PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS DEMONSTRASI DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN FIQIH SISWA KELAS i DI MI MUHAMMADIYAH BAMBAN GIRIWOYO APPLICATION OF DEMONSTRATION-BASED LEARNING IN IMPROVING STUDENTS' UNDERSTANDING OF FIQIH IN GRADE i AT MI MUHAMMADIYAH BAMBAN GIRIWOYO Siti Ainun Nafisah1,Amir Mukminin2 Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti Wonogiri Email: sitiainunnafisah23@gmail. Diterima : 8 Desember 2024 Direvisi : 23 Mei 2025 Disetujui : 26 Mei 2025 ABSTRAK Tujuan studi ini untuk menganalisis penerapan pembelajaran dengan metode demonstrasi dalam kurikulum Fiqih di kelas i MI Muhammadiyah Bamban Giriwoyo dan mengkaji efektivitas metode tersebut dalam meningkatkan pemahaman dan kemahiran siswa pada mata pelajaran Fiqih. Kurikulum fiqih di kelas i MI Muhammadiyah Bamban Giriwoyo dan menilai keefektifan metode tersebut dalam meningkatkan pemahaman dan kemampuan siswa dalam subjek studi pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang didasarkan pada teori deskriptif - analitis. Tujuan dari metode ini adalah untuk mengetahui secara rinci pelaksanaan metode demonstrasi dalam program pendidikan fiqih di MI Muhammadiyah Bamban Giriwoyo. Teknik pengumpulan data dengan tiga Pertama observasi partisipatif yang meliputi pengamatan langsung proses pembelajaran, dokumentasi aktivitas demonstrasi dan catatan lapangan sistematis. Kedua wawancara mendalam meliputi wawancara semi-terstruktur, fokus pada pengalaman guru dan persepsi siswa dan friangulasi sumber informasi. Ketiga dokumentasi. Pembelajaran berbasis demonstrasi di MI Muhammadiyah Bamban Giriwoyo pada mata pelajaran fiqih dinilai mampu dan sangat efektif untuk Sampel peneliti meliputi guru pendidikan agam islam dan siswa kelas i MI Muhammadiyah Bamban Giriwoyo. Hasil peneliti menukjukkan bahwa implementasi pembelajaran dengan menggunakan metode demonstrasi sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa. Kata kunci: metode pembelajaran, fiqih, demonstrasi ABSTRACT The purpose of this study was to analyze the application of endocrine learning methods in the Fiqh curriculum in class i of MI Muhammadiyah Bamban Giriwoyo and to examine the effectiveness of the method in improving students' understanding and abilities in the Fiqh subject. The Fiqh curriculum in class i of MI Muhammadiyah Bamban Giriwoyo and to examine the effectiveness of the method in improving students' understanding and abilities in the subject of qualitative approach with a case study design based on descriptive-analytical theory. The purpose of this method is to find out in detail the application of the conservation method in the fiqh education program at MI Muhammadiyah Bamban Giriwoyo. Data collection techniques with three stages. First, participatory observation which includes direct observation of the learning process, documentation of freezing activities and systematic field recording. Second, in-depth interviews include semistructured interviews, focusing on teacher experience and student perceptions and friangulation of information sources. Third, documentation. Resonance-based learning at MI Muhammadiyah Bamban Giriwoyo in the fiqh subject is considered capable and very effective for learning. The research sample included Islamic religious education teachers and students of class i of MI Muhammadiyah Bamban Giriwoyo. The results of the study showed that implementing learning using the condensation method was very effective in improving student understanding. Keywords: learning methods, jurisprudence, demonstration. Penerapan Pembelajaran Berbasis Demonstrasia. Nafisah. Mukminin PENDAHULUAN Pendidikan Islam, khususnya dalam Fiqih, kemampuan mengembangkan karakter dan pemahaman siswa secara strategis pemahaman siswa sejak dini. (Muhaimin, 2. ata pelajaran Fiqih di Madrasah Ibtidaiyah (MI) tidak sekadar transfer pengetahuan normatif, melainkan upaya