Abdi Bhara Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Laman jurnal: http://ejurnal. id/index. php/abdibhara/index Implementasi Human Security dalam Tumbuh Kembang Anak Melalui Pengkaderan Kegiatan Posyandu di Bekasi Apriyanti Widiansyah 1* Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. Indonesia email: apriyanti. widiansyah@dsn. *Penulis korespondensi Info Artikel: Diterima 19 Juni 2025 Direvisi 20 Juni 2025 Disetujui 25 Juni 2025 Dipublikasi 30 Juni 2025 Abstract: Human Security aims to create conditions in which every individual can live in dignity, safety, and have the opportunity to develop their full potential. This emphasizes the importance of cooperation between various parties, including government, civil society, the private sector, and local communities, to achieve these goals. Through Cadre Training in Posyandu activities in Bekasi, it is felt that it can have an impact on the implementation of Human Security in monitoring child growth and development in a sustainable manner related to the problem of changes in size, number, size or dimension of organ cells or individuals that can be measured by weight, length, bone age, and metabolic balance. Growth monitoring using weight according to age is carried out routinely at Posyandu every Posyandu Cadre Training includes evaluating cadre performance, identifying problems in cadre training, and efforts to improve cadre quality. Cadre performance is influenced by knowledge, skills, and motivation. Kata kunci: Human Security. Tumbuh Kembang Anak. Pengkaderan Posyandu. Abstrak: Human Security ataupun keamanan manusia bertujuan untuk menciptakan kondisi di mana setiap individu dapat hidup bermartabat, aman, dan memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi diri sepenuhnya. Hal demikian menekankan pentingnya kerjasama antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat sipil, sektor swasta, dan masyarakat lokal, untuk mencapai tujuan tersebut. Melalui Pengkaderan pada kegiatan Posyandu di Bekasi dirasakan dapat memiliki dampak terhadap implementasi Human Security dalam mengawasi tumbuh kembang anak secara berkelanjutan berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar, jumlah, ukuran atau dimensi tingkat sel organ maupun individu yang bisa diukur dengan berat, ukuran panjang, umur tulang, dan keseimbangan metabolic. Pemantauan pertumbuhan dengan menggunakan berat badan menurut umur dilaksanakan secara Posyandu Pengkaderan Posyandu mencakup evaluasi kinerja kader, identifikasi masalah dalam pengkaderan, dan upaya peningkatan kualitas Abdi Bhara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 4. Nomor 1. Juni 2025, pp. DOI : https://doi. org/10. 31599/n3558x36 ABDI BHARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat | Volume 4 Issue 1. June 2025 Kinerja keterampilan, dan motivasi. A 2020 The Authors. Published by Faculty of Law. Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. Licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. PENDAHULUAN Konsep Human Security merupakan konsep keamanan yang semakin mendapatkan perhatian karena melihat negara yang sangat dominan dalam mendefinisikan, membuat serta menerapkan kebijakan. UNDP 1994 merinci tujuh komponen keamanan manusia yang harus mendapat perhatian yakni, . economic security . ebas dari kemiskinan dan jaminan pemenuhan kebutuhan hidup, . food security . emudahan akses terhadap kebutuhan panga. , . health security . emudahan mendapatkan layanan kesehatan dan proteksi dari penyaki. , . environmental security . roteksi dari polusi udara dan pencemaran lingkungan, serta akses terhadap air dan udara bersi. , . personal security . eselamatan dari ancaman fisik yang diakibatkan oleh perang, kekerasan domestik, kriminalitas, penggunaan obat-obatan terlarang, dan bahkan kecelakaan lalu linta. , . community security . elestarian identitas kultural dan tradisi buday. , dan . political security . erlindungan terhadap hak asasi manusia dan kebebasan dari tekanan politi. (Farhana et al. , 2. Berdasarkan konsep Human Security yang memiliki 7 . komponen tersebut, sangat relevan dengan proses Pertumbuhan dan Perkembangan Anak sejak dini. Pertumbuhan dan perkembangan adalah dua istilah yang selalu digunakan dalam Sebagian psikolog memandang kedua istilah berbeda, namun sebagian yang lain memandang di dalam istilah perkembangan tercakup makna pertumbuhan. Secara umum kedua istilah ini memiliki persamaan dan perbedaan. Persamaannya kedua berkaitan dengan perubahan pada diri individu. Perbedaannya pada jenis perubahan yang terjadi. Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan interseluler, berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau keseluruhan, sehingga dapat diukur dengan satuan panjang dan berat. Pemantauan pertumbuhan dengan menggunakan berat badan menurut umur dilaksanakan secara rutin di Posyandu setiap bulan. Apabila ditemukan anak dengan berat badan tidak naik dua kali berturut - turut atau anak dengan berat badan dibawah garis merah, kader merujuk ke petugas kesehatan untuk dilakukan konfirmasi dengan menggunakan indikator berat badan menurut panjang badan/tinggi badan. Jadwal pengukuran BB/TB disesuaikan dengan jadwal deteksi dini tumbuh kembang balita. Pengukuran dapat dilakukan oleh tenaga Kesehatan atau non Kesehatan terlatih (Kader Posyand. (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2. Perkembangan . adalah bertambahnya kemampuan . dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan. Perkembangan menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi (Yudrik, 2. Apriyanti Widiansyah ABDI BHARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat | Volume 4 Issue 1. June 2025 Tahapan pertumbuhan dan perkembangan yang paling memerlukan perhatian dan menentukan kualitas seseorang dimasa mendatang adalah pada masa anak-anak, karena pada masa tersebut merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan dasar yang akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya. Pertumbuhan dan perkembangan pada masa anak sudah dimulai sejak dalam kandungan sampai usia 18 tahun. Hal demikian sesuai dengan pengertian anak menurut WHO yaitu sejak terjadinya konsepsi sampai usia 18 tahun. Pada dasarnya dalam kehidupan manusia mengalami berbagai tahapan dalam tumbuh kembangnya dan setiap tahap mempunyai ciri tertentu. (Setiyani, 2. Perkembangan manusia sebagai mahluk sosial tentu tidak dapat lepas dari kehidupan lingkungannya. Hal demikian yang menjadi salah satu dorongan perkembangan psikologis, jasmani, inteligensi pada diri manusia. Sejak manusia dilahirkan ke muka bumi, yang awalnya adalah bersih ( fitrah ) maka lambat laun akan terkontaminasi dengan lingkungannya sesuai dengan peran dan kemampuan panca Dalam perkembangannya secara psikologis mulai dari bayi menjadi anak-anak kemudian menjadi remaja dan akhirnya menjadi dewasa. Pada usia remaja inilah banyak sekali muncul problem kehidupan yang dirasakan oleh remaja. Maka tentunya, remaja harus tahu benar-benar peran dan fungsinya sebagai seorang remaja. (Cahyono, 2. Berdasarkan hal tersebut peran orang tua, masyarakat sekitar untuk melakukan bimbingan dengan sebaik-baiknya sejak bayi melalui pelaksanaan posyandu salah satunya sebagai bekal bagi anak untuk mempersiapkan masa depannya. METODE Metode kegiatan pengkaderan Posyandu yang telah dilaksanakan mencakup berbagai pendekatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar di tingkat komunitas. Beberapa metode yang umum digunakan meliputi. pelatihan, lokakarya, pendampingan, serta diskusi kelompok terfokus (FGD). Selain itu, pemanfaatan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan media penyuluhan seperti video juga menjadi bagian penting dari kegiatan Pendampingan dilakukan oleh petugas kesehatan atau fasilitator berpengalaman untuk memberikan dukungan, bimbingan, dan umpan balik kepada kader dalam melaksanakan tugas mereka di Posyandu. Simulasi dilakukan untuk melatih kader dalam menghadapi situasi nyata yang mungkin terjadi di Posyandu, seperti penimbangan balita, pemberian imunisasi, atau penanganan kasus diare. Simulasi dapat membantu kader meningkatkan kepercayaan diri dan keterampilan mereka dalam memberikan pelayanan. Adapun Media penyuluhan seperti video, leaflet, poster, dan media lainnya digunakan untuk menyampaikan informasi kesehatan kepada kader dan masyarakat. Media tersebut membantu kader untuk menyampaikan pesan kesehatan dengan lebih efektif dan menarik. Kader dilatih untuk melakukan pencatatan data kegiatan Posyandu, seperti data kelahiran, kematian, imunisasi, dan status gizi balita. Kader juga dilatih untuk membuat laporan kegiatan Posyandu yang akurat dan tepat waktu. Dengan menggunakan berbagai metode tersebut, pengkaderan Posyandu dapat berjalan efektif dan menghasilkan kader yang berkualitas, mampu memberikan pelayanan kesehatan dasar yang prima kepada masyarakat. Implementasi Human