Volume 4 Nomor 2 . Hal. MIMBAR PGSD FLOBAMORATA ISSN: 2988-2982 (Onlin. Journal Homepage: https://e-journal. id/index. php/mpf EFEKTIVITAS METODE GASING DALAM MENINGKATKAN NUMERASI GURU DAN SISWA DI DAERAH 3T Melisa1. Sufyani Prabawanto1*. Effy Mulyasari1. Marcia Ann Surya2 1 Universitas Pendidikan Indonesia. Kota Bandung. Indonesia 2 Columbia University. Kota New York. Amerika Serikat uO* sufyani@upi. Article History Submitted : 15/04/2026 Revised : 23/04/2026 Accepted : 28/04/2026 Published : 30/04/2026 Kata Kunci: Metode GASING, numerasi, kompetensi aritmetika, daerah tertinggal, program pelatihan guru. Papua Barat Keywords: GASING method, numeracy, arithmetic competency, underserved regions, teacher training program. West Papua Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Metode GASING (Gampang. Asik, dan Menyenangka. dalam meningkatkan kompetensi numerasi guru dan siswa di Kabupaten Teluk Wondama. Papua Barat sebagai salah satu daerah Terdepan. Terluar, dan Tertinggal . T) di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental tipe one-group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri atas 46 guru dan 96 siswa sekolah dasar yang mengikuti program intensif selama tiga minggu . Ae30 Juni Instrumen penelitian berupa tes tertulis yang mengukur lima kompetensi dasar berhitung, yaitu Bakal Kubagi, penjumlahan, perkalian, pengurangan, dan pembagian. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan, ditandai dengan kenaikan rata-rata skor guru dari 32,33 menjadi 79,83 dengan nilai N-Gain sebesar 0,702 . ategori tingg. , serta peningkatan rata-rata skor siswa dari 10,51 menjadi 75,51 dengan nilai N-Gain sebesar 0,727 . ategori tingg. Hasil uji Paired Sample t-Test menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik ( = 0,. pada seluruh kompetensi yang diukur. Temuan ini menunjukkan bahwa Metode GASING efektif dalam meningkatkan kemampuan numerasi melalui pendekatan bertahap konkritAeabstrakAekomputasi mental yang dikemas secara interaktif dan Penelitian ini memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan kebijakan pendidikan berbasis bukti di daerah 3T, serta menegaskan pentingnya intervensi terpadu yang menyasar guru dan siswa dalam satu ekosistem pembelajaran. Abstrak: This study aims to analyze the effectiveness of GASING Method (Easy. Fun, and Enjoyabl. in improving numeracy competencies among teachers and students in Teluk Wondama Regency. West Papua one of Indonesia's underdeveloped frontier regions. Using a quantitative approach with a pre-experimental one-group pretest-posttest design, the study involved 46 teachers and 96 students from various primary schools who participated in a threeweek intensive program . Ae30 June 2. The research instruments consisted of written arithmetic tests covering five core competencies: Basic Number Sense (Bakal Kubag. Addition. Multiplication. Subtraction, and Division. Results demonstrated highly significant improvements: teachers' mean scores increased from 32. re-tes. ost-tes. with an N-Gain of 0. 702 (High categor. , while students' mean scores rose from 10. re-tes. to 51 . iagnostic tes. with an N-Gain of 0. 727 (High categor. Paired Sample t-Test analyses revealed statistically significant differences ( = 0. across all measured competencies. Both groups' N-Gain scores substantially exceeded the international average of 0. 34 reported in comparable intervention studies (Westphale et al. , 2. These findings demonstrate that the GASING Method with its sequential concreteAeabstractAemental computation approach delivered through playful, interactive activities is an effective and replicable solution for addressing the numeracy crisis in Indonesia's remote regions. This research contributes to evidence-based education policy development in underserved areas and reinforces the importance of integrated interventions targeting both teachers and students simultaneously within a unified learning ecosystem. This is an open access article under the CC-BYAeSA license Melisa et al. Mimbar PGSD Flobamorata. Vol. Hal. PENDAHULUAN Kemampuan numerasi merupakan kompetensi fundamental yang berperan penting dalam menentukan kualitas sumber daya manusia di era modern. Namun demikian, berbagai laporan internasional menunjukkan bahwa kemampuan matematika siswa masih menjadi permasalahan global. Hasil PISA 2022 menempatkan Indonesia pada kategori rendah, dengan peningkatan proporsi siswa yang berada di bawah tingkat kecakapan dasar (Level . dibandingkan tahun sebelumnya (OECD, 2. Kondisi ini menunjukkan perlunya upaya sistematis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika yang tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada pengalaman belajar yang bermakna. Di tingkat nasional, rendahnya capaian numerasi tidak terlepas dari berbagai faktor, termasuk dampak pandemi, tantangan implementasi kurikulum, serta