The current issue and full text archive of this journal is available on Tarbawi at: https://doi. org/10. 62515/staf E-ISSN : 2828-318X Efektifitas Penggunaan E-Learning dalam Evaluasi Hasil Belajar di Madrasah Aliyah Negeri 1 Pangandaran Predi Supriadi STITNU Al-Farabi Pangandaran . predimaarif@gmail. JSTAF : Abstract : Siddiq. Tabligh. Amanah. Fathonah Vol 04 No 1 January 2025 Hal : 107-118 https://doi. org/10. 62515/staf. Received: 10 January 2025 Accepted: 22 January 2025 Published: 31 Januari 2025 PublisherAos Note: Publisher: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STITNU Al-Farabi Pangandaran. Indonesia stays neutral with regard to jurisdictional claims in published maps and institutional affiliations. This study aims to determine the effectiveness of the use of elearning in evaluating learning outcomes at MAN 1 Pangandaran. This research uses qualitative methods, with the research subjects being the principal, vice principal of curriculum, and teachers. The research was conducted at MAN 1 Pangandaran. Data collection techniques used in this study were observation, interviews, and documentation conducted directly to the field. The data analysis techniques used were data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the use of e-learning in evaluating learning outcomes was quite effective. The benchmark in knowing the effectiveness is through three benchmarks, namely goal achievement, integration and adaptation. In achieving the objectives of the use of e-learning in evaluating learning outcomes at MAN 1 Pangandaran is the implementation of the vision and mission of the Institute. Furthermore, the integration process is also well implemented and can be said to be quite effective both in socialization and communication between the parties involved. Then in Adaptation is also quite good because MAN 1 Pangadaran applies e-learning gradually so that it makes it easier for each party to adapt. Keywords: Effectiveness. E-learning. Evaluation of Learning Outcomes. Abstrak: Copyright: A 2023 by the authors. Submitted Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari penggunaan efor possible open access publication under the learning dalam evaluasi hasil belajar di MAN 1 Pangandaran. Penelitian ini terms and conditions of the Creative Commons menggunakan metode kualitatif, dengan subjek penelitian adalah Attribution (CC BY) license kepala sekolah, wakil kepala madrasah bidang kurikulum, dan guru. Penelitian dilaksanakan di MAN 1 Pangandaran. Teknik . ttps://creativecommons. org/licenses/bypengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sa/4. observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan langsung ke lapangan. Adapun teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan e-learning dalam evaluasi hasil belajar cukup efektif. Tolak ukur dalam mengetahui efektivitas tersebut melalui tiga tolak ukur yaitu pencapaian tujuan, integrasi dan adaptasi. Dalam Pencapaian Vol 04 No 1 January 2025 | 107 Efektifitas Penggunaan E-Learning dalam Evaluasi Hasil Belajar di Madrasah Aliyah Negeri 1 Pangandaran Predi Supriadi tujuan dari penggunaan e-learning dalam evaluasi hasil belajar di MAN 1 Pangandaran ini merupakan implementasi dari visi dan misi Lembaga. Selanjutnya dalam proses Integrasi juga terlaksana dengan baik dan dapat dikatakan cukup efektif baik dalam sosialisasi dan komunikasi yang terjalin antar pihak yang terlibat. Kemudian dalam Adaptasi juga cukup baik karena MAN 1 Pangadaran menerapkan e-learning secara bertahap sehingga lebih memudahkan setiap