753 JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 POTENSI PENGEMBANGAN AGROWISATA DI DESA LABUAPI - LOMBOK BARAT Oleh Aldimas Arya Pramuditha1. Halus Mandala2. Lalu M. Iswadi Athar3 1,2,3 Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram Email : Aaldimasarya@gmail. com, 2halusmandala@gmail. com, 3iswadiathar@gmail. Article History: Received: 09-10-2024 Revised: 11-10-2024 Accepted: 13-10-2024 Keywords: Potensi. Pengembangan & Agrowisasta. Abstract : Desa Laporan Tugas Akhir ini mengidentifikasi tentang Potensi Pengembangan Agrowisata Desa Labuapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi yang dimiliki Agrowisata Desa Labuapi, dan Merumuskan Daya Dukung yang harus ada dalam pengembangan Agrowisata. Penelitian secara deskriptif menggambarkan dari informasi tentang Agrowisata Desa Labuapi. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa. Agrowisata Desa Labuapi sangat potensial untuk dikembangkan, karena memiliki potensi yang menarik bagi Dalam pengembangan Agrowisata Desa Labuapi ini ternyata masih mengalami berbagai kendala yang ada, antara lain. Kendala fasilitas wisata yang belum terpenuhi dan masih kurangnya daya dukung agrowisata. Kesimpulan yang dapat diambil adalah Potensi yang terdapat di Agrowisata Desa Labuapi sangat menarik untuk dikembangkan, agar dapat dikenal oleh khalayak umum dan peran pemerintah desa serta pihak pengelola dalam strategi pengembangan agrowisata tersebut sangat diperlukan agar terciptanya kawasan agrowisata yang potensial untuk dikunjungi para PENDAHULUAN Pariwisata berbasis pertanian atau agrowisata semakin menjadi tren di berbagai daerah di Indonesia. Agrowisata tidak hanya menawarkan keindahan alam pedesaan, tetapi juga memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk terlibat langsung dalam aktivitas pertanian dan Hal ini tidak hanya dapat menjadi alternatif sumber pendapatan bagi masyarakat lokal, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian lingkungan dan budaya setempat. Desa Labuapi yang terletak di Kabupaten Lombok Barat. Provinsi Nusa Tenggara Barat, memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan sebagai destinasi agrowisata. Hal ini tercermin dari keputusan pemerintah desa yang menetapkan Desa Labuapi sebagai Desa Agrowisata berdasarkan Peraturan Desa No. 12 Tahun 2022. Berdasarkan Informasi dari Sekretaris Desa Surat Ketetapan masih dalam tahap proses pengajuan di Dinas Pariwisata untuk ditetapkan menjadi Agrowisata Desa Labuapi. Desa Labuapi memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan sebagai destinasi Desa ini kaya akan sumber daya alam, terutama di sektor pertanian dan perkebunan, seperti perkebunan Jambu Kristal. Golden Melon, dan Anggur merah, serta pertanian tanaman a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 pangan seperti padi, jagung, dan sayuran. Selain itu, desa ini juga memiliki pemandangan alam yang indah, seperti sawah berteras, serta budaya dan kearifan lokal masyarakat setempat yang Meskipun Desa Labuapi memiliki potensi yang besar untuk agrowisata, belum ada penelitian mendalam mengenai potensi dan daya dukung agrowisata di desa ini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi pengembangan agrowisata di Desa Labuapi serta menganalisis daya dukung terhadap potensi agrowisata. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya dalam merancang strategi pengembangan agrowisata di Desa Labuapi. LANDASAN TEORI Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teori Agrowisata. Agrowisata berasal dari istilah bahasa inggris yaitu Agrotourism. Agro artinya pertanian dan tourism diartikan pertanian. Jadi agrotourism merupakan perpadauan antara pariwisata dan pertanian dimana pengunjung dapat mengunjungi kebun pertanian tersebut untuk membeli produk, menikmati pertunjukan, mengambil bagian dari aktivitas atau areal perkebunan teresbut. Menurut Utama . memberikan definisi agrowisata dari beberapa perspektif pertanian agrowisata merupakan suatu usaha bisnis dibidang pertania dengan menekankan kepada penjualan jasa kepada konsumen. Agrowisata dari perspektif pariwisata merupakan bagian dari wisata alam yang memiliki etika perencanaan dan filosofis pro Pembangunan pertanian pada dasarnya merupakan salah satu sistem pembangunan yang tidak kalah pentingnya dalam mendukung keberhasilan pembangunan nasional. Pembangunan pertanian dapat berjalan dengan adanya lima syarat pokok, namun percepatan pembangunan pertanian diperlukan dukungan faktor-faktor pelancar yang berhubungan dengan geraknya sumber daya manusia dan pendayagunaan sumber daya alam secara optimal agar mencapai produktivitas yang tinggi serta mencapai tujuan pembangunan secara jelas dan terfokus. Syarat pokok pembangunan pertanian meliputi: adanya pasar untuk hasil-hasil usahatani, teknologi yang senantiasa berkembang, tersedianya bahan-bahan dan alat-alat produksi secara lokal, adanya perangsang produksi bagi petani, dan tersedianya pengangkutan yang lancar dan kontinyu (Mosher, 1. Dimensi manajemen dipertegas lagi sesuai dengan fungsi-fungsi manajemen, yang oleh Terry . di istilahkan dengan POAC, yang merupakan singkatan dari Planning. Organizing. Actuating, dan Controlling. Terdapat pula bebearapa konsep yang peneliti gunakan yaitu konsep potensi wisata, konsep pengembangan pariwisata dan konsep agrowisata. Pengembangan pariwisata menurut Pitana . 5 : . yang di kutip oleh Wardana . 7 : . adalah kegiatan untuk memajukan suatu tempat atau daerah yang dianggap perlu ditata sedemikian rupa baik dengan cara memelihara yang sudah berkembang atau menciptakan yang baru. Dalam istilah sederhana, agritourism didefinisikan sebagai perpaduan antara pariwisata dan pertanian di mana pengunjung dapat mengunjungi kebun, peternakan, atau menikmati pertunjukan, mengambil bagaian aktifitas, makan suatu makanan atau melewatkan malam bersama di suatu areal perkebunan atau taman. Sementara di sisi lain, menurut Utama dan Junaedi . METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kualitatif yang digunakan untuk megetahui dan menggali lebih dalam kejadian yang terdpat di lokasi penelitian . pengumpulan data yang peneliti gunakan yaitu : https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 . Observasi guna untuk menjadi acuan terhadap konsep potensi agrowisata di Desa Labuapi. Lombok Barat. wawancara dalam penelitian ini yang menjadi narasumber yaitu Kelompok Petani Agrowisata Desa Labuapi dan Kepala Desa Labuapi. Wawancara sebagai metode penelitian yang digunakan untuk mencari data kepada narasumber mengenai : Potensi agrowisata di Desa Labuapi Lombok Barat, dan Daya Dukung yang di perlukan untuk pengembangan agrowisata di Desa Labuapi Lombok Barat. Dokumentasi dalam penelitian ini untuk mengumpulkan data, gambar dan merekam hasil diskusi/wawancara selama penelitian seperti buku profil Desa Labuapi, dokumentasi gambar untuk menunjukkan kondisi sarana dan prasarana, kegiatan wawancara, dan kondisi fisik kawasan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis dekskriptif kualitatif dari Milles dan Huberman dalam Sugiyono . 0 : . mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Adapaun langkah Ae langkahnya, sebagai berikut : 1. Pengumpulan Data 2. Reduksi Data 3. Penyajian Data 4. Penarikan Kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Potensi Agrowisata Desa Labuapi merupakan desa yang terletak di kecamatan Labuapi Lombok Barat. Desa Labuapi memiliki potensi wisata budaya serta potensi agrowisata. Potensi Agrowisata Desa Labuapi memiliki potensi yang besar untuk pengembangan agrowisata. Desa ini terletak di kawasan pedesaan dengan pemandangan alam yang indah, didominasi oleh lahan pertanian dan perkebunan. Beberapa komoditas utama yang sudah berjalan dan dihasilkan antara lain seperti Golden Melon. Jambu kristal, anggur merah. Jagung manis dan padi. Gambar 1. Potensi agrowisata Jambu Kristal Sumber: Dokumentasi Pribadi 10 Juni 2024 Agrowisata Desa Labuapi adalah salah satu destinasi agrowisata yang terletak di Kabupaten Lombok Barat. Nusa Tenggara Barat. Desa ini memiliki potensi yang besar dalam pengembangan agrowisata, salah satunya adalah budidaya jambu kristal. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 Jambu kristal adalah salah satu varietas jambu biji yang memiliki keunikan, yaitu buahnya yang transparan dan teksturnya yang renyah. Jambu kristal memiliki beberapa keunggulan, antara Rasa yang manis dan segar Kandungan vitamin C yang tinggi Tekstur yang renyah dan segar Tampilan yang menarik dengan warna buah yang transparan. Potensi agrowisata jambu kristal di Desa Labuapi adalah sebagai berikut: Lahan yang Sesuai Desa Labuapi memiliki kondisi iklim dan tanah yang cocok untuk budidaya jambu kristal. Suhu udara yang sejuk dan curah hujan yang cukup mendukung pertumbuhan tanaman jambu kristal. Pengalaman Petani Masyarakat Desa Labuapi sudah lama berpengalaman dalam budidaya tanaman jambu, termasuk jambu kristal. Pengetahuan dan keterampilan petani dapat menjadi modal dalam pengembangan agrowisata jambu kristal. Daya Tarik Wisata Keunikan dan keindahan buah jambu kristal dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan. Aktivitas panen, pengolahan, dan pemanfaatan jambu kristal dapat menjadi pengalaman menarik bagi pengunjung. Diversifikasi Produk Selain buah segar, jambu kristal dapat diolah menjadi berbagai produk olahan, seperti jus, selai, sirup, dan lain-nya. Produk olahan jambu kristal dapat menjadi oleh-oleh khas daerah yang menarik bagi Gambar 2. Potensi Agrowisata Anggur Merah Sumber: Dokumentasi Pribadi 10 Juni 2024 Agrowisata Desa Labuapi tidak hanya memiliki potensi dalam budidaya jambu kristal, tetapi juga dalam pengembangan agrowisata anggur merah. Anggur merah adalah salah satu komoditas pertanian yang dapat dikembangkan di daerah ini. Beberapa potensi agrowisata anggur merah di Desa Labuapi: https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 Kesesuaian Iklim dan Lahan Desa Labuapi memiliki iklim tropis yang sesuai untuk budidaya anggur merah. Kondisi tanah yang subur dan curah hujan yang cukup mendukung pertumbuhan tanaman Pengalaman Petani Masyarakat Desa Labuapi sudah memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam budidaya tanaman buah-buahan, termasuk anggur. Keahlian petani dapat menjadi modal dalam pengembangan agrowisata anggur merah. Diversifikasi Produk Selain buah segar, anggur merah dapat diolah menjadi berbagai produk olahan, seperti jus, anggur, selai, dan lain-nya. Produk olahan anggur merah dapat menjadi oleh-oleh khas daerah yang menarik bagi Daya Tarik Wisata Keindahan kebun anggur merah dan proses budidaya dapat menjadi daya tarik bagi Aktivitas panen, pengolahan, dan pemanfaatan anggur merah dapat menjadi pengalaman menarik bagi pengunjung. Potensi Ekonomi Pengembangan agrowisata anggur merah dapat meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Labuapi. Keberadaan agrowisata dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, baik di sektor pertanian maupun pariwisata. Gambar 3. Potensi Agrowisata Golden Melon Sumber: website Desa Labuapi Golden melon adalah salah satu jenis melon yang memiliki banyak keunggulan, seperti rasa yang manis, tekstur yang lembut, dan penampilan yang menarik. Desa Labuapi. Lombok Barat memiliki potensi yang baik untuk mengembangkan agrowisata golden melon, antara lain: Kesesuaian Iklim dan Lahan Desa Labuapi memiliki iklim tropis yang sesuai untuk budidaya golden melon. Kondisi tanah yang subur dan ketersediaan air yang cukup mendukung pertumbuhan tanaman melon. Pengalaman Petani