JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) p-ISSN : 2808-8786 . VOL 5. No. Oktober 2025, pp. 128 - 139 e-ISSN : 2798-1355 . http://journal. id/index. php/dinamika DOI : https://doi. org/10. 51903/dinamika. Faktor Keberhasilan Pemasaran Viral di Media Sosial Pada UMKM Banjarengara Siti Laelatul Rodiah1. Kusna Djati Purnama2 Program Studi Manajemen. STIE Studi Ekonomi Modern. Surakarta e-mail: sitilaelatulrodiah@gmail1, kusna@stekom. ARTICLE INFO Article history: Received 3 Juni 2025 Recived in revised form 24 Agustus 2025 Accepted 31 Agustus 2025 Available online 30 Oktober 2025 ABSTRACT The purpose of this study is to determine the effect of content quality, social media platforms, and promotional strategies on the success of viral The research includes 100 MSMEs in the Banjarnegara District that actively use social media for marketing, using purposive sampling techniques. By using SPSS V20 tools to perform multiple linear regression analysis, the statistical results indicate that content quality is not a significant factor affecting the success of viral marketing, while social media platforms and promotional strategies are significant to the success of viral marketing. Keywords: content quality, social media platforms, promotion strategies, viral marketing Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas konten, platfrom media sosial, dan strategi promosi terhadap keberhasilan pemasaran viral. Penelitian mencangkup 100 UMKM di Kecamatan Banjarnegara yang aktif menggunakan media sosial untuk pemasaran, teknik purposive sampling. Dengan menggunakan alat SPPS V20 untuk melakukan analisis regresi linier berganda. Hasil statistik didapat bahwa kualitas konten bukan merupakan faktor yang signifikan mempengaruhi keberhasilan pemasaran viral, sedangkan platfrom media sosial dan strategi promosi yang signifikan terhadap keberhasilan pemasaran viral. Kata Kunci: Konten Kualitas. Platfrom Media Sosial. Strategi Promosi. Pemasaran viral PENDAHULUAN Pengembangan Usaha Mikro. Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi potensi ekonomi yang harus dikuatkan dan dikelola dengan baik. Sebelum era digital. UMKM cenderung bertumpu pada media promosi konvensional, mencangkup pemasangan iklan melalui berbagai saluran seperti tabloid, televisi, majalah, surat kabar, dan radio . Transisi menuju era digital membuka prospek signifikan bagi UMKM umtuk mengkapitalisasi media sosial sebagai instrumen strategis dalam upaya promosi. Platfrom tersebut menawarkan efektivitas biaya yang superior, memungkinkan UMKM untuk memperluas jangkauan audiens serta melakukan ekspansi pasar secara lebih efisien. Kendati demikian, dalam dinamika transformasi digital saat ini. UMKM masih dihadapkan pada serangkaian tantangan di mana salah satu yang paling menonjol adalah persistensi ketergantungan terhadap metode promosi tradisional berbanding terbalik dengan utilitas media sosial sebagai perangkat pemasaran yang relatif terbatas . Received 3 Juni, 2025. Revised 24 Agustus, 2025. Accepted 31 Agustus, 2025 p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Dalam konteks digitalisasi termutakhir, implementasi strategi pemasaran viral melalui platfrom media sosial telah teridentifikasi sebagai, metodologi efektif guna memperkenalkan produk dan jasa secara ekstensif dalam interval waktu yang relatif singkat. Penelitian yang dilakukan oleh . pemasaran viral memfasilitasi informasi secara eksponensial dengan tingkat pengeluaran biaya yang cenderung rendah dan menjadikannya alternatif strategis bagi UMKM yang beroperasi dengan limitasi anggaran Validiasi terhadap potensi ini diperkuat oleh data empiris mengenai utilisasi media sosial di Indonesia. Berdasarkan data yang dirilis oleh . jumlah pengguna media sosial yang aktif di Indonesia 143 juta orang pada Januari 2025, mecangkup 50,2% dari total populasi. Angka ini menegaskan popularitas media sosial sebagai platfrom komunikasi, informasi, dan hiburan utama di Indonesia. Dengan karakteristik pengguna aktif dan tingkat interaksi tinggi, media sosial menjadi kanal pemasaran