JURNAL SURYA Jurnal Media Komunikasi Ilmu Kesehatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Lamongan Halaman link: http://jurnal. Hubungan Pengetahuan Tenaga Kesehatan dengan Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K. Di Puskesmas (The Relationship of Knowledge of Health Workers with the Application of Occupational Health and Safety (K. in Community Health Cente. Evi Munika. Suratmi. Nurul Hikmatul Qowi Program Studi Profesi Ners. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Lamongan ARTIKEL INFO ABSTRAK Proses Artikel Diterima : 15 April 2023 Direvisi : 23 April 2023 Dipublikasikan: 30 April 2023 Pendahuluan: Upaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. harus dilakukan di semua tempat kerja, terutama yang memiliki risiko kesehatan seperti rumah sakit. Terjadinya kecelakaan kerja dapat disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah perilaku sumber daya manusia yang terdiri dari pengetahuan, sikap, dan tindakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pengetahuan tenaga kesehatan dengan pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K. di puskesmas Koresponden penulis Nurul Hikmatul Qowi nuru_hikmatul_qowi@umla. Program Studi Profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Lamongan Cara mensitasi Munika. Suratmi. , & Qowi, . The Relationship of Knowledge of Health Workers with the Application of Occupational Health and Safety (K. in Community Health Center. Media Komunikasi Ilmu Kesehatan, 15. , 30-35. https://doi. org/https://doi. org/10. 38040/js. Metode: Metode penelitian menggunakan analisis korelasi, cross sectional. Populasinya adalah seluruh tenaga kesehatan di Puskesmas X yang berjumlah 59 petugas. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Sampel penelitian ini adalah 51 tenaga kesehatan. Metode penelitian menggunakan analytic correlation dan cross sectional. Data penelitian diambil dengan menggunakan kuesioner setelah ditabulasi data yang dianalisis menggunakan uji Pangkat Spearman (Rh. dengan taraf signifikansi p=<0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 51 tenaga kesehatan, hampir semuanya memiliki pengetahuan tinggi dengan penerapan OSH yang baik sebanyak 46 . ,9%). Berdasarkan hasil data di atas, diperoleh uji statistik dengan nilai signifikan tanda p = 0,725 . > 0,. Artinya tidak ada hubungan antara pengetahuan tenaga kesehatan dengan penerapan kesehatan dan keselamatan kerja (K. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian tersebut, diharapkan tenaga kesehatan dapat menerapkan kesehatan dan keselamatan kerja dengan baik Kata Kunci: Kesehatan Keselamatan Kerja (K. Pengetahuan. Tenaga Kesehatan SURYA Vol. No. April 2023 ABSTRACT Introduction: Occupational Safety and Health (K. efforts must be carried out in all workplaces, especially those with health risks such as hospitals. Occurrence of work accidents can be caused by many factors, one of which is the behavior of human resources consisting of knowledge, attitudes, and actions. The purpose of this study was to determine whether there is a relationship between knowledge of health workers and the implementation of Occupational Health and Safety (K. at thecommunity health center Methods: The research method uses correlation analysis, cross The population is all health workers at the X Community health center, totaling 59 officers. The sampling technique uses simple random sampling. The sample of this study was 51 health workers. The research method uses analytic correlation and cross sectional. The research data was taken using a questionnaire after tabulating the data which was analyzed using the Spearman Rank test (Rh. with a significance level of p = <0. Results: The results of the study showed that out of 51 health workers, almost all of them had high knowledge with good OSH application as many as 46 . 