Jurnal CyberTech Vol. No. September 201x, pp. P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN MENENTUKAN TENAGA JASA KONSULTAN INDIVIDUAL DI KANTOR WILAYAH BADAN PERTANAHAN NASIONAL SUMATERA UTARA MENGGUNAKAN METODE MOORA (Multi Objective Optimization On The Basis Of Ratio Analysi. Dilla Julisdayanti*. Nurcahyo Budi Nugroho**. Sri Murniyanti** * Sistem Informasi,STMIK Triguna Dharma ** Sistem Komputer. STMIK Triguna Dharma ** Sistem Informasi. STMIK Triguna Dharma Article Info Article history: Received Jun 12th, 2020 Revised Aug 20th, 2020 Accepted Aug 26th, 2020 Keyword: Sistem Pendukung Keputusan. MOORA. Jasa Konsultan. BPN Sumut ABSTRACT Kegiatan Seleksi Tenaga Jasa Konsultan Individual merupakan kegiatan yang sering dilaksanakan di Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Sumatera Utara (Kanwil BPN Sumu. Kenyataan bahwa pihak kantor kurang siap dalam penyelenggaraan seleksi. Manualnya sistem administrasi dengan cara mengecek satu-persatu kriteria khusus yang dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama. Dalam penentuan tenaga jasa konsultan individual membutuhkan perhitungan yang teliti dan melalui tahapan-tahapan. Oleh karena itu dibuatlah suatu sistem penentuan tenaga jasa konsultan individual dengan mengimplementasikan sistem pendukung keputusan. Sistem pendukung keputusan merupakan pendekatan untuk mendukung pengambilan keputusan dengan menggunakan data dan dapat menggabungkan pemikiran pengambil keputusan. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam memecahkan masalah pada Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Sumatera Utara adalah Metode MOORA(Multi Objective Optimization On The Basis Of Ratio Analysi. Ay. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan suatu sistem berbasis komputer yang dapat mempermudah pihak tim seleksi utnuk menentukan tenaga jasa konsultan individual. Hasil pengimplementasian Sistem Pendukung Keputusan dengan menggunakan Metode MOORA yang nantinya dapat membantu Kantor Wilayah Badan Pertanahan Naisonal Sumatera Utara dalam menentukan tenaga jasa konsultan individual dan menghasilkan kesimpulan yang bermanfaat. Copyright A 2020STMIK Triguna Dharma. All rights reserved Corresponding Author: *First Author Nama : Dilla Julisdayanti Kampus : STMIK Triguna Dharma Program Studi : Sistem Informasi E-Mail : dilajulisdayanti15@gmail. PENDAHULUAN Kemajuan teknologi sudah mengalami perkembangan yang pesat, berbagai instansi atau perusahaan sangat membutuhkan sistem dalam mengambil keputusan. Sistem yang baik seharusnya sudah dimiliki setiap instansi untuk memberikan pendukung keputusan dalam masalah-masalah yang dihadapi instansi Efisien waktu disetiap instansi sangat dibutuhkan dalam setiap kegiatan operasionalnya, seperti dalam hal penerimaan karyawan baru. Banyak sekali terdapat permasalahan dalam kegiatan proses penerimaan karyawan baru seperti terlalu banyaknya jumlah pelamar kerja, sehingga instansi kesulitan dalam menentukan calon karyawan yang mempunyai kemampuan ataupunkompetensi dibidangnya. Journal homepage: https://ojs. P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 Kegiatan Seleksi Tenaga Jasa Konsultan Individual merupakan kegiatan yang sering dilaksanakan di Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Sumatera Utara (Kanwil BPN Sumu. Kenyataan bahwa pihak kantor kurang siap dalam penyelenggaraan seleksi. Manualnya sistem administrasi dengan cara mengecek satu-persatu kriteria