Security Dalam Tumbuh Kembang Anak Melalui Pengkaderan Kegiatan Posyandu di Bekasi ABDI BHARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat | Volume 4 Issue 1. June 2025 ANALISIS SITUASI Analisis situasi pengkaderan Posyandu mencakup evaluasi kinerja kader, identifikasi masalah dalam pengkaderan, dan upaya peningkatan kualitas Kinerja kader dipengaruhi oleh pengetahuan, keterampilan, dan Hambatan umum meliputi kurangnya pengetahuan tentang gizi, keterbatasan pelatihan, dan kurangnya kesadaran masyarakat. Upaya peningkatan kualitas kader melibatkan pelatihan, pendidikan kesehatan, dan pemberdayaan. Beberapa permasalahan dalam Pengkaderan kegiatan Posyandu di Bekasi berdasarkan tabel di Permasalahan Uraian Pengetahuan Gizi Beberapa kader kurang memahami tentang gizi, terutama gizi buruk pada Pelatihan Keterbatasan hambatan dalam pelaksanaan tugas Kesadaran Masyarakat Kesadaran pentingnya Posyandu perlu ditingkatkan Berdasarkan tabel di atas, ditemukan permasalahan yang terjadi pada pengkaderan kegiatan posyandu di Bekasi meliputi: . kurangnya pengetahuan terkait gizi oleh beberapa kader. Keterbatasan pelatihan yang menjadi salah satu hambatan dalam pelaksanaan tugas kader. Minimnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya posyandu bagi tumbuh kembang anak. SOLUSI DAN LUARAN Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan beberapa upaya berdasarkan tabel di bawah: Solusi Permasalahan Uraian Pelatihan dan Pendidikan Pelatihan dan pendidikan kader secara Pemberdayaan Pemberdayaan kader melalui kegiatan pendidikan kesehatan dan pelatihan dapat meningkatkan motivasi dan Pendampingan Pendampingan oleh petugas kesehatan atau kader yang lebih berpengalaman menjalankan tugasnya Apriyanti Widiansyah ABDI BHARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat | Volume 4 Issue 1. June 2025 Peningkatan Motivasi Upaya untuk meningkatkan motivasi kader, seperti memberikan apresiasi dan Keterlibatan Masyarakat Keterlibatan Posyandu keberlangsungan program dan kinerja Berdasarkan tabel di atas, ditemukan solusi pada pengkaderan kegiatan posyandu di Bekasi yang dapat di implementasikan, meliputi. Mangikuti Pelatihan dan pendidikan kader secara informal dan formal untuk meningkatkan pengetahuan dan . Pemberdayaan kader melalui kegiatan pendidikan kesehatan dan pelatihan dapat meningkatkan motivasi dan kinerja kader. Pendampingan oleh petugas kesehatan atau kader yang lebih berpengalaman dapat membantu kader dalam menjalankan tugasnya secara baik dan benar. Upaya untuk meningkatkan motivasi kader, seperti memberikan apresiasi dan penghargaan kepada kader. Keterlibatan masyarakat dalam Posyandu dapat meningkatkan keberlangsungan program dan kinerja kader untuk ke depannya, sehingga kegiatan pengkaderan posyandu dapat berjalan dengan baik. Berikut beberapa dokumentasi pelaksanaan Posyandu yang dilakukan oleh Kader Posyandu Camellia Bekasi: Implementasi Human Security Dalam Tumbuh Kembang Anak Melalui Pengkaderan Kegiatan Posyandu di Bekasi ABDI BHARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat | Volume 4 Issue 1. June 2025 KESIMPULAN Human Security ataupun keamanan manusia bertujuan untuk menciptakan kondisi di mana setiap individu dapat hidup bermartabat, aman, dan memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi diri sepenuhnya. Hal demikian menekankan pentingnya kerjasama antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat sipil, sektor swasta, dan masyarakat lokal, untuk mencapai tujuan tersebut. Melalui Pengkaderan pada kegiatan Posyandu di Bekasi dirasakan dapat memiliki dampak terhadap implementasi Human Security dalam mengawasi tumbuh kembang anak secara berkelanjutan berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar, jumlah, ukuran atau dimensi tingkat sel organ maupun individu yang bisa diukur dengan berat, ukuran panjang, umur tulang, dan keseimbangan metabolic. Pemantauan pertumbuhan dengan menggunakan berat badan menurut umur dilaksanakan secara rutin di Posyandu setiap Pengkaderan Posyandu mencakup evaluasi kinerja kader, identifikasi masalah dalam pengkaderan, dan upaya peningkatan kualitas kader. Kinerja kader dipengaruhi oleh pengetahuan, keterampilan, dan motivasi. UCAPAN TERIMA KASIH (Optiona. Ucapan Terima Kasih di sampaikan kepada ibu-ibu Kader Posyandu Camellia RT 12 kelurahan Teluk Pucung Kota Bekasi, juga ibu-ibu Bidan Puskesmas yang telah membantu jalannya acara Pengkaderan Posyandu. DAFTAR PUSTAKA