pihak dalam beradaptasi. Kata kunci : Efektivitas. E-learning. Evaluasi Hasil Belajar. Pendahuluan Pada era digital ini, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam dunia Pendidikan menjadi semakin penting. Salah satu cara penerapannya adalah melalui platform e-learning. Platform e-learning merupakan sistem pendidikan online yang memungkinkan penggunan teknologi digital untuk menyediakan materi pembelajaran, pelatihan atau Pendidikan kepada pengguna melalui internet (Chandrawaty, 2. Hal ini mencakup berbagai bentuk interaksi dan komunikasi yang melibatkan siswa, guru dan materi pembelajaran yang disediakan secara online. Tidak hanya itu e-learning juga bisa dimanfaatkan dalam mengevaluasi suatu program sehingga dapat mengefektif dan efesiensikan waktu pengerjaannya. E-learning adalah sebuah sistem pembelajaran yang melibatkan penggunaan media elektronik dan internet dalam proses belajar mengajar. E-learning merupakan penggabungan prinsipprinsip proses pembelajaran dengan bantuan teknologi dan dilakukan secara jarak Elearning juga tidak terpatok dalam pembelajaran saja, media e-learning bisa di manfaatkan dalam membantu kinerja guru dalam keberlangsungan suatu lembaga. Beberapa penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Afifah Muzdalifah 2018 dalam skripsi yang berjudul AuEvaluasi Program Penyelenggaraan E-Learning Di SMPIT Insan Harapan SerpongAy. Penelitian ini menunjukan bahwa penyelenggaraan Elearning di SMPIT Insan Harapan Serpong sudah cukup baik namun ada juga beberapa hambatan dalam keberlangsungannya dikarenakan beberapa faktor. Afifah juga menyampaikan bahwa dengan adanya teknologi pun kalau tidak dibarengi dengan kesungguhan tidak akan mengalami peningkatan. Namun, perkembangan teknologi yang maju dan memadai juga menjadikan bahwa seseorang itu harus mengalami peningkatan dalam bidang akademik (Muzdalifah 2. Selanjutnya penelitian yang dilakukan oleh Shanty Marliana Solehat 2023 dalam skripsi yang berjudul AuAnalisis penggunaan WEBSITE E-LEARNING Madrasah 108 | Vol 04 No 1 January 2025 Efektifitas Penggunaan E-Learning dalam Evaluasi Hasil Belajar di Madrasah Aliyah Negeri 1 Pangandaran Predi Supriadi dalam kegiatan penilaian pada mata pelajaran fiqih di MTS Negeri 12 JakartaAy. dalam penggunaan website E-learning di MTs Negeri 2 Jakara ini sudah cukup efektif untuk dilaksanakan meskipun ada beberapa yang dirasa masih menjadi kendala dalam penyelenggaraannya. Shanty menyampaikan bahwa dari penerapan website Elearning ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Adapun yang menjadi kelebihannya yaitu Lebih hemat dalam tenaga, waktu, dan biaya serta memberikan pengetahuan serta pengalaman baru terhadap siswa berikut mempermudah pekerjaan guru dan menjadikan kegiatan penilaian yang dilaksanakan lebih terkendali. Adapun yang menjadi kekurangannya yaitu Siswa harus memiliki perangkat ujian yang memadai, kuota internet dan baterai handphone yang cukup, serta sinyal internet yang kuat untuk mengakses website E-Learning Madrasah tidak hanya itu begitupun dengan website E-learning madrasah yang sering mengalami error dan Ketika membuka multi-windows dikhawatirkan siswa mencontek (Shanty 2. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana bagaimana Efektivitas dari penggunaan elearning dalam evaluasi hasil belajar di MAN 1 Pangandaran. Bahan dan Metode Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode penelitian kualitatif dipilih karena peneliti bermaksud untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena tertentu secara mendalam dan terperinci. Metode penelitian kualitatif adalah metode yang berlandaskan pada filsafat postpossitivisme atau enterpretif, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah. Dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci. Sedangkan menurut john creswel . , penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang mengeksplorasi dan memahami makna di sejumlah individua tau sekelompok orang yang berasal dari masalah sosial. Penelitian kualitatif secara umum dapat digunakan untuk penelitian yang membahas tentang kehidupan Masyarakat. Sejarah, tingkah laku, konsep atau fenomena, masalah sosial dan lain-lain. Dalam penelitian kualitatif instrumennya adalah orang atau human instrument, yaitu peneliti itu sendiri. Metode kualitatif digunakan untuk mendapatkan data yang mendalam, suatu data yang mengandung makna. Makna adalah data yang sebenarnya, data yang pasti merupakan suatu nilai dibalik data yang Vol 04 No 1 January 2025 | 109 Efektifitas Penggunaan E-Learning dalam Evaluasi Hasil Belajar di Madrasah Aliyah Negeri 1 Pangandaran Predi Supriadi Teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi . abungan observasi, wawancara dokumentas. Data yang diperoleh cenderung data kualitatif, analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian dapat bersifat temuan potensi dan masalah, keunikan obyek, makna suatu peristiwa, proses dan interaksi sosial, kepastian kebenaran data, konstruksi fenomena dan temuan hipotesis. Diskusi dan Pembahasan Untuk mengetahui efektivitas dari penggunaan e-learning dalam evaluasi hasil belajar meliputi beberapa faktor. Pertama yang harus diperhatikan adalah visi dan misi dari penggunaan e-learning dalam evaluasi hasil belajar tersebut. Dalam hal ini MAN 1 Pangandaran menerapkan e-learning dalam evaluasi hasil belajar dan memiliki visi misi unggul dalam teknologi. Visi tersebut juga merupakan visi dan misi yang terdahulu namun juga selaras dengan visi misi MAN 1 Pangandaran yang sekarang. Dalam halnya efektivitas penggunaan e-learning di MAN 1 Pangandaran ini peneliti menggunakan tiga indikator yang mana indikator tersebut merupakan indikator dalam teori efektivitas menurut Richard steers. Pertama dalam hal pencapain tujuan yang mencakup kurun waktu dan sasaran target kongkrit. Dalam halnya kurun waktu yang digunakan dalam penggunaan e-learning dalam evaluasi hasil belajar di MAN 1 Pangandaran ini ada 2 pembagian waktu yang menyesuaikan terhadap mata Pelajaran yang diselenggarakan dalam evaluasi hasil belajar. Mata Pelajaran umum dalam pengerjaan siswa itu diberikan waktu selama 60-70 menit sedangkan kalau mata Pelajaran eksak itu diberi waktu selama 90 menit. Untuk periodesasi keberlangsungan e-learning dalam evaluasi di MAN 1 Pangadaran ini juga tidak memiliki tumpuan per beberapa tahun karena hal ini merupakan bentuk implementasi dari visi misi Lembaga dengan waktu yang bertahap. Kemudian dalam sasaran target. Sasaran dan target kongkrit dari penggunaan e-learning di MAN 1 Pangandaran ini merupakan harapan yang memang sudah lama sehingga bagaimana kemudian MAN 1 Pangandaran bisa unggul dalam halnya teknologi dan menciptakan siswa yang berkompetensi, hal tersebut merupakan singkronasi dari visi dan misi terdahulu dengan yang hari ini. Tidak hanya itu dengan diterapkannya e-learning dalam evaluasi hasil belajar bisa mempermudah guru dan siswa dan lebih mengefektifkan waktu yang digunakan, lalu kemudian dalam halnya pendanaan juga lebih sedikit memakan biaya. 