Pengaruh internal audit, efektivitas pengendalian internal, dan sistem informasi akuntansi terhadap pencegahan kecurangan (Studi pada karyawan Bank BUMN di Manad. Claudia Marlina Kountur Corresponding author: claudiakountur03@gmail. Sam Ratulangi University - Indonesia Herman Karamoy Sam Ratulangi University - Indonesia Hendrik Gamaliel Sam Ratulangi University - Indonesia DOI 58784/mbkk. Keywords internal audit internal control effectiveness accounting information system fraud prevention JEL Classification M41 M42 Received 2 May 2025 Revised 18 May 2025 Accepted 19 May 2025 Published 21 May 2025 ABSTRACT The study will obtain empirical evidence of the effect of internal audit, the effectiveness of internal control and accounting information systems on preventing employee fraud in state-owned banks in Manado. The research hypothesis is clear: HCA: internal audit has an effect in increasing employee fraud prevention at BUMN Banks in Manado. HCC: internal control effectiveness has an effect in increasing employee fraud prevention at BUMN Banks in Manado. HCE: accounting information systems have an effect in increasing employee fraud prevention at BUMN Banks in Manado. The research is based on two theories: fraud triangle theory and attribution theory. The population of this study was employees of state-owned banks in Manado. Eighty respondents were selected for this study, including employees from the internal audit section and the bank's operational section. The analytical tool used is multiple linear regression analysis. The results of this study are clear: internal audit, the effectiveness of internal control and accounting information systems each have an effect in increasing employee fraud prevention at BUMN Banks in Manado. A2025 Claudia Marlina Kountur. Herman Karamoy. Hendrik Gamaliel This work is licensed under a Creative Commons Attribution 0 International License. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Pendahuluan Setiap operasionalnya tidak terlepas dari risiko. Salah satu risiko yang sering kali muncul dalam perusahaan adalah tindakan kecurangan . Kecurangan merupakan tindakan penipuan yang dilakukan secara sengaja untuk menguntungkan diri sendiri atau kelompok tertentu tanpa sepengetahuan pihak yang dirugikan, baik individu, perusahaan, maupun institusi. Bentuk-bentuk kecurangan yang umum terjadi meliputi manipulasi data keuangan, penyalahgunaan aset, dan praktik korupsi. Di Indonesia, tindakan kecurangan masih sering ditemukan di berbagai perusahaan, baik milik swasta maupun Badan Usaha Milik Negara/Daerah (BUMN/BUMD). Perbankan, sebagai salah satu lembaga keuangan yang sebagian termasuk dalam kategori BUMN, juga tidak terlepas dari risiko kecurangan. Berdasarkan hasil Survei Fraud Indonesia tahun 2019, industri keuangan dan perbankan merupakan sektor yang paling banyak dirugikan akibat fraud, yaitu sebesar 41,4% (ACFE Indonesia Chapter, 2. Oleh karena itu, upaya pencegahan kecurangan di sektor perbankan menjadi sangat Tujuannya adalah untuk memberikan keyakinan yang memadai dalam hal pelaporan keuangan, efektivitas dan efisiensi operasional, serta kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang Dalam rangka pencegahan tersebut, perusahaan perlu mengoptimalkan fungsi audit internal, memperkuat sistem pengendalian internal, serta menerapkan sistem informasi akuntansi yang mendukung pengawasan terhadap aktivitas perusahaan. Menurut The Institute of Internal Auditors (IIA), audit internal berperan membantu organisasi mencapai tujuannya melalui pendekatan yang sistematis dan disiplin dalam menilai serta meningkatkan efektivitas manajemen risiko, pengendalian, dan tata kelola (Arens et al. , 2. Dengan demikian, audit internal memiliki peran penting dalam mengevaluasi sistem pengendalian internal serta memberikan rekomendasi perbaikan atas temuan kecurangan yang terjadi. Efektivitas pengendalian internal merupakan upaya strategis yang dilakukan perusahaan untuk mencegah terjadinya Kemampuan perusahaan dalam mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengelola risiko operasional merupakan indikator dari efektivitas pengendalian tersebut. Semakin