keterbatasan kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran yang adaptif (Wijaya et al. , 2. Selain itu, pembelajaran matematika di banyak konteks masih kurang mengaitkan materi dengan pengalaman konkret siswa, sehingga menghambat pemahaman konsep secara mendalam (Iswara et al. , 2. Hal ini menegaskan bahwa peningkatan numerasi tidak dapat dilepaskan dari transformasi pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual, interaktif, dan berpusat pada peserta didik. Permasalahan numerasi menjadi semakin kompleks di daerah Terdepan. Terluar, dan Tertinggal . T), seperti Kabupaten Teluk Wondama di Papua Barat. Keterbatasan infrastruktur, sumber daya pendidikan, serta akses terhadap pelatihan guru berdampak langsung pada rendahnya kemampuan berhitung siswa. Observasi di berbagai sekolah dasar menunjukkan bahwa banyak siswa belum mampu menguasai operasi dasar matematika secara memadai, yang diperparah oleh penggunaan metode pembelajaran yang kurang variatif dan minim media pendukung (Izzah et al. , 2. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan signifikan antara kebutuhan pembelajaran dan praktik yang terjadi di lapangan. Salah satu pendekatan yang dinilai potensial untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah Metode GASING (Gampang. Asik, dan Menyenangka. Metode ini menekankan tahapan pembelajaran konkrit, abstrak, dan komputasi mental secara berurutan, sehingga memungkinkan siswa membangun pemahaman konsep secara bertahap (Kusuma & Sulistiawati, 2. Selain itu, pendekatan ini dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan melalui aktivitas interaktif, sehingga dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran matematika. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis aktivitas dan berpusat pada peserta didik efektif dalam meningkatkan kemampuan numerasi, khususnya pada siswa dengan kemampuan awal rendah (Pellegrini et al. , 2. Meskipun berbagai penelitian telah mengkaji efektivitas intervensi numerasi, sebagian besar studi masih berfokus pada siswa sebagai subjek utama, tanpa mengintegrasikan peningkatan kompetensi guru secara simultan. Selain itu, penelitian yang dilakukan umumnya berada pada konteks sekolah perkotaan atau wilayah dengan akses sumber daya yang relatif memadai. Dengan demikian, bukti empiris mengenai efektivitas intervensi numerasi yang dilaksanakan secara terpadu pada guru dan siswa di daerah 3T, khususnya di wilayah Papua Barat, masih sangat terbatas. Berdasarkan hal tersebut, terdapat kesenjangan penelitian . esearch ga. yang signifikan, yaitu belum adanya studi yang secara simultan mengukur dampak intervensi pembelajaran numerasi terhadap kompetensi guru dan siswa dalam satu program terpadu, khususnya pada konteks daerah 3T dengan keterbatasan sumber daya. Selain itu, kajian empiris yang menguji efektivitas Metode GASING dalam konteks geografis terpencil seperti Teluk Wondama masih sangat terbatas, sehingga diperlukan penelitian yang mampu memberikan bukti berbasis data untuk mendukung pengambilan kebijakan pendidikan di wilayah tersebut. Penelitian ini memiliki kebaruan . dalam dua aspek utama. Pertama, penelitian ini mengintegrasikan pengukuran peningkatan kompetensi numerasi guru dan siswa secara simultan dalam satu desain intervensi terpadu. Kedua, penelitian ini dilaksanakan pada konteks daerah 3T yang memiliki karakteristik keterbatasan sumber daya, sehingga memberikan kontribusi empiris yang lebih kontekstual dan relevan bagi pengembangan kebijakan pendidikan di wilayah terpencil. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk: . menganalisis peningkatan kompetensi berhitung guru sebelum dan sesudah pelatihan Metode GASING. mengukur peningkatan kemampuan berhitung siswa setelah mengikuti pembelajaran berbasis Metode GASING. memberikan bukti empiris sebagai dasar rekomendasi kebijakan pendidikan di daerah 3T. Melisa et al. Mimbar PGSD Flobamorata. Vol. Hal. METODE PENELITIAN Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk mengukur efektivitas Metode GASING dalam meningkatkan kemampuan berhitung guru dan siswa di Kabupaten Teluk Wondama. Pendekatan kuantitatif dipilih karena memungkinkan peneliti melakukan perbandingan sistematis antara kinerja peserta sebelum dan sesudah intervensi, sehingga menghasilkan bukti empiris yang terukur mengenai perubahan capaian belajar pada dua titik waktu yang berbeda (Dimitrov & Rumrill, 2. Paradigma kuantitatif dalam penelitian pendidikan secara luas diakui sebagai kerangka yang tepat ketika tujuan utama penelitian adalah menghasilkan data numerik yang dapat dianalisis secara statistik guna menarik kesimpulan objektif mengenai dampak suatu program pembelajaran (Gray, 2. Pendekatan ini dipandang paling sesuai mengingat data yang digunakan dalam penelitian ini berupa skor tes tertulis yang dikumpulkan secara sistematis dari seluruh peserta program. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah preexperimental dengan model onegroup pretestposttest design. Dalam desain ini, seluruh peserta diukur sebelum . dan sesudah . intervensi diberikan. efek dari intervensi kemudian disimpulkan dari selisih antara hasil pretest dan posttest. Desain ini lazim digunakan dalam penelitian ilmu sosial, pendidikan, dan kesehatan masyarakat, terutama ketika penerapan desain eksperimen sejati tidak memungkinkan secara praktis maupun etis (Gray, 2023. Harris et al. , 2. Meskipun desain preexperimental memiliki keterbatasan inheren terkait validitas internal akibat tidak adanya kelompok kontrol, desain ini tetap tepat untuk digunakan dalam penelitian pendahuluan yang mengkaji efektivitas intervensi pendidikan di setting kelas yang autentik, di mana penugasan acak dan kondisi terkontrol ketat tidak dapat diterapkan (Marsden & Torgerson, 2. Pemilihan desain ini juga didasarkan pada pertimbangan bahwa seluruh guru dan siswa yang terlibat dalam program merupakan satu kesatuan komunitas belajar yang tidak dapat dipisahkan ke dalam kelompok kontrol tanpa mengorbankan hak mereka untuk mendapatkan intervensi pendidikan. Subjek Penelitian Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh guru dan siswa yang berpartisipasi dalam peningkatan numerasi dengan Metode GASING di Kabupaten Teluk Wondama tahun 2025. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling . ampel bertujua. , yakni seluruh peserta yang hadir dan menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan program dijadikan subjek penelitian. Teknik ini dipilih berdasarkan kesesuaian dan keterlibatan peserta dalam program, di mana seluruh individu yang memenuhi syarat diikutsertakan tanpa proses pengacakan (Gray, 2. Berdasarkan kriteria tersebut, sampel dalam penelitian ini terdiri atas 46 orang guru dari berbagai sekolah di Kabupaten Teluk Wondama serta 96 orang siswa dari berbagai jenjang pendidikan. Total keseluruhan subjek penelitian adalah 142 orang, yang terbagi dalam dua kelompok analisis terpisah, yaitu kelompok guru dan kelompok siswa. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Teluk Wondama. Provinsi Papua Barat, yang merupakan salah satu kabupaten yang termasuk dalam kategori daerah Terdepan. Terluar, dan Tertinggal . T) di Indonesia. Pemilihan lokasi ini bukan bersifat arbitrer, melainkan didasarkan pada kebutuhan nyata masyarakat setempat terhadap peningkatan kualitas pembelajaran matematika dasar. Program berlangsung dalam rentang waktu 10 Juni 2025 hingga 30 Juni 2025, mencakup serangkaian kegiatan intensif yang terdiri atas sesi pelatihan guru, pembelajaran langsung dengan siswa, praktik mengajar, serta evaluasi akhir. Kegiatan dilaksanakan di fasilitas yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah setempat, dengan melibatkan fasilitator terlatih yang berpengalaman dalam penerapan Metode GASING (Surya. Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes tertulis berhitung yang mencakup lima kompetensi dasar, yaitu: . Bakal Kubagi . onsep dasar berhitun. , . Penjumlahan, . Perkalian, . Pengurangan, dan . Pembagian. Instrumen untuk kelompok guru disebut PreTest dan PostTest, sedangkan instrumen untuk kelompok siswa menggunakan istilah PreTest dan Diagnostic Test sesuai dengan framework evaluasi Metode GASING. Setiap kompetensi dinilai dalam skala 0Ae100 sehingga skor total merupakan ratarata tertimbang dari kelima kompetensi tersebut. Instrumen tes yang digunakan telah melalui proses validasi konten oleh para ahli untuk memastikan kesesuaian antara butir soal dengan indikator kompetensi yang hendak diukur, sehingga menghasilkan instrumen yang valid dan dapat diandalkan sebagai alat ukur capaian belajar peserta (Stratton, 2. Soal dirancang berjenjang dari Melisa et al. Mimbar PGSD Flobamorata. Vol. Hal. tingkat kesulitan dasar hingga menengah, dengan mempertimbangkan karakteristik peserta di daerah 3T yang memiliki titik awal kemampuan yang beragam. Instrumen tes yang digunakan dalam penelitian ini telah melalui uji validitas dan reliabilitas untuk memastikan kualitas pengukuran. Validitas instrumen diuji melalui validitas isi . ontent validit. dengan melibatkan ahli pendidikan matematika untuk menilai kesesuaian butir soal dengan indikator kompetensi yang diukur. Hasil penilaian menunjukkan bahwa seluruh butir soal berada pada kategori valid dan layak digunakan dalam penelitian. Selanjutnya, reliabilitas instrumen diuji menggunakan koefisien reliabilitas internal yang menunjukkan tingkat konsistensi antarbutir soal. Hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa instrumen memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi, sehingga dapat digunakan sebagai alat ukur yang konsisten dalam mengukur kemampuan numerasi peserta. Prosedur Penelitian Intervensi dalam penelitian ini dilaksanakan mengikuti prosedur baku Metode GASING yang terdiri dari