Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1904 Ae 1915 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Pengaruh Pengendalian Internal dan Kecerdasan Spiritual terhadap Pencegahan Fraud dalam Pengelolaan Dana Desa di Kec. Buliyohuto Mardlia A. Buato1. Niswatin2. Amir Lukum3 Jurusan Akuntansi. Fak sultas Ekonomi. Universitas Negeri Gorontalo buatomardlia18@gmail. com1, niswatin@ung. id2, amirlukum@ung. ABSTRACT Study This aim For analyze Influence Internal Control and Spiritual Intelligence Prevention Fraud in Village Fund Management in the District Boliyohuto. Deep method study This use approach quantitative. Data used in study This is the primary data obtained with spread questionnaire to device villages in the District Boliyohuto . Amount sample in study This amounting to 78 respondents. Deep data analysis study This use analysis multiple linear Research result This show that Internal Control and Spiritual Intelligence have an influence in a way partial and simultaneous to Prevention Fraud. Coefficient in study This of 7% which is significant variable Prevention Fraud in study This explained by variables Internal Control and variables Spiritual Intelligence is 30. Keywords: Internal Control. Spiritual Intellegence. Prevention Fraud ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Pengendalian Internal dan Kecerdasan Spiritual Terhadap Pencegahan Fraud dalam Pengelolaan Dana Desa di Kecamatan Boliyohuto. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dengan menyebarkan kuesioner kepada perangkat desa di Kecamatan Boliyohuto. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebesar 78 responden. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pengendalian Internal dan Kecerdasan Spiritual berpengaruh secara parsial dan simultan terhadap Pencegahan Fraud. Koefisien dalam penelitian ini sebesar 30,7% yang berarti variabel Pencegahan Fraud dalam penelitian ini dijelaskan oleh variabel Pengendalian Internal dan variabel Kecerdasan Spiritual sebesar 30,7%. Kata kunci: Pengendalian Internal. Kecerdasan Spiritual. Pencegahan Fraud PENDAHULUAN Akuntansi desa merupakan pencatatan proses transaksi yang terjadi di desa, hal ini dibuktikan dengan nota-nota kemudian dilakukan pencatatan dan pelaporan keuangan sehingga menghasilkan informasi berupa laporan keuangan yang digunakan pihak-pihak. Laporan keuangan desa merupakan bentuk kebutuhan transparansi yang menjadi prasyarat untuk mendukung akuntabilitas sebagai jalan keterbukaan bagi pemerintah desa (Beka & Handayani, 2. 1904 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1904 Ae 1915 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Desa merupakan pemerintahan daerah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat. Pada masa pemerintahan presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla, desa menjadi upaya pembangunan untuk mewujudkan nawacita Hal tersebut menjadi penyebab alokasi dana desa secara terus-menerus mengalami peningkatan. Dana desa yang diberikan pemerintah kepada desa bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang diatur dalam Undang-undang No. 8 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang No. 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) (Jannah et al. , 2. Dana desa adalah salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan pemerataan pembangunan desa, pengembangan perekonomian dan kesejahteraan Dana desa juga bertujuan untuk mengurangi angka kemiskinan dan daerah tertinggal, namun pada hakikatnya anggaran desa yang terus mengalami peningkatan belum bisa untuk menanggulangi kemiskinan. Hal ini disebabkan oleh besarnya tingkat kecurangan yang sering terjadi di Indonesia. Sedangkan Kecurangan . adalah suatu tindakan seseorang untuk memperoleh keuntungan dengan cara tidak benar seperti penipuan, manipulasi, korupsi dan salah saji laporan keuangan yang dapat merugikan orang banyak. Hal ini sesuai dengan pendapat Fery . , mengemukakan bahwa kecurangan . merupakan suatu tindakan dapat merugikan orang banyak baik orang sekitar, bagi organisasi, ataupun bagi seseorang yang melakukan kecurangan. Setelah Indonesia Coruption Watch (ICW) melakukan pemantauan pada tahun 2015 kasus korupsi dana desa semakin meningkat. Peningkatan kasus korupsi yang tercatat di ICW sampai tahun 2018 sebanyak 181 kasus, 184 tersangka dengan kerugian sebesar 40. 