Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Vol. 9 No. 2 Maret 2022 P - ISSN : 2503-4413 E - ISSN : 2654-5837. Hal 411 Ae 416 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT LITERASI KEUANGAN PELAKU UMKM DI KOTA TERNATE Oleh : Rheza Pratama Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Khairun e-mail: rhezakonoras@gmail. Yetty Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Khairun e-mail y. tarumadoja@gmail. Firdaus Duko Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Khairun e-mail: firdausdk2016@gmail. Zulfikar Sjahrin Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Khairun e-mail: jhulfikar23@gmail. Korespodensi: rhezakonoras@gmail. Articel Info Article History : Received 24 February - 2022 Accepted 24 March - 2022 Available Online 30 March 2022 Abstract The purpose of this research is to provide benefits for learning financial management, especially in financial management for a business, through increasing financial literacy, which can be seen from the last education, income, and storage style. The number of samples used in this study was 95 respondents, and the sampling technique used the solving formula. Data analysis using multiple linear regression method and descriptive analysis of respondents' level of achievement with the help of SPSS software version 21. The results of this study indicate that, first, education has a positive and significant effect on the financial literacy of UMKM actors in Ternate City. Second, income has a positive and significant impact on the financial literacy of Ternate City UMKM actors. Third, the saving Style has a positive and significant effect on UMKM the financial literacy of Ternate City. Furthermore, there is a simultaneous influence of the variables of Education. Income, and Savings Style on the financial literacy of UMKM actors in Ternate City. Keywords : Education. Income. Saving. Financial Literacy. sehingga kejahatan dan krisis keuangan bisa Usaha Kecil Mikro. Kecil dan Menengah (UMKM) indonesia, oleh sebab itu segala bentuk pendampingan pemerintah untuk menciptakan daya saing dan peningkatan level harus merata sampai ke daerah-daerah. Sektor UMKM yang sudah terbukti meningkatkan perekonomian indonesia dibeberapa periode krisis harus menemukan restrukturisasi sistem pengelolaan keuangan, salah satunya adalah meningkatkan literasi keuangan bagi para pelaku UMKM (Purwanto, 2. UMKM selalu memainkan PENDAHULUAN Kejahatan keuangan dan krisis keuangan adalah risiko yang selalu dihadapi pada era digitalisasi saat ini. Negara senantiasa harus melakukan mitigasi risiko pada sektor keuangan bila mana tidak ingin mendapat beban yang paling besar seperti yang terjadi pada krisis-krisis Perkembangan sektor keuangan harus diimbangi dengan relaksasi kebijakan yang sistematis dan pro kepada masyarakat sehingga reformasi dibidang keuangan dari krisis sebelumnya tetap berjalan. Literasi keuangan sudah menjadi intrumen edukasi untuk membuat masyarakat sadar akan kegunaan dan risikonya, peran sentral sebagai penyedia keamanan ditengah gempuran krisis, penyerapan tenaga kerja terbesar walapun disituasi pandemi saat ini. UMKM juga senantiasa melaksanakan aktivitas produktif dan hasilnya masyarakat juga bisa berpendapatan, hal ini membuktikan bahwa UMKM sudah relatif kuat belajar dari peristiwa krisis sebelumnnya. Linkungan bisnis yang berkembang pesat disertai dengan kemajuan teknologi membuat UMKM mengalami permasalahan yang serius serta mengalami disrupsi digital . ektor keuanga. Sektor UMKM di Indonesia harus senantiasa melakukan scale up bisnis dan meningkatkan pengetahuannya tentang pengelolaan keuangan Pendidikan adalah tingkatan yang diatur masyarakat yang terdidik, dengan tujuan yang hendak dicapai dan dengan keinginan untuk Pendidikan merupakan poros perubahan dari perilaku dan sifat