Jurnal Kesehatan Perintis 11 . 2024: 19-27 Contents list available at JKP website Jurnal Kesehatan Perintis Journal homepage: https://jurnal. id/index. php/JKP Aktivitas Antioksidan Masker Gel Peel-off Ekstrak Rimpang Temu Ireng (Curcuma aeruginosa Roxb. Irene Puspa Dewi*. Verawaty Verawaty. Tuty Taslim. Pola Paulina Sinabutar Akademi Farmasi Prayoga Padang. Sumatera Barat. Indonesia Article Information : Received 16 May 2024. Accepted 28 June 2024. Published online 30 June 2024 *Corresponding author: irene. puspadewi@yahoo. ABSTRAK Temu ireng (Curcuma aeruginosa Roxb. ) mengandung senyawa flavonoid yang memiliki daya antioksidan dan dapat dijadikan sediaan masker gel peel-off. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui aktivitas antioksidan masker gel peel-off ekstrak rimpang temu ireng menggunakan metode DPPH . ,1-diphenyl-2-picrylhydrazy. Ekstrak rimpang temu ireng diperoleh dengan cara maserasi menggunakan etanol 70%. Ekstrak rimpang temu ireng dimanfaatkan sebagai bahan aktif dalam pembuatan masker gel peel-off. Metode DPPH digunakan untuk menentukan aktivitas antioksidan berdasarkan nilai IC50. Nilai IC50 ekstrak rimpang temu ireng sebesar 746,75g/mL, nilai IC50 masker gel peel-off ekstrak rimpang temu ireng sebesar 5. 569,90g/mL, dan nilai IC50 vitamin C sebesar 24,65g/mL. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa masker gel peel-off ekstrak rimpang temu ireng memiliki aktivitas antioksidan berdaya sangat lemah dengan IC50 5. 569,90g/mL. Kata kunci : Antioksidan, masker gel peel-off, temu ireng ABSTRACT Temu ireng (Curcuma aeruginosa Roxb. ) is a plant that contains antioxidant compounds which can be used as a peel-off gel mask preparation. The aim of this research was to determine the antioxidant activity of a peel-off gel mask of temu ireng rhizome extract using the DPPH Temu ireng rhizome extract was obtained through maceration using 70% ethanol. Temu ireng rhizome extract is used as the active ingredient in preparing peel-off gel mask. the DPPH method, the antioxidant activity is measured based on the IC50 value. The IC50 value of temu ireng rhizome extract is 746. 75g/mL, the IC50 value of the peel-off gel mask for temu ireng rhizome extract is 5,569. 90g/mL, and the IC50 value of vitamin C is 65g/mL. The research results showed that the peel-off gel mask with temu ireng rhizome extract had potential as an weak antioxidant. Keywords: Antioxidant, peel-off gel mask, temu ireng PENDAHULUAN Kulit mempunyai peranan penting dalam melindungi tubuh dari pengaruh lingkungan luar. Seiring bertambahnya usia, kulit secara bertahap kehilangan kekuatan dan fungsi perlindungannya. Banyak faktor A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 11 . 2024: 19-27 intrinsik seperti metabolisme sel dan kadar hormon, dan faktor ekstrinsik seperti polusi lingkungan, paparan radiasi ultraviolet dan bahan kimia dapat menyebabkan penuaan kulit (Jinhong et al. , 2. Paparan berbagai faktor eksternal dapat mengaktifkan stres oksidatif pada fibroblas kulit. Dengan pertambahan waktu, terjadi kerusakan pada dermis, fibroblast berhenti berkembang dan lapisan kolagen berkurang (Lan et al. , 2. Dalam kasus yang parah, peradangan dan kanker kulit juga dapat terjadi. Sel kulit mempunyai sistem pertahanan antioksidan kompleks yang terdiri dari antioksidan endogen dan eksogen, yang efektif