internalisasi nilai-nilai keislaman yang komprehensif dan kontekstual. (Daradjat, 2. Namun, realitas di lapangan menunjukkan masih terdapat kesenjangan antara harapan ideal pendidikan Fiqih dengan praktik pembelajaran yang ada. Proses pembelajaran Fiqih kerap konvensional yang bersifat teachercentered, dimana guru mendominasi (Trianto. Kondisi mengakibatkan rendahnya keterlibatan siswa secara aktif dalam proses konstruksi pengetahuan keagamaan. Padahal, usia siswa Madrasah Ibtidaiyah, khususnya kelas 3, merupakan masa kritis dalam pembentukan konsep dan pemahaman keagamaan yang fundamental. (Zulaiha. Metode menjembatani kesenjangan tersebut. Metode ini memungkinkan siswa untuk mempraktikkan konsep-konsep Fiqih secara langsung. (Rahmah, 2. Melalui demonstrasi, abstraksi materi Fiqih dapat ditransformasikan menjadi pengalaman konkret yang mudah dicerna oleh siswa usia dasar. (Hamalik, 2. Beberapa penelitian terdahulu telah mengeksplorasi metode pembelajaran dalam pendidikan Fiqih, namun dengan fokus dan pendekatan yang berbeda: Penelitian Nurkholis . lebih kontekstual dalam pembelajaran Fiqih. Studi Munawaroh . fokus pada penggunaan media audiovisual dalam meningkatkan pemahaman siswa. Riset Sukarno . mengkaji metode ceramah dan diskusi dalam pembelajaran Fiqih. Meskipun demikian, penelitianpenelitian demonstrasi sebagai strategi spesifik untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas i MI. Penelitian kebaruan dalam beberapa aspek, pertama fokus pada metode demonstrasi di tingkat MI kelas i, kedua pengembangan model demonstrasi yang adaptif dengan karakteristik siswa usia dasar, ketiga implementasi, efektivitas, dan dampak metode demonstrasi dalam pembelajaran mapel Fiqih. (Yin, 2. Penelitian ini ditujukan untuk demonstrasi dalam mata pelajaran Fiqih di kelas i MI Muhammadiyah Bamban Giriwoyo dan mengukur efektivitas Metode Demonstrasi untuk meningkatkan pengetahuan dan penguasaan siswa terhadap materi Fiqih. Diyakini bahwa manfaat teori penelitian ini dapat memperkuat khazanah Fiqih, pengembangan strategi pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah. Manfaat praktis diharpkan dapat memberikan panduan demonstrasi dan meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran Fiqih. dengan jenis penelitian studi kasus. (Sugiono, 2. Metode ini dipilih untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang implementasi metode demonstrasi Muhammadiyah Bamban Giriwoyo. Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 11 Nomor 1 CJuni 2025 Subjek siswa kelas i dan guru Fiqih. Lokasi MI Muhammadiyah Bamban Giriwoyo. Kecamatan Giriwoyo. Kabupaten Wonogiri. Teknik menggunakan observasi partisipatif, dokumentasi, studi literature. Teknik analisis data dengan model analisis interaktif Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, penarikan Laporan penelitian nantinya akan disusun dalam lima bab utama yang saling memperoleh gambaran komprehensif tentang penelitian yang dilakukan. Penelitian tentang pengaplikasian metode demonstrasi dalam pembelajaran mapel Fiqih di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Bamban Giriwoyo diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan strategi pembelajaran yang lebih aktif, inovatif, dan bermakna. Metode demonstrasi merupakan strategi pembelajaran yang kompleks dan dinamis, yang memiliki signifikansi fundamental dalam proses transformasi (Zulfikar dan Tamrin, 2. Secara epistemologis, metode demonstrasi dapat didefinisikan sebagai pendekatan instruktif yang melibatkan peragaan langsung atau pertunjukan praktis suatu proses, prosedur, atau fenomena tertentu di hadapan peserta didik. (Hamalik, 2. Dalam konteks pendidikan Islam, khususnya mata pelajaran Fiqih, metode demonstrasi memiliki peran strategis dalam menerjemahkan konsep-konsep abstrak ke dalam praktik konkret yang dapat diamati dan dipahami oleh (Azizah, 2. Metode ini tidak sekadar transfer pengetahuan, melainkan upaya