tiga tahapan berurutan: konkrit, abstrak, dan komputasi mental. Pada tahap pertama, peserta diajak berinteraksi langsung dengan alat peraga nyata untuk membangun pemahaman konseptual yang kuat sesuai dengan teori perkembangan kognitif Piaget . yang menegaskan bahwa anakanak belajar paling efektif ketika dimulai dari pengalaman konkrit. Tahap kedua memperkenalkan representasi simbolik dan operasi matematika dalam bentuk yang lebih abstrak namun tetap terstruktur. Tahap ketiga melatih peserta untuk melakukan perhitungan secara mental tanpa alat bantu. Pendekatan bertahap semacam ini sesuai dengan prinsip Zone of Proximal Development yang dikemukakan Vygotsky . , di mana perbedaan antara pengetahuan atau keterampilan peserta di awal program dibandingkan di akhir program dapat dikaitkan secara logis dengan pengalaman belajar yang mereka terima sebuah asumsi yang mendasari penggunaan desain pretestposttest dalam penelitian pendidikan. Seluruh sesi difasilitasi oleh instruktur bersertifikat GASING dengan menggunakan pendekatan yang interaktif, menyenangkan, dan melibatkan nyanyian, permainan, serta tepuk berirama sebagai media penguatan konsep. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui dua tahap pengukuran yang dilakukan secara langsung kepada peserta. Pretest dilaksanakan sebelum dimulainya sesi pembelajaran Metode GASING, bertujuan untuk mengukur kemampuan awal . peserta dalam kelima kompetensi berhitung. Posttest/Diagnostic Test dilaksanakan setelah seluruh rangkaian sesi pembelajaran selesai, untuk mengukur capaian peserta pascaintervensi. Seluruh tes dikerjakan secara tertulis dalam kondisi yang terkontrol dengan batas waktu yang ditentukan. Penggunaan instrumen posttest yang dikerjakan oleh subjek yang sama pada dua titik waktu berbeda merupakan prosedur pengumpulan data yang lazim dan sahih dalam penelitian intervensi pendidikan, karena memungkinkan perbandingan langsung antara kondisi sebelum dan sesudah perlakuan pada individu yang sama (Talikan et al. , 2. Data skor masing peserta dicatat secara individual untuk memungkinkan analisis statistik inferensial yang akurat. Analisis Data Hasil Penelitian Data yang terkumpul dianalisis menggunakan dua teknik statistik yang saling melengkapi. Pertama, statistik deskriptif digunakan untuk menyajikan ringkasan data berupa nilai ratarata . , nilai minimum, nilai maksimum, dan persentase peningkatan untuk setiap kompetensi pada kedua kelompok peserta. Kedua, uji Paired Sample tTest digunakan untuk menguji apakah terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara skor pretest dan posttest/diagnostic test. Paired Sample tTest merupakan uji parametrik yang secara khusus dirancang untuk menentukan apakah terdapat bukti statistik yang signifikan bahwa selisih ratarata antara dua pengukuran berpasangan berbeda secara bermakna dari nol kondisi yang persis sesuai dengan rancangan pretestposttest yang digunakan dalam penelitian ini (Ross & Willson, 2017. Afifah et al. , 2. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS dengan taraf signifikansi = 0,05. Uji normalitas data dilakukan terlebih dahulu menggunakan uji ShapiroWilk sebelum Paired tTest dijalankan. Apabila asumsi normalitas tidak terpenuhi, uji nonparametrik Wilcoxon dapat digunakan sebagai alternatif (Langenberg et al. , 2. Selain uji signifikansi. NGain score juga dihitung untuk mengukur besaran peningkatan pembelajaran secara relatif, sehingga temuan penelitian dapat diinterpretasikan tidak hanya dari perspektif statistik tetapi juga dari perspektif praktis dan pedagogis. Melisa et al. Mimbar PGSD Flobamorata. Vol. Hal. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil pretest Guru dan Siswa Sebelum intervensi dilaksanakan, kemampuan berhitung peserta diukur melalui pretest yang mencakup lima kompetensi dasar: Bakal Kubagi. Penjumlahan. Perkalian. Pengurangan, dan Pembagian. Hasil pretest menunjukkan bahwa kemampuan awal peserta berada pada kategori rendah, baik pada kelompok guru maupun siswa. Hasil pretest guru dan siswa disajikan dalam tabel 1 berikut: Tabel 1 Nilai Pretest Guru dan Siswa Kompetensi Guru (Mea. Bakal Kubagi 30,87 Penjumlahan 52,61 Perkalian 31,30 Pengurangan 39,78 Pembagian 27,09 Rata-rata 32,33 Siswa (Mea. 4,22 15,63 12,34 17,78 2,60 10,51 Nilai rata-rata pretest guru sebesar 32,33 dan nilai rata-rata pretest siswa hanya 10,51 angka yang mencerminkan betapa dalamnya defisit kemampuan dasar berhitung di Kabupaten Teluk Wondama sebelum program dilaksanakan. Kondisi ini konsisten dengan temuan penelitian di berbagai sekolah dasar di daerah terpencil Indonesia yang mengidentifikasi bahwa banyak siswa tidak mampu menjawab pertanyaan matematika dasar, bahkan dengan waktu respons yang sangat lambat kondisi yang secara langsung dikaitkan dengan minimnya penggunaan metode pengajaran yang efektif dan menarik (Izzah et , 2. Nilai pretest yang sangat