Eirene Vol. 10 No. 1, 156-178 (Juni 2. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. UKiP Sorong ISSN 2528-1887 e-ISSN 2540-962X FOREST PRESERVATION AS AN IMPLEMENTATION OF THE GKI FAITH CONFESSION IN PAPUA PELESTARIAN HUTAN SEBAGAI IMPLEMENTASI DARI PENGAKUAN IMAN GKI DI TANAH PAPUA Rahel rosalia Sesa1. Wiesye Agnes Wattimury2. Ricky Donald Montang3*. Yulian Anouw4 Fakultas Teologi. Program Studi Teologi Universitas Kristen Papua Sorong Fakultas Teologi. Program Studi Magister Teologi Universitas Kristen Papua Sorong. Fakultas Teologi. Program Studi Magister Teologi Universitas Kristen Papua Sorong. Fakultas Teologi. Program Studi Teologi Universitas Kristen Papua Sorong *Email: rickymontang@ukip. Abstrack:Forests as part of the environment are a gift from God Almighty and are one of the natural resources that are very important for mankind. The objectives to be obtained from this writing are to find out the understanding of the GKI Paulus Sayal congregation about forest conservation. To find out the positive and negative impacts of forest conservation in the GKI Paulus Sayal congregation. To find out the implementation of forest conservation as a form of GKI's confession of faith in the Land of Papua. From the results of the study, it was obtained that the understanding of the GKI Paulus Sayal congregation about forest conservation is as follows, forests are God's creations that we need to protect because forests are part of life. because forest products help with the needs of life. We need to protect and maintain forests or the nature around us so that what we need must be there and forests are also places where living things take shelter and reforestation or replanting is also needed so that the forest is well maintained so that future generations will not have difficulty finding a living. Keywords: Forest Conservation. Confession of Faith. Implementation. Abstrak:Hutan sebagai salah satu bagian dari lingkungan hidup merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan salah satu kekayaan alam yang sangat penting bagi umat manusia. Tujuan yang Hendak diperoleh dari penulisan ini ialah Untuk mengetahui pemahaman Jemaat GKI Paulus Sayal tentang pelestarian hutan. Untuk mengetahui dampak positif dan negative dari pelestarian hutan di jemaat GKI Paulus Sayal. Untuk mengetahui implementasi pelestarian hutan sebagai wujud pengakuan iman GKI Di Tanah Papua. Dari hasil penelitian, didapatkan pemahaman jemaat GKI Paulus Sayal tentang pelestarian hutan adalah sebagai berikut, hutan adalah ciptaan Allah yang perlu kita jaga karena hutan itu adalah bagian dari hidup. karena hasil hutan membantu kebutuhan hidup. Kita perlu menjaga dan memelihara hutan atau alam sekitar kita agar apa yang kita dapat butuhkan itu pasti ada dan hutan juga adalah tempat dimana makhluk hidup berlindung dan Perlu juga dilakukan reboisasi atau penanaman ulang agar hutan kembali terjaga dengan baik sehingga keturunan kedepanya tidak susah untuk mencari hidup. Kata Kunci: Pelestarian Hutan. Pengakuan Iman. Implementasi. Eirene Jurnal Ilmiah Teologi PENDAHULUAN Hutan sebagai salah satu bagian dari lingkungan hidup merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan salah satu kekayaan alam yang sangat penting bagi umat Alam diciptakan sebagai sarana yang disediakan Allah untuk pemeliharaan kelangsungan hidup manusia. 1 Hal ini didasarkan pada banyaknya manfaat yang diambil dari hutan. Hutan adalah suatu daerah tertentu yang tanahnya ditumbuhi pepohanan tempat hidup segala binatang. Hutan dapat didefinisikan sebagai asosiasi tumbutumbuhan dan hewan yang dominasi oleh pohon-pohonan dengan luasan tertentu sehingga dapat membentuk iklim mikro dan kondisi ekologi tertentu. Hutan merupakan harta kekayaan yang tidak ternilai, oleh karena itu hasil dari hutan perlu dijaga, dipertahankan dan di lindungi agar hutan dapat berfungsi dengan baik. Istilah hutan merupakan terjemahan dari kata bos (Beland. dan forrest(Inggri. Forrest merupakan dataran tanah yang bergelombang dan dapat dikembangkan untuk kepentingan diluar kehutanan, seperti pariwisata. Di dalam hukum Inggris kuno, forrest . adalah suatu daerah tertentu yang tanahnya ditumbuhi pepohonan, tempat hidup binatang buas dan burung-burung . Hutan mempunyai peran yang sangat penting bagi kehidupan manusia, yaitu berupa manfaat lansung yang dirasakan dan manfaat yang tidak langsung. Manfaat hutan tersebut boleh dirasakan apabila hutan terjamin eksistensinya,sehingga dapat berfungsi secara optimal. Hutan sangatlah penting bagi kehidupan kita dan hutan memiliki fungsi yang sangat penting bagi manusia maupun mahkluk hidup lainnya. Manusia pada dasarnya tidak dapat lepas dari alam. Namun sayangnya terdapat sebagian manusia yang salah dalam memanfaatkan berbagai sumber daya alam tersebut. Mereka mengksploitasinya secara berlebihan, sehingga berakibat pada kerusakaan linkungan yang begitu parah. Sabda Budiman et al. Pemeliharaan Alam Sebagai Tanggung Jawab Kristen: Sebuah Kajian Teologi Kristen Tentang Alam, vol. 4, 2023. Adi sutrisno Fungsi Hutan Lindung pengembangan Institusi Pemulihan Fungsi Hutan Lindung Sebagai Penyangga Ekosistem Pulau Kecil. Media Prestasi Vol and X V No. AuHorizontal Dan Vertical . Ay XV, no. : 13. Agus Purnomo Menjaga hutan Kita Pro-Kontra Kebijakan Moratorium Hutan Dan Gambut David Eko Setiawan and Silas Dismas Mandowen. AuPendekatan Pastoral Terhadap Pelestarian Hutan,Ay HUPERETES: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen 2, no. : 96Ae108, https://doi. org/10. 