dalam menurunkan spesies oksigen reaktif (ROS) dalam kondisi normal (Arif & Serpil, 2. Namun, ketika menanggulanginya, seperti berkurangnya antioksidan endogen dan peningkatan kadar peroksidasi lipid intraseluler, dapat terjadi kerusakan pada komponen kulit (Zhan et al. Kesadaran masyarakat menggunakan produk berbahan dasar dari bahan alam untuk melindungi kesehatan kulit semakin Sejumlah menunjukkan bahwa pelindung kulit yang berasal dari tumbuhan memberikan efek perlindungan dengan mekanisme kerja sebagai antioksidan (Zhan et al. , 2. Beberapa penelitian mengenai aktivitas memberikan hasil bahwa bahan alam dapat menangkap radikal bebas, mengurangi tingkat ROS dan memberikan aktivitas antioksidan (Chen et al. , 2. Temu ireng (Curcuma aeruginosa Roxb. ) merupakan tanaman yang umum dimanfaatkan sebagai obat di Indonesia. Malaysia. Thailand. Australia. Australia Timur, dan Papua Nugini (Sulfianti et al. Tanaman ini telah diuji (Akarchariya et al. , 2. , antioksidan (Nurcholis et al. , 2. , dan anti inflamasi (Dewi et al. , 2. Tanaman ini dilaporkan mengandung senyawa flavonoid golongan isoflavon, polifenol dan minyak atsiri (Yumita et al. , 2. Kandungan flavonoid yang terdapat dalam tanaman obat dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan (Mamay et al. , 2. (Ojo & Adanlawo, 2. (Wu et , 2. Pemanfaatan sediaan masker gel peel-off sebagai antioksidan banyak penggunaannya yang sangat praktis. Masker gel peel-off merupakan produk kosmetik yang dalam pengaplikasiannya membutuhkan waktu yang sedikit dan cepat mengering membentuk lapisan film elastis transparan dan mudah lepas dari wajah (Astri & Anis, 2. Penelitian ini ditujukan untuk mengkaji aktivitas antioksidan masker gel peel-off ekstrak rimpang temu ireng dengan metode DPPH. METODE PENELITIAN Alat Timbangan analitik, hot plate, mortir dan stamfer, gelas ukur, tabung reaksi, pipet tetes, batang pengaduk, pH meter, wadah masker, kaca arloji, objek glass, cawan petri, aluminium foil, spatel, rak tabung reaksi, anak timbangan, waterbath, micropipet, microplate 96 well. Microplate Reader. Bahan Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekstrak rimpang temu ireng (Curcuma aureginosa Roxb. PVA, HPMC, gliserin. TEA, nipagin, nipasol, aquadest, etanol 70% yang sudah didestilasi, labu ukur, metanol PA. HCl pekat. HCl 2N, magnesium stearat. FeCl3, pereaksi mayer, dragendorff, asam asetat anhidrat, asam sulfat pekat, dan DPPH. Prosedur Penelitian Pengambilan dan Identifikasi Sampel Sampel temu ireng didapatkan dari daerah Bungus. Padang. Sumatera Barat. Bagian sampel yang diambil adalah bagian rimpang temu ireng (Curcuma aureginosa Roxb. Sampel temu ireng diidentifikasi di Herbarium Universitas Andalas. Pembuatan Serbuk Simplisia Temu Ireng (Curcuma aeruginosa Roxb. Sampel yang sudah dikumpulkan disortasi basah guna memisahkan sampel dari kotoran dan dicuci dengan air mengalir. Kemudian, iris tipisAetipis rimpang temu ireng dan lakukan pengeringan dengan cara dikering anginkan dan tidak terkena sinar matahari langsung. Setelah melakukan pengeringan, selanjutnya sampel temu ireng A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 11 . 