Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 DOI http://dx. org/10. 36722/psn. [SN . Pengasuhan Positif untuk Meningkatkan Kesadaran Pengasuhan Anak di Era Digital pada Orang Tua di Desa Pasirtanjung. Tanjungsari. Bogor Ernita Zakiah1*. Zarina Akbar1. Mauna1 Psikologi. Fakultas Pendidikan Psikologi. Universitas Negeri Jakarta. Jalan Rawamangun Muka Raya. Jakarta Timur, 13220 Penulis untuk Korespondensi: ernitazakiah@unj. Abstrak Era digital yang berkembang pesat membuat berbagai aktivitas kehidupan menjadi lebih mudah, salah satunya dengan penggunaan media digital seperti gawai. Selain bermanfaat, penggunaan gawai juga memiliki risiko yang negatif, terutama bagi anak-anak. Dampak negatif di antaranya yaitu pribadi anak menjadi tertutup, mudah menirukan adegan berbahaya, serta kecanduan bermain Paparan terhadap dunia digital juga dirasakan oleh orang tua di Desa Pasirtanjung. Mereka mengungkapkan kesulitan mengasuh anak di era digital. Tidak jarang orang tua belum memiliki pemahaman pentingnya pengasuhan positif dalam mengoptimalkan tumbuh kembang anak di era digital. Maka, hal ini cukup penting untuk dilakukan program psikoedukasi kepada orangtua tentang upaya peningkatan kualitas pengasuhan orangtua terhadap anak melalui metode pengasuhan positif orang tua pada era digital di Desa Pasirtanjung. Kabupaten Bogor. Dengan dilakukannya program psikoedukasi ini, orang tua memiliki wadah dan ruang untuk memahami tentang pengasuhan positif di era digital, serta berbagi pengalaman dan berdiskusi tentang pengasuhan anak sehari-hari. Program psikoedukasi ini mengajarkan tentang pengasuhan positif, penerapan dan caracara yang tepat untuk melakukan pengasuhan positif di era digital, serta manfaatnya dengan dibantu pemberian media leaflet, pengisian tes, dan poster. Kata kunci: Era digital. Kesadaran pengasuhan anak. Pengasuhan positif dengan rata-rata 65%. Tantangan yang dihadapi dalam pembangunan kesejahteraan sosial meliputi proses globalisasi dan indrustrialisasi serta kritis, ekonomi dan politik yang Desa Pasirtanjung tidak mempunyai potensi air bersih dari mata air, padahal warga desa Pasirtanjung sangat membutuhkan sarana air bersih karena jika musim kemarau tiba warga sangat kekurangan air bersih. Dampak yang dirasakan diantaranya semakin berkembang dan meluasnya bobot, permasalahan sosial. Permasalahan sosial diantaranya berkaitan mengeluhkan kewalahan untuk menangani PENDAHULUAN Desa Pasirtanjung adalah salah satu desa di wilayah Kecamatan Tanjungsari. Kabupaten Bogor. Tantangan yang dihadapi dalam pembangunan kesejahteraan sosial meliputi proses globalisasi dan industrialisasi serta Penduduk Desa Pasirtanjung Kecamatan Tanjungsari. Kabupaten Bogor berdasarkan data terakhir hasil sensus Penduduk Tahun 2019 tercatat sebanyak 5. jiwa, tahun 2018 sebanyak 5. 746 jiwa, dan tahun 2017 sebanyak 5. 574 jiwa, sehingga mengenai penduduk Desa Pasirtanjung mengalami kenaikan untuk setiap tahunnya Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 Pengasuhan sangat penting karena pembentuk kepribadian anak. Pengasuhan berkaitan dengan kemampuan orangtua dalam memberikan lingkungan yang membuat anak bertumbuh dengan baik dalam aspek fisik dan mental serta memberikan perhatian dan materi. Kondisi sekarang ini individu hidup di era perkembangan teknologi yang berkembang secara pesat. Individu banyak melakukan aktivitas dengan teknologi, baik orang tua maupun anak menggunakan teknologi. (Eka Damayanti, 2. , menjelaskan sangat penting memberikan pengawasan kepada anak dalam penggunaan gawai, karena tidak semua informasi yang diterima oleh anak bersifat positif, sehingga perlu memilih informasi yang tepat buat anak. Sering kali, penggunaan gawai memiliki risiko yang negatif bagi anak, misalnya mudah menirukan adegan berbahaya dari video, kecanduan bermain game, serta melakukan dan mengalami perundungan online (Layyinatus Syifa, 2. (Eka Damayanti, 2. , memaparkan bahwa di era digital sekarang, orang tua harus menyesuaikan cara mendidik agar lebih bisa diterima anak. Pengasuhan yang positif sangat membantu pertumbuhan anak yang lebih baik dan positif. Orang tua dituntut untuk lebih mampu memberikan cara-cara pengasuhan yang lebih positif di era digital, sehingga lebih mampu memberikan