor rata-rata 96,5% . angat bai. , ahli media 96% . angat bai. , calon pengguna . uru BK) 92,5% . angat Maka, total seluruh penilaian uji validasi memperoleh hasil 95% yang dapat disimpulkan bahwa booklet self-management telah memenuhi kriteria akseptabilitas dengan kategori sangat baik dan dapat digunakan guru BK dalam memberikan layanan BK. Kata Kunci: Pengembangan. Booklet. Self-Management. Kedisiplinan. Peserta Didik. Abstract Observation results show that there are still students who come to school late, leave class during class time, and submit assignments late. The results of the questionnaire showed that the average student learning discipline behavior was in the medium category at 88% with a total of 111 students. The results of interviews with students showed that they were unable to divide their time between studying, playing, resting and other activities. Learning discipline is a series of behaviors that show obedience and obedience to learning. However, not all students have demonstrated disciplined learning behavior. To anticipate learning discipline problems, self-management strategies need to be provided. Self-management is a behavior change strategy that focuses on the willingness and ability to change and manage behavior. This research aims to develop media in the form of self-management booklets to improve the learning discipline of junior high school students, which meets acceptability criteria based on aspects of usefulness, feasibility, accuracy and appropriateness. The research method used is Borg & Gall research and development (R&D), only up to the fifth stage. The data collection instrument consists of quantitative and qualitative Quantitative data was obtained through the results of a questionnaire given during the validation Meanwhile, describing the results of data and analysis in the form of notes, comments, input and criticism from validators is carried out qualitatively. Validation results from material experts obtained an average score of 96. 5% . ery goo. , media experts 96% . ery goo. , prospective users . ounseling teacher. 5% . ery goo. So, the total of all validation test assessments obtained a result of 95% which can be concluded that the self-management booklet has met the acceptability criteria in the very good category and can be used by guidance and counseling teachers in providing guidance and counseling Keywords: Development. Booklet. Self-Management. Discipline. Students. Pengembangan Booklet Self-Management Untuk Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Peserta Didik Sekolah Menengah Pertama sebaliknya semakin rendah kedisiplinan belajar peserta didik semakin rendah pula hasil belajar yang diperoleh. Perilaku kedisiplinan belajar ini sangat penting untuk dimiliki peserta didik guna mendukung keberhasilan Akan tetapi, pada kenyataannya tidak semua peserta didik telah menunjukkan perilaku kedisiplinan Berdasarkan hasil observasi pada bulan Agustus 2023 di SMP Negeri 6 Surabaya, masih terdapat peserta didik yang memiliki perilaku kedisiplinan belajar rendah. Perilaku ini tampak pada kelas VII yang meliputi terlambat datang ke sekolah sebanyak 2-3 kali dalam satu minggu, keluar kelas ketika jam pelajaran bisa lebih dari tiga kali dalam sehari, dan terlambat mengumpulkan Berdasarkan observasi secara langsung dan didukung informasi dari hasil wawancara dengan guru BK. Dalam indikator kedisiplinan belajar yang pertama yaitu ketepatan waktu dalam belajar yang meliputi datang ke sekolah tepat waktu, dari rekap keterlambatan diketahui jika peserta didik kelas VII memiliki catatan kasus terbanyak, yakni 33%. Berdasarkan data tersebut juga diketahui bahwa frekuensi peserta didik yang sering ke sekolah tidak tepat waktu adalah sebanyak 2-3 kali dalam satu minggu. Berdasarkan data yang diperoleh dari guru mapel, pada sekolah tersebut, peserta didik kelas VII memang sering keluar kelas ketika jam pelajaran. Hal ini berhubungan dengan indikator kedisiplinan belajar selanjutnya yaitu peserta didik tidak mengikuti pembelajaran di kelas dengan tertib. Dalam sehari, mereka bisa keluar kelas saat jam pelajaran lebih dari tiga kali. Dampak dari hal tersebut adalah peserta didik dapat tertinggal pelajaran dan tugas sebelumnya semakin tertunda untuk dikerjakan sehingga mereka bisa terlambat mengumpulkan nantinya. Dengan