khusus yang dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan, sehingga membutuhkanwaktu yang cukup lama. Melihat hal tersebut. Perlu adanya suatu sistem pengolahan data perekrutan Tenaga Jasa Konsultan diKantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Sumatera Utara yang terkomputerisasi secara optimal. Sistem pendukung keputusan merupakan pendekatan untuk mendukung pengambilan keputusan dengan menggunakan data, memberikan antarmuka pengguna yang mudah dan dapat menggabungkan pemikiran pengambil keputusan. Metode yang digunakanadalah metode MOORA(Multi Objective Optimization On The Basis Of Ratio Analysi. Dengan memberikan bobot pada setiap kriteria yang ditentukan. Dari penilaian bobot tersebut akan diambil hasil rangking yang paling tinggi untuk menentukan tenaga jasa konsultan individual yang layak Penerapan metode MOORA pada sistem ini diharapkan dapat membantu tim seleksi dalam menentukan tenaga jasa konsultan individual. METODE PENELITIAN 1 Tenaga Jasa Konsultan Individual Tenaga Jasa konsultan Individual adalah orang yang menekuni jasa layanan profesional secara perorangan yang membutuhkan keahlian tertentu diberbagai bidang keilmuan yang mengutamakan adanya olah pikir. Tugas tenaga jasa konsultan individual adalah memberi petunjuk, pertimbangan, atau nasihat dalam suatu kegiatan. 2 Sistem Pendukung Keputusan Sistem pendukung keputusan pertama kali dikenalkan pada awal tahun 1970 olehMichael S. Scott. dengan istilah Management Decision System yang merupakan suatu sistem berbasis komputer yang membantu pengambilan keputusan dengan memanfaatkan data dan berbagai model untuk menyelesaikan masalah Ae masalah yang tidak terstruktur. Berdasarkan pendapat yang dikemukakan di atas dapat disimpulkan bahwaSistem Pendukung Keputusana adalah sistem yang membantu pengambilan keputusan untuk melengkapi informasi dari data yang telah diolah secara relevan dan diperlukan untuk membuat keputusan tentang suatu masalah dengan lebih cepat dan akurat. Dari penegrtian diatas dapat disimpulkan bahwa sistem ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran tim seleksi dalam pembuatan keputusan. Melainkan menyediakan alternatif pilihan dan menegaskan pada efektivitaspengambilan keputusan dalam upaya menghasilkan keputusan yang lebih baik. Yang memegang peran terpenting dalam sistem ini adalah tim seleksi karena sistem hanya menyediakan alternatif keputusan, sedangkan keputusan akhir tetap ditentukan oleh tim seleksi atau pengambil keputusan. 3 Metode MOORA Metode Multi-Objective Optimization On The Basis Of Ratio Analysis(MOORA) adalah metode yang diperkenalkan oleh Brauers dan Zavadkas . Metode ini pertama kali digunakan oleh Brauers dalam suatu pengambilan dengan multi kriteria. Metode MOORA memiliki tingkat kemudahan untuk dipahami dalam memisahkan bagian subjektif dari suatu proses evaluasi kedalam kriteria bobot keputusan dengan beberapa atribut pengambilan keputusan . Langkah Ae langkah penyelesaian masalah menggunakan metode MOORA, antara lain. Menentukan tujuan untuk mengidentifikasi atribut evaluasi yang bersangkutan dan menginputkan nilai kriteria pada suatu alternatif dimana nilai tersebut nantinya akan diproses dan hasilnya akan menjadi sebuah keputusan. Membuat Matriks Keputusan MOORA Semua atribut yang telah diidentifikasi dibentuk dalam matriks keputusan. Dimana X ij adalah alternatifke i pada atribut ke j, m juga termasuk sebagai alternatif, dan n sebagai atribut. Kemudian