internalisasi nilai-nilai keislaman melalui pengalaman langsung dan observasi sistematis. (Musrifah, 2. Metode demonstrasi memiliki beberapa karakteristik meliputi visualisasi konsep adalah mengubah konsep abstrak menjadi (Wibowo, 2. Partisipasi Aktif yaitu melibatkan para siswa secara langsung dalam proses pelajaran. Kontekstual yaitu menghubungkan materi menggunakan konteks nyata dalam Interaktif memungkinkan terjadinya dialog dan refleksi antara guru dan siswa. (Nurhayati dan basyar, 2. Perspektif teori kognitif, khususnya Piaget Bruner, memberikan landasan konseptual yang (Hasnida. Piaget menekankan pentingnya tahap konkret operasional pada anak usia 7-11 tahun, yang sangat sesuai dengan karakteristik Madrasah Ibtidaiyah. (Alamsyah dan Kustati, 2. Bruner mengembangkan teori belajar berbasis penemuan . iscovery signifikansi pengalaman langsung dalam proses konstruksi pengetahuan. (Hidayat dan Sudrajat, 2. Dalam konteks mentransformasikan peran guru dari sekadar pentransfer informasi menjadi fasilitator pengalaman belajar. Proses kognitif yang terjadi selama metode demonstrasi meliputi observasi, identifikasi, internalisasi, rekonstruksi (Rahman dan Fadhli, 2. Pada mata pelajaran Fiqih, metode demonstrasi memiliki keunikan tersendiri. Materi-materi ibadah praktis seperti wudhu, shalat, dan tata cara bersuci dapat ditransformasikan menjadi pengalaman pembelajaran yang bermakna. (Majid. Tahapan Implementasi menjadi tiga, pertama perencanaan meliputi identifikasi materi yang sesuai untuk demonstrasi, persiapan alat dan bahan, desain skenario demonstrasi. Kedua pelaksanaan meliputi menjelaskan prosedur/konsep, melibatkan siswa dalam Penerapan Pembelajaran Berbasis Demonstrasia. Nafisah. Mukminin observasi, dan memberikan kesempatan tanya jawab. Ketiga evaluasi meliputi refleksi proses demonstrasi, penilaian pemahaman siswa dan umpan balik (Sudjana, 2. Faktor kritis yang mempengaruhi keberhasilan metode demonstrasi meliputi kompetensi pedagogis guru, kesesuaian materi dengan metode, mesiapan siswa, dukungan sarana prasarana, iklim pembelajaran yang kondusif. (Sanjaya. Meskipun signifikan, metode demonstrasi tidak tanpa tantangan. Tantangan metode ini meliputi memerlukan waktu persiapan lebih intensif, keterbatasan sarana praktik, monotonitas jika tidak dikelola dengan (Firdaus, 2. Metode pembelajaran Fiqih bukan sekadar teknik instruksional, melainkan pendekatan holistik yang memfasilitasi transformasi pengalaman langsung dan observasi (Khairunisa dan Zulfadli, 2. LANDASAN TEORI Hasil perubahan perilaku yang diperoleh pembelajar setelah mengalami aktivitas (Anni, 2. Perubahan perilaku tersebut bergantung pada apa yang dipelajari oleh pembelajar. Dalam konteks pendidikan. Sudjana mendefinisikan hasil belajar sebagai kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. (Sudjana dan Nana, 2. Hasil belajar sebagai salah satu indikator pencapaian tujuan pembelajaran di kelas tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar itu Menurut Slameto, faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar dapat dibedakan menjadi dua golongan. Pertama Faktor internal, yaitu faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar. Faktor internal meliputi Faktor jasmaniah . esehatan dan cacat tubu. Faktor psikologis . ntelegensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan, kesiapa. , dan Faktor kelelahan. Kedua Faktor eksternal, yaitu faktor yang ada di luar individu. Faktor eksternal meliputi Faktor keluarga . ara orang tua mendidik, relasi antar anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, pengertian orang tua, latar belakang kebudayaa. Faktor sekolah . etode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, alat pelajaran, waktu sekolah, standar pelajaran di atas ukuran, keadaan gedung, metode belajar, tugas ruma. , dan Faktor masyarakat . egiatan siswa dalam masyarakat, mass media, teman bergaul, bentuk kehidupan