Jurnal Visi Manajemen Vol. No. 3 September 2020 e-ISSN: 2528-2212. p-ISSN: 2303-3339. Hal 124-136 FAKTOR PENDUKUNG SUKSES LIMA PULUH TAHUN BAKSO PAK MIAD PEMALANG Hartoyo Soehari Program Studi Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia (STIEPARI) Semarang Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa dan menjelaskan faktorfaktor yang mendukung sukses usaha bakso Pak Miad di Pemalang. Bisnis kecil itu telah bertahan selama 50 tahun dari tahun 1967. Para ahli menyimpulkan, bahwa sektor usaha kecil mempunyai daya tahan kuat terhadap badai krisis ekonomi seperti yang terjadi pada tahun 1998 yang lalu. Diasumsikan ada sejumlah faktor yang menopang kekuatan itu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan informan terpilih. Informan dimaksud adalah pemilik usaha yang diharapkan dapat memberi keterangan yang dibutuhkan. Pertanyaan dibuat terbuka dan informan bebas menjawab. Hasil dari penelitian ini menemukan adanya beberapa unsur penentu keberhasilan usaha bakso Pak Miad. Faktor-faktor itu meliputi faktor manusia pelaku usaha yang tekun dalam menjalankan usaha, teknologi tradisional, bahan baku yang mudah didapat, modal yang cukup, dan pemasaran yang terbina baik. Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi keluarga Pak Miad dan pihak lain yang berkepentingan Kata kunci : Faktor Manusia. Teknologi. Bahan Baku. Perrmodalan. Dan Pemasaran Abstract. This research purposed to analyze and explain factors supporting the success of AubaksoAy Pak Miad, a small business of mixed meat-noodle in Pemalang. The business had run and gained a sucess for 50 years from 1967. Experts argued that small trade sectors showed a stable performance in the economic crisses such as in 1998 yang lalu. Some factors were assumed to back up this strength. This study applied qualitative method. Data were collected through interview with purposively selected informan. The main informan was the business owner. She was believed to have adequate information about the business and ready to share the information in this research. The questions were made open and the informan was free to respond. Result of the survey showed that some key elements played great roles in the success of bakso Pak Miad business. Such factors included human factor, traditional technology, raw material, caapital, and good marketing. These resilts were expected to be useful for the business owner Pak Miad family and others Keywords: Human Factor. Technology. Raw Material. Capital. Maarketing. Received Juli 30, 2020. Revised Agustus 2, 2020. September 22, 2020 *Corresponding author, e-mail address FAKTOR PENDUKUNG SUKSES LIMAPULUH TAHUN BAKSO PAK MIAD PEMALANG PENDAHULUAN Usaha kecil bakso Pak Miad di Pemalang dikenal sukses oleh masyarakat Pak Miad dan keturunanya sudah berjualan selama 50 tahun sejak tahun Pendapat umum mengatakan bahwa waktu 50 tahun adalah periode sukses atau biasa disebut dengan usia emas. Peringatan 50 tahun pernikahan disebut ulang tahun Limapuluh tahun adalah waktu yang cukup lama dan tentu dilalui dengan banyak kejadian baik atau buruk. Begitu pula halnya dengan sukses emas bisnis bakso Pak Miad selama 50 tahun juga mengalami banyak pengalaman manis dan pahit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan menjelaskan keberhasilan usaha bakso dalam rentang waktu 50 tahun. Bakso termasuk jenis kuliner kegemaran masyarakat sehingga dapat menjadi ikon Pariwisata dan kuliner saling bersinergi. Pariwisata maju karena ada kuliner, dan kuliner mendatangi lokasi pariwisata yang maju. Pariwisata dapat menjadi andalan pemasukan biaya pembangunan