Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2023, pp. 051 Ae 059 EDUKASI PENGGUNAAN PESTISIDA YANG AMAN DAN SEHAT PADA PETANI DI NAGARI ALAHAN PANJANG KECAMATAN LEMBAH GUMANTI KABUPATEN SOLOK Friska Eka Fitria1. Armein Lusi Zeswita2. Yeni Herlina3. Wenny Murdina Asih4. Gustina Indriati5. Dina Waldani6 1-6Program Studi Di Hiperkes dan Keselamatan Kerja. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia E-mail korespondensi: friskaekafitria@gmail. Article History: Received: 15 Juni 2023 Revised: 19 Juni 2023 Accepted: 28 Juni 2023 Abstrak: Latar Belakang: Pestisida adalah zat kimia atau bahan lainnya yang dipakai untuk mematikan hama. Masuknya pestisida ke dalam tubuh dapat menyebabkan dampak serius bagi kesehatan manusia baik pada orang yang kontak dengan pestisida maupun orang yang berada pada lingkungan di mana pestisida sedang digunakan. Untuk mengatasi hal diatas, diperlukan upaya peningkatan kesehatan masyarakat melalui edukasi kesehatan. Metode: Kegiatan pengabdian dilakukan di daerah pertanian Nagari Alahan Panjang Kecamatan Lembah Gumati Kabupaten Solok Pada bulan Maret s/d April 2023 terhadap 33 orang Petani. Metode yang akan digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah ceramah atau penyuluhan, diskusi, praktek langsung dan evaluasi dengan materi praktik penggunaan pstisida yang aman dan sehat. Utuk melihat perbedaan skor petani sebelum dan sesudah kegiatan intervensi menggunakan Uji Paired Sample t-Test. Kata Kunci: Petani Nagari Hasil: Berdasarkan Uji Paired Sample t-Test dapat dilihat Alahan Panjang. Praktik bahwa nilai p < 0,05 yang berarti ada perbedaan bermakna Penggunaan Pestisida. Edukasi antara praktik sebelum dan sesudah dilakukan intervensi edukasi pada petani. Penggunaan Pestisida Abstract: Background: Pesticides are chemicals or other substances used to kill plant disease. The entry of pesticides into the body can have a serious impact on human health, both for people who come in contact with pesticides and for people who are in the environment where pesticides are being used. overcome the above, efforts are needed to improve public health through health education. Method: Community service activities are carried out in the agricultural area of Nagari Alahan Panjang. Lembah Gumati District. Solok Regency from March to April 2023 for 33 The methods that will be used in carrying out this activity are lectures or counseling, discussions, direct practice ISSN: 2797-3239 (ONLINE) doi: https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2023, pp. 051 - 059 and evaluation with material on safe and healthy pesticide use to see differences in farmers' scores before and after intervention activities using the Paired Sample t-Test. Keywords: Progressive Result: Based on the Paired Sample t-Test, it can be seen that Muscle Relaxation, the p value <0. 05, which means there is a significant difference Hypertension. Blood Pressure between the practice before and after the educational intervention on farmers. Pendahuluan Pestisida adalah zat kimia atau bahan lainnya yang dipakai untuk mematikan hama, baik yang berupa tumbuhan, serangga, dan hewan lainnya yang berada di sekitar lingkungan kita. Manusia dalam melakukan berbagai kegiatannya hampir tidak bisa lepas dari penggunaan pestisida. Pestisida dimanfaatkan di berbagai tatanan kehidupan, mulai dari rumah tangga, perkantoran, tempat kerja, industri, dan lain sebagainya. sektor pertanian, pestisida seringkali menjadi sesuatu yang wajib (Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan RI, 2. Penggunaan pestisida pada sektor pertanian adalah suatu aktifitas yang termasuk dalam tugas pekerjaan. Berdasarkan data Kementerian Pertanian Republik Indonesia pada tahun 2016, tercatat ada 3. 