110 | Vol 04 No 1 January 2025 Efektifitas Penggunaan E-Learning dalam Evaluasi Hasil Belajar di Madrasah Aliyah Negeri 1 Pangandaran Predi Supriadi Kemudian dalam integrasi juga memiliki 2 cakupan yaitu dalam hal nya sosialisasi pengembangan consensus dan komunikasi organisasi. Dalam sosialisasi pengembangan consensus yang dilakukan ini MAN 1 Pangandaran tidak mempunyai pelatihan khusus terkait keberlangsungan dari penggunaan e-learning dalam evaluasi hasil belajar tetapi hanya dengan komunikasi khusus secara personal ke setiap guru. Begitupun dalam komunikasi organisasi MAN 1 Pangandaran menggunakan surat edaran khusus yang dikeluarkan oleh tim evaluasi yang sudah dibentuk. Selanjutnya dalam hal adaptasi juga memiliki 2 point yang menjadi Pertama dalam penyesuaian terhadap lingkungan lalu perubahan yang terjadi paska penerapan e-learning dalam evaluasi hasil belajar tersebut. Dalam penyesuaian terhadap lingkungan ini MAN 1 Pangandaran juga menggunakan implementasi teknologi dilapangan secara berangsur atau bertahap dan hal ini juga menjadikan proses adaptasi yang cukup relevan sehingga tidak terlalu membebani guru dan siswa dalam halnya perubahan ataupun peralihan. Lalu dalam point selanjutnya yaitu perubahan yang terjadi pasca diterapkannya e-learning dalam evaluasi hasil di MAN 1 Pangandaran juga memiliki dampak tersendiri terhadap keberlangsungan pembelajaran kedepannya sehingga bagaimana kemudian Lembaga bisa berbenah denga napa yang menjadi kekurang maksimalan yang sudah terlewati. Efektivitas penggunaan e-learning dalam evaluasi hasil belajar melalui beberapa tolak ukur dalam mengetahui keefektivitasan diantaranya yaitu: Pencapaian Tujuan Penggunaan e-learning dalam evaluasi hasil belajar. Pencapaian Tujuan merupakan indikator utama dalam efektivitas. Sejauh mana organisasi berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Hal ini mencakup evaluasi terhadap output yang dihasilkan dan kesesuaian dengan rencana awal. Pencapaian tujuan terdiri dari beberapa faktor, yaitu Kurun waktu dan sasaran yang merupakan target kongkrit (Sari. Heriyanto, and Rusli 2. Dalam hal ini wakil kepala madrasah bidang kurikulum menyampaian pencapaian tujuan dari penggunaan e-learning dalam evaluasi hasil belajar di Madrasah Aliyah Negeri 1 Pangandaran terkait apa yang menjadi sasaran target kongkrit dalam keberlangsungan evaluasi hasil belajar dan kurun waktu yang diperlukan dalam penerapan e-learning sebagai metode evaluasi hasil belajar. Kurun Waktu pencapaian tujuan evaluasi hasil belajar berbasis e-learning. Kurun waktu dalam penggunaan e-learning untuk evaluasi hasil belajar mengacu pada Vol 04 No 1 January 2025 | 111 Efektifitas Penggunaan E-Learning dalam Evaluasi Hasil Belajar di Madrasah Aliyah Negeri 1 Pangandaran Predi Supriadi periode atau jangka waktu tertentu yang digunakan untuk melakukan penilaian terhadap proses dan hasil pembelajaran melalui sistem e-learning. Kurun waktu dalam efektivitas evaluasi hasil belajar menurut Steers merujuk pada periode yang ditentukan untuk mencapai tujuan evaluasi dan mengukur pencapaian Kurun waktu dalam evaluasi ini mencakup penetapan waktu pencapaian yang ditetapkan untuk evaluasi harus jelas dan spesifik. Sehingga semua pihak yang terlibat yaitu guru, siswa dan pihak lain memahami batas waktu yang ada untuk mencapai tujuan pembelajaran. Ini membantu dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan pembelajaran serta evaluasi secara efektif. Evaluasi hasil belajar tidak hanya dilakukan pada akhir periode pembelajaran, tetapi juga secara berkelanjutan selama proses belajar berlangsung. Dengan melakukan evaluasi secara berkala, pendidik dapat memantau