potensial yang menjangkau para audiens secara luas dan beragam. Keberhasilan strategi pemasaran viral sangat ditentukan oleh beberapa faktor deterimanan. Kualitas konten merupakan aspek kursial yang berkontribusi terhadap peningkatan potensi viralitas. mengemukakan bahwa konten yang memiliki kapabilitas untuk menstimulasi respons emosional, baik bersifat positif maupun negatif, menunjukan kecenderungan lebih tinggi untuk didistribusikan oleh Oleh karena itu, konten yang berisfat kretaif, relevan, dan berdaya tarik menjadi elemen imperative guna menarik perhatian serta menmdorong partisipasi aktif dari audiens. Pemilihan platfrom media sosial yang relevan juga memegang peranan kunci dalam menentukan tingkat efektivitas strategi pemasaran yang diimplementasikan. Media sosial menyediakan berbagai manfat, salah satunya adalah kemudahan dalam penyebaran informasi bagi para pengguna. Strategi Promosi pemasaran viral bagi para bisnis UMKM di wilayah Kecamatan Banjarnegara, melalui pemanfaatan media sosial, dapat diwujudkan melalui penerapan strategi promosi yang inovatif, seperti penyelanggaraan program giveaway, koloborasi dengan influencer, serta pengembangan konten yang interaktif yang secara kolektif berkontribusi signifikan terhadap peningkatan keterlibatan audiens. Berbagi studi telah mengkaji faktor-faktor yang memicu pemasaran viral serta determinan keberhasilan pemasaran digital. Kajian yang dilakukan oleh . yang berjudul AuViral Marketing Sebagai Strategi Pemasaran Melalui Media SosialAy menyimpulkan bahwa konen yang memiliki karakteristik kretaif dan inovatif merupakan komponen esensial dalam pemasaran viral, disebabkan oleh kapasitasnya dalam mengkerasi budaya berbagi konten di media sosial dan peran influencer teridentifikasi memiliki signifikan dalam proses diseminasi konten viral, peningkatan jangkuan, serta ekslasi keterlibatan Berikutnya riset oleh . yang berjudul AuAnalisa Faktor Tingkat Keberhasilan Digital Marketing Lewat Media Sosial FacebookAy mengidentifikasi bahwa kesuksesan pemasaran digital dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain perumusan tujuan yang eksplisit, identifikasi target pasar, penyajian konten yang menarik, penjadwalan publikasi yang optimal, komunikasi yang proaktif, manajemen anggaran yang presisi, serta pemantuan strategi secara berkala. Melengkapi studi-studi tersebut, penelitian . dengan judul AuAnalisis Strategi Pemasaran (Media Sosia. pada Bisnis Usaha. Mikro. Kecil. Menengah UMKM di Era COVID-19 (Studi Kasus di CV Tri Utami Jaya berhasil mempertahankan operasionalnya selama pandemi melalui apliaksi strategi pemasaran berbasis media sosial, promosi produk, serta peningkatan kualitas produk dan layanan. Kebaruan ilmiah dari investigasi ini terletak pada identifikasi keterbatasan studi empiris yang secara spesifik memfokuskan analisis pada UMKM yang beroperasi di wilayah Kecamatan Banjarnegara. Myoritas penelitian cenderung menitikberatkan pada korporasi berskala besar atau berlokasi di area perkotaan sehingga, riset ini diproyeksikan dapat mengisi celah literatur tersebut. Dengan melakukan pengkajian terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pemasaran viral melalui media sosial pada UMKM di Kecamatan Banjarnegara. Penelitian ini berpotensi memberikan kontribusi yang signifikan, baik bagi pengembangan akademis maupun praktik bisnis. Faktor Keberhasilan Pemasaran Viral di Media Sosial Pada UMKM Banjarnegara (Siti Laelatul Rodiah,et a. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Adanya latar belakang permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kualitas konten, platfrom media sosial, dan strategi promosi terhadap keberhasilan pemasaran viral di media sosial pada UMKM di Kecamatan Banjarnegara. Secara teoritis, hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah ilmu manajemen pemasaran digital, khususnya faktor-faktor pemicu pemasaran viral. Secara Praktis temuan ini diharapkan memeberikan panduan konkrit bagi UMKM di Kecamatan Banjarnegara dapat merancang strategi pemasaran viral lebih efektif, serta menjadi