L O Y ALLOI YT A A LS I T A S Pengabdian Masyarakat Jurnal Jurnal Pengabdian KepadaKepada Masyarakat : 2621-4679 ISSNISSN : 2621-4679 : 2621-4687 ISSNISSN : 2621-4687 Volume I. Nomor 1. Mei 2018 Volume Vi Nomor 1 Mei 2025 Aktualisasi Indikator Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak Sebagai Upaya Strategi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Bulusan Akhmad Sahlan Zakariya1. Divfa Putra Gustionningsih2. Hanun AoAqilatuzzakiyah3. Fatimatuz Zahroh4. Inge Alfiyah Damayanti5. Novita Ainiyyatuz Zakiyyah6. Ainis Salsabil7. Fitri Lindayunita8 1Tasawuf dan Psikoterapi, 2Ilmu Kelautan, 3Pendidikan Agama Islam, 4Manajemen Zakat dan Wakaf, 5Ilmu Komunikasi, 6Sastra Indonesia, 7Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 8Ilmu Falak Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Jawa Timur Indonesia Email : 1*zakariyakhmad2@gmail. com, 2divfaputra10@gmail. 3hanunaqilatuzzakiyyah@gmail. com, 4puteriketapang@gmail. 5ingealfiyahdamayanti@gmail. com, 6zakiyyahnovita@gmail. salsabil03@gmail. com, 8fitriyunita925@gmail. ABSTRACT: This study focuses on actualizing the Women-Friendly and Child-Care Village (DRPPA) indicators as a community empowerment strategy in Bulusan Village. Banyuwangi. DRPPA is a government initiative aimed at protecting women and children while promoting gender equality and enhancing womenAos roles in entrepreneurship and child-rearing. The research employed the Participatory Action Research (PAR) method, involving the community actively to foster social change. The mentoring program revealed that urgent issues in Bulusan included stunting and limited educational resources for pregnant women. The DRPPA program was implemented with a community-centered approach through regular Posyandu . ntegrated health pos. activities and the AuSentuh GemilangAy initiative, which emphasized nutritional improvement and health education. Results demonstrated increased public awareness and knowledge about the importance of nutrition for childrenAos development, as well as a higher level of community engagement in empowerment activities. This study concludes that the PAR method is an effective strategy for empowering communities and fostering a village environment that supports women and children. Keywords: Community Empowerment. Women Friendly Villages. Child Protection. PAR. Stunting Pendahuluan Dalam Peraturan Presiden nomor 59 tahun 2017 pada pembangunan desa, desa harus menjamin tidak ada seorangpun yang tertinggal atau no one left behind yang artinya dalam pembangunan desa melibatkan perempuan dan anak yang turut aktif dalam pembangunan desa dan memperoleh manfaat dari hasil-hasil pembangunan Kementerian Desa. PDT, dan Transmigrasi bersama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak telah mendeklarasikan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA). Dasar hukum DRPAA adalah Perjanjian Aktualisasi Indikator Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak Sebagai Upaya Strategi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Bulusan Akhmad Sahlan Zakariya. Divfa Putra Gustionningsih. Hanun AoAqilatuzzakiyah. Fatimatuz Zahroh. Inge Alfiyah Damayanti. Novita Ainiyyatuz Zakiyyah. Ainis Salsabil. Fitri Lindayunita L O Y AL S II TT A LLO OI Y A LL A SS Jurnal Pengabdian Masyarakat JurnalJurnal Pengabdian KepadaKepada Masyarakat Pengabdian Kepada Masyarakat :: 2621-4679 ISSNISSN : 2621-4679 :: 2621-4687 ISSNISSN : 2621-4687 Volume I. Nomor 1. Mei Volume Vi Nomor 1 Mei 2025 Mei 2018 Kerja Sama (PKS) antara Kemendes PDTT dengan KemenpA No. 35/Sesmen/Biro HH/20 pada tanggal 11 Nov 2020. DRPPA merupakan gerakan pemerintah untuk mewujudkan perlindungan bagi perempuan dan anak dalam mewujudkan kesetaraan gender dan perlindungan anak. DRPPA merupakan model desa yang dikembangkan oleh Kemen pA untuk dapat menjawab 5 . arahan Presiden RI yang dimulai dari tingkat desa, yakni . Peningkatan pemberdayaan perempuan di bidang kewirausahaan berperspektif gender. Peningkatan peran ibu/keluarga dalam pengasuhan/pendidikan anak. Penurunan kekerasan terhadap perempuan dan . Penurunan pekerja anak. Pencegahan perkawinan anak. Dalam pengabdian ini metode yang digunakan adalah Partisipatory Action Research (PAR), merupakan kegiatan riset dengan melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat dalam sebuah komunitas atau lingkup sosial yang lebih luas bertujuan aksi-aksi Cathy MacDonalds mendeskripsikan bahwa kegiatan penelitisn partisipatif sebagai bentuk tindakan dimana peneliti sosial profesional bekerja sama penuh dengan anggota organisasi dalam mempelajari dan mentranformasi organisasi tersebut. 