rendah pada kelompok siswa terutama pada kompetensi Bakal Kubagi . dan Pembagian . mengindikasikan bahwa sebagian besar siswa hampir tidak memiliki pemahaman awal yang memadai dalam operasi berhitung dasar. Kondisi demikian dikenal dalam literatur pendidikan sebagai titik kritis intervensi . ritical intervention poin. , yakni kondisi di mana pemahaman awal yang sangat rendah justru membuka peluang peningkatan yang lebih besar apabila metode pembelajaran yang tepat diterapkan secara konsisten (Zakariya, 2022. De Winter, 2. Hasil PostTest / Diagnostic Test Setelah pelaksanaan program Metode GASING, seluruh peserta mengikuti evaluasi akhir berupa posttest untuk guru dan diagnostic test untuk siswa. Hasil posttest guru dan Diagnostic test untuk siswa disajikan dalam tabel 2 berikut: Tabel 2 Nilai Posttest Guru dan Diagnostic test Siswa Kompetensi Guru (Mea. Siswa (Mea. Bakal Kubagi 79,78 71,32 Penjumlahan 88,48 76,85 Perkalian 76,52 74,56 Pengurangan 84,35 81,24 Pembagian 76,02 71,72 Rata-rata 79,83 75,51 Hasilnya menunjukkan peningkatan yang luar biasa dan merata di seluruh kompetensi. Nilai ratarata posttest guru meningkat menjadi 79,83, sementara nilai diagnostic test siswa mencapai 75,51. Pada kelompok guru, peningkatan tertinggi terjadi pada kompetensi Penjumlahan . ,61 Ie 88,. dan Pengurangan . ,78 Ie 84,. Peningkatan yang signifikan ini sejalan dengan metaanalisis yang menemukan bahwa guru yang mengikuti program pengembangan profesional ratarata 49 jam mengalami peningkatan capaian siswanya hingga 21 persentil poin, dan bahwa program lebih dari 14 jam telah terbukti memiliki dampak yang signifikan secara statistik terhadap pembelajaran (Yoon et al. , 2. Pada kelompok siswa, peningkatan paling dramatis terjadi pada kompetensi Pembagian . ,60 Ie 71,. dan Bakal Kubagi Melisa et al. Mimbar PGSD Flobamorata. Vol. Hal. ,22 Ie 71,. dua kompetensi yang pada pretest hampir nol nilainya. Hasil ini selaras dengan temuan tinjauan sistematis yang menegaskan bahwa intervensi pembelajaran berbasis supplemental time dengan pendekatan aktif dan berpusat pada peserta didik menghasilkan efek ratarata sebesar g = 0,53 jauh lebih besar dibandingkan intervensi berbasis kurikulum biasa (Williams et al. , 2. Analisis NGain Untuk mengukur besaran peningkatan secara lebih objektif dan proporsional, penelitian ini menghitung Normalized Gain (NGai. menggunakan formula yang dikemukakan oleh Hake . : NGain = . kor post Ae skor pr. / . Ae skor pr. Berdasarkan kategorisasi Hake . , nilai NGain di bawah 0,30 dikategorikan rendah, antara 0,30 dan 0,69 dikategorikan sedang, dan di atas atau sama dengan 0,70 dikategorikan tinggi sebuah standar yang secara luas diadopsi dalam penelitian intervensi pendidikan STEM di seluruh dunia. Hasil analisis dengan N-Gain disajikan dalam tabel 3 berikut: Tabel 3 Perbandingan Hasil Pretest dan Posttest serta analisis N-Gain Kelompok Pretest (Mea. Posttest (Mea. N-Gain Guru 32,33 79,83 0,702 Siswa 10,51 75,51 0,727 Kategori Tinggi Tinggi Tabel 3 menunjukkan bahwa baik guru maupun siswa mengalami peningkatan kemampuan numerasi yang signifikan setelah penerapan Metode GASING. Nilai N-Gain yang berada pada kategori tinggi mengindikasikan bahwa intervensi pembelajaran yang diberikan efektif dalam meningkatkan kompetensi berhitung pada kedua kelompok secara konsisten. Berikut disajikan gambar visualisasi perbandingan nilai Pretest dan Posttest Guru dan siswa yang disajikan pada gambar 1 dan gambar 2: Gambar 1. Visualisasi Perbandingan PrePost Tes Guru Hasil perhitungan NGain menunjukkan bahwa rata-rata keseluruhan kelompok guru mencapai NGain = 0,702 . ategori Tingg. , dengan perincian per kompetensi: Bakal Kubagi . ,655 Ae Sedan. Penjumlahan . ,757 Ae Tingg. Perkalian . ,685 Ae Sedan. Pengurangan . ,740 Ae Tingg. , dan Pembagian . ,702 Ae Tingg. Sementara itu, kelompok siswa mencatat ratarata NGain sebesar 0,727 . ategori Tingg. , dengan seluruh kompetensi berada dalam kategori tinggi. Perolehan NGain di atas 0,70 pada mayoritas kompetensi merupakan capaian yang sangat signifikan. Melisa et al. Mimbar PGSD Flobamorata. Vol. Hal. Gambar 2. Visualisasi Perbandingan PrePost Tes Siswa Hasil menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa meningkat secara signifikan dari 10,51 . menjadi 75,51 . Peningkatan terjadi pada seluruh kompetensi, dengan kenaikan paling menonjol pada pembagian . ,60 Ie 71,. dan bakal kubagi . ,22 Ie 71,. Nilai N-Gain rata-rata sebesar 0,727 berada pada kategori tinggi, dengan seluruh kompetensi juga berada pada kategori tinggi, yaitu berkisar antara 0,701 hingga 0,756. Temuan ini menunjukkan bahwa Metode GASING efektif dalam meningkatkan kemampuan numerasi siswa secara signifikan, terutama pada kompetensi dasar yang sebelumnya memiliki kemampuan awal sangat rendah. PEMBAHASAN Efektivitas Metode GASING terhadap Kompetensi Guru Tingginya NGain kelompok guru . dalam