efektif pengendalian internal yang diterapkan sesuai dengan standar perusahaan, maka semakin rendah kemungkinan terjadinya Peran sistem informasi akuntansi dalam perusahaan juga dapat membantu mengurangi adanya kecurangan akuntansi. Dengan adanya sistem informasi akuntansi, sehingga setiap pekerjaan yang dilakukan penggunanya dapat dipermudah serta dapat dilakukan Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. pengawasan atau otorisasi oleh pimpinan disetiap kegiatan bisnis. Berdasarkan ketiga faktor utama dalam pencegahan kecurangan serta didukung oleh temuan penelitian terdahulu, konsep ini dapat diaplikasikan dalam industri perbankan, baik swasta maupun BUMN, yang tersebar di berbagai daerah. Penelitian ini difokuskan pada bank BUMN, mengingat tingkat kepercayaan masyarakat terhadap bank BUMN cenderung lebih tinggi dibandingkan bank swasta, serta peran strategisnya dalam mengelola aset-aset negara. Bank BUMN di Sulawesi Utara tidak luput dari tindakan kecurangan sehinggaa membuat kerugian negara. Baik melakukan penyalagunaan wewenang demi keuntungan pribadi bahkan memanipulasi data keuangan sehingga membuat kegiatan operasional tidak sehat. Oleh karena itu perlu ada upaya yang efektif untuk mencegah terjadinya kecurangan pada bank BUMN di Manado. Tinjauan Fraud Triangle Theory Tuanakotta . menyatakan bahwa orang melakukan kecurangan disebabkan oleh tiga kondisi, yakni tekanan . , kesempatan . , dan rasionalisasi . Tekanan . adalah suatu dorongan dalam melakukan tindakan yang menyimpang yang terjadi pada karyawan dan manajer. Tekanan dapat muncul karena adanya kewajiban keuangan yang melebihi batas kemampuan, ketidak puasan karyawan terkait akses pengguna aktiva, kompensasi, dan jenjang karir manajemen yang tidak jelas. Kesempatan . adalah peluang yang memungkinkan kecurangan terjadi. Hal tersebut disebabkan karena lemahnya pengendalian internal dalam organisasi, kurangnya pengawasan, atau adanya penyalahgunaan wewenang. Selain itu ada Rasionalisasi . adalah tindakan oleh orang yang merasa dirinya terjebak dalam suatu keadaan buruk untuk mencari alasan pembenaran. Pelaku akan mencari alasan untuk membenarkan kejahatan untuk dirinya agar tindakan yang sudah dilakukannya dapat diterima. Oleh karena itu, dalam mencegah adanya kecurangan dalam perusahaan perlu adanya pengawasan oleh pimpinan atau orang yang berwenang yang dilakukan secara Pengawasan dapat dilakukan dengan pemantauan, pemeriksaan, penilaian dan perbaikan agar tidak terjadi kecurangan dalam pencapaian suatu tujuan yang efektif dan efisien sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Teori Atribusi (Attribution Theor. Tindakan yang dilakukan oleh seseorang disebabkan dari adanya atribut penyebab (Weiner, 1. Oleh karena itu, teori atribusi menelaah suatu proses bagaimana seseorang menafsirkan Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. suatu peristiwa, alasan atau sebab perilakunya yang dipengaruhi oleh kekuatan internal dan eksternal yang menggambarkan perilaku kepemimpinan seseorang. Perilaku seseorang dalam organisasi atau perusahaan mencerminkan perilaku pemimpin dan bawahan. Tindakan atau keputusan yang diambil oleh pemimpin atau orang yang memberikan wewenang disebabkan oleh atribut penyebab. Termasuk tindakan kecurangan dalam bidang akuntansi. Pencegahan kecurangan Kecurangan . adalah suatu perbuatan kejahatan yang bertujuan menipu satu orang atau lebih sehingga menimbulkan kerugian bagi korban dan/atau pelaku mendapatkan keuntungan (Tuanakotta, 2. Menurut Association of certified Fraud Examiner (ACFE) dalam Prasetyono et al. bentuk tindakan kecurangan terdiri atas kecurangan laporan keuangan, penyalahgunaan aset, korupsi, serta kecurangan yang berkaitan dengan komputer. Tuanakotta . menyatakan pencegahan dalam upaya penghentian terjadinya kecurangan terdiri atas kebijakan, prosedur, pelatihan, dan komunikasi. Internal audit Menurut The Institute Internal Auditors (IIA) audit internal adalah aktivitas asurans dan konsultasi yang bersifat independen dan objektif yang dirancang guna memberi nilai tambah serta meningkatkan operasi organisasi. Dengan kata lain, internal audit adalah penilaian