Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam e-ISSN: 3830-1420 Vol. No. : 429-442 http://urj. uin-malang. id/index. php/uajmpi STRATEGI KEPALA MAHAD DALAM MEMBENTUK AKHLAKUL KARIMAH SANTRI DI MAHAD AL-QOLAM Muhammad Rofiudin Manajemen Pendidikan Islam. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Indonesia 18170015@student. uin-malang. ABSTRACT This This article discusses the strategy of the head of Mahad in developing the morality of students at Mahad Al-Qolam MAN 2 Malang City. The cultivation of Karimah morals is an important and fundamental point for the students. Because at this time many students are smart in science, but it turns out that they are lacking in morals and We live in a nation, state, and religion must have good morals. As has been applied in the Mahad Al-Qolam MAN 2 Malang City. Like the Core Values mentioned in the vision and mission of MAN 2 Malang City, namely Honesty. Hard Work. Achievement and Dignity. These three values are the main focus in developing the potential for good behavior in order to realize the nation's children with noble education. This type of research is qualitative using a descriptive approach. Data collection techniques carried out include observation, interviews and documentation. The results of this study indicate that the headmaster's strategy can work well in order to develop the morals of the students who are studying at Al-Qolam Mahad MAN 2 Malang City. Keywords: Strategy, chief maAohad, santri ABSTRAK Artikel ini membahas tentang Strategi kepala Mahad dalam mengembangkan akhlakul karimah santri di Mahad Al-Qolam MAN 2 Kota Malang. Penanaman Akhlak Karimah menjadikan poin penting dan mendasar bagi para santri. Karena pada saat ini banyak santri-santri pintar dalam ilmu pengetahuan, namun ternyata mereka kurang dalam berakhlak dan berperilaku. Kita hidup berbangsa, bernergara, dan beragama harus memiliki akhlak yang baik. Seperti yang sudah diterapkan dalam mahad Al-Qolam MAN 2 Kota Malang ini. Seperti Core Values yang disebutkan di visi dan misi MAN 2 Kota Malang yaitu Jujur-Kerja Keras-Berprestasi dan Bermartabat. Ketiga nilai tersebut adalah focus utama dalam mengembangakan potensi perilaku yang baik demi mewujudkan anak bangsa yang berpendidikan mulia. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan meliputi kegiatan observasi, wawancara dan dokumentasi. Kata-Kata Kunci: Strategi. Akhlaul Karimah. Kepala Mahad. Santri PENDAHULUAN Globalisasi yang ditandai dengan perkembangan teknologi informasi telah menciptakan hubungan antar wilayah baik dalam ruang lingkup lokal, nasional dan internasional begitu cepat dan dekat. Sekat-sekat geografis menjadi lebih cair. Informasi Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. yang mengalir begitu cepat ini memberikan pengaruh terhadap perilaku peserta didik. (Departemen Agama RI, 2. Dengan berkembangnya teknologi dan informasi maka peserta didik atau santri harus dibekali dengan ajaran yang membuat diri mereka membatasi dalam menghadapi perkembangan zaman tersebut. Akhlak pada peserta didik harus diperhatikan dengan serius, karena dengan berkembangannya zaman akan mempengaruhi semua perkembangan santri atau peserta Keperibadian akhlak disini sangat penting. Oleh karena itu pelajaran mengenai perkembangan akhlak pada peserta didik harus digalakkan. Pasalnya banyak juga penyimpangan yang terjadi pada anak remaja sekarang. Kenakalan remaja ini bisa terjadi di semua sekolah manapun. Terlebih lagi kenakalan remaja sering terjadi di lingkungan yang kurang dalam ajaran ilmu agama. Sesuai dengan perilaku yang tidak terpuji, mereka akan menampakkan akhlak yang tidak sesuai dengan orang yang terpelajar. Contoh dari akhlak yang kurang terpuji yaitu perbuatan mencuri, berkelahi, berbohong, mencemooh orang, dan lain sebagainya. Dari beberapa masalah tadi dapat diatasi dengan pendidikan agama yang bisa diajarkan di lingkungan manapun, misalnya pendidikan agama di masyarakat, sekolah, dan pendidikan agama dari orang tua. Pendidikan agama juga sangat penting sebagai pondasi keagamaan dalam menjalankan kehidupan. Keluarga harus terlibat dalam membangun karakter, karena keluarga adalah pendidikan awal dalam kehidupan kita. Sehingga kita mengenal sebuah ungkapan bahasa Arab Au al Ummu madrasatul AoulaAy ibu adalah tempat pendidikan pertama dalam kehidupan seorang manusia. (Muwafik Saleh 2. Dari keterangan diatas dapat kita pahami bahwasannya pendidikan itu sangat penting untuk perkembangan anak didik, terutama dalam pedidikan agama. Juga ketika kita berbicara tentang pendidikan di keluarga, pendidikan keluarga merupakan pendidikan paling utama, karena dari kecil hingga keseharian juga akan lebih lama dengan keluarga masing-masing. Akan tetapi keluarga yang tidak bisa menyempatkan anak didiknya untuk berkembang bisa dimasukkan dalam lingkungan mahad. Hal ini akan bisa mendapatkan perhatian