46817/huperetes. Sesa at. al : Pelestarian Hutan . Hal tersebut juga terjadi kepada hutan. Salah satunya adalah Global warming Isu Global Warming ini sangat terkait dengan kerusakan lingkungan hutan di berbagai belahan dunia. Kerusakan hutan yang terjadi saat ini di Jemaat GKI Paulus Sayal adalah penebangan Pohon sembarangan seperti pohon kayu besi dan kayu putih masyarakat menebang sebagian pohon untuk di jual yang tinggal hanya satu dua pohon saja, dan mereka tidak berfikir untuk keturunan kedepan mau cari hidup atau bangun rumah sudah Jadi untuk hutan di Jemaat Paulus Sayal sebagian sudah punah. Penurunan jumlah hutan tersebut menyebabkan berbagai dampak negatif bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya seperti terjadinya kebakaran hutan,banjir, longsor, kekeringan pada sumber air dan sungai, punahnya hewan dan tumbuhan dan lain-lain. Akibat kerusakan lingkungan tersebut, hutan sebagai paru-paru bumi tidak dapat berfungsi dengan baik . Hal ini juga yang sementara terjadi di Jemaat Paulus Sayal di mana hutan yang penuh dengan hasil alam lebih sering diambil hasil hutannya tanpa berupaya untuk melakukan reboisasi agar dapat dilestarikan. Salah satu hal penting yang juga terkandung dalam Pengakuan Iman GKI Di Tanah Papua juga mengungkapkan tentang pelestarian alam ciptaan Tuhan ini sehingga bukanlah hal yang harus disepelekan melainkan diperhatikan. Sebagai upaya berteologi dalam upaya penyelamatan lingkungan Rumusan masalah yang dikemukakan disini adalah : Bagaimana pemahaman Jemaat GKI Paulus Sayal terhadap pelestarian hutan? Bagaimana dampak positif dan negatif dari pelestarian hutan di Jemaat GKI Paulus Sayal? Apa Implementasi pelestarian hutan di Jemaat GKI Paulus Sayal dengan Pengakuan Iman GKI Di Tanah Papua? Tujuan yang Hendak diperoleh dari penulisan ini ialah : untuk mengetahui pemahaman Jemaat GKI Paulus Sayal tentang pelestarian hutan! Untuk mengetahui dampak positif dan negative dari pelestarian hutan di Jemaat GKI Paulus Sayal. Untuk mengetahui implementasi pelestarian hutan sebagai wujud Pengakuan Iman GKI Di Tanah Papua. KAJIAN TEORI Pengertian Pelestarian Hutan 6 Tulus Nur Yuliarini Rahayu. AuPerancangan Buku Pengetahuan Mengenai Pelestarian Hutan Berbentuk POP-UP,Ay n. 7 Thomson Framonty et al. AuAo Teologi Rakit Ao: Sebuah Kajian Misiologi Terhadap Fungsi Rakit Dalam Lingkungan Sosio-Ekologis Masyarakat PendahuluanAy 5, no. : 172Ae86. Eirene Jurnal Ilmiah Teologi Membahas Pelestarian hutan tidak bisa dipisahkan dari keberlangsunan sumber daya hutan yang menuntut adanya keberlanjutan fungsi ekologis dan ekonomi hutan. Fungsi ekologi hutan adalah terpenuhinya hutan sebagai daya dukung lingkungan seperti untuk resapan air, mencegah banjir, kekeringan dan tanah longsor. Sedangkan fungsi ekonomi hutan adalah melalui produk hutan seperti kayu maupun non kayu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Keberlanjutan kedua fungsi hutan tersebut membutuhkan partisipasi dari Jemaat GKI Paulus Sayal yang dapat ditumbuhkan salah satunya melalui komunikasi lingkungan. Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda daya keadaan dan makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi alam itu sendiri. Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang mempengaruhi kelangsungan kehidupan kesejahteraan manusia dan makhluk hidup lainnya8 Pergaulan hidup manusia pada kenyataannya, berlangsung dalam suatu tempat hidup yang disebut lingkungan hidup 9 Lingkungan hidup alam merupakan lingkungan bentukan alam yang terdiri atas berbagai sumber alam dan ekosistem dengan komponen-komponennya, baik fisik, biologis, maupun berbagai proses alamiah yang menentukan kemampuan dan fungsi ekosistem dalam mendukung kehidupan. Lingkungan hidup alami terdiri atas komponen biotik dan abiotik. Komponen biotik adalah segala makhluk hidup, mulai mikroorganisme sampai dengan tumbuhan dan hewan, sedangkan lingkungan abiotik adalah segala kondisi yang terdapat di sekitar makhluk hidup yang bukan organisme hidup, seperti batuan, tanah, mineral, udara, angin, curah hujan, cahaya matahari, dan lain-lain 10 fungsi ekologi adalah terpenuhinya sumber daya hutan sebagai daya dukung lingkungan dan fungsi ekonomi hutan dapat meningkatkan kesejahtraan masyarakat. Thomson F Elias and Wiesye A Wattimury. AuKajian Etika Kristen Terhadap Kebersihan Lingkungan Di Kelurahan Klabala,Ay Soscied 1, no. : 18Ae29, https://doi. org/10. 32531/jsoscied. 9 Javier Soliz. AuPatrones de Comportamiento-Etologya,Ay Ciencias, 2015. Silva S. Thesalonika Ngahu. AuMendamaikan Manusia Dengan Alam,Ay Pengarah: Jurnal Teologi Kristen . 77Ae88, https://doi. org/10. 36270/pengarah. 11 Ch Herutomo. S Bekti Istiyanto, komunikasi lingkungan dalam mengembangkan kelestarian huutan. Sesa at. al : Pelestarian Hutan . Dalam etika lingkungan berkaitan dengan perilaku manusia terhadap alam, muncul beberapa teori. Sonny Kreaf berpendapat ada 5 teori yaitu, antroposentri, biosentris, ekosentris, hak asasi alam dan ekofeminis . Sekedar memberi sedikit pengetahuan, penjelasan kelima teori tersebut sebagai berikut: Antroposentri, merupakan teori etika lingkungan yang memandang manusia sebagai pusat alam semesta, dan hanya manusialah yang mempunyai hak untuk memanfaatkan dan menggunakan alam demikian pentingan dan kebutuhan Biosentris, teori ini menganggap Ausemua makluk hidup bernilai pada dirinya sendiri sehingga pantas mendapat pertimbangan dan kepedulian moral. Ekosentris, teori ini memusatkan etika lingkungan pada seluruh komunitas Pandangan ini sering dianggap sebagai kelanjutan dari teori biosentris. Hak asasi alam, dalam pemikiran ini menerima bahwa Aumakluk hidup membutuhkan ekosistem atau habitat untuk hidup dan berkembang, dalam arti tertentu harus pula diterima bahwa makluk hidup di luar manusia mempunyai hak asasi atas ekosistem atau habitatnya. Pengertian Pelestarian Hutan menurut Ahli Menurut Robert Borrong menjelaskan hubungan antara manusia dan alam. Manusia adalah bagian dari alam, sebab ia diciptakan dari debu tanah (Kej. dan kalau ia mati, ia akan kembali pada tanah (Mzm. 38 Itulah sebabnya manusia harus memperlakukan alam sebagai sesama ciptaan Allah, sekali pun manusia diberi wewenang menaklukkan alam. Maka selain menjaga dan memelihara, manusia harus juga mengembangkan sikap solidaritas terhadap alam. Untuk melestarikan lingkungan hidup diperlukan adanya kesadaran, kemauan dan tanggung jawab moral, bahwa lingkungan hidup tidak hanya untuk generasi saat ini, melainkan untuk generasi yang akan datang Maka yang perlu diubah pada dasarnya adalah pandangan umat manusia, dari penguasaan lingkungan kepada pembinaan lingkungan hidup. Perubahan pandangan akan 12 Yusup Rogo Yuono. AuEtika Lingkungan : Melawan Etika Lingkungan Antroposentris Melalui Interpretasi Teologi Penciptaan Yang Tepat Sebagai Landasan Bagi Pengelolaan-Pelestarian Lingkungan,Ay FIDEI: Jurnal Teologi Sistematika Dan Praktika 2, no. : 183Ae203, https://doi. org/10. 