5th Conference on Research and Community Services STKIP PGRI Jombang AuPeningkatan Kinerja Dosen Melalui Penelitian dan Pengabdian MasyarakatAy 4 Oktober 2023 MARGINALISASI GENDER DALAM BERITA ONLINE TRIBUNNEWS. COM KASUS PELECEHAN SEKSUAL TERHADAP MAHASISWI (ANALISIS WACANA SARA MILLS) Silvina Nur Aini*1. Susi Darihastining2. Diana Mayasari3 1,2,3 STKIP PGRI Jombang * vinanuraini75@gmail. com, s. nanink@gmail. com,3dianamayasari. stkipjb@gmail. Abstract Sara Mills is a figure in critical discourse analysis whose focus is discussing how women are depicted and marginalized in news texts, emphasizing the position of the actor shown in a text. Various reports about women being victims of sexual harassment can be represented in a discourse such as the case of sexual harassment against female students which occurred in the city of Riau in November 2021. Research objectives . To describe the marginalization of elements of the subject-object position in online news about cases of sexual harassment against female students. Describe the marginalization of elements of the writer-reader position in online news about cases of sexual harassment against female students. This research method uses a qualitative descriptive approach. qualitative approach is a research procedure that produces descriptive data in the form of phenomena contained in the data. Data collection techniques include documentation, data reading, marking and data coding. Data analysis uses tabulation, data description, data analysis, and drawing conclusions. The research results show that gender marginalization of women in the subject position is displayed by female students as victims and writers of tribunnews. The author presents the reader in the story in two ways, namely directly using pronouns . , indirect greeting with mediation in understanding the character of the victim and a cultural code of social values whose truthful information is mutually acknowledged. Gender marginalization of women as victims of sexual harassment in this research is marginalized in the form of (Violenc. physical harassment, discrimination, stereotypes about women being cornered, oppressed, weak and helpless, feeling scared, humiliated, anxiety which results in psychological disorders. Keywords: Marginalization. Discourse Analysis. Sara Mills. Online News. Abstrak Sara Mills tokoh analisis wacana kritis yang titik perhatiannya membahas bagaimana perempuan digambarkan dan dimarginalisasikan dalam teks berita, yang menekankan posisi aktor ditampilkan dalam sebuah teks. Berbagai pemberitaan tentang perempuan menjadi korban pelecehan seksual dapat direpresentasikan dalam sebuah wacana seperti kasus pelecehan seksual terhadap mahasiswi yang terjadi di kota Riau pada bulan November 2021. Tujuan penelitian . Mendeskripsikan marginalisasi unsur posisi subjek-objek dalam berita online kasus pelecehan seksual terhadap mahasiswi. Mendeskripsikan marginalisasi unsur posisi penulis-pembaca dalam berita online kasus pelecehan seksual terhadap mahasiswi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pendekatan kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa fenomena terdapat dalam data. Teknik pengumpulan data berupa dokumentasi, pembacaan data, pemberian tanda, dan pengkodean data. Analisis data menggunakan tabulasi, deskripsi data, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menujukkan marginalisasi gender terhadap perempuan pada posisi subjek ditampilkan oleh mahasisiwi sebagai korban dan penulis Penulis menghadirkan pembaca dalam penceritaan dengan dua cara yaitu secara langsung pemakaian kata ganti . , penyapaan tidak langsung dengan mediasi memahami karakter korban dan kode budaya nilai sosial yang informasi kebenaranya diakui bersama. Marginalisasi gender pada perempuan sebagai korban pelecehan seksual dalam penelitian ini termarginalisasi berupa (Violenc. pelecehan fisik, deksriminasi, steoretype tentang wanita terpojok, tertindas lemah dan tidak berdaya, merasa ketakutan, terhina, kegelisahan yang mengakibatkan gangguan Kata kunci: Marginalisasi. Analisis Wacana. Sara Mills. Berita Online. PENDAHULUAN Media online merupakan suatu media komunikasi karya jurnalistik yang pemanfaatannya menggunakan perangkat internet dalam hal penyampaian berita. Media online yang bisa diakses melalui internet kapan saja tanpa batas, seperti situs berita online, situs pemerintahan, situs