lebih untuk bisa melaksanakan praktik dalam manajemen mahad. KAJIAN LITERATUR Konsep Dasar Strategi Kepemimpinan Kepala MaAohad Pengertian Strategi Strategi yang berasal dari kata AustrategosAy, adalah gabungan dari dua kata stratos . dengan ago . Dapat dijabarkan lagi bagaimana seorang pemimpin yang memiliki jiwa-jiwa dalam militer yang baik dan memiliki rencana untuk sebuah Sebagai kata kerja, stratego berarti merencanakan . o pla. Merencanakan ini berarti seseorang yang mempunyai pemikiran untuk masa depannya. Terdapat di kamus The American Herritage Dictionary disebutkan bahwa AuStrategi is the science or art of military command as applied to overall planning and conduct of large-scale combat operationAy, yang memiliki arti Strategi adalah seni atau ilmu komando sebuah militer yang diterapkan pada keseluruhan perencanaan dan pelaksanaan operasi tempur dalam skala besar. Jadi strategi disini dapat kita pahami sebagai alat untuk merencanakan sesuatu yang akan dilaksanakan dan dilakukan untuk sebuah acara atau pergerakan yang sangat besar, di contohkan untuk sebuah perang yang besar juga tertata untuk mencari kemenangan atau tujuan yang ingin STRATEGI KEPALA MAHAD DALAM MEMBENTUK AKHLAKUL KARIMAH SANTRI DI MAHAD AL-QOLAM Muhammad Rofiudin Pengertian Strategi Kepemimpinan Kepala MaAohad Kepemimpinan bersifat umum atau universal. Kepemimpinan sendiri berasal dari Bahasa Inggris yaitu leadership. Kepemimpinan mempunyai dua pengertian yaitu kemampuan untuk menggerakkan dan mempengaruhi orang lain (Akmal Mundiri dan Jailani, 2. Kepemimpinan dapat diartikan sebagai kemampuan mempengaruhi kelompoknya agar mengerjakan segala kegiatan-kegiatannya untuk mencapai tujuan Menurut Siswanto, kepemimpinan itu suatu perilaku untuk mempengaruhi para kelompoknya supaya mereka bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Ahmad Susanto, 2. Tujuan organisasi tersebut bias dilaksanakan secara bersama dengan seluruh anggota atau karyawan. Apabila dari tujuan organisasi terlaksana dengan kurang baik, maka seorang pemimpin akan memilki tanggungjawab yang besar untuk mengevaluasi haril kinerja dari semua anggota yang bekerja. Bagaimana karyawan yang berkerja mempunyai kesalah terhadap apa yang telah dikerjakan. Disini peran pemimpin akan menjadi sebagai evaluator. Istilah kepemimpinan dapat dipahami sebagai kemampuan seorang pemimpin dalam mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan atau sasaran tertentu. (Makmur dan Suparman, 2. Seperti yang dijelaskan bahwa sasaran tertentu akan bias dicapai jika pemimpin memiliki keahlian tertentu untuk menghadapi anggotanya dengan tujuan mempengaruhi mereka. Pemimpin itu sendiri sering disebut sebagai kepala madrasah/sekolah. Dari segi Bahasa, kepala madrasah bisa diambil dari dua kata yaitu kepala yang artinya ketua atau pemimpin, sedangkan madrasah adalah tempat untuk dilaksanakannya proses belajar mengajar peserta didik. Jadi seorang kepala sendiri meiliki peran yang besar untuk menjadikan pendorong dan menetukan sebuah kebijakan yang ada di lembaga. Selain itu, kepala madrash juga memiliki tanggungjawab untuk senantiasa memajukan dan meningkatkan mutu pendidikan sebuah lembaganya. Standar Kepala MaAohad yang Efektif Pemimpin itu sendiri sering disebut sebagai kepala madrasah/sekolah. Dari segi Bahasa, kepala madrasah bisa diambil dari dua kata yaitu kepala yang artinya ketua atau pemimpin, sedangkan madrasah adalah tempat untuk dilaksanakannya proses belajar mengajar peserta didik. Jadi seorang kepala sendiri meiliki peran yang besar untuk menjadikan pendorong dan menetukan sebuah kebijakan yang ada di lembaga. Selain itu, kepala madrash juga memiliki tanggungjawab untuk senantiasa memajukan dan meningkatkan mutu pendidikan sebuah lembaganya. Kepala Mahad sebagai penggerak, penentu kebijakan semua kegiatan yang ada di mahad, serta yang akan menentukan berjalannya dan maju mundurnya suatu lembaga pendidikan maAohad atau pondok. Berikut ini adalah beberapa keriteria yang merupakan kepala mahad yang efektif dalam melakukan manajemennya: Menerapkan pendekatan kepemimpinan partisipatif disetiap anggota terutama dalam proses pengambilam keputusan dan kebijakan. Yaitu melibatkan semua anggota untuk mengambil sebuah keputusan dan Hal ini bisa dilakukan dengan cara musyawarah untuk seluruh anggota pada sebuah lembaga agar mencapai mufakat yang baik dan jelas. Kepala Mahad Memiliki gaya kepemimpinan yang demokratis, lugas dan terbuka untuk semua anggota. Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. Demokratis harus diterapkan di sebuah lembaga terutama mahad ini, karena dari semua unsur anggota memiliki peran penting untuk sebuah kebijakan dalam memimpin, juga pemimpin harus lugas dan terbuka dalam menerapkan apa yang sedang terjadi di lembaga mahad. Menyiapkan waktu yang penting untuk berkomunikasi secara terbuka dengan para guru, peserta didik atau santri dan warga mahad lainnya. Misalnya seorang kepala dapat menyiapkan waktu tertentu pada jam-jam diluar pembelajaran, dengan hal ini akan menumbuhkan dan membangun komunikasi yang baik untuk kemajuan sebuah pendidikan di sekolah atau mahad. Kepala mahad juga harus melakukan pendekatan secara mental untuk berkomunikasi dengan siswa maupun santri di mahad. Waktu yang digunakan tidak terbatas, bisa kondisional tergantung keadaan dan kondisi. Juga untuk warga sekolah dari Kepala mahad sebagai seorang pemimpin harus mengetahui unsur-unsur atau bidang-bidang yang dikerjakan oleh semua staf. Melakukan komunikasi yang baik dengan staf akan membangkitkan jiwa pekerja yang lebih baik dan professional, karena dengan adanya komunikasi tersebut kepala akan memberikan motivasi dan pengarahan yang baik untuk kedepannya. Syarat Kepemimpinan Dalam PMA No. 20 Tahun 2018 ada beberapa persyaratan yang harus dimiliki sebelum menjadi seorang pemimpin yang baik. Dalam peraturan menteri ini dapat kita jadikan acuan untuk memilih sorang pemimpin yang akan memiliki tanggungjawab yang besar. Beberapa syarat-sayarat pemimpinan diantaranya adalah: Beragama Islam Memiliki kemampuan baca tulis Al-QurAoan Berpendidikan paling rendah sarjana atau diploma empat, kependidikan atau bukan kependidikan dari perguruan tinggi yang terakreditasi. Memiliki pengalaman manajerial di Madrasah Memiliki sertifikat pendidik Berusia paling tingi 55 . ima puluh lim. tahun pada saat diangkat Memiliki pengalaman mengajar Memiliki golongan ruang paling rendah i/c bagi guru pegawai negeri sipil dan memiliki golngan ruang atau pangkat yang disetarakan dengan kepangkatan yang dikeluarkan oleh yayasan/lembaga yang berwenang dibuktikan dengan keputusan inspassing bagi guru bukan pegawai negeri sipil Sehat jasmani dan rohani berdasarkan surat keterangan sehat dari rumah sakit Tidak sedang dikenakan sanksi hukuman disiplin tingkat sedang atau berat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan Memiliki nilai prestasi kerja dan nilai kinerja guru paling rendah bernilai baik dalam 2 . tahun terakhir, dan Diutamakan memiliki serifikat Kepala Madrasah sesuai dengan jenjangnya untuk Madrasah yang diselenggarakan oleh Pemerintah. (Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia, 2. Jadi syarat-syarat yang telah disebutkan bisa kita jadikan pelajaran untuk mempersiapkan diri kita juga untuk masa depan menjadi pemimpin. Karena syarat ini sudah menjadi peraturan menteri agama yang bisa diterima oleh seluruh rakyat Indonesia. STRATEGI KEPALA MAHAD DALAM MEMBENTUK AKHLAKUL KARIMAH SANTRI DI MAHAD AL-QOLAM Muhammad Rofiudin Akhlakul karimah santri Pengertian Akhlakul Karimah Adapun pengertian dari kata akhlakul karimah bisa kita tinjau dari segi bahasa dan Ada banyak pendapat yang mengemukakan pengertian dari akhlak itu sendiri. Akhlak seorang santri identik dengan sebuah pembinaan. Pembinaan adalah perbaikan, atau tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara berdaya guna serta berhasil dalam memperoleh hasil yang lebih baik. Pembinaan ini berguna untuk memperbaiki tingkat akhlak seorang santri. Apalagi latar belakang santri di mahad ini bisa bermacam-macam. Ada yang berasal dari berbagai macam latar belakang pendidikan, seperti dari SMA dan Ada juga yang sudah dari pondok pesantren namun santri yang berasal dari SMA inilah yang menjadi perhatian lebih mengenai perilaku yang dibawa oleh santri Tujuan dari mengetahui latarbelakang santri adalah untuk meninjau lebih lanjut tentang kebutuhan yang akan diberikan dalam proses pembelajaran yang akan dilakukan. Ketika santri yang sudah terbekali oleh pondok pesantren akan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan mahad yang ada. Kepala mahad sebagai pemimpin juga menganalisa kebutuhan tentang santri yang berlatar belakang khusus termasuk yang belum tersentuh oleh pondok pesantren. Kata Akhlak sendiri dapat disamakan dengan beberapa istilah lain seperti, perangai, karakter, unggah-ungguh, sopan santun, etika, dan moral. Secara etimologi akhlak berasal dari kata khalaq yang kata asalnya atau khuluq berarti budi pekerti, adat kebiasaan, perangai, muru`ah, atau segala yang sudah menjadi tabi`at (Abuddin Nata, 2. Adat kebiasaan yang baik yang terkenal di masyarakat akan menjadi budaya berperilaku yang baik juga. Ketika sudah menjadi kebiasaan berakhlak dan memiliki adat yang baik di suatu daerah maka mereka akan menjadi panutan untuk yang lainnya. Seperti halnya disuatu pondok pesantren yang terkenal dengan budi perkerti dan akhlaknya, maka kita semua bisa melihat pondok pesantren tersebut akan menjadikan teladan bagi yang lainnya. Dalam ensiklopedi pendidikan dikatakan bahwa akhlak adalah budi pekerti, watak, kesusilaan, . esadaran etika mora. yaitu kelakuan baik yang merupakan akibat dari sikap jiwa yang benar terhadap khaliknya dan terhadap sesama manusia. Dari penjelasan tersebut