Diterima Disetujui Hal : 04 September 2025 : 27 September 2025 : 76-80 PESOLAH: Jurnal Pendidikan. Sosial dan Humaniora https://jurnal. com/index. php/pesolah e-ISSN : 3090-3858 Vol. No. September 2025 PERAN PEREMPUAN DALAM PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT DI DESA TEGAL MAJA KECAMATAN TANJUNG. KABUPATEN LOMBOK UTARA [The Role Of Women In Improving The Community's Economy In Tegal Maja Village. Tanjung District. North Lombok Regenc. Gugun Saputra Universitas 45 Mataram saputragugun379@gmail. ABSTRAK Kebebasan perempuan dalam berinovasi dan berekspresi di era ini memiliki dampak positif dan negativ. Dampak positif, perempuan bisa mandiri dalam memeuhi ekonominya, baik sebagai karyawan atau sebagai Tujuan penelitian ini mengetahui peran perempuan dalam peningkatan ekonomi masyarakat di Desa Tegal Maja Kecamatan Tanjung. Kabupaten Lombok Utara. Jenis penelitian ini merupakan penelitian survei dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data melalui observasi atau melihat langsung kondisi yang terjadi dan wawancara serta dokumentasi atau melihat dokumen-dokumen yang berkaitan dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan memberikan kontribusi terhadap ekonomi rumah tangga, keterlibatan perempuan dalam kegiatan berkebun juga berperan dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga. Dengan mengelola kebun produktif, perempuan memastikan tersedianya bahan pangan lokal yang cukup, sekaligus meningkatkan kualitas gizi keluarga melalui konsumsi makanan segar. Peran perempuan dalam aktivitas berkebun di Desa Tegal Maja juga mendorong pemberdayaan ekonomi lokal melalui pemanfaatan sumber daya dan keterampilan yang dimiliki. Aktivitas produksi, pengolahan sederhana, dan pemasaran hasil kebun memberikan perempuan pengalaman dalam manajemen usaha, negosiasi pasar, serta pengelolaan pendapatan rumah tangga. Kata kunci: peran perempuan. peningkatan ekonomi. ABSTRACT Women's freedom to innovate and express themselves in this era has both positive and negative impacts. A positive impact is that women can be independent in meeting their economic needs, either as employees or as The purpose of this study is to determine the role of women in improving the community's economy in Tegal Maja Village. Tanjung District. North Lombok Regency. This research is a survey with a qualitative Data collection was conducted through direct observation, interviews, and documentation. The results show that women contribute to the household economy. Women's involvement in gardening activities also plays a role in strengthening family food security. By managing productive gardens, women ensure the availability of sufficient local food and improve the family's nutritional quality through fresh food consumption. Women's role in gardening activities in Tegal Maja Village also encourages local economic empowerment through the utilization of existing resources and skills. Production activities, simple processing, and marketing of garden produce provide women with experience in business management, market negotiations, and household income Keywords: women's role. economic improvement. PENDAHULUAN Pembangunan ekonomi masyarakat desa merupakan elemen penting dalam struktur pembangunan nasional yang berkelanjutan. Pendekatan pembangunan yang inklusif mensyaratkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk perempuan, sebagai subjek pembangunan. Dalam konteks masyarakat pedesaan Indonesia, perempuan kerap memiliki peran ganda, yaitu sebagai pengelola rumah tangga sekaligus pelaku kegiatan ekonomi produktif, khususnya di sektor pertanian dan perkebunan. Perempuan di pedesaan banyak terlibat dalam aktivitas berkebun seperti menanam, merawat, dan memanen tanaman buah bernilai ekonomi, antara lain cokelat, pisang, dan durian. Keterlibatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap pemenuhan kebutuhan pangan keluarga serta peningkatan pendapatan rumah tangga. Menurut Chambers . , pembangunan pedesaan yang berkelanjutan hanya dapat tercapai apabila seluruh kelompok masyarakat, termasuk perempuan, terlibat secara aktif dalam proses ekonomi dan produksi. Sektor pertanian dan perkebunan merupakan tulang punggung perekonomian Desa Tegal Maja. Kecamatan Tanjung. Kabupaten Lombok Utara. Dalam