perusahaan, dan situs media sosial mempermudah seseorang dalam membutuhkan informasi terbaru, terkini dan hangat . p to dat. dengan sekali ketik. Situs berita online sebuah sarana komunikasi secara online melalui website atau aplikasi mengenai suatu laporan peristiwa yang dikemas oleh media dan hanya bisa diakses oleh jaringan internet, yang tengah digemari oleh pembaca yang kini beralih dari media Koran ke media digital dalam membaca informasi berita. Peran penting media berita online dalam pembuatan sebuah teks yang menggambarkan sebuah objek kepada pembacanya, contohnya pemberitaan mengenai perempuan yang terkait dalam sebuah peristiwa yang seringkali menjadi topik utama. Pemberitaan mengenai perempuan selalu menjadi hal menarik, dimana penggambarannya melalui iklan atau berita senantiasa digambarkan memiliki tempat di rumah, berperan sebagai ibu rumah tangga dan pengasuh, bergantung dengan laki-laki, dan sebagai objek pelecehan dan Berita online saat ini tengah ramai memuat wacana berita pelecehan seksual oleh oknum pendidik perguruan tinggi terhadap mahasiswi bimbingannya. Ramai pemberitaan kasus pelecehan seksual di lingkungan institusi perguruan tinggi terhadap mahasiswi di kota Riau, menjadi pembuka untuk kasus serupa yang hanya sebagian kecil dari kasus pelecehan di lingkungan pendidikan yang belum sepenuhnya terungkap. Aini . merujuk dari siaran pers komisi anti kekerasan, kasus kekerasan seksual tingkat Universitas terletak pada urutan pertama yakni 27%, dan sumber lain hasil survey kemendikbud pada tahun 2021 terdapat 77% dosen di Indonesia mengatakan bahwa kekerasan seksual pernah terjadi di lingkup perguruan tinggi, namun 63% tidak melaporkan kejadian karena khawatir terhadap stigma negatif masyarakat. Data tersebut menunjukkan perlu adanya tindakan tegas dari pemerintah untuk menurunkan adanya tindakan pelecehan di lingkungan pendidikan agar orang tua merasa aman saat anaknya menimba ilmu, dan upaya pendampingan untuk korban berani membela diri, pemulihan mental dari bekas trauma psikologis yang akhirnya korban berani melaporkan tersangka untuk ditindak lanjut. Pemberitaan pelecehan seksual yang di alami mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di kota Riau tentu menjadi perhatian banyak masyarakat. Kasus tersebut viral dan diberitakan berbagai media termasuk Tribunnews situs berita online yang berdiri pada 22 Maret 2010 yang dikelolah oleh PT. Tribun Digital Online, menjadi top websites for news & media publisher in Indonesia pada bulan April tahun 2022 oleh Similarweb dengan posisi tribunnews. com di posisi ketiga ikut memberitakan kasus tersebut. Kasus berawal dari bimbingan skripsi yang dilakukan oleh mahasiswi, dan tanpa diduga mendapat pelecehan dicium, dipeluk oleh oknum dosen menarik untuk dianalisis secara mendalam. Berdasarkan hal tersebut peneliti tertarik untuk menganalisis menggunakan pendekatan analisis wacana kritis Sara Mills. Badara . Analisis wacana kritis adalah sebuah kajian yang memiliki usaha dalam mengungkap kegiatan, pandangan serta identitas berdasarkan bahasa yang digunakan dalam wacana. Analisis wacana kritis Sara Mills merujuk pada bagaimana seorang wanita digambarkan dalam teks, novel, gambar, foto maupun Sara Mills melihat sebuah wacana dan bagaimana aktor ditampilkan dalam teks, dalam artian siapa yang menjadi subjek dari penceritaan dan siapa yang menjadi objek penceritaan akan menentukan bagaimana struktur teks dan makna diperlakukan dalam teks secara keseluruhan (Darma,2014:198-. Sara Mills selain memusatkan perhatian pada aktor dalam teks, juga menyoroti aspek penulis dan pembaca direpresentasikan. Keterkaitanya dengan wacana adalah bagaimana pembaca mengidentifikasi serta menempatkan dirinya dalam alur teks. Titik perhatian dari wacana yang berperspektif feminis adalah menunjukkan bagaimana teks bias dalam menampilkan perempuan. Perempuan cenderung ditampilkan sebagai pihak yang salah dan marginal dibandingkan dengan lakilaki. Sara Mills ingin menunjukkan bagaimana perempuan digambarkan dan dimarginalisasikan dalam teks berita, serta bagaimana bentuk dan pola pemarginalan tersebut dilakukan. Marginalisasi suatu proses penggambaran buruk pada suatu kaum atau kelompok, dalam hal ini perempuan menjadi sosok termarginalkan karena dianggap tidak dapat berkontribusi dalam suatu aspek atau bidang pekerjaan tertentu karena anggapan stereotip bahwa perempuan