daerah. Misalnya, pariwisata Pulau Tidung mendukung pembangunan di Kepulauan Seribu. DKI Jakarta (Parlindungan, 2015, p. Kabupaten Lamongan menyatakan Wisata tetap jadi andalan Lamongan (Kisswara, 2. Kajian Teori Pak Miad berjualan bakso di Desa Jebed. Kecamatan Taman. Kabupaten Pemalang, 300 km timur Jakarta. Kegiatan lingkup desa barangkali di anggap kecil atau tidak representatif. Namun, semua tergantung upaya mendapatkan hasil yang Kegiatan pariwisata dari desa dapat mewarnai pariwisata lingkup teritorial di atasnya. Kegiatan pariwisata di tingkat desa dapat menjadi dikenal secara lokal, regional, nasional, dan internasional. Tentu semua itu berproses dan memakan waktu. Keuletan para pelaksana kegiatan pariwisata dapat memajukan pariwisata di desanya. Sebagai contoh keberhasilan kegiatan pariwisata di desa yang kemudian menjadi dikenal secara nasional adalah: Tradisi Seribu Kupat, di Desa Colo. Kecamatan Dawe. Kabupaten Kudus dan Sesaji Rewanda. Menjaga Keseimbangan Alam di Goa Kreo di Kelurahan Kandri. Kecamatan Gunungpati. Semarang (Kompas, 5-8-2. Jurnal Visi Manajemen - VOLUME 6. NO. SEPTEMBER 2020 Jurnal Visi Manajemen Vol. No. 3 September 2020 e-ISSN: 2528-2212. p-ISSN: 2303-3339. Hal 124-136 Usaha kuliner nasi uduk di Kebon Kacang. Jakarta, yang sudah terkenal dijadikan model usaha bagi wiralaba dengan skim pembiayaan wiralaba mikro (LKT. Kompas, 30-5-2. Potensi lokal memberi kontribusi pada daya saing pariwisata. Potensi lokal adalah potensi setempat di daerah wisata atau di sekitarnya, yang dapat dikembangkan menjadi ikon pariwisata. Diantara potensi lokal adalah potensi di bidang kerajinan, alam, kesenian, acara tradisi, dan kuliner. Bakso, kuliner kerakyatan, dapat menjadi ikon pariwisata seperti halnya nasi jinggo di Bali. Jika Yogyakarta mempunyai nasi kuning. Pulau Bali juga punya nasi jinggo yang terkenal bahkan hingga ke Bandung. Jawa Barat. Bedanya, nasi jinggo tidak menggunakan menu ikan, tetapi sama - sama enaknya disantap dan menjadi ikon pariwisata (Sulistyowati, 2. Sukses suatu usaha, termasuk bisnis bakso, diperkirakan didukung oleh banyak faktor, diantaranya adalah: faktor manusia yang berjiwa wirausaha, teknologi yang mudah diterapkan dan diajarkan ke orang lain, bahan baku yang tersedia dan mudah diperoleh, dan pendanaan dalam jumlah cukup dan siap saat dibutuhkan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu penelitian multi method dalam fokusnya yang melibatkan pendekatan interpretatif dan naturalistik. Para peneliti kualitatif mempelajari segala sesuatu dalam kerangka alamnya untuk menafsirkan fenomena dan pemahaman makna dari sudut pandang orang - orang yang terlibat langsung dalam fenomena tersebut. (Purwanto, 2. Penelitian dilaksanakan pada tahun lalu di Kabupaten Pemalang, khususnya di warung bakso Pak Miad di Desa Jebed. Kecamatan Taman. Sampel dalam penelitian kualitatif adalah situasi sosial, yang terdiri dari tiga elemen, yaitu tempat usaha atau warung bakso, pelaku usaha atau penjual bakso, dan kegiatan penjualan bakso yang saling berinteraksi. Adapun variabel penelitian meliputi pelaku usaha, teknologi, bahan baku, dan pendanaan atau modal. Data dikumpulkan FAKTOR PENDUKUNG SUKSES LIMAPULUH TAHUN BAKSO PAK MIAD PEMALANG melalui observasi dan wawancara dengan pelaku usaha dan keluarga dekat, yang dianggap mengerti tentang data yang dibutuhkan. Dalam melakukan wawancara kita memperhatikan agar keterangan dari informan didengarkan dengan baik. Ada 10 saran Auhow to listenAy . agaimana mendenga. dari Davis (Kirkpartrick, 1. , disebut Ten commandments for good listening, yaitu: stop