referensi bagi pemerintah dalam program pengembangan UMKM. TINJAUAN PUSTAKA 1 Kualitas Konten Menurut . konten yang baik harus relevan dengan audiens yang ditargetkan serta mampu memberikan nilai informatif dan hiburan. Kualitas konten diwakili bagaimana sepotong konten memiliki keunikan, kreativitas, dan daya tarik sehingga memenuhi harapan konsumen dan menghasilkan minat dalam memperluas langganan untuk pelanggan. Kualitas konten dimaknai sebagai evaluasi subjektif konsumen terhadap akurasi, komprehensivitas, relevansi, serta aktualitas informasi yang berkaitan dengan suatu merek pada platfrom media sosial . Kualitas konten memiliki keterkaitan erat dengan kesadaran merek dalam meningkatkan mutu konten yang dipublikasikan pada laman media sosial, yang artinya semakin tinggi pula kesadaran merek di kalangan pengguna media sosial . Pengukuran kualitas konten terdiri dari 5 indikator . Educates ( Mengedukasi ) Mengedukasi yang artinya konten harus mampu memberikan edukasi atau meningkatkan pengetahuan, sikap, serta keterampilan audiens dan diharapkan memberikan nilai edukatif bagi pengguna media sosial. Informs ( Memberikan Informasi ) Konten harus menyajikan informasi yang bermanfaat bagi audiens, yang diolah dari fakta menjadi data yang tersusun dengan baik sehingga mudah dipahami. Oleh karena itu, konten diharapkan mampu menyampaikan informasi yang relevan dan bermanffat di media sosial. Connects ( Menghubungkan antar konten ) Konten perlu membangun dan menjaga hubungan yang baik antara berbagai pihak yang terlibat, melalui konten diharapkan tercipta keterhubungan antara pengguna media sosial satu dengan yang lainnya. Entertains ( Menghibur ) Konten harus bersifat menarik dan mampu memberikan hiburan kepada audiens, baik untuk mengatasi kebosanan maupun mengisi waktu luang. Creates Trustworthiness ( Menghasilkan Kepercayaan ) Konten harus mampu membangun kepercayaan audiens sehingga perlu disajikan dengan kredibilitas yang tinggi sehingga pengguna media sosial merasa bahwa konten tersebut layak 2 Platfrom Media Sosial Media sosial adalah sarana atau platfrom yang digunakan untuk memfasilitasi interaksi antara pengguna dan memiliki komunikasi dua arah, membangun citra diri atau profil pribadi, dan juga berfungsi sebagai media pemasaran untuk perusahaan. Pemanfaatan media sosial yang mudah diterapkan, seperti instagram dapat dilihat oleh konsumen potensial dan mereka dapat menjadi pengikut di akun tersebut. Konten visual seperti foto dan video di media sosial telah terbukti lebih efektif dalam menangkap perhatian konsumen dibandingkan dengan konten berbasis teks . Pengukuran platfrom media sosial terdiri dari 2 indikator : JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) Vol. No. Oktober 2025, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Kemudahan mencari informasi Dalam aktivitas belanja melalui media sosial, salah satu faktor utama yang menjadi pertimbangan bagi konsumen adalah kemudahan dalam penggunaan platfrom tersebut. Kemudahan ini berkaitan erat dengan bagaimana sistem operasional dalam melakukan transaksi secara online. Kepercayaan terhadap media sosial Faktor lain yang menjadi pertimbangan utama bagi pemebli dalam transaksi daring adalah tingkat kepercayaan terhadap produk yang di jual. Kepercayaan konsumen terhadap suatu situs belanja di media sosial sangat dipengaruhi oleh tingkat popularitas platfrom tersebut. 3 Strategi Promosi Strategi promosi merupakan pendekatan yang terencana dan sistematis untuk mempengaruhi konsumen agar tertarik pada produk atau layanan yang ditawarkan. Promosi adalah salah satu elemen utama dalam bauran pemasaran yang bertujuan untuk menyampaikan informasi yang relevan mengenai perusahaan atau produk guna mempengaruhi calon pembeli. Tujuan promosi meliputi peningkatkan penjualan, pembentukan citra produk, dan stabilisasi penjualan. Pengukuran strategi promosi terdiri dari 4 inidikator . Personal Selling Mass Seling Public Relations (Hubungsn Masyaraka. Direct Marketing 4 Keberhasilan Pemasaran Viral Menurut . pemasaran viral mengandalkan media sosial