bisa kita tarik benang kesimpulan bahwa orang yang berakhalak memiliki jiwa yang tenang dalam kesehariannya. Apalagi sifat tersebut berhubungan langsung dengan orang lain, dalam artian orang lain yang bisa melihat dan menilai akhlak seseorang. Maka dari itu akhlak seseorang harus dibentuk sejak kecil dan sejak dini. Adapun pengertian akhlak yang didapat dari istilah . dan ada beberapa definisi atau istilah yang telah dikemukakan oleh para ahli antara lain: Menurut Ibnu Miskawaih dalam syafaat. Akhlak adalah sikap seseorang yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan-perbuatan tanpa melalui Artinya akhlak disini dilakukan dengan spontan yang menuju sikap positif, perbuatan-perbuatan yang dilakukan tidak memerlukan berfikir panjang. Juga disertai dengan kesadaran yang nyata mengenai perbuatan dan perilaku yang baik tersebut. Misalnya seorang santri yang sedang bertemu guru akan melakukan hal yang biasa dilakukan santri seperti biasa yakni menyapa, bersalam, dan menundukkan kepala. Hal ini sudah menjadikan sebuah budaya di lingkungan pesantren yang nobenya lingkungan berpendidikan. Menurut Imam Al-Ghazali dalam Asmaran. Akhlak adalah sebuah bentuk ungkapan yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan perbuatan-perbuatan Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. yang gampang dan mudahsu tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan. Seorang yang memilik akhlak yang baik akan melekat pada dirinya dan tidak diragukan lagi. Apalagi ketika pendidikannya di sebuah pesantren yang sudah bertahan sampai lebih dari tiga tahun. Dalam jiwa sudah memiliki dan tertanam akhlak yang sungguh baik. Karena sesungguhnya santri yang berkumpul dengan orang-orang salih akan merasakan menjadi orang salih tersebut. Seperti berkumpulnya dengan para guru, kyai-kyai dan ulama, juga tokoh agama akan memberikan efek yang sangat baik untuk perkembangan santri. Menurut Ibrahim Anis dalam kitabnya Mu`jam Al-wasith mengartikan akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa, yang denganya lahirlah macam-macam perbuatan, baik, buruk, tanpa membutuhkan pemikran dan pertimbangan. (Yatimin Abdullah, 2. Seperti dalam penejelasan sebelumnya sifat dan perilaku ini bisa tertanam dalam jiwa oleh semua santri. Dengan melakukan kebiasaan pada kehidupan bermasyarakat dalam kesehariannya. Dalam jiwanya terdapat berbagai macam sifat yang bisa dikeluarkan yakni perilaku terpuji dan perilaku tercela. Biasanya juga santri memperlakukan dan mengeluarkan perilaku yang tampa memerlukan pertimbangan serta tanpa berfikir panjang. Ahmad Amin mendefinisikan akhlak adalah kebiasaan baik dan buruk. Contohnya apabila kebiasaan memberi sesuatu yang baik maka disebut akhlakul karimah dan bila perbuatan itu tidak baik disebut Akhlakul mazmumah. Dalam pengertian ini disebutkan bahwa berakhlak bisa yang baik dan buruk. Akhlak yang baik misalnya kita bertutur kata yang sopan dan santun, berperilaku yang mencerminkan orang yang berpendidikan, hormat kepada semua orang, makhluk Allah dan lainnya, menyayangi terhadap yang lebih muda. Sedangkan untuk akhlak yang buruk ini bisa berasal dari lingkungan yang tidak baik pula, misalnya lingkungan yang banyak orang mabuk dan suka berjudi. Sedangkan AukarimahAy dalam bahasa Arab artinya terpuji, baik, atau mulia. Berdasarkan pengertian diatas yang dimaksud dengan akhlakul karimah siswa adalah segala perbuatan yang baik yang ditimbulkan oleh seorang siswa tanpa melalui pemikiran dan pertimbangan yang mana sifat itu menjadi budi pekerti yang utama dan dapat dapat meningkatkan harkat mertabat siswa dimata orang lain. Inti dari pengertian Akhakulkarimah ini adalah kebiasaan yang dilakukan oleh seseorang pada kegiatan tertentu yang bersifat mulia, terpuji dan memiliki suasana yang positif di mata orang lain. Karena setiap individu yang hidup bersama atau bermasyrakat ini memiliki kebiasaan-kebiasaan dan perilaku yang dapat dilihat maupun di nilai oleh orang Seorang tokoh agama, pemimpin, pejabat, orang- orang penting yang ada di sebuah perkumpulan mestinya memiliki akhlak yang baik dan menjadi tauladan yang baik. Dasar dan Tujuan Akhlakul Karimah Santri Adapun dasar pembinaan akhlakul karimah siswa sesuai dengan dasar Pendidikan Agama Islam yaitu Al-Qur`an dan Hadits. Dengan berdasarkan pada pedoman keduanya maka dalam membina akhlakul karimah siswa dapat mengantarkan siswa kepada kehidupan yang sejahtera baik di dunia maupun akhirat. Dasar dari kedua sumber yakni Al-Quran dan Hadits yang menjadi pedoman umat islam dan seluruh umat manusia ini sudah dapat dilihat kebenarannya. Karena tidak ada hukum dan aturan yang sesempurna kedua dasar ini. Oleh karena itu dasar dari akhlakul STRATEGI KEPALA MAHAD DALAM MEMBENTUK AKHLAKUL KARIMAH SANTRI DI MAHAD AL-QOLAM Muhammad Rofiudin karimah dapat kita kutip untuk menjadi pelajaran yang sesungguhnya. Karena akhlak yang paling