Nusantara Interdisciplinary Journal of Education Studies and Society eISSN: x-x Vol 1. No 1. Januari 2024 DOI: https://doi. org/10. 12345/nijess. IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR PADA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 25 SAMARINDA Muhammad Nur Aditya Pascasarjana UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda Email: Muhammadnuraditya41@gmail. Abstract Education in Indonesia cannot be separated from the curriculum, the curriculum will continue to develop all the time until now it has reached the independent learning curriculum, which is expected to be able to improve the quality of students in various fields, not only academic, but also nonacademic. In terms of academics, students are not only required to think at a low level, but also at a high level, so that they have critical thinking skills, which continue to be developed. This research, with a qualitative approach and data collection techniques through interviews, observation and documentation, illustrates that collaboration This is not just an effort, but a serious step to advance the quality of religious education. The application of the independent curriculum becomes a reference for educators to be more creative and innovative. The results of the research highlight the implementation of the independent curriculum in Islamic religious education at SMPN 25 Samarinda in order to increase reference regarding the implementation of the independent curriculum Keyword: curriculum. Islamic religious education, learning process. Pendahuluan Kurikulum Merdeka Belajar dalam rencana pembelajaran yang dibuat oleh guru harus diberikan dengan cara yang menyenangkan, agar peserta didik tidak merasa tertekan ketika pembelajaran. Guru harus memberikan bimbingan dan arahan kepada siswa, agar minat dan bakat yang dimiliki terus berkembang. Dengan adanya kurikulum merdeka belajar, diharapkan mampu meningkatkan kualitas peserta didik dalam berbagai bidang, tidak hanya akademik, tetapi juga non akademik. Dalam hal akademik, peserta didik tidak hanya dituntut berpikir tingkat rendah, tetapi juga berpikir tingkat tinggi, sehingga memiliki daya kritis dalam berpikir, yang terus dikembangkan oleh peserta didik. Kemampuan berpikir kritis merupakan cara berpikir peserta didik dalam menganalisis suatu objek. atau permasalahan dengan beberapa pertimbangan, untuk menentukan sebuah keputusan yang dilakukan secara Sitasi Artikel: Muhammad Nur Aditya. Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Pada Pendidikan Agama Islam Di SMPN 25 Samarinda. Nusantara Interdisciplinary Journal of Education Studies Society, 1. Retrieved https:// https://journalweb. org/ojs/index. php/NIJESS/article. Submitted: 10-01-2024 Revisi: 20-02-2024 Diterima: 01-03-2024 Muhammad Nur Aditya rasional dan aktif. 1 Kemampuan berpikir kritis sangat dibutuhkan di kehidupan sosial, sehingga peserta didik harus dilatih dan dilakukan pembiasaan yang dimulai sejak usia dini,2 kemudian dikembangkan melalui pendidikan di sekolah. Pengembangan kemampuan berpikir kritis yang dilakukan disertai dengan pembentukan keterampilan dan sikap yang lebih baik. 3 Berpikir kritis menjadi salah satu kunci kecerdasan peserta didik, kemampuan ini tidak hanya dibentuk melalui pembelajaran pendidikan umum, tetapi juga dengan Pendidikan Agama Islam. Guru dan kurikulum merupakan elemen kunci dalam sistem pendidikan, khususnya di sekolah. 5 Semua komponen lain seperti biaya, manajemen, saranaprasarana, metode, dan pendekatan tidak akan banyak berarti apa-apa apabila esensi pembelajaran yaitu interaksi guru dengan siswa serta kurikulum yang digunakan tidak berjalan dengan baik. 6 Semua komponen pendidikan tersebut sangat bergantung pada posisi guru dan materi yang diajarkannya. 