2 Dengan menggunakan metode ini, dapat menemukan masalah yang disertai dengan perubahan sosial yang PAR tidak hanya sebagai penghasil data akan tetapi juga menjadi alat pemberdaya masyarakat, sehingga dapat menggerakkan perubahan dalam kehidupan mereka yang menciptakan perubahan berkelanjutan. Metode PAR terdiri dari 5 langkah yaitu to know/mengetahui, to understand/memahami, to plan/merencanakan, to act/bertindak, to reflect/merefleksikan. PAR telah digunakan di berbagai konteks seperti pembangunan desa, pendidikan, dan masalah lainnya. Untuk konteks pembangunan desanya bisa dari merumuskan program pembangunan terlebih dahulu, mencari apa yang dibutuhkan masyarakat dengan melakukan tindakan yang bertujuan mensejahterakan masyarakat. Pada intinya PAR 1 Puspaningrum. Diah, dkk AuKomunikasi Pembangunan Dalam Program Desa Ramah Perempuan Dan Peduli Anak (DRPPA) Dalam Upaya Pemberdayaan Perempuan Dan Anak. Ay INTEGRITAS: Jurnal Pengabdian Volume 7 No. : 255-267. 2 MacDonald. Cathy. AuUnderstanding Participatory Action Research: A Qualitative Research Methodology Option. Ay The Canadian Journal of Action Research Volume 13 No. : 34Ae50. Aktualisasi Indikator Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak Sebagai Upaya Strategi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Bulusan Akhmad Sahlan Zakariya. Divfa Putra Gustionningsih. Hanun AoAqilatuzzakiyah. Fatimatuz Zahroh. Inge Alfiyah Damayanti. Novita Ainiyyatuz Zakiyyah. Ainis Salsabil. Fitri Lindayunita L O Y ALLOI YT A A LS I T A S Pengabdian Masyarakat Jurnal Jurnal Pengabdian KepadaKepada Masyarakat : 2621-4679 ISSNISSN : 2621-4679 : 2621-4687 ISSNISSN : 2621-4687 Volume I. Nomor 1. Mei 2018 Volume Vi Nomor 1 Mei 2025 (Partisipatory Action Researc. adalah sebuah gerakan yang bertujuan untuk membebaskan masyarakat dari belenggu ideologi dan hubungan kekuasaan yang menghalangi perkembangan harkat dan martabat manusia. Setelah mengetahui proses dari Participatory Action Research yang meliputi to know, to understand, to plan and to action. Kegiatan pertama yang kami lakukan adalah to know, dengan melakukan kegiatan ini kami mengetahui adanya rutinan Posyandu. Sehingga mendapatkan data terkait anak stunting di Kelurahan Bulusan. Setelah itu, untuk memahami apa yang dibutuhkan oleh masyarakat Bulusan, kami mengelola data yang kami dapatkan sehingga dapat mengetahui masalah terkait AuBumil RestiAy. Sehingga mengakibatkan beberapa faktor, salah satunya yang berkaitan dengan kurangnya edukasi. Penerapan program DRPPA (Desa Ramah Perempuan dan Peduli Ana. di Bulusan bertujuan untuk memberikan kesadaran terhadap masyarakat Bulusan terkait gangguan tumbuh kembang pada anak atau biasa disebut dengan stunting. Stunting adalah kondisi di mana anak mengalami pertumbuhan terhambat secara kronis akibat kekurangan gizi kronis, biasanya terjadi pada masa 0-5 tahun. Salah satu contoh penerapan dari program DRPPA dengan cara mengikuti kegiatan posyandu dan edukasi Masyarakat. 4 Cara mencegah stunting dapat dilakukan dengan adanya kegiatan yang sering diadakan pada beberapa posyandu di Bulusan. Hal ini dapat dilihat dari beberapa posyandu yang masih aktif, dengan didampingi Bidan dari Puskesmas. Selama melaksanakan KKN di Bulusan, kami ikut berpartisipasi dalam kegiatan Posyandu, untuk memberikan edukasi terkait pertumbuhan bayi, anak-anak, dan juga ibu hamil. Dari 14 posyandu yang masih aktif di Bulusan, ada beberapa kegiatan yang dilakukan yaitu, mengukur tinggi badan, berat badan, mengecek gula darah, dan melakukan konsultasi kesehatan dengan bidan. Selanjutnya untuk langkah awal guna menjamin adanya komitmen bagi pemerintah daerah dalam mewujudkan Program Pengembangan Desa Ramah 3 Syaribanun. Cut. AuUpaya Meningkatkan Kemampuan Sosial Anak Usia Dini Melalui Metode Par (Participatory Action Researc. Di RA Qurratun AAoyun Durung Kecamatan Mesjid Raya Aceh Besar. Ay Tarbiyatul Aulad Volume 5 No. 4 Mayasari. Diana, dkk. AuStunting. Faktor Resiko dan Pencegahannya. Ay AGROMEDICINE Volume 5 No. : 540-545. Aktualisasi Indikator Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak Sebagai Upaya Strategi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Bulusan Akhmad Sahlan Zakariya. Divfa Putra Gustionningsih. Hanun AoAqilatuzzakiyah. Fatimatuz Zahroh. Inge Alfiyah Damayanti. Novita Ainiyyatuz Zakiyyah. Ainis Salsabil. Fitri Lindayunita L O Y ALLOI YT A A LS I T A S Pengabdian Masyarakat Jurnal Jurnal Pengabdian KepadaKepada Masyarakat : 2621-4679 ISSNISSN : 2621-4679 : 2621-4687 ISSNISSN : 2621-4687 Volume I. Nomor 1. Mei 