struktur ekonomi desa tersebut, perempuan tidak hanya berperan dalam ranah domestik, tetapi juga berkontribusi langsung dalam kegiatan ekonomi melalui pengelolaan kebun dan hasil panen. Ellis . menyatakan bahwa tenaga kerja perempuan dalam rumah tangga pertanian memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga dan memperkuat ketahanan ekonomi pedesaan. Keterlibatan perempuan dalam berkebun juga mencerminkan proses pemberdayaan ekonomi. Kabeer . menjelaskan bahwa perempuan yang memiliki akses terhadap sumber daya produktif dan mampu menghasilkan pendapatan sendiri akan memiliki posisi yang lebih kuat dalam rumah tangga maupun masyarakat. Dengan demikian, aktivitas perempuan dalam menanam dan memanen hasil kebun tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga bernilai sosial. Selain itu, pengakuan terhadap peran produktif perempuan dalam sektor pertanian sejalan dengan pendekatan Gender and Development (GAD) yang menekankan pentingnya kesetaraan peran gender dalam pembangunan. Moser . menyatakan bahwa pembangunan ekonomi akan lebih efektif apabila peran produktif perempuan diakui dan didukung, khususnya di wilayah pedesaan yang bergantung pada sektor pertanian. Peran perempuan dalam berkebun juga berkontribusi terhadap ketahanan pangan rumah tangga dan masyarakat desa. FAO . menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam produksi dan pengelolaan pangan, sehingga keterlibatan perempuan dalam sektor pertanian dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan memperkuat ekonomi masyarakat desa. Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa peran perempuan dalam berkebun, khususnya dalam menanam dan memanen tanaman buah bernilai ekonomi, merupakan faktor penting dalam peningkatan ekonomi masyarakat Desa Tegal Maja. Oleh karena itu, kajian ini penting untuk menggambarkan secara konseptual kontribusi perempuan dalam pembangunan ekonomi pedesaan sebagai bagian dari pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini merupakan penelitian survei dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data melalui observasi atau melihat langsung kondisi yang terjadi dan wawancara serta dokumentasi atau melihat dokumen-dokumen yang berkaitan dengan penelitian. Penelitian ini dilakukan di Desa Tegal Maja Kecamatan Tanjung. Kabupaten Lombok Utara. HASIL DAN PEMBAHASAN Peran Perempuan dalam Aktivitas Pertanian dan Berkebun yang Bernilai Ekonomi Teori Gender and Development (GAD) menegaskan bahwa pembangunan ekonomi akan lebih efektif apabila perempuan memiliki akses yang setara terhadap sumber daya ekonomi, termasuk lahan pertanian, pengetahuan teknis, dan pasar hasil panen. Menurut Moser . , pengakuan terhadap peran produktif perempuan dan pemberian akses yang setara terhadap sumber daya produktif merupakan kunci dalam menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Dalam konteks aktivitas berkebun di Desa Tegal Maja, keterlibatan perempuan dalam menanam dan memanen produk pertanian bernilai ekonomi menunjukkan bahwa apabila perempuan diberikan akses terhadap sumber daya, keterampilan, dan kesempatan pemasaran, peran mereka akan berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Hal ini sejalan dengan prinsip GAD yang menekankan kesetaraan akses terhadap sumber daya dan peluang ekonomi bagi perempuan (Moser, 1. Perempuan di pedesaan, termasuk Desa Tegal Maja, sering terlibat dalam kegiatan pertanian rumah tangga dan pengelolaan kebun produktif. Aktivitas berkebun yang dilakukan perempuan mencakup persiapan lahan, penanaman, perawatan tanaman, hingga panen hasil tanaman buah seperti coklat, pisang, dan durian. Keterlibatan ini tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pendapatan keluarga melalui penjualan sebagian hasil panen di pasar lokal. Menurut Ellis . , rumah tangga petani di pedesaan berfungsi sebagai unit produksi sekaligus konsumsi, di mana peran perempuan dalam kegiatan pertanian memiliki dampak langsung terhadap pendapatan dan ketahanan ekonomi keluarga. Kajian akademik menunjukkan bahwa perempuan yang terlibat dalam kegiatan pertanian rumah tangga dan berkebun berperan besar dalam ketahanan pangan keluarga serta stabilitas ekonomi rumah tangga. Menurut Ellis . , perempuan merupakan kontributor signifikan dalam hampir seluruh