perlindungan dan kesempatan kepada anak secara tepat. Hasil penelitian yang dilakukan oleh (Eka Damayanti, 2. , kepada 19 orangtua yang menjadi partisipan penelitian, hampir semua orang tua memiliki gawai dengan presentasi durasi paling lama 1-2 jam sebanyak 32%. Ada juga yang sampai 5 jam sepanjang hari sebanyak 5%. Hanya 26% anak yang menggunakan gawai kurang dari 30 menit. Hasil penelitian lain yang dilakukan oleh (Putri Miranti, penggunaan gawai yang berlebihan akan membawa dampak buruk bagi perkembangan sosial dan emosional anak. Misalnya anak menjadi pribadi tertutup, gangguan tidur, suka menyendiri, dan perilaku lainnya (Putri Miranti, 2. , maka diperlukan adanya solusi yakni dengan dilakukannya pengabdian kepada masyarakat tentang pengasuhan positif, risiko penggunaan gawai, menjadi orang tua yang bijak di era digital, dan keterampilan menghadapi era digital. Tujuannya agar orang tua memiliki kesadaran yang lebih untuk memberikan pengasuhan yang positif kepada anak agar terhindar dari dampak negatif gawai. Orang tua perlu memperbaiki pengasuhan agar anak tidak terpapar pengaruh negatif dari era digital, tetapi dengan memanfaatkan era digital yang bijak untuk kepentingan yang Orang tua perlu melakukan proyeksi dengan membangun komitmen atau tekad melindungi anak dari paparan digital yang membahayakan, namun tidak serta-merta menutup potensi dan manfaat yang disediakan media digital. Hal tersebut yang dinamakan dengan pengasuhan positif di mana dapat menjadi penanggulangan yang tepat. Pengasuhan positif merupakan cara pengasuhan dan dukungan keluarga yang dikembangkan oleh Sanders (Mubarok, 2. Menurut Engel, dkk (Munisa, 2. , kemampuan keluarga dalam menyediakan perhatian, dukungan, dan waktu untuk melengkapi kebutuhan fisik, sosial, dan mental Serupa dengan Engel, dkk. Erliyanti mengungkapkan bahwa pengasuhan positif ialah pengasuhan yang dilakukan secara suportif, membangun, dan bersahabat. Adanya pengasuhan positif yang diterapkan akan menumbuhkan sikap welas asih pada anak, dan juga tetap mengikuti aturan tanpa perlu diberi ancaman, namun tetap responsif. Gray pada tahun 1999 mengatakan bahwa moralitas tersebut tumbuh semata-mata dari dalam diri berkat adanya pengasuhan positif yang diberikan. Melihat pentingnya pengasuhan positif, maka dengan diberlakukannya pengabdian masyarakat berupa psikoedukasi pengasuhan positif kepada masyarakat Desa Pasirtanjung, diharapkan akan meningkatkan kesadaran pada anak, serta memahami dan menerapkan pengasuhan positif di era digital. Pelaksanaan psikoedukasi tersebut akan dilakukan dengan metode ceramah dan roleplay. Materi disampaikan dengan cara ceramah serta diskusi dan saling berbagi pengalaman sehingga tercipta komunikasi dua arah antara pemateri dan peserta. Dengan cara seperti itu, permasalahan orangtua dalam mengasuh anak pada era digital ini juga didapatkan solusinya. Materi yang disampaikan kepada orang tua yakni pengertian pengasuhan positif, penerapan dan cara-cara yang tepat untuk melakukan pengasuhan positif di era digital, serta manfaat dari pengasuhan positif di era digital. Selain itu. Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 akan dilakukan pengukuran pemahaman sebelum dan sesudah psikoedukasi, serta diberikannya poster dan leaflet tentang pengaplikasian pengasuhan positif di era digital agar pemahaman yang didapat lebih optimal. METODE Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan dengan pemberian informasi edukatif dan percobaan penerapan pengasuhan positif yang dilakukan oleh orang tua. Adanya pengaplikasian secara langsung diharapkan keterampilan pengasuhan positif yang dimiliki orang tua dapat meningkat. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan pengabdian masyarakat yang berupa psikoedukasi ini dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 27 Juni 2022 di Posyandu Mulyasari II yang dihadiri oleh 28 orang tua dari Desa Pasirtanjung. Orang tua yang menjadi peserta merupakan ibu dan ayah dari anak dengan rentang usia yang tidak dibatasi, yaitu dari umur 0-18 tahun. Kegiatan tersebut memiliki durasi selama dua jam, yakni dimulai dari pukul 09. 30 WIB hingga 11. 