masyaraka. (Slameto. Benjamin S. Bloom secara garis besar membagi klasifikasi hasil belajar menjadi tiga ranah, yakni: Ranah Kognitif: berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek, yakni pengetahuan atau ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi. Ranah Afektif: berkenaan dengan sikap yang terdiri dari lima aspek, yakni penerimaan, jawaban atau reaksi, penilaian, organisasi, dan Ranah Psikomotorik: berkenaan dengan hasil belajar keterampilan dan kemampuan bertindak. (Sudjana dan Nana, 2. Fiqih secara bahasa berarti pemahaman yang mendalam. Secara istilah, fiqih adalah ilmu tentang hukumhukum syariat yang bersifat amaliah . yang digali dari dalil-dalil yang (Rachmat. Dalam pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah, pembelajaran fiqih diarahkan untuk mengantarkan peserta didik dapat memahami pokok-pokok hukum Islam dan tata cara pelaksanaannya untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehingga Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 11 Nomor 1 CJuni 2025 menjadi muslim yang selalu taat menjalankan syariat Islam secara kaffah . (Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 165 Tahun 2014 Tentang Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab Pada Madrasah ) Pembelajaran Fiqih di Madrasah Ibtidaiyah bertujuan untuk membekali peserta didik agar dapat mengetahui dan memahami pokok-pokok hukum Islam dalam mengatur ketentuan dan tata cara menjalankan hubungan manusia dengan Allah yang diatur dalam fiqih ibadah dan hubungan manusia dengan sesama yang diatur dalam fiqih muamalah, dan ketentuan hukum Islam dengan benar dalam melaksanakan ibadah kepada Allah dan ibadah sosial. Pembelajaran Fiqih di Madrasah Ibtidaiyah memiliki karakteristik meliputi menekankan pada pemahaman yang Islam, melaksanakan ibadah dengan benar, memperhatikan aspek afektif dan psikomotorik selain aspek kognitif, menggunakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa . (Abdul, 2. Metode demonstrasi adalah cara memperagakan atau mempertunjukkan kepada siswa suatu proses, situasi, atau benda tertentu yang sedang dipelajari, baik sebenarnya ataupun tiruan, yang sering disertai dengan penjelasan (Muhibbin, 2. Melalui metode demonstrasi, proses penerimaan siswa terhadap pelajaran akan lebih berkesan secara mendalam, sehingga membentuk pengertian dengan baik dan sempurna. Penggunaan metode demonstrasi dalam pembelajaran memiliki beberapa tujuan, meliputi mengajarkan suatu proses atau prosedur yang harus dikuasai siswa, penglihatan para siswa secara bersamasama. (Roestiyah, 2. Menurut Sanjaya, langkah-langkah penerapan metode demonstrasi adalah sebagai berikut: Tahap Persiapan merumuskan tujuan yang harus dicapai oleh siswa setelah proses mempersiapkan garis besar langkahlangkah demonstrasi yang akan dilakukan, melakukan uji coba Tahap Pelaksanaan Langkah pembukaan . Mengatur tempat duduk yang memungkinkan semua siswa dapat memperhatikan didemonstrasikan, . Mengemukakan tujuan apa yang harus dicapai oleh siswa, . Mengemukakan tugas-tugas apa yang harus dilakukan oleh siswa, misalnya siswa ditugaskan untuk mencatat hal-hal yang dianggap Langkah pelaksanaan demonstrasi Memulai demonstrasi dengan kegiatan-kegiatan yang merangsang siswa untuk berpikir, . Menciptakan suasana yang menyejukkan dengan menegangkan, . Meyakinkan bahwa semua siswa mengikuti jalannya Memberikan kesempatan kepada siswa untuk secara aktif memikirkan lebih lanjut sesuai dengan apa yang dilihat dari proses demonstrasi itu. Langkah mengakhiri demonstrasi: Apabila dilakukan, proses pembelajaran perlu diakhiri dengan memberikan tugastugas tertentu yang ada kaitannya dengan pelaksanaan demonstrasi dan (Wina, 2. Kelebihan Metode Demonstrasi: Penerapan Pembelajaran Berbasis Demonstrasia. Nafisah. Mukminin . Dapat membuat pengajaran menjadi lebih jelas dan lebih konkret. Siswa lebih mudah memahami apa yang dipelajari. Proses pengajaran lebih menarik. Siswa