Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Pemberdayaan Mahasiswa Melalui Analisis Usaha untuk Penguatan Literasi Keuangan UMKM dalam Kerangka SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Rina Oktaviyanthi1. Selvi Kadun1. Nagina Slavina1 1Pendidikan Matematika. Fakultas Studi Islam dan Pendidikan. Universitas Serang Raya. Jl. Raya Serang-Cilegon KM. Taman Drangong. Serang. Banten. Indonesia Email penulis korespondensi: rinaokta@unsera. ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan mahasiswa melalui keterlibatan aktif dalam melakukan analisis usaha terhadap pelaku UMKM untuk menguatkan literasi keuangan sebagai strategi mendukung pencapaian SDG 8, yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan Berdasarkan hasil analisis situasi, ditemukan bahwa banyak UMKM mitra mengalami kendala dalam pengelolaan keuangan usaha, seperti pencatatan transaksi yang belum sistematis dan rendahnya pemahaman terhadap aspek perencanaan keuangan. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif, di mana mahasiswa melakukan identifikasi model usaha, menganalisis arus kas dan struktur biaya, serta merancang rekomendasi perbaikan berbasis literasi keuangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa keterlibatan mahasiswa mampu membantu UMKM dalam menyusun laporan keuangan sederhana dan meningkatkan kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya perencanaan serta evaluasi keuangan. Selain itu, mahasiswa memperoleh pengalaman nyata dalam menerapkan ilmu kewirausahaan dan analisis bisnis dalam konteks sosial. Kegiatan ini membuktikan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan UMKM dapat menjadi katalisator bagi penguatan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan. Kata kunci: Analisis usaha, literasi keuangan, mahasiswa berdaya. SDG 8. UMKM. ABSTRACT This community service program aims to empower university students through active involvement in conducting business analysis for local MSME actors, with the goal of strengthening financial literacy as a strategic effort to support the achievement of SDG 8: Decent Work and Economic Growth. Based on a situational analysis, it was found that many partner MSMEs face challenges in managing their business finances, including unsystematic transaction recording and limited understanding of financial planning. The program was implemented through a participatory approach, where students identified business models, analyzed cash flow and cost structures, and formulated improvement recommendations based on financial literacy principles. The results show that student involvement helped MSMEs to prepare simple financial reports and raised awareness among business owners regarding the importance of financial planning and evaluation. Moreover, students gained real-world experience in applying entrepreneurial knowledge and business analysis in a social context. This activity demonstrates that synergy between higher education institutions and MSMEs can serve as a catalyst for inclusive and sustainable local economic development. Keywords: Business analysis, financial literacy. MSME. SDG 8, student empowerment. SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN MASYARAKAT LPPM UNIVERSITAS SERANG RAYA Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 PENDAHULUAN Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peran strategis dalam struktur ekonomi nasional. Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia . , lebih dari 64 juta unit UMKM di Indonesia menyumbang sekitar 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap lebih dari 97% tenaga kerja (Tambunan, 2. Namun, kontribusi besar ini belum diimbangi dengan kemampuan pengelolaan usaha yang optimal, khususnya dalam aspek literasi Banyak UMKM mengalami kesulitan dalam mencatat arus kas, menyusun laporan keuangan dasar, serta merancang perencanaan keuangan usaha secara jangka panjang (Marbun. Kondisi ini diperparah dengan minimnya akses terhadap pelatihan dan pendampingan berbasis analisis usaha yang sistematis. Hasil observasi awal dan wawancara langsung dengan pelaku UMKM mitra dalam program ini menunjukkan bahwa