2018 Volume Vi Nomor 1 Mei 2025 Perempuan dan Peduli anak (DRPPA). Pada 17 Juli 2024 Kelurahan Bulusan Kabupaten Banyuwangi, telah melaksanakan program AuSentuh GemilangAy dengan tema AuSehat nutrisi dan tangani risiko genius masa depan indah menuju langkah generasi sehatAy. Program ini menggandeng Ahli Gizi Puskesmas Klatak Shella Aprillia Md,Gz sebagai pemateri serta Holila sebagai Instruktur pembuatan MPASI. Dari menanggulangi stunting dengan beberapa cara, salah satunya membantu mengidentifikasi anak-anak yang berisiko stunting lebih awal. Dengan mendeteksi dini, intervensi dapat dilakukan secepat mungkin untuk mencegah atau memperlambat pertumbuhan stunting. Metode Strategi yang dilakukan untuk mencapai kondisi yang diharapkan, misalnya: PAR (Participatory Action Researc. ABCD (Asset Based Community Developmen. CBR (Community-Based Researc. Service learning. Communitydevelopment, atau metode pengabdian yang lainnya, pihak yang terlibat dan bentuk keterlibatan . , tempat dan waktu kegiatan . ama proses pendampinga. Pada kegiatan praktik pengabdian masyarakat ini peneliti menggunakan metode PAR (Parcipatory Action Researc. PAR merupakan salah satu metode yang digunakan untuk pendekatan kepada masyarakat dan akan digunakan untuk menghubungkan proses pendampingan ke dalam proses perubahan sosial. Hal tersebut juga dijelaskan oleh Kuncahyono dan Maharani Putri Kumalasani bahwasannya PAR adalah proses partisipatif dan demokratis yang berkaitan dengan pengembangan pengetahuan praktis dalam mengejar tujuan manusia yang berharga. Metode PAR ialah kegiatan riset yang dilaksanakan secara partisipatif di antara masyarakat warga dalam suatu komunitas atau lingkup sosial yang lebih luas untuk mendorong terjadinya perubahan perubahan yang nyata. Dengan demikian, sesuai istilahnya maka menyimpulkan bahwasannya PAR sendiri mempunyai 3 variabel 5 Kumalasani, dan Maharani Putri. AuPENGEMBANGAN SOFTSKILL TEKNOLOGI PEMBELAJARAN MELALUI PEMBUATAN E-MODUL BAGI GURU SEKOLAH DASAR KUNCAHYONO. Ay TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Volume 6 No. : 128-139. Aktualisasi Indikator Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak Sebagai Upaya Strategi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Bulusan Akhmad Sahlan Zakariya. Divfa Putra Gustionningsih. Hanun AoAqilatuzzakiyah. Fatimatuz Zahroh. Inge Alfiyah Damayanti. Novita Ainiyyatuz Zakiyyah. Ainis Salsabil. Fitri Lindayunita L O Y ALLOI YT A S II TT A SS A LL Jurnal Pengabdian Masyarakat JurnalJurnal Pengabdian KepadaKepada Masyarakat Pengabdian Kepada Masyarakat : 2621-4679 ISSNISSN : 2621-4679 : 2621-4687 ISSNISSN : 2621-4687 Volume I,I Nomor 1. Mei Volume Vi Nomor Mei 2025 N1omor Mei 2018 kunci yang menjadi ciri khas dan harus dilakukan yakni Metodologi riset, dimensi aksi dan dimensi partisipatif. 6 Adapun beberapa tahapan dalam pelaksanaan yakni: Tahap Persiapan Tahap persiapan dilakukan sehari setelah sampai ke lokasi pendampingan tepatnya pada 21 Juni 2024. Pada tahap ini meliputi dari To know. To Understand dan To Plan, yang dimana ketiga langkah ini merupakan beberapa dari tahapan tahapan yang ada dan perlu dilakukan. To Know Tahapan ini diartikan sebagai tahap untuk mengetahui atau mengidentifikasi mengenai kondisi lingkungan. Tahap "To Know" adalah penting karena memberikan dasar data yang diperlukan untuk memahami kondisi masyarakat dan menentukan permasalahan yang perlu diatasi. Pada langkah pertama ini peneliti melakukan inkulturasi dan membangun komunikasi sosial melalui kelompok masyarakat yang telah terbentuk yang salah satu tujuannya ialah membangun kepercayaan. 7 Selain itu, juga melakukan pemahaman secara umum mengenai kondisi lingkungan sekitar seperti situasi sosial, budaya, lingkungan alam serta kondisi ekonomi masyarakat. Pengambilan data tersebut bisa dilakukan dengan menggunakan Mapping juga Transektoral. Teknik mapping digunakan untuk memahami kondisi wilayah secara tematik, seperti Keberagamaan. Kesehatan. Kesejahteraan Masyarakat, dsb. Sedangkan. Transektoral merupakan suatu teknik penelusuran yang berfokus untuk memahami problem dan potensi lebih dekat. Kedua teknik ini mempunyai satu hal yang penting yakni keterlibatan masyarakat dalam memahami kondisi wilayah tersebut. To Understand dan To Plan Dalam titik ini ialah sebagai langkah lanjutan yang bertujuan untuk membantu 6 Syaribanun. Cut. AuUpaya Meningkatkan Kemampuan Sosial Anak Usia Dini Melalui Metode PAR (Participatory Action Researc. DI RA Qurratun AAoyun Durung Kecamatan Mesjid Raya Aceh Besar. Ay Tarbiyatul Aulad Volume 5 No. 7 Farida. Anis, dkk. Pedoman KKN