kemajuan siswa dan melakukan penyesuaian yang diperlukan dalam metode pengajaran. Dalam menentukan efektivitas, kurun waktu juga berkaitan dengan indikator pencapaian yang harus dicapai dalam periode tertentu. Ini mencakup pengukuran hasil belajar siswa, seperti nilai tes, proyek, atau keterampilan yang harus Kurun waktu dalam evaluasi juga mencakup penggunaan evaluasi formatif . ilakukan selama proses pembelajara. dan evaluasi sumatif . ilakukan di akhir period. Keduanya memiliki tujuan yang berbeda namun saling melengkapi dalam menilai efektivitas pembelajaran. Setelah evaluasi dilakukan dalam kurun waktu yang ditetapkan, hasilnya harus digunakan untuk memberikan umpan balik kepada siswa dan guru. Hal ini penting untuk perbaikan proses pembelajaran di masa mendatang dan untuk memastikan bahwa tujuan pembelajaran dapat tercapai dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Dalam hal ini kurun waktu yang diperlukan untuk mengetahui efektivitas dari penggunaan e-learning dalam evaluasi hasil belajar di MAN 1 Pangandaran. Berdasarkan hasil wawancara dengan wakamad bidang kurikulum bahwa penggunaan e-learning dalam evaluasi hasil belajar siswa di MAN 1 Pangandaran diterapkan sejak tahun 2020 dalam pelaksanaan UNBK hingga saat ini. Setelah diterapkan pada UNBK, e-learning juga diterapkan dalam proses evaluasi lainnya, seperti dalam penilaian PAT. PAS, dan UTS. Tidak hanya itu e-learning di MAN 1 Pangandaran juga terkadang digunakan dalam proses ulangan harian ataupun 112 | Vol 04 No 1 January 2025 Efektifitas Penggunaan E-Learning dalam Evaluasi Hasil Belajar di Madrasah Aliyah Negeri 1 Pangandaran Predi Supriadi penugasan seperti halnya lewat platform digital whatsapp. Awal mulanya dalam penerapan UNBK tidak full secara e-learning namun semi e-learning, sehingga dengan berjalannya waktu bisa di selenggarakan full dengan e-learning. Dalam hal nya penggunaan e-learning sebagai alat evaluasi hasil belajar di MAN 1 Pangandaran ini tidak ada kurun waktu yang ditentukan karena penerapan tersebut memang dilakukan secara bertahap dari mulai semi e-learning sampai dengan secara total memakai e-learning. Berbeda dengan pelaksanaannya, elearning dalam evaluasi hasil belajar di MAN 1 Pangandaran ini memiliki patokan waktu khusus seperti kurun waktu dalam pengerjaan soal siswa. Jadi waktu secara normal dalam pengerjaan soal mata Pelajaran biasa ini membutuhkan waktu kurang lebihnya 60 menit dan untuk mata Pelajaran semisal Bahasa inggris. Matematika itu diberikan waktu kurang lebihnya 90 menit. Berikut dengan guru dalam membuat soal hingga pemyerahan soal kepada wakamad bidang kurikulum ini diberikan waktu kurang lebihnya 2 minggu. Sasaran Target Konkrit tujuan dalam evaluasi hasil belajar berbasis e-learning. Sasaran target konkrit merujuk pada tujuan yang spesifik, terukur dan jelas. Ini adalah bagian dari proses penetapan tujuan yang melibatkan kolaborasi antara manajer dan karyawan untuk meningkatkan kinerja dan pengembangan Sasaran ini dapat berupa target dirancang untuk mengevaluasi kemajuan dan memotivasi individu dalam mencapai hasil yang diinginkan. Steers mengungkapkan dalam sasaran target konkret ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti pencapain tujuan pembelajaran. Evaluasi hasil belajar bertujuan untuk mengukur sejauh mana siswa telah mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dalam kurikulum, seperti penguasaan kompetensi dasar atau indikator yang harus dikuasai siswa (Fahrul 2. Selain Penguasaan materi yang diajarkan. Evaluasi juga bertujuan untuk mengukur