baik adalah dari manusia yang paling hebat di bumi ini. Seperti dalam firman Allah disebutkan mengenai akhlak yang baik yakni: a aOeIA a aOaIacEaEaa EOa aEaCA Yang memiliki arti sebagai berikut: AoSesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung. Au (Q. S Al-Qolam: . Dari firman Allah telah dijelaskan dalam tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah. Ayat ini menegaskan bahwa Nabi Muhammad memiliki sifat-sifat yang paling baik dan paling mulia. Pada diri beliau terkumpul akhlak-akhlak terpuji dan sifat-sifat yang terbaik yang ada pada manusia. Dalil yang menyebutkan tentang akhlak Rasulluah dan tafsirnya menegaskan kemuliaan dan keutamaan akhlak yang dimiliki oleh Rasullulah sendiri. Kita sebagai umatnya harus memilki rasa untuk meneladani akhlak yang mulia dari beliau. Karena sebaok-baiknya akhlak adalah akhlak dari baginda nabi besar Muhammad SAW. Di zaman modern ini banyak anak muda yang sudah hilang jatidirinya. Karena pengaruh dari kemajuan zaman, anak muda semakin mengabaikan pendidikan berperilaku yang terpuji ini, maka dari itu kehadiran mahad adalah solusi dari menjawab sebuah tantangan dari zaman ini. Adapun dalil dari al-hadits yang berbunyi AoTidak ada sesuatu yang lebih berat pada timbangan . seorang mukmin pada hari kiamat daripada akhlak yang muliaAu (HR At-Tirmidz. Dari sabda rasulullah sendiri membesarkan bagaimana amal yang baik dari akhlak yang mulia. Melebihi dari amalan yang lainnya. Karena seorang mukmin sejatinya memiliki amal yang mulia tersebut. Tujuan merupakan sasaran yang hendak dicapai sekaligus merupakan pedoman yang memberi arah bagi segala aktivitas yang dilakukan. Dari tujuan akhlakul karimah berikut ini adalah memberikan arahan bagaimana akhlak yang baik ini dapat menuntun kita kepada kebaikan-kebaikan yang bisa kita perbuat. Kebaikan ini pasti kita butuhkan dalam kehidupan sehari-hari kita, karena sejatinya manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Dengan bekal berperilaku yang baik akan menumbuhkan suasana dan efek positif untuk lingkungan kita, terutama yang berada dalam lingkungan mahad, lingkungan keluarga, mapun lingkungan masyarakat yang majemuk. Adapun tujuan pembinaan akhlakul karimah Santri adalah: Mendapatkan keyakinan kuat pada aqidah islamiyah dan kebenaran dalam agama Islam Seseorang yang memilki akhlak yang baik dalam dirinya akan berefek pada keyakinan dan kepercayaan mengenai ketuhanan. Yakin bahwa orang beriman itu mengenal tuhannya yang maha Esa. Juga mempercayai bahwa islam adalah kebenaran yang hakiki dan tidak bisa dibantah lagi oleh orang yang syirik dan menyekutukan Allah. Membentuk pribadi yang berakhlak mulia dan senantiasa akan berbuat baik. Terlihat jelas ketik individu yang berakhlak baik akan memilki perbuatan dan keseharian yang mengarah kepada kebaikan. Semua yang dia lakukan akan terdapat nilai yang positif. Contohnya seorang santri yang ketika makan dia akan membaca doa sebelum makan. Terlihat sepele namun dengan hal kecil tersebut akan menghasilkan sifat terpuji seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. Dalam contoh lain ketika berbuat atau memperlakukan hewan yang dengan kasih saying, karena hewan adalah makhluk ciptaan Allah yang bisa membuat kita terus bertahan hidup di bumi ini. Meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah yaitu dengan menghindari dari perilaku yang tercela. Akhlak yang baik bisa membuat kita senantiasa terhindar dari akhlak yang tidak Karena kita bisa membedakan antara yang bernilai baik dan mana yang bernilai buruk dari perbuatan seseorang. Misalnya seorang santri yang menjauhi sifat tercela seperti tidak berbohong terhadap yang lain, tidak mencuri, tidak berjudi dan tidak melakukan hal-hal buruk lainnya. Dengan menjahui akhlak buruk tersebut kita akan bisa meningkatkan taqwa kita kepada tuhan yang maha Terciptanya ruh ukhuwah islamiyah didalam kehidupan sosial. Ukhuwah islamiyah adalah tali persaudaraan antar umat islam yang bisa terjalin dengan baik. Dengan memiliki akhlak yang baik bisa meningkatkan keakraban dan persaudaran antar umat islam dimanapun kita berada. Seperti kita berjumpa dijalan maka diantara kita akan menyapa terlebih dahulu dan kemudian akan saling menyapa. Perilaku tersebutlah yang menjadikan kita semakin erat dalam persaudaraan sesama umat agama yakni umat Rasulullah SAW. METODE Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, kehadiran peneliti sebagai instrumen utama dalam pengumpulan data. Lokasi penelitian ini bertempat di Mahad Al- Qolam MAN 2 Kota Malang. Sumber data penelitian ini adalah didapatkan dari sumber data primer yakni didapat dengan wawancara kepada kepala sekolah, kepala mahad, sebagian siswa atau santri. data sekuder didapatkan dengan memperoleh data pendukung berupa dokumen, dan sebagainya. Teknik pengmpulan data menggunakan teknik Observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Pada