9%). based on the results of the data above, a statistical test was obtained with a significant value of p sign = 0. > 0. This means that there is no relationship between the knowledge of health workers and the application of occupational health and safety (K. Conclusion: Based on the research, it is hoped that health workers can implement occupational health and safety properly Keywords: Health worker. Knowledge. Occupational Health and Safety (K. PENDAHULUAN Upaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K. harus diselenggarakan di semua tempat kerja, khususnya tempat kerja yang mempunyai risiko bahaya kesehatan, mudah terjangkit penyakit atau mempunyai karyawan paling sedikit untuk mengurangi adanya bahaya yang dapat menimbulkan dampak bagi kesehatan para pekerja kesehatan 1 di puskesmas (Putri. Pekerja yang masih lalai dan meremehkan resiko kerja, dan tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) meliputi sarung tangan, pelindung wajah, masker, kaca mata, penutup kepala, gaun pelindung atau celemek dan sepatu pelindung. (Kemenkes RI, 2. Perlindungan terhadap pekerja puskesmas merupakan suatu hal yang SURYA Vol. No. April 2023 sangat penting untuk diterapkan. Bentuk perlindungan tersebut berupa programprogram kesehatan kerja yang bertujuan untuk melindungi pekerja. dari kecelakaan akibat kerja serta penyakit akibat kerja (SumaAomur. Data ILO . , ditemukan bahwa di Indonesia tingkat pencapaian penerapan kinerja K3 di perusahaan masih sangat rendah. Data tersebut ternyata sekitar 2% . ekitar 317 bua. perusahaan yang telah menerapkan K3. Sisanya sekitar 98% . 700 bua. perusahaan belum menerapkan secara baik (Azis, 2. Kementerian Kesehatan RI menargetkan sebanyak Puskesmas yang menyelenggarakan kesehatan kerja dasar memiliki 4. Puskesmas . %) dari jumlah seluruh Puskesmas pada awal tahun berjalan yaitu 754 Puskesmas. Target Pos UKK yang terbentuk di Wilayah Puskesmas sebanyak 355 Pos UKK. Laporan tahunan terkait pelaksanaan Pos UKK di seluruh Wilayah kerja Puskesmas di Indonesia. DKI Jakarta prosentase yang cukup rendah . %) terkait pelaksanaan kesehatan kerja dan olahraga pada kelompok masyarakat di wilayah kerja Puskesmas (Permenkes RI, 2. Berdasarkan survey awal yang dilakukan peneliti penerapan K3 pada Puskesmas X masih belum terlaksana secara optimal dikarenakan keterbatasan dana, sarana dan prasarana kurang memadai serta kurangnya SDM K3 dan kesadaran petugas. Hal ini seharusnya bisa dioptimalkan dengan peraturan pemerintah no. 50 tahun 2012 yang meliputi perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan agar bisa menurunkan resiko angka kecelakaan penyakit akibat kerja dan penyakit akibat hubungan kerja yang akan berdampak buruk jika tidak diatasi secara optimal bagi tenaga kesehatan di Puskesmas Faktor yang mempengaruhi penerapan kesehatan dan keselamatan kerja di puskesmas meliputi faktor manusia, faktor lingkungan dan faktor individu (Suryana, 2. Penerapan K3 di puskesmas sangat berpengaruh dalam meningkatkan kualitas puskesmas tersebut. Pengetahuan dan kesadaran tentang K3 yang kurang dapat menyebabkan banyaknya kecelakaan kerja, kecelakaan terjadi akibat pekerja tidak mematuhi aturan, sadar namun tidak memahami aturan tersebut, keliru dalam mengabaikan aturan dan kurang terlatih atau tidak memiliki latar belakang pendidikan yang baik (Barael, 2. Pekerja yang memiliki pengetahuan yang rendah tingkat risiko terjadinya kecelakaan kerja akan semakin tinggi, karena pekerja tidak mengetahui bahaya apa saja yang dapat terjadi pada saat mereka bekerja, mulai dari tertimpa, tertusuk, terjepit, terbentur, dan SURYA Vol. No. April 2023 masih banyak 2 bahaya yang dapat timbul apabila masih banyak pengetahuan pekerja yang rendah (Nurhidayati, 2. Tujuan penelitian ini adalh untuk menganalisis hubungan pengetahuan tenaga kesehatan dengan Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Puskesmas. METODE PENELITIAN Desain penelitian ini adalah analitik dengan rancangan crosectional. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Sumberaji Lamongan pada tanggal 18 - 25 maret 2023, dengan sampel dalam penelitian ini adalah tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas X yang berjumlah 59 orang. Variabel Ae variabel yang diteliti pada penelitian ini adalah variabel dependen dalam penelitian ini adalah pengetahuan, sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini penerapan kesehatan dan keselamatan kerja (K. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Adapun bentuk pertanyaan yang berkaitan dengan pengetahuan berjumlah 20 pertanyaan dalam penerapan kesehatan dan keselamatan kerja (K. berjumlah 10 Data yang dianalisis dengan menggunakan uji spearman rank (Rh. dengan tingkat kemaknaan p=<0,05. HASIL PENELITIAN Hasil kuisioner menunjukkan pengetahuan tenaga kesehatan menunjukkan pengetahuan tenaga kesehatan tentang Kesehatan dan keselamatan kerja (K. sebagian besar tinggi . %). Pengetahuan sedang sebesar 3,9%, dan pengetahuan rendah 0%. Tabel Tingkat Pengetahuan temaga kesehatan tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K. Tabel Penerapan Kesehatan Keselamatan Kerja (K. tenaga kesehatan Tingkat Pengetahuan Frekuensi Presentase (%) Penerapan Frekuensi Presentase (%) Tinggi 96,1% Baik 94,1% Sedang 3,9% Cukup 5,9% Rendah Kurang Total Total Penerapan K3 oleh tenaga kesehatan di puskesmas menunjukkan 48 tenaga kesehatan memiliki penerapan baik . ,1%), penerapan cukup sebanyak 3 tenaga kesehatan . ,9%), dan tidak ada tenaga kesehatan yang tidak menerapkan K3 0 . %). Berdasarkan tabel 3 didapatkan jumlah tenaga kesehatan yang tingkat pengetahuan tinggi dengan penerapak K3 baik sebanyak 46 . ,9%). Tingkat pengetahuan K3 sedang dengan penerapan K3 baik 4%, , dan pengetahuan tinggi dengan penerapan K3 cuku Uji Spearmans rho menunjukkan P=0,725 (P>0,. dengan rs =-0,051, yang atinya tidak ada hubungan antara pengetahuan K3 dengan Tabel 3. Tabulasi Silang Pengetahuan Dengan Penerapan Kesehatan Kerja Dan Keselamatan Kerja (K. Di Puskesmas Tingkat Pengetahuan Penerapan K3 Total Baik Cukup Kurang Tinggi Sedang Rendah Total Uji Spearman p = 0,725 rs = -0,051 PEMBAHASAN Pengetahuan tenaga kesehatan tentang K3 menunjukkan pengetahuan yang baik. Tenaga kesehatan yang memiliki pengetahuan yang baik, berarti tenaga kesehatan mampu menjawab semua atau sebagian besar pertanyaan pilihan ganda (Sari, 2. Tenaga SURYA Vol. No. April 2023 kesehatan sebagian besar memiliki latar belakang pelatihan dan mendapat informasi mengenai K3 yang baik (Idayati, 2. Pengetahuan tidak hanya dimiliki melalui proses belajar namun pengetahuan dapat dimiliki melalui pengalaman dan juga lingkungan (Azwar, 2. Pendapat lain diungkapkan oleh SumaAomur . bahwa pemahaman terhadap K3 merupakan faktor Pemahaman yang tepat bagi K3 di lingkungan kerja merupakan unsur penentu kemajuan pelaksanaan program secara normatif menurut ketentuan perundang undangan yang berlaku serta bergerak improvisasi penyelenggaraan yang lebih dapat mencapai kemanfaatan yang lebih besar (Putri, 2. Penerapan K3 di puskesmas menunjukkan peneraoan yang baik. Penerapan K3 di meningkatkan kualitas puskesmas tersebut (Kumayas, 2. Menurut Rina . , tenaga kesehatan yang memiliki sikap positif melakukan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. dalam pelaksanaan pekerjaan di Rumah Sakit karena hal tersebut akan berdampak pada perawat, pasien, maupun pada citra Rumah Sakit. Tenaga kesehatan akan berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. dengan baik dan sesuai peraturan serta Standar Operasional Prosedur (SOP) di Rumah Sakit (Rifai, 2. Pengetahuan dipengaruhi jumlah informasi yang dimiliki seseorang sebagai hasil proses Pengetahuan seseorang dipengaruhi oleh kemampuan mengingat, memahami, dan mengaplikasikan informasi yang diterima. Tingkat pengetahuan K3 tenaga kesehatan baik ataupun buruk tidak mempengaruhi kecenderungan penerapan K3 (Widowati. Berdasarkan penelitian Purba . disimpulkan bahwa sebagian besar tenaga kesehatan telah mengetahui hal-hal terkait penerapan k3, namun secara praktiknya masih banyak yang melanggar aturan yang sudah ada, seperti penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. tidak dilakukan sesuai KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan mengenai pengetahuan dengan penerapan SURYA Vol. No. April 2023 kesehatan dan keselamatan kerja (K. di Puskesmas, dapat disimpulkan sebagai berikut. Tidak pengetahuan dengan penerapan kesehatan kerja dan keselamatan kerja (K. di Puskesmas X. DAFTAR PUSTAKA