sosok yang lemah, sensitif dan cengeng. Penelitian yang relevan terkait marginalisasi perempuan pada pemberitaan kasus pelecehan seksual dalam berita online pernah dilakukan oleh Hidayat . Posisi Wanita Dibalik Berita (Analisis Wacana Kritis Sara Mills Marjinalisasi Wanita Dalam Berita Online Pelecehan Karyawati Di RS Sol. , hasil penelitian tersebut mengonstruksikan perempuan sebagai objek eksploitasi. Pelaku atau pihak laki-laki yang melakukan kekerasan terhadap perempuan, namun dalam penyajiannya perempuan masih digambarkan sebagai sososk marjinal, lemah tak berdaya dan sensitive. Model analisis wacana Sara Mills secara garis besar untuk mengembangkan analisis untuk posisi aktor atau tokoh yang ditampilkan dalam teks, dalam arti siapa yang menjadi subjek penceritaan dan siapa yang menjadi objek penceritaan. Keduanya akan menentukan struktur teks dan bagaimana makna diperlakukan dalam teks secara keseluruhan. Selain posisi tokoh dalam teks. Mills dalam buku (Darma. juga memusatkan perhatian pada bagaimana penulis dan pembaca ditampilkan dalam teks. Bagaimana penempatan pembaca mengidentifikasi dan menempatkan dirinya dalam penceritaan. Posisi semacam ini akan menempatkan pembaca pada salah satu posisi dan mempengaruhi bagaimana teks itu ditampilkan. lebih jelasnya dapat diamati kerangka analisis model Sara Mills sebagai berikut: Tabel 1 Kerangka analisis wacana Sara Mills TINGKAT YANG INGIN DILIHAT Posisi Subjek- Bagaimana peristiwa dilihat, dari kacamata siapa peristiwa itu dilihat. Siapa yang diposisikan pencerita Objek . dan siapa yang menjadi objek yang Apakah masing-masing actor dan kelompok sosial mempunyai kesempatan untuk ditampilkan oleh kelompok atau orang lain. Posisi Penulis- Bagaimana posisi pembaca ditampilkan Penulis dalam teks. Bagaimana Pembaca memposisikan Pembaca dirinya dalam teks yang ditampilkan. Kepada kelompok manakah pembaca mengidentifikasi Kerangka analisis model Sara Mills memiliki beberapa bagian yang menjadi point penting, serta dapat menentukan proses analisis lebih dalam, yaitu: Posisi subjek-objek, subjek yang memberikan penafsiran atas sebuah peristiwa terhadap orang lain yang menjadi objek yang ditafsirkan. Posisi tersebut yang nantinya akan membentuk sebuah teks atau gambaran dalam masyarakat. Posisi penulis-pembaca. Sara Mills akan memberikan gambaran bagaimana posisi pembaca memiliki pengaruh ketika tulisan itu dibuat oleh penulis (Eriyanto:2001:. Konsep analisis wacana dalam hal ini tidak hanya melihat dari sisi produksi semata, tetapi lebih melihat ke dalam bagaimana teks diterima oleh pembaca. Berdasarkan latar belakang permasalahan yang telah dipaparkan secara garis besar mengenai analisis wacana kritis Sara Mills tentang perempuan yang termarjinalkan, secara umum penelitian ini bertujuan untuk memperoleh hasil kajian marginalisasi gender dalam berita online tribunnews. com kasus pelecehan seksual terhadap mahasiswi. Secara khusus mendeskripsikan perempuan dalam teks berita yang termarginalkan pada posisi unsur subjek-objek, dan penulispembaca dalam berita online kasus pelecehan seksual terhadap mahasiswi. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Deskripsi merupakan gambaran cirri-ciri data secara akurat, data-data yang dikumpulkan bukanlah angka, namun bisa berupa kata-kata atau gambaran Data tersebut berasal dari naskah wawancara, catatan lapangan, foto, dokumentasi pribadi, catatan atau memo dan dokumen lainnya (Moelong, 2012:. Data yang digunakan untuk hasil penelitian berupa kata, frasa atau kalimat yang menunjukkan marginalisasi posisi subjek-objek dan penulispembaca dalam kasus pelecehan seksual terhadap mahasiswi. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini berita online tribunnews. com edisi November Pengumpulan data yang digunakan penelitian ini meliputi: dokumentasi, pembacaan data, pemberian kode berupa kata bercetak tebal, pengkodean data ASM/DC/PS/04NOV2021. ASM/TC/PP/05NOV2021. Keterangan: ASM : Analisis Sara Mills : Detik. Com : Kompas. Com : Tribunnews. Com PSO : Posisi Subjek-Objek : Posisi Penulis-Pembaca 04Nov2021: Tanggal Berita Dimuat Pada Berita Online Analisis data dalam penelitian ini berupa tabuasi . engecek kembali data yang didapat kemudian dikelompokkan menurut fokus masalah dalam penelitia. , deksripsi data . uatu proses menguraikan data dengan cara mengkaitkan data pada saat analisi. , analisis data . engenai data