a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 Masyarakat Desa Labuapi sudah memiliki pengalaman dalam budidaya tanaman hortikultura, termasuk melon. Pengetahuan dan keterampilan petani dapat menjadi modal dalam pengembangan agrowisata golden melon. Diversifikasi Produk Selain buah segar, golden melon dapat diolah menjadi berbagai produk olahan, seperti jus, es krim, selai, dan lain-nya. Produk olahan golden melon dapat menjadi oleh-oleh khas daerah yang menarik bagi Daya Tarik Wisata Keindahan kebun golden melon dan proses budidaya dapat menjadi daya tarik bagi Aktivitas panen, pengolahan, dan pemanifaatan golden melon dapat menjadi pengalaman menarik bagi pengunjung. Potensi Ekonomi Pengembangan agrowisata golden melon dapat meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Labuapi. Keberadaan agrowisata dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, baik di sektor pertanian maupun pariwisata. Dengan memanfaatkan potensi-potensi tersebut. Agrowisata Desa Labuapi dapat mengembangkan agrowisata golden melon sebagai salah satu daya tarik utama. Pengembangan ini dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, melestarikan budaya pertanian, dan meningkatkan daya tarik wisata di daerah tersebut. Gambar 4. Akses menuju agrowisata Desa Labuapi Sumber: website google earth Akses menuju Agrowisata Desa Labuapi terbilang cukup mudah dan terjangkau. Desa Labuapi dapat ditempuh melalui jalan raya utama di Pulau Lombok, yaitu Jalan Raya Lintas Selatan. Dari Kota Mataram, jarak tempuh ke Desa Labuapi sekitar 1-1,5 jam perjalanan menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum. Jalan menuju Desa Labuapi umumnya dalam kondisi baik dan beraspal, sehingga mudah dilalui. Tersedia berbagai pilihan transportasi umum yang dapat digunakan, seperti bus, taxi, atau ojek online. Di area Agrowisata Desa Labuapi tersedia lahan parkir yang cukup luas dan memadai untuk pengunjung yang datang dengan kendaraan pribadi. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 Terdapat rambu-rambu penunjuk arah dan petunjuk lokasi yang jelas menuju Agrowisata Desa Labuapi. Papan penunjuk arah dipasang di titik-titik strategis sepanjang perjalanan, sehingga pengunjung dapat dengan mudah menemukan lokasi. Dengan kondisi aksesibilitas yang baik. Agrowisata Desa Labuapi dapat dengan mudah dijangkau oleh para pengunjung, baik yang datang dari Kota Mataram maupun dari daerah lain di Pulau Lombok. Agrowisata Desa Labuapi dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung untuk memberikan pengalaman yang nyaman dan menyenangkan bagi pengunjung, di antaranya: Gambar 6. Fasilitas agrowisata Desa Labuapi Sumber: Dokumentasi Pribadi Area Pertanian dan Perkebunan: Lahan pertanian dan perkebunan yang luas, dengan beragam tanaman hortikultura seperti melon, sayuran, buah-buahan, dan tanaman hias. Fasilitas untuk aktivitas petik buah, dan melihat proses budidaya tanaman. Gambar 7. Fasilitas Agrowisata Desa Labuapi Sumber: Dokumentasi Pribadi a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 Warung/resto yang menyajikan makanan dan minuman khas daerah, seperti aneka olahan agrowisata seperti jus melon. Dapur umum untuk demonstrasi pembuatan hidangan lokal. Gambar 8. Fasilitas Agrowisata Desa Labuapi Sumber: Dokumentasi Pribadi Fasilitas Penunjang Lainnya: Toilet/kamar mandi umum yang bersih dan terawat. Tempat ibadah, area parkir yang luas, serta pos keamanan. Gambar 9. Fasilitas Agrowisata Desa Labuapi Sumber: Dokumentasi Pribadi Area Rekreasi dan Edukasi: Taman bermain dan area outbound untuk aktivitas rekreasi pengunjung. Dengan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung tersebut. Agrowisata Desa Labuapi diharapkan dapat memberikan pengalaman yang menarik, edukatif, dan nyaman bagi pengunjung yang datang. PENUTUP Kesimpulan Dari pembahasan yang telah dikemukakan di bab sebelumnya, maka