34081/fidei. Eirene Jurnal Ilmiah Teologi menumbuhkan etika lingkungan, yang dimanefestasikan dalam bentuk tanggung jawab moral dalam melestarikan lingkungan hidup. Menurut Reksohadiprojo . , pentingnya hutan bagi kehidupan sosial ekonomi suatu masyarakat kini dirasakan semakin meningkat, hal ini menurut kesadaran untuk mengelola sumber daya hutan tidak hanya dari segi finansial saja namun diperluas menjadi pengelola sumber daya hutan secara utuh. Hutan secara singkat dan sederhana didefinisikan sebagai suatu ekosistem yang didominasi oleh pohon. Menurut Helms ( 1. hutan adalah suatu ekosistem yang dicirikan oleh penutupan pohon yang kuran lebih padat dan tersebar, seringkali terdiri dari tegakantegakan yang beragam ciri-cirinya seperti komposisi, jenis,struktur dan lain-lain. Pelestarian Hutan Menurut Alkitab Membahas mengenai alam dan lingkungan hidup dari perspektif iman Kristen akan selalu menarik terutama mengenai penciptaan, pemeliharaan serta penyelamatan Allah yang dahulu hanya dipahami dalam cakupan sempit yaitu manusia. Alam dan lingkungan hidup seolah-olah tidak termasuk dalam rencana Allah, terlebih jika dikaitkan dengan mandat yang diberikan Allah kepada manusia yaitu menguasai alam tanpa batas. Akibatnya manusia jadi semena-mena menguras isi alam tanpa memikirkan kelestarian dan keselamatan alam. Ketika bumi sudah cukup menderita oleh ulah manusia, barulah manusia menyadari bahwa perintah Allah bagi manusia bukan hanya AuberkuasaAy . alam pengertian powe. , namun untuk "memelihara" dan "mengelola" alam secara baik dan bertanggung jawab (Kejadian 1:. 16 Karya Allah tidak hanya sebagai penciptaan alam semesta ini tetapi juga sebagai pemelihara alam ciptaan-Nya. Allah lah yang mengatur dan mengendalikan segala hal Anderson Heri. AuHubungan Manusia Dan Alam Sekitar Ditinjau Dari Studi Pandang Etika Lingkungan Hidup,Ay Laboratorium Penelitian Dan Pengembangan FARMAKA TROPIS Fakultas Farmasi Universitas Mualawarman. Samarinda. Kalimantan Timur. April . : 5Ae24. Aisyah Amini and Ahyuni. AuPerhitungan Nilai Kayu Hutan Rakyat Di Kabupaten Padang Pariaman Dengan Menggunakan Penginderaan Jauh,Ay Jurnal Hutan Tropika Xi, no. : 77Ae86. Alfian Fandi Nugroho. Iin Ichwandi, and Nandi Kosmaryandi. AuKHUSUS ( Studi Kasus Hutan Pendidikan Dan Latihan Gunung Walat )Ay 2, no. : 51Ae59. 16 Christina Metallica Samosir and Fredik Melkias Boiliu. AuFile:///C:/Users/Asus/Downloads/Injil Matius. Pdffile:///C:/Users/Asus/Downloads/Injil Matius. Pdf,Ay Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan 4, no. : 815Ae26. Sesa at. al : Pelestarian Hutan . yang terjadi diatas muka bumi ini. Karena itu, sebagai ciptaan Allah harus turut serta memelihara alam ciptaan-Nya sehingga tidak merugikan manusia pada suatu waktu, ketika manusia melaksanakan tanggung jawabnya untuk memelihara alam semesta ini, maka generasi kedepan akan lebih baik dan tidak mengalami dampak yang negative dan merugikan umat manusia. Allah melalui alam semesta sudah telah menyingkapkan rahasia-rahasia yang tadinya tersembunyi langit menceritakan kemuliaan Allah dan Cakrawala memberikan pekerjaan tangannya ( Mzm 19:. 17 Sedangkan dalam Kejadian 2 : 4b, manusia merupakan ciptaan yang diciptakan terlebih dahulu, untuk mengusahankan tanah, dan penamaan binatang-binatang. Hal ini mau mengungkapkan tentang satu pembentukan aturan. Manusia dipanggil untuk menjaga dan menyempurnakan ciptaannya. Satu proses pembentukan manusia oleh Allah dari debu tanah dan kemudian Allah menghembuskan nafas kehidupan ke hidung manusia, mau menunjukan bahwa manusia menjadi makhluk yang hidup menurut gambar Allah18. Disinilah hubungan manusia dengan dunia dan alam sekitarnya sangat erat. Bahkan dari pandangan ekologis tentang manusia, dapat dikatakan bahwa manusia itu tergantung dari alam untuk hakekat . Dalam Perjanjian Lama. Kejadian 1:10-12 agar semua mahluk hidup berada dalam relasi yang sifatnya mutualisme, yaitu relasi saling bergantung dan membutuhkan. Berbicara kisah penciptaan maka kita tidak dapat lepas dari teks Kejadian 1-2. apabila kita lihat secara kosmogoni perjanjian lama, maka kitab Kejadian dengan jelas mengatakan bahwa dunia diciptakan Allah dengan sabda kreatif tanpa ada perlawanan apapun dari ilah lain20. Sehubungan dengan hal tersebut, penanaman kepedulian terhadap kelestarian sumber daya alam dan lingkungan di sekitranya perlu dilakukan sejak dini agar terbentuk rasa memiliki, menghargai dan memelihara sumber daya alam dengan bijaksana. Manusia dituntut untuk menjaga dan melindungi alam beserta segala isinya. Kejadian 2 : 15. Tuhan Allah mengambil manusia itu dan menempatkan dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara Taman itu. Itu berarti bahwa semua ciptaan yang ada di taman itu adalah 17 Basic Christianity. Jhon R. STOTT. Ricky Donald Montang. AuUNDERSTANDING GOD Ao S WORKS AND ITS IMPLICATIONS IN TODAY MEMAHAMI KARYA-KARYA ALLAH DAN IMPLIKASINYAAy 8, no. : 34Ae55. Soliz. AuPatrones de Comportamiento-Etologya. Ay Soliz. Eirene Jurnal Ilmiah Teologi ciptaan Allah. Sehingga secara langsung Allah memberikan amanat kepada manusia, sebagai tanggun jawab penuh untuk mengusahakan taman merupakan suatu tanggung jawab yang holistic . sebagaimana yang tertulis dalam Alkitab. Untuk itu dalam mengusahakan taman harus mengusahakannya dengan bertanggung jawab Menurut Yes 35 : 2 Au Seperti bunga mawar ia akan berbunga lebat, akan bersorak-sorak dan saron. mereka itu akan melihat kemuliaan Tuhan, semarak Allah kitaAy sepanjang zaman Alkitab pada masa dahulu sebagaian besar daerah palestina masih terdapat hutan yang tertutup atau lebat namun sekarang ini sudah menjadi daerah yang gundul dan Tentang Libanon ada ungkapan-ungkapan kuno yang mengatakan adanya pohonpohon besar yang lebat diantaranya pohon sanobar,aras dan sipres yang sekarang ini berkurang sampai pada jumlah yang minim dan habis. Penebangan yang terjadi secara terus menerus ini merupakan sejarah yang dimulai dari zaman dahulu. Dengan dihuninya daerah itu orang memerlukan kayu bakar (Yes 44: 15-. dan kayu yang bermanfaat untuk membuat perlengkapan-perlengkapan21 (Yehezkel 15:. maupun bagi pembangunan. Sejak zaman dahulu daera hutan menjadi