talking . erhenti bicara, jangan bicara sendir. , put the talker at ease . eri kemudahan berbicar. , show him that you want to listen . , remove dustractions . ingkirkan ganggua. , emphatize with him . ersimpati pada pembicar. , be patient . abar, perlu waktu, jangan interups. , hold your temper . endalikan temperame. , go easy on argument and criticism . antai saj. , ask questions . , dan stop talking ( jangan bicara sendir. HASIL PENELITIAN Pak Miad, seorang duda dari Pekalongan, pada tahun 1966 berjualan daging keliling dari desa ke desa di wilayah Pemalang. Pak Miad menikahi Bu Duriyah, janda beranak satu. Bu Kusiyati, dari Desa Sumurgesing. Kecamatan Taman. Pemalang. Perkawinannya dengan Bu Duriyah tidak mempunyai keturunan. Pak Miad mulai menekuni usaha berjualan bakso pada tahun 1967. Dia membuka warung bakso di rumahnya di Desa Benjaran. Kecamatan Taman. Pemalang. Desa Benjaran berada di sebelah utara Desa Sumurgesing. Usaha dilakukan bersama istri dan anak tirinya, dengan dana sendiri, teknologi sederhana, dan membina pelanggan. Saat itu, bakso Pak Miad merupakan satu - satunya bakso di Pemalang dengan pembeli dari berbagai lapisan masyarakat. Dari 1967 - 1999, bisnis bakso Pak Miad pesat, terlihat dari jumlah pembeli yang selalu memadati Pada tahun 1999 Pak Miad meninggal. Pelanggan mulai menghilang karena usaha baksonya tidak ada yang meneruskan. Pada tahun 2000 usaha bakso dilanjutkan oleh Bu Kustiyati, anak tirinya, dengan nama AuBakso Putri Pak MiadAy dan sukses sampai sekarang. Jurnal Visi Manajemen - VOLUME 6. NO. SEPTEMBER 2020 Jurnal Visi Manajemen Vol. No. 3 September 2020 e-ISSN: 2528-2212. p-ISSN: 2303-3339. Hal 124-136 Azami . memberikan penegasan tentang beberapa syarat untuk menjadi wirausahawan yang berhasil, yaitu : insan yang kreatif, ulet, disiplin, dan kerja keras, memiliki visi dan tujuan, inisiatip dan selalu proaktip, berorientasi pada prestasi, mengembangkan dan memelihara hubungan baik dengan berbagai pihak Dari wawancara dengan informan ditemukan hasil penelitian mengenai faktor Bu Kusiyati adalah sosok wirausahawan yang ulet dan kerja keras. Dia memulai usaha dari membantu bisnis ayahnya (Pak Mia. dari tahun 1967 sampai dengan tahun 1999 tanpa merasa lelah. Dia selalu belajar terus dengan ayahnya tentang teknis peramuan bakso dan juga kiat-kiat menjadi wirausaha yang disenangi dan dicari Dia mempunyai visi dan tujuan yang jelas dikemudian hari untuk meneruskan bisnis bakso ayahnya (Pak Mia. dan ingin maju dan meraih prestasi di kemudian hari. Bu Kusiyati adalah seorang wirausahawan yang kreatip, inisiatip dan pro aktip. Hal ini dilakukan dengan tanpa meninggalkan merek dagang ayahnya yang sudah berkembang sejak tahun 1967, yaitu dengan membawa nama Bakso Putri Pak Miad. Bu Kusiyati ternyata juga seorang wirausahawan yang selalu bertanggung jawab dan berani mengambil resiko. Kenyataan ini telah dilakukan mulai tahun 2000. Pada tahun 2000. Bu Kusiyati belum mempunyai modal banyak namun percaya diri terus berjualan sampai suksses. Untuk memantapkan usaha ayahnya ini, dia melatih anaknya tentang pembuatan bakso dan juga mulai dilatih untuk mengelola usaha Bakso Putri Pak Miad. Faktor alam juga berpengaruh pada dinamika usaha. Tempat berjualan Bakso Putri Pak Miad sungguh strategis karena berada di pinggir jalan raya alternatif menuju ke barat (Jakart. , khususnya pada musim mudik lebaran. Faktor lain adalah teknologi pembuatan bakso warisan Pak Miad . dengan mekanisme pelatihan skill melalui tahapan: . melihat bagaimana cara memeperoleh daging yang baik dan cara memotong daging yang baik, . melihat bagaimana