247 formulasi pestisida yang digunakan untuk sektor pertanian dan kehutanan. Pestisida di satu sisi dianggap mampu mengendalikan hama dan penyakit tanaman oleh sektor pertanian, di sisi lain, penggunaan pestisida dapat mengakibatkan dampak negatif yang sangat besar, yakni pencemaran lingkungan dan gangguan pada kesehatan (Dirjen Kesmas Kemenkes RI, 2. Masuknya pestisida ke dalam tubuh dapat menyebabkan dampak serius bagi kesehatan manusia baik pada orang yang kontak dengan pestisida maupun orang yang berada pada lingkungan di mana pestisida sedang digunakan atau tempat di mana residu pestisida masih dapat terukur. Dampak yang ditimbulkan pestisida dapat berupa akut maupun kronis. Dampak akut merupakan dampak yang muncul secara langsung atau satu-dua hari setelah terpapar pestisida. Dampak yang ditimbulkan yaitu: . Keracunan ringan. letih, lemah, limbung, mual, pandangan kabur, . Keracunan nyeri kepala, berkeringat, berair mata, mengeluarkan air liur, muntah, pandangan kabur, kedutan otot, . Keracunan berat. kejang perut, buang air, diare, tremor . otot, berjalan sempoyongan, penyempitan pupil mata, hipotensi . ekanan darah yang renda. , denyut jantung lambat, gangguan pernapasan. Dampak kronis terjadi bila efek-efek keracunan pada kesehatan membutuhkan waktu untuk berkembang sehingga dapat muncul setelah berbulan-bulan dan bertahun-tahun setelah terpapar pestisida, diantaranya gangguan fungsi pernapasan misalnya bronchitis, gangguan pada sistem imun . ekebalan tubu. , gangguan terhadap sistem endokrin, pestisida juga diketahui memiliki hubungan kuat dengan terjadinya penyakit alzeimer, parkinson, gangguan ginjal dan hati, gangguan sistem saraf pusat dan tepi, kanker, serta penyakit-penyakit lainnya (Gusti&Desnizar,2. Pestisida bisa masuk kedalam tubuh manusia melalui 3 cara, yaitu: . Inhalation . yang mana masuknya pestisida melalui pernapasan dikarenakan terhirupnya zat kimia berupa uap, debu atau asap yang terbawa udara dan terhirup ISSN: 2797-3239 (ONLINE) doi: https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2023, pp. 051 - 059 saluran pernapasan. Penyebabnya sebagai contoh yaitu teknik penyemprotan pestisida yang dilakukan dengan tidak tepat . isalnya tidak memperhatikan arah angi. , . Skin absorption . enyerapan kuli. yang mana masuknya pestisida apabila terkena zat ini. Kondisi lingkungan kerja yang panas lebih meningkatkan risiko karena panas mengakibatkan pori- pori kulit lebih melebar/ terbuka sehingga zat kimia dalam pestisida mudah masuk ke dalam kulit, . Ingestion . dapat terjadi karena praktek hygiene yang buruk serta kekuranghati-hatian dalam bekerja (Sanchez-Santed et al, 2. Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Program Lingkungan Persatuan Bangsa-Bangsa (UNEP) menyebutkan, 1-5 juta kasus keracunan pestisida terjadi pada pekerja yang bekerja di sektor pertanian dengan tingkat kematian 000 korban jiwa. Penggunaan pestisida yang cukup tinggi terdapat pada negara berkembang seperti di Asia. Afrika. Amerika Tengah dan Amerika Latin. Negaranegara berkembang menggunakan 80% dari total pengunaan pestisida di seluruh dunia dengan penyumbang angka kematian akibat pestisida 99% dialami oleh wilayah tersebut (Yadaf dan Devi, 2. Data keracunan pestisida yang diperoleh dari American Medical Association, the Council of State and Territorial Epidemiologists. National Institute Ocuupational Safety and Health (NIOSH) menunjukkan adanya peningkatan trend keracunan pestisida di 12 negara bagian Amerika Serikat pada tahun 2007-2011. Keracunan tersebut terjadi akibat paparan yang kuat serta penggunaan pestisida yang berlebihan dan tidak tepat (State G, et al. , 2. Sebanyak 12. 