tingkat penguasaan siswa terhadap materi ajar yang telah diberikan oleh guru, seperti pemahaman konsep, prinsip, dan keterampilan yang diajarkan. Kemudian perubahan perilaku siswa. Selain aspek kognitif, evaluasi hasil belajar juga ditujukan untuk mengukur perubahan perilaku siswa setelah mengikuti proses pembelajaran, baik dari segi afektif . ikap dan nila. maupun psikomotor . Selanjtnya efektivitas metode pembelajaran. Evaluasi hasil belajar dapat digunakan untuk mengukur efektivitas metode pembelajaran yang digunakan oleh guru. Vol 04 No 1 January 2025 | 113 Efektifitas Penggunaan E-Learning dalam Evaluasi Hasil Belajar di Madrasah Aliyah Negeri 1 Pangandaran Predi Supriadi Jika hasil belajar siswa kurang memuaskan, guru dapat mengevaluasi dan memperbaiki metode pembelajaran yang diterapkan. Lalu ada perbaikan dan pengayaan. Hasil evaluasi digunakan sebagai dasar untuk memberikan program perbaikan . bagi siswa yang belum mencapai ketuntasan belajar, serta program pengayaan bagi siswa yang telah mencapai ketuntasan. Terakhir hal yang perlu diperhatikan yaitu umpan balik untuk perbaikan proses pengajaran. Secara keseluruhan, evaluasi hasil belajar memberikan umpan balik bagi guru dan lembaga pendidikan untuk memperbaiki proses pembelajaran, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga penilaian, sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan. Berdasarkan hasil wawancara dengan wakamad bidang kurikulum bahwasanya dalam penggunaan e-learning dalam evaluasi hasil belajar ini merupakan implementasi dari visi misi MAN 1 Pangandaran yang terdahulu berikut juga penyelarasan dengan visi misi MAN 1 Pangandaran yang sekarang. Tujuannya yaitu mempermudah guru dalam mengevaluasi hasil belajar siswa berikut meminimalisir anggaran biaya yang Tak hanya itu hal ini tentunya juga bagian dari penyesuaian lembaga pendidikan dengan perkembangan teknologi yang hari ini semakin meningkat. Berdasarkan temuan di atas menggambarkan bahwa pentingnya pengukuran terhadap Tingkat kemampuan suatu organisasi untuk mengadakan sosialisasi, pengembangan consensus dan komunikasi dengan berbagai macam organisasi lainnya. Integrasi menyangkut proses sosialisasi (Yuniningsih and Kharisma 2. Integrasi menurut Richard M. Steers . dalam konteks evaluasi hasil belajar di lembaga pendidikan mengacu pada kemampuan untuk menyelaraskan berbagai elemen dalam proses pendidikan agar dapat bekerja secara harmonis dan efektif. Integrasi mencakup penyesuaian antara tujuan pembelajaran yang ditetapkan dengan metode pengajaran dan evaluasi yang digunakan. Ini berarti bahwa metode evaluasi harus relevan dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, sehingga dapat memberikan gambaran yang akurat tentang pencapaian siswa. Integrasi juga melibatkan penggunaan berbagai teknik dan instrumen evaluasi yang beragam, seperti tes, proyek, dan penilaian portofolio. Dengan mengintegrasikan berbagai bentuk evaluasi, pendidik dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang kemampuan dan kemajuan siswa. Dalam proses evaluasi, integrasi mencakup kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk guru, siswa, dan orang 114 | Vol 04 No 1 January 2025 Efektifitas Penggunaan E-Learning dalam Evaluasi Hasil Belajar di Madrasah Aliyah Negeri 1 Pangandaran Predi Supriadi Kerja sama ini penting untuk memastikan bahwa semua aspek proses pembelajaran diperhatikan dan bahwa umpan balik yang diperoleh dapat digunakan untuk perbaikan yang lebih baik. Integrasi dalam evaluasi juga berarti bahwa kurikulum harus terintegrasi dengan baik, sehingga