independen yang dilakukan dalam suatu oranisasi guna menguji dan mengevaluasi kegiatan organisasi yang Peranan internal audit pada perusahaan sangat besar dalam pengendalian aktivitas perusahaan untuk pencegahan kecurangan (Mahendra, 2. Apabila internal audit dalam suatu perusahaan baik, termasuk didalamnya tingkat independensi yang tinggi, memiliki pembagian tugas yang jelas, serta karyawan yang profesional dan memiliki integritas yang tinggi maka sangat berpengaruh terhadap pencegahan kecurangan. Jadi, apabila internal audit yang dilaksanakan dalam perusahaan baik, maka karyawan cenderung takut untuk melakukan tindakan kecurangan. Pernyataan ini sesuai dengan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Firmansyah . Mahendra . dan Aditya . yang menunjukan bahwa internal audit berpengaruh positif dan signifikan terhadap pencegahan kecurangan. HCA: Internal Audit berpengaruh dalam meningkatkan pencegahan kecurangan karyawan pada bank BUMN di Manado. Efektivitas pengendalian internal Pengendalian internal adalah suatu proses yang dirancang dan dilaksanakan oleh pimpinan, manajemen, dan personil lainnya Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. untuk memastikan pencapaian tujuan organisasi melalui efektivitas dan efisiensi operasi, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset, dan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku (Zamzami et , 2. Pengendalian internal dapat dikatan efektif jika aktivitas perusahaan telah sesuai dengan unsur-unsur pengendalian internal menurut COSO (Rama dan Jones, 2. Jika pengendalian internal perusahaan berjalan baik, sesuai dengan unsur-unsur pengendalian internal yaitu lingkungan pengendalian, penilaian resiko, aktifitas pengendalian, informasi komunikasi, dan aktifitas pengawasan yang berjalan baik dan teratur maka tingkat pencegahan kecurangan semakin meningkat. Pernyataan ini sesuai dengan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Aditya . Mahendra . Adinugroho . dan Gloria . yang menunjukan bahwa efektivitas pengendalian internal berpengaruh positif dan signifikan terhadap pencegahan kecurangan. HCC: Efektivitas pengendalian internal berpengaruh dalam meningkatkan pencegahan kecurangan karyawan pada bank BUMN di Manado. Sistem informasi akuntansi Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sistem yang mengumpulkan, mencatat, menyimpan, dan memproses data untuk menghasilkan informasi bagi para pengambil keputusan. Sistem ini mencakup orang, prosedur dan instruksi, data, perangkat lunak, infrastruktur teknologi informasi, serta pengendalian internal dan langkah-langkah keamanan (Romney & Steinbart, 2. Dengan kata lain, sistem informasi akuntansi merupakan sekumpulan sumber daya mencakup manusia dan peralatan yang dirancang untuk mengubah data keuangan serta data lainnya menjadi Dengan sistem informasi akuntansi, maka setiap penggunanya dapat dipermudah serta pimpinan atau pihak yang diberi wewenang dapat melakukan pengawasan atau otorisasi disetiap kegiatan operasional perusahaan. Jadi, apabila sistem informasi akuntansi diterapkan dengan efektif maka otorisasi terhadap pencegahan kecurangan dapat meningkat. Pernyataan ini sesuai dengan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Loliyani dan Anwar . dan Ferdiani . yang menunjukan bahwa sistem informasi akuntansi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pencegahan kecurangan. HCE: Sistem Informasi Akuntansi berpengaruh dalam meningkatkan pencegahan kecurangan karyawan pada bank BUMN di Manado. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif asosiatif yang dilakukan untuk mencari pengaruh satu atau lebih variabel Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. independen dengan satu atau lebih variabel dependen. Populasi penelitian ini adalah karyawan bank BUMN di Manado yang memahami terkait dengan internal audit, efektivitas pengendalian internal dan sistem informasi akuntansi. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 80 responden dengan penentuan metode sampling menggunakan metode random sampling. Jenis data penelitian ini bersifat kuantitatif yaitu data yang berbentuk angka atau data yang diangkakan . Sumber data penelitian ini adalah data primer dalam bentuk kuesioner. Teknik pengukuran data menggunakan skala likert 5. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda sebagai instrumen penelitian, dengan persamaan regresi linear berganda sebagai berikut: Y = CAXCA CCXCC CEXCE e Keterangan: : Pencegahan Kecurangan : Konstanta CA. CC, dan CE : Koefisien Regresi XCA : Internal Audit XCC : Efektivitas Pengendalian Internal XCE : Sistem Informasi Akuntansi : Error Hasil dan Tabel 1. Uji statistik deskriptif Internal Audit (X. Efektivitas Pengendalian Internal (X. System Informasi Akuntansi (X. Pencegahan Kecurangan (Y) Valid N . Sumber: Data olahan, 2025 Descriptive Statistics Minimum Maximum Mean Std. Deviation Berdasarkan tabel 1 variabel internal audit dari 80 responden mempunyai skor terendah . sebesar 20, skor tertinggi . 25, rata-rata . 23,85 dan standar deviasi sebesar 1,714. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa internal audit di Bank BUMN di Manado sudah baik. Kemudian untuk variabel efektivitas pengendalian internal, dapat diketahui dari 80 responden mempunyai skor terendah . sebesar 47, skor tertinggi . 60, rata-rata . sebesar 56,20 dan standar deviasi 4,678. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan efektivitas pengendalian internal di Bank BUMN di Manado sudah Selanjutnya untuk variabel sistem informasi akuntansi, dapat Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. diketahui dari 80 responden mempunyai skor terendah . sebesar 28, skor tertinggi . 40, rata-rata . sebesar 35,01, dan standar deviasi 3,630. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan sistem informasi akuntansi di Bank BUMN di Manado sudah baik. Terakhir untuk variabel pencegahan kecurangan, dapat diketahui dari 80 responden mempunyai skor terendah . sebesar 23, skor tertinggi . 30, rata-rata . sebesar 26,03 dan standar deviasi 2,105. Dapat disimpulkan bahwa dengan adanya internal audit, efektivitas pengendalian internal dan sistem informasi akuntansi yang baik maka pencegahan kecurangan karyawan pada Bank BUMN di Manado sudah baik. Tabel 2. Uji analisis regresi linear berganda Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta Model (Constan. Internal Audit (X. Efektivitas Pengendalian Internal (X. Sistem Informasi Akuntansi (X. Dependent Variable: Pencegahan Kecurangan (Y) Dependent Variable: Pencegahan Kecurangan (Y) Sumber: Data olahan, 2025 Sig. Berdasarkan tabel 2, dapat dibentuk persamaan regresi linear berganda untuk penelitian ini, yaitu: Y = 1,643 0,114X1 0,055X2 0,531X3 e Konstanta () Nilai koefisien konstanta sebesar 1,643 artinya jika variabel internal audit (XCA), efektivitas pengendalian internal (XCC) dan sistem informasi akuntansi (XCE) adalah 0, maka pencegahan kecurangan (Y) yang terjadi sebesar 1,643 dengan satuan skor. Internal Audit Nilai koefisien internal audit (XCA) sebesar 0,114 dengan satuan skor yang berarti apabila variabel internal audit mengalami kenaikan sebesar 1% maka pencegahan kecurangan akan bertambah sebesar 0,114 satuan skor dengan asumsi variabel independen lain dalam keadaan konstan. Hasil regresi menunjukkan kenaikan pengaruh positif internal audit terhadap pencegahan kecurangan karena semakin kuat dan independen fungsi internal audit dalam mengawasi dan mengevaluasi, semakin besar kemungkinan potensi kecurangan terdeteksi dan Efektivitas Pengendalian Internal Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Nilai koefisien efektivitas pengendalian internal (XCC) sebesar 0,055 dengan satuan skor yang berarti apabila variabel efektivitas pengendalian internal mengalami kenaikan sebesar 1% maka pencegahan kecurangan akan bertambah sebesar 0,055 satuan skor dengan asumsi variabel independen lain dalam keadaan konstan. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan kenaikan pengaruh positif variabel efektivitas pengendalian internal terhadap pencegahan kecurangan karena semakin efektif pengendalian internal suatu organisasi dalam mendeteksi, mencegah, dan mengoreksi potensi kecurangan, maka semakin rendah kemungkinan terjadinya kecurangan. Pengendalian yang kuat menciptakan hambatan dan mengurangi peluang bagi tindakan curang Sistem Informasi Akuntansi Nilai koefisien sistem informasi akuntansi (XCE) sebesar 0,531 dengan satuan skor yang berarti apabila variabel sistem informasi akuntansi mengalami kenaikan sebesar 1% maka pencegahan kecurangan akan bertambah sebesar 0,531 satuan skor dengan asumsi variabel independen lain dalam keadaan Hasil regresi menunjukkan kenaikan pengaruh positif sistem informasi akuntansi terhadap pencegahan kecurangan karena sistem informasi akuntansi yang dirancang baik dengan fitur kontrol, keamanan data, dan jejak transaksi yang jelas mempersulit tindakan curang dan mempermudah terdeteksi. Tabel 3. Hasil uji parsial . ji statistik . Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error Model (Constan. Internal Audit (X. Efektivitas Pengendalian Internal (X. Sistem Informasi Akuntansi (X. Dependent Variable: Pencegahan Kecurangan (Y) Sumber: Data olahan, 2025 Standardized Coefficients Beta Sig. Berdasarkan tabel 3 diketahui bahwa nilai signifikan dari konstanta adalah sebesar 0,132. Internal audit menunjukkan nilai thitung sebesar 2,812 > t-tabel sebesar 1,665 dengan nilai signifikansi . sebesar 0,006 < 0,05 maka HCA diterima dan HCA ditolak. Efektivitas pengendalian internal menunjukkan nilai t-hitung sebesar 3,480 > t-tabel sebesar 1,665 dengan nilai signifikansi . sebesar 0,001 < 0,05 maka HCC diterima dan HCA ditolak. Sistem informasi akuntansi menunjukkan nilai t-hitung sebesar 29,036 > t287 Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. tabel sebesar 1,665 dengan nilai signifikansi . sebesar 0,000 < 0,05 maka HCE diterima dan HCA ditolak. Tabel 4. Uji koefisien determinasi (RA) Model Summary Model R Square Adjusted R Std. Error of the Square Estimate Predictors: (Constan. Sistem Informasi Akuntansi (X. Internal Audit (X. Efektivitas Pengendalian Internal (X. Sumber: Data olahan, 2025 Berdasarkan hasil pada tabel 4, nilai koefisien determinasi (RA) sebesar 0,936 sehingga dapat disimpulkan variabel internal audit, efektivitas pengendalian internal, dan sistem informasi akuntansi secara bersama-sama mempengaruhi variabel pencegahan kecurangan . sebesar 93,6% sisanya sebesar 6,4% dipengaruhi oleh variabel ataupun faktor lain yang tidak diteliti di dalam penelitian ini. Pengaruh internal audit terhadap pencegahan kecurangan Pada pengujian ini didapatkan hasil bahwa internal audit Tingkat independensi yang tinggi, pembagian tugas yang jelas, karyawan yang profesional dan memiliki intergritas yang tinggi maka sangat berpengaruh terhadap pencegahan kecurangan. Hal tersebut menunjukkan peran auditor internal dalam melaksanakan audit sudah memadai sehingga itndakan kecurangan dalam industri perbankan dapat dicegah. Semakin baik kualitas audit internal suatu perusahaan, semakin besar pula perannya dalam mengendalikan aktivitas perusahaan dan mencegah potensi kecurangan (Mahendra, 2. Pengaruh efektivitas pengendalian internal terhadap pencegahan Pada pengujian ini didapatkan hasil bahwa efektivitas pengendalian internal berpengaruh terhadap pencegahan Dengan adanya pengendalian internal yang efektif maka pencegahan kecurangan dalam perusahaan akan meningkat. Sehingga para karyawan menjadi takut untuk melakukan tindakan Apabila seluruh karyawan telah memahami standar operasional prosedur yang berlaku dan memahami unsur-unsur dari kriteria pengendalian internal yang ditetapkan maka pencegahan kecurangan dapat meningkat (Dewi et al. , 2. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Pengaruh sistem informasi akuntansi terhadap pencegahan kecurangan Pada pengujian ini didapatkan hasil bahwa sistem informasi akuntansi berpengaruh terhadap pencegahan kecurangan. Dengan adanya jaringan komunikasi yang memadai, adanya otorisasi dalam pengoperasian sistem dan karyawan yang profesional yang mengerti dan mampu mengoperasikan sistem menunjukkan bahwa sistem informasi akuntansi di Bank BUMN di Manado sudah memadai sehingga tindakan kecurangan dapat diminimalisir. Apabila sistem informasi akuntansi yang dirancang dan dioperasikan secara baik dan efektif sehingga menghasilkan data akuntansi yang dapat dipercaya, didukung oleh jaringan komunikasi yang