dirangsang untuk aktif mengamati, menyesuaikan antara teori dengan kenyataan. Kelemahan Metode Demonstrasi: Memerlukan keterampilan guru secara khusus. Memerlukan waktu yang banyak. Memerlukan kematangan dalam perancangan atau persiapan. Keterbatasan dalam sumber belajar, alat pelajaran, situasi yang harus dikondisikan dan waktu untuk METODE PENELITIAN Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif dengan mengguanakan desain studi kasus . ase stud. yang bersifat deskriptif-analitis. (Yin, 2. Metode ini dipilih untuk mengeksplorasi secara demonstrasi dalam pembelajaran mapel Fiqih di MI Muhammadiyah Bamban Giriwoyo. (Denzin dan Lincoln, 2. Paradigma penelitian mengacu pada realitas sosial sebagai konstruksi dinamis yang dapat dipahami melalui interpretasi mendalam terhadap fenomena pendidikan. (Suyanto dan Sutinah, 2. Subjek penelitian guru mapel PAI kelas i, siswa kelas i MI Muhammadiyah Bamban Giriwoyodan. Objek penelitian termasuk implementasi metode demonstrasi, proses pembelajaran Fiqih, tingkat pemahaman siswa. Teknik pengumpulan data dengan tiga tahap. Pertama observasi partisipatif yang meliputi pengamatan langsung aktivitas demonstrasi dan catatan lapangan sistematis. Kedua wawancara mendalam meliputi wawancara semiterstruktur, fokus pada pengalaman guru dan persepsi siswa dan friangulasi sumber (Seidman. Ketiga dokumentasi meliputi Silabus dan RPP, dokumen hasil belajar siswa, rekaman proses demonstrasi, arsip madrasah (Patton, 2. Prosedur penelitian dibagi menjadi tiga tahapan. Pertama tahap persiapan terdiri dari, penyusunan proposal penelitian, perizinan penelitian, penyiapan instrumen penelitian. (Sugiyono, 2. Kedua tahap pengumpulan data terdiri dari observasi awal, pengembangan instrumen, pengumpulan data melalui teknik yang telah ditentukan. (Marshall dan Rossman, 2. Ketiga tahap analisis terdiri dari reduksi data, kategorisasi, interpretasi temuan, penarikan kesimpulan (Miles dan Huberman, 2. Keempat teknik analisis data penelitian ini menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi: reduksi data yang terdiri dari proses seleksi, pemfokusan dan penyederhanaan data mentah (Sugiyono, 2. , penyajian data yang terdiri dari organisasi informasi, kompilasi data terstruktur dan penarasian temuan (Miles, 2. , penarikan kesimpulan yang terdiri dari interpretasi, verifikasi dan konstruksi makna (Sugiyono, 2. , validasi data untuk menjamin kredibilitas penelitian, digunakan teknik triangulasi sumber, triangulasi metode, member checking, audit trail. Penelitian ini memiliki keterbatasan antaranya fokus pada konteks spesifik generalisasi terbatas, subjektivitas peneliti (Creswell, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Implementasi metode pembelajaran berbasis demonstrasi dalam mata pelajaran Fiqih di kelas 3 MI Muhammadiyah Bamban Giriwoyo Berdasarkan data yang diperoleh melalui wawancara dan observasi di MI Muhammadiyah Bamban Giriwoyo, implementasi metode demonstrasi dalam pembelajaran Fiqih di kelas 3 menunjukkan hasil yang positif. Hasil penelitian diuraikan sebagai berikut: Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 11 Nomor 1 CJuni 2025 Implementasi metode demonstrasi dalam pembelajaran fiqih Implementasi metode demonstrasi dalam pembelajaran Fiqih di kelas 3 Muhammadiyah Bamban Giriwoyo beberapa tahapan sistematis: Tahap persiapan (Identifikasi Mater. Guru PAI melakukan identifikasi terhadap materi-materi yang sesuai untuk Beberapa materi demonstrasi adalah: tatacara wudhu, tata cara shalat, dan lainlain. Proses identifikasi ini merupakan langkah penting untuk memastikan kesesuaian metode dengan karakteristik materi, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan optimal. Penyusunan Sebelum pembelajaran, guru menyiapkan hal seperti:. Alat peraga yang dibutuhkan untuk demonstrasi, . Bahan praktik Lembar penilaian untuk evaluasi. Penyusunan pembelajaran yang terstruktur ini demonstrasi berjalan