sebagian besar dari mereka masih mengelola keuangan secara konvensional, tanpa pemisahan antara keuangan pribadi dan usaha, serta tidak memiliki sistem pencatatan transaksi yang terdokumentasi dengan baik. Rendahnya literasi keuangan ini berdampak langsung terhadap efisiensi Literasi keuangan tidak hanya terkait kemampuan pemahaman terhadap cara mengelola, keuangan usaha secara cermat untuk pengambilan keputusan yang tepat (Ingale & Paluri, 2022. Ren, 2. Dalam konteks UMKM, literasi keuangan menjadi fondasi penting untuk meningkatkan memperluas jangkauan pasar (Hj Talip & Wasiuzzaman, 2024. Dwyanti, 2. Sayangnya, sebagian besar pelatihan yang ditawarkan bersifat satu arah dan jarang berbasis data aktual dari usaha itu sendiri. Padahal, analisis usaha yang bersumber dari kondisi riil UMKM dapat menjadi dasar peningkatan literasi keuangan yang lebih kontekstual dan aplikatif. Salah satu pendekatan solutif yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian ini adalah melibatkan mahasiswa untuk terjun langsung menganalisis usaha UMKM mitra (Bugliesi & Micelli, 2023. Pratama & Putra, 2. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pelaksana teknis, tetapi juga sebagai fasilitator dan mitra diskusi dalam membangun pemahaman pelaku UMKM terhadap model bisnis yang Melalui pemetaan usaha . usiness mappin. , analisis arus kas, identifikasi struktur biaya, dan simulasi laporan keuangan sederhana, mahasiswa membantu pelaku usaha memahami potensi dan tantangan usaha mereka dari sisi keuangan (Hariyono & Narsa, 2024. Nugraha. Handayati, & Siswanto, 2. Pendekatan ini sekaligus menjadi media . xperiential learnin. bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan teoritis mereka dalam konteks nyata, memperkuat kemampuan berpikir analitis, komunikasi interpersonal, dan empati sosial. Program ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG. , khususnya SDG 8 yang menekankan pada penciptaan ekonomi (Hales & Birdthistle, 2022. Chigbu & Nekhwevha, 2. Penguatan UMKM mendorong efisiensi dan profitabilitas usaha, memperbesar peluang penciptaan lapangan kerja, serta meningkatkan Selain itu, keterlibatan merepresentasikan implementasi nyata dari peran perguruan tinggi dalam membina hubungan yang produktif dengan masyarakat melalui transfer ilmu dan keterampilan yang relevan (Saroyan & Frenay, 2023. Sutrisno, 2. Dengan latar belakang tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan mahasiswa melalui kegiatan analisis usaha UMKM untuk memperkuat literasi keuangan pelaku usaha. Manfaat yang ingin dicapai adalah meningkatnya Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 pemahaman pelaku UMKM terhadap pengelolaan keuangan usaha mereka, serta sebagai agen perubahan yang mampu menghubungkan teori akademik dengan METODE PELAKSANAAN Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan berbasis kolaborasi antara tim pelaksana . osen dan mahasisw. dengan mitra UMKM (Cumbo & Selwyn, 2022. Johansson. Martin, & Mapunda, 2023. Mohan, 2. Metode pelaksanaan dirancang untuk memfasilitasi mahasiswa akademik di bidang kewirausahaan dan keuangan, serta membantu pelaku UMKM dalam mengidentifikasi dan mengevaluasi aspek usaha yang relevan dengan literasi Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi lima tahap utama, sebagaimana tergambar pada diagram alir berikut: Gambar 1. Diagram Alir Kegiatan Pengabdian Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dibagi ke dalam lima tahapan yang Tahap pertama adalah persiapan dan koordinasi, yang dimulai dengan penyusunan rencana kerja, pembentukan tim pelaksana yang terdiri dari dosen pembimbing dan mahasiswa peserta, serta koordinasi awal dengan mitra UMKM dan perangkat desa Pada tahap ini, tim juga pelaksanaan, seperti instrumen observasi lapangan, lembar analisis usaha, serta modul literasi keuangan sederhana yang akan digunakan selama pendampingan. Tahap kedua adalah identifikasi dan survei terhadap UMKM mitra. Mahasiswa bersama tim melakukan survei lapangan untuk mengenali karakteristik usaha mitra, memahami kebutuhan spesifik. Data dikumpulkan melalui wawancara semiterstruktur, observasi langsung terhadap aktivitas