Case Study IMPLEMENTATION OF WARM GINGER FOOT SOAK THERAPY AS A COMPLEMENTARY INTERVENTION FOR PREGNANT WOMEN WITH PHYSIOLOGICAL LEG EDEMA IMPLEMENTASI TERAPI RENDAM KAKI AIR JAHE HANGAT SEBAGAI TERAPI KOMPLEMENTER PADA IBU HAMIL DENGAN EDEMA TUNGKAI FISIOLOGIS Arita Putri Ayu1. Sari Wahyuni1. Aprilina1. Kharisma Virgian1. Wilma1 1Poltekkes Kemenkes Palembang email penulis korespondensi: sariwahyuniplg@gmail. ABSTRAK Latar belakang: Kehamilan trimester i sering disertai ketidaknyamanan fisiologis, salah satunya edema pada ekstremitas bawah akibat peningkatan volume plasma, retensi cairan, dan tekanan uterus terhadap vena cava inferior. Kondisi ini dapat diperberat oleh faktor risiko seperti obesitas dan aktivitas fisik yang tinggi. Tujuan studi kasus ini adalah mendeskripsikan asuhan kebidanan komprehensif pada ibu hamil dengan edema kaki fisiologis melalui penerapan terapi komplementer rendam kaki air jahe hangat Metode: Penelitian merupakan studi deskriptif dengan rancangan studi kasus pada satu responden, yaitu Ny. G, usia 34 tahun. G2P1A0, usia kehamilan 34 minggu, yang mengalami edema derajat 2 pada kedua tungkai bawah disertai obesitas (IMT 30,4 kg/mA). Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang, kemudian didokumentasikan menggunakan metode SOAP. Hasil: Asuhan yang diberikan meliputi edukasi posisi istirahat, elevasi tungkai, pemenuhan nutrisi dan cairan, pengenalan tanda bahaya kehamilan, kolaborasi pemberian tablet tambah darah dan kalsium, serta terapi rendam kaki air jahe hangat selama 15Ae20 menit setiap sore selama 3Ae5 hari berturut-turut. Hasil evaluasi menunjukkan penurunan derajat edema dari 2 menjadi 1, penurunan rata-rata lingkar pergelangan kaki 0,5 cm, serta perbaikan kenyamanan dan kualitas tidur ibu tanpa ditemukan tanda preeklampsia. Kesimpulan: Asuhan kebidanan komprehensif dengan kombinasi edukasi dan terapi rendam kaki air jahe hangat efektif membantu mengurangi edema fisiologis pada ibu hamil trimester i. Kata kunci: Edema kaki, ibu hamil, rendam air jahe hangat ABSTRACT Background: Third-trimester pregnancy is often accompanied by physiological discomfort, including lower-extremity edema caused by increased plasma volume, fluid retention, and uterine pressure on the inferior vena cava. This condition may be aggravated by risk factors such as obesity and high physical activity. This case study aimed to describe comprehensive midwifery care for a pregnant woman with physiological leg edema, utilizing warm ginger footbath therapy as a complementary intervention. Methods: This was a descriptive study with a case-study design involving one respondent. Mrs. G, 34 years old. G2P1A0, at 34 weeks of gestation, who presented with grade 2 bilateral lower-extremity edema and obesity (BMI 30. 4 kg/mA). Data were collected through interviews, observation, physical examination, and supporting investigations, and documented using the SOAP method. Results: Care provided included education on resting position, leg elevation, nutrition and fluid intake, recognition of pregnancy danger signs, collaborative administration of iron and calcium supplements, and warm ginger foot-bath therapy for 15Ae20 minutes every evening for 3Ae5 consecutive days. Evaluation results showed a decrease in edema grade from 2 to 1, a mean reduction in ankle circumference of 0. 