E-ISSN:2808-3849 P-ISSN:2808-4411 https://doi. org/10. 37817/psikologikreatifinovatif. HUBUNGAN ANTARA CITRA TUBUH DAN KONSEP DIRI DENGAN KEPERCAYAAN DIRI MAHASISWI FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI ANGKATAN 2021 UNIVERSITAS PERSADA INDONESIA Y. Meriani Ayu Saputri1. Febi Herdajani2 Universitas Persada Indonesia YAI Jl. Diponegoro No. 74 Jakarta Pusat Email : merianiayus@gmail. com1, febi. herdajani@upi-yai. ABSTRAK Penelitian kuantitatif ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara citra tubuh dan konsep diri dengan kepercayaan diri mahasiswi fakultas Ilmu Komunikasi angkatan 2021 di Universitas Persada Indonesia YAI. Kepercayaan diri adalah variabel terikat dalam penelitian ini, sedangkan citra tubuh (X. dan konsep diri (X. adalah variabel bebas. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 84 mahasiswi. Hasil analisis data menggunakan Bivariate Correlation menunjukkan bahwa variabel citra tubuh dengan kepercayaan diri memiliki nilai koefisien korelasi r=0,730 dan p=0,000 . < 0,. yang menunjukkan bahwa ada hubungan ke arah positif antara keduanya. Hasil analisis data variabel konsep diri dengan kepercayaan diri menunjukkan koefisien korelasi r=0,771 dan p=0,000 . < 0,. yang berarti ada hubungan ke arah positif antara keduanya. Selanjutnya, hasil uji analisis data menggunakan Multivariate Correlation diperoleh nilai koefisien korelasi R=0,764 dan p=0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan ke arah positif antara citra tubuh dan konsep diri dengan kepercayaan diri. Sumbangan efektif citra tubuh dan konsep diri dengan kepercayaan diri sebesar sebesar 73% sedangkan sisanya 27% merupakan sumbangan dari faktor lain yang tidak diteliti. Kata kunci : Kepercayaan Diri. Citra Tubuh. Konsep Diri ABSTRACT This quantitative study aims to determine the relationship between body image and self-concept with the selfconfidence of 2021 batch of Communication Sciences faculty students at Universitas Persada Indonesia YAI. Self-confidence is the dependent variable in this study, while body image (X. and self-concept (X. are independent variables. The sampling method used purposive sampling technique with a total sample of 84 female The results of data analysis using Bivariate Correlation showed that the body image variable with selfconfidence had a correlation coefficient of r = 0. 730 and p = 0. <0. indicating that there was a positive relationship between the two. The results of data analysis on the self-concept variable with self-confidence show a correlation coefficient of r=0. 771 and p=0. <0. , which means that there is a positive relationship between the two. Furthermore, the results of the data analysis test using Multivariate Correlation obtained a correlation coefficient of R = 0. 764 and p = 0. 000 <0. This shows that there is a positive relationship between body image and self-concept with self-confidence. The effective contribution of body image and self-concept to self-confidence is 73% while the remaining 27% is a contribution from other factors not examined. Keywords: Self Confidence. Body Image. Self Concept Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 3 No 3 November 2023 E-ISSN:2808-3849 P-ISSN:2808-4411 https://doi. org/10. 37817/psikologikreatifinovatif. PENDAHULUAN Mahasiswi merupakan individu yang terdaftar di perguruan tinggi dan berusia antara 18-25 Tahap ini dapat dianggap sebagai masa transisi dari remaja akhir ke dewasa awal, dimana mahasiswi sedang memperkuat pendirian hidupnya (Yusuf, 2. Salah satu tahap penting dalam perkembangan manusia adalah masa remaja akhir, dan mahasiswi berada pada tahap perkembangan ini. Perubahan pada tahap ini mencakup fisik dan psikis dengan perkembangan pesat menuju bentuk dewasa. Rasa puas terhadap perubahan fisik sangat penting untuk menunjang kepercayaan diri yang dimilikinya. Kepercayaan diri yang baik harus dimiliki oleh setiap individu dan bagi mahasiswi pastinya akan sangat bermanfaat karena menjadi sebuah syarat untuk melakukan interaksi dengan dosen, teman, dan orang-orang yang ditemui di kampus (Widyana & Robertus, 2. Rasa percaya diri akan terbentuk dari kesadaran bahwa ketika individu yakin akan kemampuan yang dimilikinya dan memutuskan melakukan sesuatu, maka itu yang akan dilakukannya dan bermanfaat bagi kehidupannya, sehingga kepercayaan diri harus dilatih dan dipraktikan agar menjadi kebiasaan untuk individu memiliki kepercayaan diri yang baik. Kepercayaan kepribadian yang penting pada individu dalam menghadapi tantangan, dan memiliki nilai yang sangat berharga dalam kehidupan bermasyarakat, karena dengan kepercayaan diri individu mampu mengaktualisasikan segala potensi dirinya (Ghufron & Risnawati, 2. Individu dengan kepercayaan diri yang tinggi memiliki kesadaran akan kelemahan dan kelebihan untuk menjalani kehidupannya. Penampilan fisik merupakan hal pertama yang diperhatikan saat individu berinteraksi dengan orang lain, oleh karena itu tidak heran jika setiap individu sangat memperhatikan penampilan fisiknya (Sumanty et al, 2. Penampilan kepercayaan diri karena berkaitan dengan citra tubuh yang dimiliki individu. Saat ini perkembangan zaman juga telah membawa perkembangan model citra tubuh, didukung oleh perkembangan teknologi yang pesat, semakin mudah bagi masyarakat untuk mendapatkan perkembangan standar tubuh ideal, dan setiap wanita juga dapat mengikuti perkembangan tersebut (Wiranatha & Supriyadi, 2. Rasa percaya diri dan konsep diri yang positif berkembang ketika individu memenuhi standar yang diinginkan, dan individu yang menarik lebih dapat diterima secara sosial daripada individu yang tidak menarik. Kemudian, pembentukan konsep diri merupakan hasil dari interaksi sosial, dan kecenderungan individu untuk diakui keberadaan dirinya dengan berusaha menjadi bagian dari lingkungan tersebut. Menurut SEO. Dimas . bahwa mahasiswi ilmu komunikasi terkenal dengan mahasiswa yang gaul dan cenderung mengikuti trend pakaian terkini tetapi tetap berpakaian rapi dan sopan, mahasiswa Ilmu Komunikasi indentik dengan predikat keren dan stylish. Hal ini dapat didasarkan pada kebutuhan mahasiswi sebagai bagian dari lingkungannya, karena mahasiwa Ilmu Komunikasi banyak berinteraksi dengan orang lain dan tampil di depan umum, sehingga mahasiswi harus berpakaian meyakinkan. Bagi mahasiwi Ilmu Komunikasi khususnya, harus memiliki rasa percaya diri dalam berpenampilan dan berbicara di depan umum untuk mendukung berbagai kegiatan dan kebutuhan yang berkaitan dengan dunia akademis, sebagai mahasiswi yang terbiasa tampil atau berbicara di publik akan memiliki kepercayaan diri yang tinggi saat berbicara tanpa ada keraguan. Penulis melakukan wawancara terhadap sepuluh mahasiswi fakultas Ilmu Komunikasi di Universitas Persada Indonesia YAI pada tanggal 16-18 Maret 2023 untuk mengetahui pandangan mahasiswi mengenai kepercayaan diri, bentuk tubuh, serta penampilan fisiknya. Berdasarkan dari hasil wawancara tersebut, terdapat tujuh mahasiswi yang sudah memiliki kepercayaan diri terkait bentuk tubuhnya seperti bentuk kaki yang jenjang, lengan yang kecil, pinggang yang kecil, bentuk wajah yang simetris, berat badan tidak terlalu kurus atau gemuk, dan tinggi badan yang relatif sesuai dengan orang lain, sehingga mahasiswi pun juga tertarik mengikuti trend fashion yang ada di media sosial agar terlihat menarik pada saat datang ke kampus dengan menggunakan pakaian berwarna cerah atau biasa yang disebut cewe kue dan untuk mahasiswi yang sedikit memiliki badan gemuk mereka menggunakan pakaian oversize untuk menutupi bentuk tubuhnya dan jika dipakai tidak mudah gerah, namun tiga mahasiswi masih kurang Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 3 No 3 November 2023 E-ISSN:2808-3849 P-ISSN:2808-4411 https://doi. org/10. 37817/psikologikreatifinovatif. percaya diri karena merasa memiliki bentuk tubuh yang dianggap kurang ideal seperti memiliki betis besar, perut besar, pinggul lebar, dan tubuh yang Wawancara dilakukan kembali pada tanggal 10 April 2023. Berdasarkan hasil wawancara tersebut terdapat enam mahasiswi telah mengembangkan konsep diri yang positif, dengan mampu membangun hubungan dan berinteraksi dengan orang lain, serta percaya diri saat tampil di hadapan umum, terlebih jika diminta dosen untuk membuat tugas video secara individu maupun kelompok para mahasiswi ini merasa mampu melakukannya, sedangkan empat diantaranya masih memiliki konsep diri yang negatif dikarenakan merasa pesimis, dan tidak penampilannya, yang dianggap kurang ideal atau tidak sesuai standar. Penampilan adalah poin penting bagi mahasiswi untuk memperlihatkan penampilan yang sempurna di lingkungan sosialnya guna meningkatkan kepercayaan diri. Faktor yang memengaruhi kepercayaan diri menurut Santrock . yaitu penampilan fisik yang berkaitan dengan citra tubuh atau body image. Berdasarkan survey dari Wahyuningtyas & Hazim . terhadap 58 mahasiswi diperoleh hasil sebesar 53,4% mahasiswi cenderung tidak percaya diri dengan total 70,7% mahasiswi memiliki pandangan bahwa pendapat orang lain mengenai dirinya secara positif maupun negatif dapat memengaruhi kepercayaan diri. Pendapat orang lain ini akan menjadi bahan evaluasi tentang dirinya, evaluasi mengenai tubuh serta penampilan disebut sebagai citra tubuh. Menurut Hoyt . alam Wiranatha & Supriyadi, 2. citra tubuh merupakan sikap individu dalam melakukan evaluasi pada dirinya seperti pada penampilan fisik dengan kepuasaan dan penerimaan yang disebut sebagai rasa suka maupun rasa tidak suka yang negatif. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Barus, et al . dengan jumlah 85 responden menunjukkan adanya korelasi yang signifikan antara body image atau citra tubuh dengan kepercayaan diri mahasiswi Ners tingkat 3 STIKES Santa Elizabeth Medan. Artinya dalam hal ini, banyak mahasiswi yang akan berusaha memperhatikan kondisi fisiknya. Dalam lingkungan perkuliahan, mahasiswi seringkali dihadapkan dengan norma sosial yang terkait dengan penampilan fisik, tidak jarang ditemui mahasiswi yang menganggap kondisi fisiknya tidak seperti konsep idealnya, meskipun menurut pandangan orang lain sudah dianggap Mahasiswi akan mempersepsikan dirinya serta memberi arti dan penilaian, hal ini menujukkan kemampuannya untuk melihat dirinya sendiri sebagai sesuatu yang terpisah dari dirinya, dan juga menunjukkan adanya konsep diri pada mahasiswi. Selain citra tubuh, faktor lain yang memengaruhi kepercayaan diri seperti yang diungkapkan oleh Ghufron & Risnawita . yakni konsep diri. Konsep diri menurut Potter dan Perry . alam Prawiro, 2. adalah citra subjektif dan merupakan perpaduan kompleks dari perasaan, sikap dan persepsi bawah sadar sebagai konsep acuan yang berpengaruh pada pengelolaan Konsep diri juga berfungsi sebagai kerangka kerja untuk mengorganisasi pengalamanpengalaman yang dialami oleh individu (Anastasya dan Tanti, 2. Calhoun dan Acocella . alam Ghufron & Risnawita, 2. menjelaskan bahwa konsep diri sebagai gambaran mental pada individu yang terbagi menjadi dua yaitu konsep diri positif dan Individu dengan konsep diri positif yaitu yakin akan kemampuan dirinya dalam menyelesaikan permasalahan, mampu mengembangkan diri, mengetahui mana perilaku yang buruk dan berusaha untuk mengubahnya, merasa sejajar, dan mampu memberikan pujian, sehingga individu yang memiliki konsep diri yang positif dapat memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Sedangkan individu dengan konsep diri negatif cenderung pesimis dalam menghadapi kehidupannya, yang kepercayaan diri yang rendah. Hubungan antara konsep diri dengan kepercayaan diri dikuatkan oleh penelitian Madhy, et al . pada mahasiwa/i fakultas Psikologi Stambuk 2019 di Universitas Medan Area sebanyak 30 responden, terdapat hubungan positif antara konsep diri dengan kepercayaan diri dengan asumsi bahwa semakin baik konsep diri maka semakin tinggi tingkat kepercayaan diri. Berdasarkan uraian dan permasalahan diatas maka penulis tertarik untuk meneliti Hubungan Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 3 No 3 November 2023 E-ISSN:2808-3849 P-ISSN:2808-4411 https://doi. org/10. 37817/psikologikreatifinovatif. antara Citra Tubuh dan Konsep Diri dengan Kepercayaan Diri Mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi Angkatan 2021 Universitas Persada Indonesia YAI. LANDASAN TEORI Kepercayaan Diri Menurut Lautser . kepercayaan diri adalah keyakinan bahwa individu dapat melakukan apa yang mereka suka, bertanggung jawab atas perilakunya, serta baik dalam Terdapat beberapa Aspek kepercayaan diri menurut Lauster . antara lain : Keyakinan kemampuan diri Sikap positif yang dimiliki oleh individu terhadap dirinya bahwa individu mengerti secara sungguhsungguh akan apa yang dilakukanya. Optimis Sikap positif yang dimiliki individu untuk selalu berpandangan baik terhadap harapan dan segala hal tentang dirinya. Objektif Pandangan permasalahan yang sesuai dengan kebenaran yang semestinya bukan hanya menurut kebenaran dirinya sendiri. Bertanggung Jawab Suatu sikap kesediaan individu dalam menanggung segala sesuatu yang sudah menjadi konsekuensi dari apa yang dilakukannya. Rasional Rasional ialah suatu analisa pada sebuah permasalahan, suatu kejadian, dan sesuatu hal dengan menggunakan pemikiran yang bisa diterima akal dan sesuai pada kenyataan. Citra Tubuh Cash dan Pruzinky . mengemukakan multidimensi mencakup persepsi, kognisi emosi, dan perilaku yang terkait dengan penampilan fisik Persepsi tersebut dapat bersifat positif maupun negatif. Persepsi positif berarti individu cenderung merasa puas dengan penampilan fisiknya, sedangkan persepsi negatif yaitu individu merasa tidak puas terhadap penampilan Terdapat beberapa aspek yang mendasari citra tubuh menurut Cash & Pruzinsky . antara lain yaitu : Evaluasi (Appearance Kemampuan penampilannya secara keseluruhan. Orientasi (Appearance Perhatian individu terhadap penampilannya serta usaha meningkatkan penampilan dirinya. Kepuasaan pada bagian tubuh (Body areas Individu mengukur kepuasaan terhadap bagian tertentu terhadap tubuhnya secara spesifik. Kecemasan menjadi gemuk (Overweight Rasa cemas dan kewaspadaan yang dimiliki individu terhadap berat badannya serta berusaha untuk menjaga berat badannya. Pengkategorian tubuh (Self classifie. Persepsi individu terhadap berat tubuhnya dengan rentang penilaian dari berat badan kurang hingga berat badan berlebih. Konsep Diri Calhoun dan Acocella . mendefinisikan konsep diri sebagai gambaran mental individu, ketika manusia lahir tidak memiliki konsep diri, pengetahuan tentang dirinya sendiri, harapan terhadap diri sendiri, dan penilaian pada dirinya yang artinya individu adalah bagian yang tidak terpisahkan dari lingkungan sekitarnya. Menurut Calhoun & Acocella . konsep diri terdiri dari tiga dimensi antara lain : Pengetahuan Pengetahuan merupakan informasi yang diketahui individu terkait gambaran diri, fisik, usia, jenis kelamin dan latar belakang sosial yang dimiliki dengan identifikasi tertentu oleh individu, dimana julukan dapat berubah sesuai dengan identifikasi yang dimiliki dengan informasi yang didapatkan. Harapan Pada titik tertentu individu memiliki beberapa perspektif tentang dirinya, individu juga mempunyai satu aspek pandangan tentang kemungkinan dirinya menjadi apa di masa depan. Individu mempunyai harapan bagi dirinya sendiri untuk menjadi diri yang ideal. Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 3 No 3 November 2023 E-ISSN:2808-3849 P-ISSN:2808-4411 https://doi. org/10. 37817/psikologikreatifinovatif. Penilaian Penilaian individu mencakup kesesuaian pada dirinya sendiri, apakah bertentangan dengan . Ausiapakah sayaAy, pengharapan bagi individu, . Au seharusnya saya menjadi apaAy, standar bagi Hasil penilaian tersebut disebut harga Semakin tidak sesuai antara harapan dan standar diri, maka akan semakin rendah harga diri METODE PENELITIAN Identifikasi Variabel Penelitian Adapun variabel yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut : Variabel Terikat (Y) : Kepercayaan Diri Variabel Bebas (X. : Citra Tubuh Variabel Bebas (X. : Konsep Diri Populasi. Sampel. Pengambilan Sampel Teknik Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswi fakultas Ilmu Komunikasi angkatan 2021 Universitas Persada Indonesia YAI yang berjumlah 107 orang. Dalam penelitian ini penulis mengambil sampel menggunakan Sampel Sized Calculator yang berjumlah 84 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling dengan kriteria yaitu terhadap mahasiswi aktif fakultas Ilmu Komunikasi dan berusia 18-25 HASIL DAN PEMBAHASAN Pengujian hipotesis kedua menggunakan bivariate correlation antara konsep diri dengan kepercayaan diri diperoleh nilai koefisien r=0,771 dan p=0,000< 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa Hipotesis Nihil (H. ditolak, yang berarti AuTidak Ada Hubungan Antara Konsep Diri Dengan Kepercayaan Diri Mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi Angkatan 2021 Universitas Persada Indonesia YAIAy, dan Hipotesis Alternatif (Ha. Uji Hipotesis Ketiga (X1 dan X2 dengan Pengujian hipotesis ketiga menggunakan multivariate correlation diperoleh nilai koefisien korelasi R=0,764 dan p=0,000< 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa Hipotesis Nihil (H. , yang berarti AuTidak Ada Hubungan Antara Citra Tubuh Dan Konsep Diri Dengan Kepercayaan Diri Mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi Angkatan 2021 Universitas Persada Indonesia YAIAy, ditolak, dan Hipotesis Alternatif (Ha. Berdasarkan hasil uji regresi dengan metode Enter diperoleh kontribusi citra tubuh dan konsep diri dengan nilai R Square = 0,730 atau sebesar 73% sedangkan sisanya 100%-73% diperoleh hasil sebesar 27% merupakan sumbangan dari variabel lain, yaitu hubungan dengan orang tua dan hubungan teman sebaya. Hasil analisis regresi dengan metode Stepwise diperoleh kontribusi citra tubuh dengan nilai R Square Change sebesar 27,1%, sedangkan konsep diri diperoleh nilai R Square Change sebesar 45,9%. Pembahasan Hasil Penelitian Uji Hipotesis Pertama (X1 dengan Y) Pengujian hipotesis pertama menggunakan bivariate correlation antara citra tubuh dengan kepercayaan diri diperoleh nilai koefisien korelasi r=0,730 dan p=0,000< 0,05. Hal ini menujukkan bahwa Hipotesis Nihil (H. yang berarti AuTidak Ada Hubungan Antara Citra Tubuh Dengan Kepercayaan Diri Mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi Angkatan 2021 Universitas Persada Indonesia YAIAy ditolak dan Hipotesis Alternatif (Ha. Uji Hipotesis Kedua (X2 dengan Y) Pembahasan dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara citra tubuh dan konsep diri dengan kepercayaan diri mahasiswi fakultas Ilmu Komunikasi angkatan 2021 Universitas Persada Indonesia YAI, dengan jumlah responden sebanyak 84 mahasiswi pada program studi Ilmu Komunikasi dan DKV, karena memiliki kriteria yang sesuai untuk penelitian ini. Hasil analisis data menggunakan metode bivariate correlation dan multivariate correlation dengan bantuan program SPSS 25. 0 for Windows. Hasil perhitungan uji hipotesis menggunakan metode bivariate correlation, diketahui bahwa Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 3 No 3 November 2023 E-ISSN:2808-3849 P-ISSN:2808-4411 https://doi. org/10. 37817/psikologikreatifinovatif. variabel citra tubuh dengan kepercayaan diri memiliki hubungan yang kuat dengan arah korelasi positif. Artinya semakin tinggi citra tubuh mahasiswi fakultas Ilmu Komunikasi angkatan 2021 Universitas Persada Indonesia YAI, maka akan semakin tinggi kepercayaan diri mahasiswi, dan sebaliknya jika semakin rendah citra tubuh maka kepercayaan diri rendah Sejalan dengan penelitian Wahyuningtyas dan Hazim . terhadap mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, hubungan positif yang signifikan antara citra tubuh dengan kepercayaan diri. Artinya bahwa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo lebih tinggi jika individu memiliki citra tubuh yang positif, dan sebaliknya kepercayaan diri individu lebih rendah jika individu memiliki citra tubuh yang negatif. Hasil mahasiswi yang melihat citra tubuhnya secara positif tidak akan memiliki masalah kepercayaan diri, sementara mahasiswi yang melihat citra tubuhnya secara negatif akan memiliki kepercayaan diri yang lebih rendah. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan untuk mahasiswi merubah cara berpikir karena kepercayaan diri sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Cash dan Pruzinsky . menjelaskan bahwa wanita dengan citra tubuh yang positif akan merasa nyaman karena individu tersebut merasa mendapatkan dukungan melalui kritik dan komentar yang membangun dari lingkungan sekitarnya, sehingga dengan adanya dukungan tersebut individu dapat mengembangkan potensi pada dirinya dan akan lebih mudah untuk beradaptasi dengan lingkungannya. Hasil analisis hipotesis kedua dengan metode bivariate correlation menunjukkan bahwa variabel konsep diri dengan kepercayaan diri memiliki hubungan yang kuat dengan arah korelasi positif. Artinya semakin tinggi konsep diri mahasiswi fakultas Ilmu Komunikasi angkatan 2021 Universitas Persada Indonesia YAI, maka akan semakin tinggi kepercayaan diri mahasiswi, dan sebaliknya jika semakin rendah konsep diri maka kepercayaan diri rendah. Selaras dengan Prusdianto et al. terhadap anggota teater kampus FSD UNM, ditemukan bahwa ada korelasi yang positif atau signifikan antara konsep diri dan kepercayaan diri. Artinya anggota teater kampus FSD UNM memiliki konsep diri yang positif. Gambaran masa depan individu tentang diri individu dipengaruhi oleh konsep diri ini, dan individu percaya pada diri Dari uraian diatas diharapkan untuk mahasiswi memiliki konsep diri yang positif, karena dengan memiliki konsep diri yang positif akan mampu membentuk rasa percaya diri yang tinggi, sehingga mahasiswi akan memiliki keyakinan dari kemampuan yang dimilikinya dan selalu memiliki pandangan yang baik mengenai dirinya, dapat pula mengembangkan sikap dan pemikiran secara Berdasarkan analisis uji hipotesis ketiga menggunakan metode multivariate correlation, ditemukan bahwa variabel antara citra tubuh dan konsep diri dengan kepercayaan diri memiliki hubungan yang kuat dengan arah korelasi positif. Artinya adanya hubungan antara citra tubuh dan konsep diri dengan kepercayaan diri mahasiswi fakultas Ilmu Komunikasi angkatan 2021 Universitas Persada Indonesia YAI. Hasil uji regresi dengan metode Enter menunjukkan variabel citra tubuh dan konsep diri memberikan kontribusi sebesar 73% % sedangkan sisanya 100%-73% diperoleh hasil sebesar 27% merupakan sumbangan dari variabel lain, yaitu hubungan dengan orang tua dan hubungan teman Sedangkan dari hasil analisis regresi dengan metode Stepwise diperoleh kontribusi untuk citra tubuh sebesar 27,1% dan konsep diri sebesar 45,9%. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa kedua faktor yang memengaruhi kepercayaan diri yang diteliti dalam penelitian ini yaitu variabel citra tubuh dan konsep diri memiliki hubungan dengan kepercayaan diri kearah positif dan didukung dari hasil penelitian-penelitian sebelumnya yang telah KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa : Terdapat hubungan yang signifikan dengan arah positif antara citra tubuh dengan kepercayaan diri mahasiswi fakultas Ilmu Komunikasi angkatan 2021 Universitas Persada Indonesia YAI. Hubungan ini Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 3 No 3 November 2023 E-ISSN:2808-3849 P-ISSN:2808-4411 https://doi. org/10. 37817/psikologikreatifinovatif. menunjukkan bahwa semakin tinggi citra tubuh mahasiswi maka dapat meningkatkan kepercayaan diri, dan begitupun sebaliknya. Terdapat hubungan yang signifikan dengan arah positif antara konsep diri dengan kepercayaan diri mahasiswi fakultas Ilmu Komunikasi angkatan 2021 Universitas Persada Indonesia YAI. Hubungan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi konsep diri mahasiswi maka dapat meningkatkan kepercayaan diri, dan begitupun sebaliknya. Terdapat hubungan yang signifikan dengan arah positif antara citra tubuh dan konsep diri dengan kepercayaan diri mahasiswi fakultas Ilmu Komunikasi angkatan 2021 Universitas Persada Indonesia YAI. Hubungan ini kepercayaan diri mahasiswi fakultas Ilmu Komunikasi angkatan 2021 Universitas Persada Indonesia YAI, maka akan semakin tinggi pula citra tubuh dan konsep diri yang dimiliki mahasiswi, begitupun sebaliknya jika semakin rendah kepercayaan diri maka citra tubuh dan konsep diri yang dimiliki mahasiswi pun rendah. DAFTAR PUSTAKA