sistem ratio dikembangkan menjadi sebuah alternatifperbandingan, dimana atribut dibandingkan sebagai Atribut itu sendiri merupakan wakil untuk semua alternatiftersebut. yeoyaya X= [ yeoyaya yeoyeaya yeoyaya yeoyaya yeoyeaya yeoyayea yeoyayea ] yeoyeayea Matriks Normalisasi MOORA Rasio Xij menunjukkan ukuran ke i dari alternatif pada kriteria ke j, m menunjukkan banyaknya jumlah alternatif dan n menunjukkan jumlah kriteria. Jurnal SAINTIKOM Vol. No. September 201x : xx Ae xx Jurnal SAINTIKOM P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 yeU yeoOyeOyeU = ya ocyea yeO=ya yeoyeOyeU ( j = 1,2,A,. Menghitungan Nilai Optimasi Multiobjektif MOORA yeO yeoyeO= Oc yeU=ya yea yeoyeU yeoyeOyeU Oc yeU=yeO ya yeoyeU yeoyeOyeU Untuk multi-objective optimization, hasilnormalisasi adalah penjumlahan dalam hal pemaksimalan . ari atribut menguntungka. dan pengurangan dalam hal peminimalan . ari atribut yang tidak Dimana gadalah jumlah atribut yang akan dimaksimalkan. Yiadalah nilai dari penilaian normalisasi alternatif ke iterhadap semua kriteria. Nilai Yidapat menjadi positif atau negatif tergantung dari jumlah maksimal . riteria menguntungkan atau benefi. dan minimal . riteria yang tidak menguntungkan atau cos. dalam matriks keputusan. Sebuah keistimewaan Yimenunjukkan preferensi Dengan demikian, alternatif terbaik memiliki nilai Yitertinggi, sedangkan alternatif terburuk memilikinilai Yiterendah. Menentuka Nilai Rangking dari hasil perhitungan MOORA Nilai dapat menjadi positif atau negatif tergantung dari jumlah maksimum dan minimumnya pada matriks Dan hasil akhir perhitungannya yaitu menampilkan hasil rangking Yi. Dengan demikian, nilai alternatif terbaik memiliki nilai Yi tertinggi. Sedangkan nilai alternatif terendah memiliki nilai Yi terendah. 4 Flowchart Bagan alir program (Program Flowchar. merupakan bagan yang menjelaskan secara rinci langkahlangkah dari proses program. dengan menggunakan simbol-simbol yang disusun secara sistematis. Dengan menggunakan flowchart akan memudahkan pengguna melakukan pengecekan bagian-bagian yang terlupakan dalam analisis masalah, disamping itu flowchart juga berguna sebagai fasilitas untuk berkomunikasi antara pemrogram yang bekerja dalam tim suatu proyek. Flowchart biasanya mempermudah penyelesaian suatu masalah khususnya masalah yang perlu dipelajari dan dievaluasi lebih lanjut. 5 Unified Modeling Language (UML) AuPemodelan adalah gambaran dari realita yang simpel dan dituangkan dalam bentuk pemetaan dengan aturan tertentu. Pemodelan dapat menggunakan bentuk yang sama dengan realitas misalnya seorang arsitek membuat sebuah maket . arsitektur gedung yang dimodelkan semirip mungkin agar arsitektur yang diinginkan dapat terlihat sebelum gedung dibangunAy. Pemodelan perangkat lunak digunakan untuk mempermudah langkah berikutnya dari pengembangan sebuah sistem informasi sehingga lebih terancana. Seperti halnya maket, pemodelan pada pembangunan perangkat lunak digunakan untuk memvisualkan perangkat lunak yang akan dibuat. UML digunakan untuk memberikan informasi dalam bentuk gambar atau secara visualisasi dalam memodelkan perangkat lunak dengan standarisasi agar seluruh pengembang sistem dapat memahami pemodelan suatu perangkat lunak. AuUML merupakan bahasa visual untuk pemodelan dan komunikasi mengenai sebuah sistem dengan menggunakan diagram dan teks-teks pendukungAy. ANALISA DAN HASIL 1 Algoritma Sistem Algoritma sistem merupakan penjelasan langkah-langkah penyelesaianmasalah dalam perancangan sistem pendukung keputusan dalam menentukan tenaga jasa konsultan individual dengan menggunakan metode MOORA. Hal inidilakukan untuk meningkatkan produktifitas dan keberhasilan perusahaandalam menghadapi dunia teknologi. 