2024: 19-27 dilakukan sortasi kering guna memisahkan sampel dari kotoran lainnya yang masih Sampel kemudian dibuat menjadi serbuk dengan cara diblender dan diayak. Sampel serbuk simplisia disimpan pada wadah tertutup rapat pada suhu ruangan (Hidayana, 2. (Dewi et al. , 2. Pembuatan Ekstrak Rimpang Temu Ireng (Curcuma aeruginosa Roxb. Ekstrak rimpang temu ireng dibuat dengan metode maserasi. Sebanyak 400 gram serbuk simplisia ditimbang. Kemudian rendam serbuk simplisia dalam etanol 70% sampai semua sampel terendam pada wadah tertutup rapat yang sudah dilapisi aluminium foil. Diamkan dan aduk sesekali selama 3 hari pada suhu ruang. Kemudian saring dengan menggunakan corong serta kertas saring, lalu pelarut diuapkan hingga didapatkan ekstrak kental dengan rotary Ekstrak kental kemudian disimpan dalam wadah tertutup rapat. Skrining Fitokimia . Flavonoid. Tambahkan beberapa tetes HCl pekat dan serbuk Mg pada Bila hasilnya positif akan menghasilkan warna jingga. Alkaloid. Tambahkan beberapa tetes HCl 2 N dan reagen Dragendorff pada sampel. Jika hasilnya positif akan terbentuk endapan . Tanin. Tambahkan sebanyak 2 tetes FeCl3 1% pada sampel. Jika hasilnya positif akan menghasilkan warna biru kehitaman atau hijau kehitaman. Saponin. Tambahkan 2 ml aquadest pada sampel, kemudian kocok selama 10 detik. Jika hasilnya positif, terbentuk buih stabil dan tidak hilang dalam waktu sekitar 10 . Terpenoid/Steroid. Tambahkan beberapa tetes asam asetat anhidrat dan asam sulfat pekat pada sampel. Jika hasilnya positif akan menghasilkan warna merah jingga atau ungu dan jika positif steroid akan menghasilkan warna biru (Fendri et al. , 2. Pembuatan Masker Gel Peel-Off Formulasi Masker Gel Peel-Off Ekstrak Rimpang Temu Ireng Berikut formulasi masker gel peel-off ekstrak rimpang temu ireng . Tabel 1. Formula Masker Gel Peel-Off Komposisi Bahan Ekstrak temu ireng PVA HPMC Gliserin TEA Nipagin Nipasol Aquadest Formulasi 0,50% 10,5% 0,3% 0,6% Ad 20 gram Prosedur Pembuatan Masker Gel Peel-off Siapkan alat dan bahan, lalu timbang Kembangkan PVA dalam aquadest panas sambil diaduk di dalam mortir hingga Kemudian kembangkan HPMC dalam mortir dengan aquadest panas, gerus sampai tercampur Tambahkan larutan HPMC ke dalam lumpang yang berisi PVA (Massa I), gerus sampai homogen. TEA, gliserin, nipagin, nipasol yang sudah dilarutkan kemudian masukkan ke dalam Massa I, gerus sampai homogen. Tambahkan ekstrak kental rimpamg temu ireng yang sudah dilarutkan, gerus sampai tercampur sempurna (Oktavia et al. , 2. Uji Mutu Fisik Masker Gel Peel-Off . Uji Organoleptik. Pengujian sediaan masker gel peel-off dilakukan dengan melihat perubahan bentuk, warna, dan aroma dengan menggunakan panca . Uji Homogenitas. Pengujian dilakukan dengan meletakkan masker gel diatas gelas objek lalu ditutup dengan cover Jika tidak ditemukan gumpalan maupun partikel, maka dapat dikatakan . Uji Waktu Mengering. Dilakukan dengan cara mengoleskan sediaan masker ke punggung tangan. Kemudia tunggu sampai mengering dan dapat dilepas. Lamanya mongering sediaan masker dapat dilihat dengan stopwatch. Uji Daya Sebar. Percobaan dilakukan dengan meletakkan sebanyak 1gram masker diatas cawan petri dengan beban 125 gram, lalu ukur diameter sebarnya. Biarkan selama 1 menit, diameter sebar yang baik sekitar 5-7 cm. Uji pH. Pengujian dilakukan dengan pH meter, dengan mencelupkan pH meter kedalam sediaan masker. Hasilnya dibaca pada layar A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 11 . 2024: 19-27 monitor pH meter. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah pH formulasi masker memenuhi persyaratan menurut SNI 164399-1996, yaitu sekitar 4,5 hingga 8,0 (Oktavia et al. , 2. Uji Antioksidan Masker Gel Peel-Off Ekstrak Rimpang Temu Ireng (Curcuma aeruginosa Roxb. ) dengan Metode DPPH Pembuatan Larutan DPPH . ,077mM) Larutan dibuat dengan menimbang kristal DPPH sebanyak 0,759 mg, kemudian dimasukkan kedalam labu ukur 25 mL dengan pelarut metanol p. a sampai tanda batas, aduk hingga homogen. Larutan langsung segera digunakan dan disimpan dengan suhu rendah, terhindar dari cahaya. Penentuan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Rimpang Temu Ireng . Pembuatan Larutan Induk Ekstrak Rimpang Temu Ireng. Ekstrak etanol rimpang temu ireng ditimbang sebanyak 5,0 mg, kemudian larutkan dengan metanol p. sebanyak 500 AAL hingga didapatkan 000 AAg/mL. Pembuatan Larutan Uji Ekstrak Temu Ireng. Siapkan larutan uji dengan konsentrasi 50 AAg/mL dengan cara pengenceran bertingkat. Penentuan Aktivitas Antioksidan Masker Gel Peel-Off Ekstrak Rimpang Temu Ireng . Pembuatan Larutan Induk Masker Gel Peel-Off Ekstrak Rimpang Temu Ireng. Timbang gel setara 5,0 mg esktrak etanol temu ireng, kemudian larutkan dengan metanol p. a sebanyak 500 AAL hingga didapatkan konsentrasi 10. 000 AAg/mL. Pembuatan Larutan Uji Masker Gel Peel-Off Ekstrak Temu Ireng. Siapkan larutan uji dengan konsentrasi 1000. AAg/mL. Pembuatan Blanko Vitamin C . Pembuatan Larutan Induk. Timbang sebanyak 5,0 mg vitamin C, kemudian larutkan dengan metanol p. sebanyak 500 AAL hingga didapatkan 000 AAg/mL. Pembuatan Larutan Uji Vitamin C. Siapkan larutan uji vitamin C dengan konsentrasi 50. 10 AAg/mL, kemudian dilakukan pengenceran untuk konsentrasi 100g/mL terlebih dahulu dengan cara mengambil 10 L larutan induk dan menambahkan methanol pa hingga 1000 L. Larutan tersebut diambil sebanyak 50L menambahkan methanol pa hingga volume 500 L. Larutan uji vitamin C ini dilakukan sebagai pembanding. Pengujian Masukkan 50AAL larutan uji dengan masing-masing konsentrasi ke dalam well yang telah ditentukan, kemudian tambahkan larutan DPPH sebanyak 200AAL ke masingmasing well. Simpan dan diamkan selama 30 menit pada suhu kamar. Gunakan sebanyak 200AAL larutan DPPH sebagai Blanko. Ukur serapan dengan panjang gelombang 517 nm. Hitung % inhibisi = (Abs larutan blanko-Abs larutan Uj. /(Abs larutan blank. x 100 Buat perbandingan grafik konsentrasi dengan persentase inhibisi, kemudian hitung nilai IC50 dari sampel. HASIL DAN PEMBAHASAN Rimpang temu ireng diidentifikasi di Herbarium Jurusan Biologi Universitas Andalas (ANDA) dengan nomor surat 306/KID ANDA/V2023 dan dinyatakan bahwa sampel yang digunakan adalah benar Curcuma aeruginosa Roxb. Bentuk temu ireng yang digunakan dapat dilihat pada Gambar 1. Sampel dibuat menjadi simplisia dan diekstraksi dengan etanol hingga didapatkan ekstrak kental. Randemen ekstrak temu ireng yang didapat adalah 2,07 Skrining Fitokimia Ekstrak etanol temu ireng diskrining fitokimia dengan hasil seperti pada tabel 2. Tabel 2. Hasil Skrining Fitokimia Senyawa Flavonoid Alkaloid Tanin Saponin Terpenoid/Steroid Hasil A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 11 . 