baik, keberadaan sistem yang handal, dan pelayanan yang akurat, mampu mendorong karyawan untuk menaati aturan dan bersikap profesional maka dapat mencegah kecurangan (Ferdiani, 2. Kesimpulan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh internal audit, efektivitas pengendalian internal, dan sistem informasi akuntansi terhadap pencegahan kecurangan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan sebelumnya, maka kesimpulannya sebagai berikut: Internal audit berpengaruh dalam meningkatkan pencegahan kecurangan karyawan pada Bank BUMN di Manado, maka Hipotesis 1 (HCA) diterima. Efektivitas pengendalian internal berpengaruh dalam meningkatkan pencegahan kecurangan karyawan pada Bank BUMN di Manado, maka Hipotesis 2 (HCC) diterima. Sistem informasi akuntansi berpengaruh dalam meningkatkan pencegahan kecurangan karyawan pada Bank BUMN di Manado, maka Hipotesis 3 (HCE) diterima. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah variabel penelitian ini hanya terbatas pada internal audit, efektivitas pengendalian internal, sistem informasi akuntansi dan pencegahan kecurangan karyawan pada bank BUMN di Manado, diharapkan untuk penelitian selanjutnya menambahkan variabel-variabel lain dan meneliti pada objek lain agar dapat memperoleh perbandingan Daftar Adinugroho. , & Susilowati. Sistem informasi akuntansi, efektivitas pengendalian internal, asimetri informasi dan moralitas individu terhadap kecurangan akuntansi. Journal of Manaement Bussines (JOMB). https://doi. org/10. 31539/jomb. Aditya. , & Nurbaiti. Pengaruh audit internal dan pengendalian internal terhadap pencegahan kecurangan (Studi kasus pada PT PLN (Perser. bagian wilayah Sumatera Bara. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Proceeding Management. https://openlibrarypublications. id/index. hp/management/article/view/13068 Arens. Elder. , & Beasley. Auditing and assurance services an integrated approach. 15 edition. Pearson Education Inc. Dewi. Sumadi. , & Kusumawati. Pengaruh efektivitas pengendalian internal, tri hita karana dan karma phala terhadap pencegahan fraud pada LPD SeKecamatan Ubud. Hita Akuntansi Dan Keuangan, 5. , 141-150. https://doi. org/10. 32795/hak. Ferdiani. Pengaruh pengendalian internal, sistem informasi akuntansi, dan moralitas manajemen terhadap pencegahan kecurangan di PT. Lutvindo Wijaya Perkasa. Jurnal Kajian Akuntansi Auditing. 27Ae37. https://jkaa. id/index. php/JKAA/article/view/1 Firmansyah. Pengaruh audit internal dan pengendalian internal terhadap pencegahan kecurangan . di PT Perkebunan Nusantara Vi. Logistic And Accounting Development (LAND) Journal. https://ejurnal. id/index. php/jurnalland/article/view/ Gloria. , & Arisman. Pengaruh audit internal dan pengendalian internal terhadap pencegahan kecurangan (Studi kasus pada PT. Pos Indonesia Kota Metro Provinsi Lampun. Forum Bisnis Kewirausahaan. https://jurnal. id/index. php/forbiswira/article/view/2 Loliyani. , & Anwar. Pengaruh pengendalian internal persediaan karet dan sistem informasi akuntansi terhadap pencegahan fraud . (Studi kasus pada PT Perkebunan Nusantara VII Kedaton Bandar Lampun. Jurnal Gema Ekonomi, 10. , https://ejurnal. id/index. php/gem/article/view /253. Mahendra. Trisnadewi. , & Rini. Pengaruh audit internal dan efektivitas pengendalian internal terhadap pencegahan kecurangan . pada Bank BUMN di Denpasar. Jurnal Riset Akuntansi Warmadewa. , 1-4. https://doi. org/10. 22225/jraw. Prasetyono. Sakti. Riskiyadi. Toyyib. Ummiyati. Ala, . Ismail. , & Faizah. Financial transaction fraud a bibliometric approach. Adab. Rama. , & Jones. Sistem informasi akuntansi 1. Edisi Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Buku 1. Salemba Empat. Romney. , & Steinbart. Accounting information Thirteen edition. Pearson Education. Inc. New Jersey. Terjemahan Safira. & Puspasari. Sistem informasi akuntansi. Edisi ketiga belas. Salemba Empat. Tuanakotta. Audit internal berbasis resiko. Salemba Empat. Weiner. An attributional approach for educational Review of Research in Education, 4, 179-209. https://doi. org/10. 2307/1167116. Zamzami. Faiz. , & Mukhlis. Audit internal: Konsep dan Gadjah Mada University Press.