begitu, nilai yang diperoleh juga menjadi kurang maksimal. Dalam hal ini ada kaitannya dengan indikator kedisiplinan belajar selanjutnya, yaitu peserta didik tidak menyelesaikan tugas sesuai waktu yang telah disepakati. Selain observasi, penyebaran angket tentang kedisiplinan belajar juga telah dilakukan. Hasil angket menunjukkan bahwa rata-rata perilaku kedisiplinan belajar peserta didik di kelas tersebut termasuk dalam kategori sedang dengan persentase 88% Dari hasil yang diperoleh tersebut maka dapat disimpulkan bahwa kurangnya kedisiplinan belajar dalam diri peserta didik. Berdasarkan wawancara dengan peserta didik, diketahui jika mereka kurang bisa membagi waktu antara belajar, bermain, beristirahat, dan berkegiatan lainnya. Menurut Slameto . alam Rahmawati, 2. faktor penyebab ketidakdisiplinan belajar dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu dorongan dari dalam diri peserta didik seperti pengetahuan, kesadaran, ketaatan, keinginan PENDAHULUAN Kedisiplinan belajar merupakan salah satu perilaku yang dapat diamati pada peserta didik. Selain untuk menciptakan suasana lingkungan belajar yang nyaman dan tentram di sekolah, hal ini juga dapat melatih peserta didik mengarahkan diri agar dapat menyesuaikan diri terhadap aturan yang berlaku di sekolah. Kedisiplinan diartikan oleh Harling . adalah kepatuhan untuk menaati dan melaksanakan peraturan yang telah Artinya, peserta didik yang memiliki kedisiplinan adalah peserta didik yang taat dan patuh aturan yang ditetapkan oleh sekolah. Menurut Rahmawati . perilaku peserta didik yang nampak mengenai kedisiplinan belajar diantaranya tidak mengikuti beberapa mata pelajaran dengan berbagai alasan, baik itu malas mencatat, terlambat masuk kelas, kurang fokus atau mengganggu situasi kelas. Menurut Arikunto . alam Simbolon, 2. membagi indikator kedisiplinan belajar sebagai berikut: perilaku kedisiplinan di dalam kelas, perilaku kedisiplinan di luar kelas dan lingkungan sekolah dan perilaku kedisiplinan di rumah. Hal ini sejalan dengan pendapat Syarifudin . alam Simbolon, 2. terkait indikator yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kedisiplinan belajar peserta didik mencakup: 1. Tepat waktu dalam belajar, meliputi: datang dan pulang sekolah tepat waktu, memulai dan mengakhiri pembelajaran sesuai waktu yang ditentukan, melanjutkan belajar di rumah, mengikuti pembelajaran di kelas dengan tertib, menyelesaikan tugas sesuai waktu yang telah disepakati, 2. Patuh dan tidak melanggar peraturan di sekolah, 3. Berperilaku menyenangkan, meliputi: tidak mencontek, tidak membuat keributan, tidak mengganggu teman yang sedang belajar. Monawati. Elly dan Wahyuni . alam Imaddudin, 2. mengemukakan ciri-ciri peserta didik tidak memiliki kedisiplinan dalam belajar diantaranya sering membolos, gaduh di dalam kelas, tidak memiliki waktu belajar rutin, mengerjakan PR di sekolah, sering terlambat masuk kelas dan mencontek teman saat ulangan berlangsung. Kedisiplinan belajar perlu untuk dimiliki peserta didik, bila tidak ada kedisiplinan maka peserta didik tidak bisa mengikuti pelajaran dengan baik, akibatnya akan mengganggu pembelajaran. Terganggunya pembelajaran ini akan memengaruhi hasil maupun prestasi belajar peserta didik. Hal ini diperkuat oleh hasil penelitian Marwatiningsih & Darminto . yang menyatakan bahwa kedisiplinan belajar dapat memengaruhi hasil belajar peserta didik dengan besar pengaruh sebesar 69,1%. Semakin tinggi kedisiplinan belajar peserta didik semakin tinggi pula hasil belajar yang diperolehnya. Pengembangan Booklet Self-Management Untuk Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Peserta Didik Sekolah Menengah Pertama berprestasi dan latihan kedisiplinan. Sedangkan dorongan dari luar diri peserta didik mencakup lingkungan, fasilitas pendidikan, teman, saudara, kebiasaan dan pembinaan dari rumah, sarana yang menunjang, pengawasan, hukuman dan nasihat. Dalam bimbingan dan konseling terdapat berbagai strategi yang dapat digunakan. Salah satunya adalah strategi self-management. Dalam konteks ini, manajemen diri peserta didik termasuk salah satu hal yang mempengaruhi pencapaian hasil belajar. Hal ini selaras dengan permasalahan yang terjadi yakni rendahnya keberhasilan belajar peserta didik. Dalam menerapkan strategi self-management terdapat beberapa tahapan yaitu pemantauan diri . elf-monitorin. , penguasaan terhadap rangsangan . timulus contro. , reinforcement yang positif . elf-rewar. Tahapan tersebut diterapkan sebagai upaya ketidakdisiplinan belajar. Menurut Cormier . alam Safithry & Anita, 2. kelebihan strategi selfmanagement yaitu dapat meningkatkan pengamatan peserta didik dalam mengontrol lingkungannya, mudah digunakan, dan menambah proses belajar secara umum dalam berhubungan dengan lingkungan baik pada situasi bermasalah atau tidak. Dengan mendapatkan strategi selfmanagement, peserta didik akan bertanggung jawab atas tugas-tugasnya. Perlunya guru BK memberikan bantuan mengenai strategi self-management kepada peserta didik. Bantuan yang diberikan guru BK kepada peserta didik dapat berupa pemberian layanan BK. Layanan BK memegang peranan penting disini. Berdasarkan data awal yang diperoleh, diketahui bahwa peserta didik di sini terindikasi memiliki perilaku kedisiplinan belajar kategori sedang. Dalam pelaksanaan layanan BK, guru BK memerlukan media sebagai penunjang sehingga peserta didik lebih tertarik selama proses layanan berlangsung, dimana media tersebut memang belum tersedia di sekolah. Layanan yang diberikan guru BK terkait permasalahan kedisiplinan belajar biasanya dilakukan dengan penyampaian informasi, bimbingan kelompok hingga konseling. Tetapi pelaksanaan layanan untuk permasalahan kedisiplinan belajar ini belum maksimal dan masalah belum dapat Peserta didik masih saja mengulangi perilaku ketidakdisiplinan belajar. Dalam pelaksanaan layanan sejauh ini guru BK hanya menggunakan media PPT dan Guru BK belum memiliki media dan alat bantu untuk membantu peserta didik dalam belajar dan mengembangkan self-management. Mengingat kurangnya jam yang diberikan untuk guru BK dalam pemberian layanan BK, maka dibutuhkan media penunjang yang selain dapat digunakan untuk melakukan layanan yang bersifat kelompok juga dapat digunakan secara mandiri oleh peserta didik. Pengembangan media BK merupakan salah satu solusi untuk mengatasi problematika layanan BK di sekolah dan meningkatkan kualitas layanan yang diberikan kepada peserta didik. Dengan pengembangan media BK yang tepat, diharapkan layanan BK dapat menjadi lebih efektif dan bermanfaat bagi peserta didik dalam mencapai perkembangan yang optimal. Dalam pelaksanaan layanan BK untuk meningkatkan kedisiplinan belajar peserta didik, dalam penelitian ini memilih untuk mengembangkan media berupa booklet. Booklet dipilih karena di dalam booklet tidak terlalu banyak tulisan, hanya mencantumkan garis besar atau poin-poin penting saja. Booklet juga disertai dengan gambar yang diharapkan peserta didik dapat termotivasi untuk membacanya. Menurut Parwiyati . alam Putri dan Saino, 2. bahwa media booklet layak digunakan sebagai sarana penyampaian informasi. Menurut Khotimah . alam Putri dan Saino, 2. menemukan bahwa booklet layak digunakan dalam meningkatkan pemahaman suatu materi atau pokok bahasan. Menurut Minarti . alam Fadilah dan Nuryono, 2. booklet dapat memberikan informasi secara lengkap dan bentuknya mudah membawa kemana-mana, dan disusun dengan desain yang menarik dan penuh warna sehingga peserta didik tertarik untuk membacanya. Booklet self-management memegang peran penting dalam membantu peserta didik meningkatkan kedisiplinan Booklet self-management dapat membantu peserta didik memahami konsep-konsep penting terkait kedisiplinan belajar dan self-management. Dengan pemahaman yang baik, peserta didik dapat menerapkan strategi self-management dengan lebih efektif dalam kehidupan belajar mereka. Booklet self-management menyediakan berbagai latihan dan aktivitas yang dapat membantu peserta didik mengembangkan selfmanagement yang diperlukan untuk belajar secara Dengan menggunakan booklet self-management, peserta didik diajak untuk mengambil tanggung jawab atas pembelajaran mereka sendiri. Peserta didik diajarkan untuk menjadi mandiri dalam proses pembelajaran. Mereka belajar untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar mereka sendiri dan menemukan cara yang efektif untuk Peserta didik dapat menggunakan booklet self-management untuk melacak dan mengevaluasi kemajuan belajar yang membantu dalam mengidentifikasi area di mana peserta didik perlu meningkatkan atau memperbaiki dan memberikan umpan balik diri sendiri. Dengan demikian, penggunaan booklet self-management tidak hanya memperbaiki kedisiplinan belajar, tetapi juga membantu membangun keterampilan yang sangat berharga untuk sukses dalam pendidikan dan kehidupan di masa depan. Pengembangan Booklet Self-Management Untuk Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Peserta Didik Sekolah Menengah Pertama kritik dari ahli materi, ahli media, dan calon pengguna dilakukan secara kualitatif. METODE Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research & Developmen. atau biasa disebut dengan metode penelitian R&D. Pada penelitian pengembangan ini mengacu pada prosedur penelitian pengembangan menurut Borg & Gall. Terdapat 10 tahap diantaranya . Potensi dan masalah, . Pengumpulan data atau informasi, . Desain produk, . Validasi desain, . Revisi desain, . Uji coba produk terbatas ke kelompok kecil, . Revisi produk, . Uji coba pemakaian dalam skala besar, . Revisi produk, . Produksi produk massal. Penelitian pengembangan ini hanya sampai pada tahap kelima saja yaitu tahap revisi desain setelah dilakukannya validasi ahli, dikarenakan keterbatasan waktu, tenaga, dan biaya. Jenis data dalam penelitian pengembangan ini adalah data kuntitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui hasil angket yang diberikan pada saat uji validasi oleh ahli materi, ahli media, dan uji validasi oleh calon pengguna . uru BK). Analisis data kuantitatif didasarkan pada perolehan data angket penilaian yang diberikan kepada ahli materi, ahli media, dan calon pengguna . uru BK). Analisis data hasil uji ahli materi, ahli media, dan calon pengguna . uru BK) menggunakan data kuantitatif dengan menggunakan rumus sebagai HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Tahap-tahap dalam penelitian pengembangan booklet self-management, sebagai berikut: Potensi Dan Masalah Pada tahap ini dilakukan identifikasi potensi atau masalah yang dijadikan dasar perlunya pengembangan booklet self-managament untuk peserta didik di SMP Negeri 6 Surabaya melalui asesmen . tudi Dalam tahap ini dilakukan beberapa hal sebagai berikut: Melakukan observasi Observasi pelaksanaan PLP (Pengenalan Lapangan Persekolaha. Hal yang menjadi fokus selama observasi adalah perilaku kedisiplinan belajar peserta didik. Hasil dari observasi, diketahui masih terdapat peserta didik yang memiliki perilaku kedisiplinan belajar rendah. Perilaku ini tampak pada kelas peserta didik kelas VII yang terlambat datang ke sekolah. Menyebarkan instrumen angket kedisiplinan belajar kepada peserta didik kelas VII, yaitu pada kelas VII-A. VII-C. VII-F. VII-G. VII-J. VII-K Angket tentang kedisiplinan belajar disebar pada kelas yang menunjukkan perilaku kedisiplinan belajar rendah, terutama pada peserta didik kelas VII-A. VII-C. VII-F. VII-G. VII-J. VII-K. Hasil angket menunjukkan bahwa rata-rata perilaku kedisiplinan belajar peserta didik di kelas tersebut termasuk dalam kategori sedang dengan persentase 88%. Dari 163 responden 111 diantaranya termasuk dalam kategori sedang. Melakukan wawancara dengan peserta didik kelas VII Hasil wawancara dengan 5 peserta didik kelas VII menunjukkan bahwa mereka kurang bisa membagi waktu antara belajar, bermain, beristirahat, dan berkegiatan lainnya. Melakukan wawancara dengan guru BK Melakukan wawancara dengan guru BK mengenai permasalahan yang sering terjadi pada peserta didik kelas VII, yaitu terlambat datang ke sekolah, sering keluar kelas ketika jam pelajaran, dan terlambat mengumpulkan tugas. Selama ini guru BK menangani permasalahan-permasalahan peserta didik dengan bimbingan kelompok hingga konseling individu. Dalam pelaksanaan layanan bimbingan kelompok sejauh ini guru BK Keterangan: = Presentase nilai yang diperoleh = Frekuensi jawaban alternatif N = Number of cases . umlah frekuensi/banyaknya Dari rumus tersebut maka data yang dikumpulkan dapat diperoleh tingkatan skala skor yang ditetapkan sebagai berikut: Sangat Baik = 4 Baik Kurang Baik = 2 Tidak Baik = 1 Setelah mengetahui hasil validasi menggunakan rumus tersebut, maka langkah selanjutnya adalah menentukan kriteria untuk mengkategorikan nilai yang dihasilkan. Mustaji . , mengungkapkan tingkat kelayakan kriteria revisi produk sebagai berikut: Nilai 81% - 100% 66% - 80% 56% - 65% 0% - 55% Kategori Sangat baik Baik Kurang baik Tidak baik Sedangkan untuk mendeskripsikan hasil data dan analisis yang berupa catatan, komentar, masukan, dan Pengembangan Booklet Self-Management Untuk Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Peserta Didik Sekolah Menengah Pertama biasanya menggunakan metode ceramah. Tetapi pelaksanaan layanan untuk permasalahan kedisiplinan belajar ini belum maksimal dan masalah belum dapat teratasi. Peserta didik masih saja mengulangi perilaku ketidakdisiplinan Selain itu guru BK juga belum memiliki media yang digunakan untuk memberikan Dalam pelaksanaan layanan sejauh ini guru BK menggunakan media PPT dan video. Melakukan wawancara dengan guru mapel Berdasarkan informasi yang diberikan guru mapel, pada sekolah tersebut, peserta didik kelas VII memang sering keluar kelas ketika jam Biasanya peserta didik sering keluar kelas ketika pada jam pelajaran tersebut guru mapel berhalangan hadir. Peserta didik sering tercatat terlambat mengumpulkan tugas pada mata pelajaran yang sering mereka tinggal keluar kelas, yaitu mapel bahasa inggris, matematika. Penyebabnya adalah peserta didik tidak cukup waktu dalam menyelesaikan tugas pada mata pelajaran yang sering mereka tinggal keluar kelas, lebih memilih berbicara dengan teman daripada menyelesaikan tugas. Pengumpulan Data Atau Informasi Pada tahap ini dikumpulkan informasi dari beberapa referensi yang dijadikan sebagai bahan perencanaan dalam penyusunan materi pada booklet. Pengumpulan informasi sebagai berikut: Mempelajari konsep strategi self-management meliputi pengertian self-management, tujuan selfmanagement, tahapan dalam self-management. Mengkaji hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan pengembangan media maupun penelitian mengenai self-management sebagai upaya meningkatkan kedisiplinan belajar peserta Desain Produk Pada tahap ini dimulai perancangan booklet selfmanagement yang dilakukan dalam beberapa tahap sebagai berikut: Merumuskan tujuan pengembangan booklet selfmanagement Tujuan dari pengembangan booklet selfmanagement dikembangkan memenuhi kriteria akseptabilitas produk meliputi aspek kegunaan, kelayakan, ketepatan, dan kepatutan. Dalam pengembangan ini akan dilakukan uji validasi ahli materi, ahli media, dan calon pengguna . uru BK). Mempersiapkan dan menyusun materi dalam booklet self-management Mempersiapkan semua materi dari beberapa buku dan jurnal yang sudah dipelajari untuk digunakan dalam booklet self-management. Materi yang disajikan seperti tabel sebagai Kerangka Booklet Sampul depan Sampul dalam Motto Kata Daftar isi Petunjuk Gambaran Isi Booklet Untuk Peserta Didik Berisi judul AuBooklet selfmanagement Untuk Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Peserta Didik SMPAy Berisi gambar atau ilustrasi menarik yang disesuaikan dengan judul Terdapat logo UNESA Terdapat nama penulis Terdapat Terdapat AuUntuk Peserta DidikAy Berisi judul AuBooklet selfmanagement Untuk Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Peserta Didik SMPAy Terdapat gambar sebagai Terdapat AuUntuk Peserta DidikAy Berisi kata motivasi dan Berisi ucapan syukur kepada Allah Swt. Berisi pengenalan tentang self-management untuk mengantarkan pembaca kepada isi booklet Berisi harapan penulis Berisi sekumpulan urutan bab dan subbab yang ada dalam booklet beserta halaman untuk mencari bab dan subbab Memuat petunjuk penggunaan BAB 1 Kedisiplinan Belajar Berisi tentang pengertian kedisiplinan belajar, manfaat penyebab ketidakdisiplinan belajar, dan contoh perilaku kedisiplinan belajar dan ketidakdisiplinan belajar BAB 2 Self-management . Berisi tentang pengertian self-management, self-management, dan 3 komponen self-management Terdapat kata motivasi dan Berisi mengenai sumber rujukan Isi Penutup Pengembangan Booklet Self-Management Untuk Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Peserta Didik Sekolah Menengah Pertama Sampul menyusun booklet Terdapat foto serta profil penulis dan profil dosen Terdapat logo UNESA Penutup Lampiran Kerangka Booklet Sampul depan Sampul Kata Daftar isi Isi Gambaran Isi Booklet Untuk Guru Berisi judul AuBooklet selfmanagement Untuk Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Peserta Didik SMPAy Berisi gambar atau ilustrasi menarik yang disesuaikan dengan judul Terdapat logo UNESA Terdapat nama penulis Terdapat Terdapat tulisan AuUntuk Guru BKAy Berisi judul AuBooklet selfmanagement Untuk Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Peserta Didik SMPAy Terdapat gambar sebagai Terdapat tulisan AuUntuk Guru BKAy Berisi ucapan syukur kepada Allah Swt. Berisi pengenalan tentang self-management untuk mengantarkan pembaca kepada isi booklet Berisi harapan penulis Berisi sekumpulan urutan bab dan subbab yang ada dalam booklet beserta halaman untuk mencari bab dan subbab BAB 1 Pendahuluan . Rasional . Tujuan . Sasaran pengguna . Kedisiplinan belajar peserta . Strategi self-management BAB 2 Langkah-langkah . Petunjuk umum . Prosedur strategi selfmanagement menignkatkan kedisiplinan belajar peserta didik . Prosedur strategi self-management peserta didik . Petunjuk khusus . Terdapat (RPL) Sampul Berisi mengenai sumber rujukan menyusun booklet Lembar kerja peserta didik Instrumen pre-test post-test Lembar evaluasi proses Lembar evaluasi hasil Terdapat foto serta profil penulis dan profil dosen Terdapat logo UNESA Proses pembuatan booklet self-management Pada tahap ini produk booklet selfmanagement didesain dengan menambahkan gambar atau ilustrasi yang mendukung dan mengatur layout agar lebih menarik. Berikut merupakan cover dari booklet: Cover Booklet Self-management Untuk Peserta Didik Cover Booklet Self-management Untuk Guru BK Menyusun alat evaluasi produk Penyusunan alat evaluasi produk yang digunakan yaitu angket. Penyusunan angket bertujuan untuk mengukur tingkat akseptabilitas yang meliputi aspek kegunaan, kelayakan, ketepatan dan kepatutan. Angket digunakan untuk validasi kepada ahli materi, ahli media dan calon pengguna yaitu guru bimbigan dan Validasi Desain Pada tahap ini dilakukan uji ahli materi, ahli media, dan calon pengguna . uru BK). Tahap ini Pengembangan Booklet Self-Management Untuk Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Peserta Didik Sekolah Menengah Pertama dilakukan untuk mengetahui akseptabilitas produk yang dihasilkan serta untuk menyempurnakan produk sesuai dengan masukan dan saran dari para ahli. Digunakan angket sebagai alat untuk mengetahui akseptabilitas produk. Melakukan uji validasi secara kuantitatif menggunakan angket penelitian, sedangkan catatan/komentar dan masukan/kritik yang ada pada lembar angket yang sudah disediakan. Untuk ahli Bimbingan dan Konseling yang menjadi ahli materi adalah bapak Prof. Dr. Mochamad Nursalim. Si. ahli media adalah bapak Muhamad Afifuddin Ghozali. Pd. Couns. Gr. , dan calon pengguna adalah ibu Dra. Dewi Handayani. Si. Uji validasi ahli materi Data kuantitatif: berdasarkan hasil penilaian dari ahli materi memperoleh skor rata-rata 96,7% yang masuk dalam kategori sangat baik (Mustaji. Data kualitatif: data kualitatif uji ahli materi diperoleh dari catatan, komentar, masukan, dan kritik yang terdapat pada instrumen angket validasi yang sudah diisi oleh ahli materi. Berikut adalah catatan, komentar, masukan, dan kritik dari ahli materi : . Menambahkan petunjuk penggunaan di awal sebelum bab 1 pada booklet untuk peserta didik, . Menambahkan instrumen pre-test dan post-test pada booklet untuk guru BK. Uji validasi ahli media Data kuantitatif: berdasarkan hasil penilaian dari ahli media memperoleh skor rata-rata 96% yang masuk dalam kategori sangat baik (Mustaji. Data kualitatif: data kualitatif uji ahli media diperoleh dari catatan, komentar, masukan, dan kritik yang terdapat pada instrumen angket validasi yang sudah diisi oleh ahli media. Berikut adalah catatan, komentar, masukan, dan kritik dari ahli media : . Melengkapi sumber pada gambar dalam booklet, . Memperbaiki urutan penomoran halaman dan tata letak penomoran halaman pada booklet dan LKPD, . Menghilangkan halaman kosong yang tidak diperlukan pada booklet, . Menambahkan gambar atau ilustrasi menarik pada bagian cover LKPD, . Memberi tulisan di cover belakang LKPD, . Memperbaiki kalimat Dwayne Johnson diperbaiki menjadi Dwayne AuThe RockAy Johnson pada booklet untuk peserta didik Uji validasi calon pengguna . uru BK) Data kuantitatif: berdasarkan hasil penilaian dari calon pengguna . uru BK) memperoleh skor rata-rata 92,5% yang masuk dalam kategori sangat baik (Mustaji, 2. Data kualitatif: data kualitatif uji calon pengguna guru BK diperoleh dari catatan, komentar, masukan, dan kritik yang terdapat pada instrumen angket validasi yang sudah diisi oleh calon pengguna guru BK. Berikut adalah catatan, komentar, masukan, dan kritik dari calon pengguna guru BK : . Ukuran huruf sudah jelas sehingga memudahkan pembaca, . Terdapat banyak gambar pendukung sehingga pembaca tidak mudah bosan. Revisi Desain Setelah dilakukan uji validasi desain untuk mengetahui apakah produk dapat diterima dengan kriteria akseptabilitas produk meliputi aspek kegunaan, kelayakan, ketepatan, dan kepatutan, memperbaiki produk. Produk akan diperbaiki sesuai dengan komentar dan saran yang diperoleh dari kolom kolom catatan/komentar dan masukan/kritik yang ada pada lembar angket yang sudah dinilai oleh ahli materi, ahli media, dan calon pengguna. PEMBAHASAN Berdasarkan pelaksanaan dan hasil pengembangan media booklet self-management, penelitian pengembangan ini mmenggunakan metode penelitiani pengembangan dari Borg&Gall yang dilaksanakan 5 tahapan oleh peneliti. Berdasarkan hasil asesmen dalam studi pendahuluan, hasil observasi menunjukkan masih terdapat peserta didik yang memiliki perilaku kedisiplinan belajar rendah. Perilaku ini tampak pada kelas VII yang meliputi terlambat datang ke sekolah sebanyak 2-3 kali dalam satu Selain observasi, penyebaran angket tentang kedisiplinan belajar juga telah dilakukan. Hasil angket menunjukkan bahwa rata-rata perilaku kedisiplinan belajar peserta didik di kelas tersebut termasuk dalam kategori sedang dengan persentase 88%. Berdasarkan hasil wawancara dengan peserta didik, diketahui jika mereka kurang bisa membagi waktu antara belajar, bermain, beristirahat, dan berkegiatan lainnya. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru BK mengenai permasalahan yang sering terjadi pada peserta didik kelas VII, yaitu terlambat datang ke sekolah, sering keluar kelas ketika jam pelajaran, dan terlambat mengumpulkan tugas. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru mapel, diketahui bahwa peserta didik kelas VII memang sering keluar kelas ketika jam pelajaran. Dalam sehari, mereka bisa keluar kelas saat jam pelajaran lebih dari tiga kali. Meskipun sudah ada teguran dari guru mapel namun pada kenyataannya peserta didik masih saja keluar kelas berkali-kali. Pengembangan Booklet Self-Management Untuk Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Peserta Didik Sekolah Menengah Pertama Guru BK sudah menangani permasalahanpermasalahan peserta didik dengan bimbingan kelompok hingga konseling individu. Untuk layanan bimbingan kelompok sejauh ini guru BK biasanya menggunakan metode ceramah. Tetapi pelaksanaan layanan untuk permasalahan kedisiplinan belajar ini belum maksimal dan masalah belum dapat teratasi. Peserta didik masih saja mengulangi perilaku ketidakdisiplinan belajar. Selain itu guru BK juga belum memiliki media yang digunakan untuk memberikan layanan bimbingan kelompok. Dalam pelaksanaan layanan sejauh ini guru BK menggunakan media PPT dan video. Dari latar belakang inilah yang menjadi acuan dalam self-management meningkatkan kedisiplinan belajar peserta didik. Dalam pengembangan booklet didasari oleh beberapa referensi yang relevan untuk dijadikan sebagai bahan perencanaan dalam penyusunan materi pada booklet. Menurut Parwiyati . alam Putri dan Saino, 2. bahwa media booklet layak digunakan sebagai sarana penyampaian Menurut Khotimah . alam Putri dan 8 Saino, 2. menemukan bahwa booklet layak digunakan dalam meningkatkan pemahaman suatu materi atau pokok Booklet yang dikembangkan diharapkan dapat membantu guru BK dalam memberikan layanan BK sehingga permasalahan dapat teratasi. Menurut Minarti . alam Fadilah dan Nuryono, 2. booklet dapat memberikan ninformasi secara lengkap dan bentuknya mudah membawa kemana-mana, dan disusun dengan desain yang menarik dan penuh warna sehingga peserta didik tertarik untuk membacanya. Hasil perolehan data kuantitatif dari penilaian validasi oleh ahli materi menunjukkan bahwa booklet selfmanagement yang telah dikembangkan mendapatkan ratarata penilaian sebesar 96,7% yang menurut Mustaji . termasuk dalam kategori sangat baik, dimana terdapat 15 item pernyataan yang mendapatkan nilai 4 dan 2 item pernyataan yang mendapatkan nilai 3. Hasil perolehan data kualitatif dari penilaian validasi oleh ahli materi diperoleh dari catatan, komentar, masukan, dan kritik yang terdapat pada instrumen angket validasi yang sudah diisi oleh ahli materi, yaitu . menambahkan petunjuk penggunaan di awal sebelum bab 1 pada booklet untuk peserta didik, . menambahkan instrumen pre-test dan post-test pada booklet untuk guru bk. Hasil perolehan data kuantitatif dari penilaian validasi oleh ahli media menunjukkan bahwa booklet selfmanagement yang telah dikembangkan mendapatkan ratarata penilaian sebesar 96% yang menurut Mustaji . termasuk dalam kategori sangat baik, dimana terdapat 14 item pernyataan yang mendapatkan nilai 4 dan 3 item pernyataan yang mendapatkan nilai 3. Hasil perolehan data kualitatif dari penilaian validasi oleh ahli media diperoleh dari catatan, komentar, masukan, dan kritik yang terdapat pada instrumen angket validasi yang sudah diisi oleh ahli media, yaitu . melengkapi sumber pada gambar dalam booklet, . memperbaiki urutan penomoran halaman dan tata letak penomoran halaman pada booklet dan LKPD, . menghilangkan halaman kosong yang tidak diperlukan pada booklet, . menambahkan gambar atau ilustrasi menarik pada bagian cover LKPD, . memberi tulisan di cover belakang LKPD, . memperbaiki kalimat Dwayne Johnson diperbaiki menjadi Dwayne AuThe RockAy Johnson pada booklet untuk peserta didik. Hasil perolehan data kuantitatif dari penilaian validasi oleh calon pengguna . uru BK) menunjukkan bahwa booklet self-management yang telah dikembangkan mendapatkan rata-rata penilaian sebesar 92,5% yang menurut Mustaji . termasuk dalam kategori sangat baik dimana terdapat 25 item pernyataan yang mendapatkan nilai 4 dan 9 item pernyataan yang mendapatkan nilai 3. Hasil perolehan data kualitatif dari penilaian validasi oleh calon pengguna . uru BK) diperoleh dari catatan, komentar, masukan, dan kritik yang terdapat pada instrumen angket validasi yang sudah diisi oleh calon pengguna . uru BK), yaitu . ukuran huruf sudah jelas sehingga memudahkan pembaca, . terdapat banyak gambar pendukung sehingga pembaca tidak mudah bosan. Dari hasil penilaian produk, dapat disimpulkan bahwa booklet self-management menunjukkan hasil yang sangat baik dan dapat digunakan oleh guru BK dalam memberikan layanan BK terutama yang bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan belajar peserta didik. PENUTUP Simpulan Penelitian pengembangan yang telah dilakukan bertujuan untuk menghasilkan produk yakni booklet selfmanagement untuk meningkatkan kedisiplinan belajar peserta didik SMP, yang dilengkapi dengan booklet untuk guru dan lembar kerja peserta didik yang memenuhi Pada pengembangan ini peneliti mengacu pada prosedur penelitian pengembangan menurut Borg & Gall hanya sampai pada tahap kelima saja yang meliputi . Potensi dan Masalah, . Pengumpulan data atau informasi, . Desain Produk, . Validasi desain, . Revisi desain. Berdasarkan total rerata dari keseluruhan persentase nilai yang diperoleh dalam uji validasi ahli materi yaitu sebesar 96,5% dengan kriteria sangat baik, uji validasi ahli media perolehan persentase nilai yaitu sebesar 96% dengan kriteria sangat baik, uji calon pengguna . uru BK) mendapatkan perolehan persentase nilai sebanyak 92,5% dengan kategori sangat baik. Maka, total seluruh penilaian Pengembangan Booklet Self-Management Untuk Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Peserta Didik Sekolah Menengah Pertama Belajar Siswa Kelas X Tpm Smk Muhammadiyah 2 Kota Kediri Tahun Pelajaran 2018/2019. FKIP Bimbingan Konseling, 1-11. uji validasi memperoleh hasil 95% yang dapat disimpulkan bahwa produk telah memenuhi kriteria akseptabilitas dengan kategori sangat baik. Saran Berdasarkan simpulan yang sudah dijelaskan, terdapat beberapa saran sebagai berikut: Bagi guru BK Harapannya, booklet self-management dapat menjadi media penunjang kinerja guru BK dalam pemberian layanan BK kepada peserta didik terutama dalam meningkatkan kedisiplinan belajar. Namun, diharapkan bagi guru BK tetap perlu menindak lanjuti terkait pemahaman yang diperoleh peserta didik melalui booklet tersebut. Bagi peserta didik Peserta didik diharapkan dapat menggunakan booklet self-management sebagai media BK untuk meningkatkan kedisiplinan belajar. Peneliti selanjutnya Diharapkan menyempurnakan tahap pengembangan produk booklet self-management agar dapat digunakan secara Safithry. Esty Aryani dan Anita. Niky. Konseling Kelompok dengan Teknik Self-management Untuk Menurunkan Prasangka Sosial Peserta Didik. Suluh: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 4. , 33Ae41. Simbolon. Penerapan metode layanan bimbingan kelompok untuk meningkatkan disiplin belajar siswa. Jurnal Teknologi Pendidikan (JTP), 13. , 77-88. DAFTAR PUSTAKA