dengan sistematis dan terarah. Tahapan pelaksanaan metode Pelaksanaan demonstrasi dalam pembelajaran Fiqih Muhammadiyah Bamban Giriwoyo mengikuti tahapan sebagai berikut: Pendahuluan: Guru konteks demonstrasi kepada . Pra-demonstrasi: Guru menjelaskan prosedur yang akan diperagakan . Demonstrasi utama: Guru proses/keterampilan bertahap dan terstruktur . Tanya Guru kepada siswa untuk bertanya terkait demonstrasi . Praktik siswa: Siswa mencoba menirukan demonstrasi yang telah diperagakan oleh guru . Refleksi dan evaluasi: Guru dan siswa melakukan refleksi terhadap praktik yang telah Gambar 1. Penyusunan Sekenario Pembelajaran Strategi pelibatan siswa dalam metode demonstrasi Kebaharuan dalam penelitian ini terletak pada strategi pelibatan siswa dalam metode demonstrasi yang diterapkan oleh guru PAI di MI Muhammadiyah Bamban Giriwoyo. Strategi tersebut meliputi: Pengamatan aktif: Siswa diminta untuk mengamati demonstrasi secara aktif dengan fokus pada setiap tahapan. Pertanyaan Guru mengajukan pertanyaan kritis selama proses demonstrasi. Pelibatan Beberapa siswa dipilih untuk Penerapan Pembelajaran Berbasis Demonstrasia. Nafisah. Mukminin d. Praktik mandiri: Siswa diberi kesempatan untuk melakukan praktik mandiri setelah melihat Peer assessment: Siswa didorong untuk saling mengoreksi dan terhadap praktik yang dilakukan oleh teman sebaya Strategi pelibatan siswa ini menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan kolaboratif, sehingga pemahaman siswa terhadap materi Fiqih menjadi lebih mendalam. Gambar 2. Siswa Mendemonstrasikan tatacara wudhu Efektivitas implementasi metode Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Santi Rahayu. Pd. PAI Muhammadiyah Bamban Giriwoyo, metode demonstrasi yang diterapkan dalam pembelajaran Fiqih kelas 3 terbukti sangat efektif. Efektivitas tersebut dapat dilihat dari beberapa Pemahaman dan pengamalan Siswa mampu memahami dan mengamalkan materi dengan demonstrasi langsung, seperti tata cara wudhu yang benar, tata cara shalat yang benar, dan tata cara tayamum yang benar. Kemampuan memahami dan mempraktikkan mencapai tujuan pembelajaran. Visualisasi Metode memungkinkan siswa untuk melihat secara langsung materi yang disampaikan, sehingga pemahaman mereka tidak hanya bersifat teoretis tetapi juga Hal ini sangat penting dalam pembelajaran Fiqih yang sebagian besar materinya bersifat prosedural dan praktis. Respon positif siswa Berdasarkan siswa kelas 3, pembelajaran materi Fiqih dengan metode menyenangkan dan memudahkan mereka dalam memahami materi. Respon positif ini menunjukkan bahwa metode demonstrasi berhasil menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif dan Indikator Beberapa metode yang digunakan sebagai indikator untuk mengukur pengetahuan dari hasil penerapan metode demonstrasi di kelas 3 MI Muhammadiyah Bamban Giriwoyo antara lain: Pedoman penilaian proses . Pencapaian tujuan dan dimana siswa menggunakan metode demonstrasi dalam mempelajari materi Fiqih yang sebagian besar bersifat praktis dan efektif . Kemampuan siswa dalam memahami dan menghayati pelajaran dengan sangat Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 11 Nomor 1 CJuni 2025 penjelasan guru dengan . Kemampuan siswa untuk memahami pelajaran dengan mudah karena mereka dapat mendengarkan penjelasan dan melihat praktik langsung dari guru Minat dan antusiasme siswa Metode berhasil meningkatkan minat dan Fiqih. Siswa menunjukkan semangat dan reseptivitas yang tinggi dalam mempelajari materi dengan metode demonstrasi juga dapat melihat secara langsung materi yang disampaikan seperti tata cara wudhu yang benar, tata cara shalat yang benar, tata cara tayamum yang benar dan lain Selain wawancara bersama Ibu Santi Rahayu. Pd. guru PAI, ada pula tanggapan siswa kelas i mengenai penerapan metode demonstrasi di pembelajaran mapel fiqih. Siswa merasa belajar materi fiqih dengan metode demonstrasi itu menyenangkan karena lebih mudah