dan konten yang menarik untuk memperluas jangkauan pemasaran dengan cepat. Keberhasilan pemasaran viral berusha membuat konsumen secara sukarela menyebarkan informasi tentang produk melalui berbagai saluran komunikasi di media sosial. Pengukuran keberhasilan pemasaran viral terdiri dari 5 indikator : Jangkauan (Reac. untuk mengukur jumlah orang yang terpapar pesan pemasaran viral melalui lalu lintas situs web, pembagian media sosial, dan penayangan video. Keterlibatan (Engagemen. untuk mengukur tingkat interaksi seperti suka, komentar, dan bagikan di media sosial serta klik pada ajakan bertindak . all-to-actio. Konversi (Conversio. untuk mengukur jumlah orang yang mengambil tindakan sebagai hasil dari pesan pemasaran seperti pendaftaran dan pembelian. Kesadaran Merek untuk mengukur tingkat pengakuan dan ingatan orang terhadap merek sebagai hasil dari kampanye pemasaran viral. Loyalitas Pelanggan untuk mengukur sejauh mana kampanye meningkatkan hubungan jangka panjang antara merek dan pelanggan. 5 Hipotesis H1 : Kualitas konten berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan pemasaran viral. Faktor Keberhasilan Pemasaran Viral di Media Sosial Pada UMKM Banjarnegara (Siti Laelatul Rodiah,et a. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 H2 : Platfrom media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan pemasaran H3 : Strategi Promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan pemasran viral. H4 : Kualitas konten, platfrom media sosial, strategi promosi berpengaruh positif dan slimutan terhadap keberhasilan pemasaran viral. METODOLOGI PENELITIAN 1 Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pemasaran viral. Fokus utama penelitian ini adalah kualitas konten, paltfrom media sosial, dan strategi promosi sebagai variabel independen, yang diduga kuat berperan dalam membentuktingkat keberhasilan pemasaran viral. Dalam kerangka penelitian ini, keberhasilan pemasaran viral berperan sebagai variabel dependen yang akan dianalisis interaksinya dengan ketiga variabel independen. 2 Jenis dan Sumber Data Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Penelitian yang dilakukan oleh . data primer adalah sumber data yang secara langsung menyediakan informasi kepada pengumpul data. Pada penelitian ini, data primer diperoleh melalui kuesioner. Data sekunder yaitu beberapa data yang tidak secara langsung memberikan data kepada pengumpul data. Data sekunder seperti buku, jurnal, artikel dan sumber bacaan lainnya yang berkaitan dengan variabel-variabel penelitian ini. 3 Variabel Penelitian Penelitian ini meliputi variabel bebas (X) yang terdiri dari kualitas konten, platfrom media sosial, strategi promosi dan variabel terikat (Y) yaitu keberhasilan pemasaran viral. 4 Metode Pengumpulan Data Penelitian ini memanfaatkan kuesioner sebagai instrument utama dalam pengumpulan data. Kuesioner dipilih sebagai teknik analisis data yang efisien, khususnya bila peneliti telah mengetahui dengan jelas variabel yang akan diukur serta ekspetasi terhadap respon dari partisipan. Konsep pernyataan dalam kuesioner dapat mempengaruhi tanggapan responden. Setiap item pernyataan dalam instrument penelitian ini dirancang dengan lima alternatif respons yang didasarkan pada skala penilaian bertingkat. Alokasi bobot skor untuk masing-masing alternatif respons tersebut adalah: skor 1 merepresentasikan pilihan sangat tidak setuju (STS), skor 2 untuk tidak setuju (TS), skor 3 untuk netral (N). Skor 4 untuk Setuju (S), dan skor 5 untuk sangat setuju (SS), yang diterapkan pada setiap pernyataan. 5 Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah para pelaku UMKM di Kecamatan Banjarnegara yang aktif menggunakan media sosial sebagai pemasaran, akan tetapi jumlah populasi yang tidak diketahui secara pasti. Dalam penelitian ini, proses pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan atau kriteria tertentu yang harus dipenuhi. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah para pelaku UMKM yang berada di Kecamatan Banjarnegara. Penelitian jumlah sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus Lemeshow, pendekatan rumus Lemeshow dapat diterapkan dalam penelitian yang jumlah total populasinya tidak diketahui secara pasti. Adapun perhitungan jumlah sampel menggunkan rumus Lemeshow adalah sebagai berikut : JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) Vol. No. Oktober 2025, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 ycs . Oe ycE) ycc 1,96 . 0,5. Oe 0,. ycu = 3,8416 . 0,25 ycu = ycC. 1,96 . 0,5. Oe 0,. ycu = n = 96,04 Disesuiakan oleh peneliti menjadi 100 responden. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk menilai tingkat akurasi antara data yang sebenarnya ada pada objek penelitian dengan data yang berhasil dikumpulkan oleh peneliti. Kriteria validitas suatu butir pertanyaan dalam instrument penelitian ditetapkan valid apabila nilai koefisien korelasi hitung . lebih besar dari nilai koefisien korelasi table . -tabe. dengan nilai tingkat kepercayaan 95% pada Tingkat signifikansi a=0. 05, kemudian degree of freedom . n-2 dimana n adalah jumlah sample, jadi df = 30-2 = 28 adalah 0. Tabel 1. Hasil Uji Validitas Variabel Kualitas Konten (X. Platfrom Media Sosial (X. Strategi Promosi (X. R HITUNG R TABEL KETERANGAN VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID Faktor Keberhasilan Pemasaran Viral di Media Sosial Pada UMKM Banjarnegara (Siti Laelatul Rodiah,et a. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID Keberhasilan Pemasaran VALID Viral (Y) VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID Sumber: data primer . , 2025 Tabel yang disajikan menunjukan bahwa seluruh item pernyataan telah memenuhi syarat Hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien korelasi yang diperoleh dari perhitungan untuk masing-masing pernyataan lebih besar dibandingkan nilai standar rujukan . 2 Uji Reliabilitas Uji reliabilitas adalah pengujian untuk menilai sejauh mana instrumen dapat memberikan hasil yang stabil dan konsisten. Menurut . , reliabilitas atau kehandalan suatu kuesioner ditunukan oleh konsistensi atau stabilitas jawaban responden terhadap pernyataan-pernyataan yang diajukan dari waktu ke waktu. Lebih lanjut, kriteria kuantitatif reliabilitas suatu variabel terpenuhi apabila nilai koefisien CronbachAos Alpha yang dihasilkan lebih dari nilai 0. Tabel 2. Hasil Uji Reliabilitas Variabel Nilai Cronbach Alpha Hasil Reliabilitas Coeffecient SPSS Keterangan Kualitas Konten (X. Reliabel Platfrom Media Sosial Reliabel (X. Strategi Promosi (X. Reliabel Keberhasilan Pemasaran Reliabel Viral (Y) Sumber: data primer . , 2025 Setelah dilakukan analisis komprehensif terhadap data pada Tabel 2, teridentifikasi bahwa koefisien CronbachAos Alpha berada di atas batas kritis 0,60. Hasil pengujian ini membuktikan bahwa semua pernyataan untuk setiap variabel menunjukan tingkat konsistensi yang reliabel. 3 Uji Multikolinearitas JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) Vol. No. Oktober 2025, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Menurut . Ghozali . , multikolinearitas terjadi ketika terdapat hubungan langsung yang terlalu kuat di antara beberapa variabel bebas, yang dapat mempengaruhi rasionalitas model. Untuk mengidentifikasi adanya multikolinearitas, pemeriksaan dilakukan menggunakan Variance Inflation Factor (VIF) dengan ketentuan berikut ini : Jika VIF < 10, maka tidak ada multikolinearitas. Jika Tolerance > 0,1, maka tidak ada multikolinearitas Tabel 3. Hasil Uji Multikolinertas Variabel Tolerance VIF Keterangan Kualitas Konten 720 Tidak ada multikolinearitas Platfrom Media Sosial 128 Tidak ada multikolinearitas Strategi Promosi 665 Tidak ada multikolinearitas Sumber: data primer . , 2025 Tabel 3 menunjukan bahwa semua variabel yang diuji memiliki nilai toleransi di atas 0,1 dan nilai VIF di bawah 10. Temuan ini mengindikasikan tidak adanya gejala multikolinearitas dalam penelitian ini. 4 Uji Heteroskedastisitas Uji glejser dapat digunakan untuk menilai apakah variabel bebas yang signifikan memengaruhi variabel terikat, yang menunjukkan adanya heteroskedastisitas. Dengan asumsi tingkat signifikansi di atas 5% . , besar kemungkinan bahwa model regresi tidak mengindikasikan adanya heteroskedastisitas. Tabel 4. Hasil Uji Heteroskedastisitas Coefficientstsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Sig. Std. Error Beta (Constan. Kualitas Konten Platfrom Media Sosial -. Strategi Promosi Dependent Variable: ABS_RES Sumber: data primer . , 2025 Berdasarkan hasil uji Glejser yang terlihat pada Tabel 4, semua variabel kualitas konten, platfrom media sosial, dan strategi promosi memiliki nilai signifikan yang lebih besar dari 0. 