pengembalaan, sehingga tunas-tunas muda dimakan ternak dan menghambat tumbuhnya kelanjutan tunas-tunas baru, juga terjadi banyak kebakaran hutan (Mazmur 83 : 15. Yes 9:17 Yeremia 21 : . yang ikut memperluas kerusakan hutan. Dengan demikian barulah di sadari hal itu memperbaiki hutang dengan sistim reboisasi atau penanaman ulang. Dalam Perjanjian Baru. Markus 16:15, lalu Yesus berkata kepada mereka:Ay pergilah keseluruh dunia, beritakanlah injil kepada segala Mahkluk. Tugas yang diamatkan kepada murid-murid adalah tugas bersama yang diamatkan kepada setiap umat atau manusia untuk memberitakan injil kepada semua mahluk ciptaanya, itu berarti suatu kajian terpenting bagi amanat penginjilan itu adalah mandat Tuhan yang diturunkan dari Allah kepada mannusia bukan melalui perkataan, tetapi suatu perbuatan atau tindakan nyata dalam tanggung jawab untuk mengusahakan dan memelihara alam ciptaanya yaitu hutan atau lingkungan yang Tuhan siapkan bagi kehidupan umat manusia. Tuhan Yesus Kristus, memberikan perintah kepada murid-muridNya, untuk pergi mengabarkan injil kepada segala mahluk atau seluru bangsa, sasaran dari pemberitaan injil ialah manusia. Tujuannya agar dengan injil Yesus Kristus,manusia bertobat dan kembali hidup sesuai Kalis Stevanus. AuPelestarian Alam Sebagai Perwujudan Mandat_Stevanus,Ay Kurios 5, no. : 94Ae Sesa at. al : Pelestarian Hutan . dengan kehendak Allah. Jika manusia menerima Injil dan bertobat, maka kesadaran diri akan tugasnya untuk menjaga dan mengelola hutan dan segala ciptaan Tuhan,akan dilaksanakannya oleh karena mengelola melestarikan hutan merupakan suatu ibadah kepada Tuhan. Pelestarian Hutan Sebagai Implementasi dari Pengakuan Iman GKI Di Tanah Papua Di bawah ini adalah isi dari pengakuan iman GKI Di Tanah Papua dan salah satu poin penting dari Pengakuan Iman GKI Di Tanah Papua memuat tentang mandat dan Tuhan menjaga,merawat,memelihara alam ciptaan sebagai wujud dari Implementasi akan respon Iman kepada Allah. Implementasi diartikan sebagai pelaksanaan atau penerapan bentuk kata kerjanya adalah mengimplikasikan yang artinya melaksanakan atau menerapkan. Aku percaya kepada Allah Bapa pencipta langit dan bumi, pemelihara segala yang diciptakan dan yang menyediahkan kehidupan kekal didalam kerajaan-Nya. Aku percaya kepada Yesus Kristus yang menebus dan menyelamatkan manusia dari dosa dalam kematian dan kebangkitan-Nya. Dialah Tuhan dan kepala Gereja yang memerintah Gereja Kristen injili Di Tanah Papua dengan Firman dan Roh-Nya. Aku percaya kepada Roh Kudus, yang membaharui, memelihara, dan menuntun umat-Nya dalam kebenaran sampai Kegenapan kerajaan Allah dalam kedatangan kembali Yesus Kristus. Aku mengaku, bahwa Alkitab adalah Firman Allah dan satu-satunya kesaksian tentang penyataan Allah. Aku mengaku bahwa Gereja Kristen Injili di Tanah Papua adalah Tubuh Kristus yang kudus dan am, yang mempersatuhkan umat manusia menjadi satu persekutuan sorgawi di bumi. Aku mengaku mengasihi Allah dan sesama manusia dengan segenap hati, jiwa. Dan akal budi. Aku mengaku hidup kudus dan setia memberitakan Injil Kerajaan Allah di Tanah Papua dan dunia. Aku mengaku mengusahakan dan memelihara Tanah Papua sebagai alam ciptaan Allah bagi kesejahteraan,keadilan, dan kebahagiaan umat manusia. METODOLOGI PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian Ibelala Gea. AuBeritakan Injil Kepada Segala Makhluk,Ay BIAAo: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen Kontekstual 1, no. : 56Ae69, https://doi. org/10. 34307/b. Citra Nurkamilah. AuEtika Lingkungan Dan Implementasinya Dalam Pemeliharaan Lingkungan Alam Pada Masyarakat Kampung Naga [Environmental Ethics and Its Implementation in Maintaining the Natural Environment in the Kampung Naga Communit. ,Ay Religious: Jurnal Studi Agama-Agama Dan Lintas Budaya 2, no. : 136Ae48. Nugroho. Ichwandi, and Kosmaryandi. AuKHUSUS ( Studi Kasus Hutan Pendidikan Dan Latihan Gunung Walat ). Ay Eirene Jurnal Ilmiah Teologi penelitian dilakukan selama 1 Bulan mencakup pengamatan awal dan penelitian lanjut setelah seminar proposal, dan penelitian dilaksanakan di Jemaat GKI Paulus Sayal Klasis Teminabuan. Metode Penelitian Menurut KBBI. AumetodologiAy memiliki pengertian ilmu tentang suatu metode sedangkan AupenelitianAy secara etimologis berasal dari kata re dan search yang berarti pencarian berulang-ulang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa metodologi penelitian adalah ilmu yang dipakai untuk mencari atau menemukan sesuatu yang bermakna secara berulang-ulang. Adapun penelitian dilakukan sebagai salah satu upaya manusia untuk mendapatkan suatu kebenaran atau suatu cara untuk menyelesaikan/memecahkan permasalahan, memahami kondisi sekitar atau bahkan untuk mendapatkan suatu ilmu pengetahuan baru lainnya. Metode penelitian yang diambil adalah metode kualintatif dan deskripsi Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian merupakan suatu hal yang sangat penting, karena ia merupakan sumber informasi. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang di terapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian di tarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini ialah seluruh warga Jemaat GKI Paulus sayal yang berjumlah 150 jiwa Sampel secara sederhana diartikan sebagai bagian dari populasi yang menjadi sumber data yang sebenarnya dalam suatu penelitian. Dengan kata lain, sampel adalah sebagian dari populasi untuk mewakili seluruh populasi. Sedangkan sampel dalam penelitian ini di ambil secara acak dari populasi. Maka penulis mengambil 30 orang yang terdiri dari Majelis 6 orang. PW 6 orang. PKB 6 orang. PAM 6 orang. PAR 6 orang sebagai sampel untuk diwawancarai Teknik Pengumpulan Data Samsu. AuMetode Penelitian Metode Penelitian,Ay Metode Penelitian Kualitatif, no. : 48, http://repository. id/30547/5/BAB i. Nur Fadilah Amin. Sabaruddin Garancang, and Kamaluddin Abunawas. AuKonsep Umum Populasi Dan Sampel Dalam Penelitian,Ay Jurnal Pilar 14, no. : 3. Maimuna K. Tarishi Ramadhani Khija, ludovick Uttoh. AuTeknik Pengambilan Sampel,Ay Ekp 13, no. : 1. Sesa at. al : Pelestarian Hutan . pengumpulan data adalah teknik atau cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data, serta instrumen pengumpulan data adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya mengumpulakan data agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan lebih mudah. Observasi, yaitu teknik untuk memperoleh data dengan cara melakukan penataan secara langsung terhadap subyek penelitian yaitu kepada Jemaat Paulus Sayal Studi kepustakaan adalah suatu teknik yang dilalui untuk memperoleh data-data teoritis guna memperoleh pendapat atau pandangan para ahli dengan cara mengumpulkan bahan atau informasi dari berbagai literature yang berkaitan dengan topic penelitian wawancara adalah proses yang penting dalam melaksanakan suatu penelitian khususnya dalam penelitian yang bersifat kualitatif. Umumnya pewawancara semestinya berusaha mendapatkan kerjasama yang baik dari subjek kajian . Dukungan dari para responden tergantung dari bagaimana peneliti melaksanakan tugasnya, karena tujuan wawancara adalah untuk mendapatkan informasi yang akan dianggap sebagai data dan data-data ini diperlukan untuk membuat suatu rumusan sebaik mungkin untuk mencapai tujuan peneliti. Teknik Analisis Data Analisis yang digunakan yaitu metode deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui keberadaan variable mandiri,baik hanya pada satu lebih . ariabel yang berdiri sendir. tanpa membuat perbandingan dan mencari hubungan veriabel itu dengan variabel yang lainAy. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa metode deskriptif menggambarkan secara sistematis dan faktual tentang fakta-fakta serta hubungan antar variabel yang diselediki dengan cara mengumpulkan data, mengolah, menganalisis, dan menginterpretasi data dalam pengujian hipotesis stastistik. Teknik yang digunakan untuk memperoleh informasi dalam penelitian ini,maka peneliti menggunakan teknik penelitian lapangan . leld reseac. yaitu pengumpulan secara lansung di tempat atau lokasi penelitian. Samsu. AuMetode Penelitian Metode Penelitian. Ay Rosaliza Mita. AuWawancara Sebuah Interaksi Komunikasi Dalam Penelitian Kualitatif,Ay Jurnal Ilmu Budaya, 2015. Christopher S. Herling. Au. Eirene Jurnal Ilmiah Teologi wawancara adalah pengumpulan data melalui Tanya jawab secara lansung informal guna melengkapi data penelitian. Dokumentasi yaitu untuk memperoleh data yang ada di tempat atau lokasi Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan kuantitatif untuk memperoleh hasil yang benar yang terjadi di lokasi maka uji hipotesis dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif penyelesaian dalam menganalisis deskriptif menggunakan laptop acer windows 2010. HASIL ANALISIS DATA Analisa data adalah Proses sistematis untuk mengelolah,menginterpretasikan,dan menguraikan data agar menghasilkan kesimpulan yang berguna. Hasil Wawancara Penulis telah melakukan penelitian selama satu bulan dan melakukan wawancara dgn 30 orang dengan tanggapan sebagai berikut: MAJELIS Bpk. Pdt. Yakup Yajan S,Si Bpk. Yosua sesa S,Pd Bpk. Hendrik Sagaret Bpk. Gad Saflesa Bpk. Yosep Sesa Ibu. Martha Sesa Ibu. Marlina Sesa PKB Bpk. Yahya Siger Bpk. Melianus Saflafo Bpk. Nataniel Smori Bpk. Sam Ebar Bpk. Frenki Sables Bpk. Nataniel Ajamsaru Ibu. Elisabet Yaku Ibu. Dika Ajamsaru Ibu. Herlina Kasmunya Ibu. Aryanki Sagaret Ibu. Sopice Kemesfla Ibu. Mareke Sesa PAM Bpk. Pelemon Ajamsaru Sdri. Flora Sesa Sdri. Alfiana Sesa Sdra. Saulus Kasminya Sdra. Wehelmina Gomor Sdra. Safira Sagaret MASYARAKAT KAMPUNG Ibu. Samalina Kombado Ibu. Linda Sesa Bpk. Amparius Saupar Ibu,Enggelina Saflesa Ibu. Maria Sesa Ibu. Lince Ajamsaru Majelis Bpk,Pdt. Yakup Yajan,S. Si. Pemahaman mengenai pelestarian Hutan kita perlu menjaga dan memelihara terkhususnya hutan di Jemaat GKI Paulus Sayal itu dimilki oleh masing-masing marga dan disini ada lima belas marga sehingga mereka berfikir bahwa hutan adalah pusat kehidupan bagi mereka tidak hanya didarat saja tapi sampai Sesa at. al : Pelestarian Hutan . ke laut juga mereka menjaga. Dampak negative hutan di Jemaat GKI Paulus Sayal sebagian besar sudah punah akibat Penebangan liar yang terjadi di hutan kami, dalam penebangan liar ini ada kayu yang mereka tebang yaitu kayu besi, kayu putih yang masyarakat adat menebang untuk kebutuhan-kebutuhan mereka dengan menjual kayu Mereka menebang pohon sembarangan dan mereka tidak berpikir kalau dengan menebang pohon sembarangan akan mengakibatkan hutan gundul dan keturunan selanjutnya mereka sulit untuk mendapatkan hasil untuk kebutuhan hidup mereka kedepan. Dampak positif hutan itu adalah suatu kehidupan bagi masyarakat. Untuk sebagian hutan masih terjaga sehingga masyarakat bisa mencari nafkah Ketika kita melestarikan alam akan sangat membantu kita dengan hasilhasilnya seperti mencari atau berburu dan menanam itu akan menghasilakan hasil yang baik buat kebutuhan sehari-hari. Implementasi Kami sebagai manusia yang memiliki kemampuan hikmat untuk kami harus menjaga, melestarikan dan memelihara hutan ini karena hutan itu adalah warisan Allah bagi kami manusia sehingga kami di Jemaat Paulus Sayal kami melihat hutan itu sebagai hal yang menguntungkan yang menghidupi kehidupan kami sepanjang hidup jadi itu menjadi kewajiban kami untuk menjaga hutan ini karena disitu ada hutan disitu ada kehidupan. Bpk Pnt Yosua Sesa S,Pd. Terkait dengan pelestarian hutan itu adalah ciptaan Allah yang Perlu kita jaga karena Hutan itu adalah bagian dari hidup. Dampak negative yang sekarang terjadi di hutan kami di Jemaat GKI Paulus Sayal sebagian hutan sudah gundul akibat penebangan liar yang mengakibatkan hutan gundul. Dampak Positifnya perlu ada kesadaran bagi masyarakat adat karena dengan adanya kita menjaga dan memelihara hutan maka kehidupan kita kedepanya akan baik . Implementasinya sudah jelas bagi kita bahwa kita harus menjaga melestarikan hutan dengan baik. Bpk Pnt Hendrik Sagaret. Hutan sangat penting bagi kehidupan manusia terkususnya di jemaat kami GKI Paulus Sayal kita perlu menjaga dan melestarikan hutan itu dengan baik agar kehidupan kita kedepanya tidak susah. Dampak negatf terkusunya di Jemaat GKI Paulus Sayal sebagian besar hutan sudah gundul akibat penebangan pohon sembarangan. Dampak positif dengan semua hal yang terjadi maka kita harus menjaga dan memelihara hutan dengan baik karena dari hutan lah kita hidup. Implementasi nya sudah jelas