2 Penyelesaian Masalah Menggunakan Metode MOORA Pengambilan keputusan ini berdasarkan pada kriteria yang sudah menjadipenentu dalam melakukan seleksi calon tenaga jasa konsultan individual berikut iniadalah kriteria yang digunakan: Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. Kode Kriteria P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 Tabel 1 Tabel Keterangan Kriteria Kriteria Penguasaan AutoCAD Penguasaan Ms. Word Pengalaman Kerja Pengetahuan Teknis Etika dan Sopan Santun Sosialisasi dan Kerja Sama Ketahanan Terhadap Tekanan Bobot Berdasarkan data yang didapat tersebut perlu dilakukan konversi setiap kriteria untuk dapat dilakukan pengolahan kedalam metode MOORA. Berikut ini adalah tabel konversi dari kriteria yang digunakan: Tabel 2 Konversi Kriteria Penguasaan AutoCAD Bobot Alternatif Penguasaan AutoCAD Sangat Menguasai Menguasai Cukup Menguasai Kurang Menguasai Tidak Menguasai Tabel 3 Konversi Kriteria Penguasaan Ms. Word Penguasaan Ms. Word Bobot Alternatif Sangat Menguasai Menguasai Cukup Menguasai Kurang Menguasai Tidak Menguasai Tabel 4 Konversi Kriteria Pengalaman Kerja Pengalaman Kerja Bobot Alternatif Di atas 4 tahun Di atas 3 tahun - 4 tahun Di atas 2 tahun - 3 tahun Di atas 1 tahun - 2 tahun 0 - 1 Tahun Tabel 5 Konversi Kriteria Pengetahuan Teknis Pengetahuan Teknis Bobot Alternatif Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah Tabel 6 Konversi Kriteria Etika dan Sopan Santun Bobot Alternatif Etika dan Sopan Santun Sangat Baik Baik Cukup Baik Tidak Baik Jurnal SAINTIKOM Vol. No. September 201x : xx Ae xx Jurnal SAINTIKOM P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 Tabel 7 Konversi Kriteria Sosialisasi dan Kerja Sama Bobot Alternatif Sosialisasi dan Kerja Sama Sangat Baik Baik Cukup Baik Tidak Baik Tabel 8 Konversi Kriteria Ketahanan Terhadap Tekanan Bobot Alternatif Ketahanan Terhadap Tekanan Sangat Baik Baik Cukup Baik Tidak Baik Tabel 9 Hasil Konversi Data Alternatif Nama RIZKY AMALIA RUSWANDI SUCI RAMADANI SUCI RAMADANI KASPI JONAS ANDIKA PRATAMA S AHMAD SUKARNO LUBIS KHAIRUNISA NASUTION ADITYA HERMAWAN SIREGAR YOLANDA SARI KS AZZAHRA ADNINA NAMIRA G SUPRIADI SURBAKTI POPPY MARLINA MONICA H CHANNIFA ANDINI FAHRI LAILA FITRIANI SIREGAR DEVI SYAKIR ROSNASARI PULUNGAN Sesuai dengan referensi yang telah dipaparkan, berikutini adalah langkah-langkah penyelesaiannya yaitu: Membuat matriks persamaan kemudian diubah kedalam matriks persamaan Melakukan Normalisasi Matriks Untuk menentukan matriks normalisasi dengan datanilai dari Tabel 9= Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 yeU yeoOyeOyeU = ya Oo Ocyea yeO=ya yeoyeOyeU Keterangan : Xij = Matriks alternative j pada kriteria i = 1, 2, 3, 4, . ,nadalah nomor urutan atribut atau kriteria = 1, 2, 3, 4, . ,madalah nomor urutan alternatif X*ij = Matriks Normalisasi alternatif j pada kriteria i Normalisasi Penguasaan AutoCAD Kriteria 1 (C. ycU1. ycU1. 1 =Ooycu1. ycU1. 1 =Oo22 12 32 12 22 22 22 32 12 12 42 12 12 22 42 ycU1. 8,717 Oo76 ycU1. 1 =0,229 ycU2. = 0,114 8,717 ycU3. = 0,344 8,717 ycU4. = 0,114 8,717 ycU5. = 0,229 8,717 ycU6. = 0,229 8,717 ycU7. = 0,229 8,717 ycU8. = 0,344 8,717 ycU9. ycU10. 