akhir penelitian melakukan pengecekan keabsahan data dengan menggunakan triangulasi sumber, metode dan waktu. HASIL Perencanaan Strategi Kepala Mahad dalam membentuk akhlakul karimah santri di Mahad Al- Qolam MAN 2 Kota Malang Program pengembangan akhlakul karimah santri di Mahad Al-Qolam MAN 2 Kota Malang merupakan cara untuk mengimplementasikan visi dan misi dari MAN 2 Kota Malang ini sendiri, karena sebagai tujuan dari visi misi adalah terciptanya akhalakulkarimah yang ada pada diri santri. Ada beberapa program dan kegiatan yang sudah dirancang oleh Kepala Mahad dan para stafnya. Sebelum terlaksananya program mahad yang akan dilakukan selama satu tahun kedepan dilakukan proses perencanaan. Setelah terjadinya perencanaan atau yang disebut dengan rapat kerja pada awal tahun pertama mata pelajaran dimulai akan menghasilkan berbagai kegiatan yang dapat STRATEGI KEPALA MAHAD DALAM MEMBENTUK AKHLAKUL KARIMAH SANTRI DI MAHAD AL-QOLAM Muhammad Rofiudin dijalankan oleh seluruh warga mahad. Ada beberapa perencanaan yang dilakukan oleh pengurus mahad seperti: Rapat Kerja Madrasah Seperti yang dikatakan oleh bapak Sukardi mengenai penyusunan rencana yang akan dilakukan untuk membentuk sebuah rapat. Rapat kerja ini dilakukan oleh seluruh elemen madrasah dan dipimpin langsung oleh kepala madrasah dan para wakil kepala madrasah, terutama waka kurikulum yang terkhusus menyusun strategi atas pembelajaran yang dilakukan untuk empat tahun kedepan. Menurut kepala Madrasah Ciri-Ciri Rapat Kerja (RAKER) yang baik dalam penyusunan program-program madrasah yaitu: Terintegrasi, yakni mencakup perencanaan keseluruhan program yang akan dilaksanakan oleh Madrasah. Multi-tahun, yaitu mencakup periode empat tahun. Dimutakhirkan, artinya setiap tahun terus diperbaharui sesuai dengan perkembangan terakhir. Multi-sumber, yaitu mengindikasikan jumlah dan sumber dana masing-msing Masalnya dari bantuan orang tua murid. APBD Kabupaten/Kota. APBD Propinsi APBN dan sumbangan dari Masyarakat atau sumber lainnya. Penyusunan Program Kerja MaAohad Analisis kebutuhan dapat mempengaruhi pemrograman dalam rencana ini, karena semua tim akan melihat dan memberikan evaluasi terhadap program-program yang telah ada sebelumnya. Berguna untuk memberikan yang terbaik dalam waktu kedepannya. Berikut adalah alur dalam kegiatan Penyusunan Program Kerja Mahad: Persiapan. Sebelum Penyusunan Program Kerja Mahad dilakukan. Kepala Mahad & Jajaran staf mahad membentuk Tim Perumus RAKER yang disebut Kelompok Kerja Rapat Kerja. KKRAKER beranggotakan 4 orang yang terdiri dari unsur: Kepala Mahad. Sekretaris Mahad. Bendahara Mahad. Ketua Bidang, dan Koordinator Bidang. Penyusunan Program Kerja Mahad dilakukan melalui 4 tahap, yaitu . identifikasitantangan, . analisis pemecahan tantangan, . penyusunan program, . penyusunan rencana biaya dan pendanaan. Implementasi Strategi Kepala Mahad dalam membentuk akhlakul karimah santri di Mahad Al- Qolam MAN 2 Kota Malang Strategi pelaksanaan adalah wujud nyata dari strategi yang telah dirumuskan. Hal tesebut dilakukan melalui tindakan pelaksanaan dan pengembangan program. Mengacu pada teori Lickona yakni mengenai pembentukan karakter dan nilai yang inti terbagi menjadi tiga bagian, yakni Moral Knowing. Moral Feeling, dan Moral Action. Sub pokok inti dari moral knowing yaitu . moral awerness atau kesadaran moral, . knowing moral values atau mengetahui nilai-nilai moral, . perspektive taking atau sudut pandang perspektif, . moral reasoning atau . decision making . self knowledge atau pengetahuan diri. Sub pokok moral feeling yaitu . considience atau nurani . self esteem atau percaya diri . empathy atau merasakan penderitaan orang lain, . loving the good atau mencintai kebenaran, . self control atau mampu mengontrol diri, dan . humality atau kerendahan hati. Sub pokok moral action yaitu . competence atau kompetensi . will atau keinginan, . habit atau kebiasaan. Sholat Berjamaah Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. Sholat berjamaah merupakan kegiatan wajib yang ada di mahad al-qolam. Bagi setiap santri diharuskan untuk mengikuti kegiatan ini selama tidak ada halangan. Sholat lima waktu ini dikoordinir pengasuh mahad dan juga takmir yang ada di masjid. Seperti yang kita ketahui sholat dapat meningkatkan iman dan takwa kita kepada tuhan, maka santrisantri diwajibkan untuk selalu melaksanakan sholat. Taklim Malam dan Taklim Subuh Setiap santri MaAohad Al Qalam harus memiliki syakhshiyah islamiyah . epribadian Isla. yang mantap sebagai bentuk implementasi ilmu yang dipelajari dan dikuasainya. Untuk itu ia dituntut untuk menghiasi dirinya dengan akhlak yang mulia dan menjauhi akhlak yang tercela. Kultum Kultum adalah sebuah kegiatan untuk menyampaikan sesuatu di depan khayalak, biasanya berkenaan dengan nasihat agama Islam yang durasinya tak lebih dari tujuh menit. Saat bulan Ramadan, kegiatan kultum kian