untuk kita umat ciptaan Allah bahwa kita perlu menjaga Eirene Jurnal Ilmiah Teologi dan melestarikan hutan dengan baik karena itu adalah tanggun Jawab yang sudah dipercayakan dari Allah kepada kita. Bpk Pnt Gad Saflesa. Pemahaman tentang pelestarian hutan terkusunya di Jemat GKI Paulus Sayal kita melihat hutan itu sangat penting bagi kehidupan manusia dengan hasil-hasilnya yang sangat membantu dalam kebutuhan hidup. Dampak negative terkusunya untuk hutan sebagian besar sudah rusak akibat penebangan pohon sembarangan yang mengakibatkan hutan menjadi gundul. Dampak positif perlu ada kesadaran diri bagi masyarakat adat agar mereka menjaga hutan itu dengan baik kalo kita menjaga dengan baik maka kehidupan kita kedepannya tidak susah dalam mencari nafaka. Implementasinya sudah jelas di bagian terakhir bahwa kita perlu menjaga dan memelihara alam dengan baik karena itu sudah mandat dan tanggun jawab dari Allah untuk kita. Bpk Pnta Yosep Sesa. Memahami tentang pelestarian Hutan terkususnya Jemaat GKI Paulus Sayal hampir sebagian hutan sudah gundul akibat penebangan pohon Dampak Negatif nya memang sebagaian hutan sudah punah tapi masih ada sebagian hutan yang terjaga dengan baik. Dampak positif perlu ada kesadaran diri untuk setiap orang agar mereka menjaga dan memilihara hutan dengan baik Implementasinya sangat baik dan perlu kita pahami di bagian terakhirnya bahwa kita perlu menjaga memelihara alam itu dengan baik. Ibu Pnta Martha Sesa/Kasminya. Berbicara tentang hutan atau alam pasti ada sangkut paut dengan hidup karena dari hutan maka ada hidup dan hutan yang ada di Jemaat GKI Paulus Sayal hampir di lihat masih utuh Cuma ada beberapa tempat saja yg sudah gundul akibat pengebangan liar. Dampak Negatifnya seperti yang di jelaskan di atas bahwa kerusakan hutan akibat penebangan pohon sembarangan atau penebangan liar. Dampak Positifnya kalo kita menjaga hutan itu dengan baik maka kehidupan kita kedepanya tidak susah. Implementasinya sudah sangat jelas di bagian terakhirnya bahwa kita perlu menjaga dan memelihara alam ciptaan Allah dengan Baik. Ibu Marlina Sesa/Sagaret. Pemahaman tentang pelestarian hutan kalo untuk hutan terkususnya untuk kami di Jemaat Paulus Sayal mau di bilang sudah sebagian besar rusak terkususnya untuk pohon-pohon untuk pohon kayu besi,kayu putih itu sudah tidak terjaga dengan baik akibat penebangan pohon sembarangan. Dampak negatifnya seperti yang pemahaman pertama bahwa hutan sudah tidak terjaga dengan baik akibat Sesa at. al : Pelestarian Hutan . penebangan pohon sembarangan. Dampak positif perlu ada kesadaran diri buat pribadi seseorang bahwa menjaga hutan itu sangat penting buat kehidupan kita Implementasinya sudah sangat jelas bahwa kita perlu menjaga dan memelihara alam ciptaan Allah dengan baik. PKB Bpk Yahya Siger. Terkait dengan kelestarian hutan. Hutan itu adalah ciptaan Allah yang perluh kita jaga karena hutan adalah bagian dari hidup hutan itu sangat penting bagi kehidupan manusia karena hutan memiliki manfaat yang sangat penting bagi Dampak negative yang terjadi di Jemaat GKI Paulus Sayal penebangan pohon sembarangan yang mngakibatkan tanah atau hutan gundul Dampak positif kita perlu menjaga dan memelihara hutan karena didalam hutan banyak tersimpan mata pencaharian dan perlu ada reboisasi ulang dan juga berikan larangan kepada orangorang yang merusak hutan agar hutan tetap terjaga dengan baik. Implementasi dan Pengakuan Iman GKI Di Tanah Papua, itu kami harus menjaga dan memelihara alam ciptaan Allah dengan baik karena pengakuan yang baru ini bagus untuk mengarahkan kita supaya kita tahu alam ciptaan atau pemeliharaan hutan itu sangat penting bagi kehidupan manusia. Bpk Melianus Saflafo. Pemahaman terhadap pelestarian hutan dikususkan untuk kami Jemaat Paulus Sayal dulu pelestarian itu stabil tapi di waktu sekarang sudah hancur di karenakan penebangan pohon sembarangan. Dampak negatifnya sama seperti di atas hutan sudah tidak terjaga dengan baik sebagian pohon-pohon sudah punah akibat penebagan liar. Dampak positifnya harus ada reboisasi atau penanaman ulang agar hutan kembali terjaga dengan baik. Implementasinya sudah sangat jelas bahwa kita perlu menjaga dan memelihara alam ciptaan Allah dengan baik. Bpk Nataniel Smori. Pemahaman tentang pelestarian hutan kususnya di Jemaat Paulus Sayal sebagian besar sudah rusak. Dampak negatifnya dimana yang terjadi adalah penebangan pohon atau kayu-kayu sembarangan akhirnya terjadi hutan Dampak positifnya kita perlu menjaga hutan agar keturunan kedepanya tidak susah untuk mencari hidup. Implementasinya kita menjaga dan memelihara hutan dengan baik karena itu adalah tanggung jawab atau mandat dari Allah kepada kita. Bpk Sam Ebar. Pemahaman tentang pelestarian hutan berbicara tentang hutan itu sangat penting bagi kehidupan kita umat manusi . Dampak negatifnya yang terjadi di Eirene Jurnal Ilmiah Teologi hutan kami adalah penebangan pohon sembarangan dan mengakibatkan hutan gundul. Dampak positifnya perlu ada reboisasi atau penanaman ulang agar hutan kembali terjaga dengan baik. Implementasinya sudah sangat jelas bahwa kita perlu menjaga dan memelihara hutan dengan baik. Bpk Frenki Sables. Pemahaman tentang pelestarian hutan. Hutan sangat penting bagi kehidupan manusia terkususnya di Jemaat GKI Paulus Sayal hampir sebagian hutan sudah punah dan tidak terjaga dengan baik. Dampak negatifnya terjadi penebangan liar akibat kerusakan hutan dan hutan sudah tidak terjaga dengan baik. Dampak positif perlu ada kesadaran diri buat masing-masing orang agar menjaga dan merawat hutan dengan baik dan perlu ada reboisasi ulang supaya hutan kembali terjaga dengan baik. Implementasinya kita perlu menjaga merawat hutan atau alam ciptaan Allah dengan Bpk Nataniel Ajamsaru. Berbicara tentang hutan terkususnya di Jemaat GKI Paulus Sayal sebagian besar sudah punah dan kalo di lihat hutan itu sangat penting bagi kehidupan kita. Dampak negative yang terjadi adalah penebangan pohon sembarang yang mengakibatkan hutan gundul. Dampak positifnya kita perlu menjaga dan memelihara huatan dengan baik dan perlu ada penanaman ulang. Implementasinya sangat jelas untuk kita terapkan atau jalankan dlm kehidupan kita adalah menjaga dan memelihara hutan dengan baik