cara mencampur ramuan bumbu sesuai ukuran masing-masing dan sesuai dengan daging yang dimasak, dan . mencatat, mencoba, dan melakukan sendiri dengan tetap ada pengawasan dari Pak Miad saat itu. FAKTOR PENDUKUNG SUKSES LIMAPULUH TAHUN BAKSO PAK MIAD PEMALANG Teknologi yang digunakan semuanya menggunakan teknologi tradidional dan manual, baik cara memotong daging, melemahkan daging, mencampur bumbu, dan cara penyajian, semua menggunakan cara tradisionail, dan teknologi ini ada di masyarakat lingkungan sekitar. Teknologi ini mudah dicari dan terjangkau untuk dapat dibeli oleh Pak Miad. Skill yang dipunyai oleh Bu Kusiyati ini diajarkan kepada anakanaknya yang kelak akan diberikan keleluasaan untuk meneruskan dan mengelola AuBakso Putrinya Pak MiadAy ini. Faktor berikutnya adalah bahan baku yang diperoleh secara kemitraan antara keluarga dan pengusaha lain. Misalnya . daging untuk bakso dibeli melalui kemitraan dengan Irfan, anaknya yang pedagang daging dan ayam potong, . lontong dilakukan melalui kemitraan dengan penjual lontong di Kecamatan Comal, 15 km timur Pemalang, . krupuk disetori dari juragan krupuk di Comal, . buah di beli dari pasar di Banjardawa, tetangga desa juga di Kecamatan Taman. Pemalang, . bumbubumbu untuk bakso diperoleh dari pasar setempat. Bahan baku yang diperlukan dalam penjualan AuBakso Putri Pak Miad" adalah daging, garam, bumbu-bumbu seperti mrica, jahe, dan kemiri, kemudian daun sledri, daun loncang, tomat dan bawang putih. Semua bahan baku ini mudah diperoleh karena dijual di pasar. Selanjutnya proses pembuatan, peramuan dan penyajian Bakso Putri Pak Miad dilaksanakan melalui beberapa langkah diantaranya : merebus air terlebih dahulu C mencuci daging C memberi garam meracik bumbu-bumbu ( mrica, kemiri, dan jahe ) C merajang daun sledri dan loncang serta memotong-motong tomat muda. Proses ini dapat digambarkan dengan contoh praktek sbb : merebus air 3 panci besar untuk 10 kg daging. daging dicuci, kemudian dimasukkan ke dalam air yang sudah mendidih C memberi bumbu yang terdiri dari kemiri 1 ons, jahe 1 leram / sisir, dan garam 4 glondong ( 4 kotak ) C memasukkan semua bumbu yang telah diracik sesuai ukuran, kemudian dicampurkan ke dalam daging yang ada di dalam panci dan dimasak sampai benarbenar dagingnya lembut . Jurnal Visi Manajemen - VOLUME 6. NO. SEPTEMBER 2020 Jurnal Visi Manajemen Vol. No. 3 September 2020 e-ISSN: 2528-2212. p-ISSN: 2303-3339. Hal 124-136 Faktor modal merupakan hal yang tidak bisa dihindari dalam kegiatan usaha guna menjalankan dan mengembangkan usaha yang dimiliki. Pelaku usaha harus mampu menyediakan dana untuk modal, baik berasal dari pendapatan usaha, modal pribadi maupun dari pihak ketiga yang mempercayai usaha itu dan mau membantu untuk kemajuan usaha. Sebagai gambaran usaha bakso Ibu Kusiyati dalam menjalankan dan mengembangkan usaha, maka dari hasil wawancara di lapangan didapat informasi berikut ini. Pada tahun 1999 Pak Miad meninggal dunia. Ibu Kusiyati tidak punya Bisnis Pak Miad berhenti karena tidak ada modal lagi untuk meneruskan bisnis keluarga Bakso Pak Miad di Desa Benjaran. Untuk meneruskan perjuangan kehidupan bisnis bakso Pak Miad. Ibu Kusiyati mendapat pinjaman uang dari tetangga di Desa Benjaran. Kemudian Ibu Kusiyati meneruskan bisnis bakso ayahnya dengan menjajakkan bakso keliling desa selama 5 hari. Setelah itu. Ibu Kusiyati mengajukan pinjaman ke BRI dengan menggunakan sertifikat rumah. dan diperoleh modal cukup sehingga mampu membeli tanah di Desa Jebed. Rumah ini sampai sekarang dijadikan warung AuBakso Putrinya Pak MiadAu. Modal yang sekarang digunakan