SARGA : JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM VOLUME 16 NO 2 JULY 2022 P-ISSN: 0853-4748 E-ISSN: 2961-7030 Journal Home Page: https://jurnal2. id/index. php/sarga PENGEMBANGAN WISATA AIR BENDUNGAN LOGUNG DI KUDUS The Water Tourism Development of Logung Dam in Kudus | Received February 19th 2022 | Accepted July 11th 2022 | Available online July 30th 2022 | | DOI 10. 56444/sarga. 144 | Page 56 - 64 | Muhammad Dandi Yahya1. Eko Nursanty2. Wawan Destiawan3 mdandyyahya@gmail. Universitas 17 Agustus 1945 Semarang. Indonesia1 santy@untagsmg. Universitas 17 Agustus 1945 Semarang. Indonesia2 wawandesti51@gmail. Universitas 17 Agustus 1945 Semarang. Indonesia 3 ABSTRAK Pengembangan Wisata Air Bendungan Logung di Kudus ini mempunyai latar belakang mengembangkan area wisata air di sekitar bendungan. Mengangkat sektor pariwisata untuk wisatawan yang berkunjung ke Kudus dengan menggunakan konsep perancangan dasar sebagai tumpuan untuk membantu menopang ekonomi daerah dan masyarakat sekitar Kabupaten Kudus. Tujuan perancangan untuk meningkatkan ekowisata yang ada pada Bendungan Logung serta mengedukasi masyarakat untuk menjaganya serta meningkatkan kualitas dan kuantitas dari sarana prasarana yang tersedia di kawasan wisata air Bendungan Logung di Kudus. Memiliki kondisi tapak yang berkontur sangat membantu Analisa desain untuk menentukan zoning dan gubahan massa pada desain bangunan. Menggunakan konsep Arsitekur Neo Vernakular yang mengusung tema kearifan lokal pada Kabupaten Kudus, sehingga membuat hasil perancangan pada desain semakin menarik dan membuat terciptanya nuansa kearifan lokal pada desain. Material yang digunakan juga menjadi daya tarik dengan menggunakan batu bata ekspos dan kayu. Perancangan Pengembangan Kawasan Wisata Air Bendungan Logung yang berlokasi di Kudus adalah sebuah kawasan wisata air yang berada di lingkungan Bendungan Logung yang terdiri dari beberapa wahana watersport, restoran, cottage, dan fasilitas pendukung lainnya yang diharapkan berguna untuk daya tarik dari sektor pariwisata dan perekonomian. Pengaplikasiannya dilakukan secara zoning, denah, sirkulasi, maupun fasad. Diharapkan rancangan ini berguna dan memberikan inspirasi bagi pembaca. Kata kunci: Wisata Air. Ekowisata. Arsitektur Neo Vernakular. Bendungan Logung. Kabupaten Kudus. ABSTRCT The development of Logung Dam Water Tourism in Kudus has a background in developing water tourism areas around the dam. Raising the tourism sector for tourists visiting Kudus by using the concept of basic design as a foundation to help support the regional economy and the community around Kudus Regency. The purpose of the design is to improve the ecotourism in logung dam and educate the public to maintain it and improve the quality and quantity of infrastructure available in the logung dam water tourism area in Kudus. Having a contoured tread condition is very helpful for design analysis to determine zoning and mass composition in the building design. Using the concept of Neo Vernacular Architectur which carries the theme of local wisdom in Kudus Regency, so as to make the design results on the design more attractive and make the creation of nuances of local wisdom in the design. The material used is also an attraction by using exposed bricks and wood. The design of the Logung Dam Water Tourism Area Development located in Kudus is a water tourism area located in the Logung Dam environment which consists of several watersport rides, restaurants, cottages, and other supporting facilities that are expected to be