hidup yang produktif dan sehat. Level pendidikan yang lebih tinggi menyederhanakan seorang individu atau kelompok masyarakat untuk menangkap peluang informasi dan menerapkannya dalam sikap dan life style keseharian khususnya dalam perihal sektor produktif (Suhardjo, 2. Pemasalahan yang sering muncul juga disebabkan oleh faktor UMKM cendrung tidak mampu menyesuaikan strategi pengelolaan keuangan dengan pendapatan yang mereka Penelitian Harahap . menemukan bahwa pendapatan dan literasi keuangan berkolerasi positif dan signifikan. Pendapatan sejatinya ialah hasil atas pengorbanan individu dalam struktur materi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka, dengan menyumbangkan jenis penghasilan yang ada, seseorang dapat memilih berbagai jenis kepentingan secara keseluruhan seperti saham, obligasi, toko, emas, tanah, dan berbagai jenis barang dan spekulasi. Untuk mengelola pendapatan yang efektif, kita harus berusaha untuk memperoleh pemahaman tentang bagaimana menggunakan uang dengan cara yang lebih baik melalui literasi keuangan. Gagasan direpresentasikan dengan latihan cara berinvestasi di lembaga keuangan dan bank, dimana Bank dalam interaksi penarikan dapat dilakukan dengan pedoman atau pengaturan antara bank dan pembeli . , dan penarikan menggunakan buku tabungan, kartu ATM atau yang terbaru. saat ini dapat memanfaatkan ponsel melalui aplikasi pembayaran yang saat ini dapat diakses. Juga, keuntungan dari kapasitas adalah untuk membantu dengan mengharapkan persyaratan yang tidak Pengelolaan Anggaran individu yang efektif umumnya memiliki simpanan cadangan yang memadai (Kasmir, 2. Demografi dan sosio-ekonomi merupakan faktor penentu tingkatan dari literasi keuangan. Ansong & Gyensare . mengungkapkan bahwa pengelolaan keuangan dipengaruhi oleh beberapa variabel, khususnya: Usia. Pengalaman Kerja. Pendidikan, dan pilihan Jurusan. Tiap warga tentu hendak senantiasa ikut serta dengan anggaran serta keuangan. Buat itu, literasi keuangan merupakan suatu yang dibutuhkan oleh tiap orang supaya sanggup mempraktikkan skala prioritas dalam mengelola keuangannya. Tidak hanya itu, para pebisnis pula wajib mengenali perihal Sebab dengan literasi keuangan yang baik, mereka hendak sanggup mengelola keadaan keuangan bisnisnya dengan baik serta pula benar. Literasi keuangan yang baik memiliki khasiat jangka panjang buat tiap orang. Tercatat terdapat 2 khasiat jangka panjang yang dapat didapatkan, ialah tingkatkan literasi yang dipunyai tadinya ataupun less literate jadi well literate, dan tingkatkan jumlah pemakaian produk ataupun layanan jasa keuangan (Margaretha, 2. Dari data yang di dapatkan dari dinas koperasi Kota Ternate total populasi pelaku UMKM yang Berada di Kota Ternate adalah lebih dari 14 ribu pelaku usaha, sebagaimana yang di jelaskan pada table berikut ini: Tabel Populasi UMKM Kota Ternate Ternate Utara Ternate Tengah Ternate Selatan USAHA MIKRO 2,566 2,267 2,788 USAHA KECIL 1,057 1,169 1,045 USAHA MENENGAH JUMLAH UMKM 3,903 3,664 4,130 Ternate Barat Moti Pulau Batang Dua Pulau Ternate Pulau Hiri JUMLAH 9,869 3,534 14,210 KECAMATAN Sumber: Dinas Koperasi Kota Ternate . Salah satu sebab studi ini di jalani karna buat mengenali faktor- faktor penentu literasi keuangan terhadap tingkatan literasi keuangan, serta pula keterbatasan pengetahuan, uraian, serta keahlian dalam mengelolah keuangan para pelakon UMKM di Kecamatan Kota Ternate Tengah, serta pula buat pemenuhan rasa mau ketahui untuk periset tentang mengapa kehilangan modal sangat banyak jadi alibi dari para Pelakon UMKM yang usahanya lelet tumbuh. UMKM yang tidak berbekal pengetahuan berwirausaha, manajmen bisnis serta pengelolaan keuangan hendak hadapi pertumbuhan yang lelet. Serta hambatan besar yang wajib di hadapi oleh para pelakon UMKM di Kecamatan Kota Ternate Tengah antara lain ialah keterbatasan