000 kematian pertahun dilaporkan akibat penggunaan pestisida di Indonesia (Ummah, 2. Data pemeriksaan sampel kolinestrase darah pada petani di Brebes, dari 11 kecamatan dengan jumlah petani yang diperiksa sebanyak 457 orang, 25% mengalami keracunan ringan dan 4. 08% mengalami keracunan sedang (Mahmudah, 2. Hasil pemeriksaan kadar kolinesterase responden di Desa Sumberejo Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo mayoritas mengalami keracunan ringan dengan nilai 5100 U/L - 11700 U/L sebanyak 36 orang . %) sedangkan normal dengan nilai >11700 U/L sebanyak 4 orang . %) (Rianti&Sudiadnyana, 2. Berdasarkan hasil survey tentang permasalahan dalam penggunaan pestisida di sektor pertanian adalah sebagai berikut: . penggunaan pestisida yang berlebihan, . mencampur beberapa jenis pestisida secara sembarangan, . penyebutan pestisida sebagai AuobatAy, . tidak memperhatikan arah angin ketika menyemprot pestisida, . tidak menggunakan APD saat kontak dengan pestisida, . rendahnya pemeliharaan peralatan pestisida seperti tidak mencuci peralatan yang ada setelah menggunakan pestisida . kurangnya pengetahuan, informasi dan pelatihan di kalangan petani pada pemilihan, pencampuran dan penanganan pestisida yang tepat, . kurangnya pengetahuan dan informasi di kalangan petani, terutama petani perempuan pada pestisida secara umum dan khusus mengenai dampak kesehatan dalam jangka panjang, . sulitnya menginterpretasi label produk pestisida, . kebersihan pribadi yang buruk kaitannya dengan penggunaan pestisida, . penyimpanan dan praktik pembuangan limbah pestisida yang buruk, . tingginya paparan pestisida di kalangan petani perempuan, bahkan selama kehamilan (Dirjen Kesmas Kemenkes RI, 2. ISSN: 2797-3239 (ONLINE) doi: https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2023, pp. 051 - 059 Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya permasalahan penggunaan pestisida pada sektor pertanian diatas yaitu: . kurangnya pengetahuan tentang pestisida: beberapa orang mungkin tidak memahami cara yang tepat untuk menggunakan pestisida, termasuk dosis dan waktu aplikasi yang tepat. Hal ini dapat menyebabkan penggunaan pestisida yang berlebihan atau tidak efektif, yang dapat merusak lingkungan dan kesehatan manusia, . kurangnya pengawasan dan pelatihan: beberapa petani atau pengguna pestisida mungkin tidak mendapatkan pelatihan yang memadai dalam penggunaan pestisida yang aman dan efektif. Kurangnya pengawasan dari pihak berwenang juga dapat menyebabkan penggunaan pestisida yang tidak terkendali (Marlina&Ardi, 2. Kurangnya pengetahuan petani tentang penggunaan pestisida yang aman dan sehat dapat disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya: . Kurangnya akses terhadap informasi seperti internet atau televisi, atau karena minimnya sumber daya untuk mendapatkan pelatihan tentang penggunaan pestisida yang aman, . Kurangnya pendidikan formal: Keterbatasan tingkat pendidikan para pekerja sektor pertanian, menyebabkan kurangnya pengetahuan dan kesadaran serta perilaku para petani dalam memahami dampak dan bahaya penggunaan pestisida secara aman dan sehat. Sehingga petani belum dapat melaksanakan penggunaan pestisida dengan prosedur kerja yang baik dan aman . Kurangnya pelatihan: minimnya sumber daya yang tersedia untuk menyediakan pelatihan, atau karena kurangnya kesadaran tentang pentingnya pelatihan tentang penggunaan pestisida yang aman, . Mitos dan kepercayaan yang salah: Beberapa petani mungkin memiliki mitos