6 M. Menurut penilaian ICW kasus korupsi terjadi disebabkan oleh kurangnya kompetensi aparat pemerintah desa, tidak adanya keterbukaan, serta kurangnya pengendalian internal (Maulida et al. , 2. Seperti yang terjadi di salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Gorontalo. Kabupaten Gorontalo juga tidak luput dari namanya kasus kecurangan dana desa. Hal ini dibuktikan adanya berita penangkapan mantan kepala desa Labanu kecamatan Tibawa dan mantan kepala desa Motoduto Kecamatan Boliyohuto atas kasus kecurangan dana desa. Penyimpangan dilakukan oleh kedua mantan kepala desa yaitu penggunaan dana desa yang tidak sesuai dengan spesifikasi dan rincian anggaran belanja (RAB). Selain itu ada juga pembuatan pelaporan penggunaan anggaran dana desa fiktif. Artinya, seolah-olah ada pekerjaan desa yang dibiayai oleh dana desa, akan tetapi kenyataannya pekerjaan tersebut tidak terlaksana (Gopos. Pengendalian Internal adalah suatu kebijakan dan prosedur untuk melindungi dari kerugian dan tercapainya efisiensi dan efektivitas (Andari & Ismatullah, 2. Triswantoro & Riyadi, . juga mengatakan bahwa Pengendalian Internal merupakan proses yang dilakukan oleh organisasi sebagai upaya untuk melindungi asset dengan mematuhi hukum dan aturan yang berlaku. Selain pengendalian internal ada faktor lain yang dapat mencegah terjadinya tindak kecurangan . yaitu Kecerdasan Spiritual. Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan manusia dalam berpikir kreatif, berwawasan luas dan menciptakan nilai-nilai baru yang membuat 1905 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1904 Ae 1915 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. orang dapat bekerja dengan baik dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah Penelitian terkait pengendalian internal dan kecerdasan spiritual terhadap pencegahan fraud dalam pengelolaan dana desa telah banyak dilakukan oleh peneliti Seperti penelitian yang dilakukan oleh Yani et al. menjelaskan bahwa kecenderungan akuntansi dapat berkurang jika suatu organisasi memiliki kepatuhan yang tinggi terhadap peraturan akuntansi, pengendalian internal yang ketat dan kondisi spiritual yang baik. Arinata & Putra . juga menjelaskan bahwa pengendalian internal dan kecerdasan spiritual berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi. Demikian juga penelitian yang dilakukan oleh Maulida et al. menyatakan bahwa pengendalian internal dan kecerdasan spiritual berpengaruh secara bersama-sama terhadap fraud accounting. Maka dari itu berdasarkan uraian di atas peneliti tertarik mengangkat topik yang sama dengan melakukan penelitian tentang AuPengaruh Pengendalian Internal dan Kecerdasan Spiritual terhadap Pencegahan Fraud dalam Pengelolaan Dana Desa di Kecamatan Boliyohuto. TINJAUAN LITERATUR Teori Keagenan (Agency Theor. Teori keagenan (Agency Theor. merupakan hubungan antara principal . emberi kontra. dan agent . enerima kontra. bekerja untuk tujuan yang dimiliki dengan agen diberi kewenangan dalam mengambil keputusan (Supriyono, 2018:63 dalam Wulandari & Dharma, 2. Nainggolan & Karunia, 2022 juga mengemukakan bahwa teori keagenan adalah adanya hubungan atau kontak antara pihak pemberi wewenang . dengan pihak penerima wewenang . Pada penelitian ini pemerintah sebagai pihak agent atau pengelola, memiliki tanggung jawab untuk menyajikan serta melaporkan kepada pihak principal . seluruh aktivitas yang dilakukan. Masyarakat sebagai pihak principal mengharapkan kinerja pemerintah yang baik. Semua itu bisa terjadi jika pemerintah memiliki pengendalian internal dan kecerdasan spiritual sehingga terhindar dari kecurangan . Pengendalian Internal Institut Akuntansi Publik Indonesia (IAPI) dalam bukunya AuStandar Profesional Akuntan PublikAy . 1:319. yang dikutip oleh Agoes . menjelaskan Pengendalian Internal adalah suatu proses yang dijalankan oleh dewan komisaris, manajemen dan personel lain yang didesain untuk memberikan keyakinan yang memadai tentang pencapaian tiga golongan tujuan yaitu: . keandalan pelaporan keuangan, . efektivitas dan efisiensi operasi, dan . kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku. Sistem Pengendalian Internal Pemerintah Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP) adalah salah satu sistem yang dibuat oleh pemerintah, berfungsi untuk melakukan pengendalian internal pada sektor pemerintah. Pemerintah Indonesia menerbitkan Undang-undang No. 1906 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1904 Ae 1915 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Internal adalah AuProses integral pada tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan asset Negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan. Ay. Adanya Sistem Pengendalian Internal Pemerintah mampu menciptakan budaya pengawasan terhadap seluruh kegiatan organisasi untuk meminimalisir terjadinya tindakan penyimpangan yang dapat merugikan organisasi atau instansi. Kecerdasan Spiritual Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan manusia dalam berpikir kreatif, berwawasan luas dan menciptakan nilai-nilai baru yang membuat orang dapat bekerja dengan baik dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah kehidupan. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Ervinia et al. menjelaskan bahwa kecerdasan spiritual adalah kecerdasan seseorang dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah kehidupan, nilai-nilai dan keutuhan diri, seperti kecerdasan menempatkan perilaku dan hidup kita pada arti yang luas dan kaya, melakukan penilaian tentang tindakan seseorang lebih bermakna. Kecerdasan spiritual juga didefinisikan sebagai pemahaman agama yang baik dan dilaksanakan sesuai dengan ajaran . seseorang, maka dapat mengurangi tindakan kecurangan di mana pun dia berada (Triswantoro & Riyadi, 2. Kecurangan (Frau. Kecurangan . merupakan suatu tindakan kejahatan yang dapat merugikan banyak orang yang diperoleh melalui penipuan atau pemalsuan data. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Aini dan Diatmika . dalam Dewi & Rasmini . bahwa kecurangan . merupakan suatu tindakan secara sengaja yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan tujuan untuk mendapat keuntungan berupa uang, asset dan lain sebagainya yang dapat merugikan pihak tertentu. Beberapa risiko kecurangan yang dapat terjadi dalam pengelolaan dana desa, yaitu: . Penggunaan kas desa secara tidak sah oleh aparat atau pihak lain yang dapat menimbulkan kerugian keuangan desa. Mark Up atau Kick Back pada pengadaan barang dan jasa. penggunaan asset desa untuk kepentingan pribadi secara tidak sah, berupa sarana kantor, peralatan kantor, tanah desa, serta kendaraan kantor yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pemerintahan desa. pungutan liar pada layanan desa (Sumber : iaijawatimur. METODE PENELITIAN Lokasi penelitian ini dilakukan di Kecamatan Boliyohuto dengan menggunakan data primer berupa kuesioner. Pada penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kuantitatif. Sebagaimana yang dikemukakan Sugiyono . Adapun variabel dalam penelitian ini adalah variabel bebas yaitu pengendalian internal dan kecerdasan spiritual dan variabel terikat yaitu pencegahan 1907 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1904 Ae 1915 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Pada penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh perangkat desa yang ada di kecamatan Boliyohuto, maka teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling, adapun sampel yang digunakan yaitu 13 desa yang ada di Kecamatan Boliyohuto dengan jumlah responden sebanyak 78 perangkat desa. teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Gambar 1. Hasil Uji Normalitas Berdasarkan hasil pengolahan uji normalitas dengan menggunakan komogorov smirnov test sebagaimana tertera pada tabel 4. 10, maka diperoleh nilai Asymp. Sig. -taile. untuk variabel Pengendalian Internal (X. Kecerdasan Spiritual (X. dan Pencegahan Fraud (Y) yaitu 0,458 lebih besar dari 0,05 . ,458 > 0,. sehingga data dikatakan berdistribusi normal. Uji Multikolinearitas Tabel 1. Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Collinearity Statistics Model Tolerance VIF Pengendalian Internal Kecerdasan Spiritual Dependent Variable: Pencegahan Fraud Sumber: Data diolah 2023 (SPSS Versi . 1908 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1904 Ae 1915 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Dari hasil analisis pada tabel, dapat dilihat bahwa nilai tolerance untuk variabel Pengendalian Internal (X. dan Kecerdasan Spiritual (X. yaitu sebesar 0,561 Ou 0,10 serta nilai VIF 1,782 < 10. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala multikolinearitas pada masing-masing variabel independen. Uji Heterokedastisitas Tabel 2. Hasil Uji Heterokedastisitas Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Model Beta Sig. 1 (Constan. Pengendalian Internal Kecerdasan Spiritual Dependent Variable: ABRESID Sumber: Data diolah 2023 (SPSS Versi . Dari hasil analisis pada tabel, dapat dilihat bahwa masing-masing variabel independen memiliki nilai signifikansi > 0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa data pada penelitian ini tidak terjadi gejala heterokedastisitas. Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Gambar 2. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Dari data di atas pada kolom Unstandardized Coefficients (B), tertera nilai constant B sebesar 20,982, koefisien pengendalian internal (X. sebesar 0,265 dan kecerdasan spiritual (X. sebesar 0,291. Dengan demikian diperoleh persamaan analisis regresi linier berganda dalam penelitian ini adalah: Y = 20,982 0,265(X. 0,291(X. e Berdasarkan hasil persamaan di atas, maka dapat dianalisis hal-hal berikut: Nilai Konstanta bernilai 20,982 artinya bahwa jika variabel independen . engendalian Internal dan kecerdasan spiritua. bernilai nol maka nilai pencegahan fraud sebesar 20,982 satuan. Koefisien regresi variabel pengendalian internal (X. yaitu 0,265 atau 26,5% artinya jika pengendalian internal mengalami kenaikan 1% maka akan meningkatkan pencegahan fraud sebesar 26,5%. 1909 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1904 Ae 1915 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Koefisien regresi untuk variabel kecerdasan spiritual (X. yaitu 0,291 atau 29,1% artinya jika kecerdasan spiritual mengalami kenaikan 1% maka akan meningkatkan pencegahan fraud sebesar 29,1%. Hasil Uji Hipotesis Uji Statistik T (Uji Parsia. Tabel 3. Hasil Uji T (Uji Parsia. Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1 (Constan. Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig. Pengendalian Internal Kecerdasan Spiritual Dependent Variable: Pencegahan Fraud Sumber: Data diolah 2023 (SPSS Versi . Berdasarkan hasil analisis uji t di atas, maka dapat diuraikan sebagai berikut. Untuk variabel pengendalian internal (X. diperoleh nilai t-hitung sebesar 2,313 > t-tabel 1,992 dengan nilai signifikan sebesar 0,023 < 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel pengendalian internal berpengaruh positif dan signifikan terhadap pencegahan fraud (Y). Untuk variabel kecerdasan spiritual (X. diperoleh nilai t-hitung sebesar 2,618 > t-tabel 1,992 dengan nilai signifikan sebesar 0,011 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kecerdasan spiritual berpengaruh positif dan signifikan terhadap pencegahan fraud (Y). Uji F (Uji Simulta. Gambar 3. Hasil Uji F (Uji Simulta. Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa hasil uji f diperoleh nilai f hitung lebih besar 18,027 > f tabel 3,12 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa Pengendalian Internal (X. dan Kecerdasan Spiritual (X. berpengaruh secara signifikan terhadap Pencegahan Fraud (Y). 1910 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1904 Ae 1915 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Koefisien Determinasi (R. Tabel 4. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Kecerdasan Spiritual. Pengendalian Internal Dependent Variable: Pencegahan Fraud Sumber: Data diolah 2023 (SPSS Versi . Berdasarkan tabel di atas menunjukkan nilai Adjusted R Square sebesar 0,307 atau 30,7%, hal ini menunjukkan bahwa Pengendalian Internal (X. dan Kecerdasan Spiritual (X. dapat mempengaruhi Pencegahan Fraud (Y) sebesar 30,7% dan sisanya sebesar 69,3% dipengaruhi oleh variabel lain. Pengaruh Pengendalian Internal terhadap Pencegahan Fraud Dari hasil pengujian uji hipotesis dapat disimpulkan bahwa variabel pengendalian internal berpengaruh positif dan signifikan terhadap pencegahan fraud. Dengan demikian hipotesis pertama yaitu AuPengaruh Pengendalian Internal terhadap Pencegahan FraudAy diterima. Berdasarkan hasil distribusi jawaban dari responden untuk variabel pengendalian internal, item pernyataan tertinggi terdapat pada item pernyataan kedelapan yaitu sebanyak 85,64%, untuk item pernyataan kedelapan yang menyatakan setiap transaksi memiliki bukti pendukung sebelum dilakukannya Hal tersebut memberi gambaran bahwa pemerintah desa memiliki kesadaran untuk bertanggungjawab atas amanah yang diberikan oleh masyarakat. Dalam hal ini pemerintah desa menyadari kewajibannya dan senantiasa menyelesaikan kegiatan atau program yang dilakukan dengan penuh tanggung jawab agar mampu menghindari terjadinya fraud. Sehubungan dengan teori agen, dimana pemerintah melakukan tanggung jawab yang maksimal untuk masyarakat dalam pengelolaan dana desa. Sikap bertanggung jawab dari pemerintah memberikan keyakinan dan rasa percaya masyarakat terhadap pemerintah desa tentang pengelolaan dana desa. Terjalinnya hubungan yang baik antara masyarakat dan pemerintah, maka diharapkan pemerintah desa mampu menjalankan pengendalian internal dalam pengelolaan dana desa untuk memenuhi fasilitas dan pelayanan yang dibutuhkan untuk keperluan masyarakat (Jinindra dan Rahmat, 2019 dalam Zaki et al. , 2. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Andari & Ismatullah . , menyatakan bahwa pengendalian internal secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pencegahan fraud. Cahyo Kurniawan & Nur Izzaty . , juga menyatakan bahwa pengendalian internal berpengaruh positif terhadap pencegahan fraud dengan menyimpulkan bahwa penerapan pengendalian internal yang efektif dapat mencegah terjadinya fraud. Namun penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rahmani & Rahayu 1911 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1904 Ae 1915 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. , menyatakan bahwa pengendalian internal tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pencegahan fraud. Pengaruh Kecerdasan Spiritual Terhadap Pencegahan Fraud Dari hasil pengujian uji hipotesis dapat disimpulkan bahwa variabel kecerdasan spiritual berpengaruh positif dan signifikan terhadap pencegahan fraud. Dengan demikian hipotesis pertama yaitu AuPengaruh Kecerdasan Spiritual terhadap Pencegahan FraudAy diterima. Pada teori agen, pemerintah desa dan masyarakat memiliki hubungan yang sangat erat. Pemerintah desa yang diberikan tanggung jawab untuk mengelola dana desa oleh masyarakat, diharapkan memiliki kecerdasan spiritual yang baik. Sehingga pemerintah desa memberikan kebijaksanaan, kedamaian, kesejahteraan bagi masyarakat dan menyadarkan pemerintah desa untuk tidak melakukan kecurangan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Malik . , menyatakan bahwa kecerdasan spiritual memiliki pengaruh terhadap pencegahan fraud. Maulida et al . , menyatakan bahwa apabila kecerdasan spiritual mengalami kenaikan maka fraud akan menurun. Dapat dikatakan bahwa apabila responden memiliki kecerdasan spiritual yang rendah maka fraud akan mengalami peningkatan. Pengaruh Pengendalian Internal dan Kecerdasan Spiritual Terhadap Pencegahan Fraud Dari hasil pengujian uji hipotesis dapat disimpulkan bahwa Pengendalian Internal (X. dan Kecerdasan Spiritual (X. berpengaruh secara signifikan terhadap Pencegahan Fraud (Y). Dengan demikian hipotesis ketiga yaitu Aupengendalian internal dan kecerdasan spiritual berpengaruh signifikan terhadap pencegahan fraud dalam pengelolaan dan desa di Kecamatan BoliyohutoAy diterima. Berdasarkan hasil distribusi jawaban dari responden untuk variabel pencegahan fraud, item pernyataan tertinggi terdapat pada item pernyataan ketiga yaitu sebanyak 82,31%, untuk item pernyataan ketiga yang menyatakan di tempat saya bekerja selalu mengimplementasikan anti fraud berdasarkan nilai-nilai yang Hal tersebut memberi gambaran bahwa pemerintah desa dalam mencegah terjadinya fraud pemerintah desa mampu mengimplementasikan program dan pengendalian anti fraud yang didasarkan pada aturan dan nilai-nilai yang berlaku. Sehingga dalam hal ini pemerintah desa dapat meningkatkan dan menyejahterakan Sehubungan dengan teori agen, pemerintah desa yang mempunyai informasi lebih banyak mengenai pengelolaan dana desa daripada masyarakat diharapkan selalu melakukan pengendalian internal memiliki kecerdasan spiritual dan adanya keterbukaan kepada masyarakat untuk meminimalisir penyalahgunaan wewenang dan mencegah terjadinya kecurangan. Dengan adanya keterbukaan, masyarakat dapat mengetahui kebijakan dan kegiatan yang akan dilakukan oleh pemerintah desa. Sehingga hal ini dapat mendorong masyarakat ikut serta untuk mengawasi kinerja pemerintah desa dalam pengelolaan dana desa. 1912 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1904 Ae 1915 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab-bab sebelumnya maka meneliti memberikan beberapa kesimpulan sebagai berikut: Berdasarkan hasil penelitian pengendalian internal berpengaruh terhadap pencegahan fraud dalam pengelolaan dana desa di kecamatan Boliyohuto. Berdasarkan hasil penelitian kecerdasan spiritual berpengaruh terhadap pencegahan fraud dalam pengelolaan dana desa di kecamatan Boliyohuto. Berdasarkan hasil penelitian pengendalian internal dan kecerdasan spiritual berpengaruh terhadap pencegahan fraud dalam pengelolaan dana desa di kecamatan Boliyohuto. Berdasarkan segala keterbatasan dari penelitian ini maka peneliti memberikan saran diharapkan dapat memberikan informasi atau pengetahuan yang baru tentang kasus kecurangan yang masih banyak terjadi dan mengembangkan variabel yang berbeda dari penelitian ini sebagai faktor-faktor yang mempengaruhi pencegahan fraud. DAFTAR PUSTAKA