peneliti menarik kesimpulan sebagai berikut: Potensi Agrowisata di Desa Labuapi: Desa Labuapi memiliki sumber daya alam yang melimpah, terutama lahan pertanian dan a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 perkebunan yang luas, subur, dan beragam jenis tanaman hortikultura. Masyarakat desa memiliki pengetahuan, keterampilan, dan budaya lokal yang kuat terkait pertanian dan pengolahan hasil pertanian, yang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan. Terdapat berbagai aktivitas pertanian, seperti memanen buah, memelihara ternak, dan menyaksikan proses budidaya tanaman, yang dapat melibatkan pengunjung secara langsung. Ketersediaan produk-produk olahan hasil pertanian khas daerah, seperti jus dapat memperkaya pengalaman wisata. Keindahan alam dan lingkungan pedesaan yang asri dapat melengkapi daya tarik agrowisata di Desa Labuapi. Daya Dukung Agrowisata di Desa Labuapi: Aksesibilitas menuju Desa Labuapi terbilang cukup baik, dengan jalan beraspal dan tersedianya transportasi umum yang memadai. Fasilitas penunjang agrowisata, seperti area rekreasi, akomodasi, dan pusat olahan hasil pertanian, sudah mulai dikembangkan. Pemerintah daerah dan masyarakat setempat menunjukkan komitmen yang kuat dalam pengembangan agrowisata di Desa Labuapi. Terdapat kerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan, seperti investor dan akademisi, yang dapat mendukung upaya pengembangan agrowisata. Dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, kearifan lokal yang kuat, aktivitas pertanian yang menarik, serta didukung oleh infrastruktur, fasilitas, dan komitmen pemangku kepentingan. Desa Labuapi memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi destinasi agrowisata yang unggul dan berkelanjutan. Saran Berdasarkan hasil penelitian dan pengalaman yang diperoleh selama melakukan penelitian, maka peneliti ingin menyampaikan beberapa saran sebagai berikut: Pengembangan Atraksi Agrowisata: Mengoptimalkan aktivitas pertanian tradisional sebagai daya tarik utama, seperti menawarkan pengalaman menjalankan kegiatan bertani, memanen hasil perkebunan, dan mengolah produk Mengembangkan paket-paket wisata tematik, seperti wisata buah-buahan, wisata sayuran, atau wisata tanaman hias, untuk memperkaya pengalaman wisatawan. Menghadirkan demonstrasi dan pemaparan mengenai teknik-teknik pertanian tradisional serta proses pengolahan hasil pertanian. Peningkatan Fasilitas Pendukung: Membangun fasilitas akomodasi, seperti pondok wisata atau homestay, untuk menyediakan tempat menginap bagi wisatawan. Mengembangkan fasilitas pusat informasi, restoran, dan toko oleh-oleh yang menjual produkproduk lokal. Menyediakan area rekreasi, seperti taman tematik atau taman bermain, untuk melengkapi aktivitas agrowisata. Memastikan ketersediaan dan kualitas infrastruktur dasar, seperti jalan, listrik, air, dan sanitasi, untuk mendukung pengembangan agrowisata. Pemberdayaan Masyarakat Lokal: Melibatkan masyarakat lokal dalam perencanaan, pengelolaan, dan operasional agrowisata untuk meningkatkan kepemilikan dan keberlanjutan proyek. Memberikan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat lokal terkait keterampilan a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 manajemen, kewirausahaan, dan pelayanan wisata. Mendorong kemitraan antara masyarakat lokal dengan pelaku usaha pariwisata untuk menciptakan peluang ekonomi yang lebih luas. Promosi dan Pemasaran: Mengembangkan strategi promosi yang efektif, memanfaatkan media digital dan media sosial, untuk menjangkau pasar wisatawan yang lebih luas. Membangun kerjasama dengan agen perjalanan, operator wisata, dan platform online untuk meningkatkan visibilitas dan aksesibilitas agrowisata Desa Labuapi. Mengikuti pameran dan event pariwisata untuk memperkenalkan potensi agrowisata Desa Labuapi kepada pasar yang lebih luas. DAFTAR PUSTAKA