atau kepercayaan yang salah tentang penggunaan pestisida. Misalnya, beberapa petani mungkin percaya bahwa semakin banyak pestisida yang digunakan, semakin efektif mengatasi hama dan serangga pada tanaman (Rahmah&Nabila, 2. Untuk mengatasi hal diatas, diperlukan upaya peningkatan kesehatan masyarakat melalui edukasi kesehatan, yang mana edukasi kesehatan berfokus pada pembangunan kapasitas individu melalui upaya persuasi atau pembelajaran agar melakukan tindakantindakan untuk memelihara, dan meningkatkan taraf kesehatannya dengan cara menyampaikan materi tentang kesehatan yang bertujuan untuk mengubah perilaku sasaran (Denny&Setyaningsih,2. Provinsi Sumatera Barat adalah salah satu penghasil sayuran nomor 10 di Indonesia. Hampir seluruh masyarakat di Sumatera Barat bekerja sebagai petani. Daerah agraris penghasil sayur paling banyak di Sumatera Barat terletak di Kabupaten Solok. Kabupaten Solok dengan luas 3. 875 km2 sebagian besar merupakan lahan Berdasarkan survey awal yang dilakukan kepada 5 orang petani di Nagari Alahan Panjang Kecamatan Lembah Gumati Kabupaten Solok didapatkan informasi bahwa: petani sering mengeluh pusing dan mual setelah mengaplikasikan pestisida, keluhan yang dirasakan petani ketika datang pelayanan kesehatan hanya dianggap sebagai penyakit biasa. Petani tidak menerapkan perilaku yang aman dan sehat dalam mengaplikasikan pestisida. ISSN: 2797-3239 (ONLINE) doi: https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2023, pp. 051 - 059 Metode Pelaksanaan Kegiatan pengabdian dilakukan di daerah pertanian Nagari Alahan Panjang Kecamatan Lembah Gumati Kabupaten Solok Pada bulan Maret s/d April 2023 terhadap 33 orang Petani. Metode yang akan digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah ceramah atau penyuluhan, diskusi, praktek langsung dan evaluasi dengan materi praktik penggunaan Pestisida yang aman dan sehat. Sebelum pelaksanaan kegiatan terlebih dahulu dilaksanakan pre-test selama 45 menit dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari 21 pertanyaan tentang praktik penggunaan pestisida. Setelah itu baru diberikan intervensi edukasi kepada Petani dengan menggunakan metode pelatihan melalui curah pendapat, ceramah, diskusi dan tanya jawab tentang cara penggunaan pestisida secara aman dan sehat dengan menggunakan media buku saku yang disampaikan oleh tim Dosen, kemudian para petani diberi kesempatan untuk mempelajari sendiri dan berdiskusi. Penyampaian materi tentang penggunaan pestisida secara aman dan sehat meliputi: pembelian pestisida, membaca label produk pestisida, pengangkutan dan penyimpanan pestisida, saat komponen sprayer tersumbat, pencampuran pestisida, penggunaan pestisida, penggunaan APD, tata laksana sisa pestisida. Tahap selanjutnya adalah pelaksanaan evaluasi . anya jawa. yang dilakukan oleh fasilitator terkait pemahaman petani tentang materi yang telah disampaikan. Selanjutnya, dilakukan post-test untuk mengukur perkembangan capaian pengetahuan, sikap, dan praktik penggunaan pestisida setelah pelaksanaan intervensi edukasi. Pelaksanaan post-test dilakukan 1 . bulan kepada 33 orang petani setelah mengikuti kegiatan pemberian edukasi. Analisis data untuk melihat perbedaan skor petani sebelum dan sesudah kegiatan intervensi menggunakan Uji Paired Sample t-Test terhadap 33 orang petani. Berikut tahapan kegiatan pengabdian seperti pada diagram dibawah ini: Tahapan Persiapan Tahapan Pelaksanaan Tahapan Evaluasi A Persiapan pelaksanan dimulai dengan survei lokasi ke Nagari Alahan Panjang Kecamatan Lembah Gumati Kabupaten Solok A Mengirim surat perizinan kegiatan ke Nagari Alahan Panjang Kecamatan Lembah