usaha, dan dokumentasi seperti catatan penjualan, pembelian, serta pengeluaran operasional . ika tersedi. Tahap ketiga adalah analisis usaha Berdasarkan data lapangan, mahasiswa melakukan pemetaan model bisnis menggunakan pendekatan sederhana seperti Business Model Canvas (BMC). Selain itu, mahasiswa juga melakukan analisis arus kas . ash flo. , menghitung titik impas . reak-even poin. , dan memetakan struktur biaya usaha. Hasil analisis ini kemudian digunakan sebagai dasar untuk merancang rekomendasi strategi peningkatan literasi keuangan bagi mitra. Tahap keempat adalah edukasi dan pendampingan literasi keuangan, di mana mahasiswa memberikan pembekalan dan pelatihan langsung kepada pelaku UMKM. Kegiatan dilakukan melalui diskusi interaktif, simulasi pencatatan transaksi Materi disampaikan meliputi pemisahan antara keuangan pribadi dan usaha, perencanaan keuangan bulanan, serta monitoring arus pengeluaran dan pemasukan. Proses pendampingan dilakukan secara berulang pemahaman mitra meningkat secara Tahap terakhir adalah evaluasi dan refleksi bersama, yang bertujuan untuk menilai sejauh mana pemahaman mitra terhadap literasi keuangan mengalami peningkatan dan bagaimana dampaknya terhadap pengelolaan usaha sehari-hari. Di akhir program, mahasiswa dan pelaku Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 UMKM melakukan refleksi terhadap berlangsung dan menyusun rencana keberlanjutan setelah kegiatan berakhir. Hasil evaluasi ini menjadi dasar bagi pengembangan program sejenis di masa mendatang maupun replikasi kegiatan di wilayah mitra lainnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan masyarakat ini berlangsung selama dua bulan dan melibatkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika dalam implementasi mata kuliah Matematika Ekonomi. Tujuan utama kegiatan ini pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa melalui keterlibatan langsung dengan pelaku UMKM, sekaligus memberikan pendampingan berbasis literasi keuangan sebagai strategi mendukung pencapaian SDG Pekerjaan Layak Pertumbuhan Ekonomi. Persiapan dan Koordinasi Pada tahap awal, tim pengabdian menyusun rencana kerja terstruktur pembelajaran mata kuliah ke dalam agenda pengabdian. Koordinasi dilakukan bersama aparat desa dan lima pelaku UMKM yang menjadi mitra, yang berasal dari sektor kuliner dan kerajinan rumah Selain itu, disusun instrumen observasi, lembar kerja analisis usaha, dan modul literasi keuangan sederhana pelaksanaan kegiatan. Gambar 2. Koordinasi Awal Tim Pengabdian dengan UMKM Identifikasi dan Survei UMKM Mitra Mahasiswa melakukan survei lapangan terhadap masing-masing UMKM mitra yang bergerak di berbagai sektor, seperti kerajinan tangan, kuliner, dan produk Survei dilakukan melalui observasi langsung terhadap proses produksi, semi-terstruktur pemilik usaha, serta pengumpulan dokumen usaha jika tersedia. Dari pengamatan awal, ditemukan bahwa sebagian besar pelaku usaha belum memiliki sistem pencatatan keuangan yang terdokumentasi dengan baik. Transaksi penjualan dan pembelian biasanya hanya dicatat secara lisan atau disimpan dalam ingatan, sehingga sulit dilakukan evaluasi keuangan secara Selain itu, keuangan pribadi dan usaha seringkali tercampur dalam satu rekening atau dalam penggunaan modal harian, yang menyebabkan pelaku usaha kesulitan mengukur pendapatan bersih. Lebih lanjut, mitra belum memahami konsep dasar biaya tetap dan variabel. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 sehingga tidak mampu menghitung biaya operasional bulanan secara akurat. Penetapan harga jual produk pun umumnya berdasarkan perkiraan atau memperhitungkan margin keuntungan yang realistis. Ketidaktahuan terhadap posisi laba-rugi ini berdampak pada jangka pendek maupun jangka panjang. Temuan-temuan ini menjadi landasan intervensi berbasis analisis usaha, seperti penghitungan titik impas, penyusunan laporan keuangan sederhana, serta edukasi literasi keuangan dasar yang relevan dengan karakteristik dan kapasitas masing-masing mitra. Gambar 3. Identifikasi dan Observasi UMKM Analisis Usaha oleh Mahasiswa Tahap analisis usaha menjadi inti dari keterlibatan mahasiswa dalam program