30 WIB. Posyandu Mulyasari II sebagai tempat dilaksanakannya kegiatan ini dinilai sebagai tempat yang tepat karena merupakan tempat biasa berkumpul orang tua di desa ini mengadakan kegiatan. Gambar 1. Poster Pengasuhan Positif di Era Digital Alat dan Bahan: Kegiatan ini menggunakan beberapa alat pendukung berupa poster, leaflet, dan soal tes di mana terbagi menjadi dua yaitu tes sebelum dan sesudah diberi psikoedukasi. Gambar 2. Leaflet Pengasuhan Positif di Era Digital Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 Tabel 1. Soal Pre Test No. Soal Cara untuk mengurangi dampak buruk penggunaan gawai A Cara membatasi waktu penggunaan gawai pada anakA Batasan waktu yang tepat untuk menggunakan gawai untuk anak dibawah 2 tahun adalahA Dampak positif dari penggunaan gawai di era digitalA Cara apa yang paling tepat agar anak berhenti bermain gawai? selesai mengikuti kegiatan ini. Diharapkan terjadi perubahan pemahaman peserta yang dapat dilihat dari hasil pre dan post tes. HASIL DAN PEMBAHASAN Sebelum dilakukan psikoedukasi, peserta dipersilakan untuk mengisi soal pre tes berdasarkan pengetahuannya. Hasil rata-rata nilai dari pre tes yang dikerjakan oleh 28 peserta yaitu 48. Setelah dilaksanakan psikoedukasi, 28 peserta dipersilakan kembali pemahamannya terhadap materi pengasuhan positif di era digital. Hasil rata-rata nilai post tes yang diperoleh yaitu 73. Berdasarkan hasil pre dan post tes dapat diketahui bahwa peserta terhadap pengasuhan positif di era digital setelah diberikan psikoedukasi. Sebelum dilakukannya psikoedukasi, ratarata hasil skor peserta berada di bawah angka 50, namun ketika sudah dilakukannya psikoedukasi tentang pengasuhan positif ratarata hasil skor peserta berada di atas angka 50. Hal ini dapat disebabkan pengetahuan peserta tentang pengasuhan positif menjadi bertambah karena dilakukannya pemberian materi dan contoh-contoh aplikatif dari pengasuhan positif. Tabel 2. Soal Post Test No. Soal Dampak positif dari penggunaan gawai di era digitalA Cara untuk mengurangi dampak buruk penggunaan gawai A Cara apa yang paling tepat agar anak berhenti bermain gawai? Batasan waktu yang tepat untuk menggunakan gawai untuk anak dibawah 2 tahun adalahA Cara membatasi waktu penggunaan gawai pada anakA Langkah Pelaksanaan Program ini disusun menjadi 3 tahapan yang dapat diuraikan sebagai berikut ini Tahap 1: Membuat modul pengasuhan positif yang akan dijadikan sebagai materi untuk meningkatkan keterampilan pengasuhan positif yang dimiliki oleh orang tua di Desa Pasirtanjung Tahap 2: Pelaksanaan seminar psikoedukasi untuk meningkatkan keterampilan pengasuhan positif pada orang tua di Desa Pasirtanjung. Bogor. Jawa Barat. Tahap ini akan menggunakan metode ceramah dan role play. Tahap pertama setelah pembukaan akan dilakukan pemberian pre tes lalu dilanjutkan dengan pemberian materi yaitu risiko . ositif dan negati. penggunaan gawai, menjadi orangtua bijak di era digital, komunikasi dengan anak sebagai generasi digital, dan membuat aturan dengan anak sebagai bagian generasi digital. Tahap 3: Pemberian tes yang terdiri dari pre tes dan post tes. Pemberian pre dan post tes dilakukan dengan tujuan mengevaluasi pemahaman yang didapatkan peserta setelah Tabel 3. Hasil Pre Test dan Post Test No. Pre Tes Post Tes Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 No. Total Pre Tes 47,85 digital setelah diberikan psikoedukasi. Maka dari itu, peserta berharap bahwa kegiatan psikoedukasi tentang pengasuhan anak dapat dilakukan lebih sering di Desa Pasirtanjung. Selanjutnya, berdasarkan evaluasi dari pelaksanaan program yang diberikan kepada orangtua di Desa Pasirtanjung, dibutuhkan tambahan waktu pelaksanaan agar sesi pencairan suasana berupa ice breaking dapat Selain itu, program psikoedukasi tentang pengasuhan anak dapat dilakukan lebih sering di masa depan Post Tes 72,85 Berdasarkan pengamatan, orang tua tampak bersemangat dan antusias mengikuti kegiatan. Bahkan berdasarkan kesan dan pesan peserta yang tertuang dalam kertas yang diberikan, sebagian besar meminta untuk dilaksanakan kembali program psikoedukasi pengasuhan anak seperti ini di Desa Pasirtanjung. Peserta juga merasa kegiatan psikoedukasi dan ilmu yang diberikan sangat bermanfaat dan pengasuhan selama ini. Peserta berharap dapat segera menerapkan ilmu dan wawasan yang sudah didapat ke dalam aktivitas sehari-hari. UCAPAN TERIMA KASIH