tahap proses produksi pertanian Ai mulai dari penanaman hingga panen, sehingga berpengaruh langsung terhadap peningkatan pendapatan dan ketahanan ekonomi keluarga. Aktivitas berkebun buah di Desa Tegal Maja, seperti menanam dan memanen pisang, durian, dan komoditas bernilai tinggi lainnya, mencerminkan peran strategis perempuan dalam menjaga ketahanan ekonomi Hasil kebun yang dijual di pasar lokal juga dapat meningkatkan pendapatan keluarga dan memperluas peluang ekonomi masyarakat desa, sebagaimana ditekankan dalam teori produksi rumah tangga pertanian yang menilai pentingnya kontribusi tenaga kerja perempuan terhadap ekonomi pedesaan (Ellis, 1. Aktivitas berkebun yang menghasilkan komoditas bernilai ekonomi tinggi, seperti pisang, durian, dan coklat, menunjukkan bahwa perempuan merupakan pelaku ekonomi produktif yang mampu memperkuat struktur ekonomi desa secara lebih luas (Todaro & Smith, 2. Lebih jauh, keterlibatan perempuan dalam produksi dan pemasaran hasil kebun terkait erat dengan ketahanan ekonomi komunitas, karena perempuan memainkan peran strategis dalam menjaga kontinuitas produksi dan pendapatan rumah tangga (FAO, 2. Teori nilai rantai ekonomi . alue chai. mendeskripsikan bagaimana produk hasil pertanian dapat ditingkatkan nilainya melalui proses produksi, pascapanen, dan pemasaran yang efektif. Menurut Kaplinsky dan Morris . , keterlibatan pelaku lokal dalam seluruh rantai nilai, mulai dari produksi hingga pemasaran, memungkinkan peningkatan nilai tambah komoditas dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Perempuan yang terlibat dalam rantai nilai pertanian Ai mulai dari menanam, memanen, hingga menjual hasil kebun Ai secara langsung berkontribusi pada peningkatan nilai ekonomi produk desa. Aktivitas berkebun yang dilakukan perempuan tidak hanya menghasilkan produk mentah, tetapi juga dapat difokuskan pada pengolahan sederhana yang meningkatkan nilai jual hasil panen, misalnya pengolahan pisang menjadi keripik atau pemanfaatan buah durian untuk produk olahan. Dengan demikian, perempuan memperluas kontribusinya pada sistem ekonomi desa secara lebih luas, tidak terbatas pada produksi saja tetapi juga pada aspek pemasaran dan pengelolaan nilai tambah (Kaplinsky & Morris, 2. Peran Perempuan dalam Pembangunan Ekonomi Berbasis Lokal Teori pembangunan ekonomi berbasis lokal menekankan pemanfaatan potensi sumber daya lokal sebagai penggerak utama pembangunan komunitas. Menurut Todaro dan Smith . , pembangunan berbasis lokal memiliki karakteristik inklusif, berkelanjutan, dan partisipatif, serta memanfaatkan sumber daya dan keterampilan lokal secara optimal untuk mendorong pertumbuhan Dalam konteks pertanian dan perkebunan, perempuan merupakan bagian dari komunitas lokal yang menggunakan potensi lahan dan pengetahuan tradisional untuk menghasilkan produk pertanian bernilai ekonomi. Aktivitas berkebun perempuan di Desa Tegal Maja menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi desa dapat diarahkan melalui pemanfaatan keterampilan dan sumber daya lokal secara Perempuan bertindak sebagai aktor ekonomi lokal yang membantu peningkatan ekonomi masyarakat melalui kegiatan berkebun yang menghasilkan produk bernilai tambah (Todaro & Smith. Teori pemberdayaan ekonomi perempuan menyatakan bahwa keterlibatan perempuan dalam aktivitas produktif dapat meningkatkan kapasitas mereka untuk berkontribusi pada perekonomian keluarga dan masyarakat. Menurut Kabeer . , pemberdayaan ekonomi perempuan adalah proses di mana perempuan memperoleh kendali atas keputusan ekonomi dan sumber daya, sehingga mampu berperan aktif dalam kegiatan ekonomi yang meningkatkan pendapatan mereka. Aktivitas berkebun yang dilakukan perempuan di Desa Tegal Maja memberikan kesempatan bagi mereka untuk memanfaatkan lahan secara produktif, mengelola hasil panen, serta berkolaborasi dalam pemasaran produk kebun ke pasar lokal. Dengan demikian, perempuan memegang peran penting dalam meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga dan mengurangi ketergantungan terhadap pendapatan dari sektor lain (Kabeer, 1. Perempuan di Desa Tegal Maja. Kecamatan Tanjung. Kabupaten Lombok Utara, memiliki peran penting dalam meningkatkan perekonomian keluarga melalui kegiatan berbasis pertanian dan usaha rumah tangga. Banyak