AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 2 Agustus 2025. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 Meningkatkan Literasi Keislaman Masyarakat melalui KKN di Rumah Ngaji Aulaad Grand Cikarang City II Aliyah Bawazier. Hanifah Amani. Maheswari Chandra Kirana Putri. Nafha Zakia Naufalya Putri. Silfy Nur Afifah. Syarifah Syafitri. Mulhendra. STIT Hidayatunnajah Bekasi. Indonesia Email: kknaulaad@gmail. Abstrak Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) berperan penting dalam menjembatani pengetahuan teoritis dan praktik lapangan, terutama dalam meningkatkan literasi keislaman di KKN yang dilaksanakan di Rumah Ngaji Aulaad. Kedungwaringin. Bekasi, dipilih karena adanya kebutuhan penguatan pendidikan agama, terutama bagi anak-anak dan remaja di wilayah tersebut. Program ini mencakup kegiatan tahsin Iqra, edukasi bahasa Arab, praktik shalat, penerapan adab, dan pembaruan musholla. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan melibatkan mahasiswa dan masyarakat secara aktif. Evaluasi menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an, pemahaman bahasa Arab, serta kualitas ibadah peserta Selain itu, perbaikan fasilitas musholla juga menciptakan lingkungan ibadah yang lebih nyaman. Program ini diterima dengan baik oleh masyarakat dan memberikan dampak positif dalam meningkatkan literasi keislaman. Kata Kunci: Literasi Keislaman. KKN. Rumah Ngaji. Edukasi Bahasa Arab. Tahsin PENDAHULUAN Literasi keislaman pada anak usia dini, khususnya di tingkat Taman Kanak-Kanak (TK), memiliki relevansi yang erat dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (PERMEN) No. 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Dalam konteks PAUD, literasi keislaman tidak hanya mencakup kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga pemahaman terhadap ajaran Islam yang diterapkan sejak usia dini. PERMEN tersebut mengatur pentingnya pengembangan aspek yaitu agama dan moral, fisik-motorik, kognitif, bahasa, soaial-emosional, dan seni . Literasi keislaman tersebut yaitu dalam pengembangan aspek keagamaan dalam pembelajaran anak, yang dapat mencakup pengajaran dasar-dasar agama Islam seperti doa, ibadah, dan akhlak mulia. Misra et al. menunjukkan bahwa metode cerita dapat digunakan untuk mengajarkan nilai-nilai agama kepada anak-anak, yang tidak hanya mencakup aspek kognitif tetapi juga emosional dan sosial (Misra et al. , 2022. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Tabroni dan Rahmania, yang menekankan pentingnya pendekatan pendidikan yang berbasis yn AFADA : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. 3 No. 2 Agustus 2025. AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 2 Agustus 2025. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 pada nilai-nilai Islam dalam membangun karakter anak (Tabroni & Rahmania, 2. Pengenalan literasi yang melibatkan kegiatan praktis dan menyenangkan dapat membantu anakanak memahami konsep-konsep keislaman dengan lebih baik (Veddayana et al. , 2. Sebagai upaya untuk meningkatkan literasi keislaman, program-program pengabdian masyarakat, seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN), menjadi sarana yang sangat efektif. Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk terjun langsung ke masyarakat, khususnya di daerah-daerah yang memerlukan penguatan pendidikan agama. Program KKN ini melibatkan mahasiswa dari program studi Pendidikan Bahasa Arab. Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Hidayatunnajah Bekasi di Rumah Ngaji Aulaad, yang berlokasi di Perumahan Grand Cikarang City II. Bekasi. Bekasi, sebagai daerah penyangga Jakarta, memiliki potensi keagamaan yang tinggi, namun perlu peningkatan dari segi pendidikan agama bagi generasi muda. Rumah Ngaji Aulaad menawarkan pendidikan agama bagi anak-anak usia dini dan remaja, sehingga program KKN ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keislaman melalui pendekatan kreatif dan METODE PENGABDIAN Dalam pelaksanaan pengabdian ini, digunakan metode seperti metode partisipatif dengan perencanaan kegiatan yang akan dilakukan di Rumah Ngaji Aulaad di Bekasi. Selain itu, selama pelatihan, metode diskusi digunakan sebagai alat komunikasi yang memungkinkan terjadinya interaksi dua arah yang menghasilkan adanya pemberian saran untuk pelaksanaan pembekalan terhadap kelompok pelaksana yang sangat diperlukan. Kemudian, diperlukan pendekatan dalam mengatur kecocokan antara waktu kegiatan mitra Rumah Ngaji Aulaad dan waktu yang direncanakan untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang dibuat oleh kelompok HASIL PENGABDIAN DAN PEMBAHASAN Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diselenggarakan oleh kelompok 4 dari Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, dengan fokus pada siswa di Rumah Ngaji Aulaad di Karawang, telah berhasil dilaksanakan dengan lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat setempat. Pelaksanaan program KKN ini terdiri dari tiga tahapan utama: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap persiapan, mahasiswa melakukan survei lapangan untuk yn AFADA : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. 3 No. 2 Agustus 2025. AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 2 Agustus 2025. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 memahami kondisi geografis, demografis, serta kebutuhan spesifik dari masyarakat dan siswa di Rumah Ngaji Aulaad. Informasi yang dikumpulkan digunakan sebagai dasar untuk merancang program-program yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan mitra. yn AFADA : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. 3 No. 2 Agustus 2025. AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 2 Agustus 2025. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 Program yang dijalankan meliputi beberapa kegiatan inti yang bertujuan untuk meningkatkan literasi keislaman siswa di Rumah Ngaji Aulaad, antara lain: Tahsin Iqra: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca Al-Qur'an dengan tajwid yang tepat. Metode yang digunakan meliputi pembelajaran intensif dengan pendekatan individual, di mana setiap siswa mendapatkan bimbingan secara personal sesuai dengan tingkat kemampuannya. Edukasi Bahasa Arab: Kegiatan ini berfokus pada pengajaran kosakata dasar bahasa Arab yang membantu siswa memahami istilah-istilah yang sering digunakan dalam ajaran Islam. Selain itu, siswa juga diajarkan keterampilan dasar komunikasi dalam bahasa Arab, yang diharapkan dapat memperkaya pengalaman belajar mereka. Praktik Shalat: Mahasiswa memberikan pelatihan langsung kepada siswa tentang tata cara shalat yang sesuai dengan tuntunan sunnah. Praktik ini dilakukan secara rutin selama program berlangsung, dengan fokus pada perbaikan gerakan dan bacaan shalat. Penerapan Adab: Penerapan adab menjadi bagian penting dari program ini, di mana siswa diajarkan tentang etika berperilaku dalam kehidupan sehari-hari sesuai ajaran Islam. Pembelajaran ini mencakup adab dalam berbicara, bersosialisasi, serta dalam menghormati orang tua dan guru. Pembaruan Musholla: Selain kegiatan pembelajaran, program ini juga melibatkan aspek fisik, yaitu perbaikan fasilitas musholla. Dengan adanya pembaruan ini, lingkungan ibadah menjadi lebih nyaman dan mendukung bagi para jamaah. Selama dua pekan pelaksanaan program, kegiatan KKN berjalan dengan lancar dan mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat. Partisipasi aktif siswa dalam kegiatan Tahsin Iqra berhasil meningkatkan kemampuan mereka dalam membaca AlQur'an. Edukasi bahasa Arab juga mendapatkan respons yang baik dari siswa, yang yn AFADA : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. 3 No. 2 Agustus 2025. AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 2 Agustus 2025. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 menunjukkan peningkatan pemahaman mereka terhadap ajaran Islam melalui bahasa Arab. Sementara itu, praktik shalat yang dilaksanakan mendapat antusiasme tinggi dari siswa dan orang tua, terutama karena pendekatan langsung yang dilakukan oleh mahasiswa selama pelatihan. Penerapan adab yang diajarkan juga membantu siswa dalam membangun etika yang baik dalam berinteraksi dengan sesama. Beberapa tantangan yang dihadapi selama pelaksanaan program, antara lain keterbatasan sumber daya pengajaran dan jumlah tenaga pendidik yang terlibat. Namun, dengan koordinasi yang baik antara mahasiswa dan pengajar di Rumah Ngaji Aulaad, masalah ini dapat diatasi, dan program tetap dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana Kendala lainnya termasuk keterbatasan waktu yang dirasakan oleh sebagian peserta, namun fleksibilitas jadwal dan penyesuaian metode pelatihan berhasil menjaga kelancaran pelaksanaan kegiatan. Secara keseluruhan, program ini memberikan kontribusi signifikan dalam peningkatan literasi keislaman siswa dan juga berperan dalam memperbaiki fasilitas ibadah di lingkungan Rumah Ngaji Aulaad. KESIMPULAN Program KKN di Rumah Ngaji Aulaad berhasil meningkatkan literasi keislaman di kalangan siswa dan masyarakat setempat. Kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya meningkatkan keterampilan keagamaan siswa, tetapi juga memperbaiki fasilitas musholla. Pengalaman ini menunjukkan bahwa program KKN, dengan perencanaan dan eksekusi yang baik, mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat. DAFTAR PUSTAKA