05 yang masing masing memiliki nilai signifikan 0. 860 untuk kualitas konten, 0. 329 untuk platfrom media sosial, dan 0. 674 untuk strategi promosi. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak mengandung gejala heteroskedastisitas. Model 5 Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan dengan pendekatan Kolmogorov-Smirnov. Dengan tingkat signifikansi 5% . , apabila nilai Asymp. Sig. -taile. lebih besar dari 5%, ini sering kali menunjukkan bahwa variabel tersebut berdistribusi normal. Tabel 5. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Faktor Keberhasilan Pemasaran Viral di Media Sosial Pada UMKM Banjarnegara (Siti Laelatul Rodiah,et a. p-ISSN : 2808-8786 Normal Parameters Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative e-ISSN : 2798-1355 DE-7 Kolomogrov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Sumber: data primer . , 2025 Dari Tabel 5 didapat nilai Sig. Asym 0. 185 > 0. 05 dipastikan data sudah berdistribusi 6 Analisis Regresi Berganda Tabel berikut menyajikan hasil analisis regresi linier berganda yang diolah menggunakan perangkat lunak SPSS. Tabel 6. Hasil Uji Analisis Regresi Berganda Variabel Unstandardized Coefficients Kualitas Konten Platfrom Media Sosial Strategi Promosi Sumber: data primer . , 2025 Hasil yang diperoleh dari persamaan linier regresi berganda : Keberhasilan Pemasaran Viral = 11. Konstansa = 11. 701 apabila variabel bebas nilainya adalah 0, maka keberhasilan pemasaran viral akan bernilai 11. Variabel kualitas konten koefisien = 0. 187 berpengaruh positif namun tidak signifikan secara statistik pada a=5% (Sig. Platfrom media sosial koefisien= 0. 669 berpengaruh positif dan signifikan (Sig. Strategi Promosi koefisien= 0. 457 berpengaruh positif dan signifikan (Sig. 7 Uji Koefisien Determinasi (R. Menurut . , uji koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan masing-masing variabel yang digunakan dalam penelitian. Tabel 7. Hasil Uji Koefisien Determinasi Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Sumber: data primer . , 2025 Berdasarkan data yang tersaji pada Tabel, nilai koefisien determinasi yang disesuaikan (Adjusted R Squar. diperoleh sebesar 0. Hal ini mengindiaksikan bahwa sebesar 69,6% varians dalam keberhasilan pemasaran viral dipengaruhi oleh variabel kualitas konten, platfrom media sosial, dan strategi promosi sedangakan sisanya sebesar 30,4% varians keberhasilan pemasaran viral dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model regresi yang diuji dalam penelitian ini 8 Uji T Pengujian ini bertujuan untuk menguji pengaruh variabel independen . ualitas konten, platfrom media sosial, dan strategi promos. terhadap variabel dependen . eberhasilan strategi pemasaran vira. secara terpisah atau parsial. Tabel 8. Hasil Uji T Model Batas Signifikan JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) Nilai Signifikan Vol. No. Oktober 2025, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Kualitas Konten Platfrom Media Sosial Strategi Promosi Sumber: data primer . , 2025 Hipotesis 1 : Pengujian pengaruh parsial Kualitas Konten terhadap Keberhasilan Pemasaran Viral menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0. 094 , yang melebihi batas signifikansi a = 0. Dengan demikian, hipotesis 1 ditolak, mengindikasikan bahwa secara parsial, kualitas konten tidak memiliki pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap keberhasilan pemasaran viral dalam konteks penelitian ini. Hipotesis 2 : Pengujian pengaruh parsial platfrom media sosial terhadap keberhasilan pemasaran viral menunjukan nilai signifikansi sebesar 0. 