berasal dari modal sendiri yang bersumber dari keuntungan penjualan AuBakso Putrinya Pak MiadAy. Unsur yang menyokong modal sendiri adalah omzet dan keuntungan yang diperoleh dari penjualan bakso setiap hari dengan gambaran perkiraan sebagai berikut: Di musim sepi . usim hujan dan bulan Puas. omset penjualan bakso tiap hari sekitar 1 juta sampai dengan 1,5 juta rupiah. Dengan omzet ini, maka keuntungan bersih yang dapat diperoleh adalah 150 ribu sampai dengan 200 ribu rupiah, sedangkan di musim ramai (Musim panas dan musim lebara. omzet penjualan bakso sekitar 2 juta- 2,5 juta rupiah per hari dengan keuntungan bersih sekitar 200 ribu sampai dengan 250 ribu rupiah. Dari keuntungan harian ini. Ibu Kusiyati dapat memupuk dan menambah modal usahanya. Faktor lain lagi adalah manajemen . Pelaku usaha harus mampu mengelola usaha dengan benar, sehingga dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Ciriciri pengusaha yang dapat mengelola usaha dengan benar adalah : . memiliki moral tinggi, . memiliki sikap mental wiraswasta, . memiliki kepekaan terhadap arti FAKTOR PENDUKUNG SUKSES LIMAPULUH TAHUN BAKSO PAK MIAD PEMALANG lingkungan, dan . memiliki ketrampilan wiraswasta. Semua syarat untuk menjadi pengusaha yang mampu mengelola usaha nampak sudah dipunyai oleh Ibu Kusiyati. Faktor berikutnya juga adalah lingkungan. Faktor lingkungan ini berasal dari lingkungan dalam usaha diri sendiri ataupun lingkungan yang berasal dari luar kegiatan usaha. Hal ini sudah diantisipasi oleh Ibu Kusiyati dalam mengembangkan Cara yang dilakuka adalah dengan selalu menyisihkan keuntungan bersih setiap hari guna menambah modal demi keberlangsungan usaha. Juga dengan mengembangkan pemasaran melalui penggunaan moment-moment strategis dengan memperluas penjualan bakso di momen-momen tersebut, selain itu juga mengembangkan usaha penjualan bakso melalui pesta-pesta pernikahan dan kegiatan sejenis di wilayah Pemalang. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil temuan atas hasil wawancara dengan responden di lapangan maka disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi suksesnya bisnis AuBakso Putri Pak MiadAy di Desa Jebed adalah oleh beberapa faktor penentu diantaranya : . bisnis bakso Pak Miad ini dipegang dan dikelola oleh insan yang mempunyai jiwa kewirausahawan tangguh dan kreatip, . ketersediaan bahan baku yang melimpah di lingkungan sekitar, . tekhnologi dan skill yang murah dan mudah terjangkau, tidak memerlukan pelatihan yang begitu rumit dan mahal, . adanya dukungan modal yang cukup dari lembaga keuangan dan omzet penjualan yang selalu meninggkat sehingga dapat memupuk modal sendir. Usaha bakso Pak Miad dapat dikelola sampai dengan 50 tahun lebih dikarenakan Pak Miad melaksanakan hal-hal sebagai berikut: Usaha bakso dikelola seorang wirausahawan yang taqwa kepada Allah SWT, bekerja keras, ulet, disiplin, dan kreatif. A Ibu Kusiyati setiap harinya bangun jam 02. 00 WIB untuk melaksanakan sholat tahajud dan berdoAoa kepada Allah SWT, dan pada jam 04. 00 Ibu Kusiyati sudah meracik daging dan memasak daging serta meramu bumbu-bumbu untuk dimasak menjadi bakso, dan mulai jam 08. 