modal, minimnya tenaga kerja, inovasi produk, teknologi dan strategi pemasaran. Tetapi yang sangat banyak terjalin di lapangan sebab permasalahan permodalan. Pengelolaan keuangan jadi salah satu permasalahan sungguhsungguh dalam UMKM sebab bila pengelolaan keuangan dalam UMKM tidak berjalan dengan baik hingga hendak membatasi kinerja serta dengan tujuan menggapai keselamatan. Buat menggapai keselamatan itu warga wajib mengenali gimana metode menggapai keselamatan mulai dari pemograman hingga pemakaian, perihal ini merujuk pada situasi finansial warga. Dengan berapapun pengasilan warga bila warga sanggup membagikan keuangannya pada badan yang betul hingga tidak hendak terjalin resiko finansial melainkan profit serta kesejahteraanpun hendak Salah satu resiko finansial merupakan pemakaian anggaran yang tidak cocok keinginan, lenyapnya anggaran bagus disengaja ataupun tidak Dari perihal itu alangkah berarti kedudukan badan finansial dalam menolong warga spesialnya pelakon UMKM buat mengalokasinya dananya secara bagus untuk menggapai KAJIAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Rational Choice Theory Teori tindakan rasional (Rational Choice Theor. dari Coleman. Coleman menerangkan kalau yang memastikan sesuatu keputusan dengan model berpikir yang rasional dan bersandar pada intelektualitas . , baik pada tingkat mikro pembentuk kebijakan merupakan rakyat, yang pertimbangan rasional guna menggapai tujuan yang bisa di pandang optimal di dasarkan pada bermacam pengetahuan, data, dan informasi yang membagikan sumbangan kognitif. Bagi Bhushan . mengemukakan kalau literasi keuangan yakni skil buat menghasilkan evaluasi data serta mengambil keputusan yang pas tentang model pengelolaan serta pemakaian duit, literasi keuangan merupakan kerja sama dari skill orang, education, perilaku serta pada kesimpulannya sikap orang yang berkaitan kokoh dengan pengelolaan Apabila mana seorang orang sedikit literasi keuangan, hingga wajib terdapat akselerasi buat kenaikan literasi keuangan, sehingga tidak salah dalam membuat opsi berinvestasi. Rendannya literasi keuangan, menyebabkan kerugian yang secara langsung untuk individunya, baik akibat dari inflasi, penyusutan pertumbuhan perekonomian sesuatu negeri. Pendidikan Menurut Masdar & Zahiful . bahwa kalau salah satu alibi kenapa warga tidak melaksanakan pemograman finansial individu merupakan sebab minimnya pembelajaran pembelajaran resmi yang diperoleh oleh Pembelajaran mengenai menyimpan uang cuma diperoleh ditingkat bawah ialah dengan imbauan buat menyimpan uang namun tidak dilanjutkan dengan keahlian- keahlian lain yang mendukung ketetapan seorang dalam finansial. Jadi tingkatan pembelajaran ialah satu alibi kenapa seorang ataupun pelakon UMKM tadinya tidak mengenali tentu apa itu literasi finansial tanpa terdapatnya data ataupun pemasyarakatan dari pihak badan finansial. Riset yang dicoba oleh Suchuachi( 2. membagikan hasil kalau tingkatan pembelajaran mempengaruhi dengan cara positif kepada tingkatan literasi finansial pada UKM. Literasi Keuangan Krishna et al. , . menarangkan kalau literasi keuangan menolong orang supaya bebas dari permasalahan finansial. Dengan terdapatnya literasi keuangan warga sanggup membagikan finansial mereka dengan bagus. Perihal itu tidak bebas dari dorongan badan finansial yang melaksanakan gunanya buat menolong warga menggunakan program- program dari badan finansial yang terdapat. Semacam terdapatnya pemodalan serta pemakaian angsuran. Demikian juga untuk para pelakon UMKM yang wajib mengenali literasi finansial supaya manajemen finansial pelakon UMKM itu bebas dari resiko Bagi Lusuardi & Mitchell . literasi keuangan bisa dimaksud selaku wawasan finansial Pendapatan Menurut Harahap . Pendapatan atau Penghasilan merupakan arus masuk ataupun kenaikan angka aset dari sesuatu entitas