010, yang kurang dari batas signifikansi a = 0. Oleh karena itu, hipotesis 2 diterima, yang berarti bahwa secara parsial, platfrom media sosial memiliki pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap keberhasilan pemasara viral. Hipotesis 3 Pengujian pengaruh parsial strategi promosi terhadap keberhasilan pemasaran viral menunjukan nilai signifikansi sebesar 0. 001, yang kurang dari batas signifikansi a = 0. Oleh karena itu, hipotesis 2 diterima, yang berarti bahwa secara parsial, strategi promosi memiliki pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap keberhasilan pemasara viral. 9 Uji F Dalam penelitian ini pengujian hipotesis secara simultan bertujuan untuk mengukur besarnya pengaruh variabel independen yaitu kualitas konten, platfrom media sosial, dan strategi promosi serta keberhasilan pemasaran viral sebagai variabel dependen. Tabel 9. Hasil Uji F Model Sum of Squares df Mean Square F Regression 2237. Residual Total Sumber: data primer . , 2025 Berdasarkan hasil uji F yang disajikan dalam tabel ANOVA, diperoleh nilai signifikansi . -valu. Nilai probabilitas ini secara signifikan lebih rendah dibandingkan dengan batas Tingkat signifikansi yang lazim digunakan dalam penelitian, yaitu a = 0,05. Implikasi dari temuan ini adalah bahwa secara slimutan, variabel-variabel independen yang meliputi Kualitas Konten. Platfrom Media Sosial, dan Strategi Promosi, memiliki pengaruh yang signifikansi secara statistik terhadap variabel dependen, yaitu Keberhasilan Pemasaran Viral. 10 Pembahasan Pengaruh Kualitas Konten (X. Terhadap Keberhasilan Pemasaran Viral Hasil uji hipotesis menunjukan nilai signifikasi sebesar 0. 094 lebih besar dari 0,05. Dengan demikian maka hipotesis pertama (H. menyatakan bahwa Kualitas Konten berpengaruh terhadap Keberhasilan Pemasaran Viral ditolak Penelitian ini tidak sesuai dengan hasil Faktor Keberhasilan Pemasaran Viral di Media Sosial Pada UMKM Banjarnegara (Siti Laelatul Rodiah,et a. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 penelitian yang dilakukan . yang mendapatkan hasil bahwa variabel kualitas konten dalam menciptakan konten yang menarik berpengaruh secara signifikan terhadap keberhasilan pemasaran viral menggunakan Facebook. Pengaruh Platfrom Media Sosial terhadap Keberhasilan Pemasaran Viral Hasil uji hipotesis parsial menunjukan bahwa strategi promosi berpengaruh secara signifikan dengan nilai signifikansi 0. 010, sehingga hipotesis kedua (H. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh . mendapatkan hasil platfrom media sosial berpengaruh terhadap keberhasilan pemasaran viral. Pengaruh Strategi Promosi terhadap Keberhasilan Pemasaran Viral Hasil uji hipotesis parsial menunjukan bahwa strategi promosi berpengaruh secara signifikan dengan nilai signifikansi 0. 001, sehingga hipotesis ketiga (H. diterima Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh . mendapatkan hasil strategi promosi berpengaruh terhadap keberhasilan pemasaran viral. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh . mendapatkan hasil strategi promosi berpengaruh terhadap keberhasilan pemasaran KESIMPULAN DAN SARAN Dapat disimpulkan bahwa platfrom media sosial dan strategi promosi yang hanya berpengaruh terhadap keberhasilan pemasaran viral, sedangkan kualitas konten tidak berpengaruh terhadap keberhasilan pemasaran viral, akan tetapi kulitas konten, platfrom media sosial dan strategi promosi berpengaruh bersama-sama secara slimutan terhadap keberhasilan pemasaran viral. Berdasarkan hasil penelitian, maka saran yang dapat diberikan adalah : Bagi Peneliti Selanjutnya : Disarankan untuk menambah variabel moderasi atau mediasi dan memperdalam analisis terhadap dimensi kualitas konten yang lebih spesifik dari perspektif audiens, mempertimbangkan evolusi viralitas dari waktu ke waktu. Bagi Pelaku UMKM : Penulis berharap agar pelaku UMKM untuk tidak berfokus pada pembuatan konten yang menarik, tetapi juga mengoptimalkan strategi promosi dan pemilihan platfrom media sosial yang sesuai dengan target pasar. DAFTAR PUSTAKA