bagi mereka untuk Gambar 4. Wawancara dengan Peserta didik kelas i Gambar 3. Wawancara dengan guru Fiqih Dengan ini peneliti berharap dapat mengetahui metode yang efektif dalam pembelajaran fiqih kelas i di MI Muhammadiyah Bamban Giriwoyo. Ibu Santi Rahayu. Pd, selaku PAI Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Bamban Giriwoyo, menyatakan bahwa metode demonstrasi yang digunakan kepada siswa kelas i Mi Muhammadiyah Bamban Giriwoyo sangat efektif karena setelah dijelaskan maksud dan tujuannya, siswa mampu memahami dan mengamalkan didengan mudah, seperti materi tata cara wudhu yang benar, tata cara shalat yang benar, tata cara tayamum yang benar, dan lain Ibu Santi Rahayu selaku guru mapel PAI, menyatakan bahwa metode demonstrasi yang digunakan kepada siswa kelas i Mi Muhammadiyah Bamban Giriwoyo sangat efektif karena setelah dijelaskan materi dan tujuannya, siswa Berdasarkan pengamatan dan observasi ada beberapa metode yang bisa digunakan sebagai indikator untuk mengukur pengetahuan dari hasil penerapan metode demonstrasi di kelas kelas i MI Muhammadiyah Bamban Giriwoyo. Metode- metode tersebut adalah sebagai berikut: Pertama, pedoman penilaian proses pembelajaran yang mendukung pertumbuhan siswa. Kedua, mencapai tujuan dan sasaran, siswa menggunakan metode demonstrasi dalam mempelajari materi fiqih, dimana kebanyakan materi fiqih lebih praktis dan Para siswa mampu memahami dan menghayati pelajaran dengan sangat mudah karena mereka mampu menyimak penjelasan guru dengan tenang. Siswa bisa mengerti dan memahami pelajaran dengan mendengarkan penjelasan dan melihat praktek langsung dari guru dengan tenang. Menurut hasil pengamatan dari guru PAI dan siswa kelas i MI Muhammadiyah Bamban, penerapan Penerapan Pembelajaran Berbasis Demonstrasia. Nafisah. Mukminin metode demonstrasi sangat efektive karena para siswa tidak hanya memahami dari materi pelajaran akan tetapi juga pelaksanaannya, karena materi pelajaran fiqih mayoritas lebih bersifat praktik dalam kegiatannya. Guru PAI dan siswa kelas i MI Muhammadiyah Bamban. Karena minat mereka milik kuat terhadap mempelajari materi tersebut bersama dengan guru menggunakan metode Hasil implementasi metode demonstrasi dalam pembelajaran Fiqih di kelas 3 MI Muhammadiyah Bamban Giriwoyo ini dapat dibandingkan dengan beberapa penelitian sebelumnya yang sejenis: Penelitian oleh Mahmudah. Mahmudah dalam penelitiannya "Implementasi Metode Demonstrasi dalam Pembelajaran Fiqih di MI Miftahul Ulum" meningkatkan pemahaman siswa pada materi wudhu dan shalat. Namun, penelitian tersebut hanya berfokus pada dua materi saja, sementara penelitian ini mencakup materi yang lebih luas seperti tayamum, bersuci, dan praktik haji umrah dalam skala miniatur. Selain itu, penelitian Mahmudah belum mengembangkan strategi pelibatan siswa secara komprehensif seperti yang diterapkan di MI Muhammadiyah Bamban Giriwoyo. Strategi pelibatan siswa dalam penelitian ini lebih terstruktur dan sistematis, meliputi pengamatan aktif, pertanyaan kritis, pelibatan sebagai asisten, praktik mandiri, dan peer Penelitian oleh Fathurrohman. Dalam "Efektivitas Metode Demonstrasi dalam Meningkatkan Keterampilan Ibadah Siswa". Fathurrohman peningkatan keterampilan ibadah siswa setelah diterapkan metode Namun, penelitian respon dan antusiasme siswa terhadap metode demonstrasi, seperti yang dilakukan dalam penelitian ini. Penelitian ini menambahkan dimensi afektif dengan menganalisis respon dan antusiasme siswa, sehingga memberikan gambaran yang efektivitas metode demonstrasi dalam pembelajaran Fiqih. Penelitian oleh Rahmawati. Rahmawati dalam penelitiannya "Penerapan Metode Demonstrasi dan Media Visual dalam Pembelajaran Fiqih" menemukan bahwa kombinasi metode demonstrasi dengan media visual dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian tersebut menekankan pada integrasi media visual dalam metode demonstrasi. Berbeda Rahmawati, penelitian ini lebih