7 Begitu pentingya peran guru dan kurikulum dalam mentransformasikan input-input pendidikan, sampai banyak pakar menyatakan bahwa di sekolah tidak ada perubahan atau peningkatan kualitas tanpa adanya perubahan dan peningkatan kualitas guru dan proses pengembangan Secara akademis, muatan kurikulum mengandung arti konsep dan rancangan dokumen, namun penerapannya berdasarkan teknis dan membutuhkan banyak pengalaman guru. Pendidikan Agama Islam memiliki peran sangat penting dalam menjalankan kehidupan sehariAehari. Pendidikan ini berfungsi untuk membentuk dan membimbing karakter peserta didik agar menjadi pribadi yang bertaqwa, berakhlak mulia, toleransi satu sama lain. 9 Pembelajaran Pendidikan Agama Islam melatih peserta didik berpikir kritis, terkait tentang Tuhan dan alam semesta, sehingga peserta didik dapat dengan 1 Rahmat Setiawan et al. AuPengembangan Modul Ajar Kurikulum Merdeka Mata Pelajaran Bahasa Inggris Smk Kota Surabaya,Ay Jurnal Gramaswara . 49Ae62, https://doi. org/10. 21776/ub. 2 Muhammad Arifin. AuStrategi Manajemen Perubahan Dalam Meningkatkan Displin Di Perguruan Tinggi,Ay EduTech. Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Ilmu Sosial. Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara 3, no. : 117Ae32. 3 Destriani et al. AuUpaya Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Menanamkan Pemahaman Literasi Keagamaan,Ay Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti 9, no. : 1Ae12, https://doi. org/10. 38048/jipcb. 4 S Nadhiroh and I Anshori. AuImplementasi Kurikulum Merdeka Belajar Dalam Pengembangan Kemampuan Berpikir Kritis Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam,Ay Fitrah: Journal of Islamic Education 4, 1 . : 1Ae13. 5 Muhammad Win Agustina. Rizki ismail. Fajri Afgani. AuImplementasi Kurikulum Merdeka Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam,Ay Jurnal Pendidikan Dan Keguruan 1, no. : 73Ae80. 6 Setiawan et al. AuPengembangan Modul Ajar Kurikulum Merdeka Mata Pelajaran Bahasa Inggris Smk Kota Surabaya. Ay 7 Desrianti and Yuliana Nelisma. AuImplementasi Kurikulum Merdeka Belajar Perpektif Manajemen Pendidikan Islam,Ay Al-Fahim : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam 4, no. : 158Ae72, https://doi. org/10. 54396/alfahim. 8 Taqiudin Zarkasi. Muslihatun, and Masriatul Fajri. AuMadrasah Dalam Platfom Kurikulum Merdeka Belajar,Ay Jurnal Gema Nurani Guru 1, no. : 71Ae77. 9 Sukainil Ahzan and SyifaAoul Gummah. AuPerbedaan Hasil Belajar Antara Gaya Berpikir Divergen Dan Konvergen Mata Kuliah Gelombang Mahasiswa Pendidikan Fisika,Ay Lensa: Jurnal Kependidikan Fisika 2, no. : 143, https://doi. org/10. 33394/j-lkf. 40 | Nusantara Interdisciplinary Journal of Education Studies and Society. Vol 1. No 1. Jan 2024 Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Pada Pendidikan Agama Islam Di SMPN 25A mudah memahami materi yang diberikan oleh guru. Peserta didik dapat mengimplimentasikanya dalam kehidupan sehariAehari dengan baik dan benar. Masalah utama yang dihadapi dalam mengimplimentasikan kurikulum merdeka belajar adalah pengembangan kemampuan berpikir kritis yang masih relatif rendah. Permasalahan ini terjadi karena literasi yang minim, pasif, motivasi yang rendah, serta peserta didik masih belum terlatih dalam menganalisis ataupun memecahkan permasalahan secara objektif. 