waktu pelatihan yang relatif singkat merupakan bukti nyata efektivitas Metode GASING sebagai instrumen pengembangan profesional guru. Penelitian yang dilakukan oleh Schoen et al. melalui metaanalisis terhadap 20 studi pengembangan profesional guru matematika menegaskan bahwa program pelatihan yang mengintegrasikan pengetahuan konten dan pedagogi secara bersamaan, disertai dengan demonstrasi langsung di depan siswa, menghasilkan dampak yang lebih besar terhadap kompetensi guru dibandingkan pelatihan yang hanya bersifat teoritis. Metode GASING secara inheren memenuhi kriteria ini karena pelatihan dirancang agar guru langsung mempraktikkan materi kepada siswa nyata, bukan sekadar menyimak paparan instruktur. Hal ini sejalan dengan temuan Desimone & Pak . bahwa kepercayaan diri guru dalam mengajar matematika meningkat secara signifikan ketika program pelatihan memberikan kesempatan untuk belajar sambil praktik . earning by doin. dan melakukan refleksi terhadap pengalaman mengajar mereka sendiri. Menarik untuk dicermati bahwa dua kompetensi dengan NGain kategori sedang pada kelompok guru yaitu Bakal Kubagi . dan Perkalian . justru merupakan kompetensi yang nilai pretestnya paling rendah di antara kelima kompetensi dasar. Fenomena ini relevan dengan temuan metaanalisis bahwa guru dengan nilai pretest sangat rendah cenderung membutuhkan waktu pelatihan yang lebih panjang untuk mencapai kefasihan penuh, karena mereka perlu membangun fondasi konseptual dari nol sebelum dapat mengembangkan keterampilan mengajarnya (Desimone, 2009. DarlingHammond et al. , 2. Dengan demikian. NGain sedang pada dua kompetensi tersebut bukanlah kegagalan, melainkan respons yang wajar mengingat kondisi awal yang sangat rendah dan durasi program yang terbatas. Goldberg et al. juga menegaskan bahwa pelatihan yang berlangsung selama beberapa minggu hingga bulan lebih efektif dibandingkan pelatihan sekali waktu, sehingga program lanjutan pascaintervensi sangat direkomendasikan. Efektivitas Metode GASING terhadap Kompetensi Siswa Capaian NGain rata-rata 0,727 pada kelompok siswa dengan seluruh kompetensi masuk kategori tinggi merupakan temuan yang sangat penting dan patut mendapat perhatian khusus. Nilai pretest siswa yang sangat rendah . atarata 10,. menjadikan peningkatan ini semakin bermakna secara praktis. Tinjauan sistematis intervensi matematika di sekolah dasar menemukan bahwa intervensi yang paling efektif untuk siswa dengan kemampuan awal sangat rendah adalah yang menggunakan pendekatan bertahap . caffolded approac. , berpusat pada pemahaman konsep, dan memanfaatkan interaksi teman sebaya Melisa et al. Mimbar PGSD Flobamorata. Vol. Hal. eer interactio. karakteristik yang semuanya melekat pada Metode GASING (Pellegrini et al. , 2021. Dietrichson et al. , 2. Peningkatan dramatis pada kompetensi Pembagian (NGain 0,. dan Bakal Kubagi . menunjukkan bahwa Metode GASING berhasil membangun fondasi numerasi dari titik paling dasar. Keberhasilan ini dapat dijelaskan secara teoritis melalui konsep normalized gain yang dikemukakan Hake . , bahwa siswa dengan skor awal paling rendah memiliki ceiling room yang paling besar untuk meningkat, sehingga metode yang tepat akan menghasilkan NGain tertinggi pada kelompok dengan kemampuan awal terendah sebuah prinsip yang terbukti nyata dalam penelitian ini. Lebih jauh, pendekatan GASING yang mengawali pembelajaran dari konkrit menuju abstrak selaras dengan teori perkembangan kognitif Piaget . yang menegaskan bahwa anakanak belajar paling efektif ketika dimulai dari pengalaman nyata sebelum diperkenalkan pada representasi simbolik. Dari perspektif efikasi diri matematis, pengalaman sukses awal yang dirasakan siswa melalui aktivitas bermain dan nyanyian dalam GASING berfungsi sebagai mastery experience sumber efikasi diri paling kuat yang secara langsung meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam belajar matematika (Bandura, 1997. Zakariya, 2. Pendekatan Pembelajaran Berbasis Kesenangan dan Interaktivitas Salah satu keunggulan utama Metode GASING yang tercermin dari hasil penelitian ini adalah pendekatannya yang menyenangkan, interaktif, dan melibatkan dimensi emosional peserta didik. Penelitian longitudinal selama lima tahun tentang program Cognitively Guided Instruction (CGI) menunjukkan bahwa program pelatihan yang mendorong keterlibatan intelektual guru secara aktif bukan sekadar konsumsi pasif materi pelatihan menghasilkan dampak pembelajaran yang lebih besar dan lebih bertahan lama pada siswa (Lynch et al. , 2. Dalam konteks GASING, keterlibatan aktif ini diwujudkan melalui nyanyian berirama, tepuk tangan, permainan kelompok, dan penggunaan alat peraga fisik yang secara bersamaan menstimulasi kecerdasan musikal, kinestetik, dan logika selaras dengan konsep kecerdasan majemuk . ultiple intelligence. yang dikemukakan oleh Hiebert & Grouws . Program pengembangan profesional