setiap komponen pendidikan, mulai dari pengajaran hingga evaluasi, saling mendukung dan memperkuat. Ini membantu dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih holistik bagi siswa. Setelah evaluasi dilakukan, penting untuk mengintegrasikan data yang diperoleh untuk analisis yang lebih mendalam. Ini termasuk membandingkan hasil evaluasi dengan standar yang telah ditetapkan dan menggunakan data tersebut untuk membuat keputusan yang informasional tentang perbaikan dalam proses pembelajaran. Dalam hal ini proses integrasi sangat penting dilakukan supaya bagaimana kemudian program yang dijalankan dapat lancar dalam keberlangsungannya dan semua pihak memiliki komitmen yang sama terhadap keberlansungan dalam penggunaan e-learning sebagai alat untuk evaluasi hasil belajar di MAN 1 Pangandaran ini. Sosialisasi Konsensus dalam evaluasi hasil belajar berbasis E-learning mengacu pada tercapainya kesepakatan dan komitmen bersama di antara anggota organisasi maupun dengan pihak eksternal terkait arah, tujuan, dan rencana organisasi. Dengan adanya sosialisasi yang efektif, diharapkan dapat terbangun pemahaman dan komitmen bersama . yang diperlukan untuk mengintegrasikan berbagai komponen dalam organisasi maupun dengan lingkungan eksternalnya. Hal ini menjadi penting agar organisasi dapat berjalan secara efektif dalam mencapai tujuannya (Putri 2. Sosialisasi consensus ini merupakan hal yang perlu dilakukan supaya pemahaman setiap pihak yang terlibat memiliki persepsi yang sama atas keberlangsungan penggunaan e-learning dalam evaluasi hasil belajar di MAN 1 Pangandaran. Dalam pengembangkan consensus yang dilakukan di MAN 1 Pangandaran ini mencakup proses musyawarah Bersama pihak yang terlibat yang mencakup Kepala sekolah. Wakamad bidang kurikulum dan guru-guru serta pegawai tata usaha. Dalam halnya sosialisasi consensus tersebut metode yang digunakan adalah metode rapat secara menyeluruh sehingga bagaimana kemudian nantinya bisa menghasilkan kesepakatan atau mupakat Bersama yang nantinya bisa dijalankan secara Bersama. Namun dalam hal pengembangan bagi sumberdaya yang terlibat dalam keberlangsungan evaluasi hasil belajar menggunakan e-learning ini tidak ada pelatihan khusus yang dilakukan terhadap pihak yang terlibat. Vol 04 No 1 January 2025 | 115 Efektifitas Penggunaan E-Learning dalam Evaluasi Hasil Belajar di Madrasah Aliyah Negeri 1 Pangandaran Predi Supriadi Sosialisasi berfungsi untuk memastikan bahwa semua pihak yang terlibat dalam proses pendidikan memahami tujuan evaluasi, kriteria penilaian, dan harapan yang Proses ini membantu menciptakan transparansi dan kejelasan, yang dapat meningkatkan partisipasi dan komitmen dari semua pihak. Dalam hal ini hanya dilakukan dengan cara komunikasi person to person atau saling memberitahu satu sama lain. Informasi diatas merupakan hasil wawancara yang dilakukan bersma wakil kepala madrasah bidang kurikulum beliau menyampaikan bahwasannya proses dalam sosialisasi consensus yang dilakukan dalam penggunaan e-learning sebagai metode evaluasi hasil belajar di MAN 1 Pangandaran mencakup beberapa tahapan yang dimulai dari melakukan rapat Bersama pihak yang terlibat yaitu Kepala sekolah. Wakamad bidang kurikulum dan guru-guru. Dalam rapat yang diselenggarakan tersebut tentunya mencakup beberapa muatan di dalamnya terkhusus dalam memusyawarahkan terkait e-learning sebagai metode evaluasi hasil belajar sehingga nantinya bisa menghasilkan mufakat dan kebijakan yang akan dikeluarkan oleh pihak kepala sekolah. Sosialisasi komunikasi berperan penting dalam