8,717 ycU11. ycU12. ycU13. ycU14. ycU15. = 0,114 = 0,114 8,717 = 0,458 8,717 = 0,114 8,717 = 0,114 8,717 = 0,229 8,717 = 0,458 8,717 Normalisasi Penguasaan Ms. Word Kriteria 2(C. ycU1. ycU1. 2 =Oox1. 2 x2. 2 x3. 2 x4. 2 x5. 2 x6. 2 x7. 2 x8. =Oo32 22 52 32 42 42 42 52 32 32 42 32 32 32 42 X1. ycU1. Oo197 14,035 ycU1. 2 = 0,213 ycU2. = 0,142 ycU3. ycU4. ycU5. X6. ycU7. 14,035 = 0,356 14,035 14,035 = 0,213 = 0,284 14,035 = 0,284 14,035 = 0,284 14,035 Jurnal SAINTIKOM Vol. No. September 201x : xx Ae xx Jurnal SAINTIKOM ycU8. ycU9. P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 = 0,356 14,035 = 0,213 14,035 ycU10. ycU11. ycU12. ycU13. ycU14. 14,035 = 0,213 = 0,284 14,035 = 0,213 14,035 = 0,213 14,035 = 0,213 14,035 ycU15. = 0,284 14,035 Untuk menghitung nilai normalisasi matriks selanjutnya dilakukan dengan cara perhitungan yang sama seperti perhitungan diatas dan setelah maka didapatkan hasil berikut: 0,229 0,114 0,344 0,114 0,229 0,229 0,229 0,344 0,114 0,114 0,458 0,114 0,114 0,229 0,458 0,213 0,142 0,356 0,213 0,284 0,284 0,284 0,356 0,213 0,213 0,284 0,213 0,213 0,213 0,284 0,201 0,201 0,502 0,402 0,301 0,301 0,201 0,201 0,301 0,201 0,100 0,100 0,201 0,100 0,201 0,200 0,200 0,334 0,334 0,267 0,267 0,267 0,200 0,267 0,334 0,334 0,267 0,200 0,133 0,133 0,238 0,238 0,297 0,297 0,238 0,238 0,297 0,178 0,297 0,297 0,297 0,297 0,238 0,178 0,178 0,249 0,249 0,311 0,311 0,311 0,187 0,249 0,187 0,311 0,249 0,311 0,249 0,249 0,187 0,187 0,262 0,196 0,328 0,262 0,262 0,262 0,262 0,196 0,262 0,262 0,328 0,262 0,262 0,262 0,131 Menghitungan Nilai Optimasi MultiObjektif MOORA Dengan menggunakan rumus sebagai berikut : yeO yeoyeO= Oc yeU=ya yea yeoyeU yeoyeOyeU Oc yeU=yeO ya yeoyeU yeoyeOyeU Keterangan : = 1, 2, . , gAe kriteria/atribut dengan status maximize = g 1, g 2, . , nAe kriteria/atribut dengan status minimize = Matriks Normalisasi max-min Dimana g adalah jumlah atribut yang akan dimaksimalkan. Yi adalah nilai dari penilaian normalisasi alternatif ke j terhadap semua kriteria. Nilai yi dapat menjadi positif atau negatif tergantung dari jumlah maksimal . dan minimal . dalam matriks keputusan. Dengan demikian, alternatif terbaik memiliki nilai yi tertinggi, dan alternatif terburuk memiliki nilai yi terendah. Dengan nilai bobot alternatif yang telah ditentukan yaitu :. ,2 0,2 0,12 0,12 0,12 0,12 0,12 }. Maka hasilnya sebagai berikut: Y1 =. ,2*0,229 0,2* 0,213 0,12* 0,201 0,12*0,200 0,12*0,238 0,12*0,249 0,12*0,. = 0,228 Y2 =. ,2*0,114 0,2* 0,142 0,12* 0,201 0,12*0,200 0,12*0,238 0,12*0,249 0,12*0,. = 0,182 Y3 =. ,2*0,344 0,2* 0,356 0,12* 0,502 0,12*,334 0,12*0,297 0,12*0,311 0,12*0,. = 0,352 Y4 =. ,2*0,114 0,2* 0,213 0,12* 0,402 0,12*0,334 0,12*0,297 0,12*0,311 0,12*0,. = 0,259 Y5 =. ,2*0,229 0,2* 0,284 0,12* 0,301 0,12*0,267 0,12*0,238 0,12*0,311 0,12*0,. = 0,269 Untuk menghitung nilai optimasi multiobjektif MOORA selanjutnya dilakukan dengan cara perhitungan yang sama seperti perhitungan diatas dan setelah maka didapatkan hasil berikut: Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 Tabel 10 Nilai Yi Pada Metode MOORA Alternatif Max(C1 C2 C3 C4 C5 C6 C. 0,229 0,213 0,201 0,200 0,238 0,249 0,262 0,228 0,114 0,142 0,201 0,200 0,238 0,249 0,196 0,182 0,344 0,356 0,502 0,334 0,297 0,311 0,328 0,352 0,114 0,213 0,402 0,334 0,297 0,311 0,262 0,259 0,229 0,284 0,301 0,267 0,238 0,311 0,262 0,269 0,229 0,284 0,301 0,267 0,238 0,187 0,262 0,254 0,229 0,284 0,201 0,267 0,297 0,249 0,262 0,257 0,344 0,356 0,201 0,200 0,178 0,187 0,196 0,255 