menekankan pada strategi pelibatan siswa dalam proses demonstrasi tanpa tergantung pada media visual Hal ini menunjukkan bahwa metode demonstrasi dapat efektif meskipun tanpa bantuan media visual, asalkan strategi pelibatan siswa dikembangkan dengan baik. Penelitian oleh Ahmad SyafiAoi. Ahmad Syafi'i penelitiannya "Strategi Pembelajaran Fiqih dengan Metode Demonstrasi di Madrasah Ibtidaiyah" menemukan demonstrasi sangat bergantung pada persiapan guru dan ketersediaan alat Penelitian menekankan pada aspek persiapan Penelitian temuan Ahmad Syafi'i dengan Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 11 Nomor 1 CJuni 2025 mengeksplorasi tidak hanya aspek pelaksanaan dan strategi pelibatan Penelitian ini memberikan gambaran yang lebih komprehensif demonstrasi dalam pembelajaran IMPLIKASI HASIL PENELITIAN Hasil implementasi metode demonstrasi dalam pembelajaran Fiqih di kelas 3 MI Muhammadiyah Bamban Giriwoyo memiliki beberapa implikasi penting: Implikasi teoristis Penelitian ini memperkuat teori pembelajaran konstruktivisme yang menekankan pentingnya pengalaman langsung dan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian memberikan kontribusi pada pengembangan teori Islam. Fiqih, . Guru PAI perlu melakukan sebelum menerapkan metode pembelajaran, dan penyiapan alat peraga. Bagi Sekolah/Madrasah . Sekolah/madrasah metode demonstrasi dengan menyediakan sarana dan prasarana yang memadai, seperti tempat wudhu, alat peraga ibadah, dan ruang praktik yang representatif. Program pelatihan bagi guru PAI dalam penerapan metode sekolah/madrasah menekankan strategi pelibatan siswa sebagai komponen penting dalam keberhasilan metode tersebut. Penelitian ini juga mendukung teori multiple intelligences, dimana metode demonstrasi mengakomodasi visual-spasial kinestetik siswa dalam pembelajaran Fiqih. Implikasi praktis Bagi guru PAI : Guru PAI dapat mengadopsi tahapan implementasi metode penelitian ini untuk diterapkan dalam pembelajaran Fiqih di kelas mereka. Strategi pelibatan siswa dalam metode demonstrasi dapat dijadikan acuan oleh guru PAI pembelajaran yang lebih interaktif dan kolaboratif. Evaluasi berkala terhadap demonstrasi perlu dilakukan oleh sekolah/madrasah untuk dalam pembelajaran Fiqih. Bagi pengembangan kurikulum PAI Pengembang kurikulum PAI. Fiqih, mempertimbangkan integrasi metode demonstrasi dalam kurikulum, terutama untuk materi-materi yang bersifat praktis dan prosedural. Pedoman metode demonstrasi dalam pembelajaran Fiqih perlu referensi bagi guru PAI dalam menerapkan metode tersebut. Buku teks Fiqih perlu dilengkapi dengan petunjuk praktis untuk implementasi Penerapan Pembelajaran Berbasis Demonstrasia. Nafisah. Mukminin metode demonstrasi dalam Bagi penelitian selanjutnya . Penelitian ini dapat menjadi mengeksplorasi efektivitas metode demonstrasi dalam pembelajaran Fiqih pada jenjang pendidikan yang . Penelitian tentang integrasi teknologi dalam metode era digital. Studi komparatif antara metode demonstrasi dengan lainnya dalam pembelajaran Fiqih dapat dilakukan untuk mengetahui metode yang paling efektif untuk materi KESIMPULAN Implementasi metode demonstrasi dalam pembelajaran Fiqih di kelas 3 MI Muhammadiyah Bamban Giriwoyo terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa. Kebaharuan dalam penelitian ini terletak pada strategi pelibatan siswa yang komprehensif, meliputi pengamatan aktif, pertanyaan kritis, pelibatan sebagai asisten, praktik mandiri, dan peer Dibandingkan dengan penelitian sebelumnya, penelitian ini memberikan gambaran yang lebih komprehensif demonstrasi, tidak hanya dari aspek persiapan dan pelaksanaan, tetapi juga dari aspek strategi pelibatan siswa dan respon siswa. Implikasi dari penelitian ini mencakup aspek teoretis dan praktis yang dapat dijadikan acuan bagi guru PAI, sekolah/madrasah, kurikulum, dan peneliti selanjutnya dalam mengembangkan pembelajaran yang efektif dan bermakna. Fiqih DAFTAR PUSTAKA