12 Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Arista Suriati, dkk menemukan, kemampuan berpikir kritis yang tinggi akan menjadikan siswa mampu memecahkan masalah secara efisien dan mampu meningkatkan potensi dalam dirinya, sehingga bisa mencapai tujuan pendidikan. Indikator peningkatan kemampuan berpikir kritis diantaranya yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, eksplanasi dan regulasi diri. 13 Kenyataan di berbagai kelas, peserta didik belum sepenuhnya memiliki kemampuan berpikir kritis tersebut, indikatornya merasa kesulitan saat memahami materi yang disampaikan guru, sulit dalam mengajukan pertanyaan ataupun menjawab pertanyaan guru. Berdasarkan permasalah tersebut fokus penelitian ini implementasi kurikulum merdeka belajar pada pendidikan agama islam di SMPN 25 Samarinda, hal ini menjadi menarik bagi peneliti sebab lokasi SMPN 25 Samarinda merupakan daerah yang lumayan jauh dari pusat kota samarinda dan melakukan implementasi kurikulum merdeka secara bertahap di sekolah tersebut. Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMPN 25 Samarinda menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan cenderung mengadopsi analisis dengan pendekatan induktif. 15 Secara teoretis, penelitian ini berfokus pada mengungkapkan masalah dalam keadaan bagaimana adanya, dengan tujuan untuk memahami realitas sosial. 16 Melalui wawancara kepada Waka kurikulum dan Guru PAI di SMPN 25 ,data primer diperoleh langsung dari sumber aslinya, sementara data sekunder diperoleh dari Modul ajar serta silabus guru PAI di SMPN 25 Samarinda. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi pelaksanaan dan dokumentasi. 10 Agustina. Rizki ismail. Fajri Afgani. AuImplementasi Kurikulum Merdeka Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam. Ay 11 Muhammad Arifin and Ari Kartiko. AuStrategi Pendidikan Agama Islam Berbasis Multikultural Di Madrasah Bertaraf Internasional,Ay Attadrib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 5, no. : 194Ae202. 12 SujaAoi. AuImplementasi Kurikulum Merdeka Dalam Membangun Karakter Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di Smp Nurul Qomar. Ay 13 Yulia Syafrin et al. AuPelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam,Ay Educativo: Jurnal Pendidikan 2, no. : 72Ae77, https://doi. org/10. 56248/educativo. 14 Nadhiroh and Anshori. AuImplementasi Kurikulum Merdeka Belajar Dalam Pengembangan Kemampuan Berpikir Kritis Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Ay 15 Mustofa Mustofa and Pance Mariati. AuImplementasi Kurikulum Merdeka Belajar Di Sekolah Dasar: Dari Teori Ke Praktis,Ay Indonesia Berdaya 4, no. : 13Ae18, https://doi. org/10. 47679/ib. 16 Meilina Durrotun Nafisa and Ruqqoyah Fitri. AuImplementasi Kurikulum Merdeka Dalam Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi Di Lembaga PAUD,Ay Jurnal Studi Guru Dan Pembelajaran 6, no. : 179Ae88, https://doi. org/10. 30605/jsgp. 17 Sunarmi. AuPersepsi_Guru_Terhadap_Implementasi_Kurikulum_Merd,Ay Journal on Education 05, no. : 1613Ae20. Nusantara Interdisciplinary Journal of Education Studies and Society. Vol 1. No 1. Jan 2024 | 41 Muhammad Nur Aditya Teknik analisis data yang digunakan mengikuti model Miles dan Hubberman dalam tiga tahap utama. Pertama, kondensasi data, yang melibatkan proses menguatkan data dengan seleksi, fokus, penyederhanaan, dan abstraksi untuk memperoleh fokus penelitian. Kedua, penyajian data, yang merupakan bagian dari proses analisis, menghasilkan informasi dalam teks naratif untuk menggabungkan informasi yang tersusun. Terakhir, penarikan kesimpulan, yang melibatkan kegiatan menarik kesimpulan dan verifikasi temuan baru yang muncul selama penelitian. Dengan pendekatan ini, penelitian bertujuan untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai pelaksanaan implementasi kurikulum merdeka belajar pada pendidikan agama islam di SMPN 25 Samarinda dan serta mengeksplorasi temuan baru yang dapat melahirkan deskripsi, hubungan kausal, hipotesis, atau teori baru terkait dengan obyek penelitian. Hasil Penelitian Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa SMPN 25 Samarinda memiliki keterbatasan perihal implementasi kurikulum merdeka khususnya pada pembelajaran pendidikan agama islam, sebab kurangnya infrastruktur yang memadai Salah satu langkah guru PAI yang diambil guna implementasi kurikulum merdeka dengan melalui produk kaligrafi asmaul husna. Program ini diarahkan untuk memberikan pengalaman pembelajaran bagi siswa untuk dapat berkreasi dan memahami makna dari nama tuhan yang telah siswa buat. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan Waka Kurikulum dan guru PAI, sementara data sekunder bersumber dari Modul Ajar dan silabus guru PAI. Pembelajaran agama islam di SMPN 25 Samarinda diimplementasikan secara sistematis dengan mempertimbangkan faktor lingkungan, karakteristik siswa, dan strategi pembelajaran. 19 Analisis data menggunakan model Miles dan Hubberman dilakukan dalam tiga tahap, yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penarikan 20 Kondensasi data dilakukan untuk memfokuskan penelitian pada aspekaspek kunci, sedangkan penyajian data berbentuk teks naratif guna menggabungkan informasi yang tersusun. Dalam tahap penarikan kesimpulan, penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai pelaksanaan Implementasi Kuruikulum merdeka pada Pembelajaran pendidikan agama islam di SMPN 25 Samarinda. Temuan baru yang diharapkan dapat melahirkan deskripsi, hubungan kausal, hipotesis, atau teori baru terkait Implementasi kurikulum merdeka pada pembelajaran agama islam. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi positif dalam pengembangan 18 Agustina. Rizki ismail. Fajri Afgani. AuImplementasi Kurikulum Merdeka Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam. Ay 19 Nuridayanti Nuridayanti et al. AuPeran Teknologi Pendidikan Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka,Ay Journal Teacher Education (September 88Ae93, https://doi. org/10. 31004/jote. 20 Iwan Ramadhan. AuDinamika Implementasi Kurikulum Merdeka Di Sekolah Pada Aspek Perangkat Dan Proses Pembelajaran,Ay Academy of Education Journal 14, no. : 622Ae34, https://doi. org/10. 47200/aoej. 21 Eni Andari. AuImplementasi Kurikulum Merdeka Belajar Menggunakan Learning Management System (LMS),Ay Allimna: Jurnal Pendidikan Profesi Guru . 65Ae79, https://doi. org/10. 30762/allimna. 42 | Nusantara Interdisciplinary Journal of Education Studies and Society. Vol 1. No 1. Jan 2024 Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Pada Pendidikan Agama Islam Di SMPN 25A pembelajaran agama islam di lingkungan pendidikan sekolah negeri di Kalimantan Timur. Pentingnya menganalisa implementasi kurikulum merdeka pada pembelajaran agama islam juga menjadi acuan bahwasanya insfrastruktur yang kurang memadai sekalipun tidak menjadi hambatan untuk mengeskplore keragaman pola pembelajaran siswa terlebih khusus pada pembelajaran agama Islam. Sebab agama islam sendiri menjadi pedoman bagi siswa untuk melaksanakan ibadah serta mengisi ruhaniahnya agar menjadi karakter religious dan toleransi antar umat Beragama. Penekanan pada Kebebasan Belajar: Kurikulum Merdeka Belajar memberikan penekanan pada kebebasan belajar bagi peserta didik. Peserta didik diberikan keleluasaan untuk menentukan jalannya proses pembelajaran sesuai dengan minat, bakat, dan kebutuhan individual mereka. Peningkatan Kreativitas: Dalam implementasinya. Kurikulum Merdeka Belajar mendorong pengembangan kreativitas peserta didik. Guru dituntut untuk menjadi fasilitator pembelajaran yang dapat menginspirasi dan mendukung peserta didik dalam mengeksplorasi berbagai ide dan konsep dalam pembelajaran agama Islam. Pendekatan Multikultural: Kurikulum Merdeka Belajar menekankan pentingnya memahami dan menghargai keberagaman dalam pendidikan agama