banyak, misalnya untuk ngabuburit alias menunggu waktu buka puasa tiba, menjelang salat tarawih, hingga mengisi waktu pasca salat subuh. Pada ranah kerahmatan kultum merupakan upaya mengaktualisasikan Islam sebagai rahmat bagi semua manusia. Tutorial dan Belajar Terbimbing Pada kegiatan ini santri diberikan bekal untuk membiasakan belajar dengan teratur dan konsisten. Tutorial dan belajar terbimbing merupakan konsep belajar dengan arah pendampingan oleh pengajar, jadi santri yang sedang melakukan pembelajaran tidak dalam Kegiatan Keolahragaan (Riyadha. dan Kerja Bakti (Tanzhi. Kegiatan Keolahragaan (Riyadha. dan Kerja Bakti (Tanzhi. merupakan kegiatan mingguan yang dilaksanakan di mahad al-qolam. Kegiatan ini dikoordinir oleh pengasuh mahad masing-masing dan kegiatan olahraga dan kerja bakti ini dilaksanakan setiap hari Minggu. Evaluasi Strategi Kepala Mahad dalam membentuk akhlakul karimah santri di Mahad AlQolam MAN 2 Kota Malang Strategi evaluasi merupakan suatu langkah pengendalian untuk memastikan bahwa dalam melaksanakan suatu program yang telah dirumuskan sudah sesuai, atau untuk memastikan apakah tujuan organisasi sudah tercapai. Dalam tahap evaluasi sebuah lembaga perlu membandingkan antara perencanaan, pelaksanaan dan hasil yang telah dicapai untuk memberikan umpan balik atau tindakan perbaikan. Evaluasi ini dilakukan selain untuk melihat apakah program yang sudah ditetapkan dapat dilaksanakan secara maksimal atau belum, serta melihat seberapa evektifnya program yang telah ditetapkan untuk meningkatakan mutu santri di Mahad MAN 2 Kota Malang. peneliti dapat mengambil kesimpulan sementara bahwa dalam strategi evaluasi maAohad menerapkan tahap, yaitu: . Laporan Pendidikan, dan . Rapat Evaluasi Diri Mahad. Laporan Pendidikan Laporan pendidikan digunakan untuk mengetahui bagaimana santri mencapai sebuah kegiatan di mahad. Laporan ini dapat di munculkan setelah santri mengikuti beberapa ujian yakni ujian tengah semester dan ujian akhir semester. Dilihat dari evaluasi pembelajaran tersebut bisa menjadikan patokan untuk kegiatan kedepannya agar bisa lebih baik. STRATEGI KEPALA MAHAD DALAM MEMBENTUK AKHLAKUL KARIMAH SANTRI DI MAHAD AL-QOLAM Muhammad Rofiudin Rapat Evaluasi dari MaAohad Ustaz Taufiq selaku Kepala di Mahad MAN 2 Kota Malang menerapkan rapat Evaluasi Diri Mahad dilaksanakan pada akhir semester. rapat ini akan mengevaluasi semua kegiatan, termasuk laporan-laporan mengenai hasil kegiatan, laporan keuangan, kendala- kendala dan lainnya. PEMBAHASAN Perencanaan Strategi Kepala Mahad dalam membentuk akhlakul karimah santri di Mahad Al- Qolam MAN 2 Kota Malang Berdasarkan penelitian yang telah peneliti lakukan baik bersumber dari data hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi, maka ditemukan bahwa perencanaan dalam membuat sebuah program akan dipimpin oleh seorang kepala, disini kepala madrasah sebagai tonggak utama dalam menjalankan seluruh aspek kegiatan di MAN 2 Kota Malang ini, kemudian kepala mahad sebagai penggerak kegiatan yang berada di mahad Al-Qolam Dari hasil penelitian yang sesuai dengan teori perencanaan yakni mengenai cara pelaksanaan perencaan oleh kepala MAN 2 Kota Malang: Mengidentifikasi masalah terlebih dahulu, dilakukan sebelum menentukan program pengembangan agar mengetahui berita atau isue di lembaga pendidikan. Menentukan kebutuhan yang ditentukan berdasarkan skala kebutuhan Menentukan tujuan pengembangan, yang disesuaikan dengan kebutuhan guru. Penentuan sasaran, bertujuan untuk memberikan ukuran atau porsi yang tepat dan objek yang tepat pula. Penentuan program, ketepatan pemilihan program untuk mendapatkan hasil yang Pelaksanaan program, program dilaksanakan sesuai dengan perencanaan yang telah disusun Evaluasi program, dilaksanakan diakhir program atau kegiatan untuk mengetahui dampak atau manfaat dari program yang telah diberikan dan sebagai bahan untuk perbaikan dimasa mendatang. Hal diatas sesuai dengan pendapat Prof Dr. Sondang P. Siagian yang mengatakan untuk meningkatkan kemampuan para pegawai diperlukannya langkah pengembangan yaitu meliputi penentuan kebutuhan, penentuan sasaran, penetapan isi program, identifikasi prinsip-prinsip belajar, pelaksanaan program, identifikasi manfaat, dan penilaian pelaksanaan program. Dari ketujuh tahapan atau langkah tersebut yang sama ada 4 langkah yang sama yaitu penentuan kebutuhan, penentuan sasaran, penetapan isi program, pelaksanaan program, penilaian pelaksanaan program. Implementasi Strategi Kepala Mahad dalam membentuk akhlakul karimah santri di Mahad Al- Qolam MAN 2 Kota Malang Pelaksanaan merupakan aktifitas atau usaha-usaha yang dilaksanakan untuk melaksanakan semua rencana dan kebijakan yang telah dirumuskan dan ditetapkan dengan dilengkapi segala kebutuhan, alat-alat yang diperlukan, siapa yang melaksanakan, dimana tempat pelaksanaannya mulai, dan bagaimana cara yang harus dilaksanakan, suatu