DRPPA. Surabaya: Lembaga Pendampingan dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, 2023. Aktualisasi Indikator Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak Sebagai Upaya Strategi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Bulusan Akhmad Sahlan Zakariya. Divfa Putra Gustionningsih. Hanun AoAqilatuzzakiyah. Fatimatuz Zahroh. Inge Alfiyah Damayanti. Novita Ainiyyatuz Zakiyyah. Ainis Salsabil. Fitri Lindayunita L O Y ALLOI YT A A LS I T A S Pengabdian Masyarakat Jurnal Jurnal Pengabdian KepadaKepada Masyarakat : 2621-4679 ISSNISSN : 2621-4679 : 2621-4687 ISSNISSN : 2621-4687 Volume I. Nomor 1. Mei 2018 Volume Vi Nomor 1 Mei 2025 peneliti dan masyarakat untuk berkolaborasi dalam mengidentifikasi masalah dan merancang solusi. Tahap To understand dan To plan tidak hanya tentang memahami dari perspektif luar, tetapi juga melibatkan masyarakat, komunitas atau kelompok sasaran secara aktif dalam proses tersebut. Melalui dialog, wawancara, dan kolaborasi, komunitas maupun masyarakat dapat memberikan wawasan unik dan mendalam tentang pengalaman mereka sendiri, serta kebutuhan dan harapan mereka terhadap perubahan yang diinginkan. Hal tersebut memungkinkan kita untuk merumuskan rencana aksi yang konkret dan efektif. Rencana ini mencakup strategi yang tepat, langkah-langkah yang dapat diukur, alokasi sumber daya yang tepat, serta peran dan tanggung jawab masing-masing pihak yang terlibat. Hasil dari tahap ini adalah pohon masalah dan pohon harapan. Relevansi kedua alat ini . ohon masalah dan pohon harapa. terhadap metode PAR ialah sebagai media untuk menggambarkan akar penyebab permasalahan yang dihadapi oleh komunitas atau kelompok yang menjadi fokus pendampingan atau tindakan serta mengidentifikasi tujuan-tujuan jangka panjang dan jangka pendek juga strategi-strategi yang dapat dilakukan. Maka dengan memiliki rencana yang terarah, implementasi program atau kegiatan harapannya dapat menjadi lebih efisien dan efektif. Tahap Pelaksanaan Pada Tahap ini merupakan implementasi secara langsung kepada target sesuai hasil dari tahap yang telah disepakati sebelumnya dan bisa disebut dengan istilah To act. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa pengajaran, sosialisasi atau penyuluhan mengenai stunting. Tahap Evaluasi Dalam metode PAR tahap evaluasi merupakan langkah terakhir yang ditujukan untuk mengetahui atau mengukur tingkat keberhasilan suatu program kerja yang telah terlaksana. Evaluasi pada salah satu program kerja stunting, lebih tepatnya saat upgrading kader dan demontrasi pembuiatan MPASI dilakukan dengan memberikan quiz atau pertanyaan diakhir kegiatan. Pada proker lain, yakni pada peningkatan Aktualisasi Indikator Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak Sebagai Upaya Strategi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Bulusan Akhmad Sahlan Zakariya. Divfa Putra Gustionningsih. Hanun AoAqilatuzzakiyah. Fatimatuz Zahroh. Inge Alfiyah Damayanti. Novita Ainiyyatuz Zakiyyah. Ainis Salsabil. Fitri Lindayunita L O Y ALLOI YT A A LS I T A S Pengabdian Masyarakat Jurnal Jurnal Pengabdian KepadaKepada Masyarakat : 2621-4679 ISSNISSN : 2621-4679 : 2621-4687 ISSNISSN : 2621-4687 Volume I. Nomor 1. Mei 2018 Volume Vi Nomor 1 Mei 2025 kepercayaan diri siswa SLB dilakukan penyampaian hasil pengekrpresian cita cita melalui apa yang mereka gambar. Tempat dan Waktu Pendampingan Pendampingan ini dilakukan pada tanggal 20 Agustus 2024 sampai dengan 23 Juli 2024 yang diikuti dengan 25 mahasiswa KKN dengan melibatkan beberapa elemen mulai dari tingkat masyarakat sampai ke pemerintahan. Lokasi dilaksanakannya pendampingan berada di Bulusan yang lebih tepatnya di Kelurahan Bulusan Kecamatan Kalipuro Kabupaten Banyuwangi. Gambar 1. Peta Lokasi Pendampingan (Sumber: Profil Desa, 2. Hasil Dan Diskusi Kegiatan jangka panjang untuk pencegahan stunting melalui upgrading Kader Posyandu Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah stunting, salah satunya diawali dengan upgrading Kader Posyandu. Hal ini dapat terlihat dari peran kader posyandu untuk mencegah stunting yang terjadi di daerahnya. 8 Sehingga menjadikan kader posyandu sebagai jembatan untuk mencegah stunting, sebagai bentuk perwakilan untuk perkembangan anak usia dini. Dalam hal ini, kader posyandu dapat mempengaruhi 8 Yasmine. Hanna, dkk. AuPeran Kader Posyandu Dalam Upaya Pencegahan Stunting. Ay Journal of Telenursing (JOTING) Volume 6. No. : 1583. Aktualisasi Indikator Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak Sebagai Upaya Strategi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Bulusan Akhmad Sahlan Zakariya. Divfa Putra Gustionningsih. Hanun AoAqilatuzzakiyah. Fatimatuz Zahroh. Inge Alfiyah Damayanti. Novita Ainiyyatuz Zakiyyah. Ainis Salsabil. Fitri Lindayunita L O Y ALLOI YT A A LS I T A S Pengabdian Masyarakat Jurnal Jurnal Pengabdian KepadaKepada Masyarakat : 2621-4679 ISSNISSN : 2621-4679 : 2621-4687 ISSNISSN : 2621-4687 Volume I. Nomor 1. Mei 2018 Volume Vi Nomor 1 Mei 2025 rendahnya stunting pada ibu hamil, balita, dan juga anak-anak. Setelah penyampaian materi yang disampaikan oleh Ahli Gizi Puskesmas Klatak dan juga demo memasak MPASI. Setiap kader posyandu mengikuti kuis untuk dilakukannya penyamainnya materi oleh Ahli Gizi Puskesmas Klatak. Sehingga setiap kader posyandu memahami dengan baik mengenai materi stunting yang disampaikan, kemudian kader posyandu dapat menyampaikan kepada masyarakat posyandu dengan baik. Selama kuis berjalan, setiap kader posyandu dapat memahami dengan baik materi stunting yang disampaikan dan juga mengenai masalah yang terjadi di lapangan. Hal ini dapat terlihat dari para kader posyandu menjawab setiap kuis yang diberikan secara cepat dan tepat. Gambar 2. Penyampaian Materi Stunting (Sumber: Dokumentasi Lapangan. Pencegahan stunting yang dilakukan di kelurahan Bulusan disampaikan kepada 14 posyandu yang masih aktif, kemudian diteruskan kepada masyarakat di setiap Sehingga masyarakat Bulusan mendapat akses yang mudah dan juga mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai. Hal ini juga mempengaruhi pengurangan stunting dari berbagai wilayah di Kelurahan Bulusan secara efektif. 9 Nugraheni. Nisa, dan Abdul Malik. AuPeran Kader Posyandu dalam Mencegah Kasus Stunting di Kelurahan Ngijo Kota Semarang. Ay Lifelong Education Journal Volume 3 No. : 83-92. Aktualisasi Indikator Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak Sebagai Upaya Strategi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Bulusan Akhmad Sahlan Zakariya. Divfa Putra Gustionningsih. Hanun AoAqilatuzzakiyah. Fatimatuz Zahroh. Inge Alfiyah Damayanti. Novita Ainiyyatuz Zakiyyah. Ainis Salsabil. Fitri Lindayunita L O Y ALLOI YT A A LS I T A S Pengabdian Masyarakat Jurnal Jurnal Pengabdian KepadaKepada Masyarakat : 2621-4679 ISSNISSN : 2621-4679 : 2621-4687 ISSNISSN : 2621-4687 Volume I. Nomor 1. Mei 2018 Volume Vi Nomor 1 Mei 2025 Kegiatan rutinan posyandu di Kelurahan Bulusan sudah berjalan secara aktif setiap bulannya, yang mana dapat dilihat dalam seminggu terdapat tiga sampai empat posyandu yang melakukan rutinan dengan memberikan informasi serta pengecekan tumbuh kembang anak dan ibu hamil. Selain itu dari kegiatan posyandu setiap kader juga rutin memberikan vitamin A dan juga sering melakukan penyuluhan kesehatan dari bidan secara langsung kepada peserta posyandu. Sehingga untuk kegiatan jangka panjang pada pencegahan stunting, dapat dilakukan dengan upgrading kader posyandu yang dimulai melalui sosialisasi dan pelatihan terkait pencegahan stunting ini bertemakan AuSehat Nutrisi dan Tangani Resiko. Genius Masa Depan Indah Menuju Langkah Generasi SehatAy atau yang kita singkat dengan AuSENTUH GEMILANGAy kegiatan ini diisi oleh materi yang disampaikan oleh ibu Shella Aprilia Imron. AMd. Gz sebagai perwakilan dari dinas Kesehatan dan Ibu Holila sebagai kader posyandu Kelurahan Bulusan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kesadaran terhadap masyarat Bulusan terkait gangguan tumbuh kembang pada anak yang biasa dikenal dengan stunting. Stunting adalah kondisi di mana anak mengalami pertumbuhan terhambat secara kronis akibat kekurangan gizi kronis, biasanya terjadi pada masa 0-5 tahun. Di kelurahan Bulusan, implementasi dari indikator DRPPA mempunyai keterkaitan pada penanggulangan stunting melalui beberapa cara, salah satunya yaitu membantu mengidentifikasi anak-anak yang berisiko stunting lebih awal. Dengan mendeteksi secara dini, penanggulangan dapat dilakukan secepat mungkin untuk mencegah atau memperlambat pertumbuhan Penyebab dari stunting bisa disebabkan dari kesehatan dan gizi ibu yang buruk, praktik pemberian MPASI yang tidak memadai, infeksi dan sanitasi yang Dari penyebab tersebut stunting dapat dicegah melalui peningkatan gizi ibu dan anak, promosi ASI eksklusif dan MPASI yang tepat, kemudian peningkatan sanitasi dan kebersihan. Selain itu posyandu juga memiliki peran penting untuk untuk memberikan edukasi terkait pertumbuhan bayi, anak-anak dan juga ibu hamil melalui kegiatan rutin yang dilakukan di posyandu setiap bulannya. Aktualisasi Indikator Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak Sebagai Upaya Strategi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Bulusan Akhmad Sahlan Zakariya. Divfa Putra Gustionningsih. Hanun AoAqilatuzzakiyah. Fatimatuz Zahroh. Inge Alfiyah Damayanti. Novita Ainiyyatuz Zakiyyah. Ainis Salsabil. Fitri Lindayunita L O Y ALLOI YT A A LS I T A S Pengabdian Masyarakat Jurnal Jurnal Pengabdian KepadaKepada Masyarakat : 2621-4679 ISSNISSN : 2621-4679 : 2621-4687 ISSNISSN : 2621-4687 Volume I. Nomor 1. Mei 2018 Volume Vi Nomor 1 Mei 2025 Gambar 3. Kuis Sebagai Tahap Evaluasi (Sumber: Dokumentasi Lapangan, 2. Kegiatan Demonstrasi Pembuatan MPASI Melalui Ahli Gizi Kepada Kader Posyandu MPASI atau makanan pendamping air susu ibu merupakan makanan atau minuman yang diberikan pada bayi dan anak usia 6-24 bulan dengan kandungan zat gizi selain yang terkandung di dalam ASI. MPASI sendiri merupakan peralihan dari ASI ke makanan Keluarga. Dalam Pemberian MPASI yang cukup, sangat penting untuk memperhatikan tingkat kebaikan untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan anak yang rangkaian perkembangannya sangat cepat dalam periode ini. Pada bayi usia 6-12 bulan ASI hanya bisa memberikan 60% kebutuhan gizi yang terpenuhi sedangkan dengan bertambahnya umur bayi maka akan bertambah pula kebutuhan gizi yang dibutuhkan tidak hanya ASI tetapi takaran susunya juga harus ditambah agar bayi mendapatkan energi lebih untuk proses tumbuh kembangnya. Oleh karena itu, pada bayi usia 6 bulan keatas membutuhkan tambahan gizi lainnya dengan tambahan MPASI tetapi MPASI yang diberikan kepada bayi juga harus berkualitas, padat gizi, sanitasi dan higenisnya harus di perhatikan lebih agar bayi tidak terinfeksi bakteri. Aktualisasi Indikator Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak Sebagai Upaya Strategi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Bulusan Akhmad Sahlan Zakariya. Divfa Putra Gustionningsih. Hanun AoAqilatuzzakiyah. Fatimatuz Zahroh. Inge Alfiyah Damayanti. Novita Ainiyyatuz Zakiyyah. Ainis Salsabil. Fitri Lindayunita L O Y ALLOI YT A A LS I T A S Pengabdian Masyarakat Jurnal Jurnal Pengabdian KepadaKepada Masyarakat : 2621-4679 ISSNISSN : 2621-4679 : 2621-4687 ISSNISSN : 2621-4687 Volume I. Nomor 1. Mei 2018 Volume Vi Nomor 1 Mei 2025 Pemberian MPASI bertujuan untuk memberikan cukup gizi tambahan yang dibutuhkan oleh bayi atau balita untuk penunjang pertumbuhan dan perkembangan fisik dan psikomotorik yang optimal. Pemberian MPASI juga diberikan untuk mendidik bayi dari dini untuk memiliki kebiasaan makan yang baik. Tetapi untuk memastikan MPASI tersebut dapat terlaksana dengan baik maka pemberikan MPASI harus sesuai dengan pertambahan umur, kualitas dan kuantitas makanan baik serta jenis makanan yang bervarasi dengan berbentuk bubur kental, sari buah, buah segar, makanan lumat, makanan lembek dan akhirnya makanan padat. 10 Pemberian MPASI yang baik juga untuk menurunkan tingkat bayi stunting karena kekurangan gizi. Setelah mengetahui pentingnya pemberian MPASI yang baik bagi bayi usia 6 bulan ke atas untuk pencegahan stunting bagi anak, kami menggandeng 14 pokja posyandu kelurahan bulusan kecamatan kalipuro kabupaten banyuwangi untuk melaksanakan kegiatan AuSENTUH GEMILANGAy yang didalamnya terdapat kegiatan sosialisasi tentang stunting dan bumil resti, dan demonstrasi pembuatan makanan MPASI. Dimulai dengan sosialisasi guna menyampaikan materi mengenai stunting, mulai dari pengertian, penyebab, dampak, dan strategi pencegahannya. Dari penjelasan materi dari Ibu Shella selaku narasumber. Ahli gizi puskesmas klatak beliau mengatakan salah satu pencegahan stunting yakni memberikan makanan pendamping yang tepat. Kemudian kegiatan dilanjut dengan demonstrasi memasak menu MPASI bersama Ibu Holila. Dengan diadakannya Kegiatan ini bertujuan untuk membangun generasi yang sehat melalui pencegahan stunting, perawatan ibu hamil resiko tinggi, dan meningkatkan kecerdasan anak. Dalam demonstrasi tersebut ibu Holila memberikan tutorial pembuatan AuBOBOBIAy yang berbahan dasar ubi ditambah dengan pisang kepok, ikan tuna, kelapa parut dibentuk bulat dan dilumuri dengan tepung roti makanan ini menjadi makanan MPASI yang menarik daya tarik bagi anakanak untuk dimakan. 10 Mufida. Lailina, dkk. AuPRINSIP DASAR MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU (MP-ASI) UNTUK BAYI 6 Ae 24 BULAN: KAJIAN PUSTAKA. Ay Jurnal Pangan dan Agroindustri Volume 3 No. : 1646-1651. 