perempuan terlibat dalam pengolahan hasil pertanian seperti kakao, kopi, kelapa, pisang, durian dan buah-buahan lokal. Salah satu contoh nyata di lapangan adalah pengelolaan hasil kopi lokal berkualitas tinggi yang diproduksi oleh masyarakat Desa Tegal Maja dan dipasarkan melalui BUMDes. Kopi yang dihasilkan berasal dari kebun warga dengan proses panen dan pengolahan yang lebih terjaga, mulai dari pemilahan biji terbaik, penjemuran, hingga pengemasan yang rapi dan Kehadiran BUMDes sebagai wadah pemasaran membuat kopi Tegal Maja memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan jika dijual dalam bentuk mentah, sekaligus membuka peluang bagi perempuan desa untuk terlibat aktif dalam proses sortasi, pengemasan, dan penjualan. Produk kopi unggulan ini tidak hanya menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga, tetapi juga menjadi identitas dan kebanggaan desa di tingkat lokal maupun luar daerah. Selain terlibat dalam pengolahan, perempuan Desa Tegal Maja juga aktif dalam rantai pemasaran produk lokal. Mereka berperan dalam proses pengemasan, penjualan di tingkat lokal, hingga pemasaran ke luar desa. Desa Tegal Maja memiliki komoditas pertanian unggulan seperti kopi, kakao, kelapa, dan panili, serta buah-buahan tropis seperti rambutan, durian, pisang, dan manggis yang dipasarkan ke berbagai daerah. Dalam kegiatan tersebut, perempuan bekerja sama dengan kelompok wanita tani. PKK, maupun Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. untuk memperluas akses pasar, sehingga hasil pertanian desa mampu memberikan tambahan pendapatan yang lebih stabil bagi keluarga. Upaya pemberdayaan perempuan di Desa Tegal Maja juga diperkuat melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan, baik dari pemerintah daerah maupun perguruan tinggi. Program seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa memberikan pelatihan keterampilan usaha, pengolahan produk, serta pemanfaatan teknologi sederhana dan media sosial untuk promosi. Hal ini membantu perempuan desa meningkatkan kemampuan berwirausaha dan kemandirian ekonomi. Secara umum, keterlibatan perempuan di Desa Tegal Maja masih banyak berada di sektor informal, namun kontribusinya sangat besar bagi ekonomi rumah tangga. Melalui usaha pengolahan hasil pertanian, perdagangan kecil, dan partisipasi dalam kelompok ekonomi desa, perempuan menjadi penggerak ekonomi lokal. Aktivitas ini tidak hanya meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga mendorong perkembangan ekonomi desa secara berkelanjutan. PENUTUP Simpulan Selain memberikan kontribusi terhadap ekonomi rumah tangga, keterlibatan perempuan dalam kegiatan berkebun juga berperan dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga. Dengan mengelola kebun produktif, perempuan memastikan tersedianya bahan pangan lokal yang cukup, sekaligus meningkatkan kualitas gizi keluarga melalui konsumsi buah-buahan segar. Peran perempuan dalam aktivitas berkebun di Desa Tegal Maja juga mendorong pemberdayaan ekonomi lokal melalui pemanfaatan sumber daya dan keterampilan yang dimiliki. Aktivitas produksi, pengolahan sederhana, dan pemasaran hasil kebun memberikan perempuan pengalaman dalam manajemen usaha, negosiasi pasar, serta pengelolaan pendapatan rumah tangga. Lebih jauh, kontribusi perempuan terhadap pertanian produktif mencerminkan pentingnya dukungan kebijakan dan program pembangunan desa yang inklusif. Pemerintah dan pemangku kepentingan lokal perlu menciptakan akses yang setara bagi perempuan terhadap lahan, teknologi pertanian, modal, dan pasar hasil panen. Dengan dukungan yang memadai, perempuan tidak hanya dapat memperkuat ekonomi rumah tangga, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara keseluruhan, menciptakan pembangunan yang berkelanjutan dan partisipatif. Saran Perempuan memiliki peran penting dalam peningkatan ekonomi khususnya ekonomi keluarga dan ekonomi lokal, sehingga diperlukan: Keterbukaan perempuan . kepada suami terkait profesi atau harapan untuk bekerja Kepala rumah tangga . memberikan ijin kepada istri untuk memulai memafaatkan waktu untuk membantu ekonomi keluarga, minimal jualan secara online hasil kebun atau produk Pemerintah perlu memberika wadah atau keterampilan untuk ibu rumah tangga yang memiliki waktu senggang DAFTAR PUSTAKA