0,114 0,213 0,301 0,267 0,297 0,311 0,262 0,239 A10 0,114 0,213 0,201 0,334 0,297 0,249 0,262 0,228 A11 0,458 0,284 0,100 0,334 0,297 0,311 0,328 0,313 A12 0,114 0,213 0,100 0,267 0,297 0,249 0,262 0,208 A13 0,114 0,213 0,201 0,200 0,238 0,249 0,262 0,205 A14 0,229 0,213 0,100 0,133 0,178 0,187 0,262 0,192 A15 0,458 0,284 0,201 0,133 0,178 0,187 0,131 0,248 Melakukan Perangkingan Berdasarkan nilai Yi di atas, berikut ini adalah hasil daripenilaian skala perangkingan yaitu sebagai Tabel 11 Hasil Peringkat Metode MOORA Nama Pelamar Keterangan SUCI RAMADANI KASPI 0,352 RANGKING 1 POPPY MARLINA MONICA H 0,313 RANGKING 2 AHMAD SUKARNO LUBIS 0,269 RANGKING 3 JONAS ANDIKA PRATAMA S 0,259 RANGKING 4 ADITYA HERMAWAN SIREGAR 0,257 RANGKING 5 YOLANDA SARI KS 0,255 RANGKING 6 KHAIRUNISA NASUTION 0,254 RANGKING 7 ROSNASARI PULUNGAN 0,248 RANGKING 8 AZZAHRA ADNINA NAMIRA G 0,239 RANGKING 9 SUPRIADI SURBAKTI 0,228 RANGKING 10 RIZKY AMALIA RUSWANDI 0,228 RANGKING 11 CHANNIFA ANDINI FAHRI 0,208 RANGKING 12 LAILA FITRIANI SIREGAR 0,205 RANGKING 13 DEVI SYAKIR 0,192 RANGKING 14 SUCI RAMADANI 0,182 RANGKING 15 Ahkir dari hasil perhitungan di atas diperoleh nilai yaitu (A. Suci Ramadani Kaspi, (A. Poppy Marlina Monica H, (A. Ahmad Sukarno Lubis, (A. Jonas Andika Pratama S,(A. Aditya Hermawan Siregar yang mendapatkan nilai tertinggi, sehingga dinyatakan lulus menjadi Tenaga Jasa Konsultan Individual di Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Sumatera Utara. IMPLEMENTASI SISTEM Dibawah ini merupakan tampilan dari implementasi sistem pendukung keputusan metode MOORA. Tampilan Halaman Login Halaman ini memiliki fungsi sebagai tempat awal tim seleksi agar bisa masuk ke halaman utama. Berikut ini adalah tampilan halaman login yaitu sebagai berikut : Jurnal SAINTIKOM Vol. No. September 201x : xx Ae xx Jurnal SAINTIKOM P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 Gambar 1 Tampilan Form Login Tampilan Halaman Menu Utama Halaman ini berfungsi sebagai halaman awal program. Berikut ini adalah tampilan halaman menu utama yaitu sebagai berikut : Gambar 2 Tampilan Form Menu Utama Tampilan Halaman Input Data Pelamar Halaman ini memiliki fungsi sebagai tempat untuk menginput data pelamar. Berikut ini adalah tampilan halaman data pelamar yaitu sebagai berikut : Gambar 3 Tampilan Form Data Pelamar Tampilan Halaman Input Data Kriteria Halaman ini memiliki fungsi sebagai tempat untuk menginput data kriteria. Berikut ini adalah tampilan halaman data kriteria yaitu sebagai berikut : Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 Gambar 5. 4 Tampilan Form Data Kriteria Tampilan Halaman Input Data Penilaian Halaman ini memiliki fungsi sebagai tempat untuk menginput data penilaian. Berikut ini adalah tampilan halaman data penilaian yaitu sebagai berikut : Gambar 5. 5 Tampilan Form Data Penilaian Tampilan Halaman Perhitungan MOORA Halaman ini memiliki fungsi sebagai tempat untuk perhitungan MOORA. Berikut ini adalah tampilan halaman perhitungan MOORA yaitu sebagai berikut : Gambar 5. 6 Tampilan Form Poses MOORA Jurnal SAINTIKOM Vol. No. September 201x : xx Ae xx Jurnal SAINTIKOM P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 Tampilan Halaman Laporan Halaman ini memiliki fungsi sebagai tempat untuk hasil output yang berupa penentuan tenaga jasa konsultan menggunakan metode yang sudah dilakukan. Berikut ini adalah tampilan halaman laporan yaitu sebagai berikut: Gambar 5. 