proses rangkaian kegiatan tindak lanjut setelah program atau kebijakan ditetapkan yang terdiri atas Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. pengambilan keputusan, langkah yang straetgis maupun operasional atau kebijakan menjadi kenyataan guna mencapai sasaran dari program yang telah ditetapkan. Seperti yang telah dilaksanakan oleh kepala mahad yang dapat melaksanakan program- program dengan baik untuk memenuhi apa saja yang diperlukan demi terwujudnya visi dan misi madrasah yakni memngembangkan akhlakulkarimah. Berikut ini adalah bentuk dari hasil kegiatan dalam membentuk sebuah akhlakul karimah santri: No. Jenis Kegiatan Penanaman Akhllakul Karimah Sholat Berjamaah Taklim Malam taklim subuh Kultum Tutorial dan Keolahragaan (Riyadha. dan Kerja Bakti (Tanzhi. C Menjadikan santri lebih disiplin waktu C Saling mengingatkan sholat menjadi kebaikan dalam diri sendiri C Menjalin silaturahmi antar santri di mahad C Bertanggungjawab terhadapt sholat yang mereka kerjakan C Terbiasa dengan sholat berjamaah lima C Meningkatkan keinginan dalam belajar C Menghargai ustaz yang mengajar di kelas C Lebih disiplin dalam mengikuti kegiatan C Mengagungkan orang yang mau belajar ilmu agama C Disiplin dalam memanajemen waktu C Merencanakan materi dengan baik dan C Melatih keperayaan diri santri C Menghargai waktu C Bertanggungjawab atas apa dibawakan pada materi kultum C Tidak telat masuk dan mengikuti kegitan, lebih disiplin waktu C Memperhatikan adab dalam bertanya dan C Terjadi proses berdiskusi yang baik C Menghormati dan menghargai pendapat orang lain C Dapat bekerjasama dalam pembelajaran yang diberikan C Mempunyai melaksanakan kegiatan berolahraga C Menjadi pemimpin dalam melakukan kerja bakti C Menerapkan sikap cinta kebersihan C Mengerti dan menerapkan arti gotong royong dalam kerjabakti Evaluasi Strategi Kepala Mahad dalam membentuk akhlakul karimah santri di Mahad AlQolam MAN 2 Kota Malang STRATEGI KEPALA MAHAD DALAM MEMBENTUK AKHLAKUL KARIMAH SANTRI DI MAHAD AL-QOLAM Muhammad Rofiudin Strategi evaluasi yang diterapkan oleh Mahad MAN 2 Kota Malang adalah melakukan koordinasi disetiap kegiatan yang akan dilaksanakan, mengevaluasi perkembangan santri melalui kegiatan monitoring, melakukan laporan pertanggung jawaban setiap program atau kegiatan, melakukan laporan pendidikan hasil kegiatan ketaAoliman santri, melakukan evaluasi secara menyeluruh setiap kegiatan diakhir semester. Evaluasi ini dilakukan selain untuk melihat apakah program yang sudah ditetapkan dapat dilaksanakan secara maksimal atau belum, serta melihat seberapa evektifnya program yang telah ditetapkan untuk meningkatakan mutu santri di Mahad MAN 2 Kota Malang. peneliti dapat mengambil kesimpulan sementara bahwa dalam strategi evaluasi maAohad menerapkan tahap, yaitu: Laporan Pendidikan Laporan pendidikan digunakan untuk mengetahui bagaimana santri mencapai sebuah kegiatan di mahad. Laporan ini dapat di munculkan setelah santri mengikuti beberapa ujian yakni ujian tengah semester dan ujian akhir semester. Dilihat dari evaluasi pembelajaran tersebut bisa menjadikan patokan untuk kegiatan kedepannya agar bisa lebih baik. Ujian Akhir Semester Ganjil merupakan kegiatan yang wajib dilakasanakan pada akhir semester ganjil sebagai evaluasi pembelajaran yang sudah dilaksanakan. Evaluasi ini sangat penting dilaksanakan oleh santri guna mengetahui dan mengukur kemampuan santri dalam memahami materi taAolim yang telah diajarkan oleh dewan asatidz dan asatidzah. Laporan pendidikan merupakan kegiatan berkala yang menjadi kewajiban bagi Mahad Al- Qolam MAN 2 Kota Malang untuk mengetahui kemajuan santri dalam kegiatan ketaAoliman. Laporan pendidikan dilaksanakan melalui kegiatan penerimaan nilai UTS (Ujian Tengah Semeste. dan nilai UAS (Ujian Akhir Semeste. Setiap santri akan menerima Raport Hasil Pembelajaran dari Pusat. Rapat Evaluasi dari MaAohad Evaluasi Diri Mahad merupakan kegiatan yang diadakan oleh pihak mahad al-qolam secara wajib pada akhir periode pembelajaran. Strategi evaluasi merupakan suatu langkah pengendalian untuk memastikan bahwa dalam melaksanakan suatu program yang telah dirumuskan sudah sesuai, atau untuk memastikan apakah tujuan organisasi sudah tercapai. Dalam tahap evaluasi sebuah lembaga perlu membandingkan antara perencanaan, pelaksanaan dan hasil yang telah dicapai untuk memberikan umpan balik atau tindakan REFERENSI Abdullah. Yatimin. Studi Akhlak dalam Perspektif Al-Qur`an. Jakarta: Amzah Abuddin Nata. Akhlak Tasawuf. Jakarta: Raja Grafindo. Afif. Faisal. Strategi Menurut Para Ahli. Bandung: Angkasa. Ahmad Juntika Nurihsan. Strategi Layanan Bimbingan dan Konseling. Bandung: Refika Aditama Asmaran. Pengantar Studi Akhlak. Jakarta: CV Rajawali Departemen Agama RI. Pedoman Kegiatan Pengembangan Diri Untuk Madrasah. Jakarta: Dirjen Kelembagaan Agama Islam. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka