JURNAL MASTER PENJAS & OLAHRAGA Volume 4 iC Nomor 2 iC Oktober 2023 Hubungan Media Modifikasi dengan Motivasi Belajar Penjas Santa Lesmana SMAN 1 Bojongmangu. Kabupaten Bekasi santalesmanampd@gmail. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara media modifikasi dengan motivasi belajar penjas. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan korelasional. Populasi yang digunakan adalah kelas X SMAN 1 Bojongmangu, dan sampel penelitian yang terlibat sebanyak 107 orang siswa, diambil dengan menggunakan cluster random sampling. Instrumen menggunakan kuesioner tentang penggunaan media modifikasi dan juga motivasi belajar penjas. Berdasarkan hasil penelitian di simpulkan bahwa nilai t-hitung yang diperoleh media modifikasi (X) adalah sebesar 5,314 Nilai ini akan dibandingkan dengan nilai t-tabel pada tabel distribusi t. Dengan =0,05, df=n-k-1=107-2-1= 105, diperoleh nilai t-tabel untuk pengujian satu pihak sebesar A2,002. Dari nilai-nilai di atas terlihat bahwa nilai t-hitung yang diperoleh sebesar 5,314, berada diluar nilai t-tabel . ,002 - 2,. Sesuai dengan kriteria pengujian hipotesis bahwa H 0 ditolak dan H1 diterima, artinya terdapat hubungan antara media modifikasi dengan motivasi belajar penjas pada siswa di SMAN 1 Bojongmangu. Kata Kunci: Media Modifikasi. Motivasi Belajar. Penjas ABSTRAC The purpose of this study was to determine the relationship between modified media and PE learning The research method uses a descriptive method with a correlational approach. The population used was class X of SMAN 1 Bojongmangu, and the research sample involved 107 students, taken using cluster random sampling. The instrument uses questionnaires about the use of modified media and also the motivation to learn PE PE. Based on the results of the study, it was concluded that the t-count value obtained by the modified media (X) was 5. 314 This value will be compared with the t-table value in the t distribution With =0. 05, df=n-k-1=107-2-1= 105, the t-table value for one-party testing is A2. From the values above, it can be seen that the t-count value obtained is 5. 314, which is outside the t-table value (-2. In accordance with the criteria for testing the hypothesis that H0 is rejected and H1 is accepted, it means that there is a relationship between modified media and physical learning motivation in students at SMAN 1 Bojongmangu. Keyword: Media Modification. Learning Motivation. Physical Education Alamat Korespondensi: SMAN 1 Bojongmangu A Email: santalesmanampd@gmail. A 2021 STKIP Pasundan ISSN 2721-5660 (Ceta. ISSN 2722-1202 (Onlin. Santa Lesmana PENDAHULUAN Pendidikan jasmani merupakan proses pendidikan untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas indvidu, baik dalam hal fisik, mental serta emosional yang memanfaat ativitas fisik (Widiastuti, 2. Tujuan pembelajaran pendidikan jasmani bukan hanya dalam aspek psikomotorik saja namun kognitif dan afektif pun juga termasuk kedalam aspek tujuan pembelajaran. Tiga aspek tersebut dapat berkembang melalui materi-materi pembelajaran yang sudah ditentukan, seperti . permainan bola besar . ola basket, sepak bola, bola vol. permainan bola kecil . ulutangkis, tenis meja, kasti. aktivitas atletik . olak peluru, lompat jauh, lompat jauh, jalan cepat, lari estafet, lempar lembing. aktivitas aquatic . seni bela diri . encak sila. Faktor yang mendukung dalam pembelajaran penjas, diantaranya adalah SDM (Sumber Daya Manusi. , sarana dan prasarana. Dalam SDM (Sumber Daya Manusi. terdapat siswa dan guru pendidikan jasmani. Selanjutnya guru juga sangat berperan penting dalam membantu siswa untuk ikut aktif bergerak dalam pembelajaran (Darmawati et al. , 2. Guru dituntut untuk memiliki kemampuan yang baik dalam menyampaikan materi pembelajaran serta mampu memberikan metode pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan kondisi siswanya agar siswa bisa cepat mengerti mengenai materi yang disampaikan (Zein, 2. Faktor selanjutnya yaitu media pembelajaran dan model pembelajaran. Media pembelajaran dan model pembelajaran berperan penting dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani karena hal ini mampu mengoptimalkan kemampuan guru dalam memberikan materi untuk menunjang pembelajaran yang efektif dan efisien (Mujib. Media pembelajaran merupakan komponen atau instruksional yang dipakai oleh guru penjas untuk mempraktekkan semua materi yang diajarkan (Saputra, 2. Namun tidak dapat dipungkiri masih banyak sekolah tidak memiliki media pembelajaran yang lengkap dan layak untuk dipakai (Sudibyo & Nugroho, 2. Terkadang ada beberapa materi pembelajaran yang tercantum dalam silabus namun tidak diajarkan oleh guru karena alasan media pembelajaran yang tidak memadai, sehingga materi yang diajarkan kepada siswa hanya materi-materi yang dirasa sarana dan prasarananya tercukupi (Herman & Riady, 2. Hal ini membuat siswa tidak bisa mempelajari sesuatu yang baru dan merasakan jenuh karena pengulangan materi Kebiasaan seperti ini sangatlah tidak baik, namun hal ini bisa diatasi sehingga materi pembelajaran yang sudah ditetapkan bisa dipelajari dan tujuan pembelajaran dapat tercapai, yaitu dengan menggunakan media yang dimodifikasi. Modifikasi merupakan suatu cara untuk mengganti atau memperbaiki sesuatu menjadi lebih baik lagi, mulai dari alat atau fasilitas sampai gaya mengajar, metode, dan lainnya (Hambali, 2. Modifikasi dapat diartikan upaya untuk menjadikan suatu perubahan dengan cara penyesuaian baik dalam segi fisik, fasilitas dan cara . etoda, gaya, pendekatan, aturan, serta penilaia. dalam menyampaikan suatu materi pembelajaran (Firmana, 2. Dalam pendidikan jasmani alat untuk pembelajaran dapat dimodifikasi agar pembelajaran dapat dilangsungkan dengan semestinya tanpa mengurangi makna pembelajaran dan esensi penggunaan alat yang sesungguhnya (Husdarta, 2. Modifikasi bisa dikatakan berhasil apabila siswa memperoleh kepuasan dan menjadi lebih aktif dalam pembelajaran, sehingga pada akhirnya siswa akan mendapatkan hasil belajar yang maksimal (Awwaliyah et al. , 2. Hal ini tentunya berkaitan dengan motivasi siswa terhadap pembelajaran yang dilakukan, karena salah satu indikator siswa memiliki motivasi tinggi adalah siswa berperan aktif dalam Santa Lesmana pembelajaran, dan tentunya akan mempengaruhi terhadap hasil belajarnya (Asnaldi et , 2. Motivasi adalah sesuatu perubahan energi di dalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya afektif dan reaksi untuk mencapai tujuan (Sardiman, 2. Makin berharga tujuan itu bagi yang bersangkutan, makin kuat pula motivasinya. Jadi motivasi itu sangat menentukan bagi tindakan atau perbuatan seseorang (Sutarto, 2. Berdasarkan panjelasan mengenai media modifikasi dan juga motivasi belajar, maka disini penulis tertarik untuk memngetahui apakah benar media modifikasi ini ada hubungan dengan motivasi belajar terutama dalam pembelajaran penjas, sehingga nantinya penelitian ini bertujuan untuk menemukan ada atau tidaknya hubungan antara media modifikasi dengan motivasi belajar dalam pembelajaran penja. METODE Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriftif kuantitatif dan teknik analisis datanya adalah menggunakan pendekatan korelasional. Metode ini dipergunakan karena penulis bertujuan untuk mendeteksi sejauh mana variasi-variasi pada satu atau lebih faktor lain berdasarkan pada koefisienan korelasi, dan berikut desain penelitiannya: Rxy Gambar 1. Desain Penelitian Keterangan: : Media Modifikasi : Motivasi Belajar Penjas Populasi yang digunakan adalah kelas X SMAN 1 Bojongmangu, dan sampel penelitian yang terlibat sebanyak 107 orang siswa, diambil dengan menggunakan cluster random sampling. Instrumen menggunakan kuesioner tentang penggunaan media modifikasi dan juga motivasi belajar penjas. Intrumen dalam penelitian ini menggunakan angket . tentang penggunaan media modifikasi dan juga tentang motivasi belajar penjas. Teknik analisis data menggunakan analisis pendekatan korelasional dengan bantuan program SPSS versi 25, dan untuk melihat tingkat keeratan korelasi digunakan acuan pada tabel dibawah ini. Tabel 1. Tingkat Keeratan Korelasi Nilai Kriteria 0 Ae 0,25 Sangat Lemah 0,26 Ae 0,50 Cukup 0,51 Ae 0,75 Kuat 0,76 Ae 0,99 Sangat Kuat 1,00 Sempurna Sumber: (Salehudin, 2. Santa Lesmana HASIL PENELITIAN Berdasarkan hasil tanggapan responden mengenai media modifikasi dengan 5 indikator dengan 25 pernyataan kuesioner/angket dari variabel media modifikasi telah diuraikan, maka dapat diperoleh jumlah skor tanggapan responden masing Ae masing indikator sebagai berikut : Tabel 2. Tanggapan Responden Mengenai Media Modifikasi Indikator Pernyataan Media mudah untuk Total Media siswa dalam Total Media yang dimiliki Total Media menjadi lebih Total Media sangat aman siswa dalam Total Total Keseluruhan Skor Aktual Skor Ideal % Skor Aktual Kategori Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Jika digambarkan pada garis kontinum, nilai skor aktual tampak sebagai berikut: Santa Lesmana Gambar 2. Garis Kontinum Mengenai Media Modifikasi Dari hasil penelitian diketahui variabel media modifikasi dengan indikator di dalamnya yang telah dijadikan kuesioner dan hasilnya dapat dilihat terdapat pada kategori Sangat Baik dengan persentase 93%. Kategori Sangat Baik ini menandakan bahwa media modifikasi pada siswa di SMAN 1 Bojongmangu sudah maksimal. Selanjutnya hasil tanggapan responden mengenai motivasi belajar penjas dengan 5 indikator dengan 25 pernyataan kuesioner dari variabel motivasi belajar penjas telah diuraikan, maka dapat diperoleh jumlah skor tanggapan responden masing Ae masing indikator sebagai berikut. Tabel 3. Tanggapan Responden Mengenai Motivasi Belajar Penjas Indikator Mampu situasi belajar (Joyful Total Mendorong dan berpikir Total Pembelajaran tujuan belajar Total Meningkatkan siswa sesuai Total Aspek proses Pernyataan Skor Aktual Skor Ideal % Skor Aktual Kategori Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Santa Lesmana Total Total Keseluruhan Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Jika digambarkan pada garis kontinum, nilai skor aktual tampak sebagai berikut: Gambar 3. Garis Kontinum Mengenai Motivasi Belajar Penjas Selanjutnya, setelah diketahui hasil perolehan data dari responden, maka akan diuji tingkat hubungannya menggunakan pendekatan korelasional, dan didapat hasil data sebagai berikut: Tabel 4. Koefisien Korelasi Media Modifikasi dengan Motivasi Belajar Correlations Media Modifikasi Media Modifikasi Motivasi Belajar Penjas Pearson Correlation Sig. -taile. Motivasi Pearson Belajar Correlation Penjas Sig. -taile. **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Berdasarkan hasil output dari pengolahan data menggunakan program SPSS 25 for windows diatas didapatkan hasil korelasi sebesar 0. 575 berdasarkan kriteria . ,51 0,. , korelasi media modifikasi dengan motivasi belajar penjas memiliki tingkat korelasi Kuat. Nilai korelasi tersebut bertanda positif yang menunjukkan bahwa hubungan yang terjadi antara keduanya adalah searah. Hal ini berarti media modifikasi pada Siswa di SMAN 1 Bojongmangu ini memiliki hubungan yang sedang pada motivasi belajar penjas. Selanjutnya untuk menguji hubungan antara variabel media modifikasi dengan motivasi belajar penjas pada siswa di SMAN 1 Bojongmangu. Secara parsial . endiri-sendir. maka digunakan uji-t, dengan menggunakan IBM SPSS 25 didapatkan hasil uji-t sebagai berikut: Tabel 5. Pengujian Hipotesis Santa Lesmana Coefficients Model (Constan. Unstandardized Coefficients Std. Error Media Modifikasi Dependent Variable: Motivasi Belajar Penjas Standardize Coefficients Beta Sig. Berdasarkan tabel diatas, diketahui bahwa nilai t-hitung yang diperoleh media modifikasi (X. adalah sebesar 5,314 Nilai ini akan dibandingkan dengan nilai t-tabel pada tabel distribusi t. Dengan =0,05, df=n-k-1=107-2-1= 105, diperoleh nilai t-tabel untuk pengujian dua pihak sebesar A2,002. Dari nilai-nilai di atas terlihat bahwa nilai thitung yang diperoleh sebesar 5,314, berada diluar nilai t-tabel (-2,002 - 2,. , ini artinya terdapat hubungan yang signifikan antara media modifikasi dengan motivasi belajar penjas pada siswa di SMAN 1 Bojongmangu. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dituliskan sebelumnya diketahui bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara media modifikasi dengan motivasi belajar dalam pendidikan jasmani bagi siswa SMA. Ini menandakan bahwa dengan menerapkan media yang dimodifikasi para siswa akan terasa termotivasi untuk mengikuti pelajaran pendidikan jasmani. Beberapa hasil penelitian mengenai penggunaan media modifikasi ini juga mengatakan bahwa terdapat pengaruh penggunaan modifikasi media pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan terhadap motivasi belajar siswa dengan hasil pretest 47,2 dan postes sebesar 79, ehingga terlihat adanya suatu peningkatan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan, dengan kriteria motivasi dari rendah menjadi tinggi (Fahrudin & Rahayu. Selanjutnya penelitian mengenai penggunaan media modifikasi dengan motivasi belajar juga yang menyebutkan bahwa dari hasil perbaikan pembelajaran yang telah dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil belajar siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 01 Buay Runjung pada mata pelajaran Penjaskes dengan materi modifikasi lempar lembing menggunakan media rocket mengalami peningkatan yang signifikan setelah pembelajaran menggunakan objek nyata modifikasi lempar rocket dengan metode demonstrasi (Gupita & Wibowo, 2. Penelitian lain juga menyebutkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa yang diberikan perlakuan dengan menggunakan media modifikasi dengan yang tidak dimodifikasi terhadap kemampuan hasil belajar dan motivasinya (Wingkawaty U et , 2. , kemudian motivasi tersebut nantinya akan berdampak positif terhadap hasil belajarnya, dimana hasil belajar akan meningkat jika motivasi belajar anak juga meningkat (Meyfidianti et al. , 2. Dengan begitu dapat ditemukan bahwa proses pembelajaran penjas sebetulnya tidak harus menggunakan media yang sebenarnya, tetapi juga dapat menggunakan fasilitas yang ada kemudia dimodifikasi, sehingga esensi dan target capaian dalam mata pelajaran penjas tetap dapat tercapai optimal. Santa Lesmana KESIMPULAN Berdasarkan analisis data dan pembahasannya, maka dari hasil penelitian ini penulis dapat menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara media modifikasi dengan motivasi belajar penjas yang dimana hasil korelasinya adalah 0,575 dan ini termasuk pada kategori kuat. Disarankan dalam melaksanakan proses pembelajaran penjas tidak terpaku pada penggunaan alat sebenarnya, melainkan dapat dimodifikasi sesuai dengan karakteristik peserta didiknya. Penggunaan media modifikasi ini dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan siswa, akan tetapi harus terus diawasi agar dapat membetulkan gerakan yang dianggap keliru. DAFTAR PUSTAKA