useful for the attraction of the tourism sector and the economy. Its application is carried out by zoning, plan, circulation, and fayade. It is hoped that this design will be useful and provide inspiration for readers. Keywords: Water Tourism. Ecotourism. Neo Vernacular Architecture. Logung Dam. Kudus Regency. SARGA - VOLUME 16. NO. JUNI 2022 Pengembangan Wisata Air Bendungan Logung Di Kudus PENDAHULUAN Kegiatan pariwisata telah menjadi salah satu kebutuhan pokok manusia pada umumnya. Hal ini dapat dilihat dengan tingkat pendapatan masing-masing individu yang semakin hari semakin Teori yang dulu menyatakan bahwa pendapatan digunakan untuk pemenuhan konsumsi primer saja, saat ini telah bertambah menjadi pemenuhan kebutuhan sekunder. Kebutuhan sekunder yang dulu kurang di prioritaskan saat ini mulai mendapat tempat tersendiri dikalangan individu. Salah satu kebutuhan sekunder yang saat ini sedang diminati cukup banyak individu adalah sector pariwisata. Menurut Prof. DR. Rahman Kubis. sc diperkirakan bahwa pariwisata menjadi industri terbesar pada abad ke dua puluh satu, bedasarkan riset dan penelitian yang dilakukan terhadap 400 orang pemimpin perusahaan besar di dunia dan perkembangan wisatawn diperkirakan bertambah 10% per tahunnya. Pariwisata di Indonesia merupakan sektor ekonomi penting, pada tahun 2009 pariwisata menempati urutan ketiga dalam hal penerimaan devisa setelah komoditas minyak dan gas bumi serta minyak kelapa sawit. Berdasarkan data tahun 2016, jumlah wisatawan sebesar 11. ( sebelas juta lima ratus dua puluh limma ribu sembilan ratus enam pulah tiga ribu lebih ) juta lebih atau tumbuh sebesar 10,79% dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan kekayaan alam dan budaya merupakan komponen penting dalam pariwisata di Indonesia. Kudus merupakan kabupaten terkecil di Jawa Tengah dengan luas wilayah mencapai 42. hektar yang terbagi dalam 9 kecamatan. Kabupaten Kudus memiliki potensi pariwisata yang besar dan strategis untuk di kembangkan, hal itu bisa dilihat dari jumlah kunjungan wisatawan yang setiap tahunnya mencapai rata-rata lebih dari satu juta orang. Bupati Kudus saat ini. HM Tamzil menegaskan pihaknya akan segera menggarap poyeksi kepariwisataan yang ada di Kudus. Penataan pariwisata Bendungan Logung ialah salah satunya agar dapat dinikmati masyarakat dengan baik, menurut Tamzil, keberadaan Bendungan Logung selain sebagai penyediaan dan pengelola air baku juga bermanfaat buat pariwisata. Pariwisata merupakan sektor penting karena mempunyai potensi tertinggi. Untuk itu dirinya sudah mengintruksikan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk segera membuat perencanaan dan pengembangan wisata Bendungan Logung. Bendungan Logung adalah bendungan yang terletak di provinsi Jawa Tengah. Kabupaten Kudus. Bendungan ini memiliki kapasitas sebesar 20. 15 mA diharapkan dapat mengairi lahan seluas 821 Ha. Lokasi Bendungan Logung yang berasa pada hilir pertemuan sengai Logung dan sungai Gajah, di Dukuh Slalang. Desa Tanjungrejo. Kecamatan Jekulo. Kanupaten Kudus. Bendungan Logung memiliki potensi sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kudus. Panorama yang tersaji di sekeliling Bendungan dinilai akan menjadi keistimewaan tersendiri, terutama panorama Gunung Muria. KONSEP DASAR PERANCANGAN Wisata air bendungan Logung di kudus merupakan Kawasan wisata untuk memperkenalkan kabupaten kudus dikanca nasional, selain itu juga untuk membantu menopang ekonomi daerah dan masyarakat disekitar bendungan. Bendungam Logung ini memiliki potensi wisata yang baik, hal