Islam. Dengan demikian, implementasi kurikulum ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta didik tentang nilai-nilai pluralisme dan toleransi dalam Islam. Kesempatan Pengembangan Diri: Melalui Kurikulum Merdeka Belajar, peserta didik memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mengembangkan diri sesuai dengan potensi yang dimiliki. Mereka dapat mengakses beragam sumber belajar, termasuk materi pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman. Tantangan dalam Pengawasan: Meskipun memberikan kebebasan kepada peserta didik, implementasi Kurikulum Merdeka Belajar juga menimbulkan tantangan dalam hal pengawasan dan evaluasi pembelajaran. Diperlukan sistem yang efektif untuk memastikan bahwa tujuan pembelajaran tetap tercapai meskipun peserta didik diberikan keleluasaan dalam menentukan jalannya pembelajaran. Perlunya Pelatihan Guru: Guru perlu mendapatkan pelatihan yang memadai dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Belajar, terutama dalam hal mengembangkan kreativitas peserta didik dan mengintegrasikan pendekatan multikultural dalam pembelajaran agama Islam. Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar pada pendidikan agama Islam memiliki potensi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan memberikan dampak positif dalam pembentukan karakter peserta didik yang berlandaskan nilai-nilai Islam yang inklusif dan toleran. Dengan demikian. SMPN 25 Samarinda dapat memberikan kontribusi nyata dalam Implementasi Kurikulum merdeka pada pembelajaran agama islam, serta menjadikan siswa yang berkarakter Pancasila yang moderat pada agama Kesimpulan Dalam konteks penelitian ini, dapat disimpulkan dengan bahwa SMPN 25 Samarinda telah menunjukkan komitmen luar biasa dalam meningkatkan kualitas pembelajaran agama islam. Langkah guru pendidikan agama islam dengan keterbatasan infrastruktruk mampu mengaplikasikan kurikulum merdeka pada siswa di SMPN 25 Samarinda. Nusantara Interdisciplinary Journal of Education Studies and Society. Vol 1. No 1. Jan 2024 | 43 Muhammad Nur Aditya Pembelajaran agama islam di SMPN 25 Samarinda diterapkan secara sistematis dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk lingkungan, karakteristik siswa, dan strategi pembelajaran yang efektif. Proses analisis data menggunakan model Miles dan Hubberman mengungkapkan hasil dalam tiga tahap yang meyakinkan: kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kondensasi data membantu memfokuskan penelitian pada aspek-aspek kunci, sementara penyajian data dalam bentuk naratif memberikan gambaran holistik. Penelitian ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam tentang implementasi kurikulum merdeka pada pembelajaran agama islam di SMPN 25 Samarinda . Diharapkan temuan baru yang muncul dapat menghasilkan deskripsi yang mendalam, hubungan kausal yang terang, hipotesis yang kuat, atau bahkan teori baru yang relevan dengan implementasi kurikulum merdeka di SMPN 25 Samarinda. Sejalan dengan semangat Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pentingnya Menganalisa implementasi kurikulum merdeka pada pembelajaran agama islam juga menjadi acuan bahwasanya insfrastruktur yang kurang memadai sekalipun tidak menjadi hambatan untuk mengeskplore keragaman pola pembelajaran siswa terlebih khusus pada pembelajaran agama islam. Dengan demikian. SMPN 25 Samarinda dapat memberikan kontribusi nyata dalam Implementasi Kurikulum merdeka pada pembelajaran agama islam, serta menjadikan siswa yang berkarakter Pancasila yang moderat pada agama. 44 | Nusantara Interdisciplinary Journal of Education Studies and Society. Vol 1. No 1. Jan 2024 Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Pada Pendidikan Agama Islam Di SMPN 25A REFERENSI