ataupun penanganan peranan dari entitas ataupun kombinasi keduanya sepanjang rentang waktu khusus yang berawal dari penyerahan ataupun penciptaan benda, pemberian pelayanan atas eksekutif aktivitas yang lain yang ialah aktivitas penting industri yang lagi berjalan. Pada pelakon UMKM pemasukan jadi perihal penting dalam literasi finansial. Apabila pelakon UMKM sudah mengenali apa itu literasi finansial spesialnya mengenai badan finansial namun sebab menggunakan kedudukan dari badan finansial, hingga pelakon UMKM itu senantiasa tidak ikut serta buat keuangannya di mengurus di institusi finansial itu sendiri. yang digunakan adalah sampling Kuota dan judmental sampling. Menurut Sugiyono . 7: . nonprobability sampling merupakan metode pengumpulan ilustrasi yang tidak membagikan kesempatan serupa untuk tiap faktor ataupun badan populasi buat diseleksi jadi ilustrasi. Menurut Sugiyono . 7: . sampling kuota merupakan metode buat mengutip ilustrasi dari populasi yang memiliki identitas khusus hingga jumlah yang di Dan menurut Hermawan & Amirullah . Judgmental sampling atau biasa disebut purposive sampling ialah salah satu wujud dari convenience sampling, dalam metode ini ilustrasi diseleksi bersumber pada evaluasi ataupun pemikiran dari para pakar bersumber pada tujuan serta arti riset. Periset memilah elemen- elemen yang dimasukan dalam ilustrasi, sebab ia yakin kalau elemen- elemen itu merupakan delegasi dari Elemen yang di tetapkan peneliti adalah sebagai berikut: Pelaku UMKM yang di jadikan sebagai responden adalah Pelaku UMKM yang hanya termasuk dalam kategori usaha mikro. Pelaku UMKM yang di jadikan sebagai responden adalah pelaku UMKM yang pernah atau sedang menabung di lembaga keuangan. Kuota sampel pada penelitian telah di tentukan sebelumnya dengan menggunakan rumus slovin, dan kuota sampel pada penelitian ini adalah 95 responden. Jadi sampel pada penelitian ini adalah 95 pelaku UMKM Kecamatan Kota Ternate Tengah yang hanya termasuk pelaku usaha mikro yang pernah atau sedang menabung di lembaga Tujuannya untuk mengenali apakah terdapat akibat yang penting dari variabel indeoenden terhadap variabel dependen, hingga dipakai perlengkapan tolong buat menggunakan informasi dengan memakai SPSS 21 for Windows, alhasil hendak dikenal berapa besar akibat pendidikan terakhir, pendapatan, serta menabung kepada tingkatan literasi finansial sebaliknya pengujian hiptesis dicoba dengan memakai percobaan statistik. Menabung Manajemen Tabungan merupakan suatu cara yang menolong penempatan anggaran surplus yang dipunyai seorang dengan tujuan buat keringanan akses likuiditas, pemograman finansial Sebaliknya pemodalan merupakan cara yang menolong formulasi kebijaksanaan serta tujuan sekalian pengawasan dalam penanaman modal buat mendapatkan profit( OJK, 2. Hasil dari riset yang dicoba oleh Fatoki( 2. melaporkan kalau kebanyakan dari UMKM di Afrika Selatan menguasai dasar- dasar bidang usaha serta finansial berdampingan, asuransi serta kaum bunga. Bagi Kasmir ( 2. Dana merupakan dana pada Bank yang penarikannya bisa dicoba cocok akad antara Bank dengan pelanggan serta penarikannya dengan memakai berkas pencabutan, novel dana, ataupun kartu ATM. Karangka berpikir dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: METODE PENELITIAN Sesuai dengan studi kasus pada penelitian ini populasi yang diambil hanya pelaku UMKM termasuk kategori usaha mikro pada Kecamatan Kota Ternate Tengah. Menurut Sugiyono . 