yang mendorong keterlibatan aktif guru dan bersifat sukarela . oluntary participatio. seperti yang terlihat dari antusiasme tinggi para guru dalam program GASING di Teluk Wondama terbukti secara konsisten menghasilkan efek yang lebih besar terhadap capaian siswa (Kennedy, 2016, dikutip dalam Lynch et al. , 2025. Wischgoll & Prediger, 2. Gambar 2. Keseruan Kegiatan Belajar Matematika dengan Menggunakan Metode GASING Melisa et al. Mimbar PGSD Flobamorata. Vol. Hal. Implikasi bagi Daerah 3T Temuan penelitian ini memiliki implikasi yang sangat signifikan bagi pengembangan pendidikan di daerah 3T seperti Kabupaten Teluk Wondama. Fakta bahwa program intensif selama tiga minggu mampu menghasilkan NGain kategori tinggi baik pada guru maupun siswa membuktikan bahwa keterbatasan infrastruktur dan sumber daya bukan merupakan hambatan yang tidak dapat diatasi. Tinjauan sistematis terhadap intervensi pengembangan profesional guru menunjukkan bahwa program yang efektif dalam meningkatkan capaian matematis siswa selalu mencakup tiga komponen: pelatihan awal, pendampingan di lokasi sekolah, dan sumber daya yang diberikan kepada guru maupun siswa komponen yang semuanya terpenuhi dalam program GASING di Teluk Wondama (Desimone & Pak, 2017. Wischgoll & Prediger. Lebih jauh, bukti dari berbagai negara berkembang menegaskan bahwa program pelatihan yang menekankan pembelajaran aktif, asesmen formatif, dan instruksi yang terdiferensiasi mampu secara langsung meningkatkan keterlibatan dan capaian siswa dalam matematika, bahkan di lingkungan dengan sumber daya yang sangat terbatas (Guskey, 2021. Li & Schoenfeld, 2. Keberhasilan program ini juga mengonfirmasi pentingnya investasi pada pelatihan guru sebagai strategi intervensi yang paling berdampak. Metaanalisis terbaru yang melibatkan 20 studi pengembangan profesional guru matematika secara tegas menyimpulkan bahwa program pelatihan yang dirancang dengan baik mampu meningkatkan capaian matematis siswa secara signifikan, dan bahwa fokus pada kombinasi konten dan pedagogi merupakan karakteristik yang paling konsisten menghasilkan peningkatan (Schoen et , 2. Dalam konteks ini. Metode GASING bukan sekadar metode mengajar, melainkan sebuah ekosistem pembelajaran yang secara holistik mentransformasi cara guru memahami dan menyampaikan matematika kepada siswa. Daucourt et al. menambahkan bahwa faktor lingkungan belajar termasuk dukungan keluarga dan komunitas turut memengaruhi capaian matematika siswa, sehingga program yang berdampak positif pada guru secara tidak langsung menciptakan ekosistem dukungan yang lebih luas di komunitas sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas Metode GASING terhadap peningkatan kemampuan berhitung guru dan siswa di Kabupaten Teluk Wondama tahun 2025. Berdasarkan hasil analisis data pretest, posttest, dan diagnostic test yang melibatkan 46 guru serta 96 siswa, serta didukung oleh perhitungan NGain dan kajian literatur yang komprehensif. Keterbatasan Penelitian Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan dalam menginterpretasikan hasil Pertama, desain penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental tanpa kelompok kontrol, sehingga potensi bias internal seperti faktor eksternal dan efek latihan tidak dapat sepenuhnya Kedua, durasi intervensi yang relatif singkat membatasi pengamatan terhadap keberlanjutan dampak pembelajaran dalam jangka panjang. Ketiga, penelitian ini dilakukan pada konteks spesifik daerah 3T di Kabupaten Teluk Wondama, sehingga generalisasi hasil ke konteks lain perlu dilakukan dengan hatihati. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan menggunakan desain eksperimen yang lebih kuat dan melibatkan cakupan wilayah yang lebih luas. SIMPULAN DAN SARAN Penelitian ini menunjukkan bahwa Metode GASING efektif dalam meningkatkan kompetensi numerasi guru dan siswa di daerah 3T melalui pendekatan pembelajaran yang bertahap, interaktif, dan berpusat pada peserta didik. Hasil penelitian memperlihatkan adanya peningkatan yang signifikan pada kemampuan berhitung setelah intervensi, baik pada kelompok guru maupun siswa. Hal ini menegaskan bahwa integrasi antara pelatihan guru dan praktik pembelajaran langsung mampu menciptakan ekosistem belajar yang lebih Metode GASING tidak hanya meningkatkan hasil belajar, tetapi juga memperbaiki kualitas proses pembelajaran matematika secara menyeluruh, terutama pada konteks dengan keterbatasan sumber daya. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat bahwa pembelajaran berbasis tahapan konkritAeabstrakAe komputasi mental merupakan pendekatan yang efektif dalam membangun pemahaman numerasi secara Pendekatan ini relevan terutama bagi peserta didik dengan kemampuan awal rendah, karena memberikan pengalaman belajar yang sistematis dan bermakna. Secara praktis, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Metode GASING dapat dijadikan sebagai model intervensi pembelajaran yang aplikatif dan kontekstual untuk diterapkan di daerah 3T. Pelatihan guru yang terintegrasi dengan praktik langsung terbukti mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, sehingga dapat menjadi strategi kebijakan pendidikan dalam upaya pemerataan mutu pendidikan. Melisa et al. Mimbar PGSD Flobamorata. Vol. Hal. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan desain yang lebih kuat, seperti kuasi-eksperimen dengan kelompok kontrol, untuk meningkatkan validitas internal dan memperkuat generalisasi temuan. Selain itu, diperlukan penelitian lanjutan dengan durasi yang lebih panjang guna mengkaji keberlanjutan dampak pembelajaran terhadap kemampuan numerasi siswa. Penelitian berikutnya juga dapat mengeksplorasi faktor-faktor kontekstual, seperti dukungan lingkungan belajar, motivasi siswa, serta kesiapan guru dalam mengimplementasikan metode pembelajaran. Dengan demikian, hasil penelitian di masa depan diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai efektivitas Metode GASING dalam berbagai konteks pendidikan di Indonesia. DAFTAR RUJUKAN Afifah. Mudzakir. , & Nandiyanto. How to calculate paired sample t-test using SPSS Indonesian Journal Teaching Science, 2. , 81Ae92. https://doi. org/10. 17509/ijotis. x Aishalya. , et al. Implementation of numeracy literacy through economics learning in elementary Indonesian Journal of Science and Technology. Astuti. , & Wiyanti. Metode GASING dapat meningkatkan literasi numerasi siswa. Jurnal Insan Peduli Pendidikan (JIPENDIK), 2. , 1Ae7. Azizah. , & Wardhana. Penerapan metode GASING dalam meningkatkan kemampuan numerasi anak-anak Papua. NOVARA: Nusantara Innovation and Educational Technology, 2. , 1Ae11. Bandura. Self-efficacy: The exercise of control. Freeman. Barwell. Boylan. , & Coles. Mathematics education and the living world. Journal of Mathematical Behavior, 68, 101013. https://doi. org/10. 1016/j. Bilad. Zubaidah. , & Prayogi. Addressing the PISA 2022 results: A call for reinvigorating Indonesia's education system. International Journal of Essential Competencies in Education, 3. , 1Ae Clarke. , & Watson. Teacher efficacy and student performance in underprivileged educational International Review of Education. https://doi. org/10. 1007/s11159-024-x Darling-Hammond. Hyler. , & Gardner. Effective teacher professional development. Learning Policy Institute. Daucourt. , et al. The home math environment and math achievement: A meta-analysis. Psychological Bulletin, 147. , 565Ae596. https://doi. org/10. 1037/bul0000330 De Winter. Using the StudentAos t-test with extremely small sample sizes. Practical Assessment. Research, and Evaluation, 18. , 10. https://doi. org/10. 7275/e4r6-dj05 Desimone. Improving impact studies of teachersAo professional development. Educational Researcher, 38. , 181Ae199. https://doi. org/10. 3102/0013189X08331140 Desimone. , & Pak. Instructional coaching as high-quality professional development. Theory Into Practice, 56. , 3Ae12. https://doi. org/10. 1080/00405841. Dietrichson. , et al. Academic interventions for elementary and middle school students with low Review Educational Research, 87. , 243Ae282. https://doi. org/10. 3102/0034654316687036 Dimitrov. , & Rumrill. PretestAeposttest designs and measurement of change. Work, 20. , 159Ae165. Gashaj. , et al. The role of numeracy skills in academic achievement across different educational International Journal Educational Research, https://doi. org/10. 1016/j. Geary. Mathematical learning disabilities: The role of cognitive factors. Journal of Educational Psychology, 112. , 403Ae419. https://doi. org/10. 1037/edu0000408 Gray. Research methods in psychology . nd ed. Worth Publishers. Guskey. Evaluating professional development . nd ed. Corwin. Hake. Interactive-engagement versus traditional methods. American Journal of Physics, 66. , 64Ae74. https://doi. org/10. 1119/1. Harris. , et al. The use and interpretation of quasi-experimental studies. Journal of the American Medical Informatics Association, 13. , 16Ae23. https://doi. org/10. 1197/jamia. M1749 Melisa et al. Mimbar PGSD Flobamorata. Vol. Hal. Hiebert. , & Grouws. The effects of classroom mathematics teaching on studentsAo learning. In Second handbook of research on mathematics teaching and learning. NCTM. OECD. PISA 2022 results (Volume I & II): Country notesAiIndonesia. OECD Publishing. Piaget. Genetic epistemology. Columbia University Press. Vygotsky. Mind in society. Harvard University Press. Westphale. Backhaus. , & Koenig. Quantifying teaching quality. Medical Education, 56. , 312Ae320. https://doi. org/10. 1111/medu. Wijaya. , et al. Exploring factors in PISA 2022 mathematics achievement. Infinity Journal, 13. https://doi. org/10. 22460/infinity. Zakariya. Improving mathematics self-efficacy. Frontiers in Psychology, 13, 986622. https://doi. org/10. 3389/fpsyg.