menciptakan pemahaman bersama dan memfasilitasi pertukaran informasi yang diperlukan untuk mencapai tujuan organisasi. Proses ini melibatkan penyampaian pesan dan umpan balik yang memungkinkan anggota organisasi untuk beradaptasi dengan norma dan nilai yang ada, serta meningkatkan keterlibatan mereka dalam kegiatan organisasi (Yuniningsih and Kharisma 2. Menurut Richard M. Steers, adaptasi adalah salah satu dimensi yang digunakan untuk mengukur efektivitas organisasi. Adaptasi mengacu pada kemampuan organisasi untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Hal ini mencakup penyesuaian terhadap lingkungan dan perubahan yang terjadi pasca evaluasi. Adaptasi juga merupakan kemampuan organisasi untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya (Nidiannisa, 2. Dalam hal ini penyesuaian terhadap lingkungan dalam hal penggunaan e-learning sebagai alat evaluasi hasil belajar harus dilakukan sehingga ada penyesuaian dan kebiasaan bagi pihak yang terlibat di dalamnya. MAN 1 Pangandaran melakukan adaptasi secara bertahap dalam menggunakan e-learning. Mulai dari menggunakan e-learning dalam UNBK yang masih semi e-learning. Sehingga tepat pada tahun 2020 berlangsung dengan adanya covid-19 MAN 1 Pangandaran menggunakan elearning secara total. Dalam konteks evaluasi hasil belajar, penyesuaian ini menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa proses pembelajaran dan evaluasi dapat 116 | Vol 04 No 1 January 2025 Efektifitas Penggunaan E-Learning dalam Evaluasi Hasil Belajar di Madrasah Aliyah Negeri 1 Pangandaran Predi Supriadi berjalan dengan efektif dan efisien (Fahrul 2. Berikut adalah beberapa aspek kunci dari penyesuaian terhadap lingkungan menurut Steers ada yang dinamakan Adaptasi terhadap Perubahan Lingkungan, jadi. Organisasi pendidikan perlu mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di lingkungan eksternal, seperti perkembangan Kemampuan menyesuaikan metode pengajaran dan evaluasi dengan kondisi yang berubah akan meningkatkan efektivitas proses pembelajaran. Perkembangan teknologi hari ini kian pesat sehingga mengakibatkan banyak dampak baik itu positif mapun negative tergantung bagaimana kemudian cara kita dalam mengoperasikannya. Salah satu yang terkena dampak daripada perkembangan teknologi ini terhadap Lembaga Pendidikan yang bagaiamana kemudian Lembaga Pendidikan harus mempu memanfaatkan kecanggihan dari perkembangan teknologi ini baik dalam pembelajaran ataupun evaluasi hasil belajar. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian terkait Efektivitas penggunaan e-learning dalam evaluasi hasil belajar di MAN 1 Pangandaran ditemukan bahwa efektivitas penggunaan e-learning dalam evaluasi hasil belajar di MAN 1 Pangandaran memiliki tiga unsur Pertama dalam pencapaian tujuan yang mana dalam keberlangsungan elearning sebagai alat evaluasi hasil belajar di MAN 1 Pangandaran memiliki tujuan yang selaras dengan visi misi sekolah yaitu unggul dalam teknologi. E-learning sebagai alat evaluasi hasil belajar berlangsung dari tahun 2020 hingga sekarang dan seterusnya. Kedua yaitu integrasi yang mencakup terkait sosialisasi yang dilakukan Lembaga dalam keberlangsungan program tersebut yaitu dengan membentuk tim evaluasi yang dipimpin oleh wakil kepala madrasah bidang kurikulum sehingga nantinya ada surat edaran bagi guru-guru. Ketiga yaitu Adaptasi. Dalam proses adaptasi yang dilakukan oleh MAN 1 Pangandaran ini juga dengan metode bertahap sehingga semua pihak yang terlibat bisa dengan secara mengalir pihak yang terlibat bisa melakukan adaptasi dengan mudah. Referensi