pengabdian ini. Dengan mengaplikasikan konsep-konsep Matematika Ekonomi secara kontekstual, mahasiswa tidak hanya melakukan pengolahan data, tetapi juga membantu pelaku UMKM memahami kondisi usaha mereka dari perspektif finansial dan strategis. Setiap kelompok mahasiswa bertanggung jawab untuk satu mitra usaha, sehingga analisis dilakukan secara spesifik dan terfokus. Berikut adalah aspek-aspek utama dari analisis yang dilakukan: Perhitungan Titik Impas (Break-Even Point/BEP) Mahasiswa menghitung BEP untuk mengetahui jumlah minimum produk yang harus terjual agar mitra tidak Rumus BEP digunakan sebagai alat sederhana untuk memperkirakan target penjualan dan menetapkan harga yang layak. Data biaya tetap . eperti sewa, listrik, alat produks. dan biaya variabel . eperti bahan baku dan tenaga kerja haria. dikumpulkan terlebih dahulu untuk memastikan akurasi Identifikasi dan Klasifikasi Struktur Biaya Berdasarkan data lapangan, mahasiswa memetakan struktur biaya UMKM ke dalam dua kategori utama: biaya tetap dan biaya variabel. Pemahaman ini penting untuk membantu mitra menyadari komponen biaya mana yang dapat ditekan dan mana yang bersifat tidak berubah meskipun skala produksi berubah. Analisis ini juga menjadi dasar untuk menentukan harga jual dan mengevaluasi efisiensi Penyusunan Fungsi Laba (Profit Functio. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Mahasiswa menyusun model fungsi jumlah produk terjual dengan laba usaha. Simulasi Arus Kas Sederhana Mahasiswa mengolah data keuntungan bulanan yang tersedia . isalnya dari tahun 2. untuk menyusun grafik arus kas sederhana. Simulasi ini membantu mitra melihat pola fluktuasi pendapatan per bulan dan merancang strategi keuangan seperti tabungan usaha dan promosi musiman. Visualisasi berbasis grafik memperkuat pemahaman pelaku usaha tentang pentingnya mengelola arus kas secara konsisten. Pemetaan Business Model Canvas (BMC) Dengan panduan dosen pembimbing, mahasiswa menggunakan Business Model Canvas (BMC) untuk memetakan aspek strategis dari usaha mitra, mulai dari segmen pelanggan, proposisi nilai, hingga aliran pendapatan. Melalui diskusi terbuka membantu mitra mengidentifikasi peluang perbaikan dan inovasi yang mungkin tidak disadari sebelumnya. BMC menjadi alat bantu visual untuk menyelaraskan strategi bisnis jangka pendek dan menengah. Melalui analisis ini, mahasiswa tidak hanya melatih kemampuan berhitung dan berpikir logis, tetapi juga membangun empati dan kemampuan komunikasi dalam menyampaikan hasil analisis kepada pelaku usaha dengan bahasa yang Pendekatan ini memperkuat integrasi antara teori dan praktik, sekaligus pengalaman nyata dalam problem solving kewirausahaan sosial. Gambar 4. Cuplikan Analisis Usaha UMKM oleh Mahasiswa Edukasi dan Pendampingan Mahasiswa keuangan dasar kepada mitra, yang mencakup pencatatan transaksi harian, penyusunan laporan sederhana, serta Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Pendampingan dilaksanakan melalui dua metode, yaitu secara tatap muka dan dengan bantuan media video edukatif. Video berisi penjelasan langkah-langkah pencatatan keuangan dan simulasi mahasiswa dengan pendekatan visual yang mudah dipahami oleh pelaku UMKM. Penggunaan video ini memungkinkan mitra untuk mengakses ulang materi meningkatkan efektivitas pemahaman secara mandiri di luar sesi pertemuan Praktik langsung bersama memastikan bahwa mitra tidak hanya memahami secara teoretis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kegiatan usaha sehari-hari. Gambar 5. Cuplikan Video Sesi Pendampingan UMKM oleh Mahasiswa Evaluasi dan Refleksi Bersama Evaluasi dilakukan untuk menilai pemahaman mitra terhadap aspek literasi perencanaan, dan pengambilan keputusan berbasis data. Evaluasi ini dilakukan melalui observasi dan wawancara semiterstruktur yang berfokus pada perubahan sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil signifikan pada beberapa aspek berikut: Tabel 1. Aspek Perubahan Kondisi Mitra Sebelum Kegiatan Setelah Kegiatan Tidak ada pencatatan Menggunakan format pencatatan Pencatatan Keuangan formal, tercampur dengan harian yang disusun mahasiswa Tidak ada rencana Memiliki proyeksi pendapatan dan Perencanaan Keuangan keuangan usaha pengeluaran per minggu Pemahaman Biaya & Tidak tahu komponen Memahami struktur biaya dan Laba biaya tetap/variabel dapat menghitung laba sederhana Berdasarkan analisis arus kas dan Pengambilan Keputusan Berdasarkan intuisi proyeksi sederhana Pemanfaatan Menggunakan konsep matematika Tidak relevan Matematika ekonomi dalam praktik keuangan Aspek Literasi Keuangan Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Untuk memvisualisasikan perubahan pemahaman mitra, digunakan grafik Lollipop Chart berikut yang menunjukkan lonjakan skor pemahaman sebelum dan sesudah kegiatan: Gambar 6. Grafik Perubahan Pemahaman Mitra Berdasarkan grafik pada Gambar 6. Misalnya, tentang pentingnya pemisahan keuangan pribadi dan usaha yang sebelumnya berada pada skor 1 . idak dilakuka. , meningkat menjadi skor 4 . ilakukan secara teratu. Hal ini menunjukkan menambah wawasan mitra, tetapi juga mendorong perubahan perilaku nyata dalam pengelolaan usaha. Pendampingan dilakukan secara tatap muka dan dibantu dengan video edukatif yang dibuat oleh mahasiswa. Video tersebut berisi panduan langkah demi langkah dalam pencatatan transaksi dan penyusunan laporan sederhana. Dengan adanya media visual ini, mitra dapat mengakses ulang materi secara fleksibel di pemahaman tidak tergantung pada kehadiran pendamping secara langsung. Selain evaluasi terhadap mitra, mahasiswa yang terlibat dalam program ini juga melakukan refleksi tertulis untuk merekam pengalaman belajar mereka selama kegiatan berlangsung. Refleksi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian ini berkontribusi secara signifikan terhadap penguatan kompetensi mahasiswa, baik dalam menerapkan teori matematika ekonomi ke dalam konteks riil keterampilan sosial. Salah satu mahasiswa mengungkapkan bahwa. AuSaya jadi sadar bahkan untuk usaha kecil sekali pun. Ay Hal ini menunjukkan munculnya kesadaran akan aplikasi nyata dari konsep-konsep yang sebelumnya hanya dipelajari secara teoritis di kelas. Mahasiswa lain menyoroti aspek komunikasi dengan menyatakan. AuBelajar banyak tentang komunikasi belakang,Ay pembelajaran dalam berinteraksi langsung dengan pelaku usaha mikro. Bahkan, ada yang menyampaikan bahwa AuRasanya beda ketika teori yang kita pelajari bisa langsung membantu orang,Ay sebagai bentuk pengalaman bermakna dalam Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Refleksi ini menjadi bukti bahwa pengabdian masyarakat juga transformatif bagi mahasiswa. Pembahasan Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengabdian . ervice-learnin. tidak hanya bermanfaat bagi mitra UMKM, tetapi juga mahasiswa (Novita & Ismail, 2022. Mishal. Singh, & Tiwari, 2. Kegiatan ini menjadi ruang belajar kolaboratif yang memadukan pengetahuan akademik dan konteks sosial secara langsung. Dalam konteks pengembangan literasi keuangan, pelaku UMKM terpantau lebih mudah memahami konsep dasar keuangan ketika kontekstual, aplikatif, dan berbasis pada data riil dari usaha mereka sendiri (Hasyim & Bakri, 2025. Purnomo & Purwandari, 2. Pendekatan ini menjawab tantangan utama dalam peningkatan literasi keuangan UMKM, yakni keterbatasan akses terhadap materi yang relevan, praktis, dan mudah Hal ini sejalan dengan temuan Saxena. Jamaloodeen dan Heinz . dan Fernandes . bahwa literasi keuangan akan lebih efektif bila ditanamkan melalui pendekatan praktik langsung, bukan sekadar ceramah satu Edukasi keuangan melalui simulasi laporan, serta penggunaan video yang dapat diakses ulang oleh mitra menjadi memperpanjang efek pembelajaran (Lew & Saville, 2021. Aithal & aithal, 2. Adanya media visual ini menjembatani perbedaan latar belakang pendidikan pembelajaran berulang secara mandiri. Penerapan Matematika Ekonomi oleh mahasiswa memberikan dimensi baru dalam kegiatan pengabdian Keilmuan yang sebelumnya bersifat abstrak dan teoritis di kelas, seperti perhitungan break-even point, pemetaan model bisnis, serta penyusunan fungsi laba, kini diubah menjadi instrumen konkret untuk membantu UMKM memahami kinerja usaha mereka. Mahasiswa belajar bagaimana teori ekonomi dan matematika dapat diadaptasi dalam konteks mikro dan digunakan secara strategis untuk pengambilan Proses ini tidak hanya melatih problem solving, tetapi juga mendorong kemampuan berpikir logis, komunikasi lintas latar belakang, dan empati sosial. Secara pedagogis, kegiatan ini juga Mereka tidak hanya belajar menyampaikan materi secara teknis, tetapi juga mengasah keterampilan menjelaskan konsep dalam bahasa yang dapat dipahami oleh masyarakat umum. Hal ini penting dalam misi pendidikan matematika yang inklusif dan membumi. Ke depan, pendekatan ini dapat direplikasi sebagai model pembelajaran integratif berbasis pengalaman nyata yang relevan untuk mata kuliah lain, terutama di bidang pendidikan STEM dan ekonomi. Dari SDG menunjukkan dampak konkret dalam peningkatan efisiensi dan keberlanjutan usaha mitra. Pemahaman pelaku usaha terhadap struktur biaya dan pentingnya pemisahan keuangan pribadi dan usaha menjadi langkah awal menuju pengelolaan usaha yang lebih sehat dan terukur (Szydlo et al. , 2. Ketika UMKM dapat merencanakan arus kas dan menghitung laba secara mandiri, mereka memiliki kontrol lebih besar terhadap stabilitas dan pertumbuhan usahanya. Ini berarti peluang usaha lebih siap membuka lapangan kerja baru, meningkatkan kesejahteraan, dan memperkuat daya tahan ekonomi lokal. Lebih jauh lagi, sinergi antara perguruan tinggi dan UMKM dalam kegiatan ini menunjukkan pentingnya triple helix collaboration, yakni interaksi antara dunia akademik, sektor usaha, dan komunitas, sebagai pilar pengembangan ekonomi inklusif (Pan & Guo, 2022. Fasi. Mahasiswa berperan sebagai jembatan antara teori dan praktik, dosen sebagai fasilitator keilmuan, dan UMKM Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 sebagai penerima manfaat sekaligus sumber data lapangan. Kolaborasi ini pengabdian masyarakat bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi juga laboratorium menghasilkan dampak sosial-ekonomi KESIMPULAN Kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam melakukan analisis usaha UMKM dapat memberikan manfaat awal, baik bagi pelaku usaha maupun mahasiswa itu Dari sisi mitra UMKM, kegiatan ini membantu mengenalkan prinsip dasar literasi keuangan melalui pendekatan yang sederhana dan berbasis data usaha Beberapa pelaku usaha mulai transaksi, perencanaan keuangan, serta pemisahan antara keuangan pribadi dan Sementara itu, bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi sarana belajar kontekstual dalam menerapkan materi Matematika Ekonomi di luar ruang kelas. Mahasiswa dalam menganalisis usaha secara praktis, memahami tantangan nyata di lapangan. Meskipun dampak jangka panjang belum keterlibatan awal ini membuka peluang untuk pendampingan lanjutan dan penguatan kapasitas UMKM secara Sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam konteks ini perlu terus dikembangkan dengan pendekatan kolaboratif dan berbasis kebutuhan riil, agar manfaat pengabdian dapat lebih terukur dan berkelanjutan. Untuk memastikan keberlanjutan dampak kegiatan, disarankan beberapa langkah strategis. Pertama, dilakukan pendampingan lanjutan secara periodik melalui kerja sama lintas mata kuliah atau program magang mahasiswa, khususnya keuangan, evaluasi arus kas, dan penyusunan laporan usaha secara reguler. Kedua, penyusunan dan distribusi media pembelajaran sederhana, seperti video panduan, lembar kerja digital, dan dioptimalkan agar dapat digunakan secara mandiri oleh pelaku UMKM dan direplikasi pada mitra lainnya. Materi ini dapat dikembangkan sebagai bagian dari Ketiga, perlu dibangun kolaborasi lebih luas antara tim pelaksana, perangkat desa, dan dinas terkait agar program serupa dapat diintegrasikan dalam agenda pemberdayaan desa dan pengembangan UMKM lokal. Akhirnya, model kegiatan ini dapat dikembangkan menjadi model pembelajaran berbasis proyek yang menghubungkan kurikulum pendidikan tinggi dengan persoalan sosial nyata, sehingga pengabdian tidak hanya menjadi kegiatan insidental, melainkan kontekstual yang berkelanjutan dan UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terima kasih dihaturkan kepada LPPM Universitas Serang Raya atas pendanaan kegiatan ini melalui skim pengabdian berbasis gaji dosen. DAFTAR PUSTAKA