7: . populasi merupakan area abstraksi yang terdiri atas: obyek ataupun subyek yang memiliki mutu serta karakter khusus yang di tetapkan oleh periset buat di pelajari serta setelah itu di raih hasil akhirnya. Jumlah populasi dalam penelitian sesuai dengan tabel populasi UMKM pada hal 3 ialah 2267 pelaku UMKM kota ternate tengah yang hanya termasuk usaha mikro. Salah satu metode yang digunakan untuk menentukan jumlah sampel adalah dengan menggunakan rumus Slovin. (Supriyanto, 2. penjelasannya sebagai n = Jumalh Sampel N = Populasi e = Batas Toleransi Kesalahan Teknik pengambilan sampel penelitian ini adalah non-probability Sampling, dan teknik HASIL DAN PEMBAHASAN Dari tabel dibawah ini menunjukan bahwa nilai TCR yang didapatkan untuk semua variable penelitian berada pada kategori baik, dengan kata lain tingkat literasi keuangan pelaku UMKM di Kecamatan Kota Ternate tengah dalam kategori Tabel 4 Nilai VARIABLE Literasi Keuangan Pendidikan Pendapatan Menabung MEAN TCR KATEGORI BAIK BAIK BAIK BAIK Sumber: Data Primer Yang Diolah . Ilustrasi dari riset ini merupakan pelakon UMKM kota Ternate Tengah serta Tehnik pengumpulan ilustrasi dalam riset ini merupakan dengan memakai metode slovin, dengan jumlah ilustrasi sebesar 95 responden. Analisis data menggunakan metode regresi linear berganda dan Analisis depskriptif tingkat capaian responden. Pengaruh Pendidikan terhadap Literasi Keuangan Dugaan pertama menyatakan kalau kerangka balik pembelajaran terakhir mempunyai akibat yang penting kepada tingkatan literasi finansial pelakon UMKM di kecamatan kota Ternate tengah. Hasil pengetesan regresi membuktikan kalau tingkatan signifikansi 0. yang maksudnya lebih kecil dari alfa 0. 10 hingga anggapan ini diperoleh. Hasil riset yang penting menunjukkan kalau tingkatan pembelajaran dapat jadi aspek determinan kadar literasi finansial pelakon UMKM Kecamatan Kota Ternate Tengah. Dalam peneitian ini, kebanyakan responden terletak pada tahapan S1 ialah sebesar 38 responden ataupun 47, 5% dari keseluruhan responden sebesar 95 orang, tingkatan S1 ialah kadar yang telah sepatutnya responden mengenali hal badan finansial, dengan begitu bisa mengatur keuangannya dengan bagus, supaya bebas dari resiko finansial. Berdasarkan hasil uji T diatas dengan menggunakan batas signifikansi 0,10, menunjukan nilai signifikan berada dibawa taraf 10% dan t hitung sebesar 4. 314 > t table 1. Maka dari hasil regresi menunjukan bahwa pendidikan berpengaruh signifikan terhadap Tingkat literasi Dan untuk variable Pendapatan diperoleh nilai t hitung = 1. 780 dengan tingkat signifikansi 0,078. Dengan menggunakan batas signifikansi 0,10 nilai signifikansi tersebut berada di bawah taraf 10% dan t hitung sebesar 1. 780 > t Maka dari hasil regresi menunjukan bahwa pendapatan berpengaruh signifikan terhadap Tingkat literasi keuangan. Dan pada variable menabung diperoleh nilai t hitung = 4. dengan tingkat signifikansi 0,000. Dengan menggunakan batas signifikansi 0,10, nilai signifikansi tersebut berada di bawah taraf 10% dan t hitung sebesar 4. 258 > t tabel 1. Maka dari hasil regresi menunjukan bahwa variable menabung memiliki pengaruh signifikan terhadap literasi keuangan. Pengaruh Pendapatan terhadap Literasi Keuangan Dugaan kedua menerangkan kalau jumlah omset perbulan . mempunyai akibat penting kepada tingkatan literasi finansial pelakon UMKM di kecamatan Kota Ternate Tengah. Hasil pengetesan regresi membuktikan tingkatan signifikansi lebih kecil dari 0. 078 yang maksudnya anggapan kedua di dapat. Hasil riset yang penting menunjukkan kalau tingkatan pemasukan dapat jadi aspek determinan kadar literasi finansial pelakon UMKM Kecamatan Kota Ternate Tengah, maksudnya terus menjadi besar pemasukan seseorang pelakon UMKM terus menjadi besar pula wawasan yang mereka punya. Koefisien determinasi ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar variabel-variabel bebas memiliki pengaruh terhadap variabel terikatnya. Nilai koefisien determinasi untuk variabel bebas lebih dari 2 digunakan adjusted R square, sebagai Tabel 4. 6 Koefisien Determinasi R Square Pengaruh Menabung terhadap Literasi Keuangan Dugaan ketiga melaporkan kalau variable menabung mempengaruhi penting kepada tingkatan literasi finansial pelakon UMKM di Kecamatan Kota Ternate Tengah. Hasil pengetesan regresi membuktikan tingkatan signifikansi lebih kecil dari 0. 