Gumati Kabupaten Solok A Persiapan sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam penyuluhan A Menentukan dan mempersiapkan materi yang akan disampaikan dalam kegitan pengabdian masyarakat A Pelaksanaan kegiatan Pre-test A Penyajian materi penyuluhan mengenai edukasi penggunaan pestisida yang aman dan sehat bagi kepada peserta penyuluhan. A Menyajikan solusi dan alternatif dalam penanganan dampak pestisida bagi petani A Membuka sesi diskusi antara masyarakat yang hadir dengan pemateri. A Memberikan umpan balik sebagai evaluasi untuk mengetahui pemahaman warga terhadap materi penyuluhan yang disampaikan pemateri. APelaksanaan kegiatan Post-test ATimbulnya kesadaran petani mempraktikkan perilaku penggunaan pestisida yang aman dan ALuran dalam pengabdian ini adalah tim akan membuat artikel untuk diterbitkan sebagai jurnal Gambar 1. Tahapan Kegiatan Pengabdian kepada Petani di Nagari Alahan Panjang ISSN: 2797-3239 (ONLINE) doi: https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2023, pp. 051 - 059 Hasil Tim pengusul bersama mitra saling berkoordinasi dan memiliki peran serta fungsi masing Ae masing. Tahapan yang dilakukan tim pengusul antara lain: Tahap Persiapan Proses persiapan dilakukan sejak awal bulan Februari 2023 melalui koordinasi antara tim pengusul bersama mitra yaitu petugas penyuluh lapangan pertanian di Nagari Alahan Panjang. Pada tahap ini ketua tim pengusul membuat surat tugas dan surat izin ke Kesbangpol Kabupaten Solok serta melakukan koordinasi internal. Tim pengabdi terdiri atas 6 dosen Program Studi Di Hiperkes dan Keselamatan Kerja Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia. Tahap persiapan oleh tim pengabdi dilakukan melalui koordinasi internal tim. Proses koordinasi internal tim dilakukan beberapa kali dimana fokus kegiatan adalah pada pembagian jobdescription masing- masing anggota, pembahasan teknis kegiatan serta diskusi terkait media yang akan digunakan (LCD. PPT Materi, dan Buku Sak. Tahap Pelaksanaan Tahapan pelaksanaan kegiatan Pengabdian dimulai dengan memberikan Pre-Test untuk mengukur praktik penggunaan Pestisida kepada 33 petani di Nagari Alahan Panjang sebelum diberikan intervensi. Kegiatan Pre-Test ini dilakukan pada tanggal 2 Maret 2023. Kegiatan Pre-Test dilakukan dengan cara membagikan kuesioner sebanyak 21 pertanyaan tentang pembelian pestisida, membaca label produk pestisida, pengangkutan dan penyimpanan pestisida, saat komponen sprayer tersumbat, pencampuran pestisida, penggunaan pestisida, penggunaan APD, tata laksana sisa pestisida. Pada hari yang sama diberikan intervensi kepada petani dengan cara curah pendapat, ceramah, diskusi dan tanya jawab tentang cara penggunaan pestisida secara aman dan sehat dengan menggunakan media buku saku. Gambar 2. Dokumentasi Kegiatan Pengabdian Kepada Petani di Nagari Alahan Panjang Tahap Evaluasi Dari hasil evaluasi, didapatkan hasil sebelum pelaksanaan intervensi pemberian edukasi sebagai berikut: ISSN: 2797-3239 (ONLINE) doi: https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2023, pp. 051 - 059 Tabel 1. Distribusi dan Frekuensi Praktek Penggunaan Pestisida Sebelum diberikan Intervensi Kategori Baik Cukup Kurang Total Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa praktik penggunaan pestisida sebelum diberikan intervensi terhadap 33 petani di Nagari Alahan Panjang Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok paling banyak berada pada kategori cukup . %). Satu bulan setelah kegiatan pemberian edukasi, tim Dosen Hiperkes dan Keselamatan Kerja Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia kembali melakukan pengukuran praktek