5 cm, and improved comfort and sleep quality, with no signs of preeclampsia identified. Conclusion: Comprehensive midwifery care combining education and warm ginger foot-bath therapy was effective in reducing physiological edema in third-trimester pregnant women. Keywords: leg edema, pregnant women, warm ginger foot bath PENDAHULUAN Kehamilan merupakan proses fisiologis yang disertai perubahan anatomi, fisiologi, dan hormonal yang kompleks, sehingga menimbulkan berbagai ketidaknyamanan terutama pada trimester i, salah satunya edema tungkai bawah. Edema tungkai dilaporkan terjadi pada sekitar 65Ae80% ibu hamil dan paling sering pada usia kehamilan 8Ae9 bulan, terutama pada ibu dengan aktivitas tinggi dan kurang istirahat (Rafique et al, 2023. Setianingsih & Fauzi, 2. Secara fisiologis, edema muncul akibat peningkatan volume plasma, retensi cairan, dan penekanan uterus membesar terhadap vena panggul dan vena cava inferior yang menghambat aliran balik vena dari ekstremitas bawah, sehingga cairan menumpuk di ruang interstisial dan tampak sebagai pembengkakan pada tungkai, pergelangan kaki, dan kaki (Setianingsih & Fauzi, 2. Walaupun bersifat fisiologis, edema kaki dapat menimbulkan rasa berat, kram malam hari, dan gangguan tidur yang pada akhirnya menurunkan mobilitas serta kualitas hidup ibu hamil, terutama pada trimester akhir ketika HRQoL terbukti berada pada titik terendah (Mardiyah et , 2022. Wu et al. , 2. Edema pada kehamilan juga dapat berhubungan dengan kondisi patologis seperti preeklamsia dan penyakit sistemik lain . antung, ginja. , sehingga pembengkakan yang tidak biasa, disertai gejala seperti sakit kepala berat atau gangguan penglihatan perlu dievaluasi secara cermat (Setianingsih & Fauzi, 2022. Agustiningrum & Azizah, 2. Karena itu, bidan perlu melakukan pengkajian komprehensif untuk membedakan edema fisiologis dan patologis serta memberikan asuhan yang tepat dan berkesinambungan (Agustiningrum & Azizah, 2. Berbagai intervensi nonfarmakologis telah dikembangkan untuk mengurangi edema fisiologis, antara lain senam hamil, elevasi tungkai, pijat kaki, yoga prenatal, hingga hidroterapi berupa rendam kaki air hangat (Aisyah & Sri, 2025. Kesehatan et al. , 2026. Almahera et al. Literatur review terhadap 21 artikel menyimpulkan bahwa terapi rendam kaki air jahe hangat efektif menurunkan derajat edema kaki ibu hamil trimester i, dengan memanfaatkan kandungan minyak atsiri dan gingerol yang memberikan efek hangat dan meningkatkan sirkulasi perifer (Mardiyah et al. , 2. Penelitian kuasi-eksperimen lain menunjukkan bahwa rendam kaki air hangat campur kencur maupun kombinasi pijat kaki dan rendam air hangat jahe/kencur mampu menurunkan derajat pitting edema dari derajat IIAei menjadi derajat I dengan p-value < 0,05 (Dey et al. , 2022. Fitria & Sulastri, 2024. Setianingsih & Fauzi, 2022. Lubis et al. , 2. Studi kasus keperawatan dan kebidanan terbaru juga memperlihatkan bahwa rendam kaki air hangat kencur selama 5 hari menurunkan derajat edema dari grade 3 menjadi grade 1 pada ibu hamil trimester i serta meningkatkan kenyamanan ibu (Almahera et al. , 2025. Agustiningrum & Azizah, 2. Berdasarkan hasil pengkajian di UPTD Puskesmas Prabumulih Timur, ditemukan Ny. G usia 34 tahun. G2P1A0 usia kehamilan 34 minggu, yang mengalami edema fisiologis pada kedua tungkai bawah yang diduga dipengaruhi oleh perubahan fisiologis kehamilan, aktivitas harian yang tinggi, serta kondisi obesitas yang dimiliki ibu. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan asuhan kebidanan komprehensif pada ibu hamil dengan edema kaki melalui penerapan terapi rendam kaki air jahe hangat sebagai intervensi berbasis bukti . vidence-based METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan rancangan studi kasus yang bersifat eksploratif. Asuhan kebidanan dilaksanakan di UPTD Puskesmas Prabumulih Timur pada Oktober 2025. Subjek penelitian berjumlah satu orang, yaitu Ny. G2P1A0, usia kehamilan 34 minggu, dengan keluhan edema pada kedua tungkai bawah. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang . aboratorium darah dan urin. Alat yang digunakan meliputi format pengkajian asuhan kebidanan, set pemeriksaan antenatal, serta lembar observasi derajat edema dan lingkar pergelangan kaki. Asuhan kebidanan diberikan menggunakan pendekatan manajemen kebidanan tujuh langkah Varney dan didokumentasikan dengan metode SOAP (Subjektif. Objektif. Analisis. Penatalaksanaa. Intervensi utama yang diterapkan adalah edukasi kesehatan serta terapi komplementer rendam kaki air jahe hangat dengan suhu 37Ae40AC dan irisan jahe segar A3Ae5 cm, dilakukan selama 15Ae20 menit setiap sore hari, 3Ae5 kali dalam seminggu. Evaluasi dilakukan dengan menilai derajat edema dan lingkar pergelangan kaki pada setiap kunjungan. HASIL DAN PEMBAHASAN Ny. G, usia 34 tahun. G2P1A0, melakukan kunjungan antenatal rutin pada usia kehamilan 34 minggu dengan keluhan pembengkakan pada kedua tungkai bawah sejak satu minggu terakhir, yang lebih sering muncul pada sore hingga malam hari setelah beraktivitas dan berkurang setelah istirahat dengan posisi miring kiri atau elevasi kaki. Tidak ditemukan keluhan lain yang mengarah pada komplikasi kehamilan seperti sakit kepala berat, gangguan penglihatan, atau nyeri epigastrium. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum baik dengan tekanan darah 120/70 mmHg, nadi 78 x/menit, suhu 36,5EE, dan pernapasan 20 x/menit. Berat badan meningkat 1,5 kg dari pemeriksaan bulan sebelumnya. Ditemukan edema derajat 2 pada kedua tungkai bawah tanpa edema pada wajah maupun ekstremitas atas. Refleks patella normal dan pemeriksaan protein urine negatif, sehingga tidak ditemukan tanda preeklampsia. Indeks Massa Tubuh (IMT) ibu sebesar 30,4 kg/mA menunjukkan kategori obesitas menurut klasifikasi WHO (IMT Ou30 kg/mA). Pada ibu hamil dengan obesitas terjadi peningkatan jaringan adiposa yang meningkatkan kebutuhan oksigen dan beban kerja jantung, serta peningkatan tekanan intraabdomen yang menghambat aliran balik vena dari ekstremitas bawah menuju jantung. Kondisi ini meningkatkan risiko stasis vena dan penumpukan cairan interstisial, sehingga ibu hamil dengan obesitas cenderung lebih mudah mengalami edema dibandingkan ibu dengan IMT normal (Cunningham et al. , 2. Edema fisiologis pada trimester i juga disebabkan oleh peningkatan volume plasma maternal hingga 40Ae50%, peningkatan retensi natrium dan cairan, serta tekanan uterus terhadap vena cava inferior, yang meningkatkan tekanan hidrostatik pembuluh darah perifer (Cunningham et al. , 2. Kondisi Ny. G yang mengalami edema bilateral, tidak disertai hipertensi maupun proteinuria, dan membaik setelah istirahat, sesuai dengan karakteristik edema fisiologis. Faktor obesitas serta aktivitas harian yang tinggi mengurus anak pertama berusia 2,5 tahun dan pekerjaan rumah tangga turut memperberat hambatan aliran balik vena. Meskipun obesitas pada kehamilan juga berisiko meningkatkan komplikasi seperti hipertensi gestasional, preeklamsia, diabetes melitus gestasional, dan makrosomia (American College of Obstetricians and Gynecologists, 2. , pada kasus ini tidak ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada komplikasi tersebut. Penatalaksanaan yang diberikan berfokus pada pendekatan nonfarmakologis, meliputi edukasi mengenai penyebab edema fisiologis, tanda bahaya kehamilan trimester i, pentingnya istirahat cukup dan posisi tidur miring kiri, elevasi tungkai, penggunaan alas kaki dan pakaian yang nyaman, pemenuhan