7 Tampilan Laporan KESIMPULAN Berdasarkan analisa pada permasalahan yang terjadi dalam kasus yang diangkat tentang Tenaga Jasa Konsultan Individual menggunakan metode Multi Objective Optimization On The Basis Of Ratio Analysis (MOORA) pada Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Sumatera Utara, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut : Dalam menentukan Tenaga Jasa Konsultan Individual di Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Sumatera Utara dilakukan dengan penerapan Sistem Pendukung Keputusan dengan menggunakan metode Multi Objective Optimization On The Basis Of Ratio Analysis (MOORA) yang berawal dari mengidentifikasi atribut dan menginput nilai kriteria pada suatuu alternatif,membuat matriks keputusan, menghitung matriks normalisasi, menghitung nilai optimasi multiobjektif dan kemudian menentukan rangking tertinggi sampai terendah yang ditampilkan dalam bentuk laporan. Dalam merancang Sistem Pendukung Keputusan menggunakan metode Multi Objective Optimization On The Basis Of Ratio Analysis (MOORA) yang dapat digunakan dalam menentukan Tenaga Jasa Konsultan Individual, yaitu dengan membuat pemodelan sistem seperti Use Case Diagram. Activity Diagram, dan Class Diagram. Kemudian membuat flowchart dari metode MOORA. Dalam membangun Sistem Pendukung Keputusan menggunakan metode Multi Objective Optimization On The Basis Of Ratio Analysis (MOORA) dapat dilakukan dengan cara membangun database untuk menampung dan menyimpan data dengan menggunakan Microsoft Access 2007, setelah itu melakukan pengkodingan dengan pemrograman Visual Basic 2010, terakhir membuat laporan hasil keputusan menggunakan Crystal Report 8. Sistem yang telah dirancang selanjutnya diuji dengan memasukkan data-data sampel sesuai dengan yang ada pada bab-bab sebelumnya, kemudian jika hasil outputnya sesuai dengan perhitungan manual maka dalam pengujian ini sistem berjalan dengan baik. UCAPAN TERIMA KASIH Puji syukur kehadirat Allah SWT atas izin-Nya yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga dapat menyelesaikan jurnal ilmiah ini. Pada kesempatan ini diucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kedua Orang Tua tercinta yang selama ini memberikan doAoa dan dorongan baik secara moril maupun materi sehingga dapat terselesaikan pendidikan dari tingkat dasar sampai bangku perkuliahan dan terselesaikannya jurnal ini. Di dalam penyusunan jurnal ini, banyak sekali bimbingan yang didapatkan serta arahan dan bantuan dari pihak yang sangat mendukung. Oleh karena itu dengan segala kerendahan hati, diucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepadaBapak Rudi Gunawan. SE. Si. , selaku Ketua Sekolah Tinggi Manajemen InFormatika Dan Komputer (STMIK) Triguna Dharma Medan. Bapak Dr. Zulfian Azmi. ST. Kom. , selaku Wakil Ketua I Bidang Akademik STMIK Triguna Dharma Medan. Bapak Marsono. Kom. Kom. , selakuKetua Program Studi Sistem Informasi STMIK Triguna Dharma Medan. Bapak Nurcahyo Budi Nugroho. Kom. Kom. , selaku Dosen Pembimbing I yang telah memberikan saran, arahan dan dukungannya serta motivasi, sehingga penelitian ini dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu. Ibu Sri Murniyanti. SS. MM. , selaku Dosen Pembimbing II yang telah Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 memberikan bimbingan tata cara penulisan, saran dan motivasi sehingga penelitian ini dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu. Seluruh Dosen. Staff dan Pegawai di STMIK Triguna Dharma Medan. REFERENSI