00 pagi sudah menjajakkan dagangan sampai dengan jam 20. Jurnal Visi Manajemen - VOLUME 6. NO. SEPTEMBER 2020 Jurnal Visi Manajemen Vol. No. 3 September 2020 e-ISSN: 2528-2212. p-ISSN: 2303-3339. Hal 124-136 A Hal itu dilaksanakan setiap hari oleh Ibu Kusiyati bersama para pembantunya, bahkan Ibu Kusiyati sendiri sudah melaksanakan kegiatan rutin secara disiplin sejak tahun 1967 dan diikuti juga oleh anak-anaknya. A Ibu Kusiyati seorang wirausahawan yang mempunyai visi dan tujuan jangka panjang dalam melaksanakan usaha, karena mempunyai visi dan tujuan yang jelas dikemudian hari untuk meneruskan bisnis bakso dari ayahnya (Pak Mia. dan ingin maju dan meraih prestasi di kemudian hari A Ibu Kusiyati adalah wirausahawan yang kreatip, inisiatip dan proaktip, hal in dilakukan dalam meneruskan bisnis ayahnya dengan tanpa meninggalkan merek dagang ayahnya yang sudah berkembang sejak tahun 1967 dengan membawa nama Bakso Putri Pak Miad. A Ibu Kusiyati adalah juga wirausahawam yang selalu bertanggung jawab dalam segala aktifitasnya dan berani mengambil resiko. Hal ini telah dilakukan dari tahun 2000 yang saat itu belum punya modal banyak. C Teknologi, skill yang terjangkau, dan bahan baku yang tersedia secara melimpah. A Untuk memantapkan usaha bakso Pak Miad dilaksanakan melalui ketrampilan dari Pak Miad kepada anaknya (Ibu Kusiyat. dalam hal memasak, meramu bumbu, dan penyajian bakso. A Selanjutnya alih ketrampilan dan skiil dari Pak Miad tadi diteruskan kepada anak Ibu Kusiyati, yaitu . Pak Kholik, yang sekarang memimpin usaha bakso di Desa Jebed dengan tetap masih mendapat bimbingan dari Ibu Kusiyati, dan . ibu Kurniasih, yang sekarang sudah dilepas untuk mengelola dan menjalankan usaha bakso di Kelurahan Mulyoharjo. Kecamatan Pemalang. Kabupaten Pemalang, dan juga dialih kelolakan kepada . Pak Irfan yang juga bersama Pak Kholik mengelola usaha bakso di Desa Jebed. A Skill yang diberikan Ibu Kusiyati kepada anak-anaknya adalah mengenai halhal sebagai berikut : cara memasak daging sehingga daging menjadi empuk, meramu bumbu-bumbu sesuai dengan jumlah daging yang dimasak dan cara membina dan memuaskan pelanggan. A Bahan baku yang diperlukan dalam penjualan bakso cukup melimpah dan tersedia di setiap pasar sehingga memungkinkan penjualan bakso ini tidak mengalami kendala dalam memperoleh bahan baku. FAKTOR PENDUKUNG SUKSES LIMAPULUH TAHUN BAKSO PAK MIAD PEMALANG C Pak Miad, anaknya dan cucunya dapat membina dan memuaskan pelanggan. Setiap bisnis memerlukan strategi pemasaran tertentu untuk selalu memuaskan pelanggan, sehingga pelanggan selalu datang untuk makan bakso di warung Ibu Kusiyati dengan nama Warung Bakso Putri Pak Miad. Strategi bisnis yang dilakukan oleh Ibu Kusiyati dalam mempertahankan dan menambah pelanggan dilakukan dengan menggunakan sasaran pemasaran . egmen pasa. , antara lain segmen pelanggan baru dan pelanggan lama. A Segmen Pelanggan Baru Apabila ada orang yang baru pertama kali datang ke warung Ibu Kusiyati untuk makan bakso, maka diberikan bonus bayar separoh apabila yang bersangkutan tidak habis dalam satu mangkuk bakso, satu piring lontong, dan satu piring krupuk yang disajikan oleh pelayan. Kemudian apabila pelanggan yang bersangkutan menghabiskan satu mangkok, satu piring lontong dan satu piring krupuk bahkan sampai menambah, maka diwajibkan membayar penuh. A Segmen Pelanggan Lama (Rutin dan Lestar. Apabila ada pelanggan lama yang melaksanakan ulang tahun di warung Ibu Kusiyati, maka diberikan bonus kepada yang berulang tahun untuk makan gratis bakso, lontong, dan krupuk, sedangkan yang lain tetap bayar tanpa dinaikkan harganya. Pelanggan (Pelajar dan karyawa. yang membawa rombongan pelajar/karyawan diberikan makan gratis bakso, lontong, dan Pelanggan lain yang disuruh teman kantor atau sekolah untuk membeli bakso di Ibu Kusiyati dengan jumlah lebih dari 5 orang, pelanggan yang disuruh tersebut diberikan tambahan gratis bakso satu mangkok. Ibu Kusiyati memberikan pelayana yang spesifik kepada pelanggannya. Ibu Kusiyati sudah mengetahui dan memahami kesenangan masing-masing