2024: 19-27 Dari hasil skrining yang didapat diketahui bahwa ekstrak temu ireng positif mengandung flavonoid, alkaloid, tannin, saponin dan terpenoid/steroid. Hasil ini sesuai dengan hasil penelitian sebelumnya yang juga melakukan skrining fitokimia ekstrak temu ireng dalam penelitian yang berjudul uji sitotoksis ekstrak etanol temu ireng terhadap larva udang (Hidayana. Gambar 1. Tanaman Temu Ireng (Curcuma aureginosa Roxb. Pengujian dengan meletakkan 1 g gel di atas kaca objek dan meletakkan cover glass di atas Hasil yang didapat adalah masker gel peel-off ekstrak temu ireng telah homogen, karena tidak tampak adanya gumpalan atau partikel pada sediaan. Pada pengujian waktu mengering dipilih 10 orang panelis, dimana 5 orang panelis menggunakan basis masker gel peel-off dan 5 orang panelis menggunakan masker gel peel-off ekstrak temu ireng. Hasil yang didapat bahwa waktu mengering basis masker gel peel-off adalah sekitar 16-20 menit, masker gel peel-off ekstrak temu ireng sekitar 15-17 menit. Baik basis maupun masker gel peel-off esktrak temu ireng memenuhi syarat uji waktu mengering untuk sediaan masker gel peel-off yang beredar dipasaran yaitu sekiitar 10-20 menit. Pengujian daya sebar gel bertujuan untuk mengevaluasi seberapa baik gel menyebar saat diterapkan pada kulit. Daya sebar yang baik merupakan atribut krusial dalam formulasi karena memengaruhi penyaluran bahan aktif ke area target dengan dosis yang sesuai (Garg et al. Dari pengujian daya sebar masker gel peel-off ekstrak temu ireng didapatkan hasil yaitu 5-6 cm, dan dikategorikan ke daya sebar yang baik. Sebaran dalam rentang 5-7 cm mengindikasikan konsistensi semisolid yang amatlah nyaman untuk digunakan (Garg et al. , 2. Uji Mutu Fisik Masker Gel pell-off Ekstrak Temu Ireng Masker gel peel-off ekstrak temu ireng dibuat sesuai dengan prosedur dan dilakukan Uji Mutu Fisik Masker Gel PeelOff. Uji organoleptis dilakukan dengan mengamati perubahan bentuk, warna dan aroma sediaan selama 14 hari. Hasil pengujian organoleptis tampak seperti pada Pemeriksaan pH penting dilakukan pada sediaan topikal karena pH berperan dalam efektivitas zat aktif, stabilitas sediaan, dan kenyamanan saat aplikasi di kulit. yang terlalu rendah bisa menyebabkan iritasi, sementara pH yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kulit mengelupas. Hasil pengukuran pH menunjukkan bahwa masker gel peel-off dengan ekstrak temu ireng memenuhi kriteria pH yang diperlukan untuk sediaan topikal, yakni berada dalam rentang 4-8, yaitu 6,43 (Warnida et al. Uji Antioksidan Masker Gel Peel-Off Ekstrak Rimpang Temu Ireng (Curcuma aeruginosa Roxb. ) dengan Metode DPPH Uji antioksidan masker hel peel-off ekstrak temu ireng dilakukan dengan metode DPPH. Metode ini diuji dengan menggunakan alat microplate reader yaitu alat spektofotometer yang dirancang khusus untuk membaca lempeng mikro . dengan kemudahan pengujian waktu yang singkat serta tidak membutuhkan sampel yang banyak (Wardaniati & Yanti, 2. Untuk pengujian antioksidan, dilakukan terhadap ekstrak temu ireng, masker gel peel-off ekstrak temu ireng, dan vitamin C. Tujuan pengujian ekstrak temu ireng adalah sebagai pembanding aktivitas antioksidan sebelum dibuat menjadi sediaan masker gel peel-off dan vitamin C digunakan sebagai A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 11 . 