11 Mastuti. Dewi, dkk. AuPEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN STUNTING DI KELURAHAN SETONO KECAMATAN PEKALONGAN TIMUR KOTA PEKALONGAN. Ay PENA ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 4 No. : 73. Aktualisasi Indikator Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak Sebagai Upaya Strategi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Bulusan Akhmad Sahlan Zakariya. Divfa Putra Gustionningsih. Hanun AoAqilatuzzakiyah. Fatimatuz Zahroh. Inge Alfiyah Damayanti. Novita Ainiyyatuz Zakiyyah. Ainis Salsabil. Fitri Lindayunita L O Y ALLOI YT A A LS I T A S Pengabdian Masyarakat Jurnal Jurnal Pengabdian KepadaKepada Masyarakat : 2621-4679 ISSNISSN : 2621-4679 : 2621-4687 ISSNISSN : 2621-4687 Volume I. Nomor 1. Mei 2018 Volume Vi Nomor 1 Mei 2025 Untuk membuat "BOBOBI" sebagai makanan pendamping ASI (MPASI), pertama-tama panaskan minyak dalam wajan. Tumis bawang putih dan pala halus hingga harum. Masukkan ikan tuna cincang, tumis sampai matang, lalu tambahkan garam dan gula. Biarkan tumisan ini mengering sedikit. Selanjutnya, campurkan ubi halus, kacang hijau halus, ikan tuna tumis, kelapa parut, susu bubuk, wortel parut, dan daun bawang. Aduk hingga semua bahan tercampur Bentuk adonan menjadi bulatan kecil dan gulingkan dalam tepung panir. Goreng dengan minyak panas sampai kecoklatan. Tiriskan sebelum disajikan. Gambar 4. Prosesi Pembuatan BOBOBI (Sumber: Dokumentasi Lapangan, 2. Dengan langkah-langkah ini. Anda dapat membuat "BOBOBI" yang bergizi untuk bayi Anda, sebagai makanan tambahan selain ASI. Pastikan makanan telah cukup dingin sebelum diberikan kepada bayi. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini ibu-ibu dan kader posyandu di daerah kelurahan bulusan bisa lebih sadar tentang pentingnya pencegahan stunting dan resiko bumil resti dan pemilihan menu MPASI yang baik bagi anak mereka untuk membentuk generasi yang cemerlang dimasa mendatang. Aktualisasi Indikator Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak Sebagai Upaya Strategi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Bulusan Akhmad Sahlan Zakariya. Divfa Putra Gustionningsih. Hanun AoAqilatuzzakiyah. Fatimatuz Zahroh. Inge Alfiyah Damayanti. Novita Ainiyyatuz Zakiyyah. Ainis Salsabil. Fitri Lindayunita L O Y ALLOI YT A A LS I T A S Pengabdian Masyarakat Jurnal Jurnal Pengabdian KepadaKepada Masyarakat : 2621-4679 ISSNISSN : 2621-4679 : 2621-4687 ISSNISSN : 2621-4687 Volume I. Nomor 1. Mei 2018 Volume Vi Nomor 1 Mei 2025 Kegiatan Pengekspresian Impian Anak Berkebutuhan Khusus Melalui Kegiatan Menggambar dan Mewarnai dalam Upaya Strategi peduli Ramah Anak di SLB Kalipuro SLB ABCD PGRI Kalipuro merupakan sekolah yang menggunakan metode pendidikan yang berbeda dengan pendidikan anak pada umumnya. Sebagai institusi pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus pembelajaran pada sekolah ini membutuhkan pendekatan yang lebih personal. Guru dan staff di sekolah tersebut memiliki keterampilan khusus untuk menangani anak-anak dari berbagai latar belakang disabilitas yang berbeda, sehingga menciptakan lingkungan belajar yang dapat dipahami oleh mereka. Anak berkebutuhan khusus memiliki potensi diri yang unik mulai dari tingginya kreativitas setiap anak, kecerdasan visual spasial yang baik dengan kemampuan konsentrasi Sehingga sekolah SLB ABCD PGRI Kalipuro memiliki peran untuk mendukung dan mengembangkan kelebihan atau potensi yang dimiliki oleh setiap anak. Penemuan bakat menggambar siswa berkebutuhan khusus masih sangat Jumlah siswa yang terus bertambah setiap tahun menunjukkan perlunya metode untuk mengenali bakat menggambar mereka. 12 Setelah itu, mereka bisa didorong untuk berpartisipasi dalam kompetisi untuk meningkatkan kemampuan mereka. Siswa-siswa SLB pada umumnya berasal dari berbagai latar belakang ekonomi dan pendidikan orang tua mereka. Tidak semua dari mereka berasal dari keluarga menengah ke atas atau memiliki dukungan penuh dalam mengembangkan potensi mereka. Oleh karena itu, perlu adanya dukungan tambahan dari pihak lain untuk membantu guru dan siswa di Sekolah Luar Biasa ini mengidentifikasi dan mendukung potensi siswa dalam seni menggambar dan mewarnai sebagai ekspresi diri mereka. Kegiatan pengembangan potensi anak yang dilakukan di SLB ABCD PGRI Kalipuro, salah satunya yakni menggambar dan mewarnai. Dengan adanya 12 Purworini. Dian, dkk. AuPemberdayaan Masyarakat Melalui Praktek Komunikasi Interpersonal Kepada Guru di SLB BC Autis Yayasan Bina Asih. Ay JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyaraka. Volume 4 No. : 133-139. Aktualisasi Indikator Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak Sebagai Upaya Strategi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Bulusan Akhmad Sahlan Zakariya. Divfa Putra Gustionningsih. Hanun AoAqilatuzzakiyah. Fatimatuz Zahroh. Inge Alfiyah