10 ialah 0. 000 yang maksudnya Pemahaman kesimpulannya menimbulkan aktivitas menyimpan uang yang bagus. Literasi finansial yang bagus pula berakibat pada pembuatan ketetapan yang segar supaya bisa menggapai sejahteranya hidup era depan serta era saat ini. Pemahaman itu kesimpulannya menimbulkan aktivitas menabung yang cakap. Adjusted R Square Sumber: Data Primer Yang Diolah . Dari hasil kalkulasi dengan memakai program SPSS for Windows tipe 21. 0 bisa dikenal kalau koefisien pemastian . djusted R. yang didapat sebesar 0. Perihal ini berarti 70. Tingkatan literasi finansial bisa dipaparkan oleh elastis pembelajaran, pemasukan, serta menyimpan Sebaliknya lebihnya ialah 29, 3% . %- 70. 7%) literasi finansial dipengaruhi oleh variabelvariabel yang lain yang tidak diawasi dalam riset Bhushan. A sign Research Consortium. Asian Journal of Research in Business Economics and Management, 5. , 57Ae69. Desiyanti Rika. Literasi dan Inklusi Keuangan Serta Indeks Utilitasumkm di Padang. Jurnal Bisnis Dan Manajemen Vol 2. No 2 Harahap. Sofyan Syafri. Teori Kritis Laporan Keuangan. Jakarta: Bumi Aksara Hermawan. Sigit & Amirullah. Metode Penelitian Bisnis Pendekatan Kuantitatif & Kualitatif. Media Nusa Creative. Malang. Fatoki. The financial literacy of microentrepreneurs in South Africa. Journal of social sciences, 40. , 151-158. Kasmir, 2014. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Krishna. Sari. , & Rofaida. Analisis Tingkat Literasi Keuangan Di Kalangan Mahasiswa dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Survey Pada Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (Financial Literacy Level Analysis Among Students and Its Affecting Factors. Survey on UPI). Academia. Edu. November, 1Ae6. Keuangan. Otoritas Jasa Keuangan. Salinan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor, 65. Lusardi. , & Mitchell. Baby boomer retirement security: the roles of planning. Financial literacy and housing wealth. Journal of monetary economics, 54. Margaretha. Farah dan Reza Arief Pambudhi. Tingkat Literasi Keuangan pada Mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi. JMK, Volume 17 No. 1 Maret 2015. Masdar. Zahiful. Perencanaan Keuangan Komunitas Miskin di Perkampungan Vatutela. Jurnal Academica. Fisip Untad Vol KESIMPULAN Penelitian mengetahui dan menganalisis tingkat literasi keuangan pelaku UMKM di Kecamatan Ternate Tengah. Kota Ternate dan faktor-faktor yang Penelitian ini menggunakan 95 responden dengan total sampel sebanyak 2. pelaku UMKM Kecamata Kota Ternate khususnya pelaku Usaha Mikro. Penelitian ini dapat Pertama, pendidikan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap literasi keuangan para pelaku UMKM Kota Ternate. Kedua. Pendapatan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap literasi keuangan para pelaku UMKM Kota Ternate. Ketiga. Gaya Manabung berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap literasi keuangan para pelaku UMKM Kota Ternate. Selanjutnya, terdapat pengaruh secara simultan Pendidikan. Pendapatan dan Gaya Menabung terhadap literasi keuangan para pelaku UMKM di Kota Ternate. Dari Hasil penelitian ini ada rekomendasi yang diajukan kepada para pelaku UMKM di Kota Ternate akan lebih baik bila dapat meningkatkan literasi keuangan dengan inisiasi pribadi maupun mengikuti program pemerintah dalam hal peningkatan literasi keuangan sehingga Pelaku UMKM bisa senantiasa dapat mengelola keuangan usaha yang dijalankan dengan efektif dan efisien serta memliki keunggulan bersaing dilingkungan Kemudian Pihak UMKM juga harus proaktif untuk mengakses informasi terbaru terkait produk maupun jasa layanan keuangan melalui sarana internet atau digital. REFERENSI