nutrisi dan cairan, serta kolaborasi pemberian tablet tambah darah dan kalsium. Intervensi utama yang diterapkan adalah terapi rendam kaki air jahe hangat, yaitu merendam kaki menggunakan air bersuhu 37Ae40AC yang diberi irisan jahe segar A3Ae5 cm selama 15Ae20 menit setiap sore hari, dilakukan 3Ae5 kali seminggu. Kandungan gingerol dan shogaol pada jahe memberikan efek vasodilator dan antiinflamasi ringan yang membantu memperlancar sirkulasi perifer dan mengurangi retensi cairan, sementara suhu hangat meningkatkan aliran darah vena dan memberikan efek relaksasi (Febrianti, 2. Setelah dilakukan terapi secara rutin selama beberapa hari, ibu melaporkan penurunan pembengkakan, kaki terasa lebih ringan, dan tidur lebih nyenyak. Hasil pengukuran lingkar pergelangan kaki menunjukkan penurunan rata-rata 0,5 cm setelah lima kali terapi, dan derajat edema membaik dari 2 menjadi 1 pada evaluasi kunjungan ulang. Tanda-tanda vital tetap dalam batas normal (TD 110/70 mmH. dan tidak ditemukan tanda preeklampsia. Hasil ini sejalan dengan temuan Sari et al. dan Nurhalimah & Fitriani . yang juga melaporkan efektivitas rendam kaki air hangat dengan campuran jahe atau kencur dalam menurunkan edema kaki pada ibu hamil, serta sejalan dengan teori Saifuddin . bahwa perubahan posisi, pengaturan asupan cairan dan garam, serta terapi hangat dapat membantu mengurangi edema fisiologis. Intervensi Rendam kaki air jahe hangat Tabel 1. Efek utama berbagai intervensi air hangat Desain & Hasil utama klinis Sumber Literatur review Semua literatur melaporkan (Mardiyah et al. 21 artikel penurunan derajat edema kaki TM 2. jahe bekerja via minyak atsiri Rendam air Rendam kaki air hangat kencur . tudi Kuasi eksperimen, 12 ibu TM i, 5 1Ae2 kasus TM i, 5 hari dan gingerol yang memberi rasa hangat (Mardiyah et al. , 2. Penurunan pitting edema, grade ieI pada 66,6%, p=0,003 (Dey et , 2. (Dey et al. Penurunan edema dari derajat 3Ie1 Almahera et al. disertai penurunan nyeri dan rasa Nafra & nyaman meningkat Manggasa. Pemilihan terapi rendam kaki air jahe hangat pada Ny. G dinilai tepat karena sesuai dengan penyebab edema yang dialami, yaitu hambatan sirkulasi vena akibat perubahan fisiologis kehamilan, obesitas, dan aktivitas harian yang tinggi. Intervensi ini juga mendukung konsep woman-centered care karena dapat dilakukan secara mandiri di rumah dengan biaya terjangkau dan risiko minimal. Secara keseluruhan, tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan kasus. seluruh temuan subjektif, objektif, faktor risiko, dan hasil penatalaksanaan sesuai dengan teori dan hasil penelitian terkini mengenai edema fisiologis pada kehamilan trimester i. KESIMPULAN Asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. G2P1A0 usia kehamilan 34 minggu dengan edema kaki fisiologis, telah dilaksanakan sesuai manajemen kebidanan melalui pengkajian, interpretasi data, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang didokumentasikan dengan metode SOAP. Edema yang dialami ibu tergolong fisiologis dan diperberat oleh faktor obesitas serta aktivitas harian yang tinggi, tanpa disertai tanda-tanda preeklampsia. Penerapan kombinasi edukasi kesehatan dan terapi komplementer rendam kaki air jahe hangat selama 15Ae 20 menit setiap sore hari terbukti efektif menurunkan derajat edema, mengurangi keluhan ketidaknyamanan, serta meningkatkan kenyamanan dan kualitas tidur ibu. Terapi ini dapat direkomendasikan sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis yang aman, murah, dan mudah diterapkan secara mandiri oleh ibu hamil dengan edema fisiologis pada trimester i. DAFTAR PUSTAKA