Damayanti. Novita Ainiyyatuz Zakiyyah. Ainis Salsabil. Fitri Lindayunita L O Y ALLOI YT A A LS I T A S Pengabdian Masyarakat Jurnal Jurnal Pengabdian KepadaKepada Masyarakat : 2621-4679 ISSNISSN : 2621-4679 : 2621-4687 ISSNISSN : 2621-4687 Volume I. Nomor 1. Mei 2018 Volume Vi Nomor 1 Mei 2025 kegiatan ini anak dapat mengekspresikan diri mereka melalui pemilihan warna, bentuk gambar, mengembangkan keterampilan, dan juga dapat melatih mereka untuk lebih fokus maupun konsentrasi pada tugas yang ada. Kegiatan yang bertemakan AuEkspresikan Dirimu. Lukis Cita-CitamuAy mampu membawa mereka bermimpi setinggi langit meskipun latar belakang berbeda dengan anak pada Namun, semangat mereka tidak akan pernah luntur hanya karena kekurangan yang dimiliki. Dari kegiatan ini terlihat bahwa mereka sangat antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang menciptakan kreativitas diri, walaupun semua anak tidak bisa mengikuti kegiatan dengan tenang dikarenakan kondisi emosionalnya kurang stabil. Melalui pengenalan warna dapat mewujudkan suatu pendidikan dasar yang efektif terhadap anak autisme, guru juga harus memilih metode pembelajaran yang relevan dari kurikulum yang didukung oleh sistem pelayanan yang baik. Gambar 5. Proses Menggambar dan Mewarnai Siswa SLB Kalipuro (Sumber: Dokumentasi Lapangan, 2. Pembelajaran siswa disabilitas tidak hanya berlangsung di dalam kelas saja, melainkan juga dilakukan di luar kelas dengan diberikan diberikan praktikpraktik yang dapat mengembangkan potensi setiap anak. Pengetahuan yang diberikan pun disesuaikan dengan tingkatannya dari sd, smp, sma yang memang kondisi fisik dan mental mereka relatif sama. 13 Karena sesuai dengan pendapat 13 Wati. Nur. AuPeran Guru Pada Siswa Disabilitas Di Sekolah Luar Biasa Kota Surabaya. Ay Jurnal Bio Kultur Volume 7 No. : 72-87. Aktualisasi Indikator Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak Sebagai Upaya Strategi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Bulusan Akhmad Sahlan Zakariya. Divfa Putra Gustionningsih. Hanun AoAqilatuzzakiyah. Fatimatuz Zahroh. Inge Alfiyah Damayanti. Novita Ainiyyatuz Zakiyyah. Ainis Salsabil. Fitri Lindayunita L O Y ALLOI YT A A LS I T A S Pengabdian Masyarakat Jurnal Jurnal Pengabdian KepadaKepada Masyarakat : 2621-4679 ISSNISSN : 2621-4679 : 2621-4687 ISSNISSN : 2621-4687 Volume I. Nomor 1. Mei 2018 Volume Vi Nomor 1 Mei 2025 Rahyubi tentang anak juga membutuhkan keampuan untuk menggerakkan atau mengatur otot-otot kecil yang berhubungan dengan koordinasi gerakan mata dan tangan secara efisien, tepat, dan adaaptif atau yang biasa dikenal dengan motorik Dengan keterampilan motorik mereka dengan melakukan aktivitas yang membutuhkan penggerakkan jari jemari atau pergelangan tangan. Gambar 6. Foto Bersama Siswa SLB Kalipuro (Sumber: Dokumentasi Lapangan, 2. Simpulan Pendampingan ini menemukan bahwa aktualisasi indikator DRPPA di Kelurahan Bulusan memberikan dampak positif dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan dan anak. Melalui metode PAR, masyarakat terlibat secara aktif dalam proses identifikasi masalah dan pencarian solusi, yang berdampak pada peningkatan kesadaran dan partisipasi mereka dalam program-program DRPPA. Hasil DRPPA pemberdayaan perempuan di bidang kewirausahaan, memperkuat peran ibu dalam 14 Azwar. Muhammad. Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Finger Painting Pada Murid Autis Kelas I Di SLB Arnadya Makassar. Skripsi. Universitas Negeri Makassar, 2022. Aktualisasi Indikator Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak Sebagai Upaya Strategi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Bulusan Akhmad Sahlan Zakariya. Divfa Putra Gustionningsih. Hanun AoAqilatuzzakiyah. Fatimatuz Zahroh. Inge Alfiyah Damayanti. Novita Ainiyyatuz Zakiyyah. Ainis Salsabil. Fitri Lindayunita L O Y ALLOI YT A A LS I T A S Pengabdian Masyarakat Jurnal Jurnal Pengabdian KepadaKepada Masyarakat : 2621-4679 ISSNISSN : 2621-4679 : 2621-4687 ISSNISSN : 2621-4687 Volume I. Nomor 1. Mei 2018 Volume Vi Nomor 1 Mei 2025 pengasuhan anak, mengurangi kekerasan terhadap perempuan dan anak, menurunkan jumlah pekerja anak, dan mencegah perkawinan anak. Implementasi program DRPPA juga membantu menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan ramah bagi perempuan dan anak. DRPPA merupakan model yang efektif dan dapat direplikasi di desa-desa lain untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesetaraan Pendampingan ini merekomendasikan peningkatan dukungan dan kolaborasi antar lembaga pemerintah dan masyarakat untuk keberlanjutan program DRPPA. Referensi