karena itu adalah tugas dan tanggun jawab dari Allah untuk kita. Ibu Elisabet Yaku/Yajan. Pemahaman tentang pelestarian hutan. Pelestarian hutan sangat penting bagi manusia karena dari hasil hutan kita bisa membangun rumah dan bisa menghasilkan uang untuk kebutuhan pendidikan anak. Dampak negative, ketika kita merusak hutan ini sangat berakibat untuk kehidupan kita kedepan khususnya kami Jemaat GKI Paulus Sayal yang saat ini mengalami kerusakan hutan salah satunya penebangan pohon kayu besi mereka menjual untuk kebutuhan dan pada akhirnya ada perusahaan masuk untuk menebang pohon kayu besi lalu menjual ke kota akhirnya terjadi kerusakan hutan yang besar. Dampak positif, perlu ada kesadaran buat kehidupan atau pribadi seseorang bahwa melestarikan hutan sangat penting untuk kehidupan kedepan bukan hanya saat ini saja namun saat ini dan Sesa at. al : Pelestarian Hutan . Implementasinya sangat jelas buat kita bahwa menjaga dan melestarikan hutan dengan baik. Ibu Dika Ajamsaru/Smori. Pemahaman tentang pelestarian hutan. Hutan itu sangat penting bagi kehidupan umat manusia karena dari hutan menghasilkan banyak manfaat untuk kebutuhan hidup. Dampak negative terkususnya di Jemaat GKI Paulus Sayal hampir sebagian besar sudah punah akibat penebangan pohon sembarangan. Dampak positif kita perlu menjaga hutan atau melakukan reboisasi ulang agar hutan kembali terjaga dengan baik kalo hutan terjaga dengan baik maka kehidupan kita juga Implementasinya kita perlu menjaga dan melestarikan hutan dengan baik karena ini adalah suatu mandate,tugas dari Allah untuk kita. Ibu Herlina Kasminya/Sables. Pemahaman tentang pelestarian hutan di Jemaat GKI Paulus Sayal sebagian besar sudah punah karena terjadinya penebangan pohon Dampak negatifnya sudah jelas di atas bahwa terjadinya kerusakan hutan akibat penebangan pohon sembarangan. Dampak positif kita perlu melakukan penanaman ulang agar hutan kembali terjaga dengan baik. Implementasinya sudah jelas kita menjaga dan memelihara hutan atau alam dengan baik maka kehidupan kita ke depanya tidak susah. Ibu Aryanki Sagaret/Srer. Pemahaman tentang pelestarian hutan terkususnya di Jemaat GKI Paulus Sayal hutan itu sangat penting bagi hidup kita ada hutan maka kita bisa mencari nafaka. Dampak negative yang terjadi sekarang adalah penebangan pohon sembarangan yang mengakibatkan kerusakan pada hutan dan hutan menjadi Dampak positifnya kita perlu menanam kembali agar hutan kembali terjaga dengan baik. Implementasinya sangat jelas dan bagus pengakuan iman GKI Di Tanah Papua bahwa kita perlu memelihara dan mengusahakan alam ciptaan Allah dengan Ibu Sopice Kamesfle/saupar. Pelestarian hutan kita melindungi hutan dan melestarikan hutan karena hutan itu bagian dari hidup. Dampak negative yang terjadi sekarang adalah penebangan pohon sembarangan yang mengakibatkan hutan gundul dan tanah longsor. Dampak positif mari kita menjaga hutan alam ini dengan baik dengan melakukan penanaman ulang agar kehidupan keturunan selanjutnya tidak susah untuk mencari hidup. Implementasinya sudah sangat jelas bahwa kita menjaga dan memelihara hutan dengan baik. Eirene Jurnal Ilmiah Teologi Ibu Mareke Sesa/Gomor. Pemahaman tentang pelestarian Hutan. Hutan sangat penting bagi kehidupan manusia maka perlu kita menjaga hutang dengan baik. Dampak negative yang sering terjadi di Jemaat GKI Paulus Sayal adalah penebangan pohon sembarangan yang mengakibatkan hutan gundul tanah lonsor dan sebagainya. Dampak positif perlu ada kesadaran diri dan perlu ada penanaman ulang agar hutan kembali terjaga. Implementasinya dalam Pengakuan Iman GKI Di Tanah Papua sudah jelas di bagian terakhir bahwa kita perlu menjaga memelihara hutan dengan baik. PAM Bpk Pnt Pelemon Ajamsaru ( Pendamping PAM ). Pelestarian Hutan khususnya untuk kita di Jemaat GKI Paulus Sayal sebagian besar sudah rusak untuk hutan terjadinya penebangan pohon sembarangan seperti kayu besi dan kayu putih kadang mereka membawa perusahan untuk menebang dan akhirnya terjadinya kerusakan hutan mereka tidak sadar kalau pelestarian hutan itu sangat penting kalo kita menjaga dan memelihara dengan baik maka kita akan mendapatkan hasil dari hutan dengan baik Dampak Negatif ketika kita merusak hutan maka kita sudah agak susah untuk mencari Dampak Positif Pelestarian hutan sangat penting untuk kita kalo kita menjaganya dengan baik maka keturunan kedepanya tidak susah untuk mencari Implementasinya untuk Pengakuan Iman GKI Di Tanah Papua sangat baik untuk kita pelajari dan memahami bagian penting yang di bawa bahwa menjaga dan memelihara hutan itu sangatlah penting bagi kehidupan kita. Saudari Flora Sesa. Berbicara tentang pelestarian hutan juga bagian dari kehidupan kita umat manusia kalo kita menjaga hutan dengan baik maka kehidupan kita selanjutnya akan baik. Dampak negative yang sekarang terjadi di Jemaat GKI Paulus Sayal ialah penebangan Pohon sembarangan yang mengakibatkan tanah longsor dan Dampak positifnya perlu ada penanaman ulang agar hutan terjaga dengan Implementasinya sangat jelas bahwa kita harus menjaga dan memelihara alam ciptaan Allah dengan baik. Saudari Alfiana Sesa. Pelestarian hutan artinya kita harus melindungi hutan dari berbagai macam hal yang merusak hutan karena dari hutan karena hutan adalah tempat dimana kami mencari nafaka. Dampak negative yang terjadi sekarang adalah penebangan pohon sembarangan yang mengakibatkan hutan gundul. Dampak positif perlu ada kesadaran diri buat pribadi seseorang agar mau menjaga hutan dengan baik. Sesa at. al : Pelestarian Hutan . Implementasinya sangat jelas buat kami umat Kristen bahwa sangat penting untuk kita harus menjaga dan mengusahakan alam ini dengan sebaik-baiknya. Saudara Saulus Kasminya. Pemahaman tentang pelestarian hutan. Terkususnya di Jemaat GKI Paulus Sayal hampir sebagian hutan sudah punah berbibicara tentang hutan, sangat penting bagi kehidupan manusia. Dampak negative yang sekarang terjadi adalah penebangan liar atau penebagan pohon sembarangan enta itu kayu besi kayu putih dan lainya. Dampak positifnya kita perlu menjaga hutan agar keturunan kedepanya tidak susah untuk mencari hidup. Implementasinya sangat penting untuk kita bahwa kita perlu menjaga,memelihara dan mengusahakan alam ciptaan Allah dengan baik. Saudari Wehelmina Gomor. Pelestarian hutan artinya kita harus menjaga hutan dengan baik karena hutan adalah salah satu tempat dimna kita manusia mencari Dampak negative yang terjadi di disini ialah penebangan pohon sembarangan Dampak positifnya perlu ada penanaman ulang atau reboisasi agar hutan atau alam kembali terjaga dengan sempurna. Implementasinya sudah jelas bahwa kita harus menjaga,memelihara dan mengusahakan alam ciptaan Allah itu dengan baik. Saudari Safira Aksamina Sagaret. Berbicara tentang hutan adalah bagian dari hidup manusia dan juga mahkluk ciptaan Allah. Dampak negatifnya yang sering terjadi di Jemaat GKI Paulus Sayal adalah penebangan Pohon sembarangan mulai dari pohon kayu besi sampai ke kayu putih yang mengakibatkan hutan gundul dan juga su tdk ad tempat perlindungan buat binatang-binatang di hutan. Dampak positifnya kita perlu menjaga dan memelihara hutan dengan baik karena kehidupan kita maupun keturuan kita kedepanya akan sangat membutuhkan hasil dari hutan tersebut. Implementasinya. Sangat jelas buat kami bahwa menjaga dan memelihara hutan itu dengan baik. Masyarakat Ibu Samalina Kombado/Sables. Pemahaman tentang pelestarian Hutan kita perlu menjaga dan memelihara hutan atau alam sekitar kita agar apa yang kita dapat butuhkan itu pasti ada dan hutan juga adalah tempat dimana makhluk hidup belindung Dampak negatif yang terjadi di Jemaat GKI Paulus Sayal itu penebangan pohon sembarangan hampir dilihat hutan semakin hari sudah gundul. Dampak positif perlu ada kesadaran diri baik masyarakat maupun pribadi agar dapat menjaga hutan dengan baik karena ada hutan maka disitu ada hidup. Implementasinya sangat jelas untuk Eirene Jurnal Ilmiah Teologi kita harus menjaga dan memelihara alam semesta atau hutan dengan baik karena itu adalah tugas dan tanggun jawab dari Allah untuk kita. Ibu Linda Kristina Sesa/Siger. Hutan itu sangat penting bagi kehidupan manusia dan juga mahkluk ciptaan Allah karena ada hutan mereka dapat berlindung dan juga untuk manusia muda dalam mencari nafaka. Dampak negative yang sekarang terjadi di Jemaat GKI Paulus Sayal ialah penebangan pohon sembarangan. Dampak positifnya perlu ada kesadaran diri atau perlu ada penanaman ulang agar hutan terjaga dengan Baik. Implementasinya menjaga,memelihara,melestarikan dan mengusahakan dengan sebaik-baiknya. Bpk Amparius Saupar. Hutan itu sangat penting untuk kita manusia dari hasil hutan atau kayu kita bisa membangun tempat tinggal atau rumah sama dengan binatang mereka menjadikan hutan adalah tempat tinggal mereka. Dampak negative yang terjadi di hutan kami ialah penebangan pohon sembarangan yang mengakibatkan tanah lonsor dan hutan gundul. Dampak positif perlu ada penanaman ulang atau reboisasi agar hutan kembali terjaga dengan baik. Implementasinya kita menjaga memelihara dan mengusahakan alam ciptaan dengan baik. Ibu Enggelina Saflesa/Sesa. Hutan adalah tempat dimna kita mencari nafaka atau tempat dimana binatang-binatang berteduh. Dampak negative yang terjadi sekarang adalah penebangan pohon sembarangan dan hampir sebagian hutan sudah punah. Dampak positifnya perlu ada kesadaran diri agar mau menjaga dan memelihara hutan dengan baik. Implementasinya Pengakuan Iman GKI Di Tanah Papua sangat jelas untuk kita bahwa menjaga,memelihara dan mengusahakan alam ciptaan Allah dengan Ibu Maria Sesa/Ajamsaru. Pemahaman tentang pelestarian hutan. Hutan sangat penting bagi kehidupan manusia karena ketika kita mau bangun rumah itu hasil dari hutan seperti kayu besi,kayu putih dan sebagainya. Dampak negative yang terjadi adalah penebangan pohon sembarangan. Dampak positif ketika kita melestarikan hutan/alam akan sangat membantu kita untuk mencari nafaka. Implementasinya sudah sangat jelas bahwa kita perlu menjaga dan mengusahakan alam ciptaan Allah dengan Lince Ajamsaru/Srefle. Pemahaman tentang pelestarian hutan kita harus jaga ciptaan Tuhan karena itu adalah karya dari Tuhan. Dampak negatifnya yang terjadi Sesa at. al : Pelestarian Hutan . penebangan pohon sembarangan yang mengakibatkan hutan gundul. Dampak positifnya perlu ada penanaman ulang agar hutan kembali seperti semula. Implementasinya sangat jelas bahwa kita perlu menjaga dan memelihara alam ciptaan Allah dengan baik. PENUTUP Kesimpulan Dari penelitian di atas maka dapat disimpulkan. Jemaat GKI Paulus Sayal Memahami bahwa pelestarian hutan sangat penting karena berdampak pada kelanjutan hidup komunitas masyarakat, sekalipun demikian, realisasi untuk menjaga alam itu sendiri masih kurang dengan adanya tindak penebangan hutan sembarangan. Pelestarian hutan di Jemaat GKI Paulus Sayal memiliki dampak yang positif untuk menjaga nilta alam memberikan pelestarian untuk kelanjutan hidup manusia, dan kelanjutan hidup hewan-hewan ciptaan Allah sehingga perlu untuk terus dijaga dan Implementasi Pengakuan Iman GKI Di Jemaat Paulus Sayal dengan Pengakuan Iman GKI Di Tanah Papua adalah salah satu wujud nyata dari pelaksanaan mandat dan tanggun jawab yang Tuhan Allah percayakan melalui manusia. Sehingga dengannya, wujud nyata Iman yang sungguh kepada Tuhan Allah, maka adalah merupakan sebuah kewajiban bagi masyarakat dan Jemaat untuk menerapkan pelestarian itu dalam tindakan nyata bukan hanya menjaga dan merawat tetapi juga tindakan pemeliharaan dengan melakukan penanaman kembali hasil hutan yang telah di ambil supaya ada pertumbuhan kembali. Saran Pemahaman Jemaat GKI Paulus Sayal terhadap pelestarian hutan harus terus ditingkatkan sampai ke anak cucu sehingga pentinya pelestarian hutan semakin dipahami oleh masyarakat dan Jemaat dan keberlangsungan hidup anak-cucu dapat terjaga Perlu ada reboisasi/penanaman ulang di Jemaat GKI Paulus Sayal agar hutan kembali seperti semula dan terjaga dengan Baik dan perlu ada kesadaran diri pada kita sebagai umat ciptaan Allah karena sudah jelas dalam Pengakuan Iman GKI Di Tanah Papua bahwa kita perlu memelihara,mengusahakan dan menjaga alam ciptaan karena itu adalah salah satu mandat dan tanggun Jawab yang dipercayakan Tuhan untuk kita umat manusia. Eirene Jurnal Ilmiah Teologi Gereja juga harus berperan aktif untuk memberikan pemahaman kepada Jemaat supaya wujud dari mengasihi Tuhan adalah juga mengasihi alam ciptaan Tuhan DAFTAR PUSTAKA