penggunaan pestisida kepada 33 orang petani dengan hasil pengukuran praktek penggunaan pestisida setelah intervensi sebagai berikut: Tabel 2. Distribusi dan Frekuensi Praktek Penggunaan Pestisida Setelah diberikan Intervensi Kategori Baik Cukup Kurang Total Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa setelah dilaksanakan intervensi edukasi, maka presentase petani yang memiliki praktik yang baik dalam menggunakan pestisida meningkat dari 15% menjadi 24%. Untuk melihat perbedaan skor petani sebelum dan sesudah kegiatan intervensi menggunakan Uji Paired Sample t-Test terhadap 33 orang petani, seperti pada tabel dibawah ini: Tabel 3. Perbedaan praktik penggunaan Pestisida pada petani sebelum dan setelah diberikan edukasi Praktik Penggunaan Pestisida MeanASD Pre-Test 12,15 A 2,45 Post-Test 17,36 A 1,87 P-Value 0,001 Keterangan : * Signifikan . < 0,. A Wilcoxon Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai p < 0,05 yang berarti ada perbedaan bermakna antara praktik sebelum dan sesudah dilakukan intervensi edukasi pada petani. ISSN: 2797-3239 (ONLINE) doi: https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2023, pp. 051 - 059 Diskusi Berdasarkan Uji Paired Sample t-Test terhadap 33 orang petani dapat dilihat bahwa nilai p < 0,05 yang berarti ada perbedaan bermakna antara praktik sebelum dan sesudah dilakukan intervensi edukasi pada petani. Jika dilihat dari distribusi jawaban petani terhadap pertanyaan yang ada pada kuesioner, maka perubahan skor signifikan terdapat pada pertanyaan kegiatan pencampuran pestisida dan penggunaan APD yang lengkap saat kegiatan penyemprotan pestisida. Pemahaman petani yang kurang baik akan berdampak pada pembentukan sikap dan praktik yang kurang baik dalam penggunaan pestisida. Oleh karena itu, hal pertama yang perlu dilakukan yaitu peningkatan kapasitas pengetahuan petani melalui program Pemberian program edukasi mampu meningkatkan kapasitas pengetahuan, sikap dan praktik petani secara simultan. Pelaksanaan intervensi edukasi dalam bentuk pelatihan dan pemberian buku saku kesehatan untuk berkerja aman dengan pestisida pada petani sangat penting Kesalahan pemahaman dan praktik dalam penggunaan pestisida akan memberikan dampak negatif pada petani dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, program edukasi perlu di inisiasi oleh pihak-pihak terkait. Hal tersebut sesuai dengan teori domain perilaku (The Theoritical Domain Framewor. yang menyatakan bahwa perilaku dalam hal ini berupa pengetahuan, sikap dan praktik dipengaruhi oleh proses belajar yakni mekanisme atau proses terjadinya perubahan kemampuan pada subjek belajar, di dalam proses ini terjadi pengaruh timbal balik antara berbagai factor (Fajriani dkk, 2. Kesimpulan dan Saran Hasil studi ini menunjukkan bahwa gambaran pengetahuan, sikap, dan praktik penggunaan pestisida pada petani di Nagari Alahan Panjang Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok terbukti memberikan perbedaan peningkatan skor praktik penggunaan pestisida yang bermakna dan hasilnya terdapat perubahan perilaku positif terhadap penggunaan pestisida yang aman dan sehat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa edukasi dengan menggunakan media Buku Saku Tentang Penggunaan Pestisida Secara Aman Dan Sehat dapat dikatakan bermanfaat dan dapat dijadikan bahan untuk memberikan edukasi bagi petani-petani di sekitarnya. Kami dari tim kegiatan pengabdian menyarankan kepada Dinas terkait memberikan edukasi dengan metode pemberian Buku Saku Penggunaan Pestisida secara Aman dan Sehat di wilayah-wilayah pertanian yang belum diberikan intervensi edukasi. Ucapan Terima Kasih