pelanggannya, misal ada pelanggan yang senangnya hanya daging saja, ada yang senang dicampur jeroan . aging bagian dala. , ada yang senang daging diberikan yang keras, ada yang senang daging yang empuk bahkan ada yang senang bakso hanya menggunakan lidah ataupun kikil . Membaurkan diri dengan keluarga pembeli dengan cara mengajak Jurnal Visi Manajemen - VOLUME 6. NO. SEPTEMBER 2020 Jurnal Visi Manajemen Vol. No. 3 September 2020 e-ISSN: 2528-2212. p-ISSN: 2303-3339. Hal 124-136 bermain dan menggendong anaknya dengan harapan agar orang tua si anak tersebut dapat menikmati baksonya, berlaku ramah dan menghargai setiap C Mengetahui situasi untuk meningkatkan keuntungan penjualan Situasi dimaksud adalah situasi yang berhubungan dengan musim dan juga berguna untuk menentukan berapa kilogram daging yang harus dibuat untuk bakso pada waktu tertentu. A Pada musim penghujan. Ibu Kusiyati membuat bakso sedikit, karena pembeli bakso sedikit sehingga keuntungan juga sedikit. A Pada musim panas pembuatan bakso banyak, karena pengunjung banyak dan keuntungan yang diperoleh banyak. A Pada saat bulan Puasa penjualan bakso sepi lagi, karena pada sepuluh hari yang pertama biasanya Ibu Kusiyati tidak berjualan dan mulai berjualan pada hari ke sebelas, sehingga bakso yang dijual sedikit, dan keuntunganpun sedikit A Pada saat mudik lebaran merupakan musim yang ramai pengunjung khususnya pengunjung dari luar kota yang mudik atau silahturahmi ke saudara di Pemalang, mereka sebagian besar mampir di warung Ibu Kusiyati dan keuntungan yang diperolehpun lumayan banyak. SIMPULAN DAN SARAN Atas dasar uraian mengenai latar belakang, permasalahan yang ditetapkan dan wawancara di lapangan serta teori yang dikemukakan berkaitan dengan usaha bisnis keluarga Bakso Pak Miad, maka disimpulkan, bahwa mengapa dan bagaimana usaha bisnis Bakso Pak Miad dapat dikelola hingga 50 th lebih, hal ini dikarenakan usaha ini dikelolola oleh seorang usahawan yang taat beribadah pada Allah SWT, ulet, disiplin, kerja keras , kreatip, dan mampu berhubungan dengan orang banyak dari berbagai Kemudian tersedianya bahan baku yang banyak dan mudah terjangkau, dan tekhnologi yang mudah digunakan dan diaplikasikan, karena bersifat tekhnologi yang Permodalan yang cukup dan sebagian besar merupakan modal sendiri. Mampu membina dan memuaskan pelanggannya. Dengan demikian faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan usaha Bakso Pak Miad adalah faktor manusia, faktor FAKTOR PENDUKUNG SUKSES LIMAPULUH TAHUN BAKSO PAK MIAD PEMALANG alam termasuk didalamnya teknologi dan bahan baku, faktor mangemen . , faktor permodalan, dan faktor lingkungan. Saran / Rekomendasi Memperhatikan hasil wawancara dengan Informan di lapangan, bahwa sebagian penjualan dilakukan menetap di Desa Jebed dan sedikit sekali yang dijual di luar Desa Jebed. Tekhnologi dan skill dalam memasak dan menyajikan bakso Pak Miad belum di alihkelola kan ke pihak lain, semuanya hanya ditularkan kepada keluarga sendiri. Untuk memperluas pemasaran, maka disarankan agar ditingkatkan kerjasama dengan orang yang punya hajat pernikahan, acara seminar, loka karya, atau pertemuan besar sejenis yang dilaksanakan oleh Instansi di Kabupaten Pemalang, acara momentmoment strategis, pameran-pameran, dan menjadikan sebagai ikon kuliner di Kabupaten Pemalang, selain kuliner lokal Pemelang, seperti nasi grombyang, dan lontong dekem. Kemudian untuk lebih memperluas nama Pak Miad di Pemalang, maka disarankan pula untuk membuka cabang di lain daerah atau kerjasama usaha dengan orang-orang yang ingin berusaha bakso Pak Miad di daerah lain DAFTAR PUSTAKA