Pengaruh Perilaku Kepemimpinan dan Kompensasi Terhadap Kepuasa Dan Kinerja Pegawai Pemerintah Kabupaten Sinjai Jafar B Oleh: H. Abdul Karim & Darmawati PENGARUH PERILAKU KEPEMIMPINAN DAN KOMPENSASI TERHADAP KEPUASA DAN KINERJA PEGAWAI PEMERINTAH KABUPATEN SINJAI Oleh: Abdul Karim & Darmawati (Dosen STISIP Muhammadiyah Sinja. ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh langsung kepemimpinan transformasional, transaksional dan kompensasi terhadap kepuasan, menganalisis pengaruh langsung kepemimpinan transformasional, transaksional dan kompensasi terhadap kinerja, menganalisis pengaruh langsung kepuasan terhadap kinerja, dan menganalisis pengaruh tidak langsung kepemimpinan transformasional, transaksional dan kompensasi terhadap kinerja melalui kepuasan. Penelitian dilaksanakan pada Pemerintah Kabupaten Sinjai dengan sampel sebanyak 200 responden berdasarkan rumus Slovin. Data hasil kuesioner dianalisis menggunakan Structural Equation Model menggunakan bantuan AMOS 18. Hasil penelitian menemukan kepemimpinan transformasional secara langsung berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kepuasan. Kepemimpinan transformasional yang berorientasi pada visi, misi, harapan, intelegensi dan perhatian telah diterapkan, namun tidak signifikan memenuhi kepuasan kerja pegawai. Kepemimpinan transformasional secara langsung berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja. Kepemimpinan transformasional yang diterapkan belum mampu mencapai kinerja yang maksimal baik input, proses, output dan outcome. Kepemimpinan transformasional secara tidak langsung berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja melalui kepuasan. Kepemimpinan transformasional yang diterapkan belum memenuhi kepuasan dan meningkatkan kinerja pegawai, sehingga memberikan pengaruh yang tidak signifikan secara tidak langsung. Kompensasi secara langsung berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Kompensasi yang diterima pegawai sebagai penghargaan yang memberikan kontribusi dalam meningkatkan kinerja sesuai input, proses, output dan ABSTRACT These research aims to analysis the direct effect of transformational leadership, transactional leadership and compensation toward satisfaction, to analysis the direct effect of transformational leadership, transactional leadership and compensation toward performance, to analysis the satisfaction toward performance in direct effect, and to analysis the indirect effect of transformational leadership, transactional leadership and compensation toward performance through satisfaction. The research applied in Regional Government Sinjai Regency with total sample as amount 200 respondent based on Slovin formulation. Data from questioner to analysis with Structural Equation Model used of AMOS 18 computer programs. The result of research to found the transformational leadership in direct have positive and insignificant affected toward satisfaction. That mean the transformational leadership which oriented on vision, mision, expect, intelegence and attention have applied, unless insignificant to sufficient of satisfaction by employee. The transformational leadership in direct have positive and insignificant toward The transformation leadership which applied cannot achieve of performance in maximal as well as through input, process, output and outcome. The transformational leadership indirect have positive and insignificant toward performance through satisfaction. That mean the transformational leadership cannot sufficient of satisfaction and increasing of performance, so insignificant indirect it. Compensation in direct have positive and significant toward performance. That mean the compensation it by employee as the esteem which get contribution in increasing of performance suitable of input, proses, output and outcome. Keywords: Transformational Leadership. Transactional Leadership. Compensation. Satisfaction and Performance Program Studi Ilmu Administrasi Negara Jurnal Ilmiah AdministrasitaAo ISSN 2301-7058 Vol 7. No. Desember 2016 Penjabarannya adalah keberadaan organi- PENDAHULUAN UU Republik Indonesia Nomor 32 tahun sasi Satuan kerja perangkat Daerah (SKPD), yang 2004 tentang Pemerintahan Daerah, menegaskan memiliki kewenangan tertentu kinerjanya perlu bahwa penyelenggaraan ototnomi daerah bertu- dievaluasi, baik secara organisasi melalui Lapo-ran juan untuk meningkatkan kualitas pelayanan Akuntabiltas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) publik dan kesejahteraan masyarakat, mencipta- maupun secara individu yang merupakan hasil kan efisiensi, dan efektivitas pengelolaan sumber kerja pegawai dari segi kualitas dan kuantitas daya manusia, serta memberdayakan dan mencip- berdasarkan standar kerja yang telah ditentukan takan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam organisasi. Kinerja individu ini akan dicapai aktif dalam proses pembangunan. Untuk mewu- apabila didukung oleh atribut individu, upaya judkannya, diperlukan daya dukung aparatur peme- kerja, dan dukungan organisasi. rintahan yang andal, cakap, dan memiliki kompe- Semangat kerja pegawai merupakan kompo- tensi agar dapat menyelenggarakan berbagai tugas nen penting dalam menentukan kemajuan perusa- pokok dan fungsi yang dipercayakan kepadanya. haan atau organisasi, ada beberapa alasan mengapa Daya dukung ini dapat terwujud bilamana roda semangat kerja pegawai perlu mendapat perhatian pemerintahan dikelola dan dilaksanakan oleh dari manajemen (Tohardi, 2002: . antara lain, pemimpin yang mampu menjadi inspirator untuk semangat kerja yang tinggi, membuat pekerjaan mendorong kemampuan sumber daya aparatur, yang ditugaskan kepadanya dapat diselesaikan memberikan motivasi untuk bekerja secara opti- dengan waktu yang lebih singkat, dapat mengura- mal, dan berprilaku kerja yang baik sehingga dapat ngi angka absensi . karena malas, membuat meningkatkan kinerja organisasi. pegawai merasa betah . bekerja, tiga hal ini Berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintah daerah, perangkat daerah dalam bentuk suatu organisasi ditandai oleh adanya urusan pemerintahan akan memperkecil kemungkinan pegawai untuk pindah kerja ke tempat lain. Salah satu faktor yang berhubungan dengan tinggi rendahnya semangat kerja karyawan adalah Dengan perubahan terminologi pembagian urusan (Wiryanto, 2004:. pemerintahan yang bersifat kongruen, maka imple- Handoko . menyatakan dalam suatu mentasi kelembagaan dapat terwadahi oleh fungsi- perusahaan, kompensasi merupakan salah satu fungsi pemerintahan pada setiap tingkatan peme- bentuk motivasi untuk meningkatkan semangat rintahan sesuai dengan amanat Peraturan Pemerin- kerja karyawan. Kompensasi yang diterima karya- tah Nomor 41 Tahun 2007. Implementasi peraturan wan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan hidup tersebut pada tingkat Pemerintah Kabupaten Sinjai dan meningkatkan kesejahteraan karyawan. menyangkut urusan pemerintahan yang menjadi Menurut Nurtjahjani . menyatakan kewenangannya, ditetapkan melalui Peraturan semangat kerja karyawan juga dipengaruhi oleh Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 10 sikap dan gaya kepemimpinan atasan, di mana Tahun 2009. kepemimpinan yang baik akan menciptakan ling- Program Studi Ilmu Administrasi Negara Pengaruh Perilaku Kepemimpinan dan Kompensasi Terhadap Kepuasa Dan Kinerja Pegawai Pemerintah Kabupaten Sinjai Jafar B Oleh: H. Abdul Karim & Darmawati kungan kerja yang baik dan akan meningkat-kan Kepemimpinan merupakan proses interaksi semangat karyawan dalam bekerja. Hal ini mengi- antara seseorang . dengan sekelompok ngat peranan pimpinan sangatlah strategis dan orang yang menyebabkan orang seorang atau menentukan karena dia berfungsi sebagai peren- kelompok berbuat yang sesuai dengan kehendak cana, pengorganisir, pengambil keputusan sampai pemimpin (Nawawi, 2003:. Berdasarkan defi- pada evaluasi dan tindak lanjut. Keberhasilan nisi di atas, maka kepemimpinan adalah perilaku instansi dalam mencapai tujuanya tidak dapat dile- seseorang untuk mempengaruhi kelompok anggo- paskan dari peran pemimpinnya. Dalam suatu tanya untuk mencapai tujuan. instansi, seorang pemimpin bukan semata-mata Keberhasilan instansi untuk mencapai tujuan sebagai obyek dalam pencapaian tujuan, tetapi yang telah ditetapkan tidak lepas dari peran kepe- sekaligus menjadi subyek atau pelaku. Peran pen- mimpinan, karena kepemimpinan adalah kemam- ting pemimpin instansi dalam rangka mencapai puan untuk mempengaruhi, menggerakkan, dan tujuan instansi antara lain melalui pembentukan mengarahkan suatu tindakan pada diri seseorang mental bekerja yang baik dengan dedikasi dan atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan loyalitas yang tinggi terhadap pekerjaanya, mem- tertentu pada situasi tertentu. Kepemimpinan ber- berikan bimbingan, pengarahan dan koordinasi peran sebagai penggerak segala sumber daya yang baik dalam bekerja oleh seorang pemimpin manusia dan sumber daya lain yang ada dalam kepada bawahanya. instansi, dan juga sebagai faktor kunci dalam aspek Kepemimpinan merupakan salah satu topik Keberadaan pemimpin dalam instansi yang selalu menarik untuk dikaji dan diteliti, merupakan hal yang terpenting karena merupakan karena paling banyak diamati sekaligus fenomena tulang punggung dan memiliki peranan yang stra- yang paling sedikit dipahami. Fenomena kepemim- tegis dalam mencapai tujuan instansi. Gaya kepe- pinan di negara Indonesia juga telah membuktikan mimpinan yang tepat dapat menimbulkan motivasi pegawai-nya untuk berprestasi karena sukses dan sangat besar terhadap kehidupan berpolitik dan tidaknya pegawai dalam mengukir prestasi kerja Dalam dunia bisnis, kepemimpinan ber- dapat dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan atasan- pengaruh sangat kuat terhadap jalannya instansi Pemimpin yang efektif akan dapat menjalan- dan kelangsungan hidupnya. kan fungsinya tidak hanya ditunjukkan dari kekua- Kepemimpinan sebagai salah satu penentu saan yang dimiliki, tetapi juga ditunjukkan oleh arah dan tujuan instansi harus mampu menyikapi sikap untuk memotivasi pegawai dalam menjalan- perkembangan zaman ini. Pemimpin yang tidak kan tugasnya. Kepemimpinan yang efektif akan dapat mengantisipasi dunia yang sedang berubah memotivasi pegawai untuk bertindak mencapai ini, atau setidaknya tidak memberikan respon, kinerja yang lebih baik. besar kemungkinan akan memasukkan instansinya Kepemimpinan yang efektif dapat menun- dalam situasi stagnasi dan akhirnya mengalami jang peningkatan kinerja pegawai. Upaya pening- katan kinerja pegawai menuntut peran maneje-men Program Studi Ilmu Administrasi Negara Jurnal Ilmiah AdministrasitaAo ISSN 2301-7058 Vol 7. No. Desember 2016 dalam melalui pendekatan kepemimpinan yang dan tranformasional yang dipopulerkan oleh Bass Perubahan yang semakin meningkat selalu pada tahun 1985 (Locander, 2. Kedua konsep menuntut kepemimpinan yang kuat (Kotter,2. kepemimpinan tersebut berbasiskan pada gaya. Pemimpin yang memiliki kemampuan yang kuat perilaku dan situasi yang meliputi seorang pemim- dapat mendorong dan mempengaruhi pegawainya pin (Locander, 2. untuk melakukan pekerjaan dalam mencapai tujuan instansi sehingga tercapai kepuasan kerja. Kepemimpinan transaksional berdasarkan prinsip pertukaran imbalan antara pemimpin Salah satu faktor situasional yang berpenga- dengan bawahan dimana pemimpin mengharap- ruh terhadap efektivitas kepemimpinan adalah kan imbalan berupa kinerja bawahan yang tinggi relasi antara pemimpin dan pengikut. Interaksi sementara bawahan mengharapkan imbalan dan antar pribadi yang berbeda motivasi dan potensi penghargaan secara ekonomis dari pemimpin. kekuasaan, termasuk di dalamnya keterampilan Sedangkan kepemimpinan tranformasional menda- dalam mencapai tujuan bersama. Interaksi ini sarkan diri pada prinsip pengembangan bawahan. memiliki dua bentuk, yaitu: kepemimpinan tran- Pemimpin mengembangkan dan mengarahkan saksional dan transformasional (Yukl, 1. potensi dan kemampuan bawahan untuk mencapai Kepemimpinan transaksional dan transfor- bahkan melampaui tujuan instansi. masional sangat penting dan dibutuhkan dalam Kepemimpinan transaksional digambarkan Organisasi membutuhkan kepemimpi- sebagai kepemimpinan yang memberikan penjela- nan transaksional yang dapat memberikan arahan, san tentang apa yang menjadi tanggung jawab atau menjelaskan perilaku yang diharapkan, serta mem- tugas bawahan serta imbalan yang dapat mereka berikan rewarld . atau punishment . uku- harapkan jika standar yang ditentukan tercapai. , yang dimungkinkan dapat berpengaruh pada Gaya kepemimpinan ini, terbuka dalam hal mem- kinerja pegawai. Sementara itu organisasi juga bagikan informasi dan tanggung jawab kepada membutuhkan visi serta dorongan yang dibentuk Meskipun keterbukaan ini merupakan oleh kepemimpinan transformasional. Esensi nyata komponen yang penting dalam menjalankan suatu dari kepemimpinan transformasional adalah bahwa organisasi, namun kepemimpinan ini tidak cukup pemimpin ini menyebabkan pengikut melakukan untuk menerangkan usaha tambahan dan kinerja lebih dari yang diharapkan mereka lakukan, dan bawahan, apa yang sebetulnya dapat digali seorang pengikut itu mengetahui, serta percaya bahwa pemimpin dari pegawainya. Oleh karena itu diper- pemimpin tidak akan mengambil keuntungan dari lukan konsep lain, sehingga seorang pemimpin Seseorang yang memiliki kepercayaan mampu menggali usaha atau kinerja tambahan dari yang lebih pada orang lain akan berlaku sesuai Jadi tidak hanya sekedar kesepakatan dengan apa yang seharusnya, sehingga standar tugas dan imbalan antara pimpinan dan bawahan. kerja yang diharapkan dapat dicapai. Kompetensi pegawai merupakan kemam- Konsep kepemimpinan yang berkembang puan seseorang pegawai dalam melaksanakan pesat adalah konsep kepemimpinan transaksional kewajiban-kewajiban secara bertanggung jawab Program Studi Ilmu Administrasi Negara Pengaruh Perilaku Kepemimpinan dan Kompensasi Terhadap Kepuasa Dan Kinerja Pegawai Pemerintah Kabupaten Sinjai Jafar B Oleh: H. Abdul Karim & Darmawati dan layak. Kompetensi di definisikan sebagai kinerja pegawai sebagai Sumber Daya Manusia karakteristik yang mendasari seseorang dan berkai- yang memegang peran penting dalam instansi. tan dengan efektivitas kinerja individu dalam Kepuasan kerja menjadi faktor yang penting pekerjaannya dalam melaksanakan kewajiban- untuk diteliti karena kepuasan dapat menjadi faktor kewajibannya dapat dipertanggunjawabkan secara yang positif jika dikondisikan secara positif pula Guna mencapai kondisi good governance baik oleh dirinya sendiri maupun orang lain baik di tingkat pusat maupun di daerah dibutuhkan . Kepuasan kerja adalah suatu perasaan sumber daya manusia yang professional dan yang menyenangkan atau positif yang merupakan bertanggung jawab, sehingga penyelenggaraan satu penilaian atas pekerjaan atau pengalaman pemerintah dan pembangunan dapat, serta bebas seseorang (Locke dalam Luthans,2. korupsi, kolusi dan nepotisme. Untuk mewujudkan kinerja instansi yang Salah satu fungsi tradisional manajemen tepat dan bermutu maka diperlukan adanya sumber daya manusia adalah penentuan kompen- kepemimpinan yang memadai. Kepemimpinan sasi para pegawainya. Dalam organisasi modern, tersebut harus mampu memotivasi atau memberi semangat kepada para stafnya dengan jalan mem- kompensasi bahkan lebih sulit dan menantang bagi berikan inspirasi atau mengilhami kreativitas spesialis sumber daya manusia. mereka dalam bekerja. Kepemimpinan transaksio- Kompensasi meliputi imbalan financial dan nal dan transformasional inilah yang secara akade- jasa nirwujud serta tunjangan yang diterima oleh mis cukup diyakini akan mampu menjawab tanta- para pegawai sebagai bagian dari hubungan ngan dalam rangka meningkat-kan mutu instansi. Kompensasi merupakan apa yang Berdasarkan latar belakang yang telah diterima oleh para pegawai sebagai ganti kontri- dikemukakan di atas, maka berikut ini akan busi mereka kepada instansi. Terminologi kom- dikemukakan rumusan masalah: . apakah kepe- pensasi sering digunakan secara bergantian dengan mimpinan transformasional berpengaruh signifikan administrasi gaji dan upah. kendatipun demikian, terhadap kepuasan dan kinerja pegawai? . apakah terminologi kompensasi sesungguhnya merupakan kepemimpinan transaksional berpengaruh signifi- konsep yang lebih luas. Ketika dikelola secara kan terhadap kepuasan dan kinerja pegawai? . benar, kompensasi membantu organisasi mencapai apakah kompensasi berpengaruh signifikan terha- tujuannya dan memperoleh, memelihara dan dap kepuasan dan kinerja pegawai? . apakah mempertahankan tenaga kerja produktif. kepuasan pegawai berpangaruh signifikan terhadap Kinerja Sumber Daya Manusia tetap meru- kinerja pegawai? . apakah kepemimpinan trans- pakan substansi menarik untuk dikaji melalui berbagai penelitian sejalan dengan dinamika kinerja pegawai melalui kepuasan pegawai? . perubahan global. Kinerja Sumber Daya Manusia apakah kepemimpinan transaksional berpengaruh yang dimaksudkan disini lebih difokuskan pada signifikan terhadap kinerja pegawai melalui kepuasan pegawai? dan . apakah kompensasi berpenga- Program Studi Ilmu Administrasi Negara Jurnal Ilmiah AdministrasitaAo ISSN 2301-7058 Vol 7. No. Desember 2016 ruh signifikan terhadap kinerja pegawai melalui Jadi perilaku tidak mutlak menentukan kepuasan pegawai? keberhasilan suatu kepemimpinan. Manusia berusaha mempermudah dalam KERANGKA KONSEP Kerangka konseptual yang digunakan dalam pencapaian tujuannya dengan membentuk suatu penelitian ini merupakan kajian yang mendalam, hubungan kerjasama dengan individu lain yaitu baik berdasarkan teori maupun kajian empiris membentuk kelompok. Organisasi adalah dua atau lebih individu yang saling berinteraksi dan perilaku kerja, motivasi, perilaku kerja dan kinerja pegawai. masing-masing Kerangka konseptual dijabarkan dari perumusan mencapai suatu tujuan. Penempatan manusia seba- masalah yang telah diuraikan sebe-lumnya dan gai salah satu unsur amat penting dalam organisasi penjelasan tiap-tiap vaibel dan pola hubungan yang adalah orientasi dasar dari ilmu perilaku pemim- dibentuk oleh variabel tersebut. Untuk mewujudkan kinerja organisasi yang Berdasarkan uraian teoritiss dan didukung tepat dan bermutu maka diperlukan adanya hasil penelitian terdahulu pada bab sebelumnya, kepemimpinan yang memadai. Kepemimpinan maka beikut ini dikemukakan suatu konseptual tersebut harus mampu memotivasi atau memberi yang berfungsi sebagai penuntun untuk memu- semangat kepada para stafnya dengan jalan dahkan memahami alur berpikir dalam penelitian memberikan inspirasi atau mengilhami kreativitas Diawali dengan pemahaman perilaku kepe- mereka dalam bekerja. mimpinan yang didasari pada keyakinan bahwa Selanjutnya, variabel kepemimpinan yang pemimpin yang hebat merupakan hasil bentukan digunakan pada penelitian ini adalah kepemim- atau dapat dibentuk, bukan dilahirkan . eader pinan transformasional dan kepemimpinan tran- aremade, nor bor. Berakar pada teori behavio- Kepemimpinan transformasional menu- risme, teori kepemimpinan ini berfokus pada rut Burns . mendefinisikan kepemimpinan tindakan pemimpin, bukan pada kualitas mental transaksional adalah kepemimpinan yang memoti- atau internal (Fatturrahman, 2. vasi bawahan atau pengikut dengan minat pribadi- Dijelaskan pula Pendekatan perilaku ini Sedangkan memandang bahwa kepemimpinan dapat dipela- menurut Metcalfe . pemimpin transaksional jari dari pola tingkah laku, dan bukan dari sifat- harus memiliki informasi yang jelas tentang apa sifat . Alasannya sifat seseorang yang dibutuhkan dan diinginkan bawahannya dan sukar untuk diidentifikasi. Beberapa ahli ber- harus memberikan balikan yang konstruktif untuk keyakinan bahwa perilaku dapat dipelajari, hal ini mempertahankan bawahan pada tugasnya. hubungan transaksional, pemimpin menjanjikan kepemimpinan yang tepat akan dapat memimpin dan memberikan penghargaan kepada bawahannya secara efektif. Namun demikian, keefektifan peri- yang berkinerja baik, serta mengancam dan mendi- laku kepemimpinan ini dipengaruhi oleh beberapa siplinkan bawahannya yang berkinerja buruk. Program Studi Ilmu Administrasi Negara Pengaruh Perilaku Kepemimpinan dan Kompensasi Terhadap Kepuasa Dan Kinerja Pegawai Pemerintah Kabupaten Sinjai Jafar B Oleh: H. Abdul Karim & Darmawati Untuk mengukur variabel kepemimpinan Untuk transformasional maka alat ukurnya yaitu: . visi pegawai maka Indikatorkepuasan atau ketidak- dan misi. mengkomunikasikan harapan tinggi. puasan kerja pegawai dapat diperlihatkan oleh menggambarkan maksud penting secara sederhana beberapa aspek diantaranya: mendorong intelegensi, rasionalitas dan pemecahan masalah secara hati-hati. memberikan perhatian pribadi, melayani secara probadi, melatih dan menasehati (Stephen P. Robbin. Sedangkan variabel kepemimpinan transaksional alat ukurnya dengan memilih indikatornya yaitu: Kontrak Upah (Contingent (Djoko Widodo, 2. Jumlah kehadiran pegawai atau jumlah Perasaan senang atau tidak senang dalam melaksanakan pekerjaan. Perasaan menerima imbalan. Suka atau tidak suka dengan jabatan yang Usaha untuk meningkatkan kinerja pegawai salah satunya yaitu pemberian kompensasi. Suatu organisasi harus senantiasa memberikan motivasi agar kinerja pegawainya terbina dengan baik. Variabel kompensasi di ukur dengan: . pembaya- Sikap menolak pekerjaan atau menerima dengan penuh tanggung jawab. Tingkat tercermin dalam perilaku pekerjaan. Reaksi ran keuangan langsung dalam bentuk gaji, upah, kebijakan instansi (Mangkunegara, 2. insentif, serta pembaya-ran tidak langsung dalam Selain ladasan teori yang digunakan dalam bentuk tunjangan seperti asuransi dan uang liburan. penelitian ini, juga terdapat landasan yuridis yang . Penge-cualian dari Manajemen Aktif (Active mengacu pada Peraturan Pemerintah Republik manage-ment by exceptio. Pengecualian dari Indonesia Nomor 46 tahun 2011 yang mengatakan Mana-jemen bahwa kinerja atau presasti kerja adalah hasil kerja . Melepaskan tanggung jawab, meng- yang dicapai oleh setiap pegawao negeri sipil pada hindari pengambilan keputusan (Dessler, 2. satuan organisasi sesuai dengan sasaran kerja Pasif (Pasive Dengan adanya kompensasi yang diberikan pegawai dan perilaku kerja. Seda-ngkan sasaran oleh pimpinan kepada para pegawainya sebagai kerja pegawai adalah rencana kerja dan target yang imbalan atas usaha kerjanya maka tentunya ada akan dicapai oleh seorang Pegawai Negeri Sipil. nilai kepuasan yang diterima oleh para pegawai itu Selanjutnya, dipertegas pula bahwa kinerja pega- terhadap besarnya kompensasi yang diperolehnya. wai adalah tingkat capaian kerja atas pelaksanaan Menurut Mangkunegara . , kepuasan kerja kegiatan yang tercermin pada tugas pokok dan adalah suatu perasaan yang menyokong atau tidak fungsi serta rencana kerja pegawai yang menjadi menyokong diri pegawai atau pegawai yang tanggung jawabnya selaku pegawai negeri sipil berhubungan dengan pekerjaannya maupun dengan yang diukur melalui indikator input, proses, kondisi dirinya. output, dan outcome. Program Studi Ilmu Administrasi Negara Jurnal Ilmiah AdministrasitaAo ISSN 2301-7058 Vol 7. No. Desember 2016 Sehubungan dengan penjelasan di atas, perlu dilakukan sebuah desain mengenai konstruk variabel yang digunakan dalam penelitian baik berupa kontruks variabel bebas, konstruk variabel antara dan konstruk variabel terikat. Kontruk variabel bebas pada penelitian ini adalah perilaku kepemimpinan dan kompensasi serta kontruk variabel antara yaitu kepuasan, sedangkan kontruk variabel terikat yaitu kinerja pegawai. Adapun pengaruh atau hubungan antar variabel dengan dukungan teori dan hasil pene- Pengaruh terhadap kepuasan pegawai. Pengaruh kompensasi terhadap kepuasan Pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap kinerja pegawai Pengaruh terhadap kinerja pegawai Pengaruh pengaruh kepuasan pegawai terhadap kinerja litian seperti yang telah dibahas pada penelitian terdahulu, juga dapat didukung beberapa peneli- Berdasarkan teori dan hasil penelitian/ jurnal tian/jurnal (Muhlis, 2. dalam tugas mata kuliah yang dikemukakan di atas, disusunlah kerangka penunjang disertasi, antara lain yang relevan konseptual penelitian yang terlihat pada gambar sebagai berikut: berikut ini: Pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap kepuasan pegawai. Kepemimpinan Transformasional Kepuasan Pegawai Kepemimpinan Transaksional Kinerja Pegawai Kompensasi Gambar 1 Model Konseptual Jalinan Fungsional antar Variabel/Kontruk Program Studi Ilmu Administrasi Negara Pengaruh Perilaku Kepemimpinan dan Kompensasi Terhadap Kepuasa Dan Kinerja Pegawai Pemerintah Kabupaten Sinjai Jafar B Oleh: H. Abdul Karim & Darmawati Metode Penelitian (SEM). Generalisasi dilakukan terhadap populasi Berdasarkan karakteristik masalah yang SEM diteliti dalam penelitian ini dapat diklasifikasikan ke dalam bentuk penelitian kausalitas, yaitu Penelitian ini akan dilaksanakan di Lingkungan Satuan Kerja Perangkat Daerah hubungan sebab akibat . ause effec. antar Pemerintah Kabupaten Sinjai dengan pertimba- beberapa konsep atau beberapa variabel yang ngan bahwa data dan informasi yang dibutuhkan mudah diperoleh serta relevan dengan pokok Penelitian ini diarahkan untuk menggambarkan permasalahan yang menjadi objek penelitian. adanya hubungan sebab akibat antara beberapa Jenis dan sumber data yang digunakan situasi dalam variabel dan atas dasar itu ditariklah dalam penelitian ini terbagi atas dua, yaitu data sebuah kesimpulan umum. Oleh karena itu, tipe primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu observasi, kuesioner, expost-facto, mengungkapkan fakta yang telah terjadi di wawancara dan dokumentasi. Populasi lapangan untuk menjawab permasalahan yang telah dirumuskan dan sekaligus memformu-lasikan keseluruhan pegawai negeri sipil Pemerintah temuan-temuan teori pendukungnya. Kabupaten Sinjai yang meliputi 44 Satuan Kerja Gambaran alami secara deskriptif dari Perangkat Daerah penelitian ini, keaslian kontruk dengan keterse- 895 orang. Teknik pengambilan sam- untuk mengukur pel yang digunakan dalam penelitian ini adalah konstruks tersebut dianggap sebagai metodologi Sampel Acak kelompok tahap ganda (Multi-Stage yang sesuai untuk dilakukan dalam studi ini, tanpa Stratified Random Samplin. Selanjutnya, dalam mengabaikan keterbatasan yang ada termasuk menentukan besarnya sampel penelitian populasi akurasi data kors-seksional dari kuesio-ner dan dengan jumlah pegawai negeri sipil sebanyak kemungkinan dangkalnya respons yang diterima 895 orang yang terdistribusi dalam masing- dari responden (Kerlinger, 1986 dalam Hisyam, masing Satuan Kerja perangkat Daerah (SKPD), akan ditentukan jumlah sampel secara keselu- Pengambilan sampel yang multi tahap Yamahe merupakan salah satu teknik terbaik pengambilan Ferdinand . menggunakan rumus Slovin. Jadi sampel pada populasi yang besar penarikan sampel responden dalam penelitian ini sebanyak 357 Namun saat berlang-sungnya penelitian, menjustifikasi keterwakilan populasi yang demi- responden yang mengembalikan kuesioner hanya kian besar dengan sampel yang relative kecil. sebanyak 200 orang responden yang selanjutnya Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistika baik secara deskriptif maupun ditetapkan sebagai sampel yang diolah dengan menggunakan analisis SEM. Untuk keperluasn pengujian hipotesis Untuk mengolah data hasil penelitian ini digunakan Metode Structural Equation Modeling digunakan dua teknik analisis yaitu pertama Program Studi Ilmu Administrasi Negara Jurnal Ilmiah AdministrasitaAo ISSN 2301-7058 Vol 7. No. Desember 2016 memberikan gambaran atau memberikan gamba- ran atau deskripsi empiris atas data yang dikum- (Ferdinand, (Ghozali, 2. Analisis statistik deskriptif digunakan ANALISIS DAN PEMBAHASAN Berdasarkan cara penentuan nilai dalam menyajikan distribusi frekuensi, persentase, dan model, maka variabel pengujian model pertama ini grafik histogram. Hal ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan karakteristik skor responden . xogenous penelitian untuk variabel kepemimpinan transfor- . ndogenous variabl. Variabel eksogen adalah masional dan transaksional, kompensasi, kinerja variabel yang nilainya ditentukan di luar model. pegawai dan kepuasan pegawai. Perhitungan dalam Sedangkan variabel endogen adalah variabel yang analisis statistik deskriptif dilakukan dengan nilainya ditentukan melalui persamaan atau dari bantuan komouter menggunakan paket program model hubungan yang dibentuk. Termasuk dalam AMOS 16,0 dan SPSS versi 15,0 (Ghozali, 2. kelompok variabel eksogen adalah pengukuran Kedua, analisis inferensial yaitu Structural kepemimpinan transformasional, kepemimpinan Equation Model (SEM) adalah teknik analisis transaksional dan kompensasi, sedangkan yang statistik yang mengkombinasikan beberapa aspek tergolong variabel endogen adalah kepuasan kerja yang terdapat pada analisis faktor konfirmatori dan kinerja pegawai. untuk mengestimasi beberapa persamaan secara Model dikatakan baik bilamana pengem- Model persamaan struktural (Struc-tural bangan model hipotetik secara teoritis didukung Equation Modelin. merupakan generasi kedua oleh data empirik. Hasil analisis SEM secara teknik analisis multivariate yang memung-kinkan lengkap dapat dilihat pada gambar berikut: peneliti untuk menguji hubungan antara variabel ,75 ,78 Y1. ,56 Y1. ,54 Y1. ,33 Y1. ,23 Y1. ,28 Y1. ,39 1 ,35 ,62 ,36 2,60 ,29 3,54 ,60 ,87 ,89 ,75 Kepemimpinan Transf ormasional ,33 1 ,70 ,58 ,84 2 ,57 ,75 ,41 ,61 3 ,37 ,01 ,09 ,17 Kepemimpinan Transaksional (X. ,58 ,74 ,48 ,53 ,67 ,02 ,51 Kepuasan Pegawai (Y. ,06 ,88 ,78 ,19 -,10 ,57 ,76 ,79 ,63 Kompensasi (X. Chi-Square =688,746 Probability =,000 DF =179 GFI =,718 AGFI =,636 TLI =,688 RMSEA =,120 Gambar 2 Pengukuran Model Hubungan variabel Program Studi Ilmu Administrasi Negara ,71 ,60 ,51 Kinerja Pegawai (Y. ,19 ,36 ,66 ,44 ,03 Y2. Y2. 3 Y2. Y2. Pengaruh Perilaku Kepemimpinan dan Kompensasi Terhadap Kepuasa Dan Kinerja Pegawai Pemerintah Kabupaten Sinjai Jafar B Oleh: H. Abdul Karim & Darmawati Dari evaluasi model menunjukkan dari delapan dengan melakukan korelasi antar error indikator kriteria goodness of fit indices terlihat nilai chi- sesuai dengan petunjuk dari modification indices. squarenya masih besar dan masih terdapat kriteria Hasil analisis setelah model akhir yang didapatkan yang tidak sesuai dengan nilai cut off yang adalah sebagai berikut: ditentukan, sehingga dilakukan modifikasi model -,19 -,17 -,14 ,16 ,18 ,13 -,02 -,21 -,23 ,23 ,13 1 ,31 2 ,43 ,54 3 ,29 Kep Transformasional (X. ,45 Y1. ,35 ,45 Y1. -,28 ,67 ,67 ,27 ,48 ,05 ,20 ,62 Kinerja Pegawai (Y. ,78 ,52 ,58 Y2. 1 ,34 ,28 ,17 Y2. ,27 Y2. ,35 Y2. 2 ,64 ,80 ,07 ,06 -,03 Chi-Square =183,779 Probability =,051 DF =154 GFI =,922 AGFI =,883 TLI =,964 RMSEA =,031 Kompensasi (X. ,50 ,71 Kep. Transaksional (X. ,75 ,41 Kepuasan Pegawai (Y. ,30 ,18 ,31,56 ,43 Y1. ,11 ,63 ,57 Y1. ,52 ,49 ,34 -,22 -,15 ,53 ,80 ,55 ,44 ,74 ,11 Y1. ,01 ,29 -,16 ,52 ,56 ,65 ,16 ,24 Y1. -,28 ,27 ,86 ,74 ,09 -,07 -,25 -,18 ,06 Gambar 3 Pengukuran Model Hubungan variable Hasil uji model disajikan pada gambar 2 di kriteria cut off value, walaupun ada satu yang tidak atas dievaluasi berdasarkan goodness of fit indices memenuhi kriteria cut off value yaitu AGFI, namun pada tabel 1 berikut dengan disajikan kriteria model dapat dikatakan telah sesuai kriteria goodness of fit indices untuk di analisis. kesesuaian data. Berdasarkan model empirik yang diajukan Tabel 1. Evaluasi kriteria Goodness of Fit Indices Overall Model dalam penelitian ini dapat dilakukan pengujian terhadap hipotesis yang diajukan melalui pengujian Goodness of fit index Cut-off Value Hasil Model Tahap Awal Ket. Chi_Square Diharapkan Baik Baik Probability Ou 0. Baik Baik CMIN/DF O 2. Baik Baik RMSEA O 0. Marginal Baik GFI Ou 0. Marginal Baik tidak langsung . ndirect effec. artinya terdapat pengaruh yang positif secara tidak langsung antara Hasil Model Ket. Tahap Akhir koefisien jalur pada model persamaan struktural. Tabel 26 merupakan pengujian hipo-tesis dengan melihat nilai p value, jika nilai p value lebih kecil AGFI Ou 0. Marginal Margi TLI Ou 0. Marginal Baik Sumber: Hair . Arbuckle . Dari evaluasi model menunjukkan delapan kriteria goodness of fit indices telah memenuhi 05 maka hubungan antara variabel signifikan. Selain itu juga menjelaskan pengaruh langsung . irect effec. artinya terdapat pengaruh yang positif secara langsung antara variabel, pengaruh variabel, dan pengaruh total . otal effec. yaitu akumulasi dari pengaruh langsung dan tidak langsung. Hasil pengujian disajikan pada tabel berikut: Program Studi Ilmu Administrasi Negara Jurnal Ilmiah AdministrasitaAo ISSN 2301-7058 Vol 7. No. Desember 2016 Tabel 2 Pengujian Hipotesis Direct Effect. Indirect Effect and Total Effect Direct Effect Variabel HIP Variabel Independen Dependen Standardize P-value Keterangan Kepemimpinan Kepuasan Kerja 330 Tidak Signifikan Transformasional (X. Pegawai (Y. Kepemimpinan Kepuasan Kerja Signifikan Transaksional (X. Pegawai (Y. Kompensasi Kepuasan Kerja Signifikan (X. Pegawai (Y. Kepemimpinan Kinerja Pegawai Signifikan Transformasional (X. (Y. Kepemimpinan Kinerja Pegawai Signifikan Transaksional (X. (Y. Kompensasi Kinerja Pegawai Signifikan (X. (Y. Kepuasan Kerja Pegawai Kinerja Pegawai Signifikan (Y. (Y. Indirect Effect Variabel Variabel Variabel Standardize P-value Independen Intervening Dependen Keterangan Kepemimpinan Kepuasan Kerja Kinerja Pegawai Signifikan Transformasional (X. Pegawai (Y. (Y. Kepemimpinan Kepuasan Kerja Kinerja Pegawai Transaksional Signifikan Pegawai (Y. (Y. (X. Kompensasi Kepuasan Kerja Kinerja Pegawai Signifikan (X. Pegawai (Y. (Y. Sumber: Lampiran SEM Dari keseluruhan model ada tiga jalur Kompensasi mempunyai pengaruh positif dan memberikan pengaruh yang signifikan. Adapun signifikan terhadap kepuasan kerja dengan p = interpretasi dari Tabel 17 untuk direct effect dapat 002 < 0. 05 dan nilai pengaruh langsung dijelaskan sebagai berikut: Kepemimpinan transformasional mempunyai Kepemimpinan transformasional mempunyai pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja kepuasan kerja dengan p = 0. 330 > 0. 05 dan pegawai dengan p = 0. 000 > 0. 05 dan nilai nilai pengaruh langsung sebesar 0. pengaruh langsung sebesar 0. Kepemimpinan Kepemimpinan pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja kepuasan kerja dengan p = 0. 047 < 0. 05 dan pegawai dengan p = 0. 000 < 0. 05 dan nilai nilai pengaruh langsung sebesar 0. pengaruh langsung sebesar 0. Program Studi Ilmu Administrasi Negara Pengaruh Perilaku Kepemimpinan dan Kompensasi Terhadap Kepuasa Dan Kinerja Pegawai Pemerintah Kabupaten Sinjai Jafar B Oleh: H. Abdul Karim & Darmawati Kompensasi mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan p = 004 < 0. 05 dan nilai pengaruh langsung maksimal baik input, proses, output dan Kepemimpinan transformasional secara tidak langsung berpengaruh positif dan signifikan Kepuasan kerja mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja melalui kepuasan. Kepemim- dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan pinan transformasional yang diterapkan sudah p = 0. 000 < 0. 05 dan nilai pengaruh langsung memenuhi kepuasan dan meningkatkan kinerja pegawai, sehingga memberikan penga-ruh yang Untuk indirect effect sebagai berikut: signifikan secara tidak langsung. Kepemimpinan transformasional mempunyai Kompensasi pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja positif dan signifikan terhadap kinerja. Kom- pegawai melalui kepuasan kerja dengan nilai pensasi yang diterima pegawai sebagai peng- untuk pengaruh tidak langsung sebesar 0. hargaan yang memberikan kontribusi dalam dengan p = 0. 000 < 0. meningkatkan kinerja sesuai input, proses. Kepemimpinan pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja output dan outcome. PENUTUP pegawai melalui kepuasan kerja dengan nilai Berdasarkan analisis hasil penelitian dan untuk pengaruh tidak langsung sebesar 0. pembahasan, disimpulkan sebagai berikut: . dengan p = 0. 000 < 0. Kompensasi mempunyai pengaruh positif dan positif dan tidak signifikan terhadap kepuasan. signifikan terhadap kinerja pegawai melalui Kepemimpinan transformasional yang berorien- kepuasan kerja dengan nilai untuk pengaruh tasi pada visi, misi, harapan, intelegensi dan tidak langsung sebesar 0. 217 dengan p = 0. perhatian telah diterapkan, namun tidak signifi-kan < 0. memenuhi kepuasan kerja pegawai. kepe- Temuan penelitian ini adalah: mimpinan transaksional berpengaruh positif dan Kepemimpinan transformasional secara lang- Kepemimpinan sung berpengaruh positif dan tidak signifikan transaksional berdasarkan kontrak upah, penge- terhadap kepuasan. Kepemimpinan transfor- cualian dari manajemen aktif dan pasif serta masional yang berorientasi pada visi, misi, melepaskan tanggungjawab mampu memenuhi kepuasan kerja pegawai. kompensasi berpe- diterapkan, namun tidak signifikan memenuhi ngaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan. kepuasan kerja pegawai Kompensasi berupa pembayaran keuangan lang- Kepemimpinan transformasional secara lang- sung dan tidak langsung telah diberikan dan sung berpengaruh positif dan signifikan terha- memberikan kepuasan bagi pegawai. kepe- dap kinerja. Kepemimpinan transforma-sional mimpinan transformasional berpengaruh positif yang diterapkan mampu mencapai kinerja yang dan signifikan terhadap kinerja. Kepemimpinan Program Studi Ilmu Administrasi Negara Jurnal Ilmiah AdministrasitaAo ISSN 2301-7058 Vol 7. No. Desember 2016 transformasional yang diterapkan sudah mampu kepuasan dan meningkatkan kinerja pegawai, mencapai kinerja yang maksimal baik input, sehingga memberikan pengaruh yang signifikan proses, output dan outcome. kepemimpinan secara tidak langsung. transaksional berpengaruh positif dan signifikan Berdasarkan kesimpulan yang dikemuka- terhadap kinerja. Kepemimpinan transaksional kan di atas, disarankan: . menanamkan sikap yang diterapkan memberikan kontribusi dalam transformasional dalam menjalankan kepemimpi- pelaksanan kegiatan yang berjalan lancar, proses nan, agar setiap bawahan merasa termotivasi untuk kegiatan yang lancar, kegiatan yang terlaksana bekerja dan puas dengan hasil kerja yang dicapai. sesuai rencana dan pencapaian hasil kerja. menunjukkan sikap kepemimpinan yang transa- kompensasi berpengaruh positif dan signifikan ksional agar setiap pegawai memiliki kesadaran terhadap kinerja. Kompensasi yang diterima atas tugas dan fungsinya, sehingga puas dengan pegawai sebagai penghargaan yang memberikan pekerjaan yang ditekuni. meningkatkan pembe- kontribusi dalam meningkatkan kinerja sesuai rian kompensasi dengan tidak melihat berdasarkan input, proses, output dan outcome. kepuasan golongan dan masa kerja, tetapi berdasarkan prestasi yang dicapai dalam bekerja guna mewu- Kepuasan atas tingkat kehadiran pegawai, judkan kepuasan kerja pegawai. memotivasi keadilan dalam menerima imbalan, kesesuaian kepada setiap pegawai untuk taat pada aturan jabatan yang dimiliki, senang dengan pekerjaan instansi sebagai bentuk transformasi sikap, keper- yang ditekuni, termotivasi untuk bekerja, dan cayaan dan nilai-nilai, sehingga pegawai terdorong menunjukkan reaksi positif atas kebijakan instansi untuk mencapai kinerja yang maksimal. setiap pemimpin harus menunjukkan sikap yang demok- kinerja pegawai. kepemimpinan transformasio- ratis, tidak memaksakan kehendaknya kepada nal berpengaruh positif dan signifikan terhadap pegawai, sehingga setiap pegawai dapat menyele- kinerja melalui kepuasan. Kepemimpinan trans- saikan tupoksinya dan mencapai peningkatan formasional yang diterapkan telah memenuhi . meningkatkan pemberian kompensasi kepuasan dan meningkatkan kinerja pegawai, sesuai kelayakan yang dimiliki pegawai, sehingga sehingga membe-rikan pengaruh yang signifikan pegawai terdorong untuk melaksanakan tugas secara tidak langsung. kepemimpinan transak- pokok dan fungsi sebagai kewajiban yang dengan sional berpengaruh positif dan signifikan terhadap sendirinya akan meningkatkan kinerjanya. kinerja melalui kepuasan. Kepemimpinan transak- mempertahankan kepuasan yang dirasakan pega- sional yang diterapkan telah memenuhi kepuasan wai dengan terus memberikan dorongan kepada dan meningkatkan kinerja pegawai, sehingga mem- pegawai untuk bekerja sesuai dengan tupoksi dan berikan pengaruh yang signifikan secara tidak bidang tugas yang ditekuni, sehingga memberikan dan . kompensasi berpengaruh positif kontibusi terhadap kinerja. terus menanamkan dan signifikan terhadap kinerja melalui kepuasan. sikap untuk tetap menjalankan kepemimpinan yang Kompensasi transformasional, agar setiap bawahan merasa Program Studi Ilmu Administrasi Negara Pengaruh Perilaku Kepemimpinan dan Kompensasi Terhadap Kepuasa Dan Kinerja Pegawai Pemerintah Kabupaten Sinjai Jafar B Oleh: H. Abdul Karim & Darmawati termotivasi untuk bekerja dan puas dengan hasil kerja yang dicapai. menerapkan sikap kepemimpinan yang transaksional, sehingga setiap pegawai memiliki kesadaran atas tugas dan fungsinya, sehingga puas dengan pekerjaan yang ditekuni dan memberikan pengaruh terhadap dan . meningkatkan pemberian kompensasi sesuai golongan dan masa kerja, untuk mewujudkan kepuasan kerja dan mening-katkan kinerja pegawai. DAFTAR PUSTAKA