2024: 19-27 Tabel 3. Hasil Pengujian Organoleptis Masker Gel Peel-off Ekstrak Temu Ireng Parameter Basis Masker Gel Peel-off Hari KeBentuk Warna Aroma Masker Gel Peel-off Ekstrak Temu Ireng Keterangan: Ke: Kental. PS: Putih Susu. B: Bening. C: Coklat. TB: Tak Berbau. K: Khas pembanding antioksidan yang telah umum Hasil nilai absorbansi dan % inhibisi ekstrak temu ireng dapat dilihat pada tabel 4, sedangkan grafik persamaan kurva baku dapat dilihat pada gambar 2. Tabel 4. Nilai Absorbansi dan % Inhibisi Ekstrak Temu Ireng Konsentrasi /mL) Serapan Sampel DPPH DPPH Inhibisi persamaan kurva baku dapat dilihat pada Gambar 3. Tabel 5. Nilai Absorbansi dan % Inhibisi Masker Gel Pell-off Ekstrak Temu Ireng Inhibisi Serapan Sampel DPPH DPPH Konsentrasi . /mL) Gambar 3. Grafik Persamaan Kurva Baku Masker Gel Peel-off Ekstrak Temu Ireng Gambar 2. Grafik Persamaan Kurva Baku Ekstrak Temu Ireng Berdasarkan grafik persamaan kurva baku, didapat nilai y = 0. 0323 dan R2 = 0. Dapat dihitung nilai IC50 dengan cara mengganti nilai y menjadi 50, sehingga didapat nilai IC50 ekstrak rimpang temu ireng adalah 746,75g/mL. Ekstrak rimpang temu ireng berpotensi sebagai antioksidan dengan daya sangat lemah. Selanjutnya pengujian aktivitas antioksidan masker gel peel-off ekstrak rimpang temu Hasil nilai absorbansi dan % inhibisi ekstrak rimpang temu ireng dengan DPPH dapat dilihat pada Tabel 5, sedangkan grafik Berdasarkan grafik persamaan kurva baku, diperoleh nilai y = 0. 0088x Ae 0. dan R2 = 0. Nilai IC50 dapat dihitung dengan mengubah nilai y menjadi 50, dalam hal ini nilai IC50 dari masker gel peel-off ekstrak rimpang temu ireng adalah 569,90g/mL. Masker gel peel-off ekstrak rimpang temu ireng berpotensi sebagai antioksidan dengan daya antioksidan sangat Setelah dilakukan terhadap ekstrak temu ireng dan masker gel peel-off rimpang temu ireng, dilakukan uji aktivitas antioksidan vitamin C sebagai Hasil nilai absorbansi dan % inhibisi ekstrak rimpang temu ireng dengan DPPH dapat dilihat pada Tabel 6, sedangka grafik persamaan kurva baku dapat dilihat pada gambar 4. A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 11 . 2024: 19-27 Tabel 6. Hasil Nilai Absorbansi dan % inhibitas Vitamin C dengan DPPH Serapan Sampel DPPH DPPH Konsentrasi . /mL) Inhibisi Vitamin C dapat digunakan sebagai antioksidan dengan kapasitas hambat 50% dengan % inhibisi 41,1965 Ae 64,1025 berada pada konsentrasi 20 Ae 30g/mL. Hasil kurva persentase IC50 vitamin C dilihat pada Gambar 4. Grafik Persamaan Kurva Baku Vitamin C Berdasarkan kurva persamaan didapat nilai y = 1. 231 dan RA = 0. Nilai IC50 dapat dihitung dengan mengubah nilai y menjadi 50, sehingga nilai IC50 vitamin C adalah 24,65g/mL. Vitamin C memiliki aktivitas antioksidan yang sangat Kandungan flavonoid yang dimiliki rimpang temu ireng merupakan senyawa yang bertanggung jawab terhadap aktivitas Hal ini disebabkan karena senyawa flavonoid memiliki gugus hidroksil fenolik yang bersifat sebagai pengkhelat Secara langsung bekerja dengan memutus reaksi oksidasi radikal bebas untuk mempertahankan keseimbangan (Sukandiarsyah et al. , 2. Kekuatan daya antioksidan dibagi dalam beberapa kategori yaitu sangat kuat (IC50 <50 pp. , kuat (IC50 51-100 pp. , sedang (IC50 101-150 pp. , lemah (IC50 >151 pp. dan sangat lemah (IC50 500 pp. (Susiloningrum & Mugita Sari, 2. KESIMPULAN Masker gel peel-off ekstrak rimpang temu ireng memiliki aktivitas antioksidan berdaya sangat lemah dengan IC50 569,90g/mL. UCAPAN TERIMA KASIH Penelitian ini dapat terlaksana berkat dukungan dana dari Yayasan Prayoga Padang tahun anggaran 2023. REFERENSI