ini bisa diwujudkan dengan melakukan pengembangan wisata air di Bendungan Logung dengan menjadikan tempat rekreasi yang didalamnya juga terdapat wadah untuk melakukan kegiatan penunjang seperti cottage, pemancingan,dan kegiatan wisata outdoor seperti ATV. SARGA - VOLUME 16. NO. JUNI 2022 Muhammad Dandi Yahya. Eko Nursanty. Wawan Destiawan Tujuan Perancangan Tujuan dari perencanaan dan perancangan Pengembangan Wisata Air Bendungan Logung di Kudus adalah menciptakan satu konsep desain dari Pengembangan Wisata Bendungan Logung di Kudus, yang meliputi sirkulasi, zonifikasi, dan penataan bangunan baik dalam desain, seni, dan sosial. Dan memjadi tempat pariwisata dengan fasilitas yang mampu menunjang kegiatan wisata dengan baik. Fungsi Perancangan Fungsi utama pada kawasan ini adalah untuk memaksimalkan potensi wisata yang ada pada bendungan logung sehingga ekonomi masyarakat sekitar bendungan dapat terbantu dan dapat mensejahterakan masyarakat sekitar bendungan. Dengan tujuan meningkatkan ekowisata yang ada pada Bendungan Logung serta mengedukasi masyarakat untuk menjaganya serta meningkatkan kualitas dan kuantitas dari sarana prasarana yang tersedia di kawasan wisata air Bendungan Logung di Kudus. Filosfofi Dasar Secara umum dasar konsep perancangan Pengembangan Wisata Air Bendungan Logung di Kudus, direncanakan sebagai bangunan yang memiliki filosofi dan karakter sesuai dengan fungsi dari bangunan itu sendiri, yaitu : C Pengembangan Wisata Air Bendungan Logung di Kudus di bangun agar dapat memfasilitasi potensi pariwisata dan meningkatkan perekonomian warga sekitar kawasan bendungan C Pengembangan Wisata Air Bendungan Logung di Kudus ini berfungsi sebagai wadah untuk mensejahterakan masyarakat sekitar sehingga masyarakat dapat ikut berperan dalam merawat dan menjaga kawasan bendungan yang ada. PENDEKATAN PERANCANGAN ARSITEKTUR Jenis ragam arsitektur yang akan digunakan pada perencanaan dan perancangan Pengembangan Wisata Air Bendungan Logung di Kudus adalah jenis langgam arsitektur Neo Vernakular karena terdapat kombinasi antara arsitektur modern dan arsitektur vernakular yang diharapkan akan membentuk tampilan bangunan yang berkesan rekreatif, entertaint, dan Pengertian Arsitektur Neo Vernakular Pengertian Arsitektur Neo Vernakular tidak hanya menerapkan elemen-elemen fisik yang diterapkan dalam bentuk modern tapi juga elemen non fisik seperti budaya, pola pikir, kepercayaan, tata letak, religi dan lain-lain. Bangunan adalah sebuah kebudayaan seni yang terdiri dalam pengulangan dari jumlah tipe-tipe yang terbatas dan dalam penyesuaiannya terhadap iklim lokal, material dan adat istiadat. (Leon Krie. Ciri - Ciri Arsitektur Neo Vernakular Dari pernyataan Charles Jencks dalam bukunya Aulanguage of Post-Modern ArchitectureAy maka dapat dipaparkan ciri-ciri Arsitektur Neo-Vernakular sebagai berikut : SARGA - VOLUME 16. NO. JUNI 2022 Pengembangan Wisata Air Bendungan Logung Di Kudus A Selalu menggunakan atap bumbungan, atap bumbungan menutupi tingkat bagian tembok sampai hampir ke tanah sehingga lebih banyak atap yang di ibaratkan sebagai elemen pelidung dan penyambut dari pada tembok yang digambarkan sebagai elemen pertahanan yang menyimbolkan permusuhan. A Batu bata . alam hal ini merupakan elemen konstruksi loka. bangunan didominasi penggunaan batu bata abad 19 gaya Victorian yang merupakan budaya dari arsitektur A Mengembalikan bentuk-bentuk tradisional yang ramah lingkungan dengan proporsi yang lebih vertikal. A Kesatuan antara interior yang terbuka melalui elemen yang modern dengan ruang terbuka di luar bangunan. A Warna-warna yang kuat dan kontras. Dari ciri-ciri di atas dapat dilihat bahwa Arsitektur Neo-Vernakular tidak ditujukan pada arsitektur modern atau arsitektur tradisional tetapi lebih pada keduanya. Hubungan antara kedua bentuk arsitektur diatas ditunjukkan dengan jelas dan tepat oleh Neo-Vernakular melalui trend akan rehabilitasi dan pemakaian kembali. A Pemakaian atap miring A Batu bata sebagai elemen local A Susunan masa yang indah. ANALISA PERANCANGAN Kondisi Tapak Lokasi site tapak berada di Bendungan Logung Kudus pada BWK i Kecamatan Dawe yang terletak di desa Kandangmas. Site memiliki luasan A 12. 000 m2 dengan batas selatan jalan masuk utama kawasan Bendungan Logung. Batas barat lahan kosong sedangkan batas Utara dan timur yaitu Kali gajah. Tapak ini juga berada di sebelah utara jalan masuk bendungan Logung. Memiliki view yang baik dan dekat dengan perairan yang mana akan digunakan sebagai aktivitas utama. ENTRANCE Gambar 1. Kondisi Tapak Sumber: Analisa Penulis, 2021 SARGA - VOLUME 16. NO. JUNI 2022 Muhammad Dandi Yahya. Eko Nursanty. Wawan Destiawan Lokasi Tapak terletak 14 km dari pusat kota ke utara Gunung Muria. Akses menuju Lokasi Site dapat dicapai dari Akses menuju tapak yaitu di jalan werkudara di area Main Entrance bendungan logung dengan kondisi jalan yang cukup baik. Lokasi site ini juga berada di area perkebunan warga dengan memiliki jalur 2 arah. Yang dapat di akses warga sekitar dengan Analisa Topografi Kondisi topografi yang baik . elative datar/tidak terlalu cura. menjadi aspek penilaian terakhir untuk lokasi tapak ini. Dengan kondisi topografi yang baik maka pengolahan tapak akan lebih mudah terhadap aspek aksesbilitas di dalam tapak itu sendiri. Gambar 3. Topografi Tapak Sumber: Analisa Penulis Zoning Zoning tapak terbagi menjadi 3 bagian. Zona Publik difungsikan sebagai area wisata seperti arena ATV. Resepsionis. Parkir. Playground. Amphiteater. Kantor Pengelola. Souvenir, restaurant dan arena bermain. Sedangkan Zona Privat di fungsikan sebagai area cottage dan zona servis difungsikan sebagai maintenance. Gambar 4. Topografi Tapak Sumber: Analisa Penulis SARGA - VOLUME 16. NO. JUNI 2022 Pengembangan Wisata Air Bendungan Logung Di Kudus HASIL RANCANGAN Siteplan Konsep Organisasi dan penataan massa bangunan pada siteplan dihasilkan dari analisa Hubungan Ruang dan juga analisa tapak pada site yang sesuai dengan kebutuhan masingmasing fasilitas sehingga dapat memaksimalkan potensi dan fungsionalnya. Gambar 5. Siteplan Sumber: Analisa Penulis Fasad Bangunan Pengembangan Kawasan Wisata Air Bendungan Logung di Kudus dibangun menggunakan konsep Arsitektur Neo Vernakular dengan mengadopsi bentuk Arsitektur Kudus yang kemudian dimodifikasi dengan menyesuaikan perkembangan zaman sehingga lebih menarik dan memiliki kesan terbarukan yang akan diterapkan pada site maupun bentuk-bentuk fisik bangunannya. Konsep Arsitektur Neo Vernakular yang diambil dari Arsitektural daerah Kudus diwujudkan dalam penggunaan material Finishing. Kayu, warna, bentuk atap maupun perwujudan Terlihat pada Gambar 6. bangunan secara keseluruhan menggunakan atap miring atau pelana yang memperlihatkan bentuk bangunan vernakular di kudus. Gambar 6. Siteplan Sumber: Analisa Penulis SARGA - VOLUME 16. NO. JUNI 2022 Muhammad Dandi Yahya. Eko Nursanty. Wawan Destiawan Selain itu, beberapa Fasad bangunan juga didesain menggunakan batu bata ekspose sebagai fasad/finishingnya terlihat pada Gambar 7. yang semakin memperkuat unsur lokal dari Kudus. Gambar 7. Tampak Kawasan Sumber: Analisa Penulis Gambar 8. Perspektif Sumber: Analisa Penulis Gambar 9. Perspektif Sumber: Analisa Penulis Interior Bangunan Konsep pada Interior Bangunan didesain menggunakan perpaduan elemen kayu dan semen ekspose yang memberikan kesan hangat dan nyaman terhadap pengunjung. Terlihat pada Gambar 10. dan Gambar 11. Di dalam interior Cottage dengan konsep Arsitektur Neo Vernakular yang menggunakan bahan material area lokal. Hal itu dapat ditemukan pada kusen pintu, jendela dan Furniture yang di dominasi dengan material Kayu. Gambar 10. Interior Cottage Sumber: Analisa Penulis SARGA - VOLUME 16. NO. JUNI 2022 Gambar 11. Interior Cottage Sumber: Analisa Penulis Pengembangan Wisata Air Bendungan Logung Di Kudus Interior Restauran yang terlihat pada Gambar 12. menggunakan Konsep Arsitektur Neo Vernakular yang dapat dilihat pada penggunaan plafond dan furnitur menggunakan bahan material kayu. Sedangkan pada Gambar 13. terdapat batu bata ekspos dan backdrop pada resepsionis yang semakin menguatkan konsep Arsitektur Neo Vernakular dengan menggunakan material sekitar yaitu kayu. Gambar 12. Interior Restauran Sumber: Analisa Penulis Gambar 13. Interior Lobby Sumber: Analisa Penulis KESIMPULAN Perancangan Pengembangan Kawasan Wisata Air Bendungan Logung yang berlokasi di Kudus adalah sebuah kawasan wisata air yang berada di lingkungan Bendungan Logung yang terdiri dari beberapa wahana watersport, restoran, cottage, dan fasilitas pendukung lainnya yang diharapkan memperkenalkan kabupaten kudus dikanca nasional, selain itu juga untuk membantu menopang ekonomi daerah dan masyarakat disekitar bendungan. Desain ini merupakan sebuah desain yang dihasilkan dari tahapan Sinopsis. Pra Tugas Akhir hingga Studi Tugas Akhir. Konsep dari perancangan ini dilakukan dengan pendekatan Arsitektur Neo Vernakular. Pengaplikasiannya dilakukan baik secara zoning, denah, sirkulasi, maupun fasad. Diharapkan rancangan ini dapat berguna dan memberikan inspirasi bagi pembaca. DAFTAR PUSTAKA Dharma. Unsur Komunikasi dalam Arsitektur Post-Modern. Fakultas Teknik dan Perencanaan. Universitas Gunadarma. Erdiono. Arsitektur AoModernAo(Ne. Vernakular di Indonesia. Sabua: Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur, 3. Marta. Purwani. , & Hardiyati. Penerapan Arsitektur Neo-Vernakular Kudus Pada Perancangan Pusat Kebudayaan Kudus di Kabupaten Kudus sebagai Fasilitas Wisata Budaya. Senthong, 3. Musaddad. Rahayu. Pratama. Supraptiningsih. , & Wahyuni. Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia. Dinamika Administrasi: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen, 2. Pariwisata. Pengertian Pariwisata. Retrieved Mei, 7, 2014. Permadani. , & Mistriani. Decembe. Pemanfaatan Potensi Wisata Alam Dan Budaya Lokal Dalam Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Bendungan Logung Kudus Jawa Tengah. In Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) (Vol. No. 1, pp. SARGA - VOLUME 16. NO. JUNI 2022 Muhammad Dandi Yahya. Eko Nursanty. Wawan Destiawan Putra. Najib. , & Hidayatillah. Stabilitas Lereng Daerah Genangan Dalam Perencanaan Pembangunan Bendungan Logung Kabupaten Kudus. Jawa Tengah (Doctoral dissertation. Faculty of Engineerin. Ridwan. , & Aini. Perencanaan Pengembangan Daerah Tujuan Pariwisata. Deepublish. Widi. , & Prayogi. Penerapan Arsitektur NeoAeVernakular pada Bangunan Fasilitas Budaya dan Hiburan. Jurnal Arsitektur ZONASI, 3. , 382-390. Yulianda. Ekowisata perairan suatu konsep kesesuaian dan daya dukung wisata bahari dan wisata air tawar. PT Penerbit IPB Press. UCAPAN TERIMA KASIH