yang termasuk atau data yang mengandung analisis wacana kritis Sara Mills dengan fokus kerangka analisis posisi subjek-objek dan penulis dan pembaca dalam teks berit. dan penarikan kesimpulan . apat memberikan penjelasan serta menunjukkan bahwa data kasus pelecehan seksual terhadap mahasiswi pada bulan November tahun 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Sara Mills dalam kajiannya melihat bagaimana posisi aktor ditampilkan serta bagaimana pembaca menempatkan dirinya dalam penceritaan Kerangka analisis model Sara Mills dalam (Eriyanto,2001:. memiliki beberapa bagian yang menjadi point penting, serta dapat menentukan proses analisis lebih dalam, yaitu: posisi subjek-objek mengfokuskan bagaimana posisi aktor ditempatkan dalam sebuah teks. Posisi subjek yang diartikan sebagai seseorang yang menceritakan atau mendefinisikan, sedangkan posisi objek ditandai dengan penafsiran atau tidak bisa menampilkan dirinya sendiri melainkan dihadirkan atau ditampilkan oleh aktor lain. Penulis memposisikan pembaca sebagai subjek dan pembaca memposisikan dirinya dalam teks yang ditampilkan sebagai masyarakat umum. Penempatan posisi pembaca ini umumnya dihubungkan dengan bagaimana penyapaan dan penyebutan dilakukan dalam teks dengan dua cara yaitu secara langsung . irect addres. dan tidak langsung . ndirect addres. Penyapaan secara langsung . irect addres. dengan pemakian kata ganti atau integral Ausaya, anda, kami, kita, atau kamuAy. Secara tidak langsung . ndirect addres. bekerja dengan dua cara. Pertama, mediasi suatu teks memunculkan wacana secara bertingkat dengan mensejajarkan kebenaran secara hierarkis dan sistematis, sehingga pembaca mengidentifikasi dirinya dengan karakter atau apa yang terjadi di dalam teks. Kedua kode budaya yang mengacu pada kode atau nilai budaya yang berlaku di benak pembaca ketika menafsirkan suatu teks, di mana penulis menggunakan kondisi ini ketika menulis. Marginalisasi Gender Unsur Posisi Subjek-Objek dalam Berita Online Tribunnews. Com Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Mahasiswi Analisis Sara Mills dalam (Eriyanto,2001:201-. yang fokus tentang bagaimana posisi perempuan ditampilkan dalam teks. Posisi subjek adalah aktor yang mendefinisikan dan melakukan penceritan pada sebuah teks. Posisi tersebut mempunyai keluluasaan menceritakan peristiwa, tetapi juga menafsirkan berbagai tindakan yang membangun peristiwa tersebut, serta hasil penafsirannya mengenai peristiwa digunakan untuk membangun pemaknaan dia yang disampaikan kepada khalayak. Posisi objek didefinisikan sebagai seseorang yang digambarkan kehadirannya oleh orang lain. Posisinya terebut bukan hanya tidak bisa menampilkan dirinya pada teks berita, tetapi juga kehadirannya direpresentasikan, dihadirkan, dan ditampilkan oleh aktor lain. Data 1 Korban mengaku badannya saat itu lemas dan ketakutan. Ia kemudian mendorong tubuh terduga pelaku. "Pas saya dorong dia bilang, ya udah kalau enggak mau, saya langsung keluar dari ruang dekan dan keluar dari kampus dalam kondisi ketakutan. " "Saya merasa sangat dilecehkan Bapak Syafriharto, saya merasa trauma berat," lanjutnya. (ASM/TC/PSO/07Nov2. Konteks : data di atas menempatkan korban sebagai subjek yang menceritakan dirinya terkait pelecehan seksual yang dialami dan dibantu wartawan sebagai Objek atau yang diceritakan mahasiswi. Topik ini menjelaskan korban mengalami ketakutan kepada pelaku yang memanfaatkan tubuh korban yang lemah untuk melawan. Kutipan data . posisi subjek menceritakan dan menafsirkan peristiwa adalah mahasiswa sebagai korban. Hal ini dikuatkan kalimat bercetak tebal, yang menunjukkan korban memposisikan diri sebagai subjek atau orang yang menceritakan kisah yang dialami dengan penggunaan kata AusayaAy. Subjek berusaha menampilkan dirinya sendiri dengan menceritakan bahwa ada oknum dosen melakukan tindakan pelecehan mendekatkan badan, menggenggam kepala bahka mencium pipi yang merupakan bentuk tindakan yang melecehkan. Posisi objek atau orang yang diceritakan pada wacanaAuKorban mengaku badannya saat itu lemas dan ketakutan. Ay teks tersebut menujukkan bagaimana perempuan dalam berita diceritakan oleh penulis sehingga ia menjadi objek. Kutipan tersebut menjelaskan objek sebagai korban termarginalkan dengan mucul pandangan perempuan steoretype terpojok, tertindas dan lemah, timbul rasa ketakutan, merasa dilecehkan oleh pelaku, bahkan efek terburuk timbul rasa trauma berat pada diri korban. sedangkan lelaki yang memiliki kekuasaan sehingga mampu membuat korban merasa lemah dan tidak berdaya. Data 2 Dikutip Tribunnews. Mahasiswi HI FISIP Unri yang menjadi korban dugaan pelecehan seksual dari oknum dosen mendatangi Polresta Pekanbaru. Jumat . /11/2. Saat bimbingan berlangsung. Syafriharto mengajukan beberapa pertanyaan mengenai kehidupan korban. Namun, di tengah-tengah pembicaraan mereka. Syafriharto mengatakan I love you yang membuat korban terkejut. Tak berhenti sampai di situ. Syafriharto sempat mendekatkan badannya saat korban hendak Ia bahkan mencium pipi dan kening korban. Karena merasa ketakutan, korban pun menundukkan kepalanya. Alih-alih berhenti. Syafriharto justru mendongakkan kepala korban dan menanyakan soal bibir. (ASM/TC/PSO/07Nov2. Konteks : data di atas subjek pencerita peristiwa pelecehan adalah penulis com. Kutipan peristiwa yang disampaikan berdasarkan penjelasan korban memposisikan sebagai objek. Topik ini menjelaskan korban mengalami tindakan pelecehan oleh pelaku dan penulis atau wartawan membantu sebagai pencerita pada teks berita. Kutipan data . posisi subjek atau orang yang menceritakan dan menafsirkan berbagai tindakan yang membangun peristiwa adalah penulis berita tribunnews. Hal ini diperkuat kalimat yang bercetak tebal, penulis menceritakan kejadian dari cerita korban yang mengalami tindakan pelecehan seksual secara fisik oleh dosen. Posisi objek atau orang yang diceritakan adalah mahasiswi sebagai korban. Seluruh peristiwa pelecehan ini dijelaskan dalam sudut pandang korban, berita yang disajikan kepada khalayak bersumber langsung pada korban yang dibantu oleh penulis . sebagai pencerita. Kutipan teks wacana tersebut menunjukan bagaimana objek sebagai korban termarginalkan dengan tindakan dosen yang mengatakan I love you yang membuat korban terkejut, mendekatkan badannya pada korban. Ia bahkan mencium pipi dan kening korban. Karena merasa ketakutan, korban pun menundukkan kepalanya. Alih-alih berhenti. Syafriharto justru mendongakkan kepala korban dan menanyakan soal bibir. Hal ini mengambarkan perempuan sosok yang lemah dan tidak berdaya, yang tidak mampu melawan kekuatan lakilaki yang memiliki kekuasaan sehingga mampu membuat korban merasa lemah dan tidak berdaya. Perempuan juga tergambarkan sebagai objek sesualitas dengan prilaku (Violenc. kekerasan seksual berupa dipegang bagian tubuh tanpa adanya persetujuan dan tanpa adanya penolakan dan juga perlawanan sehingga korban semakin tertindas oleh prilaku yang semakin semenah-menah. Data 3 AuSetelah itu dia pegang kepala saya dengan kedua tangannya, terus mencium pipi kiri dan kening saya. Saya sangat ketakutan dan menundukkan kepala. Tapi Bapak Syafriharto mendongakkan saya sambil berkata Aomana bibir, mana bibirAo yang membuat saya sangat terhina dan terkejutAy, lanjut mahasiswi itu. Korban mengaku badannya lemas dan ketakutan. Ia kemudian mendorong tubuh terduga (ASM/TC/PSO/07Nov2. Konteks :. data di atas menempatkan perempuan sebagai subjek yang menceritakan dirinya terkait pelecehan seksual yang dialami dan dibantu wartawan sebagai pencerita. Objek atau yang diceritakan mahasiswi korban Topik ini menjelaskan korban mengalami ketakutan kepada pelaku yang memanfaatkan tubuh korban yang lemah untuk melawan. Kutipan data . wacana di atas menampilkan perempuan yang menampilkan dirinya sendiri dengan penggunaan kata AusayaAy. Penggunaan kata tersebut menjelaskan bagaimana posisi perempuan dalam hal ini mahasiswi memposisikan diri sebagai subjek berusaha menampilkan dirinya sendiri dan menceritakan bahwa oknum dosen yang memegang kepala terus mencium pipi kiri dan kening dan minta bibir untuk dicium, hal ini merupakan bentuk tindakan yang melecehkan bagi korban. Posisi objek atau orang yang diceritakan pada wacana AuKorban mengaku badannya lemas dan ketakutanAy menunjukan bagaimana mahasiswa sebagai korban diceritakan dalam teks berita. Teks wacana ini menunjukkan bagaimana sosok korban termarginalkan dengan perempuan sebagai objek sesualitas dengan prilaku (Violenc. pelecehan fisik serta menimbulkan rasa ketakutan, terhina, sikap melawan dengan mendorong tubuh pelaku nyatanya masih kalah dan pandangan perempuan yang lemah dengan tindakan menundukkan kepala membuat pelaku semakin beringas untuk melancarkan aksi pelecehan dengan menjamah tubuh korban. Berdasarkan kutipan seluruh data diatas, posisi subjek-objek kasus pelecehan seksual yang terjadi pada mahasiswa dan mengalami marginalisasi dapat disimpulkan seluruh peristiwa pelecehan seksual ini disajikan dengan mahasiswa sebagai objek yang diceritakan dalam teks berita. Korban juga ikut menceritakan kronologi pelecehan seksual yang dilakukan oleh pelaku seorang pendidik atau dosen sebagai sumber utama . namun juga dibantu oleh subjek kedua wartawan sebagai pencerita. Korban digambarkan mengalami mengalami (Violenc. pelecehan fisik, deksriminasi, steoretype yaitu pandangan tentang wanita terpojok, tertindas lemah dan tidak berdaya, dengan reaksi tubuh menimbulkan rasa ketakutan, terhina, sehingga pelaku memanfaatkan kondisi tersebut untuk melancarkan tindakannya. Marginalisasi Gender Unsur Posisi Penulis-Pembaca dalam Berita Online Tribunnews. Com Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Mahasiswi Sara mills memposisikan pembaca dengan mengacu pada gender. Laki-laki dan perempuan mempunyai persepsi yang berbeda saat membaca suatu teks yang Karena itu posisi pembaca berperan penting dalam mempengaruhi pikiran pembaca dalam menilai suatu peristiwa yang diceritakan dalam teks. Penulis berita menempatkan pembaca dalam subjek . ktor yang bercerita tentang kejadia. tertentu dalam keseluruhan teks berita, maksudnya pembaca menempatkan diri melalui keseluruhan jalinan teks yang penulis buat. Pembaca menempatkan dirinya dalam kelompok masyarakat secara umum, karena sasaran penulis berita itu adalah untuk diketahui masyarakat secara umum baik laki-laki maupun perempuan yakni pada pemberitaan online mengenai pelecehan seksual terhadap mahasiswa. Eriyanto . Peneliti melihat pembaca ditempatkan memahami atau merasakan yang dialami korban dengan penyapaan dan penyebutan dilakukan dalam teks dengan dua cara yaitu Penyapaan secara langsung . irect addres. dengan pemakian kata ganti atau integral Ausaya, anda, kami, kita, atau kamuAy. Secara tidak langsung . ndirect addres. bekerja dengan dua cara. Pertama, mediasi suatu teks memunculkan wacana secara bertingkat dengan mensejajarkan kebenaran secara hierarkis dan sistematis, sehingga pembaca mengidentifikasi dirinya dengan karakter atau apa yang terjadi di dalam teks. Kedua kode budaya yang mengacu pada kode atau nilai budaya yang berlaku di benak pembaca ketika menafsirkan suatu teks, di mana penulis menggunakan kondisi ini ketika menulis. Data 4 AuSaya merasa dilecehkan, saya mengalami trauma beratAy imbuhnya. Sayang, saat korban mencoba melapor, ia justru mendapat tekanan dari pihak FISIP Unri. Ia beralasan sikapnya mencium korban seperti ayah pada anaknya. Tak mendapat reaksi seperti yang diharapkan, korban pun melaporkan dugaan pelecehan seksual yang dialaminya pada Mapolresta Pekanbaru. (ASM/TC/PP/05Nov2. Konteks : data di atas posisi penulis dalam teks berita yakni berpihak pada Pembaca diposisikan sebagai kelompok yang berpihak pada korban dengan menempatkan dirinya sebagai masyarakat luas dengan maksud masyarakat yang menempatkan dirinya untuk dapat merasakan penderitaan korban. Kutipan data . wacana tersebut posisi penulis terlihat dari penggunaan kata dalam berita, penulis melalui teks menempatkan dan memposisikan pembaca dalam subjek . dalam keseluruhan jalinan teks. Kutipan teks di atas terlihat penulis berpihak pada korban yang mengalami pelecehan, hal tersebut terlihat bagaimana penulis berita dalam mengemas dan merangkai pemilihan kata yang digunakan untuk tidak merendahkan korban. Penulis menceritakan bagaimana kronologi kejadian secara mendetail dengan mahasiswi sebagai korban dalam penceritaan tersebut. Pembaca ditampilkan dengan penyapaan secara langsung, pengunaan kata ganti AosayaAo yang menempatkan dirinya sebagai korban untuk ikut merasakan dan berempati atas yang telah dialami korban. Kondisi korban yang terlecehkan dan mengalami trauma berat akibat perbuatan kekerasan seksual yang dilakukan oleh dosen, hal ini dapat penulis tampilkan gagasannya dari sudut pandang perempuan, sehingga pembaca dapat mengikuti alur pemikiran penulis tersebut. Teks tersebut memposisikan pembaca sebagai perempuan yang dapat leluasa bercerita mengenai korban yang mengalami gangguan kondisi psikis trauma dan ketakutan akibat tindakan pelecehan seksual yang dialami. Perempuan dalam teks ini termarginalkan dengan korban yang melapor atas kasus pelecehan yang dialami, bukannya mendapatkan dukungan serta semangat justru korban mendapatkan tekanan dari pihak FISIP Unri. Pihak kampus menganggap tindakan pelaku yang beralasan sikapnya mencium korban seperti ayah pada anaknya. Korban yang merasa tidak mendapatkan keadilan dari pihak kampus akhirnya melaporkan tindakan pelaku ke pihak Polresta Pekanbaru agar mendapatkan keadilan. Hal ini membawa pembaca secara tidak sadar menempatkan dirinya kepada kondisi korban dengan mendukung tindakan untuk melaporkan kepada pihak kepolisian. Data 5 Kuasa hukum L. Rian Sibarani menjelaskan kondisi terkini dari kliennya. Setelah mengalami kasus pelecehan yang diduga dilakukan oleh Dekan FISIP bernama Syafri Harto, korban masih mengalami ketakutan. "Kondisi penyintas terakhir yang kita dapat informasi, saat ini masih tahap pemulihan dan masih menenangkan diri. " "Penyintas masih tertekan dan ketakutan terhadap perbuatan tanggal 27 Oktober lalu. "Juga ada ancaman krimininalisasi terhadap diri penyintas," kata Rian dalam program Mata Najwa, dikutip dari tayangan Youtube Najwa Shibab. (ASM/TC/PP/11Nov2. Konteks : data di atas penulis menceritakan kondisi korban melalui keterangan kuasa hukum. Pembaca ditampilkan dapat merasakan kondisi dan kejadian pelecehan seksual yang dialami korban. Kutipan data . wacana tersebut posisi penulis melalui teks menempatkan dan memposisikan pembaca dalam subjek . dalam keseluruhan jalinan Penulis menceritakan bagaimana korban mengalami trauma, tertekan, ketakutan bahkan ada ancaman kriminalisasi setelah terjadi peristiwa pelecehan seksual yang dialaminya. Posisi pembaca pada teks ditampilkan secara mediasi yaitu pembaca mengidenfikasi dirinya dengan karakter atau apa yang terjadi di dalam teks, agar menempatkan dirinya dengan penderitaan yang dialami oleh korban tersebut. Pembaca dapat merasakan kondisi korban setelah mendapat pelecehan seksual harus menghadapi adanya ancaman kriminalitas yang berakibat korban masih sering ketakutan. Korban dalam teks berita tersebut termarginalisasikan dengan pandangan steoretype yaitu pandangan tentang wanita terpojok, tertindas dan lemah. Sedangkan lelaki yang memiliki kekuasaan sehingga mampu membuat korban merasa lemah dan tidak berdaya terlihat jelas. Akibat pelecehan yang dialami korban merasakan ketakutan yang muncul sebagai dampak yang terjadi akibat rasa gelisah yang terus menerus hingga mucul rasa trauma dan menganggu psikis Data 6 Polisi membeberkan kronologis terjadinya dugaan pelecehan seksual yang dialami mahasiswi jurusan Hubungan Internasional (HI). FISIP. Universitas Riau (UNRI), berinisial L . APerwira polisi berpangkat bunga melati satu dipundak ini menerangkan, berdasarkan pengakuan korban dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), dia sempat dipeluk oleh terduga pelaku. Selain itu terduga pelaku juga mencium korban. "Sampai akhirnya setelah selesai korban meninggalkan ruangan itu dengan kondisi yang cukup tertekan," beber Juper lagi. (ASM/TC/PP/19Nov2. Konteks : data di atas posisi penulis dalam teks berita yakni berpihak pada Pembaca diposisikan sebagai kelompok yang berpihak pada korban dengan menempatkan dirinya sebagai masyarakat luas dengan maksud masyarakat yang menempatkan dirinya untuk dapat merasakan penderitaan korban. Kutipan data . wacana tersebut posisi penulis dalam teks berpihak pada korban, penulis memposisikan diri sebagai korban yang mengalami pelecehan Hal tersebut terlihat bagaimana penulis berita mengemas dan merangkai beritannya dengan pemilihan kata yang digunakan tidak merendahkan korban. Pembaca dalam kutipan teks ini dibentuk secara tidak langsung melalui kode budaya yang berarti pembaca menempatkan dirinya terutama dengan orientasi nilai yang disetujui dan dianggap benar oleh pembaca. Pembaca ditampilkan sebagai kelompok yang menempatkan dirinya sebagai Pengakuan korban dianggap benar karena pihak kepolisian menerangkan berdasarkan pengakuan korban dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), dia sempat dipeluk oleh terduga pelaku. Selain itu terduga pelaku juga mencium korban sampai akhirnya korban meninggalkan ruangan itu dengan kondisi yang cukup tertekan membuat pembaca membenarkan adanya pelecehan dan ikut merasakan dan berempati yang di alami korban. Pembaca juga dapat merasakan korban termarginalkan akibat kekerasan fisik yang diucapkan pelaku hingga korban merasa tertekan. Selain itu juga korban mendapatkan prilaku (Violenc. kekerasan sesual berupa dipeluk oleh pelaku, pelaku juga mencium korban sampai akhirnya korban meninggalkan ruangan itu dengan kondisi yang cukup tertekan. Kondisi tertekan yang timbul rasa ketakutan, merasa dilecehkan oleh pelaku, dan menyakini stigma bahwa perempuan sosok lemah dan tidak berdaya dibawah kekuasaan laki-laki. Berdasarkan kutipan seluruh data di atas, posisi penulis-pembaca kasus pelecehan seksual yang terjadi pada mahasiswa dan mengalami marginalisasi dapat disimpulkan seluruh peristiwa pelecehan seksual ini disajikan bagaimana penulis mengemas berita, kemudian dalam teks berita dari kacamata siapa peristiwa itu dilihat serta siapa yang bisa menampilkan dirinya. Penulis dalam data di atas terlihat berpihak pada korban yang mengalami pelecehan seksual, terbukti dari pemilihan kata dan cara menyusun kalimatnya tidak menggunakan kata-kata yang menyerang atau merendahkan korban. Posisi pembaca ditampilkan sebagai kelompok yang dapat menempatkan dirinya sebagai korban karena penulis mengarahkan pembaca untuk ikut merasakan dan berempati atas apa yang menimpa korban. Pembaca dalam kutipan data di atas dibentuk dengan dua cara yaitu ditampilkan dengan penyapaan secara langsung, pengunaan kata ganti AosayaAo. Secara tidak langsung melalui kode budaya yang berarti pembaca menempatkan dirinya terutama dengan orientasi nilai yang disetujui dan dianggap benar oleh pembaca. Secara mediasi yaitu pembaca mengidenfikasi dirinya dengan karakter atau apa yang terjadi di dalam Tampilan pembaca yang dihadirkan oleh penulis guna pembaca dapat merasakan kondisi korban setelah mendapat pelecehan seksual harus menghadapi adanya ancaman kriminalitas yang berakibat korban masih sering ketakutan. SIMPULAN DAN SARAN SIMPULAN Hasil simpulan penelitian Marginalisasi Gender dalam Berita Online Tribunnews. Com Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Mahasiswi, menghasilkan data pada posisi subjek-objek berupa subjek pencerita penulis tribunnew. berpihak kepada korban yang termarginalkan dengan menceritakan kejadian dari cerita korban yang mengalami tindakan pelecehan seksual secara fisik oleh dosen. Subjek korban yang berusaha menampilkan dirinya dengan menceritakan runtutan peristiwa pelecehan seksual yang dialami. Posisi objek terfokus pada korban atau mahasiswi yang mengalami tindakan pelecehan seksual oleh dosen pembimbing di lingkungan kampus. Marginalisasi korban atau perempuan digambarkan mengalami mengalami (Violenc. pelecehan fisik, deksriminasi, steoretype yaitu pandangan tentang wanita terpojok, tertindas lemah dan tidak berdaya, dengan reaksi tubuh menimbulkan rasa ketakutan, terhina, sehingga pelaku memanfaatkan kondisi tersebut untuk melancarkan tindakannya. Posisi penulis-pembaca kasus pelecehan seksual yang terjadi pada mahasiswa dan mengalami marginalisasi dapat disimpulkan seluruh peristiwa pelecehan seksual ini disajikan bagaimana penulis mengemas berita, penulis dalam data di atas terlihat berpihak pada korban yang mengalami pelecehan seksual, terbukti dari pemilihan kata dan cara menyusun kalimatnya tidak menggunakan kata-kata yang menyerang atau merendahkan korban. Posisi pembaca ditampilkan sebagai kelompok yang dapat menempatkan dirinya sebagai korban karena penulis mengarahkan pembaca untuk ikut merasakan dan berempati atas apa yang menimpa korban. Pembaca dalam kutipan data di atas dibentuk dengan dua cara yaitu ditampilkan dengan penyapaan secara langsung, pengunaan kata ganti AosayaAo. Secara tidak langsung melalui kode budaya yang berarti pembaca menempatkan dirinya terutama dengan orientasi nilai yang disetujui dan dianggap benar oleh pembaca. Secara mediasi yaitu pembaca mengidenfikasi dirinya dengan karakter atau apa yang terjadi di dalam teks. Tampilan pembaca yang dihadirkan oleh penulis guna pembaca dapat merasakan kondisi korban setelah mendapat pelecehan seksual harus menghadapi adanya ancaman kriminalitas yang berakibat korban masih sering ketakutan. SARAN Saran dan masukan bagi peneliti berikutnya. Bagi mahasiswa, pembelajaran dengan menggunakan wacana kritis dapat menumbuhkan kembangkan sikap empati terhadap fenomena yang terjadi di masyarakat terkait bagaimana mengkritisi